Sutiyoso Kunjungi Rumah Warga Penolak Pabrik Semen di Rembang

Komisaris Utama PT Semen Indonesia Sutiyoso (tengah) berfoto bersama dengan Sukinah dan Joko Priyanto (kanan). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang –  Sutiyoso, Bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang diangkat menjadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia beberapa hari lalu, turun langsung ke lokasi pabrik semen di Kabupaten Rembang pada Kamis (6/4/2017).

Salah satu tujuan turun ke lokasi pabrik Semen Indonesia di Rembang tersebut, dilakukan untuk mempelajari permasalahan terkait adanya protes pendirian pabrik semen di lokasi itu.

Dalam kesempatan ini, Sutiyoso juga berkunjung ke kediaman Joko Priyanto di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem. Joko Priyanto, merupakan salah satu tokoh masyarakat yang selama ini dikenal sangat keras menyuarakan penolakan keberadaan pabrik semen.

Menurut Sutiyoso, kedatangannya tersebut ingin melakukan dialog dengan masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra pabrik semen. Hal ini, katanya, untuk mencari titik temu dan permasalahannya. “Saya ingin mendengarkan dan mengetahui secara langsung dari warga terkait keberadaan pabrik semen di Rembang ini. Karena kita ingin mencari titik temu,” ujar Sutiyoso.

Dirinya juga menyatakan, jika pabrik semen yang merupakan milik BUMN tersebut, nantinya dapat memberikan manfaat kepada warga. Dirinya mencontohkan, daerah lain yang ada pabrik semennya juga memberikan manfaat, khususnya warga di sekitar pabrik.

“Contohnya saja Tuban. Di sana berpuluh-puluh tahun ada pabrik Semen Indonesia. Bekas galian justru jadi lahan pertanian, lahan penyimpanan air yang baik. Oleh sebab itu, pengalaman di sana bisa diterapkan di Rembang ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika warga yang kontra dengan keberadaan pabrik semen ingin meninjau yang ada di Tuban, katanya, hal itu bisa difasilitasi.”Sehingga saudara-saudara yang kontra bisa melihat langsung, mengenai kemajuan yang ada di sana,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

PT Semen Indonesia Sosialisasi Izin Lingkungan di Desa Kadiwono Rembang

Warga mengikuti sosialisasi terkait rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Kadiwono,Kecamatan Bulu, Rabu (8/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Terkait dengan izin lingkungan itu, PT Semen Indonesia melakukan sosialisasi rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi kali ini dilakukan di wilayah Ring 1 pabrik semen, yakni di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, Rabu (8/2/2017).

Dalam sosialisasi tersebut, tampak ratusan masyarakat hadir. Pun demikian, terlihat juga TNI, Polri maupun camat setempat.

Kepala Desa Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, dengan adanya izin baru ini, pihak desa berharap supaya bisa memberikan angin segar terhadap warga. “Saya berharap, supaya  warga yang belum mendapatkan kerja bisa diikutsertakan untuk bekerja di PT Semen Indonesia. Tenaga kerja harus bisa dibantu. Baik itu mulai dari lulusan SD hingga S1. Baik itu tenaga kasar atau lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wahyudi Heru, Kepala Departemen CSR Semen Indonesia mengatakan, Semen Indonesia merupakan bagian NKRI. Sehingga dengan adanya pembangunan pabrik semen di Rembang, tentunya tidak terlepas dari mandat Negara. Sehingga, nantinya akan bisa memberikan fasilitas atau pembangunan di desa sekitar PT Semen Indonesia di Rembang.

Editor : Kholistiono

Bagi Penolak Pabrik Semen di Rembang, Tenda Perjuangan Kini Berada di Hati Warga

Sukinah, salah satu warga Desa Tegaldowo, Kecamtan Gunem, Rembang, yang menolak adanya pendirian pabrik semen. Sukinah menunjukan tulisan yang ada di dinding rumahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Beberapa waktu lalu, tenda perjuangan yang didirikan warga penolak pabrik semen di ring 1 area pabrik semen di Bukit Bokong, Desa Kadiwono, Kecamatan Gunem, Rembang, telah dirobohkan. Pun demikian, dengan tenda perjuangan pro pabrik semen yang juga dirobohkan.

Namun demikian, bagi warga penolak pabrik semen, meski saat ini tenda perjuangan sudah tidak ada, tetapi bagi warga tenda perjuangan tetap ada di hati warga. “Sekarang tenda perjuangan memang sudah tidak ada, tetapi, yakinlah, tenda perjuangan sekarang ada di hati kami masing-masing,” ujar Sukinah, salah satu tokoh penolak pabrik semen.

Menurutnya, warga yang menolak adanya pabrik semen di Rembang, bukan tanpa sebab. Alasannya, karena warga ingin adanya kelanjutan atau kelestarian alam. “Supaya keturunan kita yang akan datang bisa mewarisinya. Baik itu pertanian, perkebunan dan lainnya,” imbuhnya.

Kemudian, terkait apakah warga penolak pabrik semen nantinya akan melakukan aksi atau tidak, menurutnya, hal itu bisa saja ada dan juga tidak. Karena, menurutnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan biasanya dilakukan secara spontanitas.

“Kalau menjalankan aksi itu biasanya secara spontan. Dan jika direncanakan, kadang malah bisa gagal. Biasanya ya spontan. Yakni kabar-kabar ke rekan dan langsung menjalakankan aksi,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Semen Indonesia Bakal Dirikan Perguruan Tinggi di Rembang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – PT. Semen Indonesia bakal mendirikan perguruan tinggi di Kabupaten Rembang dengan nama Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI).

Gatot Mardiyana, Head of Comisioning Proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang mengatakan, pendirian perguruan tinggi tersebut, merupakan satu langkah dari PT Semen Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Jika nantinya AKSI beroperasi, tentu akan menyerap puluhan tenaga kerja. Baik mulai dari tenaga administrasi, dosen hingga tenaga penunjang lainnya. Sementara itu, untuk saat ini izinnya, masih dalam proses pengurusan,” katanya.

Sementara itu, jika pabrik semen nanti sudah mulai beroperasi, maka tenaga kerja akan dibagi dua jenis. Yakni organik sebanyak 261, sedangkan nonorganik 1.437 orang. Sehingga, diharapkan tenaga kerja lokal lebih dioptimalkan.

Dia menambahkan, terkait dana CSR, katanya, tiap tahun selalu meningkat. Yakni tahun 2014 digelontorkan Rp 7 miliar, 2015 Rp 10,3 miliar dan tahun 2016 melonjak hingga Rp 25 miliar.” Bilamana ada anggapan dana CSR turunnya di saat  pabrik sudah beroperasi, itu merupakan isu.  Justru CSR turunnya juga sebelum pabrik beroprasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Kata Salah Satu Penolak Pabrik Semen di Rembang, Terkait Absennya Dalam Sosialisasi Izin Lingkungan

Sukinah, salah satu tokoh penolak pabrik semen di Rembang saat ditemui di rumahnya di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, Selasa (28/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Manajemen PT Semen Indonesia menggelar sosialisasi mengenai pabrik semen dan perizinannya, Senin (27/2/2017) siang di lantai IV Kantor Setda Kabupaten Rembang.

Dalam sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen kemarin, nampak tidak hadir perwakilan warga yang selama ini menolak. Semua yang hadir kebanyakan adalah warga pendukung dan juga perwakilan LSM serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu tokoh penolak pabrik semen asal Desa Tegaldowo,Kecamatan Gunem, Sukinah menyatakan, jika ketidakhadirannya dalam sosialisasi tersebut, karena, kemarin ia ada kepentingan di Mapolda Jateng.

“Saya kemarin ada acara di Polda Jateng. Undangannya ada, untuk untuk saya dan mas Joko Prianto. Saya kemaring menemani Mas Joko yang menjalani pemeriksaan di Polda,” ungkapnya.

Kemudian, terkait dengan rencana sosialisasi PT. Semen Indonesia tentang izin baru yang dikeluarkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada masyarakat, pihaknya mempersilakan dan hal itu kembali lagi kepada masyarakat nanti.

“Ya nggak apa-apa. Jika masyarakat sudah tertanam di hatinya untuk mendukung pertanian, maka masyarakat juga akan tetap bijaksana terkait sosialisasi itu. Saya pikir, masyarakat sudah dewasa untuk menyikapi,” kata Sukinah saat diwawancari MuriaNewsCom di kediamannya, Selasa (28/2/2017).

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk 3 Pelaku Pencurian Besi di Pabrik Semen Indonesia di Desa Kadiwono Rembang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Satu orang penjaga malam dan dua orang eks penjaga malam pabrik semen yang berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, dibekuk polisi. Ketiga orang tersebut, diketahui telah melakukan tindak pidana pencurian berupa besi.

Tiga orang tersebut adalah Suyadi Alias Glemboh (37) warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem yang bekerja sebagai penjaga malam serta Marsono (28) dan Jaudi (46) warga Desa Timbrangan Kecamatan Gunem yang sama-sama merupakan mantan penjaga malam.

Kasat Reskrim Polres Rembang Iptu Ibnu Suka mengatakan, aksi pencurian besi di area pabrik semen tersebut, sebenarnya tidak hanya dilakukan tiga pelaku yang kini sudah berhasil dibekuk. Namun, seluruhnya ada 6 orang.

“Tiga pelaku sudah ketangkap dan tiga masih buron, yakni ABS, PN, dan WA, yang ketiganya warga Desa Timbrangan, Kecamatan Gunem. Aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu (3/12/2016) petang, namun baru diketahui pada Senin (5/12/2016) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Mengetahui adanya pencurian tersebut Koordinator Satpam PT Semen Indonesia langsung melaporkan ke kepolisian, dan kami juga langsung segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan diperoleh, tiga pelaku yang masih buron tersebut berperan sebagai pemetik besi di lokasi proyek pabrik. Yakni memindahkan besi dan pelat besi dari lokasi proyek pabrik semen ke area persawahan pada Sabtu petang. Sementara itu, Senin pagi kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB, barang tersebut diangkut dengan kendaraan milik Jaudi yang dikendarai oleh Marsono.

Besi hasil curian tersebut, rencananya akan dijual kepada Mulyanto warga Desa Pamotan. Namun, ketika dalam perjalanan pelaku diamankan. Guna kepentingan pengembangan penyidikan, pihak kepolisian sudah menahan ke tiga tersangka.

Editor : Kholistiono

Aksi Jalan Kaki Warga Kendeng Juga Tuntut PT Indocement Hengkang dari Pati

 Massa JMPPK melewati Alun-alun Pati untuk singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa JMPPK melewati Alun-alun Pati untuk singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang menggelar aksi prihatin dengan jalan kaki dari Rembang menuju Semarang. Warga JMPPK dari Pati kemudian ikut bergabung dan singgah di Pendapa Pati, Selasa (6/12/2016).

Koordinator JMPPK Rembang, Joko Prianto menuturkan, aksi jalan kaki dilakukan untuk meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera mencabut izin lingkungan pabrik semen di Rembang. Pasalnya, pabrik semen di Rembang masih beroperasi, kendati Mahkamah Agung (MA) sudah mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) dari warga JMPPK.

Sementara itu, Ketua JMPPK Pati, Gunretno menambahkan, aksi jalan kaki juga sebagai bentuk aksi tirakat atau prihatin atas rencana pabrik semen yang mengancam pegunungan Kendeng, baik di Pati, Blora dan Rembang. “Aksi ini juga bentuk tirakat, karena persoalannya tidak hanya di Rembang, tetapi juga Pati,” kata Gunretno.

Karena itu, aksi jalan kaki tersebut juga diakui sebagai upaya tirakat untuk mengawal rencana pendirian pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), anak perusahaan PT Indocement di Pati. Mereka berharap, MA mengabulkan permohonan kasasi warga Kendeng yang ingin daerahnya bebas dari rencana pendirian pabrik semen PT Indocement.

“Saat ini, kami menunggu putusan dari Mahkamah Agung. Kami percaya kepada MA, karena juga pernah memenangkan kasus semen Gresik di Pati. Inilah saatnya pengadilan mesti berpihak kepada kebenaran,” imbuh Gunretno.

Massa JMPPK bertolak dari Pendapa Pati, setelah hujan yang mengguyur deras reda. Mereka membawa panji-panji bendera merah putih berjalan kaki menuju Semarang yang dijadwalkan tiba pada Jumat (9/12/2016) mendatang.

Editor : Kholistiono

Begini Sikap PT Semen Indonesia Terkait Aksi Warga yang Bakal Temui Gubernur Jateng untuk Mengawal Putusan MA

Pabrik semen yang berada di Kabupaten Rembang. Terkait tuntutan warga, pihak PT Semen Indonesia mengatakan akan mengikuti aturan yang ada. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pabrik semen yang berada di Kabupaten Rembang. Terkait tuntutan warga, pihak PT Semen Indonesia mengatakan akan mengikuti aturan yang ada. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait dengan adanya aksi long march yang dilakukan ratusan warga Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) untuk mengawal putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah memenangkan upaya peninjauan kembali (PK) gugatan warga Rembang terhadap PT Semen Indonesia.

Aksi long march yang dilakukan warga tersebut, dimulai dari Rembang menuju Semarang untuk bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Aksi ini dimulai pada Senin kemarin, dan dijadwalkan sampai Semarang pada Kamis depan mendatang. Pada esok harinya, Jumat, mereka akan bertemu dengan Gubernur Jateng untuk meminta kepada gubernur, agar mencabut izin izin lingkungan penambangan PT Semen Indonesia.

Terkait hal ini, pihak PT Semen Indonesia bakal menyikapinya secara bijak. “Putusan MA tersebut sudah pasti ada konsekuensi adan aturan mainnya. Sehingga kita juga menyikapinya dengan bijak,” ujar Sekretaris PT. Semen Indonesia Agung Wiharto.

Ia katakan, dalam perkara ini, menurutnya, izin lingkungan ada dua, yakni izin lingkungan penambangan dan pendirian pabrik. “Dalam perkara yang digugat dan diputuskan di MA ialah  izin lingkungan  penambangan dan bukan pendrian pabrik. Akan tetapi silahkan, terserah gubernur nanti,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Dian Sastro Berkunjung ke Tenda Penolak Pabrik Semen di Rembang

Dian Sastro bersama pejuang penolak pabrik semen di Rembang.

Dian Sastro bersama pejuang penolak pabrik semen di Rembang.

 MuriaNewsCom, Rembang – Artis Dian Sastro, Kamis, 30 Juni 2016, berkunjung ke Tenda Perjuangan Rembang.

Dian Sastro menyerahkan buku kepada salah satu ibu penolak pabrik semen di Rembang.

Dian Sastro menyerahkan buku kepada salah satu ibu penolak pabrik semen di Rembang.

 

Kunjungannya sebagai bentuk dukungan terhadap ibu-ibu yang bertahan di Tenda Perjuangan untuk menolak pendirian pabrik semen.

Foto : Facebook ISR