Pameran UMKM Kudus di 4 Kota Besar Terancam Gagal

Pelaku UMKM mengikuti salah satu kegiatan pameran produk, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku UMKM mengikuti salah satu kegiatan pameran produk, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Pameran produk UMKM Kudus di empat kota besar, terancam gagal. Sebab sampai sekarang, belum menemukan lokasi penyelenggaraan yang strategis.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Dagsar) Kudus Sudiharti mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke beberapa lokasi yang diinginkan. Namun tempat itu sudah dipesan lebih dulu oleh pihak lain. “Kalaupun masih jalan, harus dilakukan pengecekan lokasi lainnya yang juga tidak kalah ramai. Sehingga, tujuan untuk mempromosikan perdagangan Kudus tidak hilang,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu

Kesiapan pameran tersebut, hingga kini masih dalam proses lelang. Padahal, rencananya kegiatan tersebut akan dilakukan mulai Oktober mendatang di empat kota besar.  Yaitu Semarang, Yogyakarta, Jakarta, dan Purwokerto. Kegiatan berjudul Sosialiasi,  Pengenalan Produk Perdagangan Kudus itu bakal berlangsung lama. Sebab, untuk tiap daerah akan berlangsung lima hari.

“Untuk peserta pameran kami lakukan seleksi. Jadi tidak semua yang mengajukan akan kami ajak. Sekarang ini juga masih dalam proses seleksi, dan bakal kami umumkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Tiap peserta bakal mendapatkan fasilitas transportasi, penginapan selama pameran dan stan. Peserta juga mendapat tugas menghias stan semenarik mungkin. Tujuan dari kegiatan ini adalah mempromosikan produk Kudus ke luar. Berbeda dengan pameran produk lainnya, kali ini semuanya berasal dari Kudus.

“Total anggaran Rp 7 miliar. Jumlah itu untuk semuanya, termasuk pula dengan publikasi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Lihat Pameran UMKM, Kepala BKP Jateng Acungkan Jempol

uplod jam 22 BKP acungkan jempol (e)

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jawa Tengah Withono (batik biru) sedang mengamati produk UMKM bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jawa Tengah Withono mengaku cukup bangga dengan banyaknya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Grobogan. Hal itu dilontarkan Withono saat mendampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni untuk melihat acara pameran produk UMKM yang dilangsungkan di halaman setda, Kamis (21/4/2016).

“Produk-produk yang dihasilkan UMKM dalam pameran ini cukup bagus. Dari kemasannya juga sudah baik dan menarik. Produk ini tampaknya sudah bisa bersaing dengan daerah lainnya,” katanya.

Dalam pameran tersebut tersedia 30 stan. Sebanyak 19 stan diperuntukkan untuk menggelar produk makanan dan minuman dari kecamatan. Sedangkan sisanya, diisi berbagai produk UMKM binaan Tim Penggerak PKK, Disperindag, Dharma Wanita dan beberapa organisasi lainnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, meski jumlah pelaku UMKM terus bertambah namun beberapa masalah klasik masih dialami para pengusaha tersebut. Salah satunya adalah soal pemasaran yang dinilai sebagian pengusaha sebagai permasalahan utama.

Menurutnya, jika selama ini masih banyak pelaku usaha yang memasarkan barangnya secara tradisional. Khususnya, pelaku usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah terobosan baru buat pengusaha tersebut agar memasarkan produknya dengan cara-cara yang lain dari biasanya.

“Soal pemasaran ini memang jadi masalah besar bagi kalangan UMKM di samping soal modal. Untuk itu, pemkab sudah pasti akan berusaha semaksimal mungkin membantu persoalan yang dihadapi pengusaha kecil ini,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami