Ratusan Nasabah Swissindo Kudus Ditolak Bank Mandiri

Koordinator atau Deputi Jenderal UN-Swissiindo Kabupaten Kudus, Mughtanim menunjukkan berkas UN- Swissindo VM1. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga  berbondong-bondong mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri Kudus, Jumat (18/8/2017) pagi.

Kedatangan warga, untuk melakukan registrasi kepada Bank Mandiri Kudus, dengan membawa surat biaya peningkatan kesejahteraan hidup (VM1), dengan mengatasnamakan UN-Swissiindo.

Hanya, pihak bank Mandiri tak memberikan izin masuk untuk melakukan pengurusan. Itu lantaran, pihak Mandiri menolak ada kerjasama dengan UN Swissindo. Meski begitu, warga memilih bertahan di depan kantor sambil berharap dapat terlayani.

Baca Juga : Nah lho…Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kordinator atau Deputi Jenderal UN-Swissiindo Kabupaten Kudus, Mughtanim mengatakan, pihaknya datang bersama ratusan warga melakukan registrasi membuka rekening. Rekening tersebut, nantinya dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan dengan kiriman dari UN-Swissindo.

“Kalau saya datang dari sekitar jam 09.00 WIB kurang, namun ada yang dari jam 07.30 WIB yang datang. Tujuannya untuk membuat rekening guna registrasi VM1,” katanya kepada media di depan kantor cabang Bank Mandiri Kudus.

Dia menjelaskan, kegiatan ini  merupakan  kegiatan awal  dari registrasi  VM1 dari  UN-Swissindo. Sedang Bank Mandiri merupakan bank yang dianggap kerjasama dengan UN-Swissindo.

Disanggung mengenai jumlah warga yang ikut organisasi tersebut, jumlahnya mencapai belasan ribu. Karena, dari dia sudah mencetak sekitar 10 ribu lembar sertifikasi atas nama Swissindo dan VM1.

Editor: Supriyadi

Bikin Bangga, Kudus Terpilih jadi Pilot Project Desa Pandai OJK

Bupati Kudus Musthofa saat bicara di depan publik di kegiatan peresmian pilot project nasional di Desa Karangbener, Bae. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus terpilih sebagai pilot project nasional Desa Pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara peresmian berlangsung di Desa Karangbener, Bae, Senin (3/4/2017). 

Acara ini dihadiri Wakil Ketua Komisioner OJK Dr Rahmat Waluyanto, Ketua Kanreg 3 OJK Jateng-DIY M Ihsanuddin, sejumlah kepala perbankan, BUMN, serta pejabat Pemkab Kudus dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.

Bupati Kudus Musthofa meminta jajaran OPD di Kudus bersama seluruh lurah dan kepala desa bisa memberikan dukungan penuh terhadap literasi keuangan dari program ini. Salah satunya yaitu tabungan pelajar yang bernama Simpel (simpanan pelajar) dinilainya sangat tepat untuk mendidik menabung sejak dini. Yang diharapkan bisa membuat anak bangsa bank minded.

”Saya berharap masyarakat yang dimulai dari pelajar, bisa merencanakan hidup dengan baik dengan literasi keuangan yang juga meningkat,” kata Musthofa. 

Dalam acara tersebut, Musthofa menerima piagam program kerja Desa Pandai OJK. Tentu kepercayaan dari OJK ini akan memberikan motivasi bagi bupati dan masyarakat Kudus untuk semakin melek lembaga keuangan.

Sementara itu, Ketua Kanreg 3 OJK Jateng-DIY M Ihsanuddin mengatakan bahwa Kudus merupakan yang pertama di Indonesia meresmikan desa pandai OJK ini. Dirinya berharap program ini berjalan dengan baik yang akan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan.

Editor : Akrom Hazami