Terlibat Narkoba, Oknum Polisi di Pati Divonis 9 Tahun Penjara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Polres Pati, Dadang Iswahyudi akhirnya divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Di meja pengadilan, Dadang terbukti menyalahgunakan narkoba.

Hakim Ketua Irfanuddin menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan tersebut berdasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Salah satunya, terdakwa merupakan penegak hukum yang mestinya memberantas penyalahgunaan narkoba dan memberikan contoh kepada masyarakat, bukan sebaliknya. Selain itu, barang bukti yang dihadirkan di meja persidangan dalam jumlah yang cukup besar.

Dalam Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 menyebutkan, dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dadang Iswahyudi ditangkap tangan pimpinannya sendiri, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo di sebuah kompleks perumahan pada Senin (16/7/2016) malam. Dadang ditangkap tangan dalam sebuah operasi bersih-bersih narkoba di wilayah Pati.

“Indonesia masuk dalam kategori darurat narkoba dan butuh penanganan secara serius, baik di internal kepolisian maupun masyarakat umumnya. Karena itu, kami tidak akan tebang pilih dalam memberantas setiap penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Ringkus Pengguna Sabu Asal Desa Kembang Pati

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil menangkap tangan pengguna sabu berinisial D, warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Senin (17/10/2016) malam.

Pelaku ditangkap di Jalan Raya Dukuhseti-Tayu, Desa Kembang, Dukuhseti. Saat ditangkap, pelaku diduga akan melakukan transaksi sabu dengan seseorang. Namun, polisi tidak menemukan sabu-sabu. Petugas hanya menemukan tiga lembar uang pecahan seratus ribu, satu amplop warna putih berisi dua plastik bening strip merah dan satu sendok yang terbuat dari sedotan warna putih.

“Kemungkinan pelaku sudah menghabiskan sabu-sabu saat polisi mencoba menangkap tangan. Namun, pelaku tetap dibawa ke Mapolres Pati untuk dites urine. Hasilnya positif. Pelaku menggunakan narkotika jenis sabu,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (18/10/2016).

Polisi juga melakukan penggeledahan di rumah milik pelaku. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan satu paket sabu sisa pemakaian, tiga buah bong yang terbuat dari bekas botol minuman yang di atasnya terdapat dua sedotan plastik.

Polisi juga menemukan satu buah bong yang terbuat dari bekas botol sirup Marjan dengan dua lubang pada tutup botol, tiga buah korek api gas warna merah dan biru, enam buah pipet kaca, sembilan buah plastik klip warna bening strip merah, satu pak plastik bening strip merah merek C-Tik, satu buah timbangan elektrik, satu buah sendok yang terbuat dari sedotan warna putih, satu HP merek Nokia, sebelas potongan sedotan, dan satu buah solasi warna hitam.

“Tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami tidak akan membiarkan Kabupaten Pati menjadi sarang bagi bandar maupun pengguna narkoba. Kami akan sikat habis,” tegas Kompol Sundoyo.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana kurungan penjara minimal empat tahun. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut bila kemungkinan ada bandar di balik tersangka.

Editor : Kholistiono

Polres Pati Tetapkan 7 Daerah Rawan Narkoba di Pati

Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyadi (kanan) memaparkan bahaya narkoba dalam seminar kebangsaan di Makodim 0718/Pati, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyadi (kanan) memaparkan bahaya narkoba dalam seminar kebangsaan di Makodim 0718/Pati, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada tujuh daerah di Kabupaten Pati yang ditetapkan Kepolisian Resort (Polres) Pati sebagai daerah rawan narkoba. Hal itu diungkap Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyanto, Selasa (04/10/2016).

Ketujuh daerah tersebut, antara lain Kecamatan Dukuhseti, Cluwak, Tayu, Margoyoso, Gunungwungkal, Pati Kota, dan Juwana. Pati Kota dinilai sebagai daerah yang paling sering digunakan sebagai transaksi narkoba.

“Pati Kota disinyalir sebagai tempat untuk transaksi pembelian narkoba dari pengedar kepada pembeli. Jenis sabu yang pernah diamankan petugas berupa ganja, sabu dan inex,” ujar AKP Supriyanto.

Dari ketujuh tempat itu, polisi menangkap pelaku penyalahguna jenis narkotika berupa ganja di Kecamatan Cluwak, Pati Kota dan Juwana . Sementara itu, empat Kecamatan lainnya berupa psikotropika, yaitu sabu dan inex.

Secara terperinci, daerah rawan narkoba itu meliputi Desa Tegalombo, Kembang dan Dukuhseti di Kecamatan Dukuhseti, Desa Mojo Kecamatan Cluwak, Desa Sendangrejo, Sambiroto dan Pakis di Kecamatan Margoyoso, Desa Jembulwunut di Kecamatan Gunungwungkal, Desa Puri, Bendan, Winong, Juanalan dan Sarirejo di Kecamatan Pati Kota, serta Desa Doropayung dan Growong Kidul di Kecamatan Juwana.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada orangtua untuk selalu memantau dan mengawasi anaknya untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, selain akan berurusan dengan hukum, pelaku juga akan mengalami gangguan kesehatan, mental, termasuk kehilangan masa depan bila mencoba untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Editor : Kholistiono

 

Tes Urine Narkoba untuk PNS Disebut Pertama di Pati

Seorang petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati tengah mengecek urine pejabat struktural pemkab menggunakan reagen enam parameter di Ruang Kembang Joyo Setda Pati, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati tengah mengecek urine pejabat struktural pemkab menggunakan reagen enam parameter di Ruang Kembang Joyo Setda Pati, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tes urine untuk mendeteksi adanya kemungkinan pegawai negeri sipil (PNS) yang menggunakan narkoba disebut baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Pati. Hal itu diungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr Aviani Tritanti Venusia, Rabu (14/09/2016).

“Beberapa waktu lalu, tes urine dilakukan untuk bupati dan wakilnya, serta kepala dinas. Kali ini, kita mengadakan tes urine untuk pejabat eselon III dan IV. Selama ini, belum ada tes urine untuk PNS di Pati. Tahun ini, kita uji coba untuk pejabat struktural, karena mereka menjadi contoh untuk staf-stafnya,” kata dr Aviani.

Dalam tes urine, dia menggunakan metode reagen stik enam parameter. Setelah dicek, hasilnya akan diketahui apakah positif atau negatif. Enam parameter yang dimaksud, antara lain deteksi napza jenis morfin, kokain, amfetamin, benzodiazepin, metamfetamin, dan mariyuana (THC).

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, agenda tes urine untuk pejabat struktural pemkab menjadi bagian dari upaya untuk mencanangkan PNS di Pati bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, peredaran narkoba bisa saja masuk ke instansi pemerintahan.

Karena itu, langkah antisipatif perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba secara preventif. Sebab, penyalahgunaan narkoba bukan hanya berasal dari faktor individu, tetapi juga kesempatan dari orang tidak bertanggung jawab untuk memasukkan barang haram hingga ke instansi pemerintahan.

Adi Rusmanto, Kepala Kelurahan Pati Lor yang menjadi peserta tes urine mengaku senang dengan adanya agenda tersebut. Hal itu diharapkan bisa memberi semangat bagi pejabat untuk memberikan contoh kepada stafnya agar menjauhi narkoba.

Editor : Kholistiono

Diduga Konsumsi Narkoba, Oknum Polisi di Pati Diamankan

 Jajaran Polres Pati gencarkan operasi penyalahgunaan narkoba di sejumlah tempat hiburan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Jajaran Polres Pati gencarkan operasi penyalahgunaan narkoba di sejumlah tempat hiburan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo benar-benar tidak tebang pilih dalam melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba. Terbukti, oknum polisi berinisial D dibekuk lantaran diduga mengonsumsi narkoba dalam sebuah operasi pada Senin (16/7/2016) malam.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo membenarkan adanya penangkapan oknum polisi yang terlibat narkoba tersebut. “Benar, D tertangkap basah ketika sedang mengonsumsi narkoba dalam operasi yang dipimpin langsung Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo,” ungkap Kompol Sundoyo, Selasa (9/8/2016).

Saat ini, kata dia, D masih ditahan di Mapolres Pati untuk menjalani pemeriksaan. Bila memang terbukti secara hukum, D akan mendapatkan sanksi yang berat karena sebagai aparat penegak hukum mestinya ikut memberantas penyalanggunaan narkoba, bukan justru sebaliknya.

“Dia diperiksa terkait dengan jenis narkoba apa saja yang pernah dikonsumsi, termasuk apakah terlibat dengan jaringan peredaran atau tidak, dan sebagainya. Dia akan tetap diproses demi tegaknya hukum dan komitmen anggota Polri untuk berperang melawan narkoba,” ucap Kompol Sundoyo.

Tak lama ini, ratusan personel Polres Pati menandatangani pakta integritas untuk menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Tindak lanjut dari pakta integritas tersebut, kemudian dilakukan dengan gencarnya melakukan operasi atau razia di sejumlah hiburan dan tempat-tempat lainnya.

“Operasi itu memang tidak hanya ditujukan kepada masyarakat saja, tetapi juga anggota polisi. Sesuai dengan instruksi presiden, anggota polisi yang terbukti dalam tindak pidana narkoba akan dikenakan sanksi tegas. Kami tidak tebang pilih dalam hal itu,” pungkasnya

Editor : Kholistiono

 

Antisipasi Narkoba, Ratusan TNI di Pati Dites Urine

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI dari Kodim maupun Koramil yang bertugas di wilayah teritorial Pati tes urine di Aula Suluh Bakti Makodim Pati, Senin (18/4/2016).

Kegiatan itu dihadiri sedikitnya 115 personel TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati. Mereka diminta untuk menyerahkan urine pada sebuah wadah, kemudian diserahkan petugas Dinkes.

Dari 115 prajurit TNI yang dites urine, semuanya dinyatakan negatif dari narkoba. “Semua anggota TNI harus tes urine. Kalau terbukti ada anggota yang mengonsumsi narkoba, dia pasti dikenakan sanksi yang berat. Namun, hari ini hasilnya semuanya negatif dan bebas narkoba,” ujar Pasintel Kodim Pati, Lettu Inf Yahudi kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, Indonesia saat ini sudah dinyatakan darurat narkoba. Setiap harinya, 50 orang Indonesia meninggal karena narkoba. Karena itu, anggota TNI diminta untuk tes urine supaya tubuh TNI bebas dari narkoba.

“Agenda ini sudah menjadi instruksi dari pusat. Anggota TNI harus bebas dari narkoba. Bila kedapatan mengonsumsi narkoba akan dikenakan sanksi yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan demikian, anggota TNI bisa ikut mengajak masyarakat untuk menyatakan tidak pada narkoba,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Stiker Antinarkoba untuk Warga Pati Dibagikan Polisi

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komitmen Polres Pati untuk memerangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan operasi kepada pelaku, pengedar dan produsen, tetapi juga dengan melakukan langkah antisipatif dengan membagikan ribuan stiker berisi ajakan untuk menghindari narkoba kepada warga Pati.

Stiker itu dibagikan kepada pelajar, anggota polisi, masyarakat umum, hingga tukang mi ayam. Gerakan kampanye antinarkoba itu dilakukan agar masyarakat sadar betapa narkoba yang mulai mengintai setiap lapis sendi kehidupan harus dihindari dan diberantas.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/4/2016) mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah giat melakukan kampanye antinarkoba dalam rangka Operasi Bersih-bersih Narkoba (Bersinar) Candi 2016 dengan dua cara, yaitu kampanye langsung dan tidak langsung.

“Kampanye langsung dilakukan dengan penyuluhan di sekolah, kampus, dan masyarakat. Kampanye tidak langsung dilakukan melalui media, spanduk, dan pembagian stiker. Hal ini sebagai upaya preventif supaya warga sadar bahwa penyalahgunaan narkoba itu sangat berbahaya,” kata Sundoyo.

Kepada anggota polisi, stiker itu ditempel di berbagai tempat seperti bagian belakang mobil. Harapannya, orang yang membaca dari belakang bisa terketuk hatinya untuk ikut bergerak melawan penyalahgunaan narkoba.

“Kami ajak warga untuk menjauhi narkoba, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Jaga anak cucu kita dari jajahan sindikat narkoba. Narkoba itu sudah dipastikan membawa pada jurang kematian. Siapapun yang mengonsumsi narkoba pasti sengsara. Mari kita bersatu melawan narkoba,” ajaknya kepada warga.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 6 Polwan Ajak Warga Juwana Pati Lakukan Ini 

Polisi Bekuk Pengguna Narkoba Asal Semarang di Jalan Tayu-Juwana Pati

Seorang petugas kepolisian menunjukkan barang bukti satu paket sabu-sabu dari pelaku yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petugas kepolisian menunjukkan barang bukti satu paket sabu-sabu dari pelaku yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati– Petugas Polres Pati berhasil membekuk seorang nelayan berinisial MR (48), warga Kampung Tambak Bandarharjo, Semarang di pinggir jalan raya Tayu-Juwana, Desa Genengmulyo, Juwana, Pati, Jumat (1/4/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku dibekuk, lantaran diduga menyalahgunakan narkotika golongan 1 jenis sabu. Dari hasil tangkap tangan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu berbentuk serbuk kristal yang dibungkus plastik klip warna bening strip merah.

Selain itu, polisi juga menyita sepasang sandal merek Watchout Free Your Nature berwarna cokelat. “Kami memang gencarkan operasi penyalahgunaan narkotika yang sudah menjadi musuh negara. Pelaku kami amankan beserta dengan barang bukti,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, pelaku memang sudah menjadi target operasi dari pihak kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Pati.

“Pelaku menyembunyikan paket sabu-sabu di dalam sandal sebelah kanan. Namun, petugas berhasil menemukan barang bukti itu setelah dilakukan penggeledahan. Sandalnya yang dijadikan tempat untuk menyimpan narkoba kini sudah kami amankan,” imbuhnya.

Ia memberikan pesan kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba narkotika. Pasalnya, barang haram itu bisa merusak generasi bangsa sehingga pengguna dan pengedarnya bisa terkena ancaman hukuman pidana.

Editor : Kholistiono

Kapolres Pati: Penyalahgunaan Narkotika Lebih Berbahaya Ketimbang Aksi Teror Bom

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika berbagai jenis yang mulai “mewabah” di Indonesia menjadi perhatian khusus dari sejumlah pihak. Pasalnya, tren penyalahgunaan narkotika kian meningkat yang mulai menyasar pada anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal itu yang mengundang keprihatinan dari Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. Ia menilai, penyalahgunaan narkotika lebih berbahaya ketimbang aksi teror bom mengingat dampaknya yang begitu destruktif dan masif.

”Ancaman nyata bagi bangsa saat ini adalah penyalahgunaan narkotika dari berbagai jenis, mulai ganja, sabu-sabu, dan lain sebagainya. Ini lebih membahayakan dan lebih menakutkan ketimbang aksi teror bom,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Sasaran penyalahgunaan narkotika, kata dia, saat ini sudah menyasar dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan, bahkan anak tingkat SD, SMP, SMA, sampai santri pun menjadi target sasaran. Kondisi tersebut dinilai mengancam generasi emas bangsa Indonesia.

”Beberapa waktu lalu, kami juga merazia lembaga pemasyarakatan (lapas) dari penyalahgunaan narkotika. Sesuai instruksi presiden, Lapas harus bebas dari narkoba. Kami memang nyatakan perang untuk setiap penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.

Dalam razia yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kasat Narkoba AKP Sayadi, Kasat Shabara AKP Amlis Chaniago dengan melibatkan 20 personel Satfung Shabara, Reskrim, Narkoba, Intelkam dan Provost tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mahasiswa Pengguna Sabu Asal Pati Terancam Pidana 4 Tahun Penjara

Jpeg

Jpeg

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati kembali membekuk seorang mahasiswa berinisial BH (23) yang kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu di salah satu hotel melati di Pati. Setelah beberapa pekan yang lalu, Polres Pati juga menangkap mahasiswa pengguna sabu berinisial MAA (20) saat bermain bilyard.

Baca juga : Nyabu di Hotel, Mahasiswa Asal Pati Dibekuk Polisi

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016) mengatakan, penangkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi kemudian dilanjutkan dengan upaya penyelidikan.

”Penangkapan dilakukan pada 17 Februari 2016 sekitar pukul 00.30 WIB. Dari hasil penangkapan, pelaku menyalahgunakan narkoba golongan I jenis sabu berbentuk serbuk kristal yang disimpan di plastik bening strip merah dalam bungkus rokok,” tutur Setijo.

Atas perbuatannya, BH dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider 127 ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.
”Pengungkapan target operasi ini menjadi bagian dari Satgas Ops Antik Candi 2016. Ke depan, upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkotika di Pati akan terus kami tingkatkan. Penyalahgunaan narkotika benar-benar berbahaya untuk masa depan bangsa,” tukasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Nyabu di Hotel, Mahasiswa Asal Pati Dibekuk Polisi

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menginterogasi pelaku penyalahgunaan narkotika di Pati beberapa bulan yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menginterogasi pelaku penyalahgunaan narkotika di Pati beberapa bulan yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang mahasiswa berinisial BH (23), warga Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa dibekuk petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Pati lantaran diduga menyalahgunakan narkotika golongan I jenis sabu di salah satu hotel melati di Pati.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengatakan, penangkapan yang dilakukan terhadap BH menjadi bagian dari Operasi Antik Candi 2016. “Satuan tugas Ops Antik Candi 2016 ini kami pimpin langsung dan berhasil mengungkap target operasi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu bungkus rokok merek Sampoerna Mild warna putih yang di dalamnya terdapat satu paket narkotika jenis sabu dan satu buah pipa kaca.

Selain itu, polisi juga menyita satu botol air mineral ukuran 330 ml. Tutup botol tersebut terdapat dua buah lubang dengan sedotan plastik warna putih.

“Setelah ditangkap, pelaku mengaku, bila barang bukti yang kami amankan merupakan miliknya. Saat ini, kami memang gencar melakukan operasi penyalahgunaan narkotika karena memang sangat berbahaya untuk generasi muda dan keberlangsungan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Lagi Asyik Nyabu di Rumah, Petong Dibekuk Polisi

Kapolda: Peningkatan Pengawasan Peredaran Narkoba di Jawa Tengah

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali saat dimintai keterangan awak media, usai kunjungan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali saat dimintai keterangan awak media, usai kunjungan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Nur Ali bakal meningkatkan pengawasan peredaran narkoba di berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Pati. Hal itu dikatakan dalam kunjungannnya di Mapolres Pati, Selasa (16/2/2016).

“Kita berterima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) atas koordinasinya dengan Polda Jawa Tengah yang luar biasa hingga berhasil mengungkap kasus narkoba di Jepara,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan peredaran narkoba lebih ketat lagi di wilayah Jawa Tengah. “Kita akan tingkatkan lagi pengawasannya, terutama di Pelabuhan Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengaku ada peningkatan tren penyalahgunaan narkoba di Pati dalam beberapa tahun terakhir.

Pada awal 2016 saja, pihaknya sudah membekuk belasan pengguna dan pengedar narkoba di Pati. “Kami juga akan tingkatkan pengawasan peredaran narkoba di Pati yang berpotensi merusak masyarakat Pati,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Perangi Narkoba, Rumah Warga di Batealit Jepara Digerebek BNN 

Pakai Sabu, Mahasiswa di Pati Ini Diringkus Polisi

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menangkap seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pati, karena diketahui menggunakan narkoba jenis sabu. Mahasiswa berinisial MAA (20) tersebut ditangkap saat bermain bilyard di depan rumah Yusro, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Senin (4/1/2016) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016) mengatakan, MAA ditangkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang kemudian ditingkatkan dengan penyelidikan yang dilakukan jajarannya.

“Setelah ditangkap tangan, ternyata benar. MAA terbukti membawa narkoba jenis sabu berbentuk serbuk kristal. MAA kami tangkap saat tengah bermain bilyard di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB,” tutur Sayadi.

Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut terkait dengan adanya kemungkinan jaringan pengedar narkoba di Pati. “Kami masih mendalami kasus ini. Sementara ini, pelaku masih sebatas pemakai. Ini yang akan kami kembangkan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bawa Sabu, Warga Jepat Lor Pati Ini Ditangkap Polisi

Ilustrasi. (Komposi.com)

Ilustrasi. (Komposi.com)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menangkap S (38), warga Desa Jepat Lor RT 3 RW 5, Kecamatan Tayu, Pati yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Pelaku ditangkap tangan di tepi Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso.

“Kami melakukan penangkapan terhadap S karena memiliki narkotika jenis sabu. Kami berhasil melakukan tangkap tangan, setelah melakukan penyelidikan yang dilakukan intelijen kami,” kata Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu. Sabu-sabu tersebut berbentuk serbuk kristal yang dibungkus dalam plastik klip warna bening dengan strip merah.

“Kami amankan satu paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening dengan strip merah. Bungkus sabu itu kemudian dibungkus untuk kedua kalinya dengan plastik warna bening,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengatakan, jajaran Polres Pati saat ini gencar melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Pati. Ia menilai, narkoba menjadi salah satu penyebab rusaknya moralitas bangsa hingga menyebabkan kematian.

“Untuk mengantisipasi hal itu, kami melakukan dua hal, yaitu sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan pemberantasan untuk pengedar dan pengguna. Pelaku tidak bisa dibiarkan,” tutupnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Waspada! Tren Penyalahgunaan Narkoba di Pati Meningkat dari Tahun ke Tahun

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho usai memberi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho usai memberi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho saat ini berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, mulai dari pencegahan hingga penindakan. Pasalnya, tren penyalahgunaan narkoba di Pati mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

”Sampai tahun ini, sedikitnya ada 14 kasus penyalahgunaan narkoba yang kami tangani. Tren ini meningkat dari tahun ke tahun. Ini yang akan kami antisipasi,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (19/12/2015).

Ia mengatakan, peningkatan penyalahgunaan narkoba di Pati saat ini bukan hanya meliputi kuantitas atau banyaknya pemakai hingga pengedar, tetapi juga kualitas barang. ”Peningkatan tren penyalahgunaan narkoba tak hanya kuantitas, tetapi kualitas material yang membahayakan,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mencoba untuk melakukan langkah antisipatif dengan menggalakkan sosialisasi lintas sektor, mulai dari sekolah, masyarakat langsung, hingga menggandeng sejumlah ulama yang tergabung dalam MUI.

”Dengan menggandeng ulama, kami berharap agar mereka beliau-beliau bisa menyampaikan bahaya narkoba di majelis-majelis. Kami juga menggandeng sekitar 118 khotib agar bisa menyampaikan bahaya narkoba saat Jumatan,” katanya.

Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba tak hanya mengganggu kesehatan fisik hingga mengancam risiko jiwa, tetapi juga psikis. ”Dampaknya bahaya sekali. Itu juga bisa meningkatkan tindak kriminal seperti pencurian hingga seksualitas. Kita harus antisipasi sekarang juga. Orangtua juga mesti ikut berperan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Polres Pati dan MUI Kerahkan Ratusan Khotib untuk Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Polres Pati bersama dengan MUI mengundang ratusan khotib untuk sosialisasi penyalahgunaan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polres Pati bersama dengan MUI mengundang ratusan khotib untuk sosialisasi penyalahgunaan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kepolisian resor (Polres) Pati bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pati menggelar sosialisasi penyalahgunaan narkoba ditinjau dari hukum Islam di Mapolres Pati, Sabtu (19/12/2015).

Kegiatan itu dihadiri 118 khotib dari berbagai daerah di Pati, yang diharapkan bisa memberikan ceramah di masjid terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom mengatakan, Polres Pati dan MUI bertekad memberantas penyalahgunaan narkoba melalui para khotib. ”Ceramah menjadi bagian dari pendidikan. Melalui para khotib, kami berharap agar bisa memberikan pemahaman yang baik tentang bahaya narkoba,” tuturnya.

Ia menilai, pemberantasan narkoba bukan hanya dilakukan dengan cara kuratif, tetapi juga preventif atau pencegahan. Melalui para khotib, sosialisasi bahaya narkoba diharapkan bisa tepat sasaran.

”Ini menjadi bagian dari agenda Polri untuk mewujudkan generasi bebas narkoba yang tangguh, serta mampu membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik. Ingat, estafet kepemimpinan bangsa ada pada generasi saat ini. Karena itu, penyalahgunaan narkoba harus ditanggulangi sekarang juga,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)