Berdalih Kurangi Pengangguran, Pemdes Kabongan Kidul Buka Parkir di Area RSUD Rembang

Suasana parkiran di sebelah barat RSUD dr. Soetrasno Rembang yang didirikan oleh Pemdes Kabongan Kidul. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, membuka tempat parkir di area atau lingkungan RSUD dr Soetrasno Rembang. Meskipun, hal tersebut belum ada izin dari dinas terkait.

Sekretaris Desa Kabongan Kidul Eko Priono mengatakan, yang mempunyai gagasan untuk membuat tempat parkir di lingkungan rumah sakit adalah Rukani, kepala desa setempat. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi adanya pengangguran di desa tersebut.

“Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi ini untuk kepentingan masyarakat. Dengan adanya tempat parkir ini, diharapkan, warga yang masih menganggur bisa mendapatkan pekerjaan sebagai tukang parkir,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, tempat parkir milik Pemdes Kabongan Kidul ini berada di sebelah barat RSUD dr. Soetrasno, dengan panjang sekitar 10 meter dan beratap seng.

Menurut Eko, setidaknya ada delapan petugas parkir yang berjaga secara bergantian. Yakni, shift pagi dan siang. Sedangkan untuk tarif parkir, katanya, dikenakan Rp 2 ribu untuk kendaraan sepeda motor.

Kemudian, untuk pendapatan dari jasa parkir tersebut, katanya, untuk setiap harinya bisa mencapai Rp 400 ribu. Hitungan tersebut, menurutnya ketika kondisi parkiran sedang ramai. “Pendapatan itu dibagi kepada masing-masing petugas parkir, dan sejauh ini tidak disetorkan ke pihak desa,” katanya.

Selanjutnya, mengenai perizinan, pihaknya mengakui jika pihak desa pernah dipanggil oleh Pemda Rembang mengenai parkir tersebut. “Bulan Januari kemarin kita juga sempat dipanggil oleh pemerintah. Di mana dalam rapat itu dihadiri oleh Dishub, Satpol PP, Sat lantas dan lainnya,” imbunya.

Sementara itu, bagian Lalu Lintas pada Dishub Rembang Suwarno menyatakan, jika pihaknya pernah memanggil pihak desa terkait parkir tersebut. “Sejauh ini memang pihak desa belum mengajukan membuka tempat parkir di area RSUD dr Soetrasno. Kita juga memberikan imbauan terkait hal ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Catat! Ini Lho Tarif Resmi Restribusi Parkir di Pasar Rembang

Kasi Bina Pasar Disperindakop dan UMKM Rembang melakukan pembinaan terhadap salah satu petugas parkir di Pasar Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Rembang mendapatkan aduan dari masyarakat soal petugas parkir di Pasar Rembang yang memungut restribusi melebihi tarif resmi, seperti yang tercantum dalam karcis.

Terkait hal itu, Kasi Bina Pasar Dinas Perindakop dan UMKM Rembang Bambang Budi S mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap petugas parkir atau tenaga harian lepas (THL) yang bertugas di Pasar Rembang.

“Kita akan membina petugas parkir itu. Pasalnya, petugas itu sebagai THL kami. Di mana, THL itu harus kita bina, harus kita informasikam tentang tarif parkir. Supaya ke depannya tak ada keluhan lagi dari masyarakat yang dipungut parkir tidak sesuai dengan aturam. Terlebih, biaya parkir ini juga sudah ditempel di tembok- tembok pasar sebagai acuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kota Rembang  Faonji s mengatakan, kejadian pemungutan parkir yang tak sesuai biaya pada beberapa waktu lalu memang di luar dugaan. Katanya, ia sudah memberikan pembinaan kepada seluruh petugas parkir yang ada di pasar.

“Pada saat kejadian itu, yakni Minggu memang kondisi kantor sepi. Sehingga pemantauan kepada petugas yang ada di lapangan parkir juga terbatas. Akan tetapi kedepannya akan kita bina petugas parkir tersebut,” ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk biaya parkir di Pasar Kota Rembang adalah Rp 300 untuk sepeda ontel, Rp 500 bagi sepeda motor, dan Rp 1.000 khusus  mobil. Hal itu, juga sudah tertulis pada karcis dan pengumuman melalui tulisan yang terpasang di setiap pintu masuk menuju pasar.

Editor : Kholistiono