Sumur Tua Blora Dikelola Paguyuban, Efektifkah?

Sumur tua yang sampai saat ini masih aktif beroperasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sumur tua yang sampai saat ini masih aktif beroperasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Paguyuban dianggap lebih ideal dalam mengelola sumur tua di Blora. Hal ini dikarenakan dalam operasi pengusahaan sumur tua mengacu pada standar Pertamina. Selain itu, dari sisi kesejahteraan lebih terjamin, karena masyarakat yang notabene sebagai pekerja tambang langsung menerima upah dari hasil pekerjaanya.

Itu diungkapkan oleh Iffah Hermawati, Ketua Komisi C DPRD Blora. Menurutnya, antara paguyuban dengan BUMD/KUD sama bagusnya dalam mengelola sumur peninggalan Belanda itu. Selain itu, kontraktor juga memilki kewenangan dalam pengambilan sikap sebagai upaya optimalisasi sumur. Pihaknya juga mendorong dalam optimalisasi penglolaan sumur tua selama masih dalam koridor dan sesuai aturan. “Pengelolaan sumur tua oleh paguyuban lebih ideal bagi Pertamina,” kata Iffah.

Dalam pengelolaan sumur tua memang memerlukan biaya yang cukup tinggi, terutama dalam pengelolaan operasional. Kalaupun dari BUMD/KUD menghendaki untuk mengelola, menurut komisi yang membidangi pertambangan dan energi ini, maka harus menyediakan anggaran. Karena kalau menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sumur tua menurutnya sama halnya seperti makelar. “Selama ini BUMD/KUD menggandeng pihak ketiga,” tambahnya.

Hal itu, imbuh politisi Dermokrat, berbeda dengan paguyuban. Karena paguyuban menghimpun dana dari perorangan dan kelompok penambanguntuk melakukan pengelolaan. Sehingga, pendapatan yang diperoleh benar-benar bisa dinikmati oleh penambang.

Editor : Akrom Hazami

Ketua Paguyuban Karaoke Instruksikan PK untuk Kembali Bekerja

Salah seorang perempuan dari massa pengusaha karaoke tengah berbicara kepada petugas Satpol PP yang dibatasi dengan pagar Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah seorang perempuan dari massa pengusaha karaoke tengah berbicara kepada petugas Satpol PP yang dibatasi dengan pagar Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom,Pati – Ketua Paguyuban Karaoke Pati Heri Susanto menginstruksikan kepada seluruh pemandu karaoke (PK) untuk kembali bekerja seperti biasanya. Hal itu dikatakan Heri, sebelum massa membubarkan diri usai menggelar demo di depan Kantor Pemkab Pati.

“Jadi, saya harap saat ini kalian bisa kembali ke tempat untuk bekerja. Pulang dan jangan anarkis di jalan. Jangan ada blayer-blayer motor,” pesan Heri kepada massa dari pihak pengusaha karaoke.

Heri juga mengklaim, bahwa pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Pemkab Pati, di mana hasil keputusan tersebut, di antaranya tidak ada penyegelan terlebih dahulu.

“Hari ini kita sudah berembug bersama dengan pihak pemda, yang mana keputusannya tidak ada operasi penyegelan terlebih dahulu,” tutur Heri di hadapan massa.

Seperti diberitakan sebelumnya, eksekusi yang mestinya dijalankan pemerintah saat ini, dibatalkan dengan alasan keamanan. Karena itu, pemda saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait dengan polemik yang tak ada ujungnya tersebut.

Editor : Kholistiono 

Paguyuban Pedagang Wergu Wetan Antusias Lakukan Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Salah satu anggota paguyuban PKL Kelurahan Wergu Wetan Suwarno mengakui, saat ini anggotanya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mensukseskan pembangunan desa Wergu Wetan. Khususnya di bidang kegiatan Agustusan.

”Kami senang, sebab paguyuban kami digandeng oleh pemerintah terkait. Dengan begitu, kami merasa dihargai dan dipercaya untuk diikutsertakan dalam persiapan kegiatan hari kemerdekaan RI mendatang,” kata Suwarno.

Selain itu, lanjut Suwarno, pihaknya ikut merasa memiliki wilayah Wergu Wetan. Meskipun berdomisili di Mlati Norowito, namun ia bekerja sebagai pedagang di kawasan GOR tersebut.

Hal senada juga diiyakan oleh ketua paguyuban ruko (rumah toko) Wergu Wetan Suroso yang juga sebagaiu lurah. Dia berkata, yang penting semua elemen harus bisa dirangkul. Supaya mereka bisa ikut berkontribusi.

”Meskipun hanya mempersiapkan fasilitas maupun kebersihan menjelang Agustusan, secara tidak langsung mereka bisa seguyup dengan warga setempat. Sehingga kerukunan antar warga dan para pedagang  berjalan harmonis,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

GOR Wergu Wetan Jadi Prioritas Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Lurah Wergu Wetan Suroso mengatakan, dengan kerja sama yang dilakukan pemerintah desa dengan beberapa paguyuban secara gotong royong, mampu menciptakan lingkungan kelurahan yang berpenduduk 5200 jiwa, 23 RT dan 5 RW tersebut lebih tertata dan bersih.

”Adapun yang menjadi prioritas kebersihan yaitu di lingkungan GOR, Jalan poros utama menuju GOR, dan sekitarnya,” katanya.

Selain menjalankan kegiatan bersih lingkungan, mereka juga merapikan standnya masing-masing. Sehingga disaat pelaksanaan kegiatan Agustusan semua PKL di lingkungan GOR nampak rapi. Baik stand yang ada di belakang Taman Krida, maupun yang ada di GOR.

”Kami himbau, kepada seluruh warga dan pelaku usaha di Wergu Wetan juga harus ikut menjaga keindahan, ketertiban, dan kemanan selama keramaian berlangsung,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya berserta jajaran Kelurahan Wergu Wetan mengkondisikan hal itu sedini mungkin. Supaya mereka bisa saling berkontribusi. ”Bila paguyuban dan masyarakat kompak, maka pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat mudah dijalankan. Sebab pembangunan yang paling mendasar, ialah di bidang pemberdayaan masyarakat. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

 

Sambut Agustusan, Gandeng Paguyuban Ciptakan Kebersihan

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Menjelang hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia mendatang, saat ini Pemerintah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, gencar menggandeng beberapa paguyuban untuk melakukan kegiatan.

Hal itu dilakukan lantaran ingin menciptakan wilayah yang indah dan bersih. Karena wilayah tersebut selalu menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan kegiatan Agustusan.

Lurah Wergu Wetan Suroso menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan paguyuban di wilayah tersebut. Di antaranya paguyuban ruko (rumah toko) Suka Maju, dan paguyuban PKL GOR. Kerja sama tersebut untuk mengkoordinasi tiap anggotanya melakukan kebersihan lingkungan, penerapan bendera dan umbul-umbul dalam memeriahkan pesta kemerdekaan di wilayah Weryu Wetan.

”Kami akui, untuk mengatur wilayah di perkotaan harus dengan pendekatan persusif. Yaitu melibatkan organisasi, atau paguyuban yang ada. Sebab jika menggantungkan lingkungan RT maupun RW, maka akan kewalahan. Sebab masyarakat yang bertempat tinggal maupun yang memiliki usaha di wilayah Wergu Wetan, berasal dari berbagai desa di Kudus,” paparnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).