Omah Dongeng Marwah Beri Dukungan Doa untuk Pembalap Rio Haryanto

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rio Haryanto merupakan pembalap Formula 1 (F1) asal Indonesia. Dan pada Minggu (20/3/2016) mendatang, ia akan mengikuti ajang bergengsi bertaraf Internasional itu di Sirkuit Albert Park Australia.

Melihat perjuangan Rio yang bersiap mengikuti ajang tersebut, yang sebelumnya terbelit masalah pendanaan membuat perhatian seluruh penduduk Indonesia. Banyak berbagai kalangan berempati untuk memberikan dukungan dan semangat untuk pemuda berusia 23 tahun tersebut.

Tak ketinggalan, anak-anak yang tergabung dalam komunitas Omah Dongeng Marwah Kudus juga ikut memberikan dukungan berupa doa bersama untuk keberhasilan Rio di balap F1 2016 besok. Rencananya, acara bertajuk ”Doa untuk Mas Rio Haryanto”, diselenggarakan pada Jumat (18/3/2016) mulai pukul 13.00 WIB, di Omah Dongeng Marwah, Bae, Kudus.

Edy Supratno dari Komunitas Omah Dongeng Marwah mengatakan, Rio merupakan sosok pemuda yang fenomenal. ”Usianya relatif muda, dia sudah menorehkan tinta emas di berbagai kejuaraan internasional balapan mobil. Dan sebentar lagi, dia bakal membawa nama bangsa Indonesia di ajang balapan mobil Formula 1,” terangnya.

Menurutnya, bagi generasi penerus, sosok Rio patut menjadi teladan. Dia berprestasi tapi tidak meninggalkan budi pekerti. Pergaulannya yang luas di dunia internasional, tak membuatnya lupa diri. Dia masih sering mengasihi antarsesama dengan berbagi di panti asuhan milik kakeknya di Solo. Apalagi Rio juga sosok yang religius.

”Jika tidak membantu uang, lalu apa yang kita berikan. Salah satunya adalah dukungan moril dan doa untuknya. Doa yang tulus untuk keselamatannya, kesuksesannya, dan kekuatan batinnya untuk mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.

Edy menambahkan, selain berdoa, Komunitas Omah Dongeng Marwah juga ingin mengenalkan profil Rio pada anak-anak Omah Dongeng Marwah, untuk mencontoh kepribadian yang baik dari sosok Rio. Termasuk menggelorakan semangat nasionalisme anak-anak.

Editor : Titis Ayu Winarni

Kebersamaan Perlu Ditanamkan Sejak Dini Kepada Anak

Kegiatan di Omah Aksi Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Omah Aksi Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus Mengajar yang digagas Komunitas Omah Aksi kini semakin intens untuk memberikan pendidikan secara non formal kepada anak-anak. Di Sekretariat Omah Aksi yang berada di Rendeng, Kudus, pegiat komunitas memfasilitasi anak-anak untuk mendapatkan belajar tambahan.

Dalam setiap kegiatan pembelajaran, Komunitas Omah Aksi selalu menekankan kebersamaan dalam kegiatan pembelajaran.

“Kebersamaan itu penting. Mereka bisa saling kenal, saling akrab satu sama lain. Dengan adanya kebersamaan, proses pembelajaran juga bisa lebih semangat dan lebih asyik,” ujar M. Ihsan Nugroho, Pegiat Komunitas Omah Aksi.

Dirinya juga menyampaikan, jika kebersamaan perlu ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak tidak memiliki sikap individualistik.

Dia menilai, kegiatan yang digagas oleh Omah Aksi ini memang bertujuan untuk bisa meningkatkan pengetahun bagi anak-anak. Dimana, anak-anak supaya bisa memanfaatkan waktu dengan baik, usai sekolah dan tidak hanya digunakan untuk bermain saja.

“Pengajar di komunitas ini beragam, ada yang masih kuliah, ada juga yang sudah bekerja. Di sela kesibukan, mereka meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak secara gratis,” katanya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Asyiknya Belajar Kelompok Bersama Komunitas Omah Aksi Kudus

Peduli Pendidikan, Pemuda Kudus Ini Gelar Bimbel Gratis untuk Murid SD

Kegiatan di Omah Aksi yang dipenuhi anak-anak usia SD untuk belajar bersama secata gratis, kemarin Minggu (28/2/2016) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Omah Aksi yang dipenuhi anak-anak usia SD untuk belajar bersama secata gratis, kemarin Minggu (28/2/2016) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu kegiatan komunitas di Omah Aksi Kudus memang menggelar
bimbingan belajar kepada anak usia sekolah dasar secara gratis. Oleh karenanya komunitas tersebut mengadakan pendataan dengan cara datang ke rumah wali murid untuk mengajak belajar bersama.

Salah satu anggota komunitas Omah Aksi M. Ihsan Nugroho mengutarakan, Omah Aksi ialah wadahnya berbagai komunitas. Dan salah satu tujuannya yaitu mengutamakan pendidikan bagi anak-anak usia SD.

Lewat pendataan, pihak Omah Aksi mengajak anak-anak tersebut untuk belajar bersama disaat sore hari.
Diketahui, pendataan tesebut dilakukan dengan mendatangi ke rumah wali murid dan membawa brosur. ”Kami datang, menjelaskan serta memberikan brosur kepada wali murid. Sehingga nantinya anak-anaknya dapat dizinkan untuk belajar bersama di Omah Aksi ini,” tuturnya.

Ternyata pengajar di Omah Aksi yang bertempat di Jalan Ekapraya III Nomor 34 Rendeng tersebut mayoritas masih berstatus mahasiswa. ”Meski kami masih mahasiswa baik dari universitas yang ada di Kudus maupun Semarang, akan tetapi ke 7 pengajar ini ingin berniat mengamalkan ilmunya kepada adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar secara gratis,” tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini Omah Aksi Kudus mengajar 20 anak dari sekolah dasar yang ada di Melati Norowito, Rendeng dan lainnya. Untuk proses belajar mengajarnya, lebih mengedepankan bermain sambil belajar. Yakni bernyanyi, merangkai robot, permainan, dan pelajaran umum.

Editor : Titis Ayu Winarni

Inilah Juara Perangkai Robot yang Hebat dari Kudus

Penyerahan hadiah kepada ke empat pemenang lomba adu robot oleh panitia Omah Aksi, Minggu (31/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penyerahan hadiah kepada ke empat pemenang lomba adu robot oleh panitia Omah Aksi, Minggu (31/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah berjibaku untuk merangkai dan memprogram robot yang digelar Omah aksi dan Lembaga Kursus IT Smart Kudus pada Minggu (31/01/2016), ada empat anak yang menjadi juara dari ke 18 peserta lomba.

Anggota Omah Aksi Kudus M Ichsan Nugroho mengatakan, setelah ke 18 anak ini selesai mengerjakan tugas membuat robot, maka pihaknya beserta IT Smart menggelar perlombaan kecil. ”Hasil 18 robot itu kami adu. Jika robot salah satu peserta yang diadu keluar dari lingkaran, maka dinyatakan kalah,” katanya.

Dalam perlombaan tersebut, pihak Omah Aksi dan IT Smart hanya mengambil 2 kategori juara. Yakni juara I ada dua orang dan runer up-nya dua orang.

”Untuk juara satunya ada dua anak, yakni Nauvan kelas V SD 1 Mlatinorowito dan Aldo kelas III SD 1 Mlatinorowito. Sedangkan untuk runer up-nya juga ada dua orang, yaitu Ilham kelas V SD 2 Mlatinoroiwito dan Sava kelas VI SD 2 Mlatinorowito. Untuk juara I kami beri hadiah tas dan alat sekolah, dan runer up kita beri hadiah topi,” paparnya.

Dia menambahkan, bagi yang mendapatkan juara, untuk even berikutnya, mereka dilarang untuk ikut serta lagi. Supaya bisa memberikan kesepatan bagi anak-anak yang lain untuk berkompetisi. Pihaknya juga berharap ilmu pengetahun yang diperoleh, bisa diaplikasikan terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Editor : Titis Ayu Winarni