Ratusan Polisi Bakal Amankan Lomban di Laut Jepara

Kapal nelayan melintas di Pelabuhan Ujung Batu, Sabtu (1/7/017), sehari sebelum pelaksanaan tradisi lomban. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara akan menerjunkan 300 personel untuk mengamankan prosesi syawalan atau lomban, esok Minggu (2/7/2017). Selain itu, Polair Polda Jateng juga berencana menurunkan bantuan pasukan pada tradisi tahunan itu. 

“Dari polres, untuk personel kita akan menurunan lebih kurang 300 personel. Selain itu, kita juga akan dibantu dari Satpol PP, TNI, melibatkan Basarnas dan pemda. Untuk gabungan ya sekitar 300 lebih, nanti ada tupoksinya masing-masing. Kita juga ada Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polair Polda Jateng, sekitar dua kapal besar,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Sabtu (1/7/2017). 

Ia menekankan pada para nelayan dan warga yang mengikuti acara tersebut, agar menaati peraturan. Satu di antaranya menggunakan jaket pelampung atau life vest saat menumpang kapal. Di samping itu, pihaknya juga telah menyosialisasikan agar pemilik kapal tidak mengangkut orang melebihi dari kapasitasnya.

“Nanti juga kami akan ingatkan lagi pada saat acara berlangsung agar memakai pelampung dan muatan penumpang tidak melebihi 20 orang,” ujarnya. 

Kapolres menuturkan, pihaknya juga akan menggandeng Polres Demak, Rembang dan sekitarnya. Hal itu karena peserta lomban diperkirakan juga berasal dari wilayah tersebut. 

Ia mengungkapkan, konsentrasi penambahan keamanan fokus pada pantai-pantai penyelenggara acara. Di antaranya, Pantai Kartini, Tempat Pelelangan Ikan, Pantai Bandengan dan Pulau Panjang.

Penempatan pasukan juga dilakukan di sumber-sumber kemacetan. Termasuk penempatan personel di perempatan yang menuju Pantai Bandengan.

“Untuk antisipasi kemacetan kita sudah buat satu jalur untuk Pantai Kartini. Di Pantai Bendengan dialihkan belok kiri ke Kedung Cino untuk keluarnya,” tutup Yudianto.

Editor : Ali Muntoha

Dicat Ulang, Patung Kura-Kura Pantai Kartini Telan Rp 700 Juta

Sejumlah pekerja terlihat diatas patung kura-kura raksasa di pantai Kartini Jepara, Sabtu (3/9/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pekerja terlihat diatas patung kura-kura raksasa di pantai Kartini Jepara, Sabtu (3/9/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara melakukan pengecatan ulang patung kura-kura raksasa yang ada di pantai Kartini. Pengecatan tersebut menelan anggaran hingga mencapai Rp 700 juta.

Pengecatan sudah dimulai sejak awal Agustus 2016 lalu, dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan pengecatan ulang tersebut. Dari pantauan lapangan,  Sejumlah pekerja tampak sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Sebagian ada yang mengecat, sebagian lainnnya ada yang membersihkan kulit lama patung kura-kura.

Setelah dihaluskan, lalu dicat dengan warna cokelat. Di bagian kepala patung kura-kura dipasang puluhan bambu. Itu dilakukan untuk mempermudah pengerjaan. Sebagian pekerja memanjat bambu tersebut untuk mengecat di bagian atas.

Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Zamroni, mengatakan, anggaran pengecatan ulang patung kura-kura raksasa sebesar Rp 700 juta. Semuanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara 2016.

“Pengecatan ulang patung kura-kura raksasa karena kondisinya sudah lusuh. Dengan dicat ulang, nantinya akan telihat lebih bagus. Pengecatan ulang hanya di bagian luar. Sementara di bagian dalam tidak ada perbaikan sama-sekali. Untuk warnanya masih sama seperti semula yaitu warna cokelat,” ujar Zamroni kepada MuriaNewsCom, Sabtu (3/9/2016).

Ia menambahkan, selama dicat ulang, pelayanan untuk wahana wisata masih dibuka. Mengenai antisipasi keamanan pengunjung dengan adanya aktivitas pengecatan ulang tersebut, pihaknya berencana akan memberi terpal di bawah bambu yang terpasang untuk aktifitas pengecatan. Dengan terpal tersebut diharapkan ada pembatas dan ada pelindung dari sisi atas bagian pintu masuk kura-kura.

Editor : Akrom Hazami

Begini Tanggapan Dinas Pariwisata Jepara Soal Wahana Bermain di Pantai Kartini yang Mangkrak

Salah satu wahana di Pantai Kartini yang mangkrak (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu wahana di Pantai Kartini yang mangkrak (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Sejumlah wahana bermain di Pantai Kartini dalam kondisi rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik alias mangkrak. Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Listiaza mengatakan, rencananya tahun ini akan ada perbaikan.

Menurutnya, perbaikan akan dilakukan pada sejumlah wahana bermain, terutama untuk waterboom dan seluncuran yang ada di depan tulisan Pantai Kartini. Selain itu juga, ada beberapa wahana lain yang juga akan diperbaiki.

“Tahun ini kita akan kucurkan Rp 2 miliar lebih untuk memperbaiki dan penambahan fasilitas,” kata Zamroni, Senin (25/4/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, tahun ini, wahana yang direncanakan akan diperbaiki yakni waterboom, pengecatan kura-kura, peningkatan area parkir, dan sejumlah wahana lain. Sementara, untuk wahana komidi putar yang dipastikan tidak beroperasi, akan dibuat gazebo.

“Mengenai pedagang kaki lima (PKL) di dalam area wisata, PKL yang ada sudah tertata. Sehingga, anggaran yang ada itu, nantinya tidak ada peruntukkan  bagi penataan PKL,” katanya.

Proyek perbaikan, direncanakan akan dimulai Mei. Karena memang bukan proyek besar, dimungkinkan pengerjaan hanya akan memakan waktu tiga bulan.

Dari pengamatan di lapangan, sejumlah fasilitas dan infrastruktur di Pantai Kartini memang mengalami kerusakan. Area parkir kurang tertata rapi, serta lantai keramik bagian depan dekat area masuk kawasan wisata mengalami kerusakan.

Sejumlah wahana seperti air mancur dan kolam renang dekat pantai tidak berfungsi. Kolam, bahkan nampak kumuh dan penuh sampah. Wahan seluncuran air keropos dan tak utuh di sejumlah bagian.

Baca juga : Wisatawan Keluhkan Banyak Wahana Bermain di Pantai Kartini Mangkrak 

Editor : Kholistiono

Wisatawan Keluhkan Banyak Wahana Bermain di Pantai Kartini Mangkrak

 

Salah satu air mancur di Pantai Kartini tidak berfungsi dengan baik dan belum diperbaiki (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu air mancur di Pantai Kartini tidak berfungsi dengan baik dan belum diperbaiki (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Seiring dengan perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Jepara, sejumlah tempat wisata di Jepara pun ramai dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah  Pantai Kartini. Namun, para pengunjung ternyata mengeluhkan banyaknya wahana di Pantai Kartini yang mangkrak.

Salah seorang pengunjung, Wisnu mengatakan, selama ini Pantai Kartini terkenal dengan wahana permainan yang berada di darat ketimbang pantainya. Tetapi, banyak wahana bermain di darat yang tidak dapat berfungsi dengan baik alias mangkrak. “Seperti waterboom dan mainan seluncuran, itu tidak berfungsi. Selain itu juga air mancur tidak berfungsi,” ujar Wisnu kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Menurutnya, sejumlah wahana bermain semestinya harus dilakukan peremajaan. Apalagi, semakin lama pengunjung juga semakin ramai. Hal itu perlu dilakukan, karena pengunjung juga memiliki hak untuk mendapatkan kepuasan selama berwisata di Pantai Kartini.

Hal senada juga dikatakan Risnasari. Menurut dia, selama beberapa tahun terakhir ini mengaku sering mengunjungi Pantai Kartini. Namun, dia menyayangkan bahwa sejumlah wahana bermain mangkrak.

“Ini kan tempat wisata milik pemerintah, seharusnya ya bisa diperbaiki secepatnya,” katanya.

 Editor : Kholistiono

 

Asyiknya Berakhir Pekan di Dampo Awang Beach

Beberapa anak sedang mencoba wahana permainan di lokasi Taman Rekrasi Pantai Kartini atau Dampo Awang Beach. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Beberapa anak sedang mencoba wahana permainan di lokasi Taman Rekrasi Pantai Kartini atau Dampo Awang Beach. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski Taman Rekrasi Pantai Kartini atau Dampo Awang Beach tak seramai dulu, lantaran banyaknya wisata baru yang bermunculan di Rembang. Namun, obyek wisata unggulan pemkab setempat itu tetap saja menarik, terutama bagi warga luar daerah.

Sebagian besar pengunjung justru bukan warga Rembang, melainkan warga asli Pati, Blora, bahkan Semarang. Mereka biasanya rombongan bersama tetangga maupun hanya keluarga sendiri yang menggunakan mobil pikup, bus carteran, maupun mobil pribadi.

Salah satunya, Sugito (40) warga Ngerang RT 07 RW 02, Kecamatan Juwono, Kabupaten Pati. Sugito mengunjungi Dampo Awang Beach bersama istri dan kedua anaknya menggunakan mobil pribadi.

Menurutnya, wisata yang berada tepat di depan kantor Satlantas Polres Rembang itu, agak sepi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun justru karena itu, Sugito menyempatkan diri untuk mampir di Dampo Awang Beach. ”Mencari liburan yang sepi pengunjung, karena bebas macet,” katanya saat berbincang dengan MuriaNewsCom.

Sugito pun mengaku tak ingin mengajak anaknya untuk mencoba berbagai wahana permainan yang disediakan. Pasalnya, tujuannya mampir ke Dampo Awang Beach untuk bersantai sekaligus menikmati senja.

”Ke sini cuma buat duduk-duduk saja, bersantai bersama keluarga. Itung-itung istirahat juga sebelum pulang. Kalau di sini kan lebih sepi dibanding di Karang Jahe,” ungkapnya.

Selain Sugito dan keluarganya, banyak keluarga lain yang duduk di atas tikar di tepi pantai. Beberapa di antaranya, bahkan mempersiapkan acara piknik mereka dengan membawa makanan dari rumah yang kemudian dimakan bersama di lokasi wisata itu.

Berbagai wahana wisata bisa dicoba di tempat ini, salah satunya yakni paket flying fox. Selain itu ada juga kebun binatang mini dari berbagai macam burung, penyu, dan berbagai hewan lainnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Pantai Kartini Jepara Pastikan Tak Ada Hiburan Malam Tahun Baru

Pantai Kartini Jepara menjadi salah satu objek wisata liburan favorit masyarakat yang ramai dikunjungi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pantai Kartini Jepara menjadi salah satu objek wisata liburan favorit masyarakat yang ramai dikunjungi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Berbeda dengan sejumlah hotel di Kabupaten Jepara yang menyiapkan hiburan malam tahun baru. Di sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara tidak menyiapkan hiburan malam tahun baru. Sebab, aturan pementasan musik modern yang tidak boleh lewat pukul 22.00 WIB membuat sejumlah Even Organizer (EO) enggan membuat acara pertunjukan hiburan seperti dangdut dan musik modern lainnya.

Pengelola Pantai Kartini Jepara, Joko Wahyu mengemukakan, di pantai Kartini memang malam tahun baru tidak menyediakan hiburan. Hal itu lantaran sejumlah EO enggan jika ditimbang-timbang keuntungannya ketika pertunjukan hiburan hanya sampai pukul 22.00 WIB.

”Tahun baru pasti warga pengennya sampai detik-detik pergantian tahun. Tapi, ketika itu dilarang sampai tengah malam, EO yang biasa menggelar pertunjukan hiburan tidak siap,” kata Joko kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, meski tidak memberikan hiburan pada malam tahun baru, tetapi pada siang hari tepat di tahun baru 1 Januari 2016 sekitar pukul 13.00 WIB, akan disiapkan pertunjukan musik organ tunggal.

”Music organ tunggal akan ditampilkan di panggung pertunjukan kecil di sekitar kura-kura,” kata Joko.

Dia menambahkan, selama ini ketika tahun baru memang di pantai Kartini dipenuhi pengunjung. Sebab, selain libur tanggal merah, banyak warga yang tidak ingin melewatkan momen tersebut dengan liburan ke sejumlah objek wisata, termasuk ke pantau Kartini Jepara. (WAHYU KZ/TITIS W)

Banyak Cewek dan Cowok di Pinggir Pantai Kartini Jepara, Ngapain?

Sejumlah anggota KCCJ melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah anggota KCCJ melakukan aksi bersih-bersih di kawasan pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Komunitas Cewek-Cowok Jepara (KCCJ) turut berupaya melakukan promosi dunia pariwisata di Kabupaten Jepara. Selain itu, mereka menggalakkan aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata pantai Kartini Jepara.

Ketua Umum KCCJ, Indrawan mengemukakan, guna mengembangkan kawasan wisata, mempromosikan pariwisata serta menata rapi kawasan wisata di Kecamatan Jepara, KCCJ dan juga diikuti komunitas Jepara lainnya menggelar kegiatan Aksi Sadar Wisata di Pantai Kartini Jepara.

“Kegiatan ini diisi dengan bersih-bersih pantai dan promosi pariwisata Jepara. Sesuai dengan tema kita seperti itu,” kata Indrawan kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selain bersih-bersih di pantai Kartini, pihaknya juga melakukan wisata ke tempat lainnya dan bersejarah yakni, Pantai Bandengan, Pantai Teluk Awur, Benteng Portugis dan wisata lainnya di Jepara.

“Kami komunitas ingin menunjukan kepada masyarakat, kalau kegiatan komunitas itu memiliki kepedulian terhadap lingkungan, dan wisata,” ungkapnya.

Indrawan berharap dengan diadakannya kunjungan wisata di beberapa tempat dan tempat bersejarah di Jepara, para anggota komunitas yang hadir baik dalam kota dan luar kota dapat mengenal lebih dekat keindahan, dan tempat sejarah.

“Melalui acara ini, kami dari KCCJ ingin menunjukan kepada komunitas dari luar Jepara, kalau Jepara itu memiliki tempat wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, dan mengetahui sedikit sejarah serta budaya kearifan lokal di kota Jepara,” harap Indrawan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Waspada, Wilayah Perbatasan Jepara-Demak Rawan Banjir

Sejumlah tanggul sementara saat di pasang oleh BPBD Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

Sejumlah tanggul sementara saat di pasang oleh BPBD Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah titik di wilayah perbatasan Kabupaten Jepara dengan Demak ternyata sampai saat ini masih rawan banjir. Sebab, selain belum ada normalisasi sungai secara optimal, sejumlah tanggul juga ada yang retak bahkan sebagian mengalami kerusakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah data rawan bencana banjir. Salah satunya memang di wilayah perbatasan.

“Kalau wilayah perbatasan, memang masih rawan banjir terutama dari alian sungai, seperti di Sungai Wulan,” kata Pujo Praseto kepada MuriaNewsCom, Rabu (9/12/2015).

Menurutnya, seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di wilayah perbatasan yakni di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara dengan Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak kerap terjadi banjir. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Wulan.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar Sungai Wulan, Mamad mengatakan, peristiwa banjir di awal tahun 2014 lalu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar, jika banjir kembali terjadi. Terlebih sejumlah titik tanggul Sungai Wulan mengalami keretakan bahkan amblas.

“Sebenarnya sudah ada upaya perbaikan dengan dicor dan dipancang. Tetapi yang dipancang sudah amblas lagi. Untuk panjang tanggul yang rusak saat ini justru lebih panjang jika dibanding tahun lalu,” kata Mamad. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pemancing yang Terseret Arus di Pantai Kartini Jepara Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR saat mengangkat jasad korban yang tenggelam di perairan Pantai Kartini (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Sutrisno, pemcing yang tenggelam lantaran terseret arus ketika mancing di kawasan Pantai Kartini Jepara Selasa (21/7/2015) siang pukul 14.00 WIB, telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara serta relawan yang terus melakukan pencarian.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada Rabu (22/7/2015) pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Jepara Pujo Prasetyo mengatakan, korban berhasil ditemukan setelah melalui proses pencarian panjang di kawasan Pantai Kartini. Namun sayang, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sudah ditemukan tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban meninggal dunia, kemudian dibawa ke rumah sakit dan tak lama dibawa ke rumah duka,” ujar Pujo kepada MuriaNewsCom, Rabu (22/7/2015).

Peristiwa nahas di kawasan Pantai Kartini yang dikenal dengan kawasan Poncol itu bukan kali pertama ini terjadi. Beberapa waktu lalu juga telah memakan korban jiwa ketika memancing di tengah laut tanpa menggunakan alat pengaman, yang menyebabkan korban terseret arus gelombang laut.

Kali ini, korban bernama Sutrisno merupakan warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, Jepara. Sutrisno sebelumnya memancing di kawasan lokasi yang juga dekat dengan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersama rekannya. Meski sempat meminta tolong, namun karena derasnya arus, Sutrisno hilang sejak kemarin siang dan baru ditemukan pagi tadi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Upacara Adat pada Tradisi Lomban di Jepara Digelar Jumat

Foto : Ilustrasi lomban

JEPARA – Pelaksanaan pesta lomban di Pantai Kartini Jepara terpaksa diundur satu hari dari jadwal semestinya, yakni sepekan setelah Idul Fitri. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu ibadah Salat Jumat, karena tahun ini bertepatan dengan hari Jumat (24/7/2015).Meski demikian, prosesi pelaksanaan upacara adat tetap dilaksanakan pada hari Jumat.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Amin Ayahudi. Menurutnya, prosesi upacara adat tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak mengganggu ibadah Salat Jumat.

”Upacara hanya berbentuk tatanan sesaji yang diiringi doa. Setelah itu, prosesi akan dilanjutkan dengan pengarakan sapi. Pengarakan sapi itu dilakukan mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Kota, hingga Rumah Penyembelihan Hewan (RPH),” ujar Amin kepada MuriaNewsCom.

Setelah upacara itu selesai, yang biasanya langsung digelar perayaan lomban dengan melarung kepala hewan kerbau ke tengah laut. Tahun ini terpaksa lomban dilaksanakan sehari setelahnya.

Dia menambahkan, setelah usulan tersebut dipertimbangkan, pihaknya pun mengubah schedule acara yang semula diadakan Jumat menjadi Sabtu. Meski diundur satu hari dari biasanya, perayaan lomban 2015 ini tetap tak menghilangkan makna tradisi lomban itu sendiri. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Duh, Tim Pencari Korban Tenggelam Karena Terseret Ombak di Pantai Kartini Terkendala Komunikasi

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Tim pencari korban hilang terseret arus di semenanjung Poncol sebelah utara pantai Kartini Jepara terkendala komunikasi. Pasalnya, pencarian terus dilakukan meski sudah malam hari, sehingga antar personil sulit melakukan komunikasi lantaran angin yang kencang dan gelap.

“Senter yang ada masih belum mencukupi untuk digunakan komunikasi. Jadi antar petugas yang melakukan penyisiran sulit komunikasi,” ujar Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Selasa (21/7/2015).

Menurutnya, pencarian dilakukan sesuai dengan arah angin dan arah gelombang air laut di kawasan empat kejadian perkara (TKP). Sejauh ini, pihaknya dengan bantuan relawan, tim SAR dan warga masih belum mampu menemukan korban.

“Jika sampai larut malam belum ketemu, akan dilanjut besok pagi. Mengingat medan yang sulit karena selain angin kencang juga gelap,” kata Pujo.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan pencarian selama personel yang dikerahkan belum menyerah. Bahkan, pihaknya berharap agar korban segera ditemukan sebelum larut malam. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

BPBD Jepara Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Kartini

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Pencarian korban tenggelam di kawasan sisi Utara Pantai Kartini atau yang lebih dikenal dengan Semenanjung Poncol, bernama Sutrisno sampai malam ini terus dilanjukan. Tim gabungan SAR dan BPBD Jepara serta relawan telah melakukan penyisiran dan pencarian korban di kawasan lokasi hilangnya korban.

Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Pujo Prasetyo mengatakan, pihaknya mengerahkan semua tenaga personel yang ada, sekitar 35 personel untuk mencari korban.

“Kami kerahkan semua personel, ada sekitar 35 personel BPBD ditambah dengan relawan dan SAR Jepara,” ujar Pujo kepada MuriaNewsCom, Selasa (21/7/2015) malam.

Menurutnya, pencarian dan penyisiran dilakukan di kawasan tempat kejadian perkara, di semenanjung Poncol, sebelah utara pantai Kartini Jepara. Namun, hingga berita ini ditulis, pukul 20.45 WIB, korban belum juga ditemukan.

“Kami terus melakuka pencarian dengan semua alat yang kami miliki, seperti perahu karet dan yang lainnya, termasuk senter karena kondisinya gelap,” imbuhnya. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

Puluhan Warga Desa Sinanggul dan Bulungan Bantu BPBD Jepara Cari Korban Tenggelam di Pantai Kartini

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Korban tenggelam di Semenanjung Poncol sebelah Utara Pantai Kartini, warga Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji, Sutrisno sampai malam ini belum ditemukan. Tak hanya puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR dan Relawan kebencanaan saja, namun juga warga sekitar bahkan warga Desa Sinanggul dan Desa Bulungan turut membantu mencari korban.

Hal itu disampaikan Kasi Kedaruratan pada BPBD Jepara Pujo Prasetyo. Menurutnya, korban yang merupakan warga Desa Bulungan, juga merupakan warga asli Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo. Warga Dari kedua Desa tersebut, turut membantu melakukan pencarian korban.

“Kebetulan, korban asli Desa Sinanggul, dan baru menetap di Desa Bulungan. Warga dari Kedua Desa tersebut ikut membantu mencari korban,” kata Pujo kepada MuriaNewsCom, Selasa (21/7/2015)

Pujo merasa senang dengan antusiasme warga untuk turut serta melakukan pencarian korban. Bantuan dari warga tersebut dirasa sangat penting karena selain kondisinya gelap di malam hari, juga memang sangat membutuhkan tenaga tambahan. Sampai berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

Asyik Mancing, Sutrisno Hilang Terseret Ombak di Pantai Kartini

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah relawan dan tim SAR saat melakukan pencarian korban di kawasan sisi utara pantai Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Nasib nahas terjadi pada salah seorang warga Desa Bulungan RT 4/RW 3 Kecamatan Pakisaji, Sutrisno. Dia diketahui hilang terseret arus di kawasan utara Pantai Kartini Jepara saat mancing bersama temannya siang tadi.

Hartono, teman mancing korban menceritakan, dirinya bersama temannya termasuk Sutrisno sengaja mancing untuk mencari ikan di kawasan Pantai Kartini. Namun, saat asik memancing, dia mendengar teriakan Sutrisno.

”Dia (Sutrisno) memanggil-manggil nama saya. Tapi ketika saya hampiri ke lokasi mancing, malah sudah terlambat. Ini karena lokasi mancing saya dengannya agak berjauhan,” ujar Hartono kepada MuriaNewsCom, Selasa (21/7/2015).

Setelah mengetahui Sutrisno terbawa arus, ia pun mencari pertolongan. Tak lama berselang, tim SAR Jepara datang dan melakukan pencarian korban. Hingga menjelang malam tim SAR masih terus melakukan pencarian.

Hartono Menambahkan, saat kejadian, kedalaman laut tempat korban mancing sekira 2 meter. Sementara kondisi arus bawah laut relatif kecil.”Mungkin saja saat berdiri di atas karang terpeleset terus terbawa arus,” kata Hartono.  (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

Awal Ramadan, Pengunjung Pantai Kartini Menurun Hingga 80 Persen

f-pantai kartini (2) (e)

Kawasan kura-kura raksasa pantai Kartini nampak sepi dari pengunjung maupun wisatawan di awal bulan Ramadan hingga memasuki pekan kedua bulan Ramadan ini. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Awal bulan Ramadan ini, Pantai Kartini sepi dari pengunjung. Bahkan, pihak pengelola objek wisata yang terkenal dengan kura-kura raksasa ini mencatat, penurunan jumlah pengunjung mencapai 80 persen. Lanjutkan membaca

Terapi Ikan juga Jadi Pilihan Libur Akhir Pekan

Sejumlah pengunjung di pantai Kartini menikmati sensasi terapi ikan. Terapi ini masih menjadi pilihan beberapa pengunjung untuk kesehatan mereka.(MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Libur akhir pekan ini tidak hanya beberapa tempat wisata yang menawarkan keindahan alam dan objek wisata buatan. Namun, terapi kesehatan juga bisa menjadi salah satu pilihan. Seperti terapi ikan yang saat ini masih jadi pilihan pengunjung Pantai Kartini.

Lanjutkan membaca

Wisatawan Terpesona Isi Kura-kura Raksasa

Wisatawan mengunjungi Pantai Kartini Jepara. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Libur akhir pekan ini membuat sejumlah tempat wisata diserbu pengunjung. Salah satunya di tempat wisata Pantai Kartini Jepara. Objek wisata yang mengandalkan kura-kura pun dipenuhi pengunjung. Bahkan beberapa pengunjung mengaku terpesona dengan isi kura-kura terbesar di dunia itu.

Lanjutkan membaca

Akhir Pekan, Pantai Kartini Diserbu Pengunjung

Sejumlah pengunjung memenuhi kawasan kura-kura raksasa. Libur akhir pekan sekaligus Peringatan Hari Isro Miroj ini sedikitnya ada dua ribu pengunjung yang datang dalam sehari. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Libur akhir pekan yang juga bebarengan dengan libur Peringatan Hari Isro Miroj ini, sejumlah tempat wisata diserbu pengunjung. Salah satunya di objek wisata Pantai Kartini. Selama sehari ini, pengelola mencatat sedikitnya ada dua ribu pengunjung.

Lanjutkan membaca