Polres Rembang Bekuk 3 Kurir Sabu Asal Jepara

Salah satu kurir narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan petugas Sat Res Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Petugas Sat Res Narkoba Polres Rembang berhasil membekuk tiga pelaku pengedar narkoba asal Jepara. Mereka ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Kasat Res Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengatakan, penangkapan terhadap tiga pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut tersebut bermula dari penangkapan Abdul Ghofur (31), warga RT 23 RW 5 Desa Ragoklampitan,Kecamatan Batealit, Jepara. Ghofur ditangkap di sebuah pos kamling tepi jalan Pantura, Desa Tambakagung Kaliori, Sabtu (11/2/2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tersangka pertama Abdul Ghofur. Ketika itu, petugas Sat Res Narkoba yang sebelumnya telah mendapat informasi adanya transaksi sabu-sabu, kemudian berpatroli di sekitar lokasi,” ujarnya.

Benar saja, saat berada di lokasi kejadian, petugas patroli mendapati pelaku Ghofur sedang duduk di pos kamling dengan gelagat mencurigkan. Pelaku diamati terlihat celingukan mencari seseorang dari tempat ia duduk.

Sejurus kemudian, petugas berhenti dan mendekati pelaku untuk dimintai identitasnya. Polisi juga melakukan penggeledahan pada tubuh dan pakaian pelaku. Hasilnya, petugas mendapati sebuah plastik warna bening dibungkus kertas rokok yang di dalamnya terdapat sabu-sabu tak jauh dari tempat duduk pelaku.

“Oleh pelaku, barang haram itu diakui miliknya. Selanjutnya, petugas membawa pelaku beserta barang bukti tersebut menuju Mapolres Rembang. Polisi masih melakukan penyidikan dan melakukan pengembangan atas kasus peredaran sabu tersebut,” imbuhnya.

Berbekal pengembangan, selanjutnya petugas bergerak menuju Desa Krasak, Jepara untuk meringkus pelaku lainnya. Dua orang berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumah masing-masing. Yakni, Ahmad Arif Baihaki (25) dan Khotibul Uman (20), keduanya warga RT 5 RW 6 dan RT 4 RW 4 Desa Krasak,Kecamatan Pecangaan. Mereka ditangkap di rumah mereka, Minggu (12/2/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Selain menangkap tiga pelaku ini, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, antara lain adalah tiga paket sabu dengan berat dua gram, sepeda motor Honda Vario Nopol K 2958 EQ, serta uang tunai Rp 283 ribu. “Tiga pelaku ini hanya kurir dan pemasok utama masih kami buru,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Asal Sluke Rembang

Barang bukti sabu dan lainnya yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

Barang bukti sabu dan lainnya yang berhasil diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang. (Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom – Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Rembang berhasil membekuk seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (17/1) sekitar pukul 02.00 dini hari. Tersangka adalah Komaedi alias Johdi (38), warga RT 4 RW 4 Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke, Rembang.

Polisi membekuk Komaedi saat berada di rumah Sriani (34) warga RT 3 RW 2 Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke. Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti terkait peredaran sabu-sabu.

Kapolres Rembang melalui Kasatresnarkoba AKP Bambang Sugito mengatakan, kronologi penangkapan tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Selama ini di mata masyarakat tersangka memang dikenal sebagai pengedar shabu-shabu.

Setelah mendapat laporan tersebut, akhirnya tim dari Satresnarkoba melakukan pengintaian terhadap tersangka. Setelah mendapat kesempatan, akhirnya petugas berhasil membekuk tersangka beserta barang bukti terkait.

“Saat ini, sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain, 13 paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik bening, satu buah ponsel untuk keperluan transaksi, sepeda motor Honda Beat putih tanpa Nopol, uang tunai Rp 2 juta serat pipet kaca untuk menghisap sabu,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

3 Pengedar Sabu Dibekuk Polres Rembang

Salah satu tersangka pengedar narkoba sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

Salah satu tersangka pengedar narkoba sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang– Peredaran narkoba di Kabupaten Rembang sudah cukup mengkhawatirkan. Buktinya, polisi terus meringkus pengedar barang haram itu dari jaringan berbeda.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Res Narkoba AKP Bambang Sugito mengatakan, dalam pekan ini, sudah ada tiga orang pengedar narkoba kembali diamankan oleh Satres Narkoba Polres Rembang.

Pelaku diamankan dalam waktu terpisah di dua lokasi berbeda. Masing-masing di area SPBU Tasiksono Lasem dan di Jalan Pantura, Desa Blimbing, Kecamatan Sluke. Ketiga tersangka, merupakan jaringan berbeda.

“Satu orang merupakan jaringan Jawa Timur. Tersangka ini atas nama Nurhadi Prayitno alias Dalboh (39), warga RT 1 RW 1 Desa Blimbing, Kecamatan Sluke. Pelaku ditangkap di Jalan Pantura dekat tempat tinggalnya pada Senin (19/10/2016) lalu,” ujarnya.

Kemudian, dua pelaku lagi ditangkap di area SPBU Tasiksono, pada Rabu (19/10/2016). Keduanya mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Semarang. Dua tersangka masing-masing adalah Tri Asmara Dada Hartono yang berprofesi sebagai sopir, warga RT 6 RW 1 Desa Sarirejo, Kaliwungu, Kendal serta Heru Susanto (36) warga RT 1 RW 2 Desa Kutoarjo, Kaliwungu, Kendal.

Dari tangan tersangka di Blimbing Sluke, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu senilai Rp 600 ribu, satu unit ponsel warna putih, uang tunai Rp 59.000, serta sepeda motor Honda Supra warna hitam dengan nopol H 2276 QG.

Sedangkan dari dua tersangka di SPBU Tasiksono, polisi berhasil mengamankan satu paket sabu seberat 6 gram lebih, satu mobil Avanza dengan nopol H 9011 HM, serta uang tunai sebesar Rp 315.000.

“Dua tersangka yang dibekuk di Tasiksono, termasuk paket besar. Dengan berat barang bukti lebih dari 6 gram dengan nilai Rp 12 juta. Ketiga tersangka diancam dengan pasal 114 dan 112 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 14 tahun penjara,” jelasnya.

Menurut AKP Sugito , ketiga tersangka ini juga merupakan jaringan berbeda dari penangkapan tiga orang pengedar di area Rumah Makan Robyong Sluke, beberapa pekan sebelumnya. Tiga tersangka terakhir ini juga ditangkap dari informasi orang yang berbeda.

Editor : Kholistiono

Kedapatan Bawa Sabu, Pemuda Asal Lamongan Dibekuk Polisi di Rembang

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga turut diamankan oleh polisi (Dok. Humas Porles Rembang)

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga turut diamankan oleh polisi (Dok. Humas Porles Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Petugas Unit Opsnal I Res Narkoba Polres Rembang meringkus seorang pemuda berinisial S (29) warga Desa Kandangsemangkon 3, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

S, kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Pelaku diamankan petugas kepolisian di area SPBU Kiringan, tepatnya di Desa Gedong Mulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada Jumat (30/09/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi warga, yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh anggotanya. Benar saja, ketika dilakukan penyelidikan, ternyata, informasi tersebut benar.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua paket narkotika golongan I jenis sabu yang dimasukkan dalam plastik warna bening, satu pipet kaca, satu sedotan plastik warna putih yang ujungnya diruncingkan, satu korek gas warna putih, satu bungkus bekas rokok, satu dompet warna hitam, satu HP Samsung warna hitam, satu tas ransel warna hitam dan satu unit KBM truk tronton nopol L 9151 UJ.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak bisa mengelak dengan barang bukti tersebut di atas.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas segala upaya yang telah dilakukan oleh anggota, khususnya Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Rembang,” ujar Kapolres.

Pihaknya akan terus mengejar pelaku penyalahgunaan narkotika, dan sedapat mungkin akan ditekan angka penyalahgunaan narkotika.Untuk itu, dirinya mengajak bersama-sama memerangi narkotika, karena, narkotika adalah musuh bersama.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum dan diamankan di sel tahanan Polres Rembang serta dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang – undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Editor : Kholistiono

Kedapatan Bawa Sabu, Pemuda Asal Pati Dibekuk Petugas Sat Narkoba Polres Rembang

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga ikut dimankan oleh polisi (Dok Humas Polres Rembang)

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga ikut dimankan oleh polisi (Dok Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Petugas Unit Opsnal I Res Narkoba Polres Rembang meringkus seorang pemuda berinisial D (34) warga Desa Dengkek, Kecamatan/Kabupaten Pati, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu.

Pelaku diamankan petugas, saat berada di pinggir jalan raya Pantura Rembang, tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang, pada Selasa (27/09/2016) sekitar pukul 18.15 WIB. Penangkapan ini, merupakan pengembangan dari laporan masyarakat.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan, selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sembilan paket narkotika golongan I jenis sabu yang dimasukan dalam plastik warna bening yang juga dimasukan dalam bungkus permen Tamarin dan dimasukkan lagi dalam bungkus permen Big Babol.

“Kemudian ada juga empat buah handphone, satu unit sepeda motor, satu buah senjata tajam, tujuh permen Tamarin, satu dompet berisi uang tunai sebanyak Rp 760 ribu, satu buah KTP, satu SIM C, satu ATM BRI, satu ATM BCA, satu lembar STNK dan satu lembar bukti transfer bank,” ujarnya.

Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak bisa mengelak dengan barang bukti tersebut. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas segala upaya yang telah dilakukan oleh anggota, khususnya Sat Res Narkoba Polres Rembang dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Rembang. Kami juga akan mengejar pelaku penyalahgunaan narkotika, dan sedapat mungkin akan kami tekan angka penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum dan diamankan di sel tahanan Polres Rembang serta dikenakan pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang – undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Kholistiono

Puluhan PNS di Rembang Ikuti Penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada puluhan PNS di lingkungan Setda Rembang, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada puluhan PNS di lingkungan Setda Rembang, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Setda Rembang mengikuti Penyuluhan Pencegahan,Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)  di lantai IV kantor Setda Rembang, Kamis (08/09/2016).

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto yang menjadi narasumber dalam kesempatan itu mengatakan, saat ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada level darurat.”Mulai orang dewasa dan anak-anak sudah menjadi incaran para pengedar narkoba sebagai korbannya. Untuk itu, kami giat melakukan sosialisasi ke berbagai tempat, mulai ke sekolah-sekolah, desa termasuk ke lingkungan PNS,” kata Kapolres.

Menurutnya, narkoba bisa dibilang sebagai pembunuh massal. Dari data BNN di tahun 2016, diperkirakan 40 -50 orang, per hari meninggal dunia karena narkoba. Tak hanya itu saja, narkoba ternyata menjadi salah satu penyebab sejumlah tindak kriminal.

“Kebanyakan begal adalah anak-anak di bawah umur. Setelah ditelusuri, sebelum mereka membegal apa yang dilakukan, ternyata mereka mengkonsumsi obat terlarang terlebih dulu,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan untuk memerangi peredaran narkoba. Yakni komitmen diri, regulasi anti narkoba, konsolidasi kekuatan, baik pemerintah, swasta dan komponen masyarakat. Kemudian bersih narkoba, seperti di lingkungan masyarakat, pemerintahan dan tempat kerja, serta yang penting adalah pencegahan.

Di saat yang sama, Asisten Pemerintahan Setda Rembang Subakti mengatakan, PNS diibaratkan seperti sebuah pigura. Di mana fungsi pigura tersebut untuk memperkuat foto di dalamnya. “Jika piguranya terkena narkoba, maka foto di dalamnya juga rusak.  Maka apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolres sangat penting bagi kita semua,”ujarnya.

Sementara itu, hasil ungkap kasus narkoba oleh Polres Rembang periode 2015 – September 2016, jumlahnya mencapai 25 kasus. Dengan  rincian 22 kasus sudah P21,1 kasus P19 ,5 kasus di rehabilitasi selama proses penyidikan, 2 kasus masih dalam proses penyidikan.

Editor : Kholistiono

Narkoba Mulai Masuk Rembang, DPRD : PNS Harus Dites Urine

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Maraknya kasus peredaran narkoba di Rembang, menuai keprihatinan tersendiri bagi Ketua Komisi D DPRD Rembang, Henry Purwoko.

Terungkap beberapa waktu lalu, kasus narkoba di Kota Garam, telah menyentuh elemen masyarakat mulai dari pemandu karaoke hingga sopir truk lintas daerah.

Oleh karenanya, Henry sepakat apabila dilakukan tes urine bagi pejabat pemerintah, pegawai negeri sipil, dan legislator di kabupaten ini secara berkala. Tujuannya untuk memastikan tidak adanya mereka yang mengomsumsi narkoba.

Menurutnya, tes urine di lingkungan pemerintahan di Kabupaten Rembang, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat di daerah. “Kalau Rembang mau bebas dari narkoba, maka pejabat dan aparatnya mesti bersih dulu dari narkoba,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, kasus Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi yang terjerat kasus narkoba harus menjadi pelajaran bagi daerah lain, termasuk Rembang.

“Jangan sampai hal itu terjadi di Rembang. Saya sepakat itu, tes urine bagi pejabat pemerintah, pegawai negeri, dan anggota DPRD. Bukan karena kecurigaan, melainkan lebih untuk mengantisipasi sejak dini,” tandasnya.

Namun pihaknya mengaku belum menjalin komunikasi dengan pihak BNN Jateng ataupun pihak kepolisian untuk menggelar tes urine di lingkup pemerintahan.

“Kami belum melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Namun jika BNN dan polisi menggandeng Komisi D untuk menggelar tes narkoba, kami siap dan menyambutnya dengan gembira,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Meski Sudah Disembunyikan di Truk, Sabu Ini Masih Tercium Polisi

AM diinterogasi polisi lantaran kedapatan dua paket sabu di kemudi truknya, Rabu (17/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

AM diinterogasi polisi lantaran kedapatan dua paket sabu di kemudi truknya, Rabu (17/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sopir truk berinisial AM (30) warga Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, digaruk Satres Narkoba Polres Rembang. Karena di dalam ruang kemudi truk kedapatan dua paket sabu, Rabu (17/2/2016) sekira pukul 03.30 WIB.

Namun AM sempat mengaku tak tahu-menahu terkait paket sabu ketika polisi mendatangi rumahnya. Baru setelah polisi menunjukkan sejumlah fakta, AM akhirnya mengaku dan menunjukkan lokasi disembunyikannya dua paket barang haram itu.

“Ternyata dua paket sabu itu, disembunyikan di ruang kemudi truk boks warna hijau bernomor polisi L 9264 UY yang diparkir di tepi jalan wilayah Desa Karangturi, Kecamatan Lasem,” ungkap Kasat Resnarkoba AKP Bambang Sugito.

Begitu digeledah, lanjut Bambang, di truk itu polisi menemukan dua paket sabu-sabu yang dibungkus plastik warna bening, satu set alat hisap, dua buah pipet, satu sedotan plastik, dan satu korek api gas.

Dijelaskan olehnya, penangkapan AM merupakan hasil pemantauan intensif selama 4 bulan berbekal informasi dari masyarakat. “AM kami jerat ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara karena melanggar Pasal 112 dan 114 Undang-undang tentang Narkotika,” tegasnya.

AM dan barang-barang bukti tersebut langsung diamankan ke Mapolres Rembang. Sampai Rabu (17/2/2016) siang, polisi masih terus menginterogasi AM. Sementara ini, polisi baru memastikan tersangka merupakan pemilik dan pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Editor : Akrom Hazami

Usai Gunakan Sabu, Perempuan Ini Diciduk di Rumahnya di Rembang

Perempuan pengguna sabu berisial AE  yang diciduk Sat Resnarkoba Polres Rembang, Rabu (10/2/2016). (foto: Facebook Subbaghumas Polres Rembang)

Perempuan pengguna sabu berisial AE  yang diciduk Sat Resnarkoba Polres Rembang, Rabu (10/2/2016). (foto: Facebook Subbaghumas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Perempuan berusia 33 tahun diciduk aparat Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Rembang di rumahnya, Rabu (10/2/2016).
Diketahui, pelaku merupakan warga Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang berinisial AE. Pelaku diringkus lantaran di rumahnya kedapatan berbagai alat yang digunakan untuk mengkonsumsi sabu.

Kasubbag Humas Polres Rembang AKP Haryanto mengungkapkan, aparat Sat Resnarkoba Polres Rembang mendatangi rumahnya setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait orang yang di duga memakai barang terlarang jenis sabu. “Dapat laporan dari masyarakat, yang bersangkutan sering memakai narkoba,” kata Haryanto saat dihubungi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti yang digunakan oleh AE untuk mengkonsumsi barang haram itu. Barang bukti tersebut, yakni 1 botol plastik bekas terbakar, 1 sedotan plastik warna putih, 1 sedotan plastik yang diruncingkan ujungnya,1 plastik kecil warna bening, dan 2 korek api gas.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di rumahnya, ternyata yang bersangkutan baru saja mengkonsumsi sabu,” terangnya.

Dibeberkan oleh Haryanto, saat menangkap pengguna narkoba jenis sabu tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan tes urine. Dari hasil tes urine, diketahui AE positif mengandung Methafetamine. “Kami lakukan tes urine, hasilnya posistif,” bebernya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Kapokmu Kapan, Pengedar Sabu Kambuhan Ini Diringkus Polisi lagi

Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi 

Sopir Truk di Rembang Berperan Sebagai Kurir Sabu

AKP Bambang Sugito, Kasat Resnarkoba Polres Rembang. (MuriaNewsCom/ Ahmad Wakid)

AKP Bambang Sugito, Kasat Resnarkoba Polres Rembang. (MuriaNewsCom/ Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Praktik bisnis gelap peredaran narkotika di Rembang, ternyata juga melibatkan sopir truk. Hal tersebut terungkap setelah tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Rembang menangkap seorang pengedar sabu di Rumah Makan Amalia Sluke, Rembang, Rabu (27/1/2016) sore.

Kasat Resnarkoba, AKP Bambang Sugito mengatakan pengedar sabu yang bernama Nova Sanjaya memasok barang haram melalui sopir truk jurusan Lasem – Jatirogo. ”Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku hendak bertemu dengan sopir truk jurusan Lasem-Jatirogo di rumah makan tersebut,” katanya ketika ditemui MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016).

Namun menurut pengakuan tersangka, kata Bambang, dia tidak mengenal sopir truk itu. Dikarenakan yang mengambil barang haram itu, berganti-ganti orangnya. ”Tidak kenal dengan sopir truk yang mau mengambil sabu, karena berganti-ganti orang,” tandasnya.

Dijelaskan olehnya, sabu tersebut didapat dari Semarang, namun tersangka mengaku tidak mengenal orangnya. ”Tidak kenal orangnya. Pengambilannya, mengambil sendiri di Semarang dan diedarkan di wilayah Rembang,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nova Sanjaya (29) warga Desa Gajah RT 05 RW 05 Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak dibekuk polisi lantaran kedapan membawa satu paket sabu-sabu seberat 1,025 gram ketika sedang mondar-mandir di Rumah makan Amalia Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mondar Mandir di Rumah Makan, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi Rembang

Mondar Mandir di Rumah Makan, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi Rembang

Mondar Mandir di Rumah Makan, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pengedar sabu-sabu dibekuk tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Rembang ketika hendak transaksi di Rumah makan Amalia Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang.

Pengedar barang haram tersebut, yakni Nova Sanjaya (29) warga Desa Gajah RT 05 RW 05 Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Nova dicurigai lantaran mondar-mandir sambil telpon ketika di rumah makan. Benar saja, setelah digeledah oleh petugas ditemukan paket sabu di dalam mobilnya.

”Kami datang ke rumah makan karena ada laporan dari warga. Baru dua hari, ternyata benar, dia masuk kemudian telpon dan mondar-mandir. Setelah kami lakukan penggeledahan badan dan kendaraannya, kami temukan sabu di dalam mobilnya,” ungkap Kasat Resnarkoba, AKP Bambang Sugito kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016).

Setelah ditemukan sabu-sabu di mobilnya, kata Bambang, yang bersangkutan mengakui barang haram itu miliknya. ”Dari pemeriksaan yang kami lalukan, Nova berperan sebagai pengedar di wilayah Rembang,” tegasnya.

Bambang menyebut Nova sudah melakukan transaksi di lokasi yang sama sebanyak empat kali, namun yang terakhir berhasil dibekuk polisi. Selain pengedar, ternyata Nova juga mengkonsumsi barang haram itu. ”Setelah di tes urine, ternyata positif. Jadi, dia itu pengedar sekaligus pengguna,” tandasnya.

Dijelaskan olehnya, Nova tidak sendirian saat polisi meringkusnya pada hari Rabu (27/1/2016) sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu dia bersama ketiga temannya, namun berdasarkan pemeriksaan ketiga temannya tidak terlibat dalam bisnis gelap yang dijalankan Nova. ”Ketiganya merupakan teman satu kampung, tapi tidak mengetahui apa-apa. Kami juga sudah melakukan tes urine terhadap ketiganya, hasilnya negatif,” beber Bambang.

Selain satu paket sabu seberat 1,025 gram, pihak kepolisian juga menyita barang bukti lainnya. Diantaranya sebungkus rokok, satu handphone, dan kertas grenjeng. Akibat perbuatannya, Nova dijerat pasal 114 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 14 tahun dengan denda sampai 800 juta.

Editor : Titis Ayu Winarni

Polres Rembang Bekuk Pengedar Sabu

Ilustrasi sabu

Ilustrasi sabu

 

REMBANG – Priyono alias Segi, warga Desa KarangturiRT 01 RW 04, Kecamatan Lasem, Rembang, ditangkap polisi karena diduga hendak mengedarkan sabu-sabu, Selasa (12/1/2016) sekira pukul 20.30 WIB.

Penangkapan terhadap Priyono bermula ketika aparat Polres Rembang sedang patroli dan melintas di Jalan Desa Karangturi, Gang VII Lasem. Saat itu, Priyono sedang duduk di samping sepeda motornya yang terparkir di tepi jalan.

Ketika itu, Priyono clingak-clinguk menunggu pelanggan untuk mengambil barang haram yang sudah disiapkannya.

amun sial baginya, bukannya orang yang ditunggu, melainkan aparat kepolisian yang menghampirinya. Meski sempat menolak untuk diperiksa, akhirnya Priyono tak berkutik setelah kedapatan membawa paket sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Bambang mengungkapkan, penangkapan tersangka pengedar sabu-sabu bermula ketika petugas patroli menaruh curiga pada seseorang yang sedang duduk di tepi jalan.

“Lantaran curiga melihat gerak-geriknya, kami langsung melakukan pemeriksaan dengan mengeledah badan dan barang tersangka, termasuk sepeda motor jenis Yamaha Mio K 5505 DM,” ujaranya, Rabu (13/1/2016)

Menurut Bambang, paket sabu-sabu yang disembunyikan Priyono, terbungkus plastik warna bening. Paket itu juga diisolasi, kemudian dibungkus lagi dalam plastik tisu aqua. “Satu paket sabu-sabu itu terbungkus plastik warna kuning, diisolasi warna kuning dan dibungkus lagi dalam plastik tisu aqua,” katanya.

Guna penyidikan lebih lanjut, saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Rembang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)