Wajahmu Berminyak? Jangan Stres, atau Marah-Marah dengan Pacar, Ini Solusinya

BLOGMAMEN

BLOGMAMEN

 

KUDUS – Minyak yang diproduksi oleh tubuh tentunya tetap akan dibutuhkan dengan jumlah tertentu. Akan tetapi jika minyak yang keluar berlebih, maka akan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Sama halnya dengan minyak yang keluar di wajah. Banyak yang mengeluhkan karena produksi minyak yang terlalu banyak sehingga mengganggu penampilan. Jerawat, dan kusam akan mudah terlihat akibat kelebihan minyak tersebut.

Akan tetapi, kelebihan minyak tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai wajah dengan tipe berminyak. “Sebab di beberapa tempat di wajah, tidak semua bagian mengeluarkan minyak dengan kadar yang sama,” ungkap Istifaizah, salah satu ahli kecantikan Wardah di Kudus.

Biasanya, saat ditanya bagian mana dari wajah yang paling berminyak, kebanyakan akan menjawab di daerah T yakni dahi dan hidung. Dirinya menjelaskan, area ini memang mengeluarkan minyak yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian kulit wajah lainnya.

Biasanya, seseorang akan menjadi bingung bagaimana cara merawatnya. Apakah memakai produk perawatan untuk kulit berminyak atau perawatan untuk kulit kering.

“Untuk menentukan, cukup melihat zona non T apakah berminyak atau kering. Sehingga penggunaan make up dan perawatan dapat dipilih dengan yang sesuai kondisi wajah, ” pungkasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Cocok Atau Ketergantungan Kosmetik?

torricelumngirl.com

torricelumngirl.com

KUDUS – Dwi Yhunianto, wakil manager di Larissa Aesthetic Center Kudus mengungkapkan, biasanya masyarakat menganggap kosmetik cocok karena mampu mengatasi permasalahan yang dialami. Sehingga untuk selanjutnya, kosmetik tersebut digunakan dalam jangka lama. Dan ketika pemakaian dihentikan, permasalahan tersebut muncul kembali. Atau dapat pula menyebabkan masalah kulit lain.

Berdasarkan hal tersebut, sebenarnya kosmetik tersebut tidak semuanya cocok saat digunakan, hanya karena mampu menghilangkan masalah yang dialami. Justru jika pemakaian dihentikan dan timbul masalah kulit lagi baik masalah yang sama atau efek lain, seharusnya pemakaian kosmetik tersebut harus dihentikan.

”Sebenarnya kosmetik atau obat tersebut bukan cocok terhadap seseorang, namun justru memberikan efek ketergantungan yang membahayakan kesehatan pengguna,” jelasnya.

Misalkan pada kulit yang kusam dan berjerawat, ketika menggunakan suatu produk dalam jangka tertentu akan membuatnya hilang. Namun saat pemakaian dihentikan akan muncul jerawat baru atau gangguan lain seperti kulit memerah.

”Pada sebagian orang mengatakan kulit kekurangan nutrisi, sehingga perlu untuk menggunakan kembali kosmetik tersebut. Padahal hal tersebut tidak benar. Justru dengan kasus tersebut membuktikan kosmetik yang digunakan tidaklah cocok,” ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat perlu berhati-hati untuk memilih kosmetik yang benar-benar cocok sesuai dengan kebutuhan. Bukan justru yang menimbulkan ketergantungan yang memperparah kerusakan kulit. (AYU KHAZMI/TITIS W)

 

Foto sama

 

Hati-hati, Kosmetik yang Digunakan Sebagai Obat

torricelumngirl.com

torricelumngirl.com

KUDUS – Saat ini, banyak produk kecantikan yang dijual bebas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama para wanita. Karena kebiasaan menggunakan kosmetik tersebut, akhirnya membuat kosmetik kian banyak dicari.

Setelah mencoba dan merasa cocok pada suatu produk, masyarakat cenderung menggunakannya secara terus menerus. Termasuk untuk kosmetik yang juga merupakan obat untuk mengatasi permasalahan kulit, yang erat kaitannya dengan kecantikan.

Dwi Yhunianto, wakil manager di Larissa Aesthetic Center Kudus mengatakan untuk berhati-hati pada kosmetik, terutama pada kosmetik yang juga dikhususkan untuk mengatasi permasalahan kulit.

”Kecenderungan untuk menggunakan kosmetik tertentu dalam waktu yang lama karena kecocokan memang sering dilakukan oleh masyarakat. Akan tetapi masyarakat juga harus tahu apakah kosmetik tersebut memang cocok atau tidak,” ujarnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)