Laskar Brotoseno Tak Ingin Warga Luar Rembang Ikut Campur Terkait Keberadaan Pabrik Semen

Warga yang tergabung dalam Laskar Brotoseno melakukan aksi dukungan untuk pabrik semen di Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Laskar Brotoseno Ahmah Akhid meminta, agar warga dari luar Rembang tidak terlalu banyak ikut campur mengenai pembangunan pabrik semen yang ada di Rembang. Hal itu, menurutnya, yang kontra pabrik semen selama ini justru bukan dari warga Rembang, tapi dari luar daerah.

“Saya tak rela jika ada orang dari luar  wilayah ingin mencampuri urusan Rembang. Seperti halnya Gunretno. Dia kan nota benenya orang Pati, mengapa ikut campur di Rembang?” kata  Akhid.

Terkait dengan hal ini, pihaknya juga mengaku siap untuk menghadang LSM atau warga dari luar wilayah yang kontra dengan pabrik semen, jika melakukan aksi di Rembang.

“Laskar Brotoseno asli warga Rembang, dan kami siap menghadang mereka yang dari luar Rembang. Sebab, selama ini banyak tambang illegal di Rembang tak didemo, dan mengapa PT. Semen Indonesia milik negara malah didemo, itukan aneh,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya juga menyebut jika tokoh Rembang Kiai Maimoen Zubair mendukung keberadaan pabrik semen, karen dinilai akan memberikan kemanfaatan terhadap warga.

Sebelumnya, juga ada Forum Masayarakat Madani Rembang (FMMR) yang menyatakan sikap, jika ada seseorang dari luar Rembang yang menggelar aksi menolak pabrik semen di wilayah Rembang. FMMR secara tegas akan mengusir bagi mereka yang berasal dari luar Rembang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk menolak pabrik semen.

Ketua FMMR Joemali mengatakan, jika ada warga luar Rembang yang menggelar aksi di Rembang dan mengatasnamakan warga Rembang, maka akan diusir. “Mereka itu bisa memperkeruh suasana yang ada di Rembang. Selain itu, mereka juga membuat resah warga Pribumi Rembang,” katanya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan organisasi lainnya terkait hal ini. Ditegaskannya, pihaknya akan menjaga Rembang dari oknum-oknum dari luar Rembang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk memprovokasi, membuat resah dengan dalih pabrik semen akan mengganggu Rembang.

Editor : Kholistiono

Bupati Tegaskan Keberadaan Pabrik Semen Membawa Manfaat Bagi Warga Rembang

Komisi IV DPR RI saat melakukan kunjungan ke pabrik semen di Rembang, Kamis (13/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo bersama beberapa anggotanya mengunjungi pabrik semen di Rembang, Kamis (13/4/2017). Bupati Rembang Abdul Hafidz juga turut hadir dalam kesempatan itu.

Di hadapan anggota Komisi IV DPR RI, Hafidz menyampaikan mengenai kondisi di Rembang terkait warga yang pro dan kontra pabrik semen. Meski ada yang pro dan kontra, namun hal itu tidak sampai menimbulkan adu fisik.

Bupati juga menyanyangkan adanya informasi yang beredar di media sosial atau televise, bahwa keberadaan pabrik semen akan mematikan warga Rembang. Justru menurutnya, adanya pabrik semen akan memberikan manfaat besar bagi warga Rembang.

“Kalau di Rembang ini sebenarnya kondusif, tak ada gesekan fisik antara yang pro dan kontra. Kalau ada perbedaan jelas ada, tapi tidak sampai adu fisik lah. Mayoritas warga di Rembang juga setuju adanya pabrik semen,” ungkapnya.

Bukan hanya itu saja, dirinya juga menyanyangkan ada pihak tertentu yang beberapa waktu lalu sempat ada pembakaran musala dan peralatan ibadah di area pabrik semen. “Ini menyesatkan. Peralatan ibadah, seperti mukena dan juga Alquran telah disimpan baik oleh aparatur hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, pihaknya sengaja datang ke lokasi pabrik semen di Rembang, untuk melihat langsung kondisi yang ada di lapangan.

“Saya percaya warga Rembang setuju adanya pembangunan pabrik semen ini. Hanya saja, keberadaan pabrik ini juga harus bisa bermanfaat bagi warga Rembang, baik saat mulai pembangunan hingga nanti  kedepannya,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Komisi IV DPR RI di antaranya yakni Herman Khoeron (Wakil Ketua Komisi IV/ F. PD), Viva Yoga Mauladi (Wakil Ketua Komisi IV/ F. PAN), Daniel Johan (Wakil Ketua Komisi IV/ F. PKB), Sudin (anggota/ F. PDIP) Ono Surono, (anggota/ F. PDIP) Ichsan Firdaus (anggota/ F. PG), Darori Wonodipuro, (anggota/ F. P Gerindra) dan lainnya.

Dirut PT. Semen Indonesia Rizkan Candra mengatakan, sebenarnya pabrik semen siap operasi, siap memberikan nilai kepada Rembang, siap memberikan manfaat bagi warga Rembang, dan umumnya pada Indonesia.

Sementara itu, saat proses diskusi berlangsung, ratusan pendukung pabrik semen yang tergabung dalam Laskar Brotoseno melakukan aksi di area pabrik semen. Mereka berorasi mendukung berdiri dan beroperasinya pabrik semen di Rembang.

Tak hanya berorasi, ratusan warga yang berasal dari desa di Ring 1 pabrik semen juga membawa poster dengan beragam tulisan. Tulisan itu ada yang mengecam Teten Masduki, Kepala Kantor Staf Kepresidenan yang telah mengeluarkan hasil KLHS pabrik semen. Kemudian, ada pula tulisan yang meminta Gunretno, yang nota bene warga luar Rembang untuk tidak selalu mencampuri urusan warga Rembang.

Editor : Kholistiono

Rembang Pecahkan Rekor MURI untuk Tanda Tangan Terbanyak

Tokoh Laskar Brotoseno Dwi Joko Supriyanto (kiri) menerima penghargaan dari Majaner Eksekutif MURI Sri Widayati di Lapangan Tegaldowo, Gunem, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kabupaten Rembang kembali memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk tanda tangan terbanyak. Rekor tersebut terpecahkan dengan kehadiran lebih 3 ribu orang yang membubuhkan tanda tangan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Laskar Brotoseno ini, dilakukan di tepi embung Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, pada Jumat (7/4/2017). Kegiatan yang juga didukung PT Semen Indonesia ini, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia.

Dalam kesempatan ini, para peserta yang hadir juga mengikuti kegiatan jalan sehat sejauh lebih kurang 5 Kilometer yang dimulai dari Embung Tegaldowo hingga lapangan desa setempat.

Tokoh Laskar Brotoseno Dwi Joko Supriyanto mengatakan, pembuatan tanda tangan oleh 3 ribu peserta ini nantinya akan dikirimkan ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Adapun tujuannya  ini memang sebagai simbol, bahwa warga yang berada di Ring 1 pabrik semen dan sekitarnya mendukung beroperasinya pabrik semen di Rembang,”katanya.

Selain warga, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Bayu Andriyanto, Kepala DKK Ali Shofii dan jajaran pemerintahan lainnya juga mengikuti acara itu.

Tak hanya memprakarsai tanda tangan, laskar Brotoseno juga memeriahkan acara jalan sehat  dengan memberikan ratusan hadiah menarik kepada peserta. Baik mulai dari perlengkapan rumah tangga dan lainnya.

Sementara itu, Majaner Eksekutif MURI Sri Widayati mengatakan, ada empat kriteria untuk bisa dicatatkan di MURI. Yakni PPUL atau pertama, paling, unik, dan langka. “Hingga sekarang kita sudah mencatat sebanyak 7.800 rekor. Salah satu yakni Rembang. Di antaranya yaitu  makan olahan ikan terbanyak sebanyak 17 ribu, pemakaian hijab terbanyak, menulis harapan atau cita cita di Balai Kartini oleh siswa terbanyak. Dan yang saat ini, yakni tanda tangan terbanyak sebanyak 3 ribu orang,” paparnya.

Editor : Kholistiono

FMMR Bakal Usir Pendemo dari Luar Daerah yang Lakukan Aksi di Rembang Tolak Pabrik Semen

Ketua Forum Masyarakat Madani Rembang (FMMR) Joemali (berpeci) saat membacakan press release di depan awak media, Selasa (4/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Forum Masayarakat Madani Rembang (FMMR) bakal mengambil sikap jika ada seseorang dari luar Rembang yang menggelar aksi menolak pabrik semen di wilayah Rembang. FMMR secara tegas akan mengusir bagi mereka yang berasal dari luar Rembang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk menolak pabrik semen.

Ketua FMMR Joemali mengatakan, jika ada warga luar Rembang yang menggelar aksi di Rembang dan mengatasnamakan warga Rembang, maka akan diusir. “Mereka itu bisa memperkeruh suasana yang ada di Rembang. Selain itu, mereka juga membuat resah warga Pribumi Rembang,” katanya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan organisasi lainnya terkait hal ini. Ditegaskannya, pihaknya akan menjaga Rembang dari oknum-oknum dari luar Rembang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk memprovokasi, membuat resah dengan dalih pabrik semen akan mengganggu Rembang.

Ia juga berharap, supaya pemerintah bisa cepat mengoperasikan pabrik Semen di Rembang. Menurutnya, dengan adanya PT Semen Indonesia di Rembang ini, bisa memutus kemiskinan dan bisa memutar roda ekonomi yang ada di Rembang.

“Pabrik itu bukan hanya bisa menghidupi para pekerja. Namun juga bisa memutus mata rantai kemiskinan yang ada di Rembang. Selain itu juga bisa menaikkan ekonomi warga Rembang umumnya,” katanya.

FMMR juga menunut, supaya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai dengan objektif tanpa adanya intervensi pihak asing.

Dia menambahkan, menurut kajian berbagai pakar, bahwa tidak ada indikasi keberadaan aliran sumber air bawah tanah di dalam cekungan air tanah (CAT) Watu Putih di Rembang.”Sementara itu, berdasarkan kajian, CAT Watu Putih sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) bukan wilayah terlarang untuk segala aktivitas pertambangan. Sehingga PT Semen Indonesia tidak melanggar aturan dan warga Rembang juga mendukung itu. Sebab kita warga Rembang, murni,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Soal Pabrik Semen, Bupati Rembang : Warga di Sini Kondusif, yang Ramai Menolak Malah Warga Luar Daerah

Pabrik Semen Indonesia yang berada di Rembang hampir siap untuk beroperasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui, bahwa ada perbedaan pendapat terkait adanya pendirian pabrik semen di Rembang. Namun pihaknya menegaskan, jika kondisi di Rembang kondusif.

Terkait hal ini, bupati juga menyanyangkan adanya informasi yang beredar di media sosial yang menggambarkan seolah di Rembang terjadi penolakan yang luar biasa terkait adanya pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

“Informasi dari media sosial yang tidak akurat menimbulkan citra buruk bagi dunia investasi di Rembang. Sehingga, seakan-akan kesannya terjadi pro dan kontra yang luar biasa di kalangan masyarakat. Padahal yang ramai komplain justru banyak dari orang luar Rembang,” katanya.

Katanya, beberapa waktu yang lalu sempat ada beberapa pejabat tingkat pusat datang ke Rembang, di antaranya Komnas Perlindungan Perempuan, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), perwakilan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan hingga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Mereka justru merasa kaget, ternyata kondisi di Rembang kondusif, tidak seperti yang menjadi bahan pemberitaan selama ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Bulu Suswantoro mengatakan,bahwa warga ring 1 sekitar pabrik semen, terutama Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, agar bisa mewaspadai kelompok luar daerah yang ingin menggagalkan beroperasinya pabrik semen.

“PT Semen Indonesia sebagai BUMN harus dikawal bersama. Apalagi pabrik semen senilai Rp 4,6 triliun di tengah hutan perbatasan Kecamatan Gunem dengan Kecamatan Bulu tersebut sudah memasuki uji coba dan siap memproduksi semen. Jangan sampai ada orang luar masuk, kemudian memancing provokasi serta memperkeruh suasana,” ucapnya.

Dia melanjutkan, warga di ring 1 agar tetap tenang, bisa bijak menyikapi informasi yang ada dan tidak terprovokasi oleh orang-orang yang tak ingin Rembang menjadi tidak kondusif.

Sementara itu, salah satu warga Desa Tegaldowo yang menolak pabrik semen, Sukinah, mengatakan, kalaupun ada aksi, akan lebih banyak berlangsung di Jakarta mapun semarang. Sebab di sana, ada pejabat yang berwenang.

Editor : Kholistiono

Komnas Perempuan Kawal Prosesi Pemakaman Patmi di Larangan Pati

Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni saat menghadiri prosesi pemakaman Patmi di Desa Larangan, Tambakromo, Pati, Selasa (22/3/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Budi Wahyuni menghadiri prosesi pemakaman Patmi, warga Desa Larangan, Tambakromo, Pati yang meninggal dunia saat mengikuti aksi cor kaki bertajuk “Dipasung Semen” di Jakarta. Prosesi pemakaman dilakukan pada Selasa (21/3/2017) pukul 21.30 WIB.

“Kebetulan saya sedang ada tugas di Kudus. Dapat kabar kalau ada salah satu teman yang ikut ‘nyemen’, sesuai koordinasi dari kantor, saya sampai di rumah duka sekitar pukul 15.15 WIB,” ujar Wahyuni kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, tragedi Patmi menjadi potret perempuan yang berupaya memperjuangkan hak-hak asasinya. Patmi ingin memastikan bahwa lingkungan harus terjaga dengan baik untuk anak cucunya. Aksi itu sering dilakukan Patmi.

“Aksi untuk mengecor kaki sebagai suatu gambaran, jalan yang ditempuh memang seperti itu. Sebetulnya, aksi itu tidak dilakukan bila direspons pemerintah dengan baik,” tuturnya.

Baca juga : Tiba di Pati, Jenazah Patmi Langsung Dikebumikan Malam Hari
Karena itu, ia berharap agar negara hadir dan mendengarkan suara para perempuan yang ingin lingkungannya terjaga dari eksploitasi pabrik semen. Negara diharapkan hadir sehingga tidak ada Patmi-Patmi lainnya di masa mendatang.

Menurutnya, perjuangan Patmi menjadi salah satu potret perjuangan perempuan yang ingin lingkungannya tidak rusak, karena memikirkan anak cucunya di masa mendatang. “Beliau-beliau ini yakin sekali bahwa kerusakan lingkungan tidak tergantikan. Saya justru banyak belajar dari mereka akan perjuangan para perempuan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Tiba di Pati, Jenazah Patmi Langsung Dikebumikan Malam Hari

Jenazah Patmi saat akan dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Larangan, Tambakromo, Pati, Selasa (21/3/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jenazah Patmi (48), salah satu peserta aksi cor kaki dalam aksi “Dipasung Semen” di Jakarta, tiba di rumah duka Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati, Selasa (21/3/2017) pukul 20.30 WIB.

Sejumlah ucapan duka cita muncul dari berbagai pihak. Salah satuya, Kepala Staf Kepresidenan RI, Deputi V Kantor Staf Presiden RI, Walhi Foundation, Komnas Perempuan, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Ratusan peziarah terlihat memadati rumah duka. Usai didoakan, jenazah langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat sekitar pukul 21.30 WIB.

“Ibu Patmi ikut berjuang menyelamatkan pegunungan Kendeng. Tidak hanya di wilayah Pati dan Rembang, Ibu Patmi selalu aktif ikut berjuang di wilayah Kendeng Utara. Sampai nyusul ikut nyemen kaki,” ungkap Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno, usai mengawal jenazah Patmi dari Jakarta hingga Pati.

Saat itu, banyak tim dokter yang aktif memeriksa para peserta yang mengecor kaki. Patmi disebut Gunretno paling sehat di antara para peserta. Setelah beberapa hari di Jakarta, Patmi berniat pulang ke Pati.

Namun, Patmi yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini tiba-tiba mengalami sakit. “Ya batuk-batuk begitu, tidak lama akhirnya meninggal dunia. Saya sudah tanya kepada pihak keluarga, Patmi berangkat ke Jakarta pamit untuk memperjuangkan Pegunungan Kendeng dari rencana pendirian pabrik semen,” tuturnya.

Tim medis menyatakan, Patmi meninggal dunia karena serangan jantung. Namun, sebagian orang menyebut, Patmi terkena angin duduk, sebuah kondisi yang ditandai nyeri pada dada akibat otot-otot jantung kurang mendapatkan pasokan oksigen.

Editor : Kholistiono

Kepala Balai ESDM Kendeng Selatan Heran Keberadaan Pabrik Semen Dipermasalahkan, Padahal Tambang Liar Dibiarkan

Kepala Balai Energi Sumber Daya Mineral Wilayah Kendeng Selatan, Agus Sugiharto (tenga). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Balai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Agus Sugiharto mengaku cukup heran dengan keberadaan pabrik semen di Rembang yang dipermasalahkan sebagian warga. Padahal menurutnya, keberadaan tambang di Rembang juga cukup banyak, namun, hal itu tidak permasalahkan.

Dirinya menyampaikan, jika yang dipermasalahkan adalah berkurangnya sumber air, hal itu menurutnya kurang tepat. Seperti halnya di Kecamatan Sale, yang disebut-sebut mengalami penurunan, oleh pegiat lingkungan.

“Data terbaru menunjukkan, debit air mencapai 870 liter per detik. Padahal kalau dibandingkan dengan era tahun 1998 silam, debit air sumber Semen kala itu hanya berkisar antara 500 – 600 liter per detik. Artinya, debit air di lokasi tersebut justru mengalami kenaikan. Padahal tak jauh dari sumber air, cukup banyak pelaku usaha tambang beroperasi. Selama ini relatif aman – aman saja, hampir belum pernah terdengar gejolak masyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan fakta menarik, terkait keberadaan usaha tambang di Kecamatan Sale. Dirinya menyebut ada pemain – pemain besar, seperti PT. Sinar Asia Fortuna (SAF) yang beroperasi mulai tahun 1995, kemudian PT. ICCI serta belasan penambang lainnya. Total ada 19 penambang resmi, menggarap area seluas 281 hektare.

Belum lagi aktivitas tambang liar, yang katanya, terpantau puluhan titik. Ia sendiri merasa heran, kenapa saat perusahaan semen sekelas PT. Semen Indonesia masuk ke Kabupaten Rembang, langsung menuai komplain, padahal mereka belum beroperasi.

“Saya heran sekali dengan masalah ini. Semenjak PT. Semen Indonesia masuk di Rembang, jutsru menuai polemik. Saat ini juga PT. SI sudah melakukan berbagai upaya. Yakni membangun embung, membuatkan warga aliran air,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah asal Kecamatan Lasem, Rembang, Abdul Aziz mengutarakan, bahwa nantinya setelah sektor pertambangan ditangani Provinsi Jawa Tengah, maka ke depan harus lebih greget.

“Khususnya Balai ESDM Wilayah Kendeng Selatan yang berkantor di Blora. Mulai melakukan pengawasan sumber air akibat dampak pertambangan, serta yang jauh lebih penting adalah penindakan tambang liar. Sebab kalau dibiarkan, lambat laun akan menjamur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pabrik Semen di Rembang Siap Beroperasi April 2017

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat berkunjung ke pabrik semen di Rembang kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memastikan pabrik semen di Rembang siap beroperasi pada April 2017. Peresmiannya sendiri, direncanakan akan dilakukan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Rini Soemarno saat mengunjungi lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia, yang berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jumat (17/3/2017).

Rini menyatakan, seluruh izin terkait keberadaan pabrik semen berkapasitas tiga juta ton per tahun itu sudah hampir rampung. Peresmian pabrik hanya tinggal menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang akan diumumkan presiden Jokowi. “Peresmiannya harus menunggu KLHS dahulu, kita harapkan memang (KLHS) di April ini selesai,” ujarnya.

Sejak awal, pihaknya menegaskan telah berkomitmen, bahwa keberadaan pabrik semen milik negara tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang besar. Tujuannya agar puluhan ribu warga sekitar bisa lebih sejahtera baik sebelum maupun sesudah pabrik beroperasi.

“Saat ini juga telah dirasakan. Jadi kami bukan hanya dari Semen Indonesia, tapi perusahaan BUMN ingin membuat program yang dapat mensejahterakan warga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rini juga melakukan dialog dengan warga di lingkungan lingkaran satu pabrik, yakni Desa Timbrangan, Kajar, Tegaldowo, Pasucen, dan Kadiwono. Dirinya menyebut, jika mayoritas warga sekitar pabrik sangat mendukung keberadaan pabrik milik PT Semen Indonesia itu.

“Saya sangat senang sudah dapat berkomunikasi dengan kepala desa dan warga di lingkungan lingkaran satu ini. Mereka warga lima desa sangat mendukung, mungkin lima persen yang dikatakan kurang mendukung dan ini tentunya harus kita carikan solusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, warganya menyatakan dukungannya atas berdirinya pabrik semen. Ia mencatat, hanya ada sekitar lima persen warga yang belum memberikan dukungan terhadap berdirinya pabrik.

“Kami akan mnghormati terhadap warga yang kebetulan masih belum mendukung berdirinya pabrik semen. Sejauh ini, multi efek pembangunan pabrik semen sudah positif kami rasakan,” paparnya.

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Cium Aroma Persaingan di Balik Penolakan Pabrik Semen di Rembang

Anggota Komisi D DPRD Jateng saat melihat maket pabrik semen di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke pabrik semen di Rembang pada Rabu (15/3/2017). Dalam kunjungannya itu, mereka mendorong agar PT Semen Indonesia tetap berjalan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Mustolih, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Dirinya menyampaikan, jika proyek pabrik semen yang telah menyedot dana Rp 4,6 Triliun harus tetap berjalan.

“Jika muncul pro kontra, pihak PT Semen Indonesia jangan menyerah. Harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat ke depannya seperti apa. Yang jelas, PT. Semen Indonesia selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak boleh kalah dengan pabrik semen swasta,” katanya.

Bahkan menurut Mustolih, dirinya mencium adanya aroma persaingan antarpabrik semen di balik penolakan PT Semen Indonesia yang melakukan ekspansi di Kabupaten Rembang.

Kartina Sukowati, anggota Komisi D DPRD Jateng lainnya menyampaikan, jika masyarakat yang menolak kebanyakan khawatir dan mempermasalahkan sumber air akan menurun jika pabrik semen beroperasi.Untuk itu, hal tersebut harus diperjelas dan dirinya menyarankan agar PT Semen Indonesia menggunakan air permukaan, dibandingkan menyedot air bawah tanah.

Hal senada juga disampaikan Samirun, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, PT Semen Indonesia tidak hanya sekadar membangun embung guna menampung air hujan. “Pabrik semen jangan hanya membuat embung. Namun juga harus membuat waduk. Sehingga nantinya warga setempat bisa tercukupi airnya, bukan hanya mengandalkan air bawah tanah saja,” paparnya.

Terkait hal itu, pimpinan proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Heru Indrawijayanto mengungkapkan, jika pihaknya memasang 5 titik sumur pantau, termasuk di desa ring 1 pabrik, guna mengetahui debit air bawah tanah. Naik turunnya sumber air, dengan mudah akan diketahui.

Selain itu, PT. Semen Indonesia telah membangun embung dan mengoptimalkan sumber air bawah tanah, agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kelak lokasi bekas penambangan, juga bisa dialihfungsikan untuk embung. Warga dipersilakan memanfaatkan dalam rangka menopang sektor pertanian.

Kemudian, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap warga yang terdampak  proyek pabrik semen. Hal itu bukan hanya dilakukan di ring satu saja di Kabupaten Rembang, melainkan juga desa terdekat di Kabupaten Blora, yakni Desa Ngampel.

“Untuk yang di ring satu, seperti  Desa Kadiwono, Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo itu tentunya sudah secara maksimal kita perhatikan. Baik fasilitas desa maupun lainnya. Selain itu, juga ada Desa Ngampel, Blora. Meskipun bukan berada di area Rembang, namun desa itu juga berdekatan dengan lokasi pabrik, sehingga perlakukannya juga sama dengan ring 1,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Warga di Ring 1 Pabrik Semen Minta PT SI Bikin Kesepakatan Tertulis

Warga mengikuti sosialisasi terkait rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi dilakukan dilakukan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Warga yang berada di ring satu pabrik semen di Rembang, meminta kepada manajemen PT Semen Indonesia untuk melakukan kesepakatan tertulis dengan warga. Hal tersebut, terkait dengan komitmen PT SI untuk menyejahterakan warga, di antaranya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sudarji, salah seorang tokoh Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, mengatakan, kesepekatan tertulis tersebut diperlukan agar ke depan, pihak PT SI tidak lepas terkait komitmennya. Beberapa hal yang perlu direalisasikan PT SI katanya, antara lain, terkait penyerapan tenaga kerja, pendidikan warga setempat, kesejahteraan masyarakat dan akses infrastruktur desa.

“Minimal pihak manajemen PT SI bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah.Karena komitmen PT SI untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa harus direalisasikan. Nantinya, jika banyak SDM yang berkualitas kan bisa menjadi tenaga kerja ahli di PT SI,” ujarnya.

Warga juga meminta agar dalam penyaluran CSR tahun 2017 ini, memberikan porsi tersendiri bagi warga sekitar ring satu. Ditambah lagi, akses jalan di kawasan Kecamatan Gunem, khususnya Desa Tegaldowo juga diminta untuk diperbaiki.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman meminta pihak PT SI agar mempertimbangkan mempekerjakan tenaga kerja dari daerah ring satu, termasuk warga yang sebelumnya menentang pendirian pabrik semen.

“Saya akan lakukan pendataan warga yang belum memiliki pekerjaan. Selanjutnya kita sodorkan, soal nanti diterima apa enggak ya tergantung filternya bagaimana, kondisi kesehatannya, akademisnya, dan skillnya,” katanya.

Sementara itu, Manager Engineering dan Project Rembang, Gatot Muwardi menjelaskan, seluruh usulan dari warga akan ditampung terlebih dahulu. Sejumlah usulan-usulan nantinya akan dipertimbangkan terhadap pimpinan.

“Karena kita ini perusahaan milik negara, kita akan tampung dan pilah-pilah terlebih dahulu. Soal penyerapan tenaga kerja itu sudah pasti dan warga sekitar akan tetap kami prioritaskan,” jelasnya.

Adapun dalam tahun ini, PT Semen Indonesia berencana menyalurkan bantuan CSR dengan nominal yang lebih tinggi dari tahun 2016 silam. Rencananya dialokasikan CSR sebesar Rp 35 miliar, terpaut Rp 10 miliar lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Soal pengalokasiannya pihak internal manajemen masih dalam tahapan perancangan. Yang jelas kisaran CSR tahun ini diprediksi akan lebih banyak jika dibanding tahun lalu,” tambah Kepala Seksi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia, Abdul Manan.

Editor : Kholistiono

PT SI Gelar Sosialisasi Izin Lingkungan, Uji Coba Segera Dilakukan

Sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Aula Lantai IV Gedung Setda Rembang, kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pasca penerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah digelar, Senin (27/2/2017).

Sosialisasi yang digelar oleh pihak PT Semen Indonesia (SI) dilangsungkan di Aula Lantai IV Gedung Setda Rembang. Tampak hadir seluruh perangkat forum komunikasi pimpinan daerah mulai Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Camat Gunem, Camat Bulu, Kepala Desa yang ada di Ring 1, tokoh masyarakat dan sebagainya.

Direktur Engineering PT Semen Indonesia Gatot Kustyadji dalam sosialisasi tersebut mengatakan, bahwa Managemen PT Semen Indonesia, Tbk bakal segera menggelar uji coba pabrik semen mereka di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang dalam waktu dekat.

“Dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan, uji coba mungkin sudah dapat kita lakukan. Sebab, PT Semen Indonesia di Rembang jni kan 100 persen sudah siap dijalankan,” ujarnya.

Menurutnya, pascakeluarnya perizinan lingkungan, kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen dari Pemprov Jateng yang bisa dilakukan akan segera dilakukan. Sebab, kewajiban perusahaan, dalam hal ini sosialisasi, sudah dilakukan.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, jika sosialisasi mengenai pabrik semen akan kembali terus dilakukan. Di tingkat pedesaan sosialisasi akan digelar di setiap desa, dengan tiga orang perwakilan RT yang diundang hadir.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Rapat KPA ini, disebutkan diikuti berbagai unsur, di antaranya pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM atau pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang terkena dampak.

Atas rekomendasi tersebut, Pemprov Jateng menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia melalui keputusan Gubernur Jateng yang ditandatangani Kamis (23/2/2017) malam.

Editor : Kholistiono

Gubernur Ganjar Pranowo Terbitkan Izin Lingkungan Pabrik Semen di Rembang

Pabrik Semen Indonesia di Rembang. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kini menerbitkan izin lingkungan untuk pabrik semen di Rembang ini. (MuriaNewsCom)

MuriNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Pengumuman tersebut ditampilkan pada website resmi Pemprov Jateng www.jatengprov.go.id, seperti dikutip Jumat (24/2/2017). Dalam pengumuman berformat PDF itu disebutkan keputusan diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Rapat KPA ini, disebutkan diikuti berbagai unsur, di antaranya pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM atau pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang terkena dampak.

Atas rekomendasi tersebut, Pemprov Jateng menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia melalui keputusan Gubernur Jateng yang ditandatangani Kamis (23/2) malam kemarin.

Dalam pengumuman yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan Hidup Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto itu disebutkan kegiatan yang akan dilakukan adalah penambangan batu gamping di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem. Kemudian penambangan tanah liat serta sarana dan prasarana di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

Sedangkan pabrik dan utilitas berada di Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem. Jalan produksi berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. Kemudian jalan tambang ada di Desa Tegaldowo, Desa Kajar, dan Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem.

Editor : Kholistiono

Tokoh Penolak Pabrik Semen di Rembang Minta Perbedaan Pendapat Tidak Sampai Memecah Kerukunan

Tenda perjuangan yang dihuni oleh warga kontra pabrik semen. Di sebelahnya, saat ini juga berdiri tenda perjuangan pro pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang dihuni oleh warga kontra pabrik semen. Di sebelahnya, saat ini juga berdiri tenda perjuangan pro pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait dengan didirikannya tenda perjuangan oleh warga pro pabrik semen yang tergabung dalam Laskar Brotoseno yang lokasinya bersebelahan dengan tenda perjuangan penolak pabrik semen, salah satu tokoh penolak pabrik Joko Priyanto menyampaikan, jika hal tersebut tidak dipermasalahkan.

Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. “Nggak apa-apa. Mereka mendirikan tenda untuk mendukung pabrik semen itu sah-sah saja. Sebab negara Indonesia ialah negara demokrasi. Sehingga setiap warga Negara juga berhak menyalurkan pendapatnya dengan berbagai cara,” ujar Joko, Sabtu (31/12/2016).

Katanya, meskipun berbeda pendapat, yang penting adalah kerukunan tetap dijaga. Sebab, siapaun mereka adalah saudara. Sehingga, tidak harus mengorbankan kerukunan hanya karena perbedaan pendapat.

Lebih lanjut dirinya berharap, adanya tenda perjuangan antara pro pabrik semen dan kontra pabrik semen tidak menimbulkan konflik antarwarga. Sebab, semuanya memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat terkait pabrik semen.

Editor : Kholistiono

Laskar Brotoseno Dirikan Tenda Perjuangan untuk Dukung Pabrik Semen di Rembang

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah orang yang tergabung dalam “Laskar Brotoseno” mendirikan tenda perjuangan di area Bukit Bokong Kadiwono, Kecamatan Gunem atau lebih tepatnya di area pabrik Semen Indonesia Rembang.Tenda tersebut didirikan untuk memberikan dukungan moral supaya pabrik semen bisa beroperasi.

Salah seorang warga Timbrangan RT 5 RW 1 Ahmad Ahid mengatakan, pendirian tenda itu merupakan  inisiatif warga yang ada di ring I pabrik semen . “Selama ini yang muncul ke permukaan kok hanya tenda perjuangan para penolak semen saja. Untuk itu, kita sebagai warga yang mendukug beroperasinya pabrik semen juga bikin tenda perjuangan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya tenda perjuangan tersebut, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa warga Rembang juga ingin mendukung adanya pabrik semen, apalagi yang berada di ring I pabrik semen.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, tenda sebanyak 1 buah yang didirikan tersebut terbuat dari terpal selebar 3 meter, panjang 5 meter. Lokasi tenda tersebut bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen.

Menurutnya, nantinya, warga yang menempati tenda perjuangan tersebut akan dijadwal secara bergiliran, baik itu ketika siang ataupun malam. Diperkirakan, nantinya untuk siang, tenda ditempati 10 orang, pun demikian pada malam hari.

Katanya, mengenai jangka waktu menempati tenda perjuangan tersebut, pihaknya mengutarakan, bahwa akan tenda itu akan  dihuni hingga pabrik semen beroperasi. Terlebih, sudah ada keputusan yang jelas dari pihak pengadilan.

“Untuk keberadaan tenda perjuangan ini, ya hingga pabrik beroperasi, bahkan hingga ada putusan atau kesimpulan yang jelas dari pihak pengadilan atau pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, tokoh pemuda dari Desa Tegaldowo, Wahyudi mengatakan, Laskar Brotoseno tersebut merupakan tokoh pewayangan yang berkarakter kuat dan sabar. “Nama laskar Brotoseno itu diberi langsung oleh Mbah Maimoen Zubair.Sebelum aksi damai Pada Kamis pekan lalu, kita sowan terlebih dahulu kepada Mbah Mun. Dan akhirnya beliau memberikan nama itu. Sehingga nama itu kita pakai untuk berjuang mendukung pabrik ini,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih berhubungan baik dengan warga penolak semen. Meskipun saat ini sama- sama mendirikan tenda perjuangan. “Kita juga masih saling sapa, saling ngopi bareng. Namun di saat ngobrol di warung atau di rumah, tak pernah ngomongin semen. Namun ngomongin sepak bola atau yang lainnya,” ujarnya.

Wahyuningsih warga Desa Pasucen, Kecamatan Gunem menambahkan, bahwa untuk  makan dan minum bagi warga yang berjaga di tenda perjuangan, nantinya akan  dikirim dari rumah. “Untuk keperluan hidup di tenda perjuangan mendukung pabrik semen ini, baik masak atau makanan akan dikirim dari warga desa atau membawa dari rumah,” ungkapnya.

Terkait dengan pendirian tenda perjuangan tersebut, salah satu warga kontra pabrik semen yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, bahwa pendirian tenda pendukung semen tersebut, rata-rata tidak dikenalnya. “Saya tak mengenal mereka, mereka ingin mendirikan tenda di situ ya terserah aja,” katanya.

Kemudian, mengenai hubungan sehari-hari dengan warga yang  pro pabrik semen, pihaknya juga mengatakan bahwa hanya bersapa secara biasa. “Ya masih saling bersapa, namun tak akrab,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Warga Pro Semen di Rembang Bakal Dirikan Tenda Perjuangan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Warga pro pendirian pabrik semen di Rembang, khususnya mereka yang berada di ring I pabrik semen terus memberikan dukungan moral agar pabrik semen tetap berdiri. Mereka bahkan akan mendirikan tenda perjuangan.

Hal itu diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat dari Desa Tegal Dowo, Kecamatan Gunem, Dwi Joko Supriyanto. “Pabrik semen harus berdiri dan terus berlanjut di Rembang. Alasannya adalah, dengan adanya pabrik ini, warga Rembang bisa makmur,” kata Dwi.

Menurutnya, tenda perjuangan tersebut rencananya akan didirikan di area pabrik Semen di Bukit Bokong, perbatasan Kadiwono-Gunem. Di mana, tenda tersebut akan digunakan untuk aksi damai mendukung pabrik semen.

“Kalau teman-teman kontra semen mendirikan tenda perjuangan, kita juga akan melakukan hal yang sama. Sebab, selama ini miliaran rupiah dari CSR Semen Indonesia juga sudah mengalir ke masyarakat sekitar. Baik itu digunakan untuk bangun masjid, santunan, jambanisasi, bedah rumah dan sebagainya,” ungkapnya.

Meski warga yang pro semen nanti akan mendirikan tenda perjuangan juga, namun, dirinya tetap berharap warga yang kontra dan pro tidak terpecah belah. Dirinya berharap warga tetap hidup rukun berdampingan.

“Kita sebagai warga Rembang, sama-sama punya hak untuk bersuara. Namun jalan yang ditempuh berbeda beda. Namun demikian, kira harus bisa rukun,” pungkasnya.

Perlu diketahui, warga Rembang yang berada di ring I pabrik Semen Indonesia terdapat di beberapa desa, di antaranya  Desa Kajar, Timbrangan, Tegaldowo, dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang : Saya Tak Ingin Bicara Pro dan Kontra Pabrik Semen

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima perwakilan peserta aksi unjuk rasa terkait pabrik semen di Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima perwakilan peserta aksi unjuk rasa terkait pabrik semen di Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto serta Sekda dan Kapolres Rembang bersedia menemui perwakilan dari peserta aksi pengunjuk rasa pro pabrik semen, Kamis (22/12/2016).

Di hadapan perwakilan peserta aksi, bupati menyampaikan, jika dirinya tak bicara tentang pro dan kontra. Sebagai perwakilan pemerintah, dirinya memiliki kewajiban untuk memfasilitasi semua warganya, baik yang pro dan kontra.

“Sebagai pemangku kebijakan di Pemda Rembang, saya akan sangat berhati-hati mengenai soal perizinan. Siapapun yang mengajukan izin usaha, baik itu perorangan atau perusahaan, sepanjang memenuhi syarat dan aturan pasti akan diizinkan,” ujarnya.

Kemudian, terkait dengan putusan MA beberapa waktu yang lalu, dirinya mengatakan bahwa yang dipersoalkan dalam hal tersebut adalah izin lingkungan.”Putusan itu mengenai izin lingkungan saja. Tapi memang, yang berhak adalah pemprov. Sampai sekarang, saya juga tidak pernah mendapatkan petikan dari MA. Dari informasi Pak Gubernur, dalam putusan itu tidak ada kalimat mengehentikan pembangunan pabrik semen,” ucapnya.

Baca juga : Ribuan Warga yang Tanda Tangan Tolak Pabrik Semen di Rembang Disebut Banyak Berasal dari Blora

Bupati juga mengatakan, jika dilihat dari segi sisi tata ruang, keberadaan pabrik semen di Rembang juga tak ada yang dilanggar. “Kita sudah sangat berhati-hati dengan izin tersebut. Dulu, pemohon meminta  luasannya 1.500 hektare. Setelah meneliti tata ruang yang ada dan supaya aman, kita hanya mengizinkan selebar 800 hektare. Kita juga pernah mendatangkan tim ahli UGM, ITB. Kami undang juga dari  warga yang pro dan kontra. Supaya bisa sama-sama jelas,” imbuhnya.

Dulu, katanya, pernah ada Komnas HAM,  Komnas Perempuan, Menkopolhukam, Watimpres yang datang ke Rembang. Ada juga, katanya, Menteri BUMN dan utusannya. Hal itu membuat pemda sempat heran, karena, menurutnya di Rembang baik-baik saja, menurutnya tidak wajar, jika datang hanya mempersoalkan semen yang ada di Rembang.

Di sisi lain, dirinya mengaku sangat iri hati terhadap kehidupan ekonomi di wilayah lain yang cukup makmur. “Saya bukan sebagai corong semen. Namun bila dilihat secara fakta, saya juga iri dengan wilayah lain. Seperti halnya Kudus yang makmur dengan pabrik Rokok, Pati dengan berbagai pabriknya, Gresik ada pabrik Semen, Blora ada Pertamina, Bojonegoro ada minyak. Rembang, yang baru saja ada pembangunan pabrik semen saja kok ya geger terus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Rembang Subakti menyampaikan, jika adanya pabrik semen dapat mendongkran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran di Rembang.

“Tentunya ada yang kontra dan pro. Kita juga pernah menerima kedatangan yang kontra dan juga yang pro. Dengan kedatangan mereka, kita juga bisa bersilaturahmi, dan pemda bisa meneruskan informasi yang didapat dari kedua belah pihak secara tepat kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.

Baca juga :“Kami Ingin Sejahtera, Kami Sudah Lama Hidup Dalam Kemiskinan”

Editor : Kholistiono

Ribuan Warga yang Tanda Tangan Tolak Pabrik Semen di Rembang Disebut Banyak Berasal dari Blora

Warga pro pembangunan pabrik semen saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga pro pembangunan pabrik semen saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ribuan warga pro pembangunan pabrik semen di Rembang melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Rembang pada Kamis (22/12/2016). Setelah melakukan orasi beberapa lama, akhirnya perwakilan peserta unjuk rasa diterima Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Sekda serta Kapolres Rembang.

Di hadapan bupati, perwakilan peserta aksi menyampaikan, jika sebenarnya 95 persen warga di sekitar pabrik semen mendukung berdirinya pabrik. Apalagi sejak adanya pembangunan pabrik, rata-rata perekonomian warga di ring I pabrik semen meningkat.

“Dengan berdirinya pabrik semen, juga membawa kesejahteraan bagi warga. Dana CSR cukup membantu warga, seperti halnya dalam bidang pendidikan kejar paket C, kemudian program bedah rumah, jambanisasi, rehab masjid dan lain sebagainya,” ujar Dwi Joko Supriyanto koordinator aksi, yang merupakan warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyinggung soal warga yang ikut tanda tangan menolak pendirian pabrik semen. Menurutnya, sebanyak dari 2.501 daftar warga yang menolak pabrik semen, katanya, banyak yang berasal dari Blora.

“Bentuk tulisan yang satu dengan yang lain hampir mirip, bahkan ada yang sama. Di daftar nama penolak semen tersebut, juga ada nama Power Rangers, ada yang pekerjaannya sebagai presiden da nada pula yang alamatnya di luar negeri. Ini kan aneh,” imbuhnya.

Kemudian, terkait adanya 9 Srikandi atau 9 Kartini Rembang yang pernah bertemu dan diterima Presiden RI beberapa waktu lalu, katanya, jika 9 Kartini tersebut yang asli dari Rembang hanya 3 orang saja. Sedangkan sisanya berasal dari Pati dan Purwodadi.

Wahyudi, warga Desa Tegaldowo, yang juga perwakilan peserta aksi juga menyampaikan, jika, dengan adanya pabrik semen taraf perekonomian petani di desanya bisa meningkat. “Dari penghasilan warga di pabrik semen, warga Tegaldowo dan sekitarnya bisa membeli tanah maupun lahan di luar Tegaldowo untuk dijadikan lahan pertanian,” tuturnya.

Menurutnya, pasanggem atau tani hutan yang sebelumnya belum bisa maksimal untuk mencukupi kebutuhan hidup, kini, setelah mendapatkan penghasilan dari pabrik, mereka bisa membeli tanah untuk bertani, membuat rumah, mebangun rumah dan sebagainya.

Editor : Kholistiono

“Kami Ingin Sejahtera, Kami Sudah Lama Hidup Dalam Kemiskinan”

Massa pro pendirian pabrik semen di Rembang melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Massa pro pendirian pabrik semen di Rembang melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Setelah berkumpul di Alun-alun Rembang, ribuan warga yang pro dengan pendirian pabrik semen di Rembang, kemudian berjalan kaki menuju Kantor Bupati Rembang dan DPRD, Kamis (22/12/2016).

Dalam orasinya di depan Kantor Bupati Rembang, Dwi Joko Supriyanto, salah satu tokoh Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem menyampaikan, bahwa warga Rembang, khususnya yang berada di Ring I Pabrik Semen Indonesia selama ini berdiam diri bukan tidak setuju.

“Kita berdiam diri bukannya tak setuju dengan pabrik semen. Tetapi, setelah adanya isu bahwa pabrik semen akan ditutup, maka kami harus berbuat. Karena, hal itu sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya isu penutupan pabrik semen yang semakin kencang tersebut, dirinya bersama ribuan warga kemudian melakukan aksi damai untuk mendukung beroperasinya pabrik semen. “Gerakan ini merupakan satu tekat warga Rembang, untuk bersatu mendukung pabrik semen. Kami ingin sejahtera, sebab kami sudah lama mengalami kemiskinan. Dengan berdirinya pabrik, kami juga ingin bisa sejajar dengan daerah lain. Seperti halnya Kudus dan sekitarnya,” ungkapnya.

Baca juga : Massa Pro Pabrik Semen Mulai Berdatangan di Alun-alun Rembang

Editor : Kholistiono

Massa Pro Pabrik Semen Mulai Berdatangan di Alun-alun Rembang

Massa pro pendirian pabrik semen mulai berdatangan di Alun-alun Rembang untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Massa pro pendirian pabrik semen mulai berdatangan di Alun-alun Rembang untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ribuan warga yang pro dengan pembangunan pabrik semen di Rembang mulai berdatangan di Alun-alun Rembang, Kamis (22/12/2016) sejak pukul 09.00 WIB. Massa akan melakukan aksi damai, untuk mendukung berdirinya pabrik semen di Rembang.

Sebagian besar warga datang ke alun-alun dengan diangkut kendaraan bak terbuka. Mereka ini berasal dari beberapa desa, khususnya berada di ring I pabrik semen di Rembang. Sebelum menuju pusat kota untuk aksi, informasi, massa terlebih dahulu sowan ke kediaman KH Maimoen Zubair untuk meminta doa restu.

Setelah berkumpul di Alun-alun Rembang, nantinya, massa akan bergerak menuju Kantor Bupati Rembang dan DPRD yang lokasinya tak begitu jauh dari alun-alun.Massa akan mensupport Bupati Rembang selaku pemangku kebijakan agar mendukung berdirinya pabrik semen.

Rohmad, salah satu warga Tegaldowo mengatakan, pendirian pabrik semen di Rembang dinilai akan memberikan manfaat terhadap warga, khususnya dalam peningkatan perekonomian. “Terlebih pabrik tersebut merupakan milik negara. Sehingga nantinya juga hasilnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Ini Isi Surat Terbuka Ganjar Pranowo Meluruskan Soal Perkembangan Pabrik Semen di Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat surat terbuka untuk meluruskan persoalan perkembangan pabrik semen di Rembang. Berikut isi surat lengkapnya.

Oleh : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Begini.Saya itu sebenarnya menyesal tidak bisa menemui mereka (peserta aksi longmarch Rembang). Pada saat itu saya berada di Riau menghadiri undangan KPK dalam acara Peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2016.

Persoalan ini menjadi membesar saya kira karena miss informasi. Karena kawan-kawan (Pejabat Pemprov yang menemui peserta aksi) seperti ragu menjelaskan secara detil, atau tidak cukup waktu menjelaskan semuanya.

Tapi intinya begini. Beberapa media nggebuki saya. CNN bilang Ganjar bohong dan sebagainya. Tidak, saya tidak keluarkan izin baru (Semen rembang). SK (baru) itu sebenarnya laporan RKL RPL rutin saja.

Jadi PT SI itu dalam perjalanan pembangunan pabrik mengubah beberapa hal. Nama berubah, area penambangan berubah, juga area pengambilan air, perubahan jalan dan lain-lain. Nah, karena ada perubahan lalu dilaporkan ke kita. Otomatis, setiap ada perubahan maka harus ada addendum.

Seperti misalnya kamu mengubah nama, pindah alamat, dari belum kawin jadi kawin dll. Maka kamu kan melapor ke catatan sipil agar dapat akta dan KTP baru. Kalau pihak catatan sipil tidak mengubah, tidak menerbitkan dokumen baru, kan salah. Di dokumen baru itu selain nama tentu juga berubah juga alamat, status dll.

Nah, berdasarkan laporan PT SI itulah kami memberikan addendum. Karena ada addendum, maka izin yang lama otomatis dicabut. JADI ITU BUKAN IZIN BARU, MELAINKAN PERUBAHAN DARI IZIN LAMA.

Nah sekarang karena penjelasan dari asisten saya kurang lengkap, jadi geger. Orang berfikir bahwa saya mencabut izin lama dan menerbitkan izin baru. Dikiranya perkara Semen Rembang sudah selesai dengan izin baru itu. Dikiranya izin baru itulah respon saya atas putusan MA.

Padahal addendum itu kan bersifat administrasi biasa, sesuatu yang otomatis ada karena sistem atau mekanisme yang telah diatur undang-undang. Dan addendum itu terbit sebelum putusan MA saya terima. Addendum terbit tgl 9 November, putusan MA saya terima 17 November. Jadi addendum itu bukan izin baru, addendum itu bukan keputusan final untuk Semen Rembang.

Jadi bukan juga saya diam-diam menerbitkan izin baru. Sekali lagi addendum itu perubahan administrasi saja. Jadi ya memang tidak harus ada sosialiasi publik, regulasinya tidak mengatur itu. Lagipula addendum itu kan dibuka ketika peserta aksi menanyakan, dan boleh dicopy. Jadi siapa yang diam-diam? Tidak ada, semua terbuka.

Baca juga : Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

JADI SEMEN REMBANG INI BELUM SELESAI. SAYA BELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN ATAS PUTUSAN MA. BELUM ADA KEPUTUSAN APAKAH PABRIK AKAN JALAN TERUS ATAU DITUTUP. KITA MASIH PUNYA WAKTU 60 HARI SETELAH PUTUSAN MA.

Maka, pekan ini, mungkin rabu (14 Des) besok. Saya akan memanggil pihak terkait. Saya akan panggil mas Teten (Masduki), kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup, semuanya. Kemarin-kemarin saya telponi mereka semua tidak ada yang bisa bersikap, menghindar semua, akhirnya saya yang digebuki. Maka saya mau undang langsung. Saya mau mereka segera putuskan bagaimana sikap untuk Semen Rembang. Ini penting agar ada kesepakatan bersama. Harus ada kesepakatan bulat berdasarkan kajian berbagai pihak.

Misalnya, apakah putusan MA itu hanya membatalkan izin lingkungan, ataukah sekaligus menutup pabrik. KALAU MEMANG MA PUTUSKAN MENUTUP PABRIK, MAKA SAYA SENDIRI YANG AKAN MENUTUP PABRIK ITU.

Jadi biar clear, ini menyangkut hukum lho. Harus ada kepastian hukum. KALAU DALAM PERTEMUAN ITU JUGA MASIH RAGU-RAGU, SAYA SENDIRI AKAN KE JAKARTA UNTUK TANYAKAN LANGSUNG KE MAHKAMAH AGUNG.

Jadi begitulah, saya tidak masalah kalau sekarang semua geger dan saya dibully di socmed habis-habisan. Pada akhirnya masyarakat akan tahu sendiri bagaimana. Tunggu saja keputusan akhirnya. Semua akan paham nantinya…

Salam

Ganjar Pranowo

Editor : Kholistiono

Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng0

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom,Rembang – Bukti-bukti yang menjadi pertimbangan majelis hakim atas peninjauan kembali (PK) terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, cukup disesalkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut berkaitan dengan identitas sejumlah warga yang masuk daftar penolak keberadaan pabrik semen di kawasan Kendeng. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan terkait identitas penolak pabrik semen tersebut.

Gubernur menyebutkan, dalam daftar 2.501 warga penolak, kata gubernur, beberapa di antaranya terdapat identitas yang janggal. Seperti pada urutan 1.906 tertulis nama Saeful Anwar dengan alamat Manchester, pekerjaan Presiden RI, kemudian urutan 107 atas nama Sudi Rahayu, alamat Amsterdam, pekerjaan menteri, pada nomor 1.914 tercatat Zaenal Muklisin, alamat Rembang, pekerjaan Power Rangers. Adapula nama nomor 1.913 atas nama Bobi Tri S, alamat Rembang pekerjaan Ultraman, serta Fajar Hidayat, alamat Lasem pekerjaan musisi.

“Kalau kita sedang bercanda boleh saja, tetapi ini menjadi bahan pertimbangan oleh hakim, jangan bercandalah pak hakim. Saya ingin sampaikan ke publik bahwa Gunretno ternyata tidak mengenal beberapa nama yang tercantum dalam daftar warga penolak Semen Rembang. Beberapa orang mungkin betul warga setempat, namun sebagian lain fiktif. Masak hakim tidak mempertimbangkan yang seperti ini, ada presiden ada menteri di Amsterdam, ini pasti fiktif, dan kalau fiktif itu penipuan tidak?” ujar Ganjar saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, yang disiarkan beberapa stasiun radio, Selasa (13/12/2016).

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menjelaskan, beberapa pertimbangan majelis hakim dalam peninjauan kembali yang intinya menyatakan, izin penambangan batal karena dokumen Amdal PT Semen Indonesia cacat prosedur. Hal itu antara lain karena adanya penolakan 2.501 warga Rembang, sehingga tidak ada keterlibatan perwakilan masyarakat. Selain itu pada dokumen Amdal tidak ada solusi konkret atau penanggulangan kebutuhan air bersih masyarakat dan kegiatan pertanian.

Editor : Kholistiono

Warga Kecewa Meskipun Gubernur Cabut Izin Lingkungan Pabrik Semen di Rembang, Ini Alasannya

Warga saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jumat (9/12/2016). (Twitter)

Warga saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jumat (9/12/2016). (Twitter)

MuriaNewsCom, Rembang – Ratusan warga yang melakukan unjuk rasa terkait keberadaan pabrik semen di Rembang merasa kecewa, meskipun tuntutan pencabutan izin lingkungan pabrik Semen Indonesia di Rembang itu sudah dipenuhi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sebab, meskipun gubernur telah mencabut izin lingkungan pabrik semen, namun gubernur juga menerbitkan izin lingkungan terbaru. Izin terbaru mengatur batasan penambangan dan operasionalisasi PT Semen Indonesia di Rembang.

“Ini malah menambah konflik dan bukan menyelesaikan konflik. Sebab, dalam hal ini, gubernur justru mengeluarkan izin baru lagi pada tanggal 09 November. Kami malah seperti dipermainkan,” ujar Koordinator Aksi Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Priyanto, Jumat (9/12/2016).

Untuk diketahui, keputusan pencabutan izin Amdal tahun 2012 dicabut pada 9 November 2016, lalu terbit izin baru nomor 660.1/2016 tanggal 9 Nopember. Sementara salinan putusan Mahkamah Agung (MA) diterima pada tanggal 17 November 2016.

Joko juga menyatakan, jika perjuangan warga selama Iima hari yaitu long march dari Rembang ke Semarang, tampak sia-sia. Sebab, gubernur justru menerbitkan izin terbaru.

“Ketika izin lingkungan terbit dasarnya Amdal yang lama. Berarti dasar yang dipakai itu tetap lama atau diubah. Kalau diubah kok begitu cepat, kapan prosesnya?,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris PT. Semen Indonesia Agung Wiharto  mengatakan, jika putusan MA tersebut sudah pasti ada konsekuensi dan aturan mainnya. Sehingga, pihaknya juga menyikapinya dengan bijak.

“Dalam perkara ini, izin lingkungan ada dua, yakni izin lingkungan penambangan dan pendirian pabrik. Dalam perkara yang digugat dan diputuskan di MA ialah  izin lingkungan  penambangan dan bukan pendirian pabrik. Akan tetapi silahkan, terserah gubernur nanti,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Ribuan Warga Ikuti Istighosah di Area Pabrik Semen di Rembang

Suasana istighosah yang diikuti warga di Ring I Pabrik Semen Rembang, Rabu (7/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana istighosah yang diikuti warga di Ring I Pabrik Semen Rembang, Rabu (7/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ribuan warga yang berada di Ring I pabrik Semen Indonesia Rembang menggelar istighosah akbar, Rabu (7/12/2016). Hal tersebut dilakukan sebagai dukungan moral, agar pendirian pabrik bisa berjalan lancar.

Istighosah yang digelar secara sederhana, beralaskan tikar tersebut dilakukan di pintu masuk area pabrik Semen Indonesia di Rembang. Ribuan warga yang mengikuti istighosah ini berasal dari beberapa desa, di antaranya Desa Kadiwono,Kecamatan Bulu, Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem, Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem.

Sebelum istighosah dimulai, beberapa pelajar terlihat memperagakan aksi teatrikan mengenai pembangunan pabrik Semen Indonesia yang bisa membuat wilayah Rembang menjadi maju. Setelah aksi teatrikal, acara istighosah akbar pun dimulai yang dipimpin langsung oleh penasihat Forum Silaturahim Kiai Muda (FSKM) Jawa Tengah Gus Idror Maimoen.

Sementara itu, salah satu tokoh Desa Tegal Dowo Dwi Joko Supriyanto mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk meminta doa dan keselamatan kepada Allah SWT. “Acara  ini jangan dikait-kaitkan sebagai bentuk aksi tandingan yang dilakukan saudara-saudara kita kemarin, dengan melakukan long march. Kegiatan ini hanya sebagai ihtiar kepada Allah supaya pendirian pabrik semen bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, jika pabrik semen tersebut bisa memberikan manfaat bagi warga Rembang. “Tentunya ini sangat bermanfaat. Sebab, selama ini pabrik semen sudah membantu warga sekitar melalui CSR, yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Dibandingkan dengan tambang batu lainnya, belum pernah ada yang membantu warga. Meskipun tambang batu itu legal milik PT dan sudah ada bertahun-tahun, tetapi partisipasi untuk warga Rembang jarang sekali,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya wilayah Rembang itu sudah ada tambang batu mulai tahun 1996. Namun tambang yang dimiliki swasta tersebut belum bisa memberikan manfaat bagi warga.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada warga Rembang supaya tak terpengaruh pada putusan MA. Sehingga nantinya bisa menimbulkan keresahan bagi warga. “Sebenarnya putusan itu kan terkait dengan lingkungan, bukan penutupan atau penghentian pembangunan pabrik. Sehingga kalau kita terpengaruh, maka akan bisa membuyarkan kita semua,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Massa Penolak Pabrik Semen Singgah di Pendapa Pati

 Massa JMPPK yang menggelar aksi long march dari Rembang menuju Semarang beristirahat di Pendapa Kabupaten Pati, depan Rumah Dinas Bupati Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa JMPPK yang menggelar aksi long march dari Rembang menuju Semarang beristirahat di Pendapa Kabupaten Pati, depan Rumah Dinas Bupati Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dari Rembang dan Pati yang menggelar aksi long march tolak pabrik semen singgah di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (6/12/2016). Mereka beristirahat di pendapa, setelah lelah berjalan dari Rembang.

Selain beristirahat, mereka memakan nasi bungkus yang dibawa dari perbekalan. Ibu-ibu penolak semen tampak lahap memakan perbekalan di pendapa, depan Rumah Dinas Bupati Pati.

Tepat setelah mereka sampai dan beristirahat di pendapa, hujan deras mengguyur. Beberapa di antara mereka tertidur, karena lelah berjalan dari Rembang yang dijadwalkan sampai di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (9/12/2016).

“Aksi long march ini sebagai bentuk prihatin dan tirakat kami agar pabrik semen di Rembang ditutup. Sebab, Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan dan memerintahkan pabrik semen di Rembang ditutup. Kami berharap, Gubernur Jawa Tengah segera mencabut SK pendirian pabrik semen sesuai dengan perintah MA,” ujar Joko Prianto, koordinator JMPPK Rembang.

Senada dengan itu, Ketua JMPPK Gunretno menuturkan, aksi jalan kaki menjadi bentuk tirakat warga JMPPK yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang maupun di Pati. “Kami semua berharap, pabrik semen tidak berdiri di Pegunungan Kendeng, baik di Pati maupun Rembang,” ucap Gunretno.

Editor : Kholistiono