Buka Pameran Seni Rupa, Bupati Sri Sumarni Dibikin Kaget dengan Dua Lukisan Ini

Bupati Sri Sumarni saat menghadiri pameran seni rupa di gedung Wisuda Budaya Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk pertama kalinya, komunitas seniman Grobogan menggelar acara pameran seni rupa di gedung Wisuda Budaya. Pameran yang diprakarsai pihak Kejakaan Negeri Grobogan dibuka Bupati Sri Sumarni, Rabu (15/3/2017).

Sejumlah pejabat hadir dalam kesempatan itu. Antara lain, Kajari Edi Handojo, Ketua DPRD Agus Siswanto, Kepala PN Hendral. Terlihat pula, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan mantan kapolres AKBP Agusman Gurning yang sebelumnya melangsungkan acara pisah sambut.

Usai acara peresmian yang ditandai pemotongan pita di depan pintu masuk, para pejabat diajak melihat puluhan lukisan hasil karya para seniman. Begitu masuk dalam gedung, ada satu lukisan yang masih ditutup tirai dari kain.

Pihak panitia meminta agar Sri Sumarni berkenan membuka tirai penutup tersebut. Begitu dibuka, terlihat sebuah lukisan seorang perempuan dan anak laki-laki berpakaian adat jawa. Setelah diperhatikan, Sri Sumarni sontak kaget sekaligus merasa senang.

Lho, jebule kok gambarku karo putuku (lho, ternyata lukisan diriku dengan cucu). Wah, bagus sekali hasil karyanya,” kata Sri sambil mengamati lukisan tersebut.

Setelah puas melihat lukisan ini, rombongan pejabat kemudian melanjutkan melihat koleksi lukisan lainnya. Tidak lama kemudian, suasana terdengar heboh karena Sri Sumarni dan para pejabat mendadak saling tertawa cukup keras.

“Wah, iki ono gambarku maneh (wah, ini ada lukisanku lagi),” ujar Sri sembari tertawa ketika melihat lukisan seorang perempuan berkacamata dan bekerudung merah itu.

Setelah berkeliling lokasi pameran, Sri menyatakan, hasil karya seniman Grobogan dinilai cukup bagus. Dia berharap, potensi para seniman ini bisa dimaksimalkan.

Pameran seni rupa rencananya akan digelar selama tiga hari, hingga 18 Maret mendatang. Dalam pameran tersebut, sedikitnya ada 70 lukisan yang dipajang. Selain itu, ada pula foto-foto kota Purwodadi tempo dulu yang juga dipajang dalam pameran tersebut.

“Jumlah lukisan ada 70 an dan dibikin oleh tujuh seniman. Kami merasa gembira dengan adanya pameran ini. Sebab, pameran ini bisa menjadikan kami makin bersemangat untuk berkarya,” cetus Kuncung, salah seorang seniman yang terlibat dalam pameran tersebut.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Produk UMKM Kudus Direncanakan Dipamerkan ke Mancanegara

Pelaku UMKM melakukan pameran produk yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku UMKM melakukan pameran produk yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus memberikan fasilitas kepada pengusaha Kudus guna memamerkan produknya ke tingkat yang lebih tinggi. Tak hanya lingkup Naisonal, namun juga pameran dipamerkan dalam skala internasional.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, barang dagangan yang dipamerkan merupakan produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tujuannya adalah menebalkan dan mempromosikan agar pengusaha di Kudus juga makin laku dan diketahui oleh dunia luas.

“Kami juga bertujuan tak hanya mengangkat dan memperkenalkan produk Kudus dalam skala nasional, tetapi juga ke lingkup lebih luas hingga ke mancanegara,” ungkapnya Kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa lokasi di kota besar sudah dibidik dan bebebepa lainnya sudah dilakukan pameran. Seperti halnya di Semarang, Jakarta, Yogyakarta dan Kudus, yang berakhir dengan sukses dan meriah.

Sedangkan salam waktu dekat, pemkab kembali menggiatkan hal yang sama. Rencananya, ajang serupa di pusat perbelanjaan Thamrin City Mall Jakarta Pusat, awal Desember 2016. Rangkaian terakhir road show dagang untuk memperkenalkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) digelar di Depo Pelita Mall Purwokerto, 8-11 Desember nanti.

Menurutnya, pameran di Jakarta akan diikuti 18 peserta dan di Purwokerto disiapkan 24 peserta untuk menjaring pembeli potensial di kawasan sekitar. Produk yang ditawarkan antara lain bordir, batik, hasil konveksi, jenang, dan kopi Muria. Upaya memperkenalkan produk unggulan Kudus tersebut telah dimulai dengan menggandeng Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dari 20 kabupaten di Jawa Tengah.

“Kami juga akan menampilkan kembali pameran dagang di Jakarta, 1-4 Desember nanti. Yang kami pamerkan seperti bordir, diharapkan bisa menarik minat para buyer dari berbagai kalangan,” katanya.

Tiap peseta bakal mendapatkan transportasi, penginapan selama pameran berlangsung, berikut stan. Sedangkan untuk pemilik ditugasi menghias stan semenarik mungkin. Dijelaskan, kegiatan ini adalah mempromosikan produk Kudus ke luar. Dengan total anggaran Rp 7 miliar. Jumlah itu untuk semuanya, termasuk pula dengan publikasi.

Kata dia, Kudus memiliki sentra bordir di sejumlah tempat. Seperti di Desa Padurenan dan Karangmalang Kecamatan Gebog, Desa Purwosari di kawasan perkotaan, serta Desa Peganjaran Kecamatan Bae. Kualitas kerajinan bordir asal Kudus dikenal sangat bagus. Perdagangan bordir juga dinilai lebih menjanjikan.  Maka tak salah jika produk bordir yang ditawarkan dalam pameran dagang di pusat ibukota itu sebagian besar menyasar kalangan menengah ke atas.

Transaksi dagang  bukan menjadi sasaran utama, Tetapi yang lebih penting adalah pascakegiatan itu, yakni menjadikan produk UMKM Kudus bisa lebih dikenal. “Kami juga menggandeng artis Ivan Gunawan atau Igun. Dia juga siap mempromosikan hasil karya Kudus ke jenjang yang jaug lebih tinggi lagi Seperti Miss Universe di Filipina,” paparnya.

Editor : Akrom Hazami

Minim Dana, Pengembangan Potensi Pemuda di Kudus Sulit Dimaksimalkan

Pameran produk pemuda dari 9 Kecamatan di Kudus diselenggarakan di halaman SD 1 dan 2 Dersalam mulai Sabtu (21/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pameran produk pemuda dari 9 Kecamatan di Kudus diselenggarakan di halaman SD 1 dan 2 Dersalam mulai Sabtu (21/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dalam upaya mengembangkan potensi pemuda di Kudus, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga banyak pemuda yang kurang maksimal dalam mengembangkan potensinya.

Kabid Pemuda pada Disdikpora Didik Hartoko mengatakan, pengembangan pemuda yang ada sekarang baru melalui kecamatan. Hal itu yang dapat dilakukan sekarang lantaran keterbatasan anggaran dalam menjalankannya.

”Jumlahnya sangat terbatas, sehingga untuk memfasilitasi semua pemuda di Kudus juga masih sangat kurang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Terkendala dana juga berdampak pada kegiatan yang dilakukan. Seperti pameran karya pemuda yang dilaksanakan. Pihaknya hanya mampu memfasilitasinya di Gedung Garuda yang terdapat di halaman SD 1 dan 2 Dersalam.

Padahal, seharusnya lokasi pameran diselenggarakan pada halaman yang luas dan dinikmati masyarakat banyak. Seperti Expo di Simpang Tujuh Alun-alun Kudus beberapa waktu yang lalu.

”Meski tidak semegah Expo, namun kami juga memamerkan produk yang berkualitas. Selain itu juga ada hiburan yang kami siapkan, yaitu Tongtek yang menjadi juara tingkah kabupaten,” imbuhnya.

Wahyu Aji, penjaga stand Undaan mengaku sangat senang dapat mengikuti hal semacam itu. Pihaknya berharap dapat dilakukan lebih besar lagi dan lebih ramai.

”Sudah ramai, adanya kegiatan ini dapat menampung kreativitas para pemuda,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pemuda di 9 Kecamatan di Kudus Ini Pamerkan Produknya Kepada Masyarakat

Pameran produk pemuda dari 9 Kecamatan di Kudus diselenggarakan di halaman SD 1 dan 2 Dersalam mulai Sabtu (21/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pameran produk pemuda dari 9 Kecamatan di Kudus diselenggarakan di halaman SD 1 dan 2 Dersalam mulai Sabtu (21/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejumlah pemuda dari sembilan kecamatan di Kudus, memamerkan produknya dalam kegiatan pameran hasil pemuda Kudus. Meski masih pemuda, namun karya yang dihasilkan patut diacungi jempol.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Disdikpora Kudus. Dalam kegiatan tersebut, para pemuda mewakili tiap kecamatan masing-masing dalam memamerkan produknya ke masyarakat luas.

Kabid Pemuda pada Disdikpora Didik Hartoko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan progam dinas. Tujuannya jelas untuk memamerkan kepada masyrakat luas, bahwa pemuda di Kudus juga sangat kreatif dan mudah untuk diberikan pelatihan dan pembinaan.

”Mereka adalah pembinaan dari dinas, jadi mereka yang kami pamerkan juga hasil karya pemuda dan dapat dicontoh oleh pemuda yang lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari, dimulai pada Sabtu (21/11/2015) hingga Minggu (22/11/2015). Selama dua hari, para peserta tidak risau untuk sepi lantaran panitia juga mengundang sejumlah sekolah untuk menyaksikannya.

”Cara ini dapat membantu mempromosikan hasil pemuda. Dan acara tersebut dapat dilakukan setiap tahun untuk kegiatan yang lebih besar lagi,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan dalam pameran tersebut diserbu sejumlah siswa yang datang. Mereka nampak antusias melihat karya pemuda dari sembilan kecamatan yang ada.

Seperti halnya Kaliwungu yang menampilkan teh herbal dan susu kambing. Untuk Kecamatan Dawe yang menampakkan bonsai, Undaan yang menampilkan kaligrafi serta produk kecantikan lain yang juga tidak kalah kreatif. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pameran di NTB, Pemkab Kudus Promosikan Jenang dan Konveksi

 UMKM konveksi asal Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, Pandawa juga ambil bagian pada pameran di Mataram. Pameran seperti ini akan mempermudah bagi UMKM untuk meningkatkan promosi dan memperluas jaringan pasar.

UMKM konveksi asal Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, Pandawa juga ambil bagian pada pameran di Mataram. Pameran seperti ini akan mempermudah bagi UMKM untuk meningkatkan promosi dan memperluas jaringan pasar.


KUDUS –
Jenang merupakan salah satu makanan khas Kudus yang sudah dikenal, baik di tingkat regional, maupun nasional. Meski demikian, promosi produk-produk ini harus tetap dilakukan. Sebab, persaingan di dunia bisnis makanan tradisional tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia yang kaya akan budaya, melahirkan beragam makanan khas dari masing-masing daerah.

Kerena itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM sering memfasilitasi produsen jenang di wilayahnya, untuk mengikuti pameran di tingkat nasional.

Seperti yang dilaksanakan pada 20 sampai 23 Agustus 2015 lalu. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus memberangkatkan Jenang Kenia, salah satu produsen jenang di Kudus, untuk mengikuti pameran di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada pameran yang bertajuk Pameran Koperasi, UMKM, dan PKBL tersebut, digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

Selain Jenang Kenia, Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus juga mengikutsertakan UMKM di bidang konveksi asal Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, yakni Pandawa. ”Dengan mengikuti pameran skala nasional ini, kami berharap UMKM di Kudus mampu memperluas pasar dan jaringan,” kata Bambang TW, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus.

Dia menjelaskan, fasilitas mengikuti pameran di Mataram ini memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga sudah mengacu pada regulasi penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, juga sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus Abi Wibowo menambahkan, banyak manfaat yang diperoleh peserta usai mengikuti pameran ini. Salah satunya mengenai packaging atau kemasan produk. ”Untuk bisa bersaing di pasaran, produk yang berkualitas juga harus ditunjang dengan kemasan yang menarik. Dengan demikian, pembeli akan mudah mengenali produk tersebut dan bisa menjadikan daya tarik tersendiri,” ucap Abi. (ADV)