Cawabup Jepara Nur Yahman Tak Bisa Ikut Nyoblos

Calon Wakil Bupati Jepara Nur Yahman (dua dari kanan) melakukan orasi saat kampanye terbuka beberapa hari lalu. Nur Yahman, pada pemungutan suara besok, tidak bisa mencoblos, karena KTP miliknya beralamat di DKI Jakarta. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Calon Wakil Bupati Jepara pasangan nomor urut satu Nur Yahman dinyatakan tidak bisa memberikan hak suaranya pada pemungutan suara Pilkada Jepara yang akan berlangsung Rabu (15/2/2017). Pasalnya, Nur Yahman yang dalam pilkada ini berpasangan dengan Subroto terdata memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di DKI Jakarta.

“Salah satu kandidat pasangan calon atas nama Nur Yahman, Calon Wakil Bupati Jepara nomor urut satu tidak bisa memberikan hak suaranya karena ber-KTP di DKI Jakarta,” ujar Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri Selasa (14/2/2017).

Selain Nur Yahman, masing-masing kandidat, besok akan mengunakan hak pilihnya, sesuai dengan tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditetapkan. “Untuk calon bupati nomor urut 1, Subroto akan menggunakan hak pilihnya di TPS 4 ,Desa Langon, Kecamatan Tahunan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk pasangan calon bupati nomor urut 2 Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi akan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan alamatnya masing masing. Ahmad Marzuqi yang semula di TPS 1 Kelurahan Panggang, mengajukan pindah ke TPS 2 Desa Bangsri. Sebab saat ia cuti, Ahmad Marzuqi beserta keluarganya pindah ke Bangsri. Sedangkan untuk wakilnya Dian Kristiandi, akan nyoblos di TPS 3 Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo.

Editor : Kholistiono