Sembunyikan Narkoba di Tas, Pengedar Konangan Polisi di Pekalongan

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi  saat meminta keterangan pelaku pengedar narkoba di mapolres setempat. (tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Waseto (26) warga Kelurahan Bandengan, Jalan Selat Karimata, RT 003 Rw 006, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, Selasa (29/8/2017).

Pria tersebut kedapatan membawa tujuh paket narkotika jenis sabu-sabu yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik klip disimpan di dalam bungkus rokok. Waseto tak berkutik saat polisi menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Gajah Mada tepatnya di depan Toko Roti Molina, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Apalagi barang bukti narkoba itu kedapatan disimpan di tas milik tersangka.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota. “Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya, dikutip situs resmi polisi.

Akhirnya pada Selasa malam (29/8/2017) pukul 21.30 WIB, anggota Sat Res Narkoba Polres Pekalongan Kota mengetahui kalau Waseto berada di Jalan Gajah Mada tepatnya di depan Toko Roti Molina. Petugas langsung memeriksa Waseto. Dari dalam tas milik Waseto, petugas mendapati tujuh paket sabu-sabu yang disimpan dalam plastik klip kecil di dalam tas milik tersangka.

Enriko menambahkan, dari tangan tersangka Waseto, petugas tidak hanya menemukan tujuh paket sabu, tapi juga 15 butir pil Alprazolam, dua  buah bong alat hisap sabu, satu bendel plastik klip baru, gulung aluminium foil dan dua buah pipet.

Saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut dan tersangka beserta barang buktinya diamankan di Polres Pekalongan Kota guna penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Polisi juga menangkap pengedar ganja, Budi Bahtiar (34) warga Desa Pacar RT 04 Rw 01, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang diduga pengedar ini ditangkap saat akan melakukan transaksi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di area SPBU Medono, Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Pelaku dijerat dengan Pasal 111 ayat (1),  Pasal114 ayat (1), Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

Jaringan Pengedar Narkoba di Wonogiri Takluk di Hadapan Polisi

Polisi saat meminta keterangan pelaku narkoba di Mapolres Wonogiri. (Tribratanewspolreswonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri — Aparat Satuan Narkoba Polres Wonogiri mengungkap jaringan pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu. Dari ungkap kasus, polisi menangkap dan mengamankan beberapa pelaku pengguna maupun pengedar dari tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polres Wonogiri, AKP Amir Zubaidi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan penangkapan bermula ketika jajaran satresnarkoba melakukan penangkapan pada Fariz Nanda (25) warga Kelurahan Wonokarto. Mahasiswa ini ditangkap pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. Dari hasil penyelidikan jajaran kepolisian didapati, Fariz menyimpan memiliki narkoba jenis sabu.

Kemudian anggota kepolisian melakukan pengembangan lebih lanjut lagi. Pada pukul 06.30 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap Bayu Bella Wijaya (27) warga Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di penitipan motor Terminal Tirtonadi, Surakarta. Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti 1 unit ponsel yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi.

“Dari Bayu kami peroleh informasi barang tersebut ia dapat dari Bagus Babtis Doni (29) warga Sidoharjo, Surakarta dan kemudian kami lakukan penangkapan pada pukul 11.00 WIB di salah satu Resto di Banjarsari, Surakarta,” kata Amir dikutip Tribratanewspolreswonogiri.

Selanjutnya dari penangkapan Bagus, anggota polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel untuk transaksi, dan diperoleh informasi mengenai Yosafat Edo Febrianto (21) warga Banjarsari, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Yosafat dilakukan dirumahnya pada pukul 12.30 WIB. Polisi hanya mendapatkan barang bukti berupa ponsel.

Amir menerangkan, dari penangkapan yang sebelumnya telah dilakukan. Pihaknya mendapat informasi mengenai barang yang diperoleh Yosafat berasal dari Adriel Alfa Yogi (22) warga Jebres, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Adriel dilakulan pada hari tersebut sekira pukul 13.30  WIB di rumah pelaku.

“Dari penangkapan Adriel kami mengamankan ponsel yang digunakan untuk transaksi, 1 buah pipet kaca dan 1 bon atau alat hisap,” terangnya

Pengembangan data yang dilakukan anggota kepolisian Sat Resnarkoba Polres Wonogiri, berujung pada penangkapan Muhammad Faisal Mubarok (30) warga Tuban, Gondangrejo, Karanganyar di salah satu warung di Jebres, Surakarta pada pukul 16.00 WIB.

Dari Muhammad Faisal Mubarok, polisi mendapati 1 sedotan yang sudah dimodifikasi bentuknya, 1 bon atau alat hisap, timbangan digital, serta ponsel.

“Pelaku sudah kami amankan dan sudah kami tetapkan pasal yang berlaku bagi pengguna dan pengedar narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Band Narapidana Narkotika Pentaskan Lagu Kemerdekaan saat Pemberian Remisi di Lapas Pati

Narapidana kasus narkotika yang tergabung dalam Mandiri Band membawakan lagu-lagu kemerdekaan saat pemberian remisi, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Narapidana narkotika di Lapas Kelas II B Pati ternyata memiliki grup band yang cukup mahir memainkan musik. Grup yang diberi nama Mandiri Band itu mementaskan seni musik dengan lagu-lagu kemerdekaan saat upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais menuturkan, para narapidana kasus narkotika sebagian besar punya bakat di bidang seni musik. Karena itu, mereka membentuk grup band untuk meluapkan bakat dan kreativitasnya.

“Biasanya kalau yang kita tahu narkoba itu identik dengan musik, sehingga bakat mereka disalurkan di Lapas Pati. Kebetulan di sini ada wadah dan sarananya, sehingga kita bikin grup band,” kata Irwan.

Salah satu lagu yang dibawakan dan mendapatkan sambutan antusias dari para hadirin, antara lain “Gebyar-gebyar.” Tepuk tangan dari hadirin berulang kali terdengar, setelah mereka membawakan sejumlah lagu-lagu kemerdekaan.

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono yang menyerahkan remisi kemerdekaan secara simbolik mengaku salut dengan bakat yang mereka miliki. Mereka yang berasal dari tiga kabupaten juga dianggap kompak dalam memainkan musik.

Karena itu, dia memberikan pesan kepada warga Pati untuk tidak terlibat dengan narkotika. Pasalnya, narkotika akan membawa generasi muda berbakat ke lembah jurang kehancuran.

“Bakat mereka sangat luar biasa. Salut juga dengan Lapas Pati yang menyediakan wadah untuk menyalurkan bakat narapidana, sehingga kreativitasnya tidak mati di balik jeruji besi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Sabu di Bungkus Kopi Good Day, Warga Kota Pekalongan Ini Diringkus

Pelaku memberikan keterangan kepada petugas Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan  – AS (42) warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dan AB (42) warga Kecamatan Karangayar, Kabupaten Pekalongan ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota, Senin (14/8/2017) malam.  

Mereka diringkus karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu di sebuah kebun di Kelurahan Pringrejo Gang 2 RT 02 Rw 14 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. “Anggota mendapat informasi dari masyarakat, Kemudian meluncur ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ternyata benar adanya, dua tersangka kami ringkus hendak mengedarkan sabu,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasat Res Narkoba AKP Junaedi, dikutip situs resmi Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan, tersangka ditangkap saat ia hendak mengantar barang haram kepada pembeli. “Saat kita lakukan penggeledahan, kita temukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,8 gram yang dibungkus di plastik kecil yang dimasukan di dalam bungkus kopi Good Day dan disimpan di dalam dompet,” tegasnya.

Barang bukti disita di Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

 

Saat ditangkap, barang bukti berada di saku jaket milik tersangka. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, satu paket sabu berat 1,8 gram, bungkus kopi Good Day, dompet warna coklat, dua buah ponsel, satu lembar kertas slip BRI, satu buah kartu ATM BRI dan dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku, bahwa barang haram yang hendak diantarkan kepada pembeli itu didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya yang saat ini dalam pengejaran petugas. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah. Tersangka dijerat Pasal 114 (1), 112 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di hari sama, Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota juga menangkap satu orang tersangka lainnya. Adalah BK (34) warga Desa Capgawen Selatan RT 02 Rw 05, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ditangkap anggota. Pelaku kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,08 gram yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik itu disimpannya di dalam saku celana.

Pelaku tak berkutik saat anggota Satres Narkoba menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di depan SPBU Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Junaedi mengatakan penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggotanya.“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya.

Junaedi menambahkan, saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Tukang Ojek Colo dan Polsek Dawe Kudus Sepakat Perangi Narkoba

Polsek Dawe bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017). (Tribratanews Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Sektor Dawe Kudus prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat, beberapa waktu terakhir.Karenanya, Kanit Binmas Polsek Dawe Aiptu Sukijan mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto bersama Bhabinkamtibmas Bripka Eling Teguh S bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017).

Deklarasi merupakan wujud komitmen melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ( P4GN ). “Penanggulangan narkoba tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sebab narkoba bisa menyerang berbagai golongan dan usia,” ujar Elang.

Berbagai langkah telah dilalukan polisi, di antaranya menggelar sosialisasi bahaya pencegahan, dengan memaksimalkan patroli dan Bhabinkamtibmas di masing masing desa.

Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar mengatakan, kegiatan Polsek Dawe bersama AASMM tersebut sangat tepat sekali. Sebab Indonesia saat ini sedang perang melawan narkoba.

“Sasaran mereka adalah merusak generasi muda Indonesia karena sebagian besar yang mengonsumsi narkoba adalah dari generasi muda, menghancurkan generasi muda berarti menghancurkan Indonesia di masa depan,” kata Sumbar.

Editor : Akrom Hazami

 

Perangkat Desa Nangis Tertangkap Polisi saat Pakai Narkoba di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano meminta keterangan perangkat desa yang tertangkap nyabu ketika gelar perkara, di mapolres setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Satres Narkoba Polres Grobogan berhasil menangkap basah seorang perangkat desa yang sedang asyik menghisap sabu-sabu di rumahnya.

Pelaku diketahui bernama Hadi Sangnoto alias Bedodo, (38), warga Dusun Gunungwulan, Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati. Ironisnya, pelaku ini sehari-harinya merupakan perangkat desa setempat yang menjabat sebagai Kaur Pemerintahan.

“Pelaku kita amankan dirumahnya Rabu 1 Maret 2017 sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Bersama pelaku, petugas berhasil pula mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, seperangkat alat hisap dan tiga paket sabu dengan total berat sekitar 0,4 gram.

Kemudian, ikut diamankan pula satu unit mobil elf dengan nomor polisi B 7877 MH dan satu sepeda motor.

“Barang bukti berupa paket yang diduga berisi narkoba jenis sabu kita dapat dari dalam kendaraan. Saat itu kendaraan ada di garasi. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut. Penangkapan pelaku ini berkat informasi yang disampaikan masyarakat,” jelas Satria.

Saat dihadirkan dalam gelar perkara, pelaku menyatakan sangat menyesali perbuatannya. Bahkan, pelaku yang hidung dan mulutnya ditutup masker itu sempat menangis sesenggukan. “Barang itu saya dapat dari teman di Semarang. Saya menyesal sekali,” katanya lirih. 

Editor : Akrom Hazami

 

Terlibat Narkoba, Oknum Polisi di Pati Divonis 9 Tahun Penjara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Polres Pati, Dadang Iswahyudi akhirnya divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Di meja pengadilan, Dadang terbukti menyalahgunakan narkoba.

Hakim Ketua Irfanuddin menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan tersebut berdasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Salah satunya, terdakwa merupakan penegak hukum yang mestinya memberantas penyalahgunaan narkoba dan memberikan contoh kepada masyarakat, bukan sebaliknya. Selain itu, barang bukti yang dihadirkan di meja persidangan dalam jumlah yang cukup besar.

Dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 menyebutkan, dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dadang Iswahyudi ditangkap tangan pimpinannya sendiri, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo di sebuah kompleks perumahan pada Senin (16/7/2016) malam. Dadang ditangkap tangan dalam sebuah operasi bersih-bersih narkoba di wilayah Pati.

“Indonesia masuk dalam kategori darurat narkoba dan butuh penanganan secara serius, baik di internal kepolisian maupun masyarakat umumnya. Karena itu, kami tidak akan tebang pilih dalam memberantas setiap penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Serunya Adegan Transaksi Narkoba di Minimarket Cepu Blora

Dua pelaku narkoba diamankan berikut barang buktinya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Dua pelaku narkoba diamankan berikut barang buktinya di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Tim Sat Resese Narkoba Kepolisian Resor Blora, berhasil menggagalkan transaksi narkoba yang dilakukan dua pria di sebuah minimarket Kebun Kelapa/Ketapang Jalan Stasiun Kota, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Pelaku bernama AKN (40) asal Kelurahan Sidomulyo, Cepu, Blora dan P(32) dari Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Keduanya akan melakukan transaksi di depan minimarket namun tim  Res Blora dengan sigap menggagalkannya, Minggu (22/01/17).

“Sabtu malam (21/01/17) atas informasi dari yang kami dapat, akan adanya seseorang yang akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu di depan minimarket Ketapang Jalan Stasiun Kota Cepu. Kami langsung menuju ke tempat yang diinformasikan dan melakukan penyekatan. Kemudian kami melihat mobil Xenia putih No. Pol S1389 AA melintas dan berhenti di minimarket tersebut turun seorang pria mencurigakan, yang akan melakukan transaksi narkoba,” kata Kasat Narkoba Polres Blora AKP Soeparlan dikutip polresblora.com. 

Dengan cepat dan sigap, kedua pelaku berhasil dilumpuhkan tanpa perlawanan. Tim kemudian melakukan penggledahan terhadap orang tersebut dan didapat barang haram itu. Dari tangan pelaku diamankan satu paket sabu dibungkus plastik klip bening, serta satu unit mobil, dua uni ponsel, dan uang tunai Rp 300 ribu, serta satu kantong plastik alat penghisap sabu (Bong).

Saat ini kedua pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Blora guna kepentingan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

Pemesan Ganja di Grobogan Divonis 9 Tahun Penjara

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus persidangan kepemilikan ganja seberat 8,645 kilogram yang melibatkan dua warga Grobogan akhirnya berakhir. Dua terdakwa, yakni Eko Sulistiyanto (30) dan Restanto alias Tanto (22) dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Purwodadi yang menyidangkan kasus tersebut.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan vonis dengan menjatuhkan hukuman kurungan penjara sembilan tahun dan denda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan untuk Eko. Sedangkan Restanto divonis hakim kurungan penjara enam tahun dan enam bulan dan denda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan.

Dalam amar putusan hakim, kedua terdakwa dinyatakan sah dan bersalah dalam kepemilikan ganja dengan melanggar Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 114 ayat 2 UU 35/2009 tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa dari Kejaksaan Negeri Grobogan dengan tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider dua bulan kurungan.

“Kedua klien saya langsung menerima putusan hakim dan tidak mengajukan banding. Vonis kedua klien saya dijatuhkan pada Kamis 12 Januari lalu di Pengadilan Negeri Purwodadi,” kata penasehat hukum kedua terdakwa Adi Supriyanto pada wartawan.

Pengungkapan kasus ini dilakukan aparat Diresnarkoba Polda Jateng pada (1/9/2016) lalu. Saat itu, ada informasi mengenai pengiriman ganja dari Aceh ke Grobogan melalui paket pos. Aparat mengikuti pengiriman paket itu sampai di kantor Pos Kuwu di Desa Crewek, Kecamatan Kradenan.

Paket itu kemudian diambil oleh Restanto pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Dari pelaku ini kemudian muncul nama Eko selaku pemilik barang.

“Ganja tersebut dipesan Eko lalu dititipkan ke Tanto. Tanto ini hanya dititipi alamat saja. Ganja tersebut rencananya akan diedarkan pada sebuah acara di Ngawi, Jawa Timur,” imbuh Adi.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Awak Bus di Terminal Induk Grobogan Mendadak Dites Urine

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan awak bus dan para pedagang asongan yang ada di terminal induk Purwodadi, Jumat (30/12/2016) mengikuti kegiatan tes urine di tempat tersebut. Sedikitnya ada sekitar 20 orang yang ikut diambil sampel urinenya guna dites petugas dari Dokkes Polres Grobogan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya semua negatif. Artinya, tidak ada satupun yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono menyatakan, selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga punya pengaruh besar dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Oleh sebab itu, para pengemudi perlu dites urine untuk memastikan kalau kondisi mereka aman dan layak untuk mengemudikan kendaraan.

“Pelaksanaan tes urine ini merupakan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Khususnya menghadapi momen libur panjang akhir tahun. Melalui kegiatan ini kita bisa memastikan kalau kondisi awak bus, khususnya sopir benar-benar aman untuk mengemudikan kendaraan,” katanya didampingi Kanit Laka Ipda Sunarto yang ikut memantau pelaksanaan tes urine tersebut.  

Sementara itu, Kepala Terminal Induk Suparna mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pemeriksaan urine buat awak bus dan pedagang asongan tersebut. Selain untuk keselamatan, tindakan tersebut dinilai merupakan upaya untuk mencegah adanya peredaran dan pemakaian narkoba. 

Usai pelaksanaan tes urine, petugas kemudian melangsungkan pengecekan fisik kendaraan. Khususnya, bus antar kota antar provinsi (AKAP). Dalam pengecekan yang dilakukan, ada tiga bus yang terpaksa ditindak karena tidak lengkap suratnya.

“Dari sekitar 15 bus AKAP yang kita periksa, tiga di antaranya kita tilang karena surat-suratnya tidak lengkap,” kata Susanto Adi Wibowo, pegawai Dishubkominfo Grobogan yang juga menjabat sebagai Pejabat Penyidik PNS (PPNS), usai menggelar kegiatan. 

Editor : Akrom Hazami

Blora jadi Tempat Transit Narkoba dari Jawa Timur

Polisi memeriksa pengunjung di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Blora, Kamis dini hari. (Polres Blora)

Polisi memeriksa pengunjung di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Blora, Kamis dini hari. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora diindikasikan menjadi tempat transit peredaran narkoba yang datang dari Jawa Timur. Mengingat lokasinya yang berada di wilayah perbatasan dengan provinsi tersebut.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Soeparlan mengatakan, Kabupaten Blora merupakan wilayah rawan terhadap narkotika.  “Karena di wilayah Blora diindikasikan sebagai tempat transit peredaran narkoba dari Jawa Tengah ke Jawa Timur atau sebaliknya,” kata Soeparlan dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Maka dari itu, pihaknya akan merutinkan kegiatan razia memberantas narkotika di wilayah Kabupaten Blora. Seperti halnya merazia tempat hiburan malam. “Kegiatan preventif tidak hanya akan dilakukan untuk di tempat hiburan malam daerah Cepu saja, namun akan dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres Blora,” tegas Soeparlan.

Terutama di wilayah Kecamatan Cepu yang merupakan titik perbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. Pihaknya mendukung program penegakan pemberantasan narkoba, dan obat-obatan terlarang.

Kegiatan razia yang beberapa waktu terakhir kerap diadakan merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Blora. Terutama jelang perayaan Tahun Baru 2017. Operasi menyasar tempat yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba, seperti halnya area hiburan malam.

Editor : Akrom Hazami

10 PNS di Kudus Mencurigakan saat Dites Urine

Sejumlah botol urine milik PNS Pemkab Kudus saat dicek usai tes urine yang dilakukan BNN Provinsi Jateng. (MuriaNewsCom)

Sejumlah botol urine milik PNS Pemkab Kudus saat dicek usai tes urine yang dilakukan BNN Provinsi Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Selasa (27/12/2016), ratusan PNS di Kudus kembali dites urin di kantor pemkab. Tes tersebut merupakan lanjutan dari tes urine yang dilaksanakan sebelumnya.

Sekretaris BKD Kudus Yuliono mengatakan, tes tersebut bermaksud untuk melihat dan mengetahui apakah pegawai PNS di lingkup Pemkab Kudus mengkonsumsi narkoba ataukah tidak. Untuk itulah tes urine dilaksanakan.

“Ini lanjutan dari tes urine pada, Rabu (7/12/2016) lalu. Jika sebelum tes urine sejumlah 990-an PNS. Kali ini sejumlah 889 PNS di lingkup Pemkab Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Menurutnya, peserta tes meliputi banyak kalangan. Bahkan para kepala dinas juga ikut tes urine yang dilakukan oleh BNN Provinsi Jateng. Pelaksanaan dituntaskan Selasa.

Ditambahkan, ke depan juga akan dilakukan tes urine lagi. Mengingat masih ada PNS di Kudus yang belum menjalani tes urine. “ini merupakan bentuk deteksi kepada pegawai agar tidak menggunakan narkoba,” jelasnya. 

Sementara, Susanto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat P2M BNN Jateng, mengatakan kalau dari hasil tes ditemukan ada 10 yang mencurigakan. Hal itu terlihat dari hasil tes yang dilakukan.

“Kami sudah panggil yang bersangkutan, dan ternyata itu bukanlah narkoba. Melainkan obat yang memiliki kandungan semacam itu. Jadi sepekan terakhir ada PNS yang sakit, sehingga dikasih obat demikian. Itu bukan narkoba,” ungkapnya.

Dia menyimpulkan, sampai saat ini Kudus merupakan daerah yang diwaspadai. Mengingat lokasinya di pantura yang strategis, dan beberapa kasus muncul, maka BNN akan rajin memantau.

Editor : Akrom Hazami

Pengguna Narkoba di Jateng 600 Ribu Orang

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2N) BNNP Jateng Susanto, mengatakan selama 2016, warga yang terjerat narkoba mencapai sekitar belasan orang. Jumlah itu merupakan data yang diterima.

“Hanya belasan saja yang masuk ke kami selama 2016. Sedangkan Nasional mencapai sekitar 5,2 juta,” katanya kepada MuriaNewsCom di sela-sela aksi tes urine PNS di Kudus, Rabu (7/12/2016).

Data pada 2015, di Jateng terdapat 600 ribu pengguna narkoba. Untuk itulah angka  pengguna narkoba terus ditekan, supaya tidak melebihi persentase nasional yakni 0,03 persen.

Dari jumlah pemakai narkoba tahun ini, kata dia, rata-rata  berusia 10-59 tahun. Meskipun, ada juga pemakai yang berusia anak-anak. Sedangkan, dari jumlah tersebut, faktor yang menyebabkan mengkonsumsi Narkoba paling banyak adalah lingkungan. Bahkan 90 persen disebabkan lingkungan.

Melihat itu, dia meminta keluarga sebagai garda paling depan untuk menanggulangi narkoba. Sementara untuk PNS di Kudus masih aman dari narkoba. Dari tes yang dilakukan, ada lima orang yang kedapatan menggunakan obat tertentu.

“Jadi ada PNS yang mengkonsumsi obat tersebut. Itu bukanlah narkoba tapi obat lainnya,”” ujarnya.

Dijelaskan, Kudus termasuk wilayah yang bagus dalam pencegahan narkoba. Sebab Kudus merupakan daerah pertama yang mengadakan tes narkoba. Daerah lain juga meniru melakukan tes narkoba, seperti Kebumen, Solo dan Blora.

Editor : Akrom Hazami

Benar-Benar Fakta, Ada Sabu di Tong Sampah Galeri ATM BRI Kudus

Pelaku diamankan di Mapolres Kudus atas kepemilikan sabu yang disembunyikan di tong sampah. (Tribratanewskudus)

Pelaku diamankan di Mapolres Kudus atas kepemilikan sabu yang disembunyikan di tong sampah. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus telah melakukan pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.  Polisi menangkap pelaku narkoba di galeri ATM BRI di Jalan Jenderal Sudirman Kudus. Setelah sebelumnya narkoba disembunyikan di tong sampah.

Tersangka adalah GB (34) warga Desa Prambatan Lor, RT 3 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kudus , dengan domisili Desa Loramwetan RT 3 RW 1, Jati, Kudus. AW (24) warga Kampung Paten Jurang RT 4 RW 17, Kecamatan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, dan SY (25) warga Desa Patenjurang, RT 3 Rw 16, Kecamatan Rejowinangun Utara, Magelang.

Mereka berhasil diamankan di galeri ATM BRI cabang Kudus jalan Jendral Sudirman, Selasa (29/11/2016) dini hari. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan satu paket plastic serbuk kristal yang diduga sabu- sabu seberat 6 gram.

Barang bukti lainnya adalah tiga  bong terdiri dari yang terbuat dari botol bekas GPU, satu bong terbuat dari botol bekas parfum, dan satu bong terbuat dari bekas pipo rokok warna hitam.  Tiga buah kompor ,empat  buah serok terbuat dari sedotan plastic, empat buah korek api, dan satu buah alaa bong yang terbuat dari potongan pralon berwarna orange.

Kronologis kejadian, polisi dari Satres Narkoba telah menerima informasi. Bahwa GB akan melaksanakan transaksi sau yang akan diberikan kepada pemesannya AW dari Magelang.  Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan secara intensif kepada GB ,ternyata benar sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka bertemu dengan dua orang menggunakan Avanza warna putih metalik di pertigaan Sempalan Jati.

Petugas melakukan pembuntutan hingga ke rumah tersangka di Desa Loramwetan sekitar pukul 23.00 WIB.  GB keluar lagi dari rumah menuju galeri ATM BRI Cabang Jalan Jenderal Sudirman. Ternyata, GB mencari sabu di tempat sampah.

Ada sekitar enam tempat sampah di galeri ATM. Ternyata ditemukan satu bungkus rokok Sampoerna Mild putih yang diduga berisi sabu. Polisi segera menangkap GB. Dari keterangan GB, diakui jika barang haram itu pembelian atau kiriman dari orang yang bernama AN di Kudus.

GB diketahui pesan sebanyak 10 gram sabu kepada AN. GB telah mentransfer uang Rp 8,5 juta. Polisi juga menggeledah rumah GB dan ditemukan beberapa barang bukti. Di rumah GB juga ditangkap dua pelaku lainnya. Tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 yo pasal 112 ayat 1 yo pasal 127 ayat 1 UU NO 35 Th 2009 tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

Transaksi Narkoba di Blora Gagal Gara-gara Ini

Beberapa barang bukti dari pelaku narkoba di Mapolres Blora. (Polres Blora)

Beberapa barang bukti dari pelaku narkoba di Mapolres Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Blora Jawa Tengah telah mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang terjadi di Dukuh Plosokulon RT 05/RW 02, Desa Kediren, Randublatung, Blora, akhir pekan lalu.

Pelaku Surani (54), Islam, warga Dukuh Plosokulon RT 04/RW 01, Kedire. Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku berupa 22 paket narkotika jenis sabu berat 8 gram dan uang hasil penjualan Rp.1.900.000. Juga dua plastik klip warna bening, dua buah isolasi warna bening, dan ponsel satu unit.

Pelaku ditangkap Sabtu (19/11/2016) siang. Satres Narkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkoba di wilayah Plosokulon, Kediren.

Dikutip Polres Blora, Satres Narkoba mendatangi lokasi untuk melakukan penyidikan. Hasilnya, polisi bisa menangkap pelaku, berikut barang bukti narkotika. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Satresnarkoba untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Blora AKBP  Surisman mengatakan, akibat perbuatannya,  pelaku dijerat dengan UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan pasal 114 ayat ( 1 ) dan atau pasal 111 ayat ( 1 ) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a dan diancam dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling tinggi 20 tahun. “Polisi berhasil menindak pelaku,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Siswa MTs Diberi Bocoran Soal Bahaya Narkoba di Jepara

Polisi memberikan materi soal pencegahan narkoba di MTs Miftahul Huda, Keling, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi memberikan materi soal pencegahan narkoba di MTs Miftahul Huda, Keling, Kabupaten Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kanit Binmas Polsek Keling Polres Jepara, Aiptu Suharmono melaksanakan kunjungan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Huda, Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, akhir pekan ini. Kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka Police Goes To School yang diadakan Polsek Keling.

Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Suharmono memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada murid-murid tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan kenakalan remaja.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Keling AKP Mahendra menjelaskan, murid-murid diberi pengetahuan mengenai jenis dan golongan serta bahaya penyalahgunaan narkoba. Juga pengertian, macam atau bentuk kenakalan remaja serta cara untuk mengantisipasinya juga disampaikan.

“Kami mengajak kepada murid-murid untuk tidak terjerumus dalam lingkaran setan seperti Narkoba dan kenakalan remaja. Remaja jangan mudah terpengaruh dengan perkembangan teknologi serta kebiasaan-kebiasaan yang bersifat negatif,” tuturnya dikutip dari Tribratanewsjepara.

Selain itu, polisi juga menyisipkan materi sosialisasi penerimaan Polri. Materi ini untuk mendorong niat para generasi muda penerus bangsa yang berkeinginan untuk menjadi anggota Polri.

Editor : Akrom Hazami

Narkoba Berpeluang Serang Keluarga, Ini Trik Cegah Polres Blora

Polisi menerangkan tentang bahaya narkoba di Balai Desa Ginungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

Polisi menerangkan tentang bahaya narkoba di Balai Desa Ginungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kanit Binmas Polsek Todanan Resor Blora Ipda Kumeidy, menggelar sosialisasi di Balai Desa Ginungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Kapolsek Todanan, AKP Sutrisno melalui Kanit Binmasnya, Ipda Kumaeidy menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya tindak pidana narkoba dan penyuluhan terhadap masyarakat agar mengetahui dampaknya.

Sosialisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta para ibu-ibu pkk itu berlangsung meraih. Dalam penyampaiannya,  Kumaeidy mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat tidak mengetahui bagaimana narkoba itu bisa masuk ke lingkungan keluarga masyarakat itu sendiri.

”Caranya, di sini kita mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan narkoba yang sangat berbahaya, kita mengajak untuk para orang tua lebih memahami kondisi psikis dari anak itu sendiri, dengan demikian, kita selaku orang tua dapat mengantisipasi sebelum hal terburuk terjadi pada anak kita itu sendiri,” kata Kumaedy dikutip Polres Blora.

Kumaedy menambahkan, dalam sosialisasi itu dia memaparkan, kejahatan narkoba sekarang lebih mudah masuk ke desa-desa karena lebih jauh dari jangkauan petugas. Banyak orang tidak menyadari bahwa anak bahkan suami dan juga mungkin bahkan istri sudah terpengaruh dampak narkoba.

”Biasanya, setelah kecanduan baru tahu, karena sudah tampak perubahan pada prilaku,” terang Kumaedy

Dalam sosialisasi ini diharapkan para orang tua mengerti akan perannya mengawasi dan mengontrol pergaulan putra-putrinya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tentang berbagai hal negatif yang bisa menjerumuskan anak ke dunia penyalahggunaan narkoba.

Para orang tua juga diimbau untuk saling memberikan informasi bila mengetahui seseorang yang mencurigakan mengedarkan narkoba untuk segera laporkan ke pihak yang berwajib.

Editor : Akrom Hazami

Agus Imakudin Jalani Rehabilitasi Narkoba 3 Bulan

ai-narkoba-rehab-e

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, dinyatakan harus menjalani rehabilitasi. Ini terkait perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Demikian yang diputuskan majelis hakim pemeriksa perkara Agus dalam putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. “Terdakwa dinyatakan direhabilitasi,” kata Faturohman, ketua majelis hakim pemeriksa perkara Agus kepada wartawan ditemui di PN Semarang, Jumat (28/10/2016).

Dalam putusannya, Agus dinyatakan terbukti bersalah memakai sabu. Oleh karena itu, Agus akan rehabilitasi selama tiga bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Penyalahgunaan Napza Mandiri Semarang.

Hakim juga menetapkan barang bukti yang dirampas untuk dimusnahkan. Di antaranya, sebuah tempat pasta gigi berisi pasta gigi, sebuah sikat gigi lipat yang di dalamnya berisi satu plastik satu paket sabu kristal putih sabu-sabu seberat 0,758 gram. Dua buah Hp, sebuah pipet dan sebatang pembersih telinga serta empat korek gas.

“Urine terdakwa Agus Imakudin dalam tube hasil uji laboratorium forensik untuk dirampas dan dimusnahkan. Satu unit mobil Grand Vitara H 7291 TW atas nama Helena Aida Ryanti dikembalikan ke saksi. Membebankan biaya perkara sebesar Rp 2.500.

Sidang pemeriksaan terdakwa politisi PDIP itu diketahui paling cepat dan berlangsung tiga kali. Pertama, tanggal 4 dengan acara dakwaan, tanggal 11 saksi-saksi dan tanggal 18 tuntutan dilanjutkan putusan.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng menyatakan terdakwa Agus Imakudin bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35/2009 tentang narkotika. “Menuntut agar terdakwa dipidana 4 bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Penyalahgunaan Napza Mandiri Semarang,” kata Efrita, JPU yang menyidangkan.

Dua terdakwa lain yang disidangkan, Nur Ade Erwansyah (31) pengedar dan Farasanti alias Mami (28), pemasok sabu. Perkaranya masih diproses sidang.

Agus, suami Novi Okta Fitria itu ditangkap BNNP Jateng di kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Senin (26/7/2016) lalu. Saat ditangkap, petugas mengamankan terdakwa dan teman wanitanya berinisial NN atau VR (saksi). Dari pengembangan, kemudian ditangkap Nur Ade Erwansyah, warga Kudus dan Mami. Nur ditangkap di Graha Padma, Mami di hotel Kudus. Agus ditangkap saat mengendarai mobil Grand Vitara usai rapat paripurna pandangan fraksi terhadap RAPBD Perubahan Kudus 2016 di DPRD Kudus. Dari Farasanti, Agus diketahui mendapat empat paket sabu seberat 3,9 gram.

Panji Sudrajat, JPU yang menyidangkan perkara Farasansi mengaku, perkaranya masih diproses. “Selasa (18/10/2016) lalu baru mulai disidang. Terdakwa (Farasanti- bukan pemilik hotel, tapi pengelola hotel yang diketahui milik adiknya,” kata dia.

Agus juga dikabarkan pernah ditangkap Polda Jateng terkait narkoba. Bersama seorang wanita simpanannya bernama Vero, ia ditangkap di Perumahan Tamansari, Majapahit Pedurungan Semarang, Sabtu (4/6/2016).

Editor : Akrom Hazami

Perempuan Cantik dan Bandar Narkoba Dibekuk di Blora

Merpati Puji Lestari (25) dan Supinah, (46), pengedar narkoba di Blora. (Polres Blora)

Merpati Puji Lestari (25) dan Supinah, (46), pengedar narkoba di Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polres Blora kembali menunjukkan taringnya. Mereka tidak main-main dalam memberantas narkoba.  Tiga tersangka pun dibekuk dalam satu momen. Yaitu pada Jumat (21/10/2016) sekira pukul 14.00 WIB, berlokasi di daerah Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan,Kabupaten Blora.

Dikutip halaman Polres Blora, kali ini dua wanita satu paruh baya bernama Supinah, (46) warga Jalan Mr Iskandar, Kaliwangan, Blora, dan yang satu wanita muda cantik, Merpati Puji Lestari (25) asal Kota Sragen dan bertempat tinggal di Dukuh Sembung, Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, yang sedang melakukan transaksi narkoba.

Keduanya di tangkap dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan barang bukti berupa satu paket sabu dan hasil interogasi di tempat tersangka mengatakan barang haram yang dia miliki didapat dari seorang warga, Budi Iskandar, warga setempat.

Kemudian dengan sigap Polres Blora melalui Tim Cobra melakukan investigasi dan melacak keberadaan Budi Iskandar. Selang beberapa waktu bandar narkoba Budi Iskandar dilumpuhkan tanpa perlawanan dan di temukan barang bukti lainnya.

Budi Iskandar, bandar narkoba, dibekuk berikut barang buktinya. (Polres Blora)

Budi Iskandar, bandar narkoba, dibekuk berikut barang buktinya. (Polres Blora)

Keterangan dari Kasat Narkoba AKP Soeparlan mengatakan bahwa modus Budi Iskandar ini menggunakan wanita sebagai kurir untuk transaksi narkoba. “Ini akan segera dilakukan pengembangan kasus dengan menggali informasi dan memperkecil ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Blora,” katanya.

Ketiga tersangka narkoba tersebut dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UURI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maximal 5 Tahun Penjara.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu paket narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik bening, uang tunai Rp 500.000 sebagai bukti transaksi, seperangkat alat hisap atau Bong, dan handphone merk 1 Blackberry, 2 Nokia.

Editor : Akrom Hazami

Sembunyikan Sabu di Sepatu, Pengedar Narkoba Dibekuk di Warung Mi Godok di Dersalam Kudus

Tersangka pengedar sabu, AY, saat ditangkap Polres Kudus, Kamis malam. (Tribratanewskudus)

Tersangka pengedar sabu, AY, saat ditangkap Polres Kudus, Kamis malam. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – AY, pengedar narkotika jenis sabu ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus, di jalan Kudus-Pati turut Desa Dersalam, Bae, Kamis (13/10/2016) pukul 23.45 WIB.

Dikutip Tribratanewskudus.com, penangkapan dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Sukadi. Kronologi penangkapan, tersangka AY diamankan oleh anggota Res Narkoba pada saat tersangka keluar dari kost di perumahan dekat Oasis,  Desa Bacin, Bae.

Tersangka bermaksud membeli mie godok di Desa Dersalam. Belum sempat makan mi godok, tersangka langsung ditangkap polisi. Saat digeledah, polisi menemukan tiga paket sabu disimpan di sepatu tersangka.

Polisi membawa tersangka ke rumah kosnya. Di lokasi itu, polisi menemukan barang bukti. Seperti korek gas, botol, beserta alat isap yang biasa dipakai tersangka saat nyabu.

Dengan demikian tersangka melanggar pasal  114 ayat 1 yo pasal  112 ayat 1 yo pasal 127 ayat 1 UU NO 35 Th 2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa jadi Sasaran Narkoba

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus saat menerangkan bahaya narkoba di hadapan ribuan mahasiswa.  (Universitas Muria Kudus)

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus saat menerangkan bahaya narkoba di hadapan ribuan mahasiswa.  (Universitas Muria Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Generasi bangsa ini, khususnya pelajar dan mahasiswa, diminta mewaspadai peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat, atau bahan berbahaya (narkoba). Sebab, narkoba kini tidak hanya menyasar orang perkotaan, juga di pelosok desa.

Ipda Imam Sukirno, Kabag Ops Narkoba Polres Kudus mengatakan hal itu usai menjadi pemateri tentang bahaya narkoba di depan lebih dari 2.000 ribu mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) yang mengikuti Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (Sapamaba), Kamis (22/9/2016).

‘’Di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah, khususnya di Eks Karesidenan Pati, peredaran narkoba melalui Jepara atau Blora. Masyarakat harus selalu waspada, terlebih pelajar dan mahasiswa,’’ ujarnya di rilis pers ke MuriaNewsCom.

Dia menyampaikan, jangan sampai generasi muda bangsa ini terjerumus menggunakan barang haram, yang kini menjadi salah satu musuh bersama. ”Narkoba ini sangat berbahaya, sampai Bapak Presiden menginstruksikkan kepada Kepala Polri perang terhadap narkoba,’’ paparnya.

Untuk menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak terkait menyosialisasikan bahaya dan ancaman narkoba ini secara rutin kepada generasi muda. “Narkoba harus diwaspadai, karena bagi para pengedarnya, ini adalah bisnis,’’ tegasnya.

Wakil Rektor III Drs Hendy Hendro juga menyampaikan mengenai ancaman narkoba yang sudah sangat luar biasa. ‘’Narkoba penggunanya tidak mengenal strata. Tidak cuma orang dewasa, tetapi sudah menyasar ke pelajar dan mahasiswa juga,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

Kata Pengelola Hotel di Kudus, Transaksi Narkoba Kerap Terjadi

hotel transaksi 2 e

Pengelola hotel mendeklarasikan diri Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus Aris Junaidi mengakui potensi hotel digunakan sebagai transaksi narkoba tinggi. Untuk itulah pemantauan perlu dilakukan secara teratur

“Apalagi di Kudus, sangat berpotensi untuk dijadikan tempat transaksi. Malah, Kudus juga berpotensi digunakan untuk persembunyian pengedar,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, antisipasi perlu segera dilakukan sejak awal. Dan pemantauan kepada pengunjung juga sangat dibutuhkan agar hotel tidak dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba.

Langkah yang akan diambil, kata dia akan segera mensosialisasikan ikrar tersebut kepada anggota lainnya. Sebab anggota PHRI masih ada yang tidak datang.

“Kami ada 37 anggota, semuanya termasuk kelas melati. Sehingga masih ada beberapa hotel yang belum mendapat materi sosialisasi Deklarasi Hotel Tolak Narkoba,” ungkapnya.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, keberadaan hotel di Kudus berpotensi  jadi tempat transaksi narkoba yang aman. Selain itu juga keberadaan hotel juga kerap menjadi persembunyian pengedar barang haram itu.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Deklarasi Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu (24/8/2016).  Menurutnya keberadaan hotel sangat diwaspadai jika digunakan untuk transaksi. “Kami berharap pengelola hotel dapat ikut membantu memberantas peredaran narkoba,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mudahnya Narkoba Jawa Timur Masuk ke Jawa Tengah Lewat Blora

narkoba e

Sejumlah barang bukti kasus narkoba di Mapolres Blora. (Humas Protokol Kabupaten Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora rupanya tak luput dari peredaran narkoba. Bahkan, kabupaten yang jadi perbatasan Jateng dan Jatim itu diincar pengedar narkoba provinsi sebelah.

Seperti yang dilakukan, salah seorang pengedar narkoba. Vincentius Paulus Hendratmo, alias Kikik bin Suratmo. Kikik mengedarkan narkoba di wilayah Kabupaten Blora.

Menurut pengakuan beberapa warga di sekitar tempatnya tinggalnya di Balon, Cepu, Kikik memang sering mengedarkan barang haram. “Kikik sering mengedarkan narkoba di sekitar tempat tinggalnya,” kata seorang warga di Balon.

Tidak heran, jika aksinya membuat sejumlah warga beriman tipis tejerat. Kikik menjadi racun bagi warga yang ingin menjajal barang setan itu. Lama kelamaan, keresahan warga terasa.

Sejumlah warga melaporkan ke polisi setempat. Setelah polisi menyelidiki. Ternyata benar. Kikik menjadi pengedar narkoba di lingkungan tempatnya tinggal. Di sore yang berseri-seri, Kikik harus tersandung.

Ya, Selasa (9/8/2016), sejumlah polisi mendobrak rumah Kikik. Pemuda 33 tahun itu tak punya waktu untuk melarikan diri. Polisi mendapatinya di rumah. Para aparat itu segera menangkap Kikik.

Sejumlah polisi juga berhasil menemukan barang bukti dari dalam rumah. Berupa dua paket narkotika jenis sabu dengan berat 0,5 gram , 1 plastik klip warna bening sisa bungkus sabu, 1 buah pirek kaca, 1buah sendok sabu, 1 kertas grenjeng rokok warna merah untuk membukus sabu, dan 1 buah HP  warna putih.

Polisi berharap penangkapan sang pengedar bisa menyeret pengedar lainnya. Benar saja. Kepada polisi, Kikik mengaku barangnya didapat dari rekannya, warga provinsi lain. Yaitu HB (30), warga Bojonegoro, Jawa Timur.

Tanpa waktu lama, anggota Polres Blora berupaya mendatangi rumah HB. Tapi HB tak ditemukan. “Tersangka sudah kami amankan. HB kami masukkan dalam DPO,” kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Suparlan.

Suparlan menerangkan bahwa di wilayah hukumnya memang tak lepas dari peredaran narkoba. Data pengungkapan kasus narkoba mulai Mei-Agustus 2016 yaitu dua kasus narkoba dengan jumlah tersangka perempuan sebanyak satu), dan laki – laki sebanyak dua).

Tersangka dijatuhi pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba berkas perkara selesai P21.

Editor : Akrom Hazami

Pengguna Narkoba Pemula Banyak yang Meringkuk di Rutan Jepara

Rumah Tahanan Jepara.

Rumah Tahanan Jepara.

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Kabupaten Jepara selama ini didominasi narapidana maupun tahanan kasus narkotika.

Meski begitu, dipastikan bahwa penghuni Rutan tersebut belum pada level pencandu narkoba berat apalagi sampai level gembong narkoba.

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan upaya penyelundupan barang narkotika. Hal itu diduga karena para tahanan maupun narapidana kasus narkoba belum masuk pada level pecandu berat.

“Kalau sudah pecandu berat dan sakau, dimungkinkan upaya penyelundupan barang narkoba pasti ada. Tetapi beruntung di sini semuanya pemula, tidak pecandu berat, jadi tidak ada upaya penyelundupan narkoba,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, ketika para penghuni rutan belum pada level pecandu berat maka lebih mudah untuk disembuhkan. Salah satu cara yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan sesuai dengan bakat dan minat tahanan maupun narapidana.

“Misalnya keterampilan menjadi tukang, membuat beberapa keterampilan tangan seperti keset, dan yang lainnya. Selain itu kami juga memberikan ilmu agama kepada mereka,” terangnya.

Lebih lanjut ia mngemukakan, tidak hanya sekadar memberikan ilmu agama saja. Para penghuni rutan, khususnya narapidana diwajibkan menghafal ayat-ayat pendek dalam Alquran dan bacaan salat ketika bebas atau selesai menjalani masa tahanan mereka,.

“Itu salah satu cara kami membuat agar Rutan Jepara ini tetap kondusif, tidak ada konflik. Kami memberikan materi keagamaan yang lebih dengan cara mewajibkan para narapidana untuk menghafalkan ayat pendek. Minimal, ketika mereka bebas, bisa dan bersedia untuk salat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Lapas Ambarawa di Grobogan

narkoba

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukan delapan paket sabu yang disita dari pelaku. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu bernama Riski Budiyanto alias Wowok diringkus polisi. Penyebabnya, pemuda 26 tahun itu ditengarai jadi pengedar narkoba jenis sabu.

”Penangkapan ini berkat informasi dari warga yang selama ini merasa curiga. Setelah kita selidiki, petugas kemudian melakukan penangkapan di desa tersebut. Kami berhasil menemukan sabu dengan berat total sekitar 2,4 gram yang telah dibungkus menjadi delapan paket dan satu alat hisapnya,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat memimpin gelar perkara, Selasa (26/7/2016).

Menurut kapolres, pelaku mengaku mendapatkan barang dari luar Grobogan Tepatnya dari sesorang yang ada di Lapas Ambarawa.

Pelaku ditengarai menjadi kaki tangannya dan dipercaya untuk menjadi penjual sekaligus perantara penjualan barang haram tersebut. Narkoba jenis sabu tersebut kemudian diedarkan di sekitar wilayah Grobogan.

Untuk mendapatkan barang, pelaku memesan dulu pada penyedianya di Lapas Ambarawa itu. Kemudian, dari penyedia dari Lapas Ambarawa itu menghubungi Mr. X yang tinggal di Semarang. Setelah itu, pelaku diminta menemui Mr. X yang diduga sebagai pemasok.

Pelaku selanjutnya mengambil sabu pesanannya di suatu tempat yang ditentukan. Setelah mendapatkan pesanan barang, pelaku kemudian menghubungi Mr. X dan mentransfer biayanya.

”Dari hasil lidik, pelaku merupakan kaki tangan yang ada di dalam Lapas Ambarawa. Identitas sudah kami kantongi, tapi masih perlu kami selidiki lagi,” ujarnya didampingi Kasat Res Narkoba AKP Abdul Fatah.

Editor : Akrom Hazami