Fasilitas Permainan ATV di Pantai Karang Jahe Bakal Dibuatkan Tempat Khusus

Tampak salah satu pengunjung Pantai Karang Jahe sedang menikmati permainan ATV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Di antara fasilitas permainan yang terdapat di Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang, salah satunya adalah All Terrain Vehicle (ATV). Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, akan dengan mudah menikmati fasiltas tersebut.

Puluhan ATV yang disediakan oleh penyedia jasa penyewaan ATV dapat mudah ditemui. Sebab, lokasi penyewaannya saat ini berada di dekat pintu masuk lokasi wisata tersebut.

Namun demikian, rencananya, nantinya lokasi untuk fasilitas permainan ATV ini akan dibuatkan tempat khusus untuk pengelola pantai. Sebab, keberadaan lokasi yang digunakan untuk permainan ini saat ini terlalu dekat dengan pengunjung pantai yang sedang santai atau beristirahat duduk di pantai. Sehingga, dinilai cukup membahayakan.

Ubaidillah, salah satu perangkat Desa Punjulharjo mengatakan, sebenarnya tahun lalu permainan ATV berada di sebelah timur pintu masuk. “Namun lama kelamaan, jasa ATV itu semakin mendekat ke pintu masuk pantai. Terlebih mereka juga ingin mencari pelanggan atau konsumen,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihak desa yang saat ini menjadi pengelola pantai, akan membahasa mengenai keberadaan ATV tersebut. Rencananya, lokasi permainan ATV agar kembali ke tempat semula. Yaitu berada di sekitar 1 Km sebelah timur dari pintu masuk pantai.

Dirinya juga menyatakan, untuk saat ini, jumlah ATV yang tersedia jumlahnya sekitar 55 unit. “Kalau tahun tahun lalu hanya berjumlah sekitar 15 buah ATV. Namun semakin lama jumlah itu semakin banyak. Sekaran, ada 55 unit. Mungkin jumlah itu bisa bertambah, lantaran banyaknya peminat penyewa ATV,” ucapnya.

Terpisah, Handoyo, salah satu penyedia jasa penyewaan ATV mengatakan, pihaknya sengaja menyewakan jasanya dekat dengan pintu masuk,untuk mendekatkan diri dengan pengunjung wisata.

“Bilamana diletakan di sebelah timur pintu masuk, maka para pengunjung juga tidak akan tahu dengan permainan ini. Dan itupun nantinya akan mempersulit pengunjung untuk menyewanya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Dipadati Wisatawan, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang Kerahkan Puluhan Warga

 Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak macet, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak padat, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Jahe Rembang pada musim liburan ini, membuat pengelola tempat wisata tersebut harus menambah jumlah tenaga, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pengunjung.

“Musim liburan seperti ini, jumlah wisatawan di Pantai Karang Jahe meningkat drastis. Jika pada hari biasa, hanya sekitar seribu hingga 1.500 orang, pada liburan ini bisa mencapai sekitar 10 ribu orang per hari. Untuk itu, kita juga menambah tenaga,” ujar  Ali Musthofa, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang.

Untuk pengelola sendiri, katanya, diambilkan dari desa setempat, yakni Desa Punjulharjo. Sebab, lokasi Pantai Karang Jahe berada di desa tersebut. Setidaknya, untuk tambahan tenaga sekitar 75 orang. “Kalau hari biasa petugasnya hanya sekitar 15 orang saja, kini ada penambahan, menjadi 90 orang. Mereka bertugas sebagai pemantau wisata, petugas parkir, pengarah wisatawan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai fasilitas yang ada di Pantai Karang Jahe, pihaknya mengaku bahwa saat ini  masih banyak  yang harus dibenahi dan ditambah. Seperti halnya tempat parkir, jalan, MCK dan beberapa fasilitas lainnya.

Nantinya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembenahan, sehingga kedepannya bisa lebih maksimal. Untuk saat ini, fasilitas MCK atau kamar mandi hanya ada di satu titik saja. Sementara itu, lahan parkir bagi kendaraam pengunjung juga sangat terbatas.

“Untuk tahun depan, akan kita programkan lagi penambahan MCK, perluasan lahan parkir serta jalan. Sebab, selama ini jalan untuk menuju tempat wisata ini hanya ada satu jalan. Dan itupun dilalui oleh wisatawan untuk masuk dan keluar pantai. Sehingga tahun depan akan kita usulkan supaya jalan masuk dan keluar dari pantai bisa dipisahkan. Supaya tak ada kemacetan di saat hari libur sekolah seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polwan Cantik Ini Rela Punguti Sampah di Objek Wisata Karang Jahe Rembang

Polwan sedang memunguti sampah yang berserakan di objek wisata Karang Jahe Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

Polwan sedang memunguti sampah yang berserakan di objek wisata Karang Jahe Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Beberapa personel polisi wanita (polwan) terlihat memunguti sampah yang berserakan di kawasan wisata Karang Jahe Rembang. Mereka rela berpanas-panasan dan tak peduli tangan kotor.

Kapolres Rembang AKBP Suigarto menyampaikan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk revolusi mental. Apalagi, Polri sebagai pelopor tertib sosial di ruang publik , harus bisa memberi contoh kepada masyarakat.

“Dalam rangka merevolusi mental anggota, salah satunya dengan menerapkan program gerakan pungut sampah (GPS). Gerakan ini harus tertanam di jiwa para anggota Polres Rembang . Apabila anggota melihat , menemukan sampah, baik berupa apapun seperti, plastik, puntung rokok ataupun dedaunan yang kering diharuskan memungutnya dan kemudian memasukannya ke ke ranjang sampah,” ujar Kapolres.

Apalagi menurutnya, objek wisata pantai di Rembang saat libur panjang Lebaran tahunh ini , terdapat puluhan ribu pengunjung yang datang. Hal ini, katanya, berdampak terhadap adanya sampah yang berserakan di mana – mana .

“Untuk itu, kita berikan contoh kepada masyarakat untuk gerakan pungut sampah ini.  Program GPS ini, diharapkan akan membawa perubahan-perubahan pada diri anggota, yaitu untuk lebih tertib, bersih dan disiplin. Anggota yang semula acuh pada keadaan sekitar, perlahan akan menjadi peduli akan kondisi di sekitarnya,” ungkapnya.

Pihaknya selalu menekankan kepada anggota untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. “Sesama anggota harus bisa saling mengingatkan. Melalui gerakan pungut sampah ini, akan menumbuhkan sikap disiplin anggota dan kepekaannya terhadap apa yang ada di sekitar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono