Lagi, Nelayan asal Jepara Tenggelam, Dua Hari Baru Ditemukan

Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini giliran seorang nelayan asal Desa Teluk Awur bernama Multazam (52) tenggelam di perairan Jepara. Multazam sempat menghilang dan baru ditemukan dua hari kemudian pada, Senin (29/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui hilang sejak peristiwa tenggelamnya pada Sabtu (27/2/2016) pagi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, Multazam dikabarkan hilang saat hendak berbalik setelah melaut di sekitar pulau Karang Bokor Jepara pada Sabtu pagi. Saat itu dia bersama tiga nelayan lainnya yakni, Mulyadi (40), Sodikin (40) dan Salim (50) dengan membawa perahu masing-masing.

”Mereka pergi bersama untuk mencari rajungan pada pukul 7 pagi, menggunakan perahu masing-masing. Karena cuaca makin memburuk dimana hujan deras dan angin kencang, pada pukul 10.00 ke empatnya segera memutuskan untuk kembali,” ujar Koordinator Pos SAR Jepara, Agung Hari Prabowo, Senin (29/2/2016).

Lebih lanjut dia menceritakan, ditengah perjalanan, tepatnya di 4 mil sebelum pulau Karang Bokor atau 7 mil dari pantai Kartini Jepara, tiba-tiba ombak besar menghantam perahu Mulyadi dan Multazam dan langsung terbalik. Sedangkan perahu Sodikin dan Salim berhasil menepi.

Beruntung bagi Mulyadi, ia selamat karena memakai life jacket (pelampung). ”Di perahu Multazam sebenarnya ada pelampung, tapi saya tidak tau apakah dia pakai atau tidak,” ungkap kesaksian Mulyadi.
Basarnas Pos SAR Jepara yang menerima informasi adanya nelayan yang hilang tersebut segera melakukan pencarian. ”Kami mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB ) untuk segera melakukan pencarian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayitno mengatakan, korban ditemukan pagi tadi Senin (29/2/2016). Proses pencarian dilakukan bersama-sama oleh tim SAR gabungan, termasuk BPBD Jepara.
”Proses pencarian lama karena cuaca buruk. Korban ditemukan di dekat dermaga kampus Undip Teluk Awur,” imbuh Lulus.

Editior : Titis Ayu Winarni

Nelayan Trangkil Pati Tewas Tenggelam di Selat Makassar

Ilustrasi

Ilustrasi

 

PATI – Seorang nelayan asal Desa Karanglegi RT 4 RW 1, Kecamatan Trangkil, Pati meninggal dunia saat melaut di perairan Lumu-lumu Selat Makassar. Jenazah yang diketahui bernama Sutoyo (51) tersebut tiba di rumah duka pada Rabu (13/1/2016) sekitar pukul 07.30 WIB.

Marjono, nelayan asal Desa Tlutup, Kecamatan Wedarijaksa yang menjadi saksi insiden tersebut mengatakan, kecelakaan tersebut bermula saat korban tengah bekerja di atas KM Bintang Mas Champion sebagai anak buah kapal (ABK) yang saat itu bertugas menarik tali jaring belitan balok bagian belakang kapal.

“Saat menarik tali jaring, tiba-tiba talinya putus hingga menyebabkan korban terpelanting ke belakang hingga keluar dari kapal dan jatuh ke laut,” kata Marjono kepada MuriaNewsCom.

Kejadian itu berlangsung pada Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 04.00 WITA. “Kami bersama teman-teman langsung melakukan pencarian. Setelah lima belas menit melakukan pencarian, akhirnya ketemu. Namun, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia karena kehabisan napas,” tuturnya.

Setelah insiden tersebut, nahkoda akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja mencari ikan. “Kami memutuskan untuk pulang kembali ke Pelabuhan Juwana. Setelah itu, kami melaporkan kecelakaan itu kepada Satuan Air dan Udara Polres Pati,” tambahnya.

Jenazah langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. (LISMANTO/KHOLISTIONO)