Air Laut Pantai Karang Jahe Pasang, Wisatawan Malah Senang

Beberapa wisatawan sedang menikmati perahu karet di Pantai Karang Jahe Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sudah sepekan ini, kondisi air laut di Pantai Karang Jahe Rembang dalam kondisi pasang. Meski demikian, kondisi tersebut malah membuat sebagian wisatawan senang. Karena dengan begitu, mereka yang hobi bermain perahu karet bisa menikmati permainan lebih puas.

Sudiyono, salah seorang wisatawan asal Blora mengatakan, dengan kondisi air pasang, dirinya bisa mendayung hingga lebih jauh.

Meski kondisi air pasang, namun hal itu tak menutup seluruh keindahan pasir putih di Karang Jahe.”Ya kita tetap dapat menikmati permainan lain di atas pasir putih, karena memang tak seluruhnya tertutup air,” ujarnya.

Sementara itu, Agus, salah satu penyedia jasa perahu untuk wisatawan juga menyatakan, jika wisatawan dapat sedikit ke tengah untuk melihat terumbu karang. “Kalau untuk seperti sekarang ini ombaknya tenang, makanya wisatawan juga bisa menikmati keindahan terumbu karang, dengan fasilitas perahu mesin,” ungkapnya.

Katanya, kondisi air pasang biasanya dimulai pada pukul 02.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Untuk Mudahkan Pembinaan, Penyedia Jasa ATV di Pantai Karang Jahe Bakal Dibentuk Kelompok

Beberapa ATV yang disewakan di Pantai Karang Jahe untuk wisatan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Semakin bertambahnya jumlah penyedia jasa penyewaan ATV di Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang, dirasa perlu adanya pembentukan kelompok. Hal tersebut untuk memudahkan pembinaan pengelola pantai terhadap pelaku jasa penyewaan ATV.

Ubaidillah, salah satu pengelola wisata Karang Jahe menuturkan, pembentukan kelompok tersebut diperlukan, agar koordinasi antara pengelola dan penyedia jasa penyewaan ATV lebih mudah. Apalagi, jumlahnya kini terus bertambah.

“Misalkan saja di sini ada sekitar 55 penyedia jasa ATV. Maka nantinya akan dibuat kelompok. Apakah itu per kelompoknya beranggotakan 10 orang atau berapa. Dengan begitu, akan lebih mudah memberikan pengarahannya. Sebab, selama ini terkadang apa yang kita sampaikan tidak dihiraukan,” ujarnya.

Baca juga : Fasilitas Permainan ATV di Pantai Karang Jahe Bakal Dibuatkan Tempat Khusus

Dengan adanya kelompok tersebut, nantinya, pihak pengelola tidak harus secara keseluruhan memberikan pengarahan. Namun, cukup kepada ketua atau perwakilan kelompok, dan nantinya diteruskan ke masing-masing kelompok.

Menurutnya, rata-rata penyedia jasa penyewaan ATV yang ada di Pantai Karang Jahe berasal dari desa setempat, yakni Desa Punjulharjo. Baik itu dari kalangan pemuda atau juga pemodal.

Editor : Kholistiono

Fasilitas Permainan ATV di Pantai Karang Jahe Bakal Dibuatkan Tempat Khusus

Tampak salah satu pengunjung Pantai Karang Jahe sedang menikmati permainan ATV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Di antara fasilitas permainan yang terdapat di Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang, salah satunya adalah All Terrain Vehicle (ATV). Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, akan dengan mudah menikmati fasiltas tersebut.

Puluhan ATV yang disediakan oleh penyedia jasa penyewaan ATV dapat mudah ditemui. Sebab, lokasi penyewaannya saat ini berada di dekat pintu masuk lokasi wisata tersebut.

Namun demikian, rencananya, nantinya lokasi untuk fasilitas permainan ATV ini akan dibuatkan tempat khusus untuk pengelola pantai. Sebab, keberadaan lokasi yang digunakan untuk permainan ini saat ini terlalu dekat dengan pengunjung pantai yang sedang santai atau beristirahat duduk di pantai. Sehingga, dinilai cukup membahayakan.

Ubaidillah, salah satu perangkat Desa Punjulharjo mengatakan, sebenarnya tahun lalu permainan ATV berada di sebelah timur pintu masuk. “Namun lama kelamaan, jasa ATV itu semakin mendekat ke pintu masuk pantai. Terlebih mereka juga ingin mencari pelanggan atau konsumen,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihak desa yang saat ini menjadi pengelola pantai, akan membahasa mengenai keberadaan ATV tersebut. Rencananya, lokasi permainan ATV agar kembali ke tempat semula. Yaitu berada di sekitar 1 Km sebelah timur dari pintu masuk pantai.

Dirinya juga menyatakan, untuk saat ini, jumlah ATV yang tersedia jumlahnya sekitar 55 unit. “Kalau tahun tahun lalu hanya berjumlah sekitar 15 buah ATV. Namun semakin lama jumlah itu semakin banyak. Sekaran, ada 55 unit. Mungkin jumlah itu bisa bertambah, lantaran banyaknya peminat penyewa ATV,” ucapnya.

Terpisah, Handoyo, salah satu penyedia jasa penyewaan ATV mengatakan, pihaknya sengaja menyewakan jasanya dekat dengan pintu masuk,untuk mendekatkan diri dengan pengunjung wisata.

“Bilamana diletakan di sebelah timur pintu masuk, maka para pengunjung juga tidak akan tahu dengan permainan ini. Dan itupun nantinya akan mempersulit pengunjung untuk menyewanya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kontainer Sampah Bakal Ditempatkan di Pantai Karang Jahe Rembang

Ribuan wisatawan menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang. Nantinya, di lokasi wisata ini bakal ditempatkan kontainer sampah untuk meminimalisasi banyaknya sampah. (MuriaNewsCom)

Ribuan wisatawan menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang. Nantinya, di lokasi wisata ini bakal ditempatkan kontainer sampah untuk meminimalisasi banyaknya sampah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang bakal melakukan pendampingan terhadap pengelolaan tempat wisata. Di antaranya adalah Pantai Karang Jahe atau Karang Jahe Beach (KJB) yang akhir-akhir ini menjadi magnet bagi wisatawan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinbudpar Rembang Winaryu Kutsiah mengatakan, sejumlah fasilitas di Karang Jahe yang dinilai kurang memadahi, kini tengah menjadi sorotan pihak Dinbudpar, dan selanjutnya akan dibenahi. Salah satunya yaitu pengelolaan sampah, Mandi Cuci Kakus (MCK), parkir, souvenir dan bakaran ikan.

Untuk tempat sampah, saat ini di Pantai Karang Jahe hanya terdapat beberapa sampah kecil. Kondisi tersebut dinilai sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan per harinya.

“Jika hanya dilengkapi beberapa tempat sampah yang berukuran kecil tentu hal tersebut dinilai sangat kurang. Akibatnya banyak sampah yang berceceran di belakang warung – warung, itu akan menimbulkan citra buruk di mata para wisatawan,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengupayakan untuk bisa menempatkan kontainer sampah di Pantai Karang Jahe. Rencananya, akan ditempatkan di sebelah timur berjarak sekira 100 meter dari lokasi wisata.

Selain sampah, belum ada juga oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan. Padahal selain menikmati objek wisata,pengunjung juga ingin ada yang dibawa pulang. “Pengunjung luar kota ini ingin membeli souvenir semacam kaos atau gantungan kunci yang ada tulisan Karang Jahe. Oleh-oleh murah yang bisa dibagi-bagikan saat kembali ke rumah,” imbuhnya.

Menurutnya belum adanya pedagang yang menjual kuliner bakaran ikan menjadi nilai kurang dari Pantai Karang Jahe. Terlebih jika ada fasilitas yang memungkinkan wisatawan bisa membakar ikan sendiri,dipastikan lebih menarik.

“Mereka menyediakan bumbu bakarannya untuk pengunjung, mengawal memilih jenis ikan. Kemudian mereka bisa masak dan menikmati bersama pasti menarik sekali,” tuturnya.

Sedangkan tempat parkir hendaknya ditempatkan jauh dari lokasi. Sehingga tempat parkir yang saat ini ada,bisa digunakan untuk out bond.

Pihaknya juga menyoroti fasilitas  MCK yang dianggap masih kurang. Jumlah bilik MCK yang disediakan di lokasi wisata tidak sebanding dengan jumlah pengunjung KJB.“Kita sudah koordinasikan kepada pihak pengelola termasuk perangkat desa untuk bisa menanggapi sejumlah poin yang jadi sorotan kami,” imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris pengelola KJB Ubaidillah mengapresiasi langkah Dinparbud. Diakuinya evaluasi dari Dinparbud memang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dan menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola KJB.

“Koordinasinya sangat bagus sekali,jadi tahu apa kekurangan dan kelebihan kita. Harapannya ke depan Pak Dwi bisa terus mendampingi kita sebagai pengelola,terutama parkir dan jalur keluar masuk KJB menjadi PR kami,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pemilik Jasa Perahu Wisata di Pantai Karang Jahe Sudah Dapat Pelatihan dari Tim SAR

 Para wisatawan saat menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang dengan bermain perahu karet. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para wisatawan saat menikmati liburan di Pantai Karang Jahe Rembang dengan bermain perahu karet. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Di antara fasilitas permainan yang ada di Pantai Karang Jahe Rembang adalah perahu wisata dan perahu karet. Wisatawan yang datang ke tempat ini, bisa menikmati fasilitas tersebut dengan aman dan nyaman.

Sebab, pemilik jasa perahu wisata ataupun perahu karet di Pantai Karang Jahe sudah mendapatkan pelatihan dari Tim SAR. “Soal keamanan dan keselamatan pengunjung yang memanfaatkan perahu wisata ataupun perahu karet, kita jamin. Karena, pengawasan ataupun prosedural yang kita pakai sesuai apa yang didapatkan dari pelatihanan dari Tim SAR,” ujar Ali Musthofa, Pengelola Wisata Pantai Karang Jahe Rembang, Selasa (27/12/2016).

Ia katakan, di Pantai Karang Jahe sendiri, pemilik jasa penyewaan perahu wisata maupun perahu karet berjumlah sekitar 61 orang. Para pemilik pemilik perahu tersebut, berasal dari warga Desa Punjulharjo,Rembang, yang secara geografis berada di kawasan Pantai Karang Jahe.

“Kalau dihitung, pemilik jasa penyewaan perahu wisata itu 11 orang. Sedangkan perahu karet atau ban ada sekitar 50 orang. Mereka juga sudah pernah mendapatkan pelatihan dari Tim SAR, sehingga risiko keselematan pengunjung dapat diminimalisasi,” ungkapnya.

Dirinya menyatakan, jika Pantai Karang Jahe juga aman untuk pengunjung. “Pantai ini sih cukup aman. Sebab jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai pun masih dangkal. Namun, kita juga tak serta merta membiarkan para pengunjung bebas berenang ke tengah. Kta selalu memantau pengunjung, dan setiap waktu, polisi yang berjaga di pos selalu mengimbau melalui pengeras suara,agar wisatan lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan, jika semua fasilitas, baik penyewaan perahu maupun warung makan yang ada di Pantai Karang Jahe tarifnya standar, seperti pada umumnya.

Editor : Kholistiono

Dipadati Wisatawan, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang Kerahkan Puluhan Warga

 Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak macet, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak padat, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Jahe Rembang pada musim liburan ini, membuat pengelola tempat wisata tersebut harus menambah jumlah tenaga, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pengunjung.

“Musim liburan seperti ini, jumlah wisatawan di Pantai Karang Jahe meningkat drastis. Jika pada hari biasa, hanya sekitar seribu hingga 1.500 orang, pada liburan ini bisa mencapai sekitar 10 ribu orang per hari. Untuk itu, kita juga menambah tenaga,” ujar  Ali Musthofa, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang.

Untuk pengelola sendiri, katanya, diambilkan dari desa setempat, yakni Desa Punjulharjo. Sebab, lokasi Pantai Karang Jahe berada di desa tersebut. Setidaknya, untuk tambahan tenaga sekitar 75 orang. “Kalau hari biasa petugasnya hanya sekitar 15 orang saja, kini ada penambahan, menjadi 90 orang. Mereka bertugas sebagai pemantau wisata, petugas parkir, pengarah wisatawan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai fasilitas yang ada di Pantai Karang Jahe, pihaknya mengaku bahwa saat ini  masih banyak  yang harus dibenahi dan ditambah. Seperti halnya tempat parkir, jalan, MCK dan beberapa fasilitas lainnya.

Nantinya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembenahan, sehingga kedepannya bisa lebih maksimal. Untuk saat ini, fasilitas MCK atau kamar mandi hanya ada di satu titik saja. Sementara itu, lahan parkir bagi kendaraam pengunjung juga sangat terbatas.

“Untuk tahun depan, akan kita programkan lagi penambahan MCK, perluasan lahan parkir serta jalan. Sebab, selama ini jalan untuk menuju tempat wisata ini hanya ada satu jalan. Dan itupun dilalui oleh wisatawan untuk masuk dan keluar pantai. Sehingga tahun depan akan kita usulkan supaya jalan masuk dan keluar dari pantai bisa dipisahkan. Supaya tak ada kemacetan di saat hari libur sekolah seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pantai Karang Jahe Rembang Dipenuhi Wisatawan

Wisatawan tampak menikmati keindahan Pantai Karang Jahe sembari berteduh di bawah payung yang sudah disediakan oleh pengelola tempat wisata. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Wisatawan tampak menikmati keindahan Pantai Karang Jahe sembari berteduh di bawah payung yang sudah disediakan oleh pengelola tempat wisata. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ribuan wisatawan berkunjung ke Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang pada momen liburan panjang ini. Wisatawan tidak hanya berasal dari Rembang saja, namun, wisatawan luar kota, seperti halnya Pati, Kudus, Demak, Tuban dan Malang, juga banyak yang datang untuk menikmati liburan mereka di Pantai Karang Jahe.

Pada momen liburan Natal dan Tahun Baru ini, jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Karang Jahe juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dari pantuan MuriaNewsCom hari ini, Senin (26/12/2016) tampak antrean kendaraan yang akan masuk lokasi mengular hingga  dari jalur Pantura Rembang-Lasem.

Pengelola Wisata Pantai Karang Jahe Ali Musthofa mengatakan, meningkatnya jumlah wisatawan itu sudah terjadi  sejak sepekan lalu, saat mulai liburan sekolah. “Ramainya wisatawan ini mulai dari pekan lalu. Tak hanya dari Rembang, mereka juga banyak yang datang dari luar kota,” ujarnya.

Menurutnya, pada musim liburan ini setiap harinya wisatawan yang datang ke Pantai Karang Jahe bisa mencapai sekitar 10 ribu orang. Hal itu berbeda dengan hari biasa, yang jumlahnya sekitar seribu hingga 1.500 orang.

Untuk retribusi masuk ke Pantai Karang Jahe, pihaknya mengenakan biaya per kendaraan, bukan jumlah orang.Untuk kendaraan sepeda motor, dikenakan retribusi sebesar Rp 5 ribu, mobil pribadi Rp 10 ribu, travel, pikap atau carteran Rp 15 ribu. Sedangkan untuk bus kota atau truk sebesar Rp 25 ribu dan untuk bus besar Rp 50 ribu.”Untuk liburan sekolah seperti ini, setiap harinya diperkirakan ada sebanyak 2 ribu sepeda motor, 500 mobil, baik itu mobil pribadi atau bus dan lainnya,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Libur Panjang, Ribuan Wisatawan Serbu Pantai Karang Jahe Rembang

Ribuan wisatawan menikmati liburan panjangnya dengan berkunjung ke Pantai Karang Jahe Rembang, Jum'at (25/12/2015)

Ribuan wisatawan menikmati liburan panjangnya dengan berkunjung ke Pantai Karang Jahe Rembang, Jum’at (25/12/2015)

 

REMBANG – Ribuan wisatawan berkunjung ke Pantai Karang Jahe, Rembang pada momen liburan panjang ini. Sebagian besar pengunjung merupakan masyarakat dari wilayah Rembang sendiri.

Salah satu petugas di Pantai Karang Jahe Wahid memperkirakan, pengunjung pantai mencapai ribuan orang per hari karena libur panjang. Kalau akhir pekan, biasanya hanya mencapai ratusan pengunjung saja. Menurutnya, data terkait jumlah pengunjung pantai, saat ini belum bisa diketahui karena pengunjung hanya membayar parkir saja, belum ada karcis retribusi.

“Kalau jumlah totalnya tidak diketahui, karena belum ada karcis retribusi. Baru ada karcis parkir, jadi bayarnya hanya untuk parkir. Kira-kira sejak pagi tadi sampai sore sudah ada seribu lebih pengunjung,” ungkapnya ketika ditemui MuriaNewsCom, Jum’at (25/12/2015).

Sebagian besar pengunjung, lanjutnya, masih didominasi warga Rembang sendiri. Hal tersebut bisa diketahui dari plat sepeda motor maupun mobil yang terparkir. “Kalau pengunjungnya kebanyakan masih sekitaran Rembang, Pati dan Blora juga banyak yang datang,” tambahnya.

Salah satu pengunjung, Novendi (23) mengaku mengunjungi pantai yang berada di Desa Punjulharjo tersebut karena suka dengan keindahan pantai itu. “Pasir putih pantainya dan pohon cemaranya bagus,” kata pemuda asal Desa Tompomulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Meski ribuan orang memadati pantai Karang Jahe, namun pengunjung tidak akan berdesak-desakan lantaran bibir pantai panjang dan luas. Sejauh ini, para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai Karang Jahe dengan hanya membayar 3.000 untuk parkir sepeda motor atau 10.000 untuk mobil. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Musim Baratan, Sampah Kiriman Penuhi Bibir Pantai Karang Jahe Rembang

Musim baratan, sampah kiriman berdatangan di Pantai Karang Jahe Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Musim baratan, sampah kiriman berdatangan di Pantai Karang Jahe Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski setiap pagi dibersihkan namun sampah di bibir pantai Karang Jahe terus berdatangan. Lantaran sejak sepekan belakangan sudah memasuki musim baratan.

Salah satu petugas Pantai Karang Jahe, Wahid (35) mengatakan, sampah kiriman tersebut baru ada beberapa hari yang lalu. “Biasanya pantainya bersih, tidak ada sampah. Namun karena sudah memasuki musim baratan, jadi sampah-sampah dari luar daerah terbawa ke sini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, setiap pagi pihak pengelola pantai sudah menugaskan tiga orang untuk membersihkan sampah kiriman itu. Namun setiap siang hari, sampah kiriman pasti berdatangan. “Padahal sudah ada tiga orang yang membersihkan, tapi sampah kiriman terus berdatangan,” jelasnya.

Meski terdapat banyak sampah di tepian bibir pantai, namun para pengunjung tetap terlihat asyik bermain. Salah satunya, Tomo (30) warga desa Tompomulyo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Menurutnya, meski ada sampah, namun pesona Pantai Karang Jahe tidak berkurang.

Tomo yang berkunjung bersama keluarganya mengapresiasi langkah pengelola yang melakukan pembersihan sampah setiap pagi. “Ya, gimana lagi namanya juga sedang musim baratan. Setidaknya sudah ada upaya dari pengelola untuk membersihkan sampah yang berdatangan,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)