Ngutil Pakaian di Matahari Kudus, Ibu Muda Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Barang bukti pakaian yang dicuri LK diamankan petugas Polsek Jati. (POLRES KUDUS)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang ibu muda berinisial LK (32), warga Kecamatan Jati terpaksa berurusan dengan polisi. Ia terbukti mencuri beberapa pakaian di Matahari Kudus Plaza lantai 2, Kamis (24/8/2017).

Tak tanggung-tanggung, dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan lima belas potong pakaian berbagai merek di mal yang berlokasi di Jl Lukmono Hadi.

Dikutip dari laman resmi Polres Kudus, aksi tersebut terjadi saat pelaku datang ke Matahari Plaza lantai 2 dan langsung memilih milih baju. Kemudian ia masuk ke kamar pas dan memasukkan baju tersebut ke dalam tas milik yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya pelaku berputar – putar lagi mencari baju lainnya dan kemudian berusaha melewati lantai 3 yg tidak ada securitynya.

Namun nahas, saat di depan bioskop pelaku di hampiri security yang merasa curiga. Ia pun kemudian dibawa ke pos satpam. Setelah digeledah, di tas pelaku ditemukan sebanyak 15 pakaian berbagai merk senilai Rp. 3.386.700. Atas barang bukti tersebut, pelaku akhirnya diamankan di Polsek Jati.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan, LK tertangkap basah melakukan pencurian. Atas tindakannya itu, ia dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

”Kami sudah mengamankan pelaku dan barang buktinya. Saat ini proses hukum sedang berlangsung,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Pj Bupati Blora Tetap Terapkan Perda pada Pedagang Pasar

Audiensi pedagang pasar menegani kesepakatan perda di rumah dinas Bupati Blora MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Audiensi pedagang pasar menegani kesepakatan perda di rumah dinas Bupati Blora MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Akhirnya menemui jalan tengah antara pedagang dan pejabat Bupati Blora Ihwan Sudrajat perihal pelaksanaan perda nomor 7 dan nomor 8 tahun 2010 serta perda nomor 3 tahun 2013. Pj Bupati Blora berhasil meyakinkan pedagang yang semula menolak dengan diterapkannya perda tersebut.

Dengan hitung-hitungan yang sistematis Pj Bupati menjelaskan kepada pedagang dalam penerapan perda merupakan hasil hitungan cermat guna menaikkan pendapatan asli daerah. ”Saya harus siap mengahadapi apapun, seperti menghadapi bapak saat ini. Karena saya tidak ada motif. Ini murni untuk Blora,” tegas Pj Bupati Ihwan Sudrajat dihadapan seluruh pedagang pasar saat audiensi di Pendapa Bupati Blora, Rabu (13/01/2016).

Sementara bagi pedagang yang masih belum bisa menerima putusan yang telah ditetapkan, Pj Bupati mempersilahkan untuk mengajukan ke pengadilan tata usaha negara.

Ihwan Sudrajat, menambahkan, dirinya akan tetap konsisten dalam menegakkan perda. Ia mengaku tidak akan bergeming sedikitpun, meski dihantam protes oleh para pedagang. Ihwan menegaskan, apa yang diupayakan adalah demi Blora yang lebih baik. ”Saya tidak ada apa-apanya, apa arti nama Ihwan Sudrajat sementara dengan ini kalian bisa ekspansi bisnis kemana-mana,” ujar Ihwan mencoba meyakinkan pedagang.

Dalam hitungan, bagi kios kelas satu Rp 15 ribu per meter, per bulan Rp 180 ribu, sehari Rp 500. Bagi kios kelas dua Rp 12 ribu per bulan sementara dalam satu tahun Rp 144 ribu berarti sehari cuman Rp 404. Sementara untuk pedagang kios kelas tiga Rp 120 ribu per tahun.

Sementara, dalam penyampaian Ihwan mengaku akan mengkaji retribusi bagi pedagang dengan kios di depan dan kios yang di belakang. ”Untuk zonasi akan kami kaji ulang. Bagi pedagang yang di depan dan yang di belakang kalau bayarnya sama berarti saya tidak punya otak,” kata Ihwan.

Hamzin, salah seorang pedagang Pasar Jepon yang menempati kios nomor 5 mengungkapkan pihaknya kini sepakat setelah mendapatkan penjelasan yang masuk akal dari Pj Bupati. ”Semula kami bukan tidak mau mentaati Perda, namun yang menjadi persoalan adalah kenapa naiknya berlipat. Tapi sekarang kami sudah paham dan mau menaati,” katanya.

Sementara dalam audiensi tersebut dihadiri kepala Disperindagkop Blora, Masykur juga dihadiri oleh pedagang Pasar Jepon, Pasar Kunduran juga dari Pasar Ngawen. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Pasar Mijen Direnovasi, Pedagang Keluhkan Sulitnya Jual Beli

Jalanan di sekitar pasar Mijen Kaliwungu menjadi macet karena para pembeli yang tidak memarkirkan kendaraan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Jalanan di sekitar pasar Mijen Kaliwungu menjadi macet karena para pembeli yang tidak memarkirkan kendaraan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Rencana renovasi pasar Mijen, Kecamatan Kaliwungu, disambut gembira oleh para pedagang dan pembeli di area sekitar. Menurut mereka, renovasi akan berdampak makin nyamannya kegiatan jual beli di pasar tradisional tersebut. Renovasi ini merupakan lanjutan renovasi sebelumnya yang dilakukan bertahap.

Sejak beberapa waktu lalu para pedagang yang lokasi kiosnya mendapatkan giliran renovasi, memindahkan dagangan di area luar pasar dengan membangun kios dadakan di lingkungan pasar.

Banyaknya kios yang berpindah ke jalanan sekitar pasar, membuat jalanan semakin padat dan ramai. Hal tersebut membuat kemacetan hampir setiap hari terutama pada pagi hari.

Fatimah, salah satu pedagang sembako yang kiosnya mendapat giliran renovasi mengatakan kemacetan membuat kegiatan jual beli menjadi sulit. Sebab kebanyakan kendaraan pembeli tidak dititipkan, lantaran kios bisa dijangkau dengan mudah.

”Para pembeli langsung membawa kendaraannya berupa sepeda atau motor saat membeli. Dan memarkirkan langsung di depan kios,” ujarnya.

Purwati, salah satu pembeli menyatakan dirinya memang sengaja tidak memarkirkan kendaraan ditempat penitipan, agar tidak perlu berjalan kaki dan membayar uang titipan.

”Karena banyak kios yang di luar jadi sekalian motor dibawa. Selain itu juga menghemat uang titipan dan lebih mudah saat membawa barang,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

23 Pasar Sudah Buka, Tapi Masih Sepi Pedagang

img_1091 ()KUDUS – Sejumlah 23 pasar di Kudus, sudah kembali di buka hari ini (19/7/2015). Namun, tak semua pedagang telah menjajakan barang dagangannya. Mereka memilih untuk libur dan menggunakan momen Lebaran di hari ketiga.

Seperti halnya yang nampak pada Pasar Mijen, Kaliwungu, dan Pasar Jember. Kendati sudah beroperasi seperti semula, namun pedagang tidak menempati kios untuk berjualan. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Bitingan dan Pasar Kliwon. Keduanya juga masih sepi dari aktivitas jual beli.

Evi, seorang pedagang di Pasar Kliwon mengaku masih belum membuka kiosnya. Sebab dia tidak ingin melepaskan momen Lebaran yang hanya terjadi setahun sekali.

“Mumpung masih Lebaran jadi masih di tutup. Beberapa hari lagi juga akan buka, sebab kalaupun buka juga masih sepi pembeli,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Selama dua hari Lebaran, Jumat hingga Sabtu kemarin, semua pasar tradisional di Kudus diliburkan. Hal itu dilakukan, guna memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk dapat menjalankan Hari Raya Idul Fitri.

Plt Kepala Dinas Perdagnagn dan Pengelolaan Pasar Sudiharti kepada MuriaNewsCom, mengatakan, semua pasar di Kudus baik pasar desa maupun pasar daerah sudah diinstruksikan untuk tutup.

Menurutnya, meski libur, namun petugas pengamanan pasar tetap siaga mengamankan pasar. Hal itu dilakukan untuk memberikan keamanan di pasar, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kasus kebakaran.

Kegiatan semacam itu, sudah berlangsung tiap tahun. Dan tiap tahun pula selalu berjalan dengan lancar. Karena tutup selama dua hari, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya dapat menyetok kebutuhan mereka selama dua hari.

Hal itu diminta, guna mengantisipasi kalau terjadi kebutuhan bahan pasar sepereti sayur dan sembako, karena pasar masih tutup. (FAISOL HADI/SUWOKO)

Antisipasi Kenaikan Harga, Pemkab Kudus Bakal Gelar Pasar Murah

Komisi B DPRD Provisdi Jateng melakukan sidak di Pasar Kliwon, Selasa (23/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

Komisi B DPRD Provisdi Jateng melakukan sidak di Pasar Kliwon, Selasa (23/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Untuk mengantisipasi naiknya harga menjelang Lebaran, Pemkab Kudus bakal menggelar pasar murah. Agenda tersebut dilakukan guna menekan kenaikan harga yang selalu terjadi setiap menghadapi Lebaran. Lanjutkan membaca

DPRD Jateng: 3 Bahan Pokok Ini Wajib Aman Hingga Lebaran

Komisi B DPRD Provisdi Jateng melakukan sidak di Pasar Kliwon, Selasa (23/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

Komisi B DPRD Provisdi Jateng melakukan sidak di Pasar Kliwon, Selasa (23/6/2015). (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Selama Ramadan hingga Lebaran nanti, tiga bahan pokok ini harus tetap tersedia untuk masyarakat. Bukan hanya teredia, melainkan juga harus memiliki harga yang terjangkau. Jika tidak, pemerintah berkewajiban menggelontor ketiga bahan yang wajib aman tersebut.

”Selama puasa hingga Lebaran, beras, minyak goreng dan gula selalu menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengamankannya. Dan pemerintah harus tegas mengontrol supaya masih tetap aman,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Provisdi Jateng Yuddi Sanjaya saat melakukan sidak di Pasar Kliwon, Selasa (23/6/2015).

Menurutnya, ketiga bahan tersebut kerap kali mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan sering kali dapat dipastikan ketika puasa. Dan harga akan terus menanjak hingga Lebaran tiba.

”Beras di Bulog harus siap dipakai dengan harga yang terjangkau. Jadi jika harga tidak terkontrol dapat dipakai, lalu pengawasan minyak dan gula juga harus terus menerus, supaya harga tetap stabil,” ujarnya. (FAISOL HADI/SUWOKO)