Pasar Kliwon Kudus jadi Primadona Belanja Pakaian Jelang Lebaran

pasar kliwon

Suasana kios penjualan pakaian di Pasar Kliwon Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Warti (40) warga Kecamatan Kaliwugu, Kudus, ini sengaja pergi ke Pasar Kliwon beserta keluarganya, usai pulang kerja dari tempat kerjanya di satu perusahaan rokok.

Perempuan dua orang anak ini tidak ingin kehabisan pakaian atau keperluan Lebaran lainnya.

“Ya, saya ingin membahagiakan anak-anak dan keluarga. Sebab saya juga ingin membelikan keperluan Lebaran. Baik itu pakaian maupun jajanan untuk persedian Lebaran. THR ini bisa saya manfaatkan untuk keperluan,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, ribuan pengunjung Pasar Kliwon juga mayoritas menyerbu kios pakaian. Baik itu pakaian anak-anak hingga orang dewasa.

“Kalau belanja mepet bodo (Lebaran), maka pakaian bagus sudah dibeli orang lain. Saya juga tidak ingin menyia-nyiakan itu,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Siapkan Lokasi Parkir Sementara untuk Pengunjung Pasar Kliwon Kudus

Tampak  banyaknya kendaraan yang terparkir di lokasi Pasar Kliwon Kudus (MuriaNewscom/Faisol Hadi)

Tampak banyaknya kendaraan yang terparkir di lokasi Pasar Kliwon Kudus (MuriaNewscom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketika memasuki Ramadan seperti ini, bisa dipastikan pengunjung di Pasar Kliwon Kudus akan meningkat drastis. Akibatnya, jumlah kendaraan yang terparkir di lokasi pasar juga semakin banyak, dan bahkan lokasinya tak mampu menampung jumlah kendaraan. Hal ini diperparah dengan pengerjaan tempat parkir megah Pasar Kliwon yang dimulai sebelum Ramadan lalu.

Plt Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Sudiharti mengatakan, terkait hal ini, Pemkab Kudus sudah menyiapkan tempat parkir baru untuk menampung kendaraan. Tempat parkir tersebut terletak di tak jauh dari pasar, yaitu di depan masjid yang berada di depan Pasar Kliwon.”Kami sudah menyurati pemilik lahan, dalam hal ini Jambu Bol. Kami juga sudah berbincang-bincang tentang hal itu, dan disetujui,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini parkir di sebelah barat pasar akan dialihkan ke depan masjid. Selama waktu pembangunan atau hingga Desember, lokasi tersebut akan menjadi tempat parkir.”Kebetulan lokasinya kosong, jadi dapat dimanfaatkan untuk parkir kendaraan. Dengan demikian permasalahan parkir dapat teratasi,” ujarnya.

Hanya, tempat parkir baru yang disiapkan tersebut, untuk sementara hanya khusus kendaraan roda empat saja. Sedangkan untuk roda dua masih dapat diusahakan dekat pasar.

Editor : Kholistiono

 

 

Kendaraan yang Terpakir di Lokasi Pasar Kliwon Kudus Membeludak

Terlihat banyaknya kendaraan yang terparkir di lokasi Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Terlihat banyaknya kendaraan yang terparkir di lokasi Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki hari keempat pada Ramadan ini, Pasar Kliwon Kudus mulai diserbu warga untuk memenuhi berbagai keperluan untuk persiapan lebaran. Banyaknya warga yang dating ke pasar ini, berdampak terhadap membeludaknya tempat parkiran kendaraan.

Kepala Pasar Kliwon Sugito mengungkapkan, pasar mulai ramai pembeli sekitar dua pekan menjelang Ramadan. Tiap hari yang datang katanya sangat banyak, khususnya pada Minggu atau hari libur.”Kalau jumlahnya bisa mencapai ribuan, sehingga lokasi di sekitar pasar ini penuh kendaraan yang parkir,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Katanya, banyaknya pengunjung yang datang ke Pasar Kliwon, juga membuat kendaraan tidak terparkir di tepi jalan di lingkungan pasar saja.Hal seperti ini, katanya, sudah menjadi pemandangan yang biasa ketika Ramdan atau menjelang lebaran. Apalagi, lokasi parkir yang terbatas tidak mampu menampung volume kendaraan yang datang.

“Sebenarnya kalau hari hari biasanya sudah banyak, sesak juga. Tapi kalau pas menjelang puasa dan lebaran, pengunjung bisa sampai berlipat lipat. Untuk itu, solusi yang pas adalah dengan membuat parkir bertingkat yang saat ini tengah dikerjakan. Hal itu, diharapkan dapat menampung kendaraan yang banyak,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ada Pembangunan Tempat Parkir, Jalan di Sebelah Barat Pasar Kliwon Hanya Difungsikan Satu Lajur

Seorang pengendara sedang melintas di jalan sebelah barat Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pengendara sedang melintas di jalan sebelah barat Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

    MuriaNewsCom, Kudus – Ketika Anda melintas di barat Pasar Kliwon, Kudus, hendaknya lebih waspada. Sebab, saat ini hingga Desember mendatang, jalan di sebelah pasar tersebut hanya dapat digunakan satu lajur saja, meskipun masih dilalui dari dua arah.

Hal ini, akibat adanya pembangunan parkir Pasar Kliwon, yang berdampak pada jalan di sebelah barat pasar, karena pembangunan akan memakan jalan tersebut.”Kami sisakan jalan untuk dapat dilalui. Namun terbatas dan hanya satu per satu kendaraan yang bisa lewat,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti kepada MuriaNewsCom.

Dirinya menyatakan, jalan di sebelah barat tersebut sengaja masih tetap disisakan untuk bisa dilalui. Sebab, arus lalu lintas di Pasar Kliwon cukup padat, sehingga jalur tersebut tetap difungsikan. Namun, pengendara diimbau untuk berhati-hati.

Menurutnya, jika nanti pembangunan parkir sudah selesai, jalan akan dapat dibuka dan dilalui dua lajur. “Tadi saya sudah meninjau langsung pasar, selama beberapa hari mendatang akan dilakukan penutupan lokasi untuk pengerjaan pembangunan parkir,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

 

Pembangunan Parkir Megah Pasar Kliwon Mulai Dikerjakan

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon mulai dikerjakan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon mulai dikerjakan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon sudah mulai dilaksanakan. Pembangunan tempat  parkir tersebut, rencananya bakal dilakukan hingga Desember mendatang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti mengatakan, pembangunan parkir sebenarnya sudah dimulai sejak Mei lalu. Namun, untuk pekerjaan fisik baru dimulai pekan ini.

“Pekerjaan sudah mulai dilaksanakan dan aktivitas juga sudah mulai nampak. Rencananya, pengerjaan ini akan selesai maksimal Desember. Lahan yang akan dibangun gedung parkir ini, sekitar 60x 25 meter. Gedung parkir tersebut, nantinya direncanakan mampu menampung kurang lebih 200 mobil,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Untuk pembangunan parkir megah ini, katanya, Pemkab Kudus sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 22 miliar. “Jumlah anggaran tersebut juga diperuntukkan untuk pengadaan lift, dan itu sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Ia katakan, tentang perencanaan bangunan tempat parkir tersebut, akan dibuat tiga lantai. Kontruksi yang digunakan juga menggunakan baja, sehingga lebih kokoh dan lebih cepat.”Jadi, tiap lantai setengah-setengah, masuk ke kanan setengah, kemudian belok ke kiri naik setengah lagi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Sekda Kudus Pastikan Bank Terima Bukti Sewa Pasar Kliwon  Sebagai Jaminan Hutang

Aktifitas Pasar Kliwon selalu ramai pembeli jelang ramadan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Aktifitas Pasar Kliwon selalu ramai pembeli jelang ramadan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Permasalahan Hak Guna Bangunan (HGB) Pasar Kliwon, hingga kini memang masih menjadi polemik. Meski demikian, Pemkab Kudus menjamin Bank bakal menerima keterangan sewa sebagai jaminan hutang para pedagang.

Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, hingga kini pihak pemkab terus melakukan upaya komunikasi dengan pihak perbankan. Hal itu bertujuan supaya para pedagang Pasar Kliwon tidak kehilangan jaminan pinjaman dari perbankan.

”Hasilnya kini sudah ada yang menerima jaminan dengan sewa. Bank tersebut, merupakan bank yang memiliki kantor pusat di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, mengenai nama bank yang menerima pihaknya masih enggan membocorkan. Sedangkan, beberapa bank lainnya masih terus dilakukan proses lobi supaya bersedia menerima jaminan dengan sewa.

Umumnya, kata dia, bank yang masih belum menerima adalah bank cabang. Sehingga harus berkomunikasi dengan kantor pusat, selaku pemilik kebijakan apakah bersedia ataukah menolak.

”Hingga kini kami masih menunggu hasilnya. Mudah mudahan mereka mau menerimanya karena sewa ini rasa HGB,” harapnya.

Meski demikian, komunikasi rutin masih dilakukan agar kekhawatiran Pedagang dapat tersingkirkan. Dan polemik tentang hal itu juga usai.

Sewa yang dimaksud, adalah sewa dengan tiga kali perpanjangan. Dimulai dengan sewa pertama selama lima tahun, lalu diperpanjang sampai tiga kali dengan masa lima tahun tiap perpanjang.

Editor: Supriyadi

Pemkab Kudus Masih Bingung Kemana Tempatkan PKL Pasar Kliwon

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon Kudus bakal menggusur sejumlah pedagang di lokasi tersebut nantinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon Kudus bakal menggusur sejumlah pedagang di lokasi tersebut nantinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan parkir megah Pasar Kliwon Kudus mengancam sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lapak di sekitar lokasi parkiran.

Tepatnya yakni pada areal pembangunan parkir, yang akan diletakkan pada bagian barat pasar. Tentu saja PKL harus dipindahkan sementara, karena pembangunan akan dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih mencari solusi para PKL berjualan. Apalagi, pembangunan parkir juga dimungkinkan sampai Desember mendatang.

”Pembangunannya tidak sebentar. Tapi yang pasti Desember harus sudah selesai. Jadi jelas berpengaruh para PKL pasar, khususnya sebelah barat,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Menurutnya, terkait PKL ini, memang masih dalam proses pembahasan. Apakah masih tetap berjualan atau dicarikan tempat lain yang pas untuk mereka berjualan.

”Iya, nanti dipertimbangkan lagi bagaimana ke depannya. Apakah para PKL masih tetap bertahan di sana atau bagaimana. Yang pasti harus ada solusinya,” ujarnya.

Dia memiliki gambaran yakni menaikkan para pedagang ke lantai II. Hanya itu juga baru sebatas wacana saja, tentunya dengan mempertimbangkan lokasi yang di sana nantinya.

Alternatif lain adalah dengan cara memindahkan pedagang. Cara tersebut merupakan hal terakhir yang dapat dilakukan, agar semuanya tetap berjalan lancar.

”Yang jelas kami mengupayakan pembangunan berlangsung lancar, dan PKL masih tetap berjualan. Caranya gimana, masih dipertimbangkan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Katanya Mei Ini Pasar Kliwon Bakal Punya Parkir Megah Senilai Rp 22 M

Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan parkir di Pasar Kliwon Kudus, bakal dilaksanakan bulan Mei depan. Bukan hanya parkir yang megah saja yang akan dibangun di sana.

Tetapi pada Mei nanti, Pasar Kliwon juga bakal dibangunkan sebuah lift, yang akan mendukung aktivitas di pasar grosir terbesar di wilayah eks Karesidenan Pati itu.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti, Pemkab Kudus sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 22 miliar, untuk kebutuhan pembangunan pasar.
”Sudah disiapkan Rp 22 miliar untuk pembangunan parkirnya, sekaligus dengan lift. Nilainya memang lebih kecil dari usulan kami semula, yang Rp 32 miliar,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Meski mendapatkan Rp 22 miliar, bangunan megah parkir dan lift akan tetap dilaksanakan. Rencananya, bangunan parkir akan berupa bangunan tiga setengah lantai.

”Jadi tiap lantai setengah-setengah. Masuk ke kanan setengah, kemudian belok ke kiri naik setengah lagi, dan seterusnya,” ujarnya.

Sedangkan pembangunan lift dilakukan, dikarenakan untuk memudahkan aktivitas pedagang. Sehingga dari areal parkir akan bisa langsung menuju ke lantai yang diinginkan di pasar tersebut.
Dia mengatakan, rencananya lahan yang digunakan gedung parkir adalah di sebelah barat pasar.

Sehingga akses jalan tidak akan terganggu, lantaran jalan barat pasar tetap dapat dilalui dengan diberikan terowongan.

Sudiharti menambahkan, lahan yang akan dibangun gedung parkir sekitar 60×25 meter. Gedung tersebut rencananya menampung kurang lebih 200 mobil.

Editor: Merie

Disdagsar Kudus Belum Putuskan Nasib HGB Pedagang Pasar Kliwon

f-upload jam 11, pasar kliwon (e)

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski Bupati Kudus Musthofa sudah menegaskan pedagang akan memperolehkembali Hak Guna Bangunan (HGB) yang berakhir pada 2016 ini, namun hal itu belum sepenuhnya ditindaklanjuti dinas tekait, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti mengatakan, hingga kini belum ada kepastian mengenai keberlanjutan HGB untuk pedagang di Pasar Kliwon. Terkait HGB ini, katanya, masih dalam proses pembahasan.

“Belum final, sampai sekarang kami masih membahasnya, apakah nantinya pedagang masih menggunakan HGB atau sistem sewa. Masalah ini butuh pengkajian lebih mendalam lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hasil dari pembahasan itu berakhir dalam waktu dekat ini. Mengingat, pada pertengahan Juli mendatang harus sudah selesai dan tinggal menetapkannya.

Dalam hal ini, pihaknya juga bakal menentukan, dari sekitar 2.500 pedagang yang ada di sana, yang nantinya berhak menempati kios dan los di Pasar Kliwon. Karena menurutnya, ada pedagang yang menempati kios di pasar tersebut juga menyewa dari pedagang lainnya. Sehingga, nantinya, jika memang HGB berlanjut, yang mendapatkan adalah pedagang asli disana, bukan pedagang yang menyewa kios sesama pedagang.

Kepala Pasar Kliwon Kudus Sugito mengungkapkan, terkait HGB pedagang,katanya sudah disosialiasikanpihak dinas kepada pedagang yang diwakili oleh Himpungan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK).

“Sosialisasi itu diwakilkan, lantaran tidak mungkin semua pedagang dikumpulkan yang jumlahnya mencapai ribuan.Sejauh ini pedagang menerima. Sebab, kami juga memiliki perjanjian antara Pemkab Kudus dengan pihak ketiga dalam hal ini PT Karsa Bayu Perkasa yang isinya HGB tersebut masa berlakunya 20 tahun,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

2 Bulan Jelang Ramadan, Pasar Kliwon Kudus Masih Sepi

Salah satu pedagang di Pasar Kliwon Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu pedagang di Pasar Kliwon Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom Kudus – Dua bulan menjelang ramadan tahun ini, peningkatan jumlah pengunjung di Pasar Kliwong Kudus masih belum nampak. Jika pada tahun sebelumnya, pasar sudah dipadati pengunjung dan pembeli, maka tahun ini tidak demikian. Sebab hingga kini, pasar masih sepi, bahkan jumlahnya cenderung menurun.

“Jika tahun – tahun sebelumnya, untuk waktu seperti sekarang ini, biasanya pembeli yang datang sudah mencapai puluhan tiap hari. Tapi sekarang, 10 pembeli dalam sehari saja yang belanja ke toko saya sudah lumayan,” kata Krishna, pedagang di Blok A Pasar Kliwon kepada MuriaNewsCom.

Tidak hanya jumlah pembeli yang menurun, tetapi jumlah barang yang dibeli juga merosot tajam. Hal itu,karena pembeli yang datang untuk belanja hanya dengan nominal ratusan ribu saja. Sedangkan, biasanya pembeli yang datang ke pasar bisa memborong dagangan dengan nominal mencapai jutaan rupiah.

Hal serupa juga diungkapkan Ahmad, seorang petugas parkir Pasar Kliwon. Dia menjelaskan, kalau sekarang pasar masih dalam keadaan sepi. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang parkir di lingkungan pasar.

“Sekarang ya termasuk sepi. Lihat saja pengunjung pasar yang parkir. Yang lebih banyak parkir adalah kendaraan pemilik kios atau karyawan pasar, ketimbang pengunjung,” ungkapnya.

Seperti halnya pedagang, dia juga mengungkapkan keadaan pasar yang sepi tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab sebelum nya sudah ramai dikunjungi pembeli.

“Kalau biasanya parkir sampai tidak muat, bahkan terkadang sampai di jalan-jalan karena banyaknya pengunjung pasar. Sekarang parkir depan pasar saja masih longgar, begitupun titipan yang juga masih longgar,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Pedagang Pasar Kliwon Masih Was-was Terkait Berakhirnya HGB

Salah satu pedagang di Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu pedagang di Pasar Kliwon (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski Bupati Kudus Musthofa memberikan penjelasan jika masa berlaku Hak Guna Bangunan (HGB) pedagang Pasar Kliwon akan diperpanjang, namun, hal itu tak lantas membuat sebagian pedagang tenang. Sebab, dalam sertifikat yang dikantongi pedagang tercantum HGB berlaku hingga 2026 mendatang, namun versi pemerintah justru hal itu berakhir 2016 ini.

Krisna, salah satu pedagang Pasar Kliwon di Blok A mengatakan, jika pedagang sebenarnya masih tidak menerima dengan kenyataan yang dialami. “Sertifikat saya ada di rumah, waktunya 30 tahun, yakni dari 1996 sampai 2026. Tapi,baru 2016 sudah berakhir,” keluhnya.

Sebagai rakyat kecil, dirinya mengaku pasrah dengan aturan pemerintah. Bahkan kalau sampai sewa juga tidak keberatan. Namun, dirinya berharap kabar baik yang datang datang dari bupati kemarin benar-benar membuat pedagang senang lantaran kemungkinan besar bisa menggunakan HGB kembali.

Ia katakan, sesungguhnya rasa kecewa juga muncul. Lantaran sertifikat yang dimiliki masih panjang, dan dia dipaksa habis.

“Perasaan baru sebentar, tapi malah sudah habis. Sebagai warga ya menurut saja kepada pemerintah. Toh juga kabarnya HGB lagi,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, waktu itu, dia menyewa satu kios di Blok A seharga Rp 20 jutaan. Harga tersebut dapat dipakai selama 30 tahun, seperti sertifikat yang didapat.

“Mudah – mudahan masih bisa membayar HGB nanti. Soalnya masih dapat tempat dan bisa membayar itu juga cukup,” imbuhnya.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon, (HPPK) Sulistyanto menambahkan, sebenarnya para pedagang hanya menginginkan HGB saja. Mengenai sertifikat yang masih sisa, bagi para pedagang tidak terlalu menjadi masalah.

“Yang penting itu HGB. Jadi, kami para pedagang dapat nyaman karena mendapat jaminan sampai bertahun-tahun,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Soal Berakhirnya HGB, Ini Tanggapan Ketua Pedagang Pasar Kliwon Kudus

f-upload jam 20 (e)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang di Pasar Kliwong beberapa hari terakhir ini cukup gelisah, karen Hak Guna Bangunan (HGB) yang menentukan izin penggunaan kios ataupun los yang seharusnya berakhir 2026, harus berakhir April 2016. Ini lantaran adanya perbedaan surat izin antara pemkab dengan pedagang di pasar tradisonal tersebut.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, izin penggunaan bangunan baik itu kios ataupun los (versi pedagang) baru berakhir pada 27 Juni 2026 mendatang. Hal itu berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 1996.

Sementara, dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, HGB Pasar Kliwon akan berakhir pada April 2016. Hal itu didasarkan atas surat perjanjian yang ditandatangani bersama antara pedagang dan Pemkab Kudus.

Terkait HGB ini, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistyanto, mengaku, saat ini pihaknya sudah cukup lega setelah ada penjelasan dari Bupati Kudus, yang kemarin berkunjung ke Pasar Kliwon.

“Pak Bupati bilang, nantinya HGB akan dikasih kembali. Namun, untuk mendapatkan HGB kembali tentunya ada aturan dan mekanisme. Nantinya itu akan diatur pihak dinas yang terkait,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam kesempatan itu, katanya bupati berpesan kepada pedagang supaya tidak usah risau mengenai berakhirnya HGB tahun ini. Apalagi sampaikhawatir nasib para pedagang. Sebab, pemerintah bakal memperbaiki HGB tersebut.

Meski demikian, pedagang yang terhimpun dalam HPPK nantinya akan menemui pemerintah, terkait tindak lanjut HGB itu. “Dalam waktu dekat, kami akan menghadap Bapak Bupati untuk membicarakan hal ini,supaya pedagang juga senang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Awas, Pedagang Pasar Kliwon Kudus Marah dan Akan Gembosi Ban Kendaraan Penyetor Barang

Pengumuman yang bernada memperingatkan kepada oknum tengkulak di Pasar Kliwon, untuk tidak macam-macam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengumuman yang bernada memperingatkan kepada oknum tengkulak di Pasar Kliwon, untuk tidak macam-macam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Kudus sangat jengkel dengan oknum tengkulak yang menjual barang bukan kepada pedagang pasar. Untuk itu, HKPK mengancam bakal bertindak tegas. Bahkan pedagang sampai mengancam akan meggemboskan ban kendaraan oknum tengkulak, jika kedapatan hal demikian.

Hal itu disampaikan Kepala Pasar Kliwon Sugito. Menuruatnya, kasus tersebut bermula dari penyetor barang ke pedagang pasar. Namun sesampainya di pasar, pedagang tersebut malahan menjual ecer ke pembeli lain, di luar pedagang pasar.

“Hal itu kan jelas merugikan pedagang. Barang yang harusnya dijual kepada pedagang malahan dijual dengan ecer kepada pembeli lainnya. Dengan demikian pedagang menjadi kehilangan pembeli,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun selama ini pedagang hanya membiarkan. Berbeda dengan sekarang, pedagang mulai bertindak lantaran pihak yang terkait dianggap sudah kelewatan.

Aturan tersebut, lanjutnya, bukan hanya ditujukan untuk pedagang asal luar Kudus yang menjadi penyetor saja, melainkan juga pedagang Kudus juga diperlakukan sama jika melanggar aturan itu.

“Kalau tengkulak mau menjual ke pedagang luar, pedagang sini memperbolehkan, dengan syarat penjualan dilakukan di luar lingkungan pasar. Namun kalau masih nekat, pedagang bisa marah,” imbuhnya.

Sebagai pengelola pasar, pihaknya jelas mendukung aksi yang dilakukan himpunan. Sebab apa.yang dilakukan penyetor bisa merugikan ribuan pedagang yang ada lingkungan pasar.

Seluruh pedagang pasar, juga sudah sepakat dengan aturan dari HPPK itu. Bahkan ada pedagang yang jadi mata-mata siap mengancam oknum penyetor, kapan saja.

“Sebenarnya yang melakukan adalah oknum yang nakal. Jadi tidak semuanya demikian. Namun aturan harus dilakukan karena gara gara oknum pedagang bisa merugi,” jelasnya.

Ancaman tersebut, sudah diedarkan kepada para pedagang. Bahkan hampir di tiap ujung pasar juga sudah ditempel ancaman tersebut. Sehinga hukuman pasti akan dilakukan jika nanti ada yang ketahuan.

Editor : Akrom Hazami

Dishubkominfo: Kami Sudah Sering Membina Jukir Pasar Kliwon

Aktivitas di Pasar Kliwon Kudus sangat tinggi. Banyak yang kemudian berbelanja di pasar grosir terbesar di eks Karesidenan Pati tersebut. Hanya saja, fasilitas parkir masih kurang. (MuriaNewsCom)

Aktivitas di Pasar Kliwon Kudus sangat tinggi. Banyak yang kemudian berbelanja di pasar grosir terbesar di eks Karesidenan Pati tersebut. Hanya saja, fasilitas parkir masih kurang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tarif parkir di Pasar Kliwon Kudus dipersoalkan karena terlalu mahal. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus mengaku sudah membina para juru parkir (jukir) di sana.

Kepala UPT Parkir Dishubkominfo Kudus Istiyanto mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah sering melakukan pembinaan kepada para jukir di Pasar Kliwon.
Hanya saja, karena berbagai macam alasan, masih ada oknum jukir yang menarik retribusi parkir di luar ketentuan. ”Kita sudah sering lakukan pembinaan. Tapi ya, itu. Masih ada yang membandel,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, seorang pengujung Pasar Kliwon dari Kabupaten Jepara, ditarik Rp 5.000 saat parkir mobil di sana. Dia ditarif lebih mahal dari aturan, oleh petugas yang tidak memakai seragam, dan tidak ada karcis yang diberikan kepadanya.

Padahal, tarif retribusi parkir di Kudus sendiri, diatur oleh Perda Nomor 7 dan 8 Tahun 2011. Dalam Perda Nomor 7 mengatur tentang parkir di tepi jalan umum. Besaran tarifnya untuk sepeda motor adalah Rp 500 dan mobil Rp 1.000.

Sedang tarif parkir khusus, berlaku tarif yang berbeda. Yakni untuk sepeda motor Rp 1.500, sedang mobil Rp 2.500. Nah, Pasar Kliwon ini termasuk kategori parkir khusus di Kudus.

Soal seragam, Istiyanto mengakui memang jukir di Pasar Kliwon belum diberi ”pakaian dinas”. Sebab parkir Pasar Kliwon baru diserahkan oleh Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Disdagsar ke jajarannya pada Juli 2015.

”Jadi belum masuk anggaran. Tapi pasti nanti kita beri seragam jukir resmi. Dan kita akan terus bina mereka agar taat aturan,” tandasnya.

Sementara anggota DPRD Kudus M Nur Khabsyin yang dimintai tanggapannya, menyesalkan praktik retribusi parkir Pasar Kliwon yang tak sesuai aturan. Pihaknya menuding praktik tersebut berpotensi menggembosi penghasilan yang disetor ke kas daerah.

”Kalau sesuai perda hanya Rp 2.500, kemudian ada yang ditarik Rp 5 ribu, lantas sisanya yang Rp 2.500 lari ke mana? Itu saja kalau yang memungut jukir resmi. Persoalannya mereka itu resmi atau tidak,” katanya.

Ditegaskan Khabsyin, pihaknya meminta Dishubkominfo Kudus untuk membenahi hal itu. Sebab Pasar Kliwon tak hanya menjadi jujugan pedagang dari Pulau Jawa saja, namun juga luar Jawa.
Tiap hari ada ratusan bahkan bisa jadi ribuan kendaraan yang keluar masuk di sana. ”Tapi prinsipnya tetap harus sesuai aturan jangan sampai membebani masyarakat. Nominal yang diatur perda itu yang harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Parkir di Pasar Kliwon Kudus, Warga Jepara Ini Ditarik Rp 5 Ribu

Pasar Kliwon yang merupakan pasar grosir terbesar di eks Karesidenan Pati, memang memiliki lahan parkir yang tidak luas. Sehingga sering tumpah ke jalan raya. MuriaNewsCom

Pasar Kliwon yang merupakan pasar grosir terbesar di eks Karesidenan Pati, memang memiliki lahan parkir yang tidak luas. Sehingga sering tumpah ke jalan raya.
MuriaNewsCom

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mahalnya parkir di Pasar Kliwon Kudus, dirasakan benar oleh pengunjungnya. Salah satunya warga dari Kabupaten Jepara, yang mengaku harus membayar Rp 5 ribu untuk parkir di areal itu.

Chusnul, warga Jepara, mengatakan bahwa belum lama ini, dirinya harus membayar Rp 5 ribu saat parkir mobil di Pasar Kliwon. ”Waktu itu, karena ada satu keperluan, saya ke Pasar Kliwon. Tidak lama, haya sekitar satu jam. Nah, waktu mau keluar pasar, ditarik Rp 5 ribu,” jelasnya.

Selain mahal, juru parkir yang menarik jasa parkir itu, juga tidak berseragam resmi layaknya juru parkir di Kudus lainnya. Juga tidak memberinya karcis parkir.

”Kalau begitu, berarti mereka ini tidak resmi, ya. Tapi kalau tidak resmi, kenapa lokasi parkirnya di Pasar Kliwon. Itu kan, masih areal pasar,” tanyanya.

Tarif retribusi parkir di Kudus sendiri, diatur oleh Perda Nomor 7 dan 8 Tahun 2011. Dalam Perda Nomor 7 mengatur tentang parkir di tepi jalan umum. Besaran tarifnya untuk sepeda motor adalah Rp 500 dan mobil Rp 1.000.

Sedang tarif parkir khusus, berlaku tarif yang berbeda. Yakni untuk sepeda motor Rp 1.500, sedang mobil Rp 2.500. Nah, Pasar Kliwon ini termasuk kategori parkir khusus di Kudus.

Anggota DPRD Kudus M Nur Khabsyin yang dimintai tanggapannya, menyesalkan praktik retribusi parkir Pasar Kliwon yang tak sesuai aturan. Pihaknya menuding praktik tersebut berpotensi menggembosi penghasilan yang disetor ke kas daerah.

”Kalau sesuai perda hanya Rp 2.500, kemudian ada yang ditarik Rp 5 ribu, lantas sisanya yang Rp 2.500 lari ke mana? Itu saja kalau yang memungut jukir resmi. Persoalannya mereka itu resmi atau tidak,” katanya.

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, Dishubkominfo Kudus harus membenahi persoalan ini. ”Jika parkir di Pasar Kliwon dikelola dengan baik, maka hasilnya mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Jadi harus dibenahi,” imbuhnya.

Editor: Merie

7 Hal yang Membuat Pasar Kliwon selalu Kangen untuk Dikunjungi

Aktivitas di Pasar Kliwon Kudus yang terus menggeliat. (MuriaNewsCom)

Aktivitas di Pasar Kliwon Kudus yang terus menggeliat. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pasar Kliwon Kudus menjadi potret geliat ekonomi warga yang terus berpotensi tumbuh. Ada 7 hal yang membuat pasar ini ramai. Berikut penelusuran MuriaNewsCom tentang alasan kenapa Pasar Kliwon selalu ramai.

  1. Ternyata Pasar Kliwon menjadi pusat perdagangan grosir di pulau Jawa bagian Timur. Ternyata tidak hanya warga Jawa Tengah yang datang, tapi juga beberapa kota dari Jawa Timur. Misalnya, Tuban, Gresik, Bojonegoro, dan Malang.
  2. Pasar Kliwon Kudus lengkap. Warga Kudus sejak dulu memang terkenal gigih dalam berdagang dan selalu ingin menyediakan berbagai macam barang yang dibutuhkan.
  3. Jumlah pedagangnya ada seribu lebih. Baik mereka yang menempati los-los kecil sampai dengan kios-kios yang besar. Biasanya, setiap los itu mampu mempekerjakan beberapa karyawan.
  4. Penempatan pedagang yang merata, karena dalam setiap blok ada saja aktivitas pedagang
  5. Tempat parkirnyapun cukup luas sehingga warga yang hendak beraktivitas tidak kesulitan soal tempat parkir kendaraannya.
  6. Harga barang menurut beberapa pembeli memang cukup murah jika dibandingkan di pasar-pasar lain. Jadi cocok untuk pedagang yang ingin kulakan barang.
  7. Kalau Anda memang pencinta kuliner Kudus, Pasar Kliwon amat cocok. Karena tersedia seperti Soto Kudus, Sate Kerbau khas Kudus, Lentog Tanjung Kudus, Es dawet Khas Pasar Kliwon, dan lainnya.

Karena itu, mari ke Pasar Kliwon Kudus. Surga bagi pedagang, pembeli, hingga calon pengusaha yang ingin berbelaja barang. Silakan kalau Anda mau menambahkan kelebihan dari Pasar Kliwon. (AKROM HAZAMI)

Hebat, Bangkit Dari Kebakaran Maryanto Kini Raup Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Seorang karyawan sedang menata barang dagangan milik Maryanto di kios Anugrah Murya Kompleks Pasar Kliwon Lantai 2 Blok A. (MuriaNewsCom/Ahmad Wahid)

Seorang karyawan sedang menata barang dagangan milik Maryanto di kios Anugrah Murya Kompleks Pasar Kliwon Lantai 2 Blok A. (MuriaNewsCom/Ahmad Wahid)

 

KUDUS – Masih terekam jelas dalam ingatan Maryanto (37) warga asli Kudus, ketika semua barang dagangannya ludes dilalap si jago merah dalam kebakaran Pasar Kliwon tahun 2011 lalu. Namun dengan penuh keuletan dan kesabaran, Maryanto kembali menjalankan usaha yang sudah ditekuni sejak 10 tahun lalu.

”Saat itu omzet kami sudah Rp 500 juta per bulan. Alhamdulillah, sekarang perlahan sudah hampir mencapai angka itu. Tiap bulan omzetnya Rp 300 juta – Rp 400 juta,” ungkap Maryanto ketika berbincang dengan MuriaNewsCom di depan kiosnya.

Pemilik kios pakaian Anugrah Murya tersebut, biasanya mengambil barang dagangan dari Jakarta, Bandung, dan Pekalongan. Sementara untuk pembeli grosir yang ‘kulakan’ dari kiosnya, dari beragam daerah mulai dari Pati, Jepara, Rembang, Semarang hingga Sulawesi dan Kalimantan. ”Kebanyakan yang kulakan untuk dijual kembali di pasar setempat atau tempat hiburan, seperti di Alun-alun Juwana,” tambah bapak beranak satu ini.

Setelah kiosnya ludes terbakar empat tahun lalu, Maryanto memulai kembali dari nol. Bahkan, penjual pakaian di kompleks Pasar Kliwon lantai 2 Blok A itu, sampai berhutang. ”Kami hutang dulu ke saudara untuk kembali jualan. Semua barang terbakar dan uang yang kami pegang saat itu sangat sedikit. Kerugian saat itu mencapai Rp 1 miliar,” akunya.

Sekarang Maryanto sudah memiliki empat karyawan yang membantunya. Dia berharap agar pihak pemerintah Kota Kudus untuk menjaga ketat keamanan di pasar. ”Keamanan pasar harus lebih ditingkatkan, terutama malam hari. Agar insiden kebakaran Pasar Kliwon tidak terulang lagi. Kalau terbakar yang rugi para pedagang, karena tidak mendapatkan sepeserpun bantuan. Bahkan, harus hutang untuk modal lagi,” pungkasnya. (TITIS W)

Gara-gara Pasar Tutup, Warga Bingung Membeli Kebutuhan Harian

Kondisi Pasar Mijen Kaliwungu yang tutup dan nampak sepi tanpa aktivitas jual beli. Seluruh pasar di Kudus libur selama satu hari untuk merayakan Idul Adha. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kondisi Pasar Mijen Kaliwungu yang tutup dan nampak sepi tanpa aktivitas jual beli. Seluruh pasar di Kudus libur selama satu hari untuk merayakan Idul Adha. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejumlah warga di Kudus, nampaknya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan harian mereka. Hal itu terjadi karena pasar di Kudus pada hari ini, Kamis (24/9/2015) diliburkan oleh pemkab Kudus.

Akibatnya, warga kesulitan berbelanja, apalagi mencukupi kebutuhan harian mereka. Terlebih mereka yang hampir setiap hari selalu mengunjungi pasar guna belanja kebutuhannya.

Sulastri, pengunjung pasar Jember dan Kliwon terpaksa kembali ke rumah dengan tangan kosong lantaran pasar tutup dan tidak ada yang jualan. Ia mengeluhkan hal tersebut, pihaknya tidak tahu kalau pasar hari ini tutup karena ada perayaan Idul Adha.

”Saya tidak tahu kalau pasar tutup, saya kira ya masih buka seperti biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Di pasar lain, yakni pasar Mijen Kaliwungu, Afifah juga mengalami hal yang sama. Menurutnya, biasanya meski libur masih terdapat beberapa pedagang yang menjajakan dagangan di luar pasar, namun berbeda kali ini yang sepi.

”Sepi, tidak ada yang jualan sama sekali di pasar ini,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Woow… Selama Puasa, Omzet Pasar Kliwon Capai Rp 18 Miliar

Aktivitas di pintu masuk Pasar Kliwon Kudus. Selama puasa, omzet pedagang di pasar tersebut naik drastis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Aktivitas di pintu masuk Pasar Kliwon Kudus. Selama puasa, omzet pedagang di pasar tersebut naik drastis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Jelang Idul Fitri tahun ini, omzet pedagang di Pasar Kliwon naik drastis. Jika pada hari biasanya hanya memiliki omzet senilai kisaran Rp 10 miliar, pada bulan puasa ini omzet para pedagang di pasar tersebut mencapai Rp 18 miliar. Lanjutkan membaca