Polres Jepara Cokok Kurir Narkoba

Tersangka narkoba diamankan di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Baru lima bulan bebas, Faris (31) harus kembali meringkuk di penjara. Warga Saripan, Jepara itu, terbukti menyimpan narkotika jenis sabu-sabu seberat 20 gram. Selain itu, ia juga terbukti menggunakan zat psikotropika jenis metamfetamina tersebut.

Di depan polisi, ia mengaku barang tersebut adalah milik seorang temannya. Namun diduga kuat Faris juga menjadi kurir bubuk kristal memabukkan itu. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, penangkapannya berawal dari laporan masyarakat. Faris dicurigai sering membawa sabu-sabu untuk dikonsumsi dan dijual. Bermula dari informasi tersebut, petugas Satresnarkoba mengamankan tersangka pada Kamis (25/5/2017) pagi di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. 

“Setelah diselidiki dari handphone miliknya ada pesan singkat yang berisi tentang petunjuk pengambilan sebuah barang. Setelah dicocokan di lapangan, ternyata terdapat sebuah bungkusan rokok yang di dalamnya ada empat buah paket kecil seberat masing-masing lima gram sabu-sabu. Paket itu ditutupi tanah dan rumput dan diletakkan di pinggir jalan Desa Pekalongan,” ujar Kapolres Jepara, Senin (29/5/2017). 

Menurut AKBP Yudianto, Faris bukanlah pemain baru di dunia narkoba. Sebelumnya, ia sempat ditangkap pada tahun 2016 dan baru keluar penjara pada bulan Januari 2017. 

Kepada pewarta, Faris bersikukuh bahwa barang tersebut bukanlah miliknya. Pada saat ditangkap, ia mengaku baru akan mengambil paketan tersebut. Namun belum sampai terjadi, dirinya terlebih dulu ditangkap. “Itu milik teman yang ada di Semarang. Saya tidak menjual saya hanya memakai,” akunya.

Untuk mendapatkan paket tersebut, ia mengaku menebusnya dengan harga Rp 9,5 juta. 

Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara Ia disangkakan melanggar Pasal 132 dan 114 UU 35/2009 tentang Narkotika. 

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Tertangkapnya Bandar Narkoba di Kamar Hotel di Jepara

narkoba 2 e

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba di Mapolres Jepara, Senin. (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus narkoba kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini seorang bandar narkoba ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Jepara di kamar Hotel Bayfront Jepara.

Bandar narkoba tersebut adalah Muzaidin (40), warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara. Dia ditangkap beserta barang bukti narkoba jenis sabu seberat 35 gram dan 37 gram jenis ekstasi.

Dia ditangkap di kamar hotel nomor 08 pada Jumat (19/8/2016) sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika itu, aparat mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai adanya transaksi jual beli narkoba di hotel tersebut.

“Atas dasar informasi tersebut, kami menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi. Setelah sampai di lokasi, kami membuka pintu kamar nomor 08 ternyata di kamar itu ada Muzaidin kemudian langsung kami amankan beserta barang bukti,” terang Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin didampingi Kasatresnarkoba AKP Supardiyono saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (22/8/2016).

Tercatat, barang bukti yang diamankan ada 22 paket narkoba golongan 1 jenis sabu yang dibungkus dengan plastik merah muda, 17 paket sabu yang dibungkus plastik kuning, 6 buah potongan sedotan plastik yang berisi sabu, dan tiga paket besar narkoba jenis sabu.

“Total berat keseluruhan sekitar 35 gram jenis sabu. Selain itu juga ada 37 narkoba jenis extasy atau inex berlogo CK warna merah muda,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin.

Selain mengamankan alat bukti narkoba tersebut, juga diamankan timbangan narkoba digital, sejumlah pack plastik clip, sejumlah ponsel, mobil dan uang tunai sebesar Rp 10.250.000. Jika ditotal, nilai rupiah yang diamankan polisi mencapai ratusan juta.

“Khusus barang bukti narkobanya juga banyak. Per gram harganya sekitar Rp 1,5 juta. Tinggal mengalikan. Tembus diangka Rp 50 juta, bahkan lebih,” katanya.

Pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Bandar Narkoba Ditangkap Polisi Lagi Ngamar di Hotel di Jepara 

4 Pelaku Narkoba Diamankan Polres Jepara

f-Narkoba 

  MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara mengamankan empat pelaku narkoba. Keempat pelaku yang merupakan pengguna sekaligus pengedar narkoba tersebut, adalah SR warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, MA warga Desa Pekalongan, Kecaatan Batealit, AG warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara kota, dan EP warga Desa Senenan, Kecamatan Tahunan.

Untuk SR ,diamankan dari salah satu rumah warga di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota Jepara, dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,3 gram. Kemudian, MA ditangkap di depan warung nasi kucing di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, dengan barangbukti ganja satu bungkus seberat 0,4 gram, satu linting dengan berat 0,5 gram.

Sedangkan AG diamankan di rumahnya di Kelurahan Kauman, dengan barangbukti narkoba jenis ganja dua bungkus dengan berat 8,2 gram dan satu bungkus biji dengan berat 1,6 gram. Sementara, EP diamankan di salah satu gang di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, dengan barang bukti sabu seberat 0,5 gram.

“Selain ditemukan barang bukti berupa narkoba, juga ada beberapa barang bukti berupa alat hisap. Keempat sudah ditahan. Tiga dititipkan di tahanan rutan dan satu lagi masih kami tahan di Mapolres,” ujar Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/4/2016).

Menurutnya, awalnya keempat pelaku itu diketahui sebagai pengguna. Namun, setelah diselidiki keempatnya juga berperan sebagai pengedar narkoba. Dalam hal ini,  keempatnya terancam hukuman pidana dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

“Mungkin awalnya mereka memang pengguna, tetapi lama-kelamaan menjadi pengedar juga. Sehingga mereka dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal empat tahun penjara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat saat Program Operasi Bersinar berlangsung sejak 18 Maret hingga 19 April 2016 lalu. Saat ini, meski jadwal operasi telah selesai, namun razia narkoba tetap akan terus dilakukan sebagai kegiata rutin.

Editor : Kholistiono

RT dan RW Perlu Diberdayakan Sebagai Informan Akurat Kasus Narkoba di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan RT/RW perlu lebih diberdayakan dalam mengatasi masalah narkoba di Kabupaten Jepara. Sebab, mereka merupakan ujung tombak pemerintahan sehingga harus dioptimalkan dan dibuatkan alur pelaporan yang akurat. Karena bagaimanapun RT/RW yang paling tau persis keadaan wilayah masing-masing.

”Dengan demikian diharapkan akurasi dan kecepatan serta penindakan oleh Polres dan Kodim dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat. Koordinasi dan kebersamaan ini penting, mengingat jumlah aparat sangat terbatas. Tanpa adanya dukungan dan kebersamaan RT/RW dan seluruh masyarakat pada umumnya tidak mungkin pemberantasan maraknya narkoba ini dapat berhasil,” ujar Wakil Bupati Jepara Subroto.

Menurutnya, di Kabupaten Jepara perkembangan dan maraknya narkoba dari tahun ketahun yang terus meningkat. Dimana semuanya perlu perhatian untuk pencegahan sekaligus pemberantasan secara bersama-sama. Tercatat di Jepara tahun 2012 terdapat 23 kasus dengan 24 tersangka. Tahun 2013 terdapat 26 kasus dengan 30 tersangka. Tahun 2014 ada 22 kasus dengan 26 tersangka dan terakhir tahun 2015 terdapat 20 kasus dengan 28 tersangka.

”Semua itu harus dicarikan solusinya secara bersama. Di antaranya melalui upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi serta pemberantasan. Salah satu upaya yang kita lakukan saat ini adalah mengoptimalkan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Penanggulangan, penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba),” ungkap Subroto.

Kasus narkoba dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, di wilayah Kabupaten Jepara cukup memprihatinkan. Tercatat, kasus-kasus besar terjadi misalnya di tahun 2008 dengan ditemukannya 27 kg Heroin yang diselundupkan ke Australia, disusul tahun 2009 di Cik Lanang ditemukan 30 kg Sabu dan 100 kg bahan pembuatannya. Terakhir kejadian ditemukannya 100 kg lebih sabu-sabu di sebuah gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengingatkan agar jangan memandang sebelah mata masalah maraknya narkoba. Karena pada dasarnya miras dan narkotika ini keuntungannya sangat menjanjikan dan memberikan kenikmatan sesaat bagi penggunanya.

”Sehingga tidak mengherankan jika banyak orang yang menggunakan serta mengedarkannya, meski itu semua adalah tindakan melawan hukum dan dosa yang besar di hadapan Allah SWT. Sebenarnya kenikmatan sesaat ini adalah salah satu kenikmatan yang akan kita terima nanti di surga Allah SWT,” tegasnya.

Dia meminta kepada segenap pihak terkait diharapkan kebersamaan dan koordinasi secara sinergis dalam upaya pencegahan sekaligus pemberantasannya.

Editor : Titis Ayu Winarni

ML Pakai Sabu di Hotel di Jepara Diringkus Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah gudang narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN). Peredaran barang haram tersebut tidak begitu saja menyingkir dari wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini pihak kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Jepara berhasil mengamankan pengguna narkoba beserta barang bukti berupa satu paket sabu di salah satu hotel di Jepara.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pengguna narkoba, baru-baru ini. Pengguna berinisial ML yang diketahui warga Karimunjawa itu ditangkap saat sedang berada di salah satu hotel di Kecamatan Bulu Jepara.

“Pelaku sebenarnya sudah kami pantau sejak beberapa hari sebelumnya. Kemudian saat diketahui yang bersangkutan berada di dalam sebuah hotel, kami langsung melakukan penangkapan,” ujar Supardiyono kepada MuriaNewsCom, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, saat ditangkap petugas kepolisian menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan ukuran kurang dari satu gram. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain seperti telepon seluluer (ponsel) dan sepeda motor milik pelaku.

“Dari hasil penangkapan ini kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Pemakai sabu sampai saat ini masih kami amankan di Polres Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penangkapan di lokasi hotel ini bukan kali pertama. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah dilakukan penangkapan di dalam sebuah hotel. Meski begitu, pihaknya mengaku masih belum bisa memprediksi peredaran narkoba di dalam hotel-hotel di Jepara. Sebab selain saking banyaknya hotel juga pengunjung berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Narkoba Dari Cina Diselundupkan dan Dibawa ke Jepara Layaknya Barang Mebel

Jepara Darurat Narkoba

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita barang bukti narkoba di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah sebelumnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan tanggapan terkait kasus narkoba di Jepara. Ganti Wakil Bupati Jepara, Subroto juga memberikan tanggapan. Menurut Subroto, Jepara kini sudah darurat narkoba.

“Kini Jepara sudah darurat narkoba. Ini tidak terlepas dari banyaknya kasus narkoba yang ada, baik yang kecil maupun dengan skala besar,” ujar Subroto.

Menurut dia, darurat narkoba tersebut didasari adanya dua peristiwa nasional di Jepara yang sangat menggemparkan, yaitu digerebeknya bandar narkoba di Desa Pekalongan, Batealit pada Rabu 27 Januari 2016 dan pada tahun  2011 terkait hal yang sama di Jalan Cik Lanang Jepara. Maka dengan demikian Kabupaten Jepara menetapkan status Darurat Narkoba.

“Apalagi dilihat data pemakai dan pengedar narkoba yang ada di Polres Jepara yang setiap tahun terus mengalami kenaikan,” katanya, Selasa (2/2/2016)

Pada tahun 2014 yang ditangani Polres Jepara ada 22 kasus narkoba di Kabupaten Jepara dengan 26 orang tersangka. Kemudian tahun 2015 lalu ada 27 kasus dengan 20 tersangka. Adanya hal semacam ini ia menyakini jumlah kasus tersebut mengikuti fenomena gunung es yakni kasus yang tidak terungkap justru lebih besar.

“Maraknya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah menjadi permasalahan global yang mengancam kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali masyarakat di Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya merupakan masalah kompleks serta dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat. Khususnya para pemuda dan pelajar. Sehingga dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan di Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Jepara di Januari 2016, dari Dukun Cabul hingga Penggerebekan Narkoba Internasional

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara pada Januari 2016 dilanda berbagai kejadian yang menghebohkan. Mulai dari pencabulan yang dilakukan oleh dukun palsu, sampai juga penggerebekan jaringan narkoba internasional. Ini ulasannya untuk Anda :

 

1. Dukun Cabul di Jepara Setubuhi Seorang Ibu dan Cabuli Remaja

Berkedok sebagai penyedia pengobatan tradisional, seorang dukun palsu Mukri (60) ditangkap Polres Jepara. Karena, dia diketahui menjadi dukun cabul akibat melakukan tindakan asusila kepada para pasiennya. Warga Desa Damarjati RT 05 RW 06 Kecamatan Kalinyamatan Jepara ini telah menyetubuhi seorang ibu dan remaja yang merupakan putri ibu itu. Polisi membeberkan kasus ini pada 19 Januari 2016.

jepara geger 1

 

2. Salah seorang warga Jepara tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia bernama Ruslan (50), warga Desa Tunahan RT 19 RW 06 Kecamatan Keling. Dia tewas dalam kondisi luka serius di bagian kepala setelah dianiaya, pada Senin (25/1/2016) sekitar pukul 21.15 WIB. Belasan orang ditetapkan jadi tersangka. Ruslan diduga dibunuh karena warga jengkel dengan korban yang diduga jadi dukun santet.

Jenazah Ruslan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Jenazah Ruslan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

 

3. Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, digerebek aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, 27 Januari 2016. Selain aparat BNN, aparat kepolisian baik Polres Jepara maupun dari Polsek setempat turut membantu. Aparat telah mengamankan empat orang diduga pemilik barang haram berupa ratusan kilogram sabu. Dua diantaranya warga negara Pakistan bernama Riaz alias Jane (45), dan Didit.

Polisi mengamankan pelaku sabu di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Polisi mengamankan pelaku sabu di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom)

Editor : Akrom Hazami

Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi

Sabu Kualitas tinggi (e)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka kota kecil Jepara menjadi salah satu tempat penyimpanan narkoba jenis sabu dengan jumlah yang sangat besar dan berjaringan internasional. Tak hanya itu saja, sabu temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama pihak terkait di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara berkualitas tinggi.

Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Budi Waseso menyebut, kualitas sabu yang ditemukan di Jepara berkualitas nomor satu. ”Ya, kualitasnya tinggi dan nyaris murni,” kata Budi Waseso saat konferensi Pers, Kamis (28/1/2016) kemarin.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan lebih detail berkait dengan kualitas sabu yang ditemukan oleh BNN dan pihak terkait di Kota Ukir itu. Menurutnya, dengan angka 98 persen, tentu saja kualitas sabu itu mendekati murni.

”Bentuk sabu temuan BNN di gudang mebel itu masih berbentuk seperti kristal, bukan serbuk yang biasa ditemukan polisi saat razia,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Menurutnya, sabu yang biasa ditemukan pihak kepolisian Polres Jepara dalam ukuran yang sangat kecil sekitar 0,5 gram saja. Selain itu, bentuknya pun dalam bentuk serbuk dan kadar sabunya tidak nomor satu.

”Ada kemungkinan jika sabu yang beredar di Jepara selama ini yang kami temui sudah dicampur. Artinya, kadarnya sedikit, tidak sampai seperti yang ditemukan oleh BNN kemarin,” ungkapnya.

Mengenai harga, untuk sabu yang berkualitas nomor satu seperti yang disebutkan oleh Komjen Budi Waseso bisa mencapai Rp 2 juta per-gram. Sehingga jika temuan BNN ratusan kilogram tersebut dirupiahkan bisa mencapai ratusan miliar.

Editor : Titis Ayu Winarni

Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Orang nomor satu di Kabupaten Jepara, Ahmad Marzuqi menanggapi terungkapnya kasus jaringan narkotika internasional di Kota Ukir.

Saat ditemui pada acara pelantikan pengurus Komisi Daerah Lanjut Usia di Pendapa Kabupaten Jepara, Marzuki menganggap terbongkarnya kasus narkotika jenis sabu pada Rabu (27/1/2016) kemarin mencoreng nama baik Kabupaten Jepara.

Dia juga mengatakan, gudang mebel di Jepara yang menyimpan sabu ratusan kilogram itu menjadi gelombang besar yang melanda Bumi Kartini.

“Kejadian ini (Kasus narkotika sabu-red), menampar muka kita bersama dan menjadikan Kabupaten Jepara masuk daftar hitam perdagangan narkotika,” tegas Marzuqi, Jumat (29/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, meski demikian dengan terungkapnya kasus tersebut dia bersyukur. Sebab, narkoba yang terungkap tersebut masih dalam kondisi utuh. Serta disimpan di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, dan belum sempat diedarkan.

“Dapat dibayangkan jika telah beredar berapa ratus ribu anak negeri yang menjadi korbannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, satu hal yang menjadi tugas bersama yang penting lagi adalah memberikan pengertian iman dan agama. Agar Jepara bisa terhindar dari kasus narkoba.

Editor : Akrom Hazami

8 Tersangka Narkoba Jaringan Pakistan Terancam Hukuman Mati

Dua tersangka narkoba jaringan internasional yang berhasil diamankan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Dua tersangka narkoba jaringan internasional yang berhasil diamankan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus narkoba jenis sabu jaringan internasional yang dikendalikan dari Pakistan dan barang bersumber dari Cina, terbongkar di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Rabu (27/1/2016).

Dari kasus tersebut, dua orang yang berada di Jepara ditetapkan sebagai tersangka yang sekaligus menggenapi enam tersangka lain hasil operasi di Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Total tersangka secara keseluruhan dalam satu jaringan ini ada delapan. Terdiri dari empat warga Negara Pakistan yakni Faiq, Amran Malik, Toriq, dan Raiz. Sedangkan empat lainnya merupakan Warga Negara Indonesia yakni Yulian, Tommy, Kristiadi dan Didit. Untuk tersangka yang ditangkap di Jepara adalah Raiz dan Didit.

Semuanya dikenakan pasal 112, 114, dan 122 Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 serta Undang-undang TPPU dengan ancaman hukuman paling rendah empat tahun dan maksimal hukuman mati.

“Kalau tersangka jelas, ancaman hukuman terberat adalah hukuman mati,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso saat konferensi pers di gudang penyimpanan sabu di Jepara, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, pengungkapan jaringan internasional ini berawal dari penyelidikan selama enam bulan terhadap informasi adanya upaya penyelundupan narkoba dari Guangzho, China ke Indonesia oleh sindikat Pakistan.

Khusus di Jepara, aksi tersebut dikoordinir oleh tersangka Riaz asal Pakistan yang sudah beberapa tahun tinggal di Indonesia, dan juga memiliki istri berkewarganegaraan indonesia.

“Sindikat ini diduga dibiayai oleh seorang berinisial KM warga Negara Pakistan yang terlibat dalam kasus TPPU kejahatan narkoba dengan tersangka BOB (warga Negara Nigeria) yang tertangkap di Jakarta. Sedangkan pengendali adalah NSZ yang berasal dari Karachi, Pakistan.

Editor : Kholistiono

Berikut Kronologi Ratusan Kilogram Sabu Sampai di Jepara

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam acara konferensi Pers di gudang mebel yang menyimpan ratusan kilogram narkoba jenis sabu, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim dari bea cukai kementerian keuangan membeberkan rentetan kronologi diketahuinya kasus tersebut hingga sampai di Jepara.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengungkapkan, sekitar akhir Desember 2015, pihak BNN memberikan informasi awal kepada bea cukai akan terjadi pengiriman narkoba yang diselundupkan di dalam barang impor (dengan kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel angine) dari Cina ke Indonesia dengan pelabuhan bongkar Tanjung Emas Semarang.

”Berdasar informasi itu, pihak BNN berkoordinasi dengan Subdit Narkotika Dit.P2 KP DJBC dan Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY,” kata Heru, Kamis (28/1/2016).

Pada tanggal 04 Januari 2016, tim dari Subdit Narkotika Dit P2 KP DJBC dan BNN mulai melakukan penelusuran. Kemudian pada 14 Januari 2016 dilakukan pemantauan proses penyelesaian kepabeanannya suspect barang impor tersebut. Pada 20 Januari 2016 sekitar pukul 13.30 WIB, peti barang suspect dikeluarkan dari kawasan pabean dan dibongkar di gudang MSA Cargo yang berada di komplek Industri Citra Blok 9 Jalan Arteri Tanjung Emas Semarang, setelah dilakukan pemeriksaan x-ray.

”Pada tanggal 26 Januari 2016 sekitar pukul 11.00 WIB dilakukan pengeluaran barang dengan menggunakan dua truk dari gudang MSA Cargo ke sebuah gudang furniture di daerah Jepara,” lanjutnya.

Kemudian, pada 27 Januari 2015 sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan penindakan oleh BNN dan Bea Cukai di Tempat kejadian Perkara yakni di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

”Dari data yang kami miliki, importer barang tersebut adalah CV BT, yang beralamat di Semarang Indah Blok D1 No.29 Semarang. Sedangkan pemasok atau Shipper adalah Shen Zhen Yang Feng Industrial Co.,Ltd., yang beralamat di South Bidgluofang Road Cina,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Penghuni Gudang Sabu di Jepara Jarang Berinteraksi dengan Warga Sekitar

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni gudang mebel yang digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat lainnya, pada Rabu (27/1/2016), milik Yunpelizar warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Batealit, Jepara, diketahui jarang berinteraksi dengan warga sekitar alias tertutup.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh tetangga yang tinggal tak jauh dari lokasi gudang penyimpan ratusan kilogram sabu, Seripah. Menurut dia, penghuni gudang terutama penyewa dan rekan dari luar negeri yang sering berada di gudang sangat tertutup. Sesekali menyapa namun warga sekitar tidak mengetahui persis aktivitas di dalam gudang tersebut.

”Jarang ngobrol-ngobrol mas, paling sesekali saja. Saat mesin genset (penyimpan sabu) itu diturunkan juga tidak ada yang tahu,” ungkap Seripah, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, warga sekitar yang diajak bekerja di dalam gudang juga hanya segelintir ketika ada barang mebel saja, seperti aktivitas finishing. Selebihnya gudang tersebut cenderung sepi, selain karena tidak banyak penghuni juga bentuk bangunan gudang yang masih setengah jadi.

Sementara itu, pemilik gudang seluas sekitar 1000 meter persegi itu, Yunpelizar alias Ujang mengatakan, gudang tersebut disewa oleh Didit yang diduga tersangka itu sejak bulan Oktober 2015 lalu. Ketika mulai disewa, sejumlah warga sekitar diundang untuk selamatan.

”Warga sekitar saat awal dihuni diundang untuk mengikuti selametan. Ketika itu juga ada bulenya yang katanya teman Didit,” kata Ujang kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, selama disewa dijadikan gudang mebel jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sempat Diamankan Polisi Saat Penggerebekan Sabu di Jepara, Ini Ungkapan Kuli Gudang Mebel

Karim sedang mengemasi barang-barangnya di gudang mebel setelah dinyatakan tidak terlibat oleh pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Karim sedang mengemasi barang-barangnya di gudang mebel setelah dinyatakan tidak terlibat oleh pihak kepolisian. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penggerebekan narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan Batealit Jepara menggegerkan publik. Dua orang kuli gudang pun tak luput dari pengamanan aparat. Mereka adalah Karim (50), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit dan Sarkadi (71), warga Desa Pekalongan, Batealit, Jepara.

Keduanya diamankan aparat untuk dimintai keterangan. Bahkan, keduanya sempat diamankan dan dibawa ke Mapolsek Batealit Jepara sejak Rabu (27/1/2016). Namun, Kamis (28/1/2016) siang tadi, keduanya telah dibebaskan oleh pihak kepolisian.

”Saya tidak tahu apa-apa, lihat bentuknya narkoba saja saya tidak pernah. Saya hanya lihat ada mesin genset, dan tidak tau di dalamnya ada apanya,” kata Karim kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016), sesaat sebelum dirinya diijinkan pulang oleh pihak kepolisian.

Menurutnya, dia hanya seorang kuli gudang yang bisa menjaga dan merawat barang-barang mebeler yang ada di dalam gudang. Dia mengaku sebelumnya belum pernah ada barang sejenis genset yang masuk ke dalam gudang.

”Saat itu container membawa banyak mesin kemudian saya diminta bos untuk menurunkannya. Kemudian mesin itu ditimbang. Saya kira hanya menimbang biasa,” ungkap lelaki yang didampingi istrinya itu.

Dia mengaku sangat bersyukur tidak sampai dijebloskan penjara. Sebab sebelum dibebaskan dia khawatir jika sampai disebut terlibat dalam kasus yang tidak dia ketahui itu.

”Saya kerja di sini baru beberapa bulan. Kerjaannya juga jaga gudang, biasanya gantian dengan pak Kadi (Sarkadi),” katanya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, pihaknya membebaskan dua orang tersebut karena status mereka adalah saksi pada kasus ini. Setelah dimintai keterangan, akhirnya kedua orang tersebut untuk sementara ini dinilai tidak terlibat dalam peredaran sabu tersebut.

Editor : Titis Ayu Winarni

Video – Buwas Beberkan Modus Peredaran Narkoba di Jepara

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) kerap dijadikan pemulus peredaran narkotika di Indonesia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sindikat narkoba jenis Sabu Pakistan yang ditemukan di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Menurut dia, modus yang digunakan warga asing pengedar narkoba adalah dengan bekerjasama dengan WNI. Kerja sama dalam bidang bisnis tertentu menjadi alat untuk mengelabui WNI maupun aparat untuk mendistribusikan barang haram tersebut.

“Seperti pelaku yang mengawini WNI, dan mengatasnamakan orang lain dalam setiap geraknya agar dipermudah. Ini yang harus diwaspadai,” ujar pria yang kerap disapa Buwas, dalam konferensi Pers di gudang ditemukannya ratusan narkoba jenis sabu di Jepara itu, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, jaringan peredaran narkoba ini merupakan jaringan internasional, yakni sindikat Pakistan dengan barang bukti berasal dari Tiongkok. Jaringan ini disinyalir merupakan penyuplai sabu di wilayah Jakarta, Semarang dan kota-kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

“Rencananya, jaringan ini akan mengedarkan sabu ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, dan kota lain di Jawa Tengah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam penggerebekan di gudang mebel pada Rabu (27/1/2016). Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti ratusan kilogram sabu, timbangan digital, genset sejumlah 194 unit, uang senilai Rp 700 juta, ponsel dan buku tabungan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Tetapkan Hanya Dua Orang Tersangka dari Penggerebekan Ratusan Kilogram Sabu di Jepara

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar menggemparkan datang dari Kota Ukir Jepara seiring dengan ditemukannya ratusan kilogram narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. Sontak informasi mengenai pelaku atau tersangka bermunculan dari berbagai sumber. Kali ini MuriaNewsCom mendapatkan keterangan lebih jelas dari pihak kepolisian, yakni Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro.

Menurutnya, tersangka dari hasil operasi di gudang mebel tersebut hanya ada dua orang. Mereka adalah Muhammad Riaz alias Jane warga negara Pakistan dan Didit warga negara Indonesia yang merupakan penyewa gudang. ”Ada empat yang diamankan. Tetapi dua lainnya hanya sebagai saksi,” katanya, Kamis (28/1/2016).

Menurut dia, informasi dari Kepala BNN Komjen Budi Waseso memang ada delapan tersangka. Namun jumlah tersebut merupakan hasil operasi yang juga dilakukan di Semarang dan Jakarta.
”Dua terduga tersangka yakni Riaz dan Didit masuk dalam delapan tersangka yang disampaikan BNN itu,” terangnya.

Dia menambahkan, dua orang yang diamankan sebagai saksi yakni Karim dan Sarkadi pun sudah dibebaskan oleh aparat. Keduanya merupakan pekerja mebel milik Didit dan penjaga gudang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Narkoba Dari Cina Diselundupkan dan Dibawa ke Jepara Layaknya Barang Mebel

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso datang ke Jepara memberikan keterangan resmi atas penemuan ratusan kilogram sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (28/1/2016).

Menurut Budi Waseso, adanya narkoba jenis sabu di Jepara ini merupakan sindikat peredaran narkoba internasional. Barangnya sendiri diketahui berasal dari Cina dan masuk ke wilayah Indonesia melalui pelabuhan Semarang.

”Jepara terkenal dengan industri mebel baik impor maupun ekspor. Itu yang dimanfaatkan pelaku untuk mengelabuhi petugas,” ujar Budi Waseso kepada awak media.

Menurut dia, ratusan kilogram sabu itu disimpan rapi di dalam mesin genset yang masih dikemas di dalam boks kardus. Barang haram tersebut diselundupkan dan di bawa dalam sebuah kontainer layaknya barang dagangan mebel.

”Kami masih mendalami kasus ini. Dimungkinkan barang bukti bertambah banyak. Untuk sementara masih sekitar 100 kilogram. Masih ada banyak mesin genset yang belum dibongkar,” katanya.

Dia menambahkan kasus ini merupakan jaringan internasional yakni Pakistan. Sebab dari sejumlah tersangka warga negara asing, semuanya warga negara Pakistan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Buwas Tiba di Gudang Penyimpanan Sabu di Batealit Jepara

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala BNN Budi Waseso saat berada di lokasi penyimpanan sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso sudah tiba di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.
Buwas langsung memantau lokasi penggerebekan gudang penyimpanan sabu di gudang CV Jepara Raya Internasional.

Budi Waseso datang bersama Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin sekira pukul 11.20 WIB. Begitu tiba di lokasi, Buwas langsung menuju ke dalam gudang.

Gudang mebel tersebut digerebek BNNpada Rabu (27/1/2016). Dari hasil penggerebekan itu, aparat berhasil mengamankan empat orang, di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan. Petugas juga mengamankan 100 kilogram sabu.

Satu WNA asal Pakistan adalah Muhammad Riaz alias Jane (45), kemudian tiga WNA yakni Didi Triyono sebagai penyewa gudang (40) yang beralamat di Perum Regency, Desa Pekalongan RT 07 RW 02 Kecamatan Batealit, Sarkadi yang merupakan kuli gudang, warga desa setempat dan Karim (50) seorang kuli gudang, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.

Dari gudang mebel tersebut didapati narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam beberapa mesin genset (pompa air) merek Zhuoma, rata- rata tiap mesin genset setelah dibongkar terdapat sabu yang terbungkus plastik dengan berat 1,7 hingga 2 Kilogram. Sedangkan jumlah mesin genset yang berada di gudang sebanyak 192 unit mesin.

Editor : Kholistiono

Ini Identitas Penyewa Gudang Mebel di Batealit Jepara yang Digerebek BNN

Gudang mebel di Batealit Jepara yang digerebek BNN dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Gudang mebel di Batealit Jepara yang digerebek BNN dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah rumah sekaligus gudang mebel yang digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat kepolisian pada Rabu (27/1/2016) adalah milik Yunpelizar alias Ujang warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Sejak Oktober 2015 lalu, gudang tersebut disewa Didi selama dua tahun. Gudang seluas 1000 meter persegi itu ditemukan ratusan kilogram narkoba jenis sabu.

Yunpelizar yang biasa disapa Ujang mengatakan, penyewa gudang bernama Didi, warga Kecamatan Tahunan, Jepara. Sepengetahuannya, gudang tersebut akan dijadikan gudang mebel.

“Dalam menjalankan bisnisnya, Didi tidak sendiri, namun bersama rekan kerjanya warga negara asing,” ujar Ujang kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016).

Lebih lanjut Ujang menceritakan, selama disewa untuk dijadikan gudang mebel, jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Pagi ini, polisi bersenjata masih berjaga di depan gudang mebel CV Jepara Raya International. Garis polisi juga masih terpasang. Puluhan warga masih berkerumun di lokasi.

Editor : Kholistiono

Budi Waseso Akan Konferensi Pers di Jepara Terkait Pengungkapan Sabu yang Jumlahnya Hingga Ratusan Kilogram

Tampak warga memadati sekitar gudang mebel di Jepara yang kemarin digerebek dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tampak warga memadati sekitar gudang mebel di Jepara yang kemarin digerebek dan ditemukan ratusan kilogram sabu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggeledah gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, dan berhasil mengamankan ratusan kilogram sabu, hari ini Kepala BNN Budi Waseso dijadwalkan melakukan konferensi pers di tempat kejadian perkara (TKP).

Beberapa jam sebelum konferensi pers dimulai. Ratusan warga, puluhan awak media dan aparat memenuhi sekitaran lokasi.

“Saya sudah disini sejak tadi pagi sekitar jam 07.00 WIB,” kata Basir salah seorang warga sekitar kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, para warga masih penasaran dengan aksi penggeledahan bandar narkoba di Kota Ukir ini. Selain itu, warga juga penasaran ingin melihat secara langsung kepala BNN Budi Waseso.”Selama ini kami hanya melihat di layar televisi. Jadi pengen lihat secara langsung saja,” ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh MuriaNewsCom, konferensi pers dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Semua awak media baik lokal maupun nasional sudah menunggu di depan TKP.

Editor : Kholistiono

Nilai Sabu Jepara Diperkirakan Ratusan Miliar, Kepala BNN Buwas Dikabarkan Akan Tinjau Langsung

Petugas kepolisian terlihat mengusung barang bukti sabu dari rumah warga yang digerebek BNN, Rabu (27/1/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

Petugas kepolisian terlihat mengusung barang bukti sabu dari rumah warga yang digerebek BNN, Rabu (27/1/2016) siang tadi. (MuriaNewsCom /Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, JEPARA – Narkoba sabu-sabu yang diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, terbilang tangkapan yang sangat besar. Bahkan, beredar kabar jika Kepala BNN Pusat Budi Waseso (Buwas) bakal melihat langsung tangkapan tersebut.

Hingga pukul 23.00 WIB, aparat kepolisian masih menghitung berapa banyak sabu yang ada di sana. Setelah itu, barang haram tersebut diangkut petugas untuk diamankan.

Warga sendiri masih setia menyaksikan setiap proses yang dilakukan petugas. Hujan yang sesekali turun, tidak menyurutkan niat mereka yang penasaran dengan kejadian itu.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya BNN berhasil mengamankan mereka yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka diamankan dari rumah atau gudang mili Ujang, yang berada di Desa Pekalongan RT 04/RW 03 (sebelumnya ditulis RT 07 RW 02, red), Kecamatan Batealit.

BNN bersama aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu yang diperkirakan mencapai ratusan kilogram yang tersimpan rapi di komponen mesin genset itu.

Ketua RT 04/RW 03, Mustofa membeberkan identitas nama-nama yang dibekuk oleh aparat. Selain itu, dia juga mengklarifikasi bahwa yang dibekuk di lokasi gudang mebel Desa Pekalongan hanya ada empat orang. Tiga orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan.

“Delapan orang yang ditangkap sebagaimana yang disampaikan pihak BNN adalah jumlah total dari penggerebekan yang juga dilakukan di Jakarta dan Semarang, diduga itu satu jaringan internasional,” ujar Mustofa setelah dijadikan saksi dalam kasus tersebut, Rabu (27/1/2016).

Menurutnya, satu WNA asal Pakistan adalah Muhammad Riaz alias Jane (45), kemudian tiga WNA yakni Didi Triyono, orang yang merupakan penyewa gudang (40), yang beralamat di Perum Regency,  Desa Pekalongan, RT 07/RW 02,  Kecamatan Batealit.

Kemudian ada Sarkadi yang merupakan kuli gudang, warga desa setempat juga, dan Karim (50), seorang kuli gudang, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah dilakukan penggeledahan oleh BNN dan aparat kepolisian, di gudang mebel didapati narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam beberapa mesin genset (pompa air) merek Zhuoma. Rata- rata tiap mesin genset setelah dibongkar terdapat sabu terbungkus plastik dengan berat 1,7 hingga 2 kilogram.

Sedangkan jumlah mesin genset yang berada di gudang sebanyak 192 unit mesin. Sampai saat ini tim dari BNN yang dibantu oleh Polres Jepara masih melakukan penghitungan barang bukti.
Editor: Merie

Rumah Warga di Jepara Digerebek, Diduga Simpan Ratusan Kilogram Sabu

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram  sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara digerebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan aparat kepolisian. Rumah dan gudang yang disewa oleh warga negara asing (WNA) tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram sabu.

Salah seorang warga sekitar Zaenal mengatakan, rumah yang sekaligus gudang itu disewa selama dua tahun oleh WNA. Namun baru dikediami oleh penyewa sekitar satu tahun.

”Ini rumah sekaligus gudang milik pak Ujang. Disewa oleh orang asing,” ujar Zaenal kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/1/2016).

Warga sekitar lainnya, Seripah mengatakan, sehari-hari rumah sekaligus gudang tersebut cenderung sepi. Hanya ada beberapa orang yang kadang terdengar suara dari luar.

”Kadang ada suara dari dalam. Tapi tidak jelas. Sepertinya memang orang-orang asing,” katanya.
Dia menambahkan, selama ini para warga sekitar mengira jika rumah sekaligus gudang tersebut merupakan pengusaha mebel. Sebab, terkadang ada sejumlah orang yang melakukan proses finising mebel.

Sementara itu, dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga pemilik barang haram berupa sabu, dengan berat ditaksir mencapai 100 kilogram lebih yang tersimpan dalam beberapa box.

Aparat baik dari BNN maupun kepolisian masih melakukan proses penggeledahan hingga berita ini ditulis. Meski turun hujan, ratusan warga masih penasaran dengan memenuhi beberapa sudut di sekitar lokasi.

Editor : Titis Ayu Winarni

Perangi Narkoba, Rumah Warga di Batealit Jepara Digerebek BNN

garis polisi narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, Rabu (27/1/2016) sore. Selain aparat BNN, aparat kepolisian baik Polres Jepara maupun dari polsek setempat ikut membantu penggerebekan.

Rumah warga tersebut telah diberi garis polisi. Pantauan di lokasi, di dalam rumah masih dilakukan penggeledahan, sedangkan di halaman rumah dipenuhi kendaraan aparat, serta di beberapa sudut dikelilingi aparat berseragam lengkap dengan senjata senapan laras panjang dan pendek.

Di sisi lain, ratusan warga tampak penasaran. Mereka berkerumun tak jauh dari lokasi. Aparat melarang warga mendekat ke rumah tersebut. Tak hanya itu, awak media pun belum diberi kesempatan untuk mendekat ke lokasi, meminta keterangan maupun mengambil gambar di dalam lokasi.

“Nanti media diberi kesempatan. Sekarang jangan dulu,” ucap salah satu aparat yang berjaga.

Praktis sampai berita ini ditulis, wartawam masih menunggu izin dari aparat untuk memberikan informasi lebih lengkap.
Editor : Akrom Hazami

Video – Ternyata, Pengedar Narkoba yang Dibekuk Satnarkoba Polres Jepara Adalah Jaringan dari LP Kedungpane

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan Satnarkoba Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan Satnarkoba Polres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pengedar Narkoba yang dibekuk Satnarkoba Polres Jepara bernama Ahmad Naif (27) warga Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara ternyata merupakan jaringan yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang.

Hal itu disampaikan Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin didampingi Kasatnarkoba AKP Supardiyono, saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (14/12/2015).

Menurutnya, pengedar narkoba tersebut barangnya didapatkan dari Semarang, tepatnya dari LP Kedungpane. Tersangka mengedarkan narkoba kepada alamat-alamat yang telah ditentukan.

“Transaksinya melalui order handphone, kemudian barang ditempatkan di alamat tertentu, kemudian ditinggal. Jadi antara pengedar dengan konsumen tidak mengetahuinya,” ujar Samsu.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya akan terus mendalami kasus narkoba tersebut. Sebab, dari barang bukti yang ditemukan terbilang cukup banyak yakni 45 gram sabu dan sejumlah butir ekstasi
.
“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkapnya.

Dari pasal yang dikenakan, tersangka terancam pidana maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. Saat ini, tersangka sementara diamankan di Mapolres Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Jepara

Tersangka saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi di Kabupaten Jepara berhasil dibekuk polisi dari Sat Narkoba Polres Jepara. Tersangka yang diketahui bernama Ahmad Naif (27), warga Desa Langon, Kecamatan Tahunan diamankan beserta barangbukti berupa sabu seberat 45 gram, dan 24 butir ekstasi serta barang bukti lainnya.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin didampingi Kasatnarkoba AKP Supardiyono membeberkan, asal mula penangkapan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan. Pihaknya melakukan penangkapan tersangka di sebelah selatan Box Ijo, Desa Tahunan, Jepara pada Jumat (11/12/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Ketika dilakukan penangkapan, kami menggeledah badan dan ditemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan di saku celana depan sebelah kanan. Kemudian dilakukan pengembangan dengan menggeledah rumah terangka, ditemukan sembilan paket besar sabu-sabu dan 24 butir ekstasi,” ujar Samsu saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (14/12/2015).

Setelah ditemukan sejumlah barang bukti di rumah tersangka, akhirnya tersangka dibawa ke Mapolres Jepara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Terlebih, ada dugaan adanya jaringan peredaran narkoba yang besar di Jepara. “Kami akan terus melakukan pendalaman kasus ini,” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka Ahmad Naif mengaku sudah banyak narkoba yang dia edarkan di kawasan Kabupaten Jepara, terutama di wilayah Kecamatan Tahunan. Bahkan, dia juga mengaku sudah puluhan kali mengedarkan narkoba di Kota Ukir.

“Saya cuma mengedarkannya saja, saya tidak kenal. Saya terima Rp 25 ribu setiap mengedarkan satu alamat,” akunya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Jumlah Kasus Narkoba yang Ditangani Polres Jepara Tahun 2015

Ilustrasi narkoba

Ilustrasi narkoba

 

JEPARA – Menjelang akhir tahun 2015 ini, kasus narkoba di Kabupaten Jepara masih cukup banyak. Dari data yang dimiliki Sat Resnarkoba Polres Jepara, di tahun ini sudah ada 16 kasus dengan 21 tersangka.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin didampingi Kasat Resnarkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menangani 16 kasus dengan 21 tersangka dan barang bukti sekitar 3, 3411 gram sabu-sabu.

“Rata-rata peredaran narkoba di Jepara menggunakan sistem terputus, sehingga ada kendala dalam mengungkap jaringan narkoba,” kata Samsu, Rabu (2/12/2015).

Menurutnya, jumlah kasus narkoba di Jepara jika ditilik dari tahun ke tahun masih bersifat naik turun. Kadang naik dan kadang juga turun. Misalnya saja di tahun 2012 lalu ada sekitar 23 kasus dengan 24 tersangka dan barang bukti ganja 75 gram dan sabu-sabu 7,55 gram.

Sedangkan pada tahun 2013 mencapai 26 kasus dengan 30 tersangka dan barang bukti ganja 155 gram, 10 linting ganja kering, sabu-sabu 10,34 gram. Dan pada tahun 2014 lalu mencapai 29 kasus.

“Di tahun ini, sudah 16 kasus, dengan tersangka yang terakhir tertangkap ini bernama Fauzi Hasibuan pada 25 November 2015, dan sebelumnya kami juga menangkap tersangka atas nama Kasianto pada bulan oktober lalu,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)