Pakai Narkoba di Warung Kaki Lima, Pemuda Lasem Rembang Ini Berlebaran di Jeruji

Foto Pelaku saat dimintai keterangan di Mapolres Rembang. (Humas Polres Rembang)

Pelaku saat dimintai keterangan di Mapolres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Berbekal informasi masyarakat, Petugas Unit Opsnal I Res Narkoba Polres Rembang melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku pemakai narkoba.

Pengamanan pelaku narkoba dipimpin oleh Kasat Res Narkoba AKP Bambang Sugito bersama anggotanya, Jumat (24/6/2016) pukul 00.30 dini hari. Tepatnya di Jalan Raya Lasem. Yaitu di warung makan kaki lima pinggir jalan raya di Desa Bagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengungkapkan kronologis kejadian penangkapan, Tim Opsnal 1 Res Narkoba Polres Rembang mendapatkan informasi dari masyarakat. Petugas langsung menindaklanjuti tempat pemakaian narkoba di Jalan Raya Lasem.

“Tepatnya di warung makan kaki lima pinggir jalan raya Lasem,” katanya.

Pelaku J (34) warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Dari pelaku, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mendapatkan beberapa barang bukti. Meliputi 1 paket narkotika yang jenis sabu 0,5 gram dibungkus dalam klip plastik kecil warna hitam.

Ada juga 1 buah hp merk Nokia warna hitam, sepeda motor K  2401 WM dan 4. KTP milik pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak bisa mengelak dengan barang bukti tersebut itu.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas segala upaya yang telah dilakukan oleh anggota. Khususnya satuan Reserse Narkoba Polres Rembang dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Rembang,” kata Sugiarto.

Polisi akan mengejar pelaku penyalahgunaan narkotika. Polisi setempat bertekad sedapat mungkin. Atas perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum dan diamankan di Rutan Polres Rembang serta dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang – undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor :  Akrom Hazami

Siap-siaplah, Satpol PP Kudus Bakal Ikut Perangi Narkoba

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam waktu dekat ini, Satpol PP bakal mendapatkan tugas baru dalam menegakkan perda. Hal itu sesuai dengan kebijakan Pemkab Kudus, yang sedang menggagas adanya perda baru tentang Narkotika.

Kepala Kesbangpol Kudus Djati Sholechah mengungkapkan, perda tersebut merupakan Amanat UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, perda tersebut juga terusan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencetakan penyalahgunaan narkotika.

”Jadi nanti satpol PP dalam menindaklanjuti perda yang dibuat. Sehingga ketika ada hal yang bersangkutan dengan narkotika, dapat dilakukan penindakan sesuai perda ini,” kata Kepala Kesbangpol Djati Sholechah, kepada MuriaNewsCom

Dia membocorkan, perda tersebut bukan hanya pada penindakan semata. Melainkan pula pada pencegahan dan pengobatan. Sehingga juga melibatkan instansi lainnya dalam menerapkannya.

Ia menambahkan, dalam perda juga membahas fasilitasi pencegahan dan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkotika, serta psikotropika dan zat lainnya.

”Selama ini Polres Kudus sudah menjalankan tugas dalam bidang narkotika. Ke depan, dapat dilakukan kerja sama dalam penanganannya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Pelajar SMA di Grobogan Diwanti-wanti Jauhi Narkoba

Kaur Mintu Sat Narkoba Polres Grobogan Aiptu Sri Yuni Hastuti saat menyampaikan bahaya narkoba pada pelajar SMAN 1 Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Mintu Sat Narkoba Polres Grobogan Aiptu Sri Yuni Hastuti saat menyampaikan bahaya narkoba pada pelajar SMAN 1 Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya memerangi narkoba tidak hanya dilakukan dengan pendindakan dan melakukan operasi saja. Tetapi, upaya melalui serangakaian penyuluhan juga terus digencarkan aparat Polres Grobogan.

Salah satu sasaran utama penyuluhan adalah para pelajar SMA. Hal itu dilakukan mengingat pelajar SMA sudah rawan dijadikan target para pengedar narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba sekarang ini kian mengkhawatirkan karena telah menyerang segala usia, tak terkecuali usia pelajar SMA. Oleh karena itu, langkah pencegahan di usia dini mutlak harus dilakukan.  Yakni, dengan menggencarkan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba untuk para pelajar,” ungkap Kaur Mintu Sat Narkoba Polres Grobogan Aiptu Sri Yuni Hastuti, saat melaksanakan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan pelajar SMAN 1 Toroh, Selasa (3/5/2016).

Ia mengatakan, pelajar SMA memang jadi salah satu fokus penyuluhan karena seusia mereka adalah masa peralihan dan pola pikirnya sudah bisa menangkap hal-hal yang ada di sekitarnya. Pada masa inilah, para pelajar mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun pergaulan.

“Dalam penyuluhan ini kita sampaikan kepada siswa akan bahaya narkoba. Kami juga meminta kepada pihak sekolah untuk lebih aktif memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap siswa didiknya,” terangnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, para pelajar juga diminta menghindari perbuatan yang dapat merusak masa depan, selain narkoba. Seperti, minuman keras (miras), tawuran, dan pergaulan bebas.

“Ingat, masa depan Anda masih sangat panjang. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali mencoba mengonsumsi narkoba. Sebab, barang terlarang itu hanya mendatangkan kerugian untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Bekuk 7 Penyalahgunaan Narkoba, Polres Pati Amankan 4,4 Gram Sabu-sabu

uplod jam 17 narkoba (e)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menandatangani dokumen pakta integritas untuk menyatakan tidak pada narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil membekuk tujuh penyalahguna narkoba dalam kurun waktu sebulan sejak 21 Maret 2016. Ketujuh penyalahguna tersebut, dua orang diketahui pengedar dan lima orang di antaranya merupakan pemakai.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/4/2016) mengatakan, ketujuh pelaku itu saat ini dalam penyidikan. Mereka dibekuk dalam operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar).

“Dari hasil operasi, kami juga amankan sejumlah barang bukti. Salah satunya, kami mengamankan 4,4 gram sabu-sabu yang disalahgunakan pengedar dan pemakai,” ujar Kompol Sundoyo.

Ia mengatakan, tren penyalahgunaan narkoba tak hanya meningkat di Indonesia, tetapi juga Pati. Bahkan, tren penyalahgunaan narkoba di Pati meningkat dari tahun ke tahun yang melibatkan tak hanya orang tua, tetapi juga anak muda.

Karena itu, pihaknya tidak segan untuk memecat dan memproses secara hukum bila ada anggota polisi yang ketahuan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Komitmen itu sudah tercatat dalam dokumen pakta integritas yang disertai dengan ucapan sumpah dari anggota polisi.

“Sumpah untuk tidak mengatakan pada narkoba sudah kita ucapkan bersama-sama. Tak hanya kata-kata, sumpah itu ditulis dan ditandatangani dalam dokumen pakta integritas. Kami tidak main-main pada narkoba. Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum, karena Indonesia sudah darurat narkoba,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Polres Pati Tandatangani Pakta Integritas Antinarkoba

Orang Tua di Pati, Awasi Anakmu yang Ngekos dari Narkoba

Jpeg

Petugas Polres Pati melakukan tes urine narkoba pada belasan pemandu karaoke (PK) beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Wakapolres Pati Kompol Nyamin meminta kepada orang tua untuk mengawasi anaknya dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Dikatakan, pengedar narkoba saat ini juga menyasar pada anak-anak.

Bila tidak diawasi, generasi muda akan mudah rusak akibat penyalahgunaan narkoba. Padahal, mereka generasi emas atau pengganti estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.

“Indonesia sudah dikatakan darurat narkoba. Mau tidak mau, peran semua sektor harus dikerahkan untuk menekan penyalahgunaan narkoba. Orang tua juga harus ikut mengawasi anak, terutama yang belajar dan indekos sehingga luput dari pantauan,” ujar Kompol Nyamin, Jumat (22/4/2016).

Ia mengatakan, pergaulan bebas seperti zaman sekarang ini perlu diantisipasi. Di tempat indekos yang jauh dari pantauan orang tua, anak bisa saja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, akibat pergaulannya yang kurang tepat.

Karena itu, lagi-lagi peran orang tua dalam mengawasi anak diperlukan. “Aparat saat ini sudah bekerja keras untuk melakukan razia di sejumlah tempat yang disinyalir jadi ajang penyalahgunaan narkoba, termasuk tes urine. Kami berharap, orang tua juga berperan aktif untuk melawan narkoba,” imbaunya.

Pihaknya menambahkan, keseriusan pemerintah dalam memerangi narkoba dibuktikan dengan pemecatan pada anggota Polri, TNI atau PNS yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Polisi Pati Terlibat Narkoba Akan Dipecat

Polisi Pati Terlibat Narkoba Akan Dipecat

uplod jam 10

Kepala BNK Pati Budiyono (kiri) tampak memantau tes urine di Lapas Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kepolisian Resor (Polres) Pati rupanya tidak main-main terkait upaya pemberantasan narkoba di wilayah Pati. Tak sekadar rutin menggelar razia, anggota polisi yang kedapatan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba juga akan dipecat secara tidak hormat.

“Anggota polisi yang melakukan tindak pidana narkoba akan dikenakan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Itu sesuai dengan instruksi Presiden,” ujar Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Jumat (22/4/2016).

Ia mengatakan, narkoba saat ini bisa saja masuk ke semua lini, mulai dari Polri, TNI, pemda, dan aparatur negara. Karena itu, semua institusi saat ini diperketat agar tidak tersusupi dengan penyalahgunaan narkoba.

Bahkan, kata dia, intelijen saja cukup sulit untuk mendeteksi keberadaan narkoba. Tak ayal, peredaran narkoba dikatakan berbeda dengan tindak kriminal lainnya.

“Sikap menyatakan perang pada narkoba memang harus diserukan semua elemen bangsa. Setiap hari, 50 orang di Indonesia meninggal dunia karena narkoba. Negara harus menggelontorkan dana Rp 48 triliun untuk memberantas peredaran narkoba,” kata Kompol Nyamin.

Terakhir, upaya yang dilakukan Polres Pati dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati, hingga petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Editor : Akrom Hazami

PNS Kudus yang Pakai Narkoba, Dirimu Terancam

uplod jam 17 PNS narkoba tes urine (e)

Petugas BNNP Jateng saat melakukan kegiatan tes urine di Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyakarat BNNP Jawa Tengah Susanto mengatakan, test urine lanjutan untuk PNS yang akan digelar, nantinya bakal dirahasiakan.

“Sifatnya dadakan. Selain itu,nantinya kita juga akan menyerahkan jadwal pemeriksaan itu sepenuhnya kepada pemda setempat. Apakah nanti SKPD ini, di kantor ini, tanggal sekian, hari ini ataupun di pendapa ini? Yang penting kita merahasiakan jadwal itu kepada pegawai. Dan kita siap menggelar kapan saja sesuai dengan kewenangan pemda setempat,” kata Susanto.

Dia menilai, tes urine dadakan bertujuan supaya bisa mencegah ketidakjujuran pegawai yang mengonsumi narkoba sebelumnya. Dengan adanya tes urine dadakan tersebut, pihaknya berharap supaya pegawai selalu mempersiapkan diri.

“Bila kita beritahukan sebelumnya dengan cara formil memberikan surat pemberitahuan, maka pegawai yang memakai obat terlarang bakal tidak hadir atau juga menyembunyikan, atau menukar urine aslinya dengan urine rekan atau keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tes urine yang sudah dijalani ke-178 PNS di lingkungan Pemkab Kudus pada Senin (18/4/2016), hasilnya adalah negatif. “Ke depannya, tes lanjutan ini mudah-mudahan berjalan lancar dan bisa.

menuju Pemerintahan Kudus yang baik, maju tanpa narkoba,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 178 PNS Kudus Didatangi Pemeriksa Narkoba

TNI di Pati Jangan Coba-Coba Bekingi Peredaran Narkoba

uplod jam 1630 bekingi narkoba TNI (e)

Seorang anggota TNI sedang menyerahkan urine kepada petugas untuk dites narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI di Pati diminta tidak coba-coba untuk membekingi pengguna, pengedar, dan produsen narkoba. Bila ada yang mencoba terlibat, apalagi membekingi, TNI itu bakal dipecat dengan tidak hormat.

Hal itu dikatakan Kepala Staf Kodim 0718/Pati Mayor Inf Agus Supriyadi, usai mengikuti agenda tes urine mendadak di Aula Makodim Pati, Senin (18/4/2016). “Tidak hanya masyarakat, peredaran narkoba sudah mengincar lini profesi, baik TNI maupun Polri. Barang haram itu dicoba untuk dimasukkan ke institusi,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta kepada seluruh anggota TNI untuk bersama-sama menyatakan perang pada narkoba. “Modusnya saat ini, pengedar mencoba untuk memasukkan barang ke sejumlah institusi. Jangan ada prajurit yang coba bekingi narkoba,” ucapnya.

Ia mengatakan, sikap TNI untuk menyatakan perang pada narkoba merupakan instruksi dari Presiden dan panglima TNI. Bila instruksi itu tidak digubris, kata dia, risikonya bisa mendapatkan pemecatan dengan tidak hormat.

“Tak hanya itu, atasan yang bersangkutan juga akan dicopot jabatannya. Sudah jadi kewajiban bila yang tua mengawasi yang muda. Sikap ini menjadi bentuk keseriusan TNI dalam memberantas narkoba,” tuturnya.

Dalam tes urine dadakan yang digelar tersebut, sedikitnya ada 115 anggota TNI yang dites. Beruntung, semua anggota TNI dinyatakan bebas narkoba. Bila tidak, mereka bakal dikenakan sanksi yang berat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Antisipasi Narkoba, Ratusan TNI di Pati Dites Urine

Ribuan Stiker Antinarkoba untuk Warga Pati Dibagikan Polisi

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komitmen Polres Pati untuk memerangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan operasi kepada pelaku, pengedar dan produsen, tetapi juga dengan melakukan langkah antisipatif dengan membagikan ribuan stiker berisi ajakan untuk menghindari narkoba kepada warga Pati.

Stiker itu dibagikan kepada pelajar, anggota polisi, masyarakat umum, hingga tukang mi ayam. Gerakan kampanye antinarkoba itu dilakukan agar masyarakat sadar betapa narkoba yang mulai mengintai setiap lapis sendi kehidupan harus dihindari dan diberantas.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/4/2016) mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah giat melakukan kampanye antinarkoba dalam rangka Operasi Bersih-bersih Narkoba (Bersinar) Candi 2016 dengan dua cara, yaitu kampanye langsung dan tidak langsung.

“Kampanye langsung dilakukan dengan penyuluhan di sekolah, kampus, dan masyarakat. Kampanye tidak langsung dilakukan melalui media, spanduk, dan pembagian stiker. Hal ini sebagai upaya preventif supaya warga sadar bahwa penyalahgunaan narkoba itu sangat berbahaya,” kata Sundoyo.

Kepada anggota polisi, stiker itu ditempel di berbagai tempat seperti bagian belakang mobil. Harapannya, orang yang membaca dari belakang bisa terketuk hatinya untuk ikut bergerak melawan penyalahgunaan narkoba.

“Kami ajak warga untuk menjauhi narkoba, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Jaga anak cucu kita dari jajahan sindikat narkoba. Narkoba itu sudah dipastikan membawa pada jurang kematian. Siapapun yang mengonsumsi narkoba pasti sengsara. Mari kita bersatu melawan narkoba,” ajaknya kepada warga.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 6 Polwan Ajak Warga Juwana Pati Lakukan Ini 

Ini Kronologi Penangkapan Warga Semarang yang Membawa Sabu-sabu di Pati

upload jam 1645 narkoba 2 (e)

Pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati Seorang warga Kampung Tambak Bandarharjo, Semarang berinisial MR (48) dibekuk petugas Polres Pati, karena kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Genengmulyo, Juwana, Pati, Jumat (1/4/2016) pukul 23.00 WIB.

Kejadian itu bermula, ketika MR melakukan perjalanan di Jalan Raya Tayu-Juwana. Sampai di depan gudang kayu Desa Genengmulyo, pelaku yang sudah diintai Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, kemudian langsung dibekuk.

“Pelaku memang sudah menjadi target operasi. Setelah melakukan pengintaian, pelaku akhirnya berhasil dibekuk di Desa Genengmulyo pada malam hari. Dari hasil penggeledahan, satu paket narkotika jenis sabu berbentuk kristal itu disimpan di bungkus plastik bening dan disembunyikan di sandal sebelah kanan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Sabtu (2/4/2016).

Sampai berita ini turun, pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan. “Barang bukti sudah cukup untuk menguatkan pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati dan sedang dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pati dari tahun ke tahun mengalami trend kenaikan penyalahgunaan narkotika yang cukup signifikan. Karena itu, pihaknya tidak membiarkan pengguna maupun pengedar narkoba berkeliaran di Pati.

“Dari tahun ke tahun, trend penyalahgunaan narkoba di Pati memang naik. Ini akan kita antisipasi dengan gencar melakukan operasi dan razia. Kami minta partisipasi dari masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dan pelaporan terhadap warga yang terindikasi menyalahgunakan narkotika,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

Baca juga : Polisi Bekuk Pengguna Narkoba Asal Semarang di Jalan Tayu-Juwana Pati

http://www.murianews.com/2016/04/02/77522/polisi-bekuk-pengguna-narkoba-asal-semarang-di-jalan-tayu-juwana-pati.html

Perangi Narkoba, Anggota Satnarkoba Polres Grobogan Blusukan ke Sekolah

Anggota Satnarkoba Polres Grobogan sedang memberikan penyuluhan pada pelajar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satnarkoba Polres Grobogan sedang memberikan penyuluhan pada pelajar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
MuriaNewsCom, Grobogan – Perang terhadap narkoba tidak hanya dilakukan dengan penindakan tegas saja. Tetapi, juga dipayakan melalui langkah pencegahan, khususnya pada generasi muda.

Demikian disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto terkait kegiatan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar di sejumlah sekolah, Kamis (24/3/2016).

“Generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran empuk bagi peredaran narkoba. Sebab, para pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan. Untuk itu, kita lakukan beragam penyuluhan pada pelajar melalui Operasi Bersinar Candi 2016,” kata Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Sucipto.

Pelajar sebagai generasi penerus bangsa juga harus lebih aktif sejak dini mengetahui bahaya narkoba. Baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya narkoba melalui berbagai literatur.

Ia mengatakan, penyuluhan bagi kalangan pelajar tersebut dilakukan, mengingat penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda semakin marak. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan semua pelajar memiliki pengetahuan yang benar tentang narkoba dan bahayanya. Dengan begitu, diharapkan semua siswa dapat lebih waspada untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dan membantu teman keluar dari penggunaan narkoba.

Menurut Sucipto, perang terhadap narkoba perlu terus dikukan. Sebab, masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat. Baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari mahasiswa hingga pelajar , dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat atau publik figur.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba. Antara lain, faktor dari diri sendiri terkait rasa keingintahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas. Selain itu, faktor lingkungan, keluarga yang bermasalah, salah pergaulan dan kurangnya aktifitas juga bisa jadi penyebabnya,” imbuh mantan Kapolsek Kota Purwodadi itu.

Editor : Kholistiono

RT dan RW Perlu Diberdayakan Sebagai Informan Akurat Kasus Narkoba di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan RT/RW perlu lebih diberdayakan dalam mengatasi masalah narkoba di Kabupaten Jepara. Sebab, mereka merupakan ujung tombak pemerintahan sehingga harus dioptimalkan dan dibuatkan alur pelaporan yang akurat. Karena bagaimanapun RT/RW yang paling tau persis keadaan wilayah masing-masing.

”Dengan demikian diharapkan akurasi dan kecepatan serta penindakan oleh Polres dan Kodim dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat. Koordinasi dan kebersamaan ini penting, mengingat jumlah aparat sangat terbatas. Tanpa adanya dukungan dan kebersamaan RT/RW dan seluruh masyarakat pada umumnya tidak mungkin pemberantasan maraknya narkoba ini dapat berhasil,” ujar Wakil Bupati Jepara Subroto.

Menurutnya, di Kabupaten Jepara perkembangan dan maraknya narkoba dari tahun ketahun yang terus meningkat. Dimana semuanya perlu perhatian untuk pencegahan sekaligus pemberantasan secara bersama-sama. Tercatat di Jepara tahun 2012 terdapat 23 kasus dengan 24 tersangka. Tahun 2013 terdapat 26 kasus dengan 30 tersangka. Tahun 2014 ada 22 kasus dengan 26 tersangka dan terakhir tahun 2015 terdapat 20 kasus dengan 28 tersangka.

”Semua itu harus dicarikan solusinya secara bersama. Di antaranya melalui upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi serta pemberantasan. Salah satu upaya yang kita lakukan saat ini adalah mengoptimalkan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Penanggulangan, penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba),” ungkap Subroto.

Kasus narkoba dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, di wilayah Kabupaten Jepara cukup memprihatinkan. Tercatat, kasus-kasus besar terjadi misalnya di tahun 2008 dengan ditemukannya 27 kg Heroin yang diselundupkan ke Australia, disusul tahun 2009 di Cik Lanang ditemukan 30 kg Sabu dan 100 kg bahan pembuatannya. Terakhir kejadian ditemukannya 100 kg lebih sabu-sabu di sebuah gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengingatkan agar jangan memandang sebelah mata masalah maraknya narkoba. Karena pada dasarnya miras dan narkotika ini keuntungannya sangat menjanjikan dan memberikan kenikmatan sesaat bagi penggunanya.

”Sehingga tidak mengherankan jika banyak orang yang menggunakan serta mengedarkannya, meski itu semua adalah tindakan melawan hukum dan dosa yang besar di hadapan Allah SWT. Sebenarnya kenikmatan sesaat ini adalah salah satu kenikmatan yang akan kita terima nanti di surga Allah SWT,” tegasnya.

Dia meminta kepada segenap pihak terkait diharapkan kebersamaan dan koordinasi secara sinergis dalam upaya pencegahan sekaligus pemberantasannya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Usai Polisi Karimunjawa Konangan Bernarkoba, Kini Kapolres Jepara Pantau Pejabat

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Masalah narkoba di Kabupaten Jepara masih menjadi persoalan yang serius. Karena peredaran narkoba telah merambah ke berbagai elmen masyarakat. Tidak hanya masyarakat biasa, aparat penegak hukum, bahkan pejabat pun diduga tak luput dari sasaran peredaran narkoba.

Hal itu seperti yang disampaikan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin. Menurutnya, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara, baik eksekutif maupun legislatif, berpotensi menjadi pengguna narkoba.

“Kalangan pejabat juga menjadi bahan operasi dan pemantauan. Sejauh ini kami belum menemukan pejabat yang menggunakan narkoba. Tapi tidak menutup kemungkinan pejabat potensial menggunakan narkoba. Apalagi peredaran ini sifatnya tertutup,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Sabtu (19/3/2016).

Menurut dia, belum lama ini pihaknya menemukan salah satu anggotanya yang bertugas di Karimunjawa menjadi pengguna narkoba. Anggota yang bersangkutan juga telah dikenai sanksi dan dilakukan proses hukum.

“Kami berikan sanksi penindakan disiplin karena dia hanya pengguna. Serta kami rehabilitasi internal,” kata Samsu.

Dia menambahkan, salah satu wilayah di Kabupaten Jepara yang sangat potensial jadi lokasi penyalahgunaan narkoba adalah Kepulauan Karimunjawa. Mengingat di taman nasional laut tersebut banyak pelabuhan-pelabuhan kecil. Selain itu, jumlah aparat keamanan di Kariumunjawa sangat terbatas.

“Di sana keluar masuk wisatawan asing maupun lokal tanpa pengawasan yang ketat. Itu sebabnya dibutuhkan pengawasan lintas sektoral,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Jepara Darurat Narkoba

Narkoba di Blora Edan-Edanan

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora yang merupakan kota yang jauh dari keriuhan seperti halnya kota besar, rupanya, ancaman narkoba sudah menjadi hal yang serius. Bahkan Blora termasuk daerah dengan kasus narkoba yang edan-edanan.

Andy Sri Haryadi, penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengatkan, narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut identik dengan gemerlap maupun keriuhan seperti halnya kota besar.

Namun juga sudah merambah ke pelosok kota atau jauh dari wilayah yang ramai. Itu artinya, narkoba merupakan ancaman serius. “Kabupaten Blora masuk sepuluh besar perihal narkoba, baik peredaran maupun konsumsi,” ujar Andy di Blora (17/3/2016).

Hal itu ia ungkapkan setelah melihat beberapa kasus narkoba yang ada di Kabupaten Blora. Menurutnya, bagi pemegang kebijakan yang ada di Blora harus tetap waspada. Karena, peredaran narkoba masih sangat massif. Ia tidak memungkiri hal itu juga terjadi di Kabupaten Blora. “Jangan sampai kita kecolongan lagi, kayak kemarin ratusan kilogram ditemukan di Jepara,” kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, sampai saat ini Keresidenan Surakarta merupakan tempat persemaian narkoba yang paling marak di Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian disusul oleh Kota Semarang.

“Kami dari BNNP Jawa Tengah akan mendorong berdirinya BNN di tingkat kabupaten. Hal itu sebagai upaya mempersempit atas peredaran narkoba yang sangat masif,” ujar dia.

Sampai saat ini, baru ada beberapa daerah yang sudah memiliki BNN tingkat daerah, di antaranya Kendal, Batang, Kota Tegal juga Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, di kabupaten Cilacap, Purbalingga dan Temanggung. “Dari kami baru ada tujuh perwakilan di tingkat kabupaten maupun kota, sedangkan untuk ke depannya setiap kabupaten maupun kota yang ada di Jawa Tengah kita rencanakan juga ada perwakilan,” ujar dia.

Untuk di Blora sendiri, masih menunggu daerah yang rawan akan peredaran narkoba. Seperti Surakarta dan Jepara “Setelah daerah yang rawan akan peredaran narkoba sudah terdapat perwakilan dari kami, maka, kami lanjutkan daerah lain seperti Kabupaten Blora. Mungkin tahun depan kami akan konsen di  Blora,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Selain Lokalisasi, Blora dan Cepu Juga Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

AKP Abdul Fatah Kasatnarkoba Polres Blora saat memberikan sosialisasi di hadapan warga lokalisasi Sumber Agung Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

AKP Abdul Fatah Kasatnarkoba Polres Blora saat memberikan sosialisasi di hadapan warga lokalisasi Sumber Agung Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Selain di lokalisasi, peredaran narkoba di Blora juga tidak menutup kemungkinan akan beredar ke masyarakat umum secara luas. Terutama wilayah Blora dan Cepu. Hal tersebut diungkapkan Kasat Narkoba Polres Blora AKP Abdul Fatah. Dia mengatakan, peredaran narkoba yang mulai marak di Blora saat ini juga menjadi perhatian khusus oleh Kepolisian Resort Blora.

”Peredaran narkoba di Blora mulai tinggi. Hal itu disebabkan mudahnya narkoba diperolah bagi siapa yang mau mengkonsumsi,” ujar AKP Abdul Fatah.

Mudahnya diperoleh, lanjut Abdul Fatah, di Blora dan Cepu merupakan pusat aktivitas masyarakat. ”Blora dan Cepu merupakan wilayah yang sangat ramai,” jelasnya.

Abdul Fatah menjelaskan, pihaknya pada tahun 2015 mengungkap tujuh kasus peredaran narkoba. Pada tahun ini, sudah mengungkap satu kasus narkoba. Hal itu, bukan berarti membuat pihaknya untuk terus bekerja keras dalam membasmi barang haram tersebut.

Abdul Fatah berharap agar warga bisa menghindari narkoba. Selain itu juga bisa paham mengingat barang haram tersebut selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain. ”Efeknya sangat banyak. Selain bisa dipidanakan, juga merusak kesehatan tubuh,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Jepara Darurat Narkoba

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah sebelumnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan tanggapan terkait kasus narkoba di Jepara. Ganti Wakil Bupati Jepara, Subroto juga memberikan tanggapan. Menurut Subroto, Jepara kini sudah darurat narkoba.

“Kini Jepara sudah darurat narkoba. Ini tidak terlepas dari banyaknya kasus narkoba yang ada, baik yang kecil maupun dengan skala besar,” ujar Subroto.

Menurut dia, darurat narkoba tersebut didasari adanya dua peristiwa nasional di Jepara yang sangat menggemparkan, yaitu digerebeknya bandar narkoba di Desa Pekalongan, Batealit pada Rabu 27 Januari 2016 dan pada tahun  2011 terkait hal yang sama di Jalan Cik Lanang Jepara. Maka dengan demikian Kabupaten Jepara menetapkan status Darurat Narkoba.

“Apalagi dilihat data pemakai dan pengedar narkoba yang ada di Polres Jepara yang setiap tahun terus mengalami kenaikan,” katanya, Selasa (2/2/2016)

Pada tahun 2014 yang ditangani Polres Jepara ada 22 kasus narkoba di Kabupaten Jepara dengan 26 orang tersangka. Kemudian tahun 2015 lalu ada 27 kasus dengan 20 tersangka. Adanya hal semacam ini ia menyakini jumlah kasus tersebut mengikuti fenomena gunung es yakni kasus yang tidak terungkap justru lebih besar.

“Maraknya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah menjadi permasalahan global yang mengancam kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali masyarakat di Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan masalah kompleks serta dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat. Khususnya para pemuda dan pelajar. Sehingga dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan di Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Jepara di Januari 2016, dari Dukun Cabul hingga Penggerebekan Narkoba Internasional

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara pada Januari 2016 dilanda berbagai kejadian yang menghebohkan. Mulai dari pencabulan yang dilakukan oleh dukun palsu, sampai juga penggerebekan jaringan narkoba internasional. Ini ulasannya untuk Anda :

 

1. Dukun Cabul di Jepara Setubuhi Seorang Ibu dan Cabuli Remaja

Berkedok sebagai penyedia pengobatan tradisional, seorang dukun palsu Mukri (60) ditangkap Polres Jepara. Karena, dia diketahui menjadi dukun cabul akibat melakukan tindakan asusila kepada para pasiennya. Warga Desa Damarjati RT 05 RW 06 Kecamatan Kalinyamatan Jepara ini telah menyetubuhi seorang ibu dan remaja yang merupakan putri ibu itu. Polisi membeberkan kasus ini pada 19 Januari 2016.

jepara geger 1

 

2. Salah seorang warga Jepara tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia bernama Ruslan (50), warga Desa Tunahan RT 19 RW 06 Kecamatan Keling. Dia tewas dalam kondisi luka serius di bagian kepala setelah dianiaya, pada Senin (25/1/2016) sekitar pukul 21.15 WIB. Belasan orang ditetapkan jadi tersangka. Ruslan diduga dibunuh karena warga jengkel dengan korban yang diduga jadi dukun santet.

Jenazah Ruslan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Jenazah Ruslan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

 

3. Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, digerebek aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, 27 Januari 2016. Selain aparat BNN, aparat kepolisian baik Polres Jepara maupun dari Polsek setempat turut membantu. Aparat telah mengamankan empat orang diduga pemilik barang haram berupa ratusan kilogram sabu. Dua diantaranya warga negara Pakistan bernama Riaz alias Jane (45), dan Didit.

Polisi mengamankan pelaku sabu di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Polisi mengamankan pelaku sabu di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Editor : Akrom Hazami

5 Peristiwa Gegerkan Kudus saat Januari 2016

MuriaNewsCom, Kudus –  Ada  beragam peristiwa yang terjadi selama Januari 2016 di Kabupaten Kudus. MuriaNewsCom mengumpulkannya untuk Anda sebagai pengingat.

1. Seorang pria tiba-tiba menggorok lehernya sendiri di tengah jalan tepatnya di Jalan Pedurungan Tengah V-A. Peristiwa itu menghebohkan warga karena banyaknya darah yang keluar dan bercecer. Kejadian pada Selasa (5/1/2016) dengan nama korban Endro purnomo (31) warga Dukuh Grogol RT04 RW04, Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

Pelaku bunuh diri saat hendak diangkut mobil polisi. (Murianewscom)

 

2. Pencuri mata uang Malaysia Ringgit di Kudus ditangkap. Totalnya 600 Ringgit serta uang Rp 7,5 juta. Pencuri di salah satu rumah di Kudus tertangkap di Solo. Korban adalah Roy Tamtama (39) Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo Kudus seorang karyawan swasta. Polisi menggelar kasus ini pada 22 Januari 2016.

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi meminta keterangan kepada para pelaku pencurian di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

3. Kirab 30 kelenteng se Indonesia yang mengikuti kegiatan dari Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, 24 Januari. Berbagai kelenteng menampilkan aksinya masing-masing. Termasuk di antaranya adalah aksi Kera Sakti beserta rombongan yang diperagakan oleh peserta kirab.

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

Peserta kirab Kera Sakti saat tampil di kirab Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

4. Paket diduga bom gegerkan warga Kudus. Yakni paketan berupa bungkusan kardus yang dikirmkan oleh jasa paket ke alamat Jalan Hos Cokroaminoto Desa Mlati Lor RT 2 RW 2, Kecamatan Kota, 28 Januari 2016. Paket itu ternyata adalah tumpukan gelas plastik.

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

Polisi berupaya membawa paketan yang diduga bom di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

5. Sebanyak 55 orang eks Gafatar asal Kudus dipulangkan dari Kalimantan, 29 Januari 2016. Mereka dijemput Pemkab Kudus dari Donohudan, Boyolali. Kedatangan mereka disambut Bupati Kudus, Musthofa di pendapa pemkab.

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

Bupati Musthofa menemui eks Gafatar Kudus di Pendapa. (MuriaNewsCom)

 

Editor : Akrom Hazami

Polisi Temukan Seperangkat Alat Hisap Sabu Lengkap di Rumah Warga Lasem Ini

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

REMBANG – Penangkapan Priyono alias Segi yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu, tidak berhenti pada penggeledahan pada orangnya saja.

Pihak kepolisian Satnarkoba Polres Rembang segera bergerak cepat menggeledah rumahnya juga, Selasa (12/1/2016) malam. Benar saja, dari penggeledahan di rumah yang terletak di Desa Karangturi, RT 01 RW 04 Kecamatan Lasem, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan Priyono sebagai pengedar sabu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi pada Rabu (13/1/2016). Menurutnya, berbagai barang bukti ditemukan di rumah pelaku setelah dilakukan pengembangan dari kasus penangkapan Priyono yang kedapatan membawa sabu di tepi jalan.

”Setelah kami lakukan pengembangan penggeledahan di dalam rumah tersangka, kami juga menemukan sejumlah barang bukti lain,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti lain, lanjut Bambang, di antaranya sebuah bong untuk membakar sabu, sebuah pipet warna bening yang terbuat dari kaca yang di bungkus dengan kertas tisu warna putih, hingga uang tunai seratus ribuan sebanyak Rp 2.500.000.

”Selain itu, sebuah korek api gas warna merah, satu set alat hisap bong yang terbuat dari tutup botol minuman suplemen yang telah dilubangi dan di beri dua selang karet warna bening. Ada juga sebuah korek api gas warna biru yang telah diberi jarum pengatur api yang terbuat dari jarum suntik bekas,” tandasnya.

Guna penyidikan lebih lanjut saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Rembang. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyono kedapatan membawa sabu ketika petugas Polres Rembang yang berpatroli melintas di Jalan Desa Karangturi, Gang VII, Lasem. Melihat gerak-gerik Priyono yang mencurigakan, petugas segera menghampiri dan melakukan penggeledahan. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Lagi-lagi, Polres Pati Bekuk Pengguna Sabu

Pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – DC (35), warga Desa Gubung, Kecamatan Grobogan terpaksa dibekuk dan digelandang ke Mapolres Pati, karena kedapatan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. DC dibekuk, setelah temannya, EF (33) warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo dibekuk petugas Polres Pati.

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi mengatakan, EF yang merupakan warga Desa Sukolilo ditangkap di jalan masuk Desa Jangkungharjo RT 1 RW 3, Kecamatan Brati, Grobogan. Dari pengembangan kasus itu, petugas kemudian memburu dan menangkap temannya yang berdomisili di Grobogan.

“DC ditangkap tim buru sergap di Desa Jangkungharjo RT 1 RW 3, Kecamatan Brati, Grobogan. Penangkapan EF merupakan hasil dari pengembangan kasus yang dilaporkan masyarakat. Keduanya sudah kami amankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan,” kata Sayadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016).

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan pasal 112, keduanya terancam dengan pidana kurungan penjara minimal empat tahun. Keduanya juga terancam pidana penjara maksimal empat tahun penjara, karena juga dituntut dengan pasal 127,” tambahnya.

Saat ini, Satuan Narkoba Polres Pati akan mengembangkan kasus tersebut hingga mengarah pada penangkapan bandar atau pengedar. “Dari hasil penyidikan, keduanya merupakan pengguna. Kami akan kembangkan kasus hingga mengarah pada pengedar,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Ini Jumlah Kasus Narkoba yang Ditangani Polres Jepara Tahun 2015

Ilustrasi narkoba

Ilustrasi narkoba

 

JEPARA – Menjelang akhir tahun 2015 ini, kasus narkoba di Kabupaten Jepara masih cukup banyak. Dari data yang dimiliki Sat Resnarkoba Polres Jepara, di tahun ini sudah ada 16 kasus dengan 21 tersangka.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin didampingi Kasat Resnarkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menangani 16 kasus dengan 21 tersangka dan barang bukti sekitar 3, 3411 gram sabu-sabu.

“Rata-rata peredaran narkoba di Jepara menggunakan sistem terputus, sehingga ada kendala dalam mengungkap jaringan narkoba,” kata Samsu, Rabu (2/12/2015).

Menurutnya, jumlah kasus narkoba di Jepara jika ditilik dari tahun ke tahun masih bersifat naik turun. Kadang naik dan kadang juga turun. Misalnya saja di tahun 2012 lalu ada sekitar 23 kasus dengan 24 tersangka dan barang bukti ganja 75 gram dan sabu-sabu 7,55 gram.

Sedangkan pada tahun 2013 mencapai 26 kasus dengan 30 tersangka dan barang bukti ganja 155 gram, 10 linting ganja kering, sabu-sabu 10,34 gram. Dan pada tahun 2014 lalu mencapai 29 kasus.

“Di tahun ini, sudah 16 kasus, dengan tersangka yang terakhir tertangkap ini bernama Fauzi Hasibuan pada 25 November 2015, dan sebelumnya kami juga menangkap tersangka atas nama Kasianto pada bulan oktober lalu,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Rehabilitasi Lebih Efektif Tekan Penyalahgunaan Narkoba

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho menyampaikan latar belakang pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho menyampaikan latar belakang pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Berbagai cara dilakukan dalam rangka menekan tingkat penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah merehabilitasi pengguna narkoba.

Hal itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Kendal Sapto Nugroho di sela-sela pembentukan Tim Penjangkau dan Pendamping Bagi Penyalahguna Narkoba, di Ruang Rapat Setda I Pemkab Grobogan, hari ini Jumat (23/10/2015).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kasi Pasca Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah Sardianto dan Kasubbag Pendidikan dan Kesehatan Bagian Kesra Setda Grobogan Daru Purnomo.

Menurut Sapto, dengan merehabilitasi penyalahguna dapat memutus rantai perputaran jual beli narkoba. Selain itu, juga dapat menghindari munculnya pengedar baru.

”Untuk menekan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Sebab, penanganan yang dilakukan itu akan sia-sia dan justru menjadi kesempatan bagi pengedar narkoba lebih leluasa. Sebab, mereka tidak kehilangan para pembelinya,” jelas Sapto.

Jika para penyalahguna dipidanakan, dikhawatirkan mereka justru diajari cara menjadi penjual atau pengedar narkoba. Sehingga akan menambah pelaku baru.

Ditambahkan, untuk menjangkau para penyalahguna narkoba pihaknya pun membuat tim khusus yang diisi dari berbagai pihak. Yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepolisian, dan Kejaksaan. Tim tersebut dibentuk untuk membantu peran BNN dalam menangani dan menjangkau para penyalahguna narkoba.

Di dalam tim tersebut juga ada Tim Assessment atau penilai untuk mengklasifikasikan penyalahguna tersebut. Jika murni penyalahguna, mereka akan direhabilitasi. Namun, jika memang terlibat dalam penyebaran narkoba, hasil penilaian itu akan menjadi bahan pertimbangan di persidangan. (DANI AGUS/TITIS W)

Pecatan Polisi Nyabu dengan Teman Wanitanya di Kamar Hotel

Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Reserse Narkoba Polres Grobogan Ipda Siswanto didampingi Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto (kanan) menunjukkan pelaku dan barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Reserse Narkoba Polres Grobogan Ipda Siswanto didampingi Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto (kanan) menunjukkan pelaku dan barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seorang pecatan polisi, Supriyanto alias Kaprek, Kamis (1/10/2015) diamankan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Grobogan.

Selain mengamankan pelaku, polres juga berhasil menemukan 15 paket sabu dan uang Rp 6.450.000 di tempat kosnya di jalan Wijaya Kusuma Purwodadi. Selain itu seperangkat alat penghisap sabu juga berhasil diamankan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, pelaku diringkus saat berduaan dengan teman wanitanya di sebuah kamar hotel di Purwodadi.

Dalam penggrebekan itu, petugas juga berhasil mengamankan satu paket sabu terbungkus plastik klip ukuran besar.

“Selain itu, ada barang bukti lain yang kita amankan dari hotel. Yakni, satu buah alat timbang elektrik dan satu unit mobil Toyota Avanza No Pol H 9276 SF,” katanya pada wartawan saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Sabtu (3/10).

Sebelum meringkus di hotel, petugas sebelumnya mencari keberadaan pelaku di tempat kosnya. Namun, pelaku yang dipecat jadi polisi tahun 2011 tersebut, tidak ada di kamar kosnya pada saat itu.

Di dalam kamar kos tersebut hanya ada seorang wanita yang selama ini dikenal sebagai teman pelaku. Dari teman wanita inilah, petugas dapat informasi kalau pelaku tengah berada di hotel dan akhirnya berhasil diringkus. Selain pelaku, dua teman wanita, baik yang di kamar kos maupun hotel ikut diamankan di mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat dilakukan tes urine, pelaku dan dua teman wanitanya positif menggunakan narkoba. Dari pengakuan pelaku, barang haram itu dia dapatkan dari seorang temannya di Semarang dan rencananya akan dikonsumsi sendiri,” imbuh Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Reserse Narkoba Polres Grobogan Ipda Siswanto. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Terdeteksi, Jalur  Peredaran Narkoba ke Jatim

 

Polisi menindak pengedar narkoba di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menindak pengedar narkoba di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Banyaknya penindakan narkoba yang dilaksankan oleh petugas Polres Kudus, tidak berarti Kudus merupakan lokasi yang banyak pemakai barang haram tersebut. Melainkan, lokasi Kudus yang strategis, yakni sebagai daerah perlintasan dari Jateng ke Jatim atau sebaliknya. Sehingga banyak dilewati para pengedar narkoba.

Hal itu dikatakan Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi. Menurutnya penindakan yang banyak dilakukan lantaran Kudus memiliki potensi untuk dijadikan sebagai daerah perlintasan. Hal itu banyak dimanfaatkan oleh para pengedar sabu dalam melancarkan aksinya.

“Bukan berati Kudus merupakan banyak yang pakai barang haram itu. Sebab secara jalur, Kudus merupakan daerah perlintasan. Lihat saja Jepara lewat Kudus, Jawa Timur juga melewati Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, lokasi Kudus yang lumayan luas juga menjadi hal lain yang menarik bagi para pengedar. Para pengedar dapat melakukan transaksi di beberapa lokasi di Kudus dengan tempat yang tidak terduga.

“Seperti halnya transaksi yang dilakukan di depan minimarket, SPBU, tempat tempat hiburan dan sebagainya,” jelasnya.

Diketahui, Polres Kudus pada tahun ini telah menangani kasus narkoba  sebanyak 11 kasus. Dengan jumlah pelaku 15 orang dan juga barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 10 gram. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Terbukti Pakai Narkoba, Anggota TNI Akan Dipecat

Tim Denkesyah 04.04.03/Salatiga yang dipimpin Lattu Ckm Parlin melakukan pemerikasaan tes urine di Aula Makodim 0721/Blora, Senin (27/7/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

Tim Denkesyah 04.04.03/Salatiga yang dipimpin Lattu Ckm Parlin melakukan pemerikasaan tes urine di Aula Makodim 0721/Blora, Senin (27/7/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Peburuan Tim Denkesyah 04.04.03/Salatiga yang dipimpin Lattu Ckm Parlin terkait di Aula Makodim 0721/Blora, Senin (27/7/2015) tak hanya acara seremoni saja.

Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ariful Mutaqin melalui Kasdim 0721/Blora Mayor Kav Burhanuddin bahkan akan memberikan sanksi tegas jika ada personel yang terbukti menggunakan barang haram tersebut.

”Kalau ada personel yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar akan langsung kami tindak tegas sesuai hukum. Sanksinya bisa langsung dikeluarkan dari dinas keprajuritan,” kata Kasdim 0721/Blora Mayor Kav Burhanuddin di sela-sela tes urin.

Untuk itu, pihaknya berharap para personel Kodim 07201/Blora tidak ikut memakai barang terlarang tersebut. Sehingga biasa mencegah peredaran barang haram tersebut.

”Demi kekompakan bersama dan keutuhan NKRI, saya harapkan para anggota bisa ikut mencegah dan jangan menggunakan barang haram tersebut,” tandasnya. (PRIYO/SUPRIYADI)