Ditinggal Anaknya,Curhatan Ibu di Panti Jompo Ini Bikin Nangis

Munasih (70) warga asal Tayu, Pati yang kini hidup di Panti Jompo Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia Margo Mukti Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Munasih (70)  (kiri) warga asal Tayu, Pati yang kini hidup di Panti Jompo Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia Margo Mukti Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Hari Ibu, bagi sebagian ibu merupakan moment yang sangat sepesial dan membahagiakan. Sebab, dari sebagian mungkin hari ini mendapatkan kado spesial dari anak-anaknya atau setidaknya ungkapan terima kasih.

Namun, berbeda halnya dengan Munasih. Seorang ibu asal Tayu, Pati, yang kini usianya sudah beranjak 70 tahun dan tinggal di panti jompo, Unit Pelayananan Sosial Lanjut Usia Margo Mukti Rembang.

Dia mengaku terpaksa tinggal di panti jompo. Anak satu-satunya, katanya, telah meninggalkan dirinya lebih enam tahun lalu. Dirinya juga tak tahu lagi ke mana anaknya tersebut pergi meninggalkannya. Karena, hingga sekarang juga tak ada kabar berita.

“Saya tinggal di panti jompo ini sudah sekitar dua tahun. Tinggal di sini, memang keinginan saya sendiri. Tidak ada harapan untuk bisa dirawat keluarga. Anak saya entah pergi ke mana, keluarga juga acuh terhadap saya,” ujarnya ketika MuriaNewsCom menyambangi Munasih di panti jompo, Kamis (22/12/2016).

Sambil sesekali menyeka air matanya yang jatuh, Munasih melanjutkan kisahnya hingga tinggal di panti jompo. “Saya tahu di sini ada panti jompo dari tetangga. Kemudian, saya naik bus sendirian ke tempat ini, agar bisa tinggal bersama dengan penghuni lainnya. Alhamdulillah, yang ngurusnya mau nerima,” imbuhnya.

Menurutnya, setelah tinggal di panti jompo, kehidupannya menjadi lebih baik dan lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Bersama dengan penghuni lain dari berbagai daerah, dirinya merasa ada teman dan keluarga baru di tempat yang baru.

Karjoko, salah seorang perawat panti jompo mengatakan, lansia yang tinggal di Unit Pelayananan Sosial Lanjut Usia Margo Mukti Rembang tersebut memang sudah tidak memiliki keluarga lagi. Jika pun ada keluarganya, sebagian memang menginginkan untuk dititipkan di panti jompo.

“Mayoritas sudah tak memiliki keluarga. Namun, ada pula orang tua yang di sini sengaja dititipkan anak-anaknya atau keluarga, karena sudah tak ingin merawat mereka dengan berbagai alasan. Ada yang alasan tak mampu secara ekonomi,” katanya.

Dirinya berharap, agar siapa saja yang memiliki keluarga lansia untuk tetap memperhatikan dan merawatnya dengan baik. Apalagi, orang tua tersebut adalah ibu kandung atau bapak kandung sendiri, sehingga anak harus membalas budi baik orang tua.

Editor : Kholistiono

Kisah Pilu Mbah Tasiem yang Sebatangkara dan Terpaksa Menghuni Panti Jompo

 Tasiem (73) lansia dari Grobogan yang kini dirawat di Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Tasiem (73) lansia dari Grobogan yang kini dirawat di Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tasiem (73) wanita lanjut usia dari Grobogan tak pernah berkeinginan untuk menghabiskan masa tuanya di panti jompo. Namun, ternyata nasib berkata lain, yang akhirnya mengantarkan dirinya untuk menjadi penghuni panti jompo sejak setahun terakhir.

Mbah Tasiem bercerita, sekitar 5 tahun silam dirinya pernah bekerja di wilayah Purwodadi untuk mengurus orang jompo. Namun setelah orang yang dirawatnya itu meninggal dunia, dirinya langsung ke Dinas Sosial Grobogan untuk bisa tinggal di panti jompo.

“Saya itu tidak punya keluarga lagi di Purwodadi. Sebab orang yang saya rawat dulu juga sudah meninggal. Mau tidak mau, saya ke Dinas Sosial saja, supaya bisa direkomendasikan untuk tinggal di panti jompo,” ujarnya.

Ia katakan, sejak di tinggal di Unit Pelayanan Sosial Lansia Rembang Mergo Mukti, kehidupannya cukup baik. Karena, di panti jompo tersebut, dirinya dirawat. “Meskipun di sini banyak lansia dari daerah lain yang belum saya kenal, namun kami bisa hidup secara kekeluargaan, hidup rukun dan damai,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Belasan PNS di Rembang Ini Rangkap Tugas sebagai Pekerja Sosial

 Salah satu lansia di Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti dipakaikan baju oleh pegawai setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Salah satu lansia di Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti dipakaikan baju oleh pegawai setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Unit Pelayanan Sosial Lanjut Usia atau Panti Wreda “Margo Mukti” Rembang, kini tak memiliki pekerja sosial. Sehingga, untuk merawat puluhan lansia yang ada di tempat tersebut, belasan PNS merangkap tugasnya sebagai pekerja sosial.

Plt. Kepala Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti Sukiman mengatakan, sejauh ini ada sebanyak 11 PNS yang berdinas di tempat tersebut merangkap tugas sebagai pekerja sosial. “Saat ini kita belum memilki pekerja sosial, dan yang kami lakukan untuk merawat dan melayani lansia yang ditampung di tempat ini adalah memaksimalkan PNS sebagai pekerja sosial,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, untuk perekrutan pekerja sosial untuk lansia itu kewenangan Dinas Sosial Provinsi Jateng. “Kita pernah mengusulkan pekerja sosial itu ke Dinas Sosial Provinsi Jateng, sebab, kita di bawah struktur Dinsos Jateng. Ya mudah-mudahan ada pekerja sosial yang direkrut,” ungkapnya.

Ia katakan, untuk saat ini penghuni Unit Pelayanan Sosial Lansia Margo Mukti yang berada di Jalan Jendral Sudirman Rembang tersebut berjumlah 70 orang. “Lansia yang ada di sini ada 70 orang, yang terdiri dari laki- laki sebanyak 24 orang dan perempuan ada 46 orang,” ujarnya.

Editor : Kholistiono