Pemkab Grobogan Dukung Aspirasi Pengurus PCNU Tolak Kebijakan Full Day School

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono ikut menandatangani aspirasi yang disampaikan pengurus PCNU setelah selesai melangsungkan audensi dengan di gedung Riptaloka, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan memberikan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan jajaran pengurus PCNU. Yakni, penolakan terhadap diberlakukannya kebijakan full day scholl (FDS).

Bentuk dukungan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono dengan ikut menandatangani aspirasi yang disampaikan pengurus PCNU. Acara penandatanganan dilakukan setelah selesai melangsungkan audensi dengan para pengurus PCNU dan jajaran badan otonominya yang dilangsungkan di gedung Riptaloka Setda Grobogan, Jumat (18/8/2017).

“Aspirasi yang disampaikan jajaran PCNU Grobogan ini kita dukung. Sebab, adanya FDS memang akan berdampak pada eksistensi madrasah diniyah di Grobogan yang jumlahnya lebih dari 400 unit,” kata Sumarsono.

Audensi yang digelar selepas Jumatan itu juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Hambali dan Kepala Dinas Pendidikan Pudjo Albachrun, Kepala Bappeda Anang Armunanto dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Hadir pula Ketua Tanfidiyah PCNU Abu Mansyur dan Ketua Syuriah KH Khambali.

Menurut Abu Mansyur, penolakan FDS itu dilakukan karena kebijakan ini akan membawa dampak cukup besar. Terutama, keberadaan madrasah diniyah (madin) bisa terancam eksistensinya.

“Kalau FDS diterapkan, anak-anak berada di sekolah sampai sore. Padahal, kegiatan di madin kebanyakan dilangsungkan sore hari. Karena anak masih sekolah maka madin terancam tidak ada kegiatan belajar,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya kebijakan FDS, seolah keberadaan dan jasa madin tidak diakui. Padahal, selama puluhan tahun, lembaga ini sudah ikut memberikan andil cukup besar dalam bidang keagamaan dan pendidikan karakter.

“Kami merasa kebijakan FDS itu tidak pas. Oleh sebab itu, kebijakan ini harus dicabut,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

 

NU Berharap Adanya Sinergi Penanggulangan Risiko Bencana 

Pertemuan stakeholders Penanggulangan Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana (PRB-PB) Program Steady LPBI NU. ((ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sinergi dalam penanggulangan risiko bencana dan penanggulangan bencana sangat penting dilakukan. Dengan begitu, dalam melakukan penanggulangan bencana bisa dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Rurit Rudiyanto dari Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (PP LPBI) NU di Ruang Rapat Lantai II Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (4/3/2017).

”Masing-masing seperti TNI dan Polri, punya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan bencana, termasuk LPBI NU juga punya SOP sendiri. Biar tidak jalan sendiri-sendiri, maka harus ada sinergi di lapangan,” ujarnya dalam pertemuan stakeholders Penanggulangan Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana (PRB-PB) Program Steady LPBI NU.

Dia berpandangan, sinergi ini menjadi penting, karena fakta di lapangan, seringkali ada ‘benturan’ antar masing-masing. ”Pentingnya sinergi ini adalah agar tidak ada benturan. Fakta di lapangan, tak jarang saat bencana yang terjadi tidak besar, relawannya banyak. Sebaliknya, ketika bencana yang terjadi besar, relawannya malah sedikit,” paparnya.

Dalam pertemuan yang dibuka oleh Wakil Ketua PCNU Kudus yang juga Wakil Rektor IV UMK, Subarkah itu, Rurit pun berpesan semua pihak membangun kebersamaan dan saling menguatkan. ”Selain itu, perlu ditingkatkan komitmen dan kesadaran dalam menanggulangi bencana,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Rurit juga menyinggung pentingnya untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) Penanggulangan Bencana di Kabupaten Kudus, apalagi di kabupaten ini sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

”Secara nasional, memang sudah ada aturan terkait dengan penanggulangan bencana, hanya saja ini bersifat umum di Indonesia. Perda sendiri dibutuhkan, karena diharapkan aturan tersebut berbasis karakter lokal yang ada,” jelasnya.

Ketua pantia kegiatan, M Khoirul Anam, menyampaikan, tujuan pertemuan ini adalah melakukan komunikasi antar-stakeholders dalam penanganan bencana di Kabupaten Kudus dan mensinergikan kegiatan-kegiatan LPBI NU dalam penanganan bencana.

”Tujuan lain, yaitu membangun komunikasi melalui diskusi-diskusi rutin untuk membahas isu-isu tentang bencana daerah dan menginisiasi pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Kudus,” katanya.

Subarkah menilai, bahwa Kabupaten Kudus sudah waktunya memiliki Perda Penanggulangan Bencana, karena melihat realitasnya, bencana-bencana sering terjadi di kabupaten ini, baik longsor, banjir, dan yang baru terjadi adalah puting beliung di Desa Honggosoco (Jekulo) dan Desa Kandangmas (Dawe) belum lama ini.

”Adanya Perda Penanggulangan Bencana, maka kerja-kerja penanggulangan bencana akan bisa dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi dengan baik. Semoga Perda Penanggulangan Bencana di Kabupaten Kudus bisa secepatnya terwujud,” harapnya.

Sementara itu, pertemuan stakeholders PRB-PB LPBI NU Kabupaten Kudus ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain dari BPBD Kudus, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), UMK, TNI, Polri, dan beberapa pimpinan dari industri (perusahaan).

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Kader NU Demo Tuntut Tempat Karaoke di Kudus

Polisi berjaga-jaga di lokasi aksi tuntut penutupan tempat karaoke di depan pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi berjaga-jaga di lokasi aksi tuntut penutupan tempat karaoke di depan pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016). Aksi dilakukan dengan tuntutan menutup  tempat karaoke dan tak boleh lagi ada yang beroperasi.

M Syarmato Hasyim, Ketua PC Ansor Kudus menyebutkan, kalau aksi dilakukan oleh ribuan masa. Beberapa kelompok yang hadir, seperti Banser, Ansor, IPNU, PMII dan berbagai ormas NU lainnya. “Kami satu tujuan, yakni menutut menutup semua karaoke yang ada di Kudus. Kami akan tetap mengawal dan mengawasinya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat aksi.

Aksi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB atau usai salat Jumat hingga selesai sekitar pukul 14.15 WIB. Acara aksi dimulai dengan cara orasi. Aksi juga menutup jalan yang berada di depan pendapa. Syarmanto mengatakan, pengawasan tentang tutupnya karaoke juga harus dipantau. Jangan sampai masih ada karaoke yang buka, atau malah karaoke yang belum tersegel dan baru mulai buka, masih ada.

“Ini merupakan bentuk penegakan peraturan daerah di Kudus, jadi harus dilaksanakan sesuai dengan aturan. Selain itu juga, kami juga meminta agar miras diberantas. Sebab aturan tentang miras juga sudah ada,” ungkapnya.

Dikatakan kalau Kudus merupakan kota aman dan religius.  Kudus juga merupakan kota yang kondusif, sehingga harus dibersihkan dari keberadaan karaoke di Kudus ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Santri NU di Blora Dapat Pesan dari Polisi

Suasana konferensi cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama ke-XI dan pelantikan ikatan pelajar putri Nahdatul Ulama periode 2016-2018. (Polres Blora)

Suasana konferensi cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama ke-XI dan pelantikan ikatan pelajar putri Nahdatul Ulama periode 2016-2018. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Konferensi cabang ikatan pelajar Nahdatul Ulama ke-XI dan pelantikan ikatan pelajar putri Nahdatul Ulama periode 2016-2018 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Alif Desa Tamanharjo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Kapolres Blora AKBP Surisman dalam kesempatan kali ini meluangkan waktu untuk menghadiri acara tersebut untuk menjalin silaturahmi.

Dihadiri oleh seluruh alim ulama dan sesepuh serta pengasuh Pondok Pesantren Al-Alif, turut menghadiri Kapolsek Tujungan beserta Anggota dan Komandan Koramil beserta anggotanya, juga para pengurus Nahdatul Ulama Cabang Blora dan para Santri Ponpes Al-alif.

Di samping untuk mempererat silaturahmi antara TNI/Polri dengan para ulama dan santri, Kapolres Blora dipersilakan untuk memberikan sambutannya. Surisman menyampaikan selamat atas dibukanya acara Konfrensi Cabang pelajar Nahdatul ulama ke-XI serta dilantiknya ikatan pelajar Putri Nahdatul Ulama periode 2016-2018.

“Kami menyampaikan pesan kepada seluruh ikatan pelajar NU agar menggunakan ilmu yang diperoleh dengan baik untuk diterapkan dan ditularkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadilah pelajar yang selalu belajar, berjuang, bertakwa, guna mewujudkan pelajar Blora yang berkarya seperti motto dalam acara hari ini,” ujarnya dikutip dari web resmi Polres Blora.

Jangan sampai jadi pelajar yang pinter tapi keblinger, kata dia, yakni menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang negatif dan merugikan masyarakat, bangsa dan negara. “Hati-hati dengan paham radikal yang sedang berkembang, mereka sedang mencari kader yang pintar berilmu dan berteknologi untuk mengacaukan situasi keamanan negara serta ingin mengubah ideologi Bangsa,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Demo 2 Desember,  Toko NU Todanan Blora Didatangi Polisi

Polisi dan tokoh NU serta tokoh masyarakatn di Kecamatan Todanan saling berkoordinasi untuk mengantisipasi adanya aksi 2 Desember. (Polres Blora)

Polisi dan tokoh NU serta tokoh masyarakatn di Kecamatan Todanan saling berkoordinasi untuk mengantisipasi adanya aksi 2 Desember. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Menjelang demo 2 Desember 2016 yang rencananya akan digelar besar-besaran, maka sejumlah ormas disambangi polisi. Seperti halnya NU di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Polsek Todanan Blora menyambangi tokoh NU kecamatan setempat,  Kiai Ngadi.  Kapolsek Todanan Resor Blora AKP Sutrisno menyampaikan, guna mengantisipasi aksi bela Islam jilid III tanggal 2 Desember 2016 mendatang terkait dugaan penistaan agama, polisi menyambangi tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

“Tujuannya adalah  agar semua elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi tentang isu negative tersebut. Diharapkan seluruh warga tidak mengikuti kegiatan unjuk rasa itu,” kata Sutrisno dikutip dari website resmi Polres Blora.

Menurutnya, warga Lebih baik beraktivitas dan bekerja seperti biasanya. Warga tidak perlu memikirkan atau turut campur dalam permasalahan tersebut. Biarkan kepolisian dan seluruh penegak hukum bekerja dengan profesional dan maksimal.

“Jangan ada provokasi atau intervensi dari pihak mana pun. Mari kita jaga keamanan, ketertiban, kesatuan dan persatuan NKRI ini dengan baik. Jangan sampai mudah terpecah belah oleh pihak mana pun karena Indonesia adalah Negara Pancasila yang menjunjung tinggi keanekaragaaman,” ucapnya.

Hal ini direspons positif oleh KH Samsudin selaku Pembina NU tingkat Kecamatan Todanan. Dia menyampaikan bahwa pihaknya  mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan tertib.

“Sebagaimana yang telah dilakukan selama ini. Dan kami melarang para santri untuk mengikuti demo bela Islam di Jakarta karena itu dapat merugikan kepentingan umum bangsa dan Negara,” ujarnya.

NU Kecamatan Todanan akan selalu membantu Polri dan memberikan Informasi, kata dia, terutama apabila terdapat santri yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Demo 2 Desember 2016.

Editor : Akrom Hazami

30 Ribu Santri Direncanakan Ikut Kegiatan MMBS NU di Kudus

Panita MMBS melakukan rapat koordinasi di kantor PCNU Kabupaten Kudus, Jumat malam. (Istimewa)

Panita MMBS melakukan rapat koordinasi di kantor PCNU Kabupaten Kudus, Jumat malam. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Mlaku-mlaku Bareng Santri (MMBS) di Kabupaten Kudus, akan dilaksanakan pada Minggu (13/11/2016). MMBS ditargetkan diikuti oleh 30 ribu santri di Kota Kretek ini, dengan mengenakan sarung dan peci bagi santri laki- laki, sedang perempuan memakai baju muslimah.

Wakil Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kudus, Mawahib mengutarakan hal itu dalam rapat koordinasi MMBS di Kantor PCNU Kabupaten Kudus, Jumat malam (11/11/2016). “Ini merupakan puncak kegiatan Hari Santri yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Kudus,’’ ujarnya di rilis persnya ke MuriaNewssCom, Sabtu (12/11/2016).

Dia menyampaikan apresiasi positif terhadap pondok pesantren dan madrasah di lingkungan Kabupaten Kudus, yang ikut mendukung kegiatan MMBS ini. “Dukungan dari pesantren dan madrasah sangat bagus,’’ ungkapnya.

Wahib –sapaan akrabnya- menyampaikan, tujuan penyelenggaraan MMBS ini adalah untuk memupuk nasionalisme santri dalam bingkai kebhinnekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selain itu, untuk mengenang peran dan jasa kiai dari cengkeraman penjajah, termasuk dikeluarkannya resolusi jihad oleh Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari. Resolusi jihad adalah salah satu tonggak penting dalam perjuangan bangsa Indonesia,’’ tuturnya diamini M, Choirul Anam, sekretaris panitia MMBS.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kudus itu menuturkan, MMBS yang sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan, selain mengenang jasa para kiai, juga mengenang serta para pahlawan bangsa.

Menurutnya, santri harus mengisi kemerdekaan, dengan ikut mengambil peran pada pembangunan bangsa di berbagai bidang, dengan perpegang teguh pada kaidah Al-muhafadlatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdlu bi al-jadid al-ashlah. “Jaga
sesuatu kebaikan di masa lampau, dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik,’’ paparnya.

Sementara itu, rute MMBS yaitu dari Alun-alun Simpang 7 Kudus ke selatan melewati Jalan A Yani, lampu merah utara Kudus Plaza (Matahari) ke barat, lalu menuju Jalan Wachid Hasyim, sampai di lampu merah Pekojan ke timur dan finish kembali
di Alun-alun Simpang 7.

Dalam kegiatan MMBS ini, panitia menyiapkan berbagai doorprize yang menarik. Antara lain 1 unit sepeda motor, 5 buah sepeda gunung, 1 buah mesin cuci, 2 kompor gas. 3 buah setrika, 1 buah kultas, dan 2 buah pesawat televisi.

Acara ini juga akan dimeriahkan dengan panggung hiburan seperti tongtek, senam dzikir MA NU BANAT, fashion show dari SMK NU Banat yang mendunia, serta paduan suara an-Nahdlah dari Jakarta. Ada juga donor darah dan pengobatan alternatif  dari Banser Wira Husada (Barada).

Editor : Akrom Hazami

NU Diminta Ajak Warga Pati Gunakan Hak Pilih Pilkada

 Jajaran Pengurus PCNU Pati saat didatangi sejumlah anggota KPU di Sekretariat PCNU di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Pengurus PCNU Pati saat didatangi sejumlah anggota KPU di Sekretariat PCNU di Jalan Dr Susanto Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati berharap Nahdlatul Ulama (NU), sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar, ikut melakukan fungsi kontrol pada setiap tahapan Pilkada Pati. Salah satunya, peran NU untuk mengajak warga Pati agar menggunakan hak pilihnya.

“Kami berharap agar NU bisa memberikan dukungan dalam pelaksanaan Pilkada 2017. Dukungan itu bisa dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk ikut aktif terlibat dalam pilkada, termasuk mengajak warga hadir di tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suara,” kata Ketua KPU Pati Moch Nasich kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Ia mengatakan, KPU saat ini ditarget agar tingkat partisipasi pemilih sedikitnya harus mencapai 75 persen dari total pemilih yang terdaftar. Hal itu dikatakan sebagai tugas yang cukup berat, mengingat pilkada tahun lalu tingkat partisipasi pemilih di Pati hanya mencapai 66,6 persen saja.

Hal itu membuat KPU Pati bekerja keras dengan menjalin silahturahmi dengan berbagai pihak, untuk menciptakan kesadaran masyarakat, agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2017. Salah satunya dengan NU yang dinilai punya jaringan luas.

Selain itu, silahrurahmi dengan NU diharapkan bisa melakukan fungsi kontrol dalam setiap tahapan Pilkada. “Bersama dengan ormas Islam, kami ingin tahapan Pilkada bisa dikawal supaya sesuai dengan aturan dan semangat demokrasi,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

MWC NU Nalumsari Jepara Gelar Takhtimul Quran Massal

upload sekarang NU (e)

Acara takhtimul quran yang diselenggaran MWC NU Nalumsari Jepara (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Nalumsari menggelar takhtimul quran massal yang diikuti 100 huffadz dan huffadzoh se-Kecamatan Nalumsari di Gedung MWC NU Nalumsari.

Kegiatan ini, merupakan salah satu rangkaian dari Peringatan Hari Lahir NU ke-93. Acara ini sendiri dibuka secara langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

“Khotmil quran ini sebagai rangkaian Harlah NU, dan ini sudah menjadi tradisi yang harus dilestarikan, terutama untuk mendoakan arwah para pejuang NU khususnya di lingkungan Kecamatan Nalumsari”, ungkap M. Sholeh, Ketua Panitia Pelaksana Harlah dalam press releasenya yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (8/4/2016).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, selain takhtimul quran, dalam beberapa hari ke depan, MWC NU Nalumsari juga bakal mengadakan kegiatan donor darah, berbagai perlombaan tingkat ranting NU s- Kecamatan Nalumsari, ziarah massal ke tokoh NU, dan pengajian umum sebagai acara puncak.

Arofiq, salah satu peserta khotmil quran mengatakan,jika kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. “Ahamdulillah, MWC NU Nalumsari bisa melaksanakan acara ini, semoga ini membawa berkah bagi warga Nahdliyyin, khususnya di lingkup Kecamatan Nalumsari. Semoga ini dapat dilestarikan di tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Gagas Melek Teknologi, Muslimat NU Jepara Gelar Pelatihan Teknologi Informasi

Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. (ISTIMEWA)

Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Di era Globalisasi seperti sekarang, teknologi menjadi hal yang lumrah bagi semua kalangan masyarakat. Untuk menyongsong masyarakat muslimat melek media, Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. Penyelenggaraan pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka harlah muslimat NU yang ke 70.

Dalam pelatihan tersebut, Muslimat NU menggandeng Telkom cabang Kudus sebagai narasumber serta Lembaga Pers Mahasiswa BURSA Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara relawan untuk membantu peserta. Peserta pelatihan berasal dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang Se-Kabupaten Jepara.

”Peserta dalam pelatihan ini seharusnya hanya berjumlah 20 orang. Namun, dalam kenyataannya peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan ini. Sehingga wifi yang digunakan kurang sepadan dengan peserta,” Ujar Mayadina Rohma, ketua panitia pelaksana.

Nur Aini ketua Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus muslimat mulai dari anak cabang sampai dengan pengurus cabang serta memudahkan komunikasi organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi.

Pelatihan ini direncanakan tidak berjalan satu kali ini saja, melainkan suatu saat ada follow up-nya. Peserta yang hadir dalam pelantikan tersebut diharapkan membagi ilmu dengan pengurus yang lain di cabang.

”Direncanakan untuk pertemuan kedepan peserta mempelajari mengenai blogger,” imbuh Mayadina Rohma yang baru-baru ini dilantik sebagai Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Editor : Titis Ayu Winarni

Usai Dilantik, Pimpinan NU dan Forkopinda Naik Becak ke Pendapa

Kiai sepuh NU Mbah Maimun Zubaer saat menaiki becak di kawal sejumlah petugas Banser NU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kiai sepuh NU Mbah Maimun Zubaer saat menaiki becak di kawal sejumlah petugas Banser NU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ada momen yang unik dalam acara pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara. Semua pimpinan NU Jepara bahkan Kiai Maimun Zubaer yang notebene kiai sepuh NU beserta Forkopinda Jepara naik becak dari lokasi pelantikan di gedung NU Jepara, Jalan Pemuda hingga ke Pendapa Kabupaten Jepara.

Sejumlah becak disiapkan oleh panitia acara kemudian usai acara di gedung NU, para kiai dan pejabat di Jepara menaiki becak satu persatu. Tak hanya kiai asal Jepara saja, kiai sepuh NU Mbah Maumun Zubaer turut ikut di barisan pertama memimpin rombongan, disusul pimpinan NU Jepara, kemudian Bupati Jepara beserta Forkopinda Jepara.

Sebelum sampai di Pendapa Kabupaten Jepara, mereka telah ditunggu oleh tim drumband yang memeriahkan acara tersebut. Mereka juga dikawal puluhan Banser beserta pasukan NU lainnya yang menggunakan sepeda motor dan mobil pengawal.

“NU merupakan organisasi milik semua kalangan, termasuk kalangan tukang becak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami libatkan mereka untuk memeriahkan acara pelantikan ini,” kata Ketua NU Jepara Kiai Khayatun Abdullah Hadziq kepada MuriaNewsCom, Selasa (22/12/2015).

Menurutnya, pada pelantikan ini pihaknya ingin menunjukkan kepada publik bahwa NU adalah organisasi Islam besar. Kemudian, pihaknya nantinya ingin menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak untuk membangun Jepara agar lebih maju. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ratusan Warga Miskin Mendadak ke Lapangan Rendeng, Kudus, Ada Apa?

Para peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Keresidenan Pati foto bersama saat menjalani latihan gabungan tanggap bencana alam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Keresidenan Pati foto bersama saat menjalani latihan gabungan tanggap bencana alam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ratusan warga miskin mendadak menuju Lapangan Rendeng, Kudus. Mereka memenuhi undangan untuk mendapatkan bantuan.

Ya, selain menggelar latihan gabungan tanggap bencana di lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus, selama dua hari. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) juga akan mengundang warga miskin di wilayah setempat.

Undangan kepada warga miskin tersebut merupakan bentuk bakti sosial
kepada sesama.

“Untuk undangan kepada warga miskin tersebut nantinya ada sekitar 500
orang. Mereka akan diberikan sembako,” kata M Romadloon, salah satu panitia kegiatan latihan gabungan IPNU-IPPNU se-Keresidenan Pati. Dengan adanya bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga miskin di Desa Rendeng.

“Untuk logistik bantuan sembako itu, kami bebankan kepada IPNU-IPPNU yang ada di 9 kecamatan di Kudus. Mereka akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan masing masing. Selain itu, untuk tiap kecamatan akan dimintai sumbangan sebanyak 10 kg beras, dan 2 kardus mi instan,” ujarnya.

Sedangkan yang ada di luar Kabupaten Kudus, lanjutnya, akan dimintai sumbangan sebanyak 2 kg beras, dan 1 kardus mi instan.

Dia menambahkan, untuk pembagian logistik sumbangan tersebut akan diberikan Rabu sore (14/10/2015) seusai kegiatan latihan gabungan IPNU-IPNU se-Keresidenan Pati ini. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Kader NU se-Keresidenan Pati Dilatih Tak Takut Bencana

Para peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Keresidenan Pati foto bersama saat menjalani latihan gabungan tanggap bencana alam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Keresidenan Pati foto bersama saat menjalani latihan gabungan tanggap bencana alam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sebanyak 120 anggota pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Keresidenan Pati saat ini menjalani latihan gabungan tanggap bencana alam di lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Kegiatan yang dimulai Selasa (13/10/2015) sampai dengan Rabu (14/10/2015) tersebut nantinya akan menggandeng beberapa instansi terkait.

Salah satu panitia latihan gabungan M Romadlon mengatakan, dalam kegiatan diisi pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kudus (BPBD) dan organisasi Corp Penanggulangan Becana Alam Nahdlatul Ulama (CPBA-NU).

Dia menilai dengan menggandeng dua intansi itu di kegiatan latihan gabungan tanggap bencana, itu bisa relevan. Sebab materi yang akan disampaikan juga terkait dengan bencana alam.

Selain acara latihan gabungan,organisasi yang di bawah naungan NU tersebut juga akan menyelenggarakan perayaan tahun baru Islam 1437 H.

“Untuk memperingati tahun baru Islam, kita menggelar doa awal dan akhir tahun secara bersama sama. Dan akan mengadaka Salat Istisqo dengan warga sekitar,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Ratusan Warga Padati Pemakaman Kiai Chusnan

Dalam pemakaman KH M Chusnan, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Had)

Dalam pemakaman KH M Chusnan, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Had)

 

KUDUS – Ratusan warga dari kalangan pelajar, pendidik hingga umum memadati penghormatan terakhir dalam pemakaman KH M Chusnan Selasa (11/8/2015) pagi tadi. Ratusan warga tersebut menyempatkan diri dalam pemakaman kiai Kudus tersebut.

Dalam pemakaman tadi, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. Selain itu, terlihat pula para anggota dewan seperi ketua Komisi D mukhasiron, dan juga Kemenag Kudus Hambali.

Pengajian untuk Kiai Chusnan dimulai nanti malam, hal itu diungkapkan modin yang menarkhim jenazah usai dimakamkan tadi.

Kematian kiai tersebut meninggalkan enam anak dan enam cucu. Sebelumnya sempat dirawat di RSUD dan mengidap penyakit ginjal, sehingga harus rutin cuci darah.

”Sudah satu setengah tahun bapak sakit ginjal dan harus cuci darah sepekan dua kali. Dan karena ginjal maka dapat menyebabkan penyakit lain dalam tubuh,” jelas menantu kiai Chusnan Hasyim Asy’ari usai pemakaman tadi. (FAISOL HADI/TITIS W)

Mantan Ketua NU Kudus Kiai Chusnan Meninggal Dunia

KUDUS – Warga Kudus kembali berduka, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Ulama sekaligus mantan Ketua NU Kudus KH M Chusnan atau yang banyak memanggil Kiai Chusnan, meninggal dunia dalam usia 65. Tokoh NU Kudus itu, meninggal pukul 22.00 tadi malam, setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Lukmonohadi Kudud, karena sakit yang dideritanya.

Ketua NU Kudus Abdul Hadi mengatakan, Kiai Chusnan bakal dimakamkan hari ini (11/8/2015) di pemakaman umum Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus pada pukul 10.00 WIB.

“Kemarin sore, Senin (10/8/2015). Yi Chusnan baru dilarikan ke rumah sakit umum (RSUD). Beliau langsung mendapatkan perawatan di ICU karena penyakit yang beliau derita, namun setelah pukul 22.00 malam tadi, beliau kapundut (meninggal),” kata Abdul Hadi kepada MuriaNewsCom.

Informasi yang dia terima, Kiai Chusnan memilki penyakit kencing manis dan ginjal. Sehingga harus dilakukan cuci darah.

Meninggalnya kiai Kudus tersebut jelas meninggalkan duka yang mendalam. Khususnya bagi warga NU di Kudus yang selama dua periode mulai 2003 hingga 2013 di bawah kepemimpinannya.

Bahkan, duka juga jelas diungkapkan kepala Kemenag Kudus Hambali. Bagi dia, Kiai Chusnan merupakan sosok yang sangat baik. Hal itu sangat jelas dengan kepercayaan warga NU Kudus untuk menjabat sebagai ketua selama dua periode.

“Dia sangat baik, saya kenal dengan beliau. Dengan menjabat dua kali sudah menunjukkan bahwa beliau memang orang baik. Semoga Allah menerima amal ibadah Kiai Chusnan yang karyanya sangat banyak,” jelasnya. (FAISOL HADI/SUNDOYO HARDI)

Harga Mati, NU dan Muhammadiyah Tegaskan Sikap Penolakan Karaoke di Pati

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Perwakilan NU, Muhammadiyah dan organisasi di bawahnya membacakan pernyataan sikap terkait dengan pengawalan Perda Nomor 8 Tahun 2013, terutama yang menyangkut soal karaoke di hadapan Forkompinda Pati, Sabtu (27/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Ormas Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Pati membacakan pernyataan sikap terkait dengan penolakan karaoke di hadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Pati di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (27/6/2015). Lanjutkan membaca