Alamak, Terumbu Karang di Pantai Bondo Jepara Dijarah Pengusaha

Terumbu karang hasil tangkapan UD Sumber Rezeki saat tertangkap basah oleh kelompok pengawas masyarakat “Jinking” Desa Bondo. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Nelayan di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri dibuat berang dengan aktivitas penjarahan terumbu karang yang diduga dilakukan pengusaha yang bernaung di bawah Usaha Dagang (UD) Sumber Rezeki.

Selain merusak ekosistem laut, aktivitas tersebut sangat merugikan nelayan. Ini lantaran, terumbu karang yang diambil akan berdampak pada ikan-ikan kecil karena ekosistem rusak pasca penjarahan.

Nanang Cahyo Hadi, koordinator kelompok pengawas masyarakat “Jinking” Desa Bondo mengeluhkan hal tersebut pada awak media, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, warga nelayan di desa itu bingung dengan aktifitas yang telah berlangsung sejak lama tersebut.

“Kami nelayan disuruh menjaga kelestarian karang, namun disisi lain ada pengambilan karang yang dilakukan oleh sebuah usaha dagang (UD) Rejeki di kawasan kami. Namun saat kami tanyai orang yang beraktivitas mengambil karang, ternyata mereka mengantongi izin,” katanya. 

Ia mengungkapkan, pengambilan karang tersebut dilakukan secara tradisional menggunakan perahu kecil dan linggis. Setelah mengambil karang dari dalam laut, mereka lantas menaruhnya di dalam wadah.

Wadah yang digunakan juga dilengkapi dengan pelindung dari paparan sinar matahari. Hal itu dilakukan supaya terumbu karang tidak mati dan bisa digunakan. Ia pun menduga, terumbu karang tersebut akan dimanfaatkan sebagai penghias aquarium air asin.

“Saat mereka mengambil, lalu terumbu karang itu diwadahi ember yang diberi air agar tidak mati. Selain itu , ketika mengemas mereka juga menggunakan kotak dari gabus,” ungkap dia.

Nanang menyebutkan, pihaknya sempat menangkap basah aktifitas tersebut di perairan sekitar PLTU Tanjung Jati B dan Ujung Pantai Bondo. Hanya, ia tak bisa melakukan apa-apa karena UD tersebut bisa menunjukkan izin.

“Maka dari itu kami ingin kejelasan, apakah boleh mengambil karang sedangkan itu tempat berkembang biak ikan. Apalagi kami ingin menjadikan wilayah tersebut sebagai destinasi wisata bawah air,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Memagut Mentari ke Peraduan di Pantai Bondo

Suasana matahari tenggelam di Pantai Bondo Jepara yang begitu memikat hati. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bila berbicara wisata Jepara, pasti yang terbersit adalah pantai. Tentu saja, Kabupaten di utara Pulau Jawa ini memiliki deretan pantai yang menawan, dengan pasir putih dan ombak yang tenang. 

Oh iya, satu yang tak boleh terlewat adalah momen tenggelamnya matahari atau sunset. Satu tempat yang bisa menjadi pilihan untuk menikmatinya, adalah Pantai Bondo atau pantai Ombak Mati, yang terletak di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri.

Pantai berpasir putih itu, bisa ditempuh dengan berkendara motor atau mobil. Bagi yang belum pernah ke lokasi itu, jangan takut karena sign board telah terpasang. Pantai Bondo sendiri berada di deretan obyek wisata serupa, yakni Pantai Pailus dan Pantai Empurancak.

Sebelum ke obyek wisata, pelancong akan dimanja pemandangan pedesaan, lengkap dengan sawah padi yang menghijau. Ketika hendak memasuki lokasi, pengunjung akan diminta membeli karcis masuk sebesar Rp 2500, per orang.

Saat Lebaran seperti ini, pantai ini tentu saja dipadati pelancong. Namun tenang, banyak spot untuk menatap sunset di ufuk barat. 

Pengunjung Pantai Bondo asyik bermain dan berenang saat matahari mulai tenggelam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Bila mentari belum ke peraduan, pelancong bisa menyewa kano, ban atau menunggang kuda. Untuk tarifnya lumayan terjangkau, sewa ban hanya dengan Rp 5000. Untuk berkano pelancong cukup merogoh Rp 50.000 untuk durasi sejam, sementara untuk 30 menit ditawarkan Rp 30 ribu. 

Bila hendak berkuda, sekali putaran dikenai tarif Rp 30.000. Jika lapar atau haus, namun tak membawa bekal silakan mampir di warung-warung yang tersedia. Tapi ingat, jangan segan untuk bertanya berapa harga jajanan sebelum membeli.

Kalau itu tak cukup, tentu saja pengunjung bisa menceburkan diri di laut. Airnya tak terlalu dalam, namun tentu saja harus berhati-hati. Pengelola tempat telah menetapkan batas aman dengan bendera merah.

Pengunjung bisa menikmati jasa berkuda saat berlibur di Pantai Bondo. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Waktu yang tepat jika ingin ber-sunset adalah sore hari. Lokasi pantai bisa ditempuh sekitar 60 menit hingga 1,5 jam perjalanan dari pusat Kota Jepara, bergantung pada kepadatan lalulintas. 

Catat waktunya, matahari mulai terbenam di Pantai Bondo mulai pukul 17.00. Di waktu tersebut, bolehlah sekadar duduk memandang ke ufuk, atau berswafoto. 

Seperti yang dilakukan oleh Andi, warga Tahunan-Jepara. Sepulang kerja, ia mengaku menyempatkan diri ke lokasi itu. Menenteng sebuah kamera digital, ia banyak mengabadikan foto-foto berlatar matahari yang tenggelam.

“Sengaja menyempatkan waktu datang ke sini setelah bekerja,” katanya, Kamis (29/6//2017) sore.

Di liburan Lebaran seperti ini, pantai tersebut kerap kali menjadi spot yang menarik untuk dikunjungi. Bahkan hingga malam pukul 21.00. 

“Hari pertama Lebaran, sore harinya sudah mulai meningkat kunjungannya. Perkiraannya nanti hingga kupatan pasti akan ramai,” ucap seorang penjaga parkir di lokasi tersebut. 

Yang perlu diingat, ketika mengunjungi pantai tersebut adalah tak menyampah dan tetap mendampingi keselamatan putra-putri yang dibawa.

Editor : Ali Muntoha

 

Terungkap, Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Laut Bondo Jepara

Jenazah Munasir, warga Kragan Rembang terbujur kaku di kamar mayat RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jenazah Munasir, warga Kragan Rembang terbujur kaku di kamar mayat RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat laki-laki yang ditemukan Nurul Huda, nelayan warga Bondo Kabupaten Jepara, akhirnya diketahui identitasnya. Yaitu, Munasir, 38 tahun, warga RT 6/RW II, Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.

Munasir adalah warga Rembang yang diketahui hilang sudah tiga hari. Seperti yang disampaikan adiknya, Sartun. Munasir diidentifikasi berdasarkan jam tangan dan baju yang dikenakan.

”Itu kakak saya, bisa dilihat dari hidungnya, jam tangan, dan pakaiannya,” ujar Sartun, Jumat (6/5/2016)

Menurutnya, Munasir menghilang setelah diketahui berangkat melaut pada Senin 2 Mei lalu. Namun, pada hari itu tidak pulang. Kapal yang digunakan Munasir pulang sendiri.

”Diketahui hilang saat kapalnya pulang sendiri tidak ada orangnya. Kemudian dicari-cari tapi belum ketemu. Ada kabar kalau ditemukan mayat, lalu kami tindaklanjuti, ternyata benar ini kaka saya,” kata Sartun sedih.

Lebih lanjut dia menceritakan, begitu mendapat kabar ada penemuan mayat di perairan laut Jepara melalui layanan pesan singkat dari seorang nelayan Jepara. Sartun bergegas menuju kamar mayat RSUD Kartini untuk memastikan, bahwa mayat yang ditemukan itu adalah jasad kakaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemancing asal Bondo Jepara, Nurul Huda menemukan mayat yang terapung dengan posisi terbalik. Mendapati itu, Nurul segera meminta bantuan rekannya, sesama pemancing, untuk mengevakuasi mayat tersebut. Tiba di TPI Bondo, mayat itu langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Kartini Jepara.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Mayat Diduga Warga Rembang Ditemukan di Laut Bondo Jepara