Hanya 1,5 Jam, Ribuan Paket Sembako Pasar Murah Ludes Dibeli Warga

Warga antusias membeli aneka sembako dalam pasar murah di Balai Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Senin (29/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pelaksanaan kegiatan pasar murah resmi dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni di Balai Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Senin (29/5/2017).

Beberapa saat setelah dibuka, ribuan warga langsung menyerbu lokasi penjualan aneka sembako.

Saking antusiasnya, hanya dalam tempo 1,5 jam, ribuan paket sembako yang disediakan sudah ludes terjual. Warga yang membeli sembako murah sebelumnya sudah mendapat pembagian kupon khusus.

Sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman Setda.

Dalam pasar murah ini dialokasikan beras sebanyak 60 ton beras. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 16.000 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mie instan sebanyak 40.000 bungkus.

Bupati Sri Sumarni meminta agar jumlah pengusaha yang dilibatkan dalam kegiatan pasar murah tahun depan diperbanyak. Hal itu perlu dilakukan agar pelaksanaan pasar murah bisa lebih semarak dan barang yang ditawarkan makin beragam.

“Pelaksanaan pasar murah sepanjang bulan Ramadan tahun ini saya nilai sudah cukup bagus. Hanya saja, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan barang dengan harga murah,” tegas Sri saat membuka pelaksanaan pasar murah tersebut.

Sri menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan Ramadan dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Bina Sarana Perekonomian Yudono menambahkan, selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Dalam pasar murah tersebut, pihaknya memberikan subsidi untuk barang yang disediakan buat masyarakat. Untuk beras, nilai subsidinya Rp 13.500 per paket, minyak dan gula Rp 3.500, telur Rp 4.500, mie instan Rp 4.775 dan sirup Rp 5.100.

Editor : Kholistiono

Jumlah Pengusaha yang Dilibatkan di Pasar Murah Grobogan Kurang

pasar murah

Puluhan warga antusias membeli aneka sembako dalam pasar murah di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar jumlah pengusaha yang dilibatkan dalam kegiatan pasar murah tahun depan diperbanyak. Hal itu perlu dilakukan agar pelaksanaan pasar murah bisa lebih semarak dan barang yang ditawarkan makin beragam.

“Pelaksanaan pasar murah sepanjang bulan puasa tahun ini saya nilai sudah cukup bagus. Hanya, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan barang dengan harga murah,” tegas Sri saat menutup pelaksanaan pasar murah di halaman Setda Grobogan, Kamis (30/6/2016).

Sri menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman setda.

“Kegiatan pasar murah dimulai Kamis (9/6/2016) lalu di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug. Pasar murah merupakan agenda rutin tiap tahun saat bulan puasa,” katanya.

Menurut Anang, dalam kegiatan ini, pihaknya mengalokasikan 60 ton beras untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mi instan sebanyak 40.000 bungkus.

Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Meriahnya Pasar Murah di Gubug Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan sembako bagi warga tidak mampu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan sembako bagi warga tidak mampu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, bila perlu frekuensinya bisa diperbanyak.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkap Sri saat menghadiri acara pembukaan pasar murah di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug, Kamis (9/6/2016).

Sri menegaskan, melalui pasar murah tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, mereka bisa membeli beberapa kebutuhan pokok dengan harga murah dibandingkan harga pasaran.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menyaksikan antusias warga ketika membeli paket sembako yang disediakan. Dalam tempo sekitar satu jam, ratusan paket sembako sudah habis dibeli warga.

Meski demikian, pelaksanaan pasar murah bisa berlangsung aman dan tidak terjadi aksi saling berebut demi mendapatkan sembako dengan dengan harga terjangkau. Sebab, paket sembako itu hanya diperuntukkan bagi pemilik kupon yang sudah dibagikan beberapa hari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga sempat menyerahkan bantuan sembako bagi warga tidak mampu. Bantuan tersebut berasal dari Pemkab Grobogan dan Pemprov Jateng melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, sebanyak 60 ton beras dialokasikan Pemkab Grobogan untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar dalam bulan Ramadan ini. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mie instan sebanyak 40.000 bungkus.

“Sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir dihalaman setda,” katanya.

Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak yang akan membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Editor : Akrom Hazami

 

60 Ton Beras Disiapkan di Pasar Murah Grobogan

Suasana pelaksanaan pasar murah yang digelar pada bulan puasa tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana pelaksanaan pasar murah yang digelar pada bulan puasa tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 60 ton beras dialokasikan Pemkab Grobogan untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar di Ramadan ini. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mi instan sebanyak 40.000 bungkus.

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menyatakan, sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman setda.

“Kegiatan pasar murah akan dimulai Kamis (9/6/2016) lusa di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug. Pasar murah merupakan agenda rutin tiap tahun saat puasa,” katanya.

Dijelaskan, selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak yang akan membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Anang menambahkan, barang yang disediakan dalam kegiatan itu kebanyakan adalah sembako dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Seperti, beras, minyak goreng, gula, sirup, telur, dan mi instan.

Untuk menghindari terjadinya kesemrawutan, pembeli barang yang disediakan di pasar murah tersebut dibatasi dan diseleksi.

Yakni, mereka yang bisa membeli barang adalah pemegang kupon khusus. Kupon itu sudah dibagikan petugas beberapa waktu sebelum pelaksanaan.

“Untuk masalah pasar murah ini sudah kita bahas beberapa waktu lalu. Jadi, soal pasar murah ini kita tinggal nunggu waktu pelaksanaan saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni ketika dimintai komentarnya menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami