Rusunawa Hanya untuk Pengusaha, Bukan PK

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pembongkaran bangunan di Pungkruk dengan alat berat yang dilakukan Kamis kemarin (15/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara bakal menepati janji untuk memberikan tempat tinggal bagi korban pembongkaran bangunan Pungkruk. Namun, pemberian tempat tinggal tersebut dibatasi hanya untuk pengusaha, bukan Pemandu Karaoke (PK).

”Untuk tempat tinggal rusanawa hanya diperuntukkan bagi pemilik bangunan yang dirobohkan, bukan untuk PK,” kata Hadi Priyanto, Kabag Humas Setda Jepara kepada MuriaNewsCom, Jumat (16/10/2015).

Menurutnya, untuk PK sendiri, Pemkab Jepara meminta agar pulang kampung ke tempat asalnya. Tapi, bagi PK yang asli penduduk Jepara, dapat mengajukan ikut pelatihan keterampilan kerja.

Sampai saat ini, sehari usai pelaksanaan eksekusi pembongkaran bangunan di Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, baru empat pengusaha yang menyatakan bakal menerima tawaran Pemkab untuk tinggal di rusunawa.

”Untuk para pengusaha yang bersedia bertempat tinggal di rusunawa sampai sore ini yang mengajukan baru 4 orang,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pemkab Jepara Janjikan Banyak Hal ke Pemilik Bangunan di Pungkruk, Tapi dengan Catatan

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara bersikeras bakal merobohkan bangunan yang dianggap liar di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo. Untuk melancarkan rencana tersebut, para pemilik bangunan yang bakal dirobohkan dijanjikan dengan sejumlah hal.

Diantaranya, pemilik bangunan yang bersedia merobohkan sendiri bangunannya diberikan bantuan sekitar Rp 1 juta. Selain itu, setelah bangunan dirobohkan, pemilik bangunan maupun pengusaha dapat menempati los kuliner pengganti yang akan segera dibangun pascaperobohan tersebut.

”Tapi dengan catatan, los ini tidak bisa dipindahtangankan dan dialihfungsikan tanpa seijin Pemerintah Kabupaten Jepara,” kata Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Menurut Hadi, selain dua hal tersebut juga disampaikan, bagi pengusaha karaoke maupun kuliner yang tidak memiliki tempat tinggal , bisa menempati rusunawa Jobokuto dengan menghubungi Dinas Ciptaruk. Sedangkan bagi karyawan karaoke maupun kuliner yang menginginkan pelatihan keterampilan, Hadi memastikan adanya pelatihan gratis dari pemda.“Silakan menghubungi Dinsosnakertrans,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pemkab Janji Pembongkaran Tak Akan Tertunda Lagi

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Perobohan bangunan Pungkruk tahap pertama beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara ingin meyakinkan kepada publik pembongkaran bangunan di Pungkruk segera dilaksanakan. Bahkan, Pemkab Jepara melalui Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto menyatakan Pemkab berjanji bakal melakukan pembongkaran, setelah enam hari lagi terhitung dari hari ini.

Menurut Hadi, penundaan yang selama ini terjadi dianggap mencukupi masa  toleransi bagi pemilik bangunan untuk membongkar bangunannya secara mandiri. ”Hari ini kami kirimkan surat peringatan terakhir kepada pemilik bangunan untuk bisa dibongkar sendiri,” ujar Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (9/10/2015).

Lebih lanjut Hadi mengemukakan, pembongkaran ini dilakukan karena pembangunan pantai Pungkruk sebagai kawasan pariwisata kuliner harus segera dimulai. Anggaran pembangunan awal yang tersedia tahun ini, sebesar Rp 1,2 miliar sudah tersedia dan harus segera direalisasikan untuk mewujudkan kawasan Pungkruk sebagaimana rencana tata ruang wilayah, sekaligus memastikan tertutupnya usaha karaoke setempat yang oleh masyarakat ditengarai sebagai salah satu sumber kemaksiatan.

”Batas waktu yang kami berikan adalah enam hari terhitung mulai hari ini. Jika sampai batas itu masih ada bangunan yang berdiri, maka kami yang membongkarnya,” tegas Hadi.

Dia juga mengatakan, dalam surat peringatan terakhir bertanggal 9 Oktober 2015 yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Sholih, Pemda menjanjikan biaya pembongkaran sebesar Rp 1 juta untuk setiap pemilik bangunan yang membongkar sendiri bangunannya.

”Bantuan ini akan diberikan setelah pemiliki benar-benar melakukan pembongkaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pengunjuk Rasa Kecele, Tak Satupun Anggota DPRD Jepara di Kantor

Aksi para warga desa Mororejo dan sekitarnya di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aksi para warga desa Mororejo dan sekitarnya di depan kantor DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan pengunjuk rasa menuntut pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan tak hanya mendatangi kantor Setda Jepara. Namun juga mendatangi kantor DPRD Jepara. Hanya saja, mereka tak disambut dengan baik. Sebab, ketika mendatangi kantor Dewan itu, tak ada satupun anggota DPRD Jepara yang ada di kantor.

Para penunjukrasa menyampaikan aspirasi mereka dengan berorasi di depan kantor DPRD Jepara. Meski mereka berteriak-teriak meminta agar DPRD Jepara mendukung rencana pembongkaran bangunan Pungkruk, mereka hanya ditemui salah satu staf di Sekretariat Dewan (Setwan), yakni Haridarto.

”Kami mohon maaf karena tidak ada satupun anggota Dewan yang ada di kantor, karena sedang melakukan kunjungan kerja,” kata Haridarto di hadapan pengunjuk rasa, Selasa (6/10/2015).

Hal itu membuat para pengunjuk rasa kecewa. Terlebih, ada satu desakan yang ingin mereka sampaikan kepada anggota Dewan. Sebab, selama ini mereka mengetahui jika realisasi pembongkaran Pungkruk terhambat juga disebabkan adanya anggota Dewan yang menghalang-halangi.

”Kami ingin, semua anggota Dewan membela rakyat. Bukan justru pengusaha karaoke yang telah merusak nama baik rakyat Desa Mororejo,” kata salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Muridnya Lakukan Kemaksiatan, Guru Ngaji Ikut Desak Pembongkaran Bangunan Pungkruk

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan warga Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo dan sekitarnya menggelar aksi untuk mendesak agar rencana pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan. Tak hanya warga biasa, guru ngaji pun turut ikut melakukan aksi ini. Pasalnya, mereka merasa prihatin lantaran ada murid mereka yang berani melakukan kemaksiatan dan penyebabnya dituding karena keberadaan tempat karaoke Pungkruk.

”Murid ngaji saya ada yang sudah berani meminum minuman keras. Bahkan ada yang sudah hamil, padahal masih kecil. Mereka bergaul dengan lingkungan yang menjadi sumber maksiat. Untuk itu, kami minta agar tempat karaoke Pungkruk segera dibongkar,” ujar salah seorang guru ngaji dari Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo yang turut mengikuti aksi tersebut, Ahmad Mudhofir, Selasa (6/10/2015).

Menurutnya, diakui atau tidak, lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan seseorang terlebih anak kecil. Hal itu yang menjadi kekhawatiran bagi warga lantaran lingkungan di Desa Mororejo dan sekitarnya ada tempat karaoke yang dituding jadi sumber Miras dan pelacuran.

”Sekali lagi, kami menginginkan agar tempat karaoke di Pungkruk dibongkar semua sebagaimana rencana Pemkab Jepara yang telah disosialisasikan kepada warga selama ini,” katanya.

Para warga ini melakukan aksi di kantor Setda Jepara kemudian diterima oleh Pemkab Jepara dalam hal ini Wakil Bupati Jepara Subroto, Kasatpol PP Jepara Trisno Santosa, dan Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tempat Karaoke Pungkruk Jepara Dihancurkan, Perlawanan Panas Pun Berkobar

Perlawanan terhadap pembongkaran Karaoke Pungkruk Jepara mulai berkobar. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Perlawanan terhadap pembongkaran Karaoke Pungkruk Jepara mulai berkobar. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Suasana kawasan karaoke Pungkruk, Desa Mororejo, Mlonggo, Jepara mulai mencekam. Karena, aparat eksekutor pembongkaran bangunan dihadang dengan api dan ratusan karyawan dan pengusaha dan warga di depan gerbang selamat datang. Penghadang yang didominasi pemuda, dan pemandu karaoke menyerukan amarah mereka.

Aparat eksekutor yang datang dengan ratusan anggota, dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan lengkap dengan peralatan lainnya.

Sampai di depan gerbang, aparat tak langsunh masuk ke kawasan Pungkruk. Namun mobil pemadam kebarakan yang lebih dulu maju untuk memadamkan api yang menghalani akses jalan masuk ke kawasan tempat karaoke itu.

Sampai berita ini ditulis, aparat masih melakukan mediasi dengan sejumlah pengusaha pungkruk agar dapat masuk ke kawasan tempat karaoke itu.

“Di saat semua rakyat merayakan kemerdekaan, di sini tidak. Kami ditindas,” koar salah seorang warga penjual makanan yang dikenal dengan sebutan Mak Lampir itu. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI).