Pedagang Burung Mengaku Pendapatannya Merosot Sejak Pindah di Lokasi Baru

Beberapa pedagang burung di lokasi yang baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pedagang burung di lokasi yang baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pedagang burung yang menempati lokasi baru di Kecataman Jati, mengaku pendapatannya menurun. Pembeli yang datang ke lokasi baru ini cenderung sepi, tak seperti di lokasi lama, yakni di Pasar Johar.

Seperti halnya diungkapkan Arifin, salah satu pedagang burung. Menurutnya, selama sebulan para pedagang dipindah,pembeli yang datang hanya sebagian kecil. “Biasanya ramai kalau di tempat lama, tapi semenjak di tempat baru ini, jumlah pembeli merosot. Bahkan sebulan ini jarang ada pembeli,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk sekarang ini, pembeli yang datang ke lokasi baru hanya langganan dipasar lama. Itu pun, katanya, langganan yang sudah memiliki kontak handphone. Sedangkan, langganan yang tidak punya kontak, tidak ada datang lagi.

Dia mengatakan, jika di lokasi lama mampu menjual minimal satu burung dalam seharinya, berbeda dengan di lokasi baru sekarang ini, yang sulit untuk bisa serupa dengan di lokasi lama. “Paling, kalaupun ada yang datang juga hanya datang dan hanya lewat saja. Jadi pembelinya sangat jarang,” ungkapnya.

Tidak hanya penghasilan yang merosot drastis, pedagang juga mengganggap kalau pemindahan ke lokasi baru belum diketahui banyak orang. Sebab, langganan yang lama juga tidak mengetahui kalau pasar burung dipindah.

Hal senada juga disampaikan dari Waseng. “Kalau pendapatan berkurang, ya jelas. Tapi tidak terpaut jauh ketika di lokasi lama, karena sudah punya langganan,” ujarnya.

Selain itu, posisi kiosnya juga diuntungkan dengan bertempat di depan. Sehingga pembeli sekali masuk akan melihat kios miliknya. Hal itu mempermudah pembeli.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ratusan Pedagang Hewan Berebut Menempati Lapak Baru di Pasar Burung

Kadisperindagtamben Grobogan Sebut Pedagang Enggan untuk Pindah ke Pasar Unggas Baru

Pasar Unggas Baru. Disperindagtamben targetkan awal 2016 pedagang sudah mau menempati pasar baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pasar Unggas Baru. Disperindagtamben targetkan awal 2016 pedagang sudah mau menempati pasar baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kepala Disperindagtamben Grobogan Muryanto mengungkapkan, untuk proses pemindahan pedagang ke pasar baru, pihaknya sudah menggelar beberapa kali sosialisasi, sejak Februari lalu. Namun, pedagang masih enggan pindah begitu saja dari lokasi lama.

“Kami akan melakukan pendekatan lain yang lebih humanis agar para pedagang itu mau pindah. Kami targetkan, awal 2016 pedagang unggas sudah pindah ke pasar baru,” katanya.

Menurut Muryanto, pasar tersebut nantinya dapat menampung sekitar 300 pedagang unggas. Kondisi bangunan pasar baru dinilai lebih lengkap dibandingkan dengan kondisi Pasar Glendoh atau pasar lama.

Ia menjelaskan, pasar unggas baru seluas 3.207 meter persegi yang dibangun tahun 2014 itu mempunyai 16 kios, 77 los, dan 260 los ojokan. Kemudian, dilengkapi dengan tiga unit rumah pemotongan tertutup, dan satu tempat pengolah limbah.
”Para pedagang sebelumnya memang enggan pindah lantaran pasar tersebut belum dialiri listrik. Sekarang listrik dan kelengkapan lainnya sudah ada,” ungkapnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Komisi B DPRD Grobogan Soroti Mangkraknya Pasar Unggas Baru

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Keberadaan pasar unggas baru yang selesai dibangun tahun lalu mendapat perhatian dari Komisi B DPRD Grobogan. Hal itu terkait dengan belum adanya aktivitas apapun ditempat itu. Bahkan, pintu gerbang pasar masih selalu terkunci setiap hari.

”Belum berfungsinya pasar unggas ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Untuk itu, dalam waktu dekat kami akan mengundang dinas terkait yang menangani pasar unggas tersebut,” kata Ketua Komisi B Budi Susilo.

Budi menyatakan, sejumlah pihak sangat menyayangkan belum digunakannya pasar yang ada di Jalan Bupati Sunarto, Kelurahan Kuripan itu. Sebab, dibangunnya pasar baru itu tujuannya adalah memindahkan pedagang unggas di Pasar Glendoh yang ada di Jalan R Suprapto Purwodadi.

Pemindahan itu dilakukan karena pasar unggas lama dirasa sudah tidak representatif, karena berada di tengah kota dan berhimpitan dengan rumah penduduk.

”Dari informasi awal yang saya terima, pedagang belum pindah ke pasar baru lantaran belum terpasangi listrik. Makanya, kita ingin mengundang beberapa dinas sekaligus biar permasalahan jadi jelas dan segera diselesaikan,” tegasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Januari, Wisata Pasar Burung Siap Dinikmati Masyarakat Kudus

Pasar Burung di Kecamatan Jati yang siap menampung ratusan pedagang hewan peliharaan itu direncanakan rampung Awal Desember nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasar Burung di Kecamatan Jati yang siap menampung ratusan pedagang hewan peliharaan itu direncanakan rampung Awal Desember nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pasar burung di Kecamatan Jati yang siap ditempati ratusan pedagang, bakal menjadi obyek wisata alternatif baru di Kudus. Nantinya masyarakat dapat menikmati wisata tersebut mulai awal tahun depan.

Plt Kepala Dagsar Kudus Sudiharti mengatakan,para pedagang bakal dipindah ke Pasar Burung pada awal Januari mendatang. Selain membuat kawasan ramai dengan kicauan burung dan hewan, di pasar tersebut pula masyarakat bisa lebih nyaman memilih aneka hewan peliharaan.
Layaknya wisata, Pasar Burung juga dibangunkan hal lain untuk membuat masyarakat betah berlama-lama di sana. Yaitu adanya fasilitas taman di sekitar lokasi yang membuat masyarakat semakin nyaman.

”Ada beberapa taman yang dibuat, seperti di depan dan di sekitar tempat jualan dan di depan pintu masuk taman,” katanya.

Selain itu, dibutakan pula pagar untuk mempercantik taman tersebut. Dinas juga merapikan jalan dan membuat dua jembatan untuk pintu masuk dan keluar.

”Awal Desember sudah selesai dibangun. Pembangunan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 3,8 miliaran,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ratusan Pedagang Hewan Berebut Menempati Lapak Baru di Pasar Burung

Jajaran kios Pasar Burung yang baru di Kecamatan Jati yang masih tahap pembangunan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jajaran kios Pasar Burung yang baru di Kecamatan Jati yang masih tahap pembangunan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan pedagang hewan peliharaan di Pasar Wergu, baik itu jenis hewan peliharaan yaitu burung, kucing dan binatang lainnya siap menempati lapak baru. Sebab mereka bakal dipindah ke Pasar Burung di Kecamatan Jati.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, lapak baru nantinya, bakal menampung hingga 150 pedagang. Meski jumlahnya banyak, namun nampaknya jumlah lapak tersebut masih belum mencukupi. Sebab yang sudah mendaftar ke lapak yang baru dibangun mencapai 200 calon pedagang.

”Yang sudah daftar banyak. Bukan hanya dari pedagang di pasar Wergu saja yang dipindah kesana. Namun pedagang dari luar pasar menginginkan berdagang di sana,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, prioritas pembangunan lapak tersebut diprioritaskan untk para pedagang yang ada di Pasar Wergu. Sesuai dengan skema awal, para pedagang bakal dipindah pada awal Januari mendatang.

”Nanti bakalan diproses lagi, pedagang mana saja yang serius berjualan atau tidak. Yang pasti dengan hal semacam itu sudah menjadi bukti kalau pasar nanti bakal ramai,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pedagang Resah Lokasi Pasar Hewan yang Baru Bakal Kebanjiran

Pasar Burung (e)

Pedagang burung di Pasar Wergu sedang membersihkan kandang burungnya. Mereka berharap lokasi baru pasar hewan nantinya aman dan nyaman untuk berdagang. (MuriaNewsCojm/Faisol Hadi)

KUDUS – Selain berharap dapat aman, para pedagang juga khawatir kalau lokasi pasar hewan yang baru bakal terkena bencana banjir. Hal itu menjadi kewaspadaan para pedagang yang melihat lokasi tersebut sering terkena banjir.

Seperti halnya diungkapkan Ali pedagang kucing dan burung di Pasar Wergu kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, para pedagang khawatir kalau nantinya dipindah bakal kebanjiran. Sebab daerah pasar burung yang baru yang berada di Kecamatan Jati tersebut sudah menjadi langganan banjir setiap tahun.

”Rencana pindahnya nanti Januari. Jadi pada bulan tersebut kami semua harus sudah pindah kesana,” katanya.

Dia berharap pemerintah dapat memikirkan ke arah sana sebab jika kebanjiran, maka dapat dipastikan aktivitas di sana bakalan lumpuh. Sedangkan barang yang dijual adalah jenis hewan yang hidup.

”Kalau saya sudah berjualan sekitar belasan tahun, dan punya langganan sendiri. Sehingga jika dipindah juga tidak masalah,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pedagang Burung Pasar Wergu Inginkan Pasar Barunya Nyaman

Pasar Burung (e)

Pedagang burung di Pasar Wergu sedang membersihkan kandang burungnya. Mereka berharap lokasi baru pasar hewan nantinya aman dan nyaman untuk berdagang. (MuriaNewsCojm/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejumlah pedagang burung di Pasar Wergu yang nantinya bakal menempati pasar anyar di pasar burung atau pasar hewan di kawasan Jati, berharap dapat nyaman menempati lokasi baru tersebut. Sejumlah pedagang meminta pembangunan tersebut aman untuk ditempati berdagang.

Giyono (47), seorang pedagang di Pasar Wergu mengatakan, para pedagang intinya menerima dengan progam pemindahan tempat berdagang khusus hewan tersebut. Hanya, unsur keamanan harus tetap menjadi prioritas selama pedagang nanti berjualan di lokasi baru.

”Kami bersedia untuk dipindah, namun kami meminta supaya aman untuk kami dan burung-burung yang kami jual,” kata Giyono, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, langkah pemkab dalam membuat pasar burung disepakati pedagang. Hal itu disebabkan para pedagang mengikuti aturan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Hanya, pedagang masih khawatir, jika burung dagangannya harus dibawa pulang setiap hari. Dengan demikian biaya transportasi akan membengkak. Sedangkan biasanya burung ditinggal di pasar. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pasar Burung Saatnya Direlokasi

Pasar burung Jalan Thamrin, Purwodadi, Grobogan, semakin ramai dikunjungi. Pemkab diminta untuk segera memperluas atau merelokasi pasar. (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Makin ramainya pasar burung di Jalan Thamrin, Purwodadi, Grobogan, hendaknya perlu diantisipasi dengan baik. Dengan kondisi tersebut, sejumlah pihak meminta agar Pemkab Grobogan mulai menyiapkan rencana, untuk merelokasi pasar yang berlokasi di komplek GOR Simpang lima, dan berdekatan dengan Stadion Krida Bhakti itu.

Lanjutkan membaca