Pelantikan Pengurus Baru, Muslimat NU Akan jadi Tempat Aduan

Pelantikan kepengurusan anggota Muslimat NU cabang Kudus di JHK Selasa (29/3/2016). (MuriaNewsCom/ EDY SUTRIYONO)

Pelantikan kepengurusan anggota Muslimat NU cabang Kudus di JHK Selasa (29/3/2016). (MuriaNewsCom/ EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menggelar istigasah memperingati Harlah Muslimat NU yang ke-70, Gedung Jamiatul Hujaj Kudus (JHK), Selasa (29/3/2016), juga mengukuhkan kepengurusan periode 2015/2020.

Sekretaris I Mustlimat NU Kudus Anisa Listiana mengatakan, selain istigasah, acara ini juga sebagai pengukuhan dan pelantikan kepengurusan Muslimat NU cabang Kudus yang terbaru.”Untuk yang dilantik dari pimpinan harian ada 40 orang, dewan penasihat ada 3 serta dewan pakar ada 2 orang,” katanya.

Sementara itu, susunan kepengurusan Muslimat NU beda dengan periode sebelumnya. Sebab pada periode 2015-2020 terdapat penambahan dua bidang. Di antaranya ialah bidang hukum dan advokasi serta bidang penelitian pengembangan komunikasi dan informasi.

“Kalau susunan kepengurusan di periode sebelumnya itu hanya tujuh bidang yakni : 1. organisasi dan keangotaan, 2. bidang pendidikan dan kaderisasi, 3. bidang sosial, kependudukan dan lingkungan hidup, 4. bidang kesehatan, 5. bidang dakwah, 6. bidang ekonomi, koperasi dan agrobisnis serta ke 7. bidang tenaga kerja. Namun untuk di periode 2015 2020 ini kita tambahkan dua bidang lagi. Yakni bidang hukum dan advokasi serta bidang penelitian pengembangan komunikasi dfan informasi,” tuturnya.

Dia menilai, kedua bidang tersebut ditambahkan lantaran saat ini banyak aduan dari pihak perempuan kepada Muslimat NU terkait permasalahan yang ada. Baik itu pelecehan dan sebagianya.

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Cabang Kudus periode 2015-2016 Chumaidah Chamim mengatakan, kemajuan organisasi Islam ini bakal maju bila semua angota bisa bersama sama mengedepankan paham sesuai ulama NU.”Sehinga kemajuan organisasi ini dapat mudah dicapai. Baik dibidang pendidikan, kesehatan, hukum dan lainnya,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Muslimat NU Kudus Istigasah

Ribuan Muslimat NU mengikuti istigasah di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ribuan Muslimat NU mengikuti istigasah di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya ada 3 ribu perempuan se-Kabupaten Kudus yang tergabung dalam Muslimat NU ikut menggelar doa bersama atau istigasah di gedung Jamiatul Hujaj Kudus (JHK), Selasa (29/3/2016).

Istigasah merupakan acara puncak untuk memperingati Harlah ke-70 Muslimat NU. Sebab acara harlah tersebut sudah dirayakan mulai dari Februari hingga Selasa (29/3/2016) ini. Baik mulai dari bazar murah yang dilakukan oleh Muslimat NU pimpinan anak cabang (kecamatan), tari massal, santunan yatim piatu, santunan lansia dan sebagainya.

Ketua panitia istigasah Harlah Muslimat NU ke-70 Hidayati melalui Wakil Ketua Panitia Anisa Listiyana mengatakan, keikutsertaaan istigasah ini ada 3 ribu.”Yang terdiri dari seluruh anggota 9 pimpinan anak cabang (PAC) tingkat kecamatan dan 128 ranting atau desa di Kabupaten Kudus,” paparnya.

Dia menilai, puncak acara harlah ini memberikan manfaat bagi semua kalangan. Yakni ikut mendoakan pemerintrahan yang baik, jalannya organisasi dengan baik dan sebagianya.

Sementara itu, dalam istigasah tersebut turut hadir pula pimpinan wilayah Muslimat NU yang diwakili oleh ketua dua yang bernama Dra Hj Ida Noor Saadah serta istri tokoh ulama kudus KH M Ulin Nuha Arwani yang bernama Hj Ismah Ulin Nuha Arwani dan tokoh lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Gagas Melek Teknologi, Muslimat NU Jepara Gelar Pelatihan Teknologi Informasi

Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. (ISTIMEWA)

Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Di era Globalisasi seperti sekarang, teknologi menjadi hal yang lumrah bagi semua kalangan masyarakat. Untuk menyongsong masyarakat muslimat melek media, Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara pada Kamis (3/3/2016) melaksanakan pelatihan teknologi Informasi di Aula lantai 2 Gedung NU Kabupaten Jepara. Penyelenggaraan pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka harlah muslimat NU yang ke 70.

Dalam pelatihan tersebut, Muslimat NU menggandeng Telkom cabang Kudus sebagai narasumber serta Lembaga Pers Mahasiswa BURSA Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara relawan untuk membantu peserta. Peserta pelatihan berasal dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang Se-Kabupaten Jepara.

”Peserta dalam pelatihan ini seharusnya hanya berjumlah 20 orang. Namun, dalam kenyataannya peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan ini. Sehingga wifi yang digunakan kurang sepadan dengan peserta,” Ujar Mayadina Rohma, ketua panitia pelaksana.

Nur Aini ketua Muslimat Nahdlatul Ulama’ Jepara mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus muslimat mulai dari anak cabang sampai dengan pengurus cabang serta memudahkan komunikasi organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi.

Pelatihan ini direncanakan tidak berjalan satu kali ini saja, melainkan suatu saat ada follow up-nya. Peserta yang hadir dalam pelantikan tersebut diharapkan membagi ilmu dengan pengurus yang lain di cabang.

”Direncanakan untuk pertemuan kedepan peserta mempelajari mengenai blogger,” imbuh Mayadina Rohma yang baru-baru ini dilantik sebagai Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lesbumi Dituntut jadi Filter Budaya Asing

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua NU Kudus Sanusi mengatakan Lembaga Seni Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) bisa menjadi penyaring kebudayaan asing yang berpotensi merusak mental bangsa.

Hal itu disampaikannya pada acara Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan peringatan haul ke-VI KH Abdurrahman Wahid di salah satu rumah makan di Kudus, Minggu (31/1/2016) malam, “Mudah mudahan hadirnya Lesbumi ini bisa jadi filter bagi budaya. Baik lokal atau asing,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap supaya Lesbumi bisa menampilkan kebudayaan lokal yang di dalamnya terdapat ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Sehingga anak- anak bangsa bisa ikut terbina dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga mengukuhkan organisasi seni budaya Lesbumi Kudus yang diketuai oleh Aris Junaidi. “Mudah mudahan setelah pengukuhan ini, Lesbumi bisa berkiprah di bidang kesenian dan kebudayaan dengan lebih positif,” ujarnya.

Selain itu, Sunardi selaku Wakil Ketua Lesbumi Kudus mengatakan,  Lesbumi cocok untuk menyaring budaya yang dinilai tidak mendidik .” Bila Lesbumi ini berkiprah di kalangan pemuda, dan remaja secara maksimal, maka akan bisa mencegah kenakalan remaja,” kata Sunardi.

Acara yang dihadiri oleh kalangan lintas agama tersebut juga dinilai bisa merekatkan rasa persaudaraan antarsesama bangsa atau umat beragama.

“Lesbumi ini harus bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Sehingga para pemuda atau remaja bahkan yang lain bisa merasa terdidik dengan kegiatan Lesbumi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Warga Padati Pemakaman Kiai Chusnan

Dalam pemakaman KH M Chusnan, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Had)

Dalam pemakaman KH M Chusnan, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Had)

 

KUDUS – Ratusan warga dari kalangan pelajar, pendidik hingga umum memadati penghormatan terakhir dalam pemakaman KH M Chusnan Selasa (11/8/2015) pagi tadi. Ratusan warga tersebut menyempatkan diri dalam pemakaman kiai Kudus tersebut.

Dalam pemakaman tadi, nampak para siswa dari berbagai sekolah, yaitu Madrasah TBS, MTSN, dan sekolah lainnya juga memadati makam umum di desa Peganjaran Bae Kudus. Selain itu, terlihat pula para anggota dewan seperi ketua Komisi D mukhasiron, dan juga Kemenag Kudus Hambali.

Pengajian untuk Kiai Chusnan dimulai nanti malam, hal itu diungkapkan modin yang menarkhim jenazah usai dimakamkan tadi.

Kematian kiai tersebut meninggalkan enam anak dan enam cucu. Sebelumnya sempat dirawat di RSUD dan mengidap penyakit ginjal, sehingga harus rutin cuci darah.

”Sudah satu setengah tahun bapak sakit ginjal dan harus cuci darah sepekan dua kali. Dan karena ginjal maka dapat menyebabkan penyakit lain dalam tubuh,” jelas menantu kiai Chusnan Hasyim Asy’ari usai pemakaman tadi. (FAISOL HADI/TITIS W)

Mantan Ketua NU Kudus Kiai Chusnan Meninggal Dunia

KUDUS – Warga Kudus kembali berduka, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Ulama sekaligus mantan Ketua NU Kudus KH M Chusnan atau yang banyak memanggil Kiai Chusnan, meninggal dunia dalam usia 65. Tokoh NU Kudus itu, meninggal pukul 22.00 tadi malam, setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Lukmonohadi Kudud, karena sakit yang dideritanya.

Ketua NU Kudus Abdul Hadi mengatakan, Kiai Chusnan bakal dimakamkan hari ini (11/8/2015) di pemakaman umum Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus pada pukul 10.00 WIB.

“Kemarin sore, Senin (10/8/2015). Yi Chusnan baru dilarikan ke rumah sakit umum (RSUD). Beliau langsung mendapatkan perawatan di ICU karena penyakit yang beliau derita, namun setelah pukul 22.00 malam tadi, beliau kapundut (meninggal),” kata Abdul Hadi kepada MuriaNewsCom.

Informasi yang dia terima, Kiai Chusnan memilki penyakit kencing manis dan ginjal. Sehingga harus dilakukan cuci darah.

Meninggalnya kiai Kudus tersebut jelas meninggalkan duka yang mendalam. Khususnya bagi warga NU di Kudus yang selama dua periode mulai 2003 hingga 2013 di bawah kepemimpinannya.

Bahkan, duka juga jelas diungkapkan kepala Kemenag Kudus Hambali. Bagi dia, Kiai Chusnan merupakan sosok yang sangat baik. Hal itu sangat jelas dengan kepercayaan warga NU Kudus untuk menjabat sebagai ketua selama dua periode.

“Dia sangat baik, saya kenal dengan beliau. Dengan menjabat dua kali sudah menunjukkan bahwa beliau memang orang baik. Semoga Allah menerima amal ibadah Kiai Chusnan yang karyanya sangat banyak,” jelasnya. (FAISOL HADI/SUNDOYO HARDI)

PC. NU Kudus Larang Pengurus Berkomentar Terkait Suksesi Pemilihan Ketua PB NU

f-NU (1) (e)

Abdul Hadi, Ketua PC NU Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Jelang pelaksanaan Muktamar Nahdhotul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus mendatang, ketua PC NU Kudus Abdul Hadi meminta agar pengurus tidak berkomentar terkait dukungan kepada calon ketua PB NU.

Menurutnya, hal tersebut dimaksudkan untuk membangun suasana yang kondusif di antara pimpinan cabang lainnya. Sehingga, pelaksanaan muktamar dapat berjalan dengan lancar dan aman.

”Memang saat ini seluruh Tanfidziyah PC NU Kudus saya redam supayatidak berkomentar di muka umum terkait pemilihan Ketua PBNU. Meskipunsampai saat ini ada beberapa calon yang santer disuarakan, antara lain Prof. Dr. KH. Said Aqil siroj, As’ad Said Ali, dan KH.Solahudin Wahid,” ujarnya.

Meski demikian, menurutnya, bukan berarti PC NU Pasif. Namun, hal tersebut sebagai salah satu langkah agar tidak menimbulkan suasana yang justru dapat menimbulkan gejolak di kalangan nahdliyin.

Menurutnya, dengan sikap adem ayem inilah yang nantinya bisa digunakanuntuk menelisik program, visi misi calon dalam membangun organisasi NU dan terkait peran NU bagi negara . (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)