Kata Pengelola Hotel di Kudus, Transaksi Narkoba Kerap Terjadi

hotel transaksi 2 e

Pengelola hotel mendeklarasikan diri Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kudus Aris Junaidi mengakui potensi hotel digunakan sebagai transaksi narkoba tinggi. Untuk itulah pemantauan perlu dilakukan secara teratur

“Apalagi di Kudus, sangat berpotensi untuk dijadikan tempat transaksi. Malah, Kudus juga berpotensi digunakan untuk persembunyian pengedar,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, antisipasi perlu segera dilakukan sejak awal. Dan pemantauan kepada pengunjung juga sangat dibutuhkan agar hotel tidak dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba.

Langkah yang akan diambil, kata dia akan segera mensosialisasikan ikrar tersebut kepada anggota lainnya. Sebab anggota PHRI masih ada yang tidak datang.

“Kami ada 37 anggota, semuanya termasuk kelas melati. Sehingga masih ada beberapa hotel yang belum mendapat materi sosialisasi Deklarasi Hotel Tolak Narkoba,” ungkapnya.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, keberadaan hotel di Kudus berpotensi  jadi tempat transaksi narkoba yang aman. Selain itu juga keberadaan hotel juga kerap menjadi persembunyian pengedar barang haram itu.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Deklarasi Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu (24/8/2016).  Menurutnya keberadaan hotel sangat diwaspadai jika digunakan untuk transaksi. “Kami berharap pengelola hotel dapat ikut membantu memberantas peredaran narkoba,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Transaksi Narkoba di Hotel di Kudus Diintai

hotel transaksi

Pengelola hotel mendeklarasikan diri Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, keberadaan hotel di Kudus berpotensi  jadi tempat transaksi narkoba yang aman. Selain itu juga keberadaan hotel juga kerap menjadi persembunyian pengedar barang haram itu.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Deklarasi Hotel Tolak Narkoba di Kudus, Rabu (24/8/2016).  Menurutnya keberadaan hotel sangat diwaspadai jika digunakan untuk transaksi. “Kami berharap pengelola hotel dapat ikut membantu memberantas peredaran narkoba,” katanya.

Menurutnya, jika ada yang mencurigakan atau malah menjumpai pengunjung bertransaksi narkoba, maka sebaiknya segera melaporkan kepada polisi.

Hal itu, kata Sukadi, juga sebagai bentuk pencegahan keberadaan narkoba di hotel, khususnya di  Kudus. Pengecekan pengunjung yang datang juga jadi prioritas penjagaan keamanan terhadap narkoba.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya 20 pengelola hotel sudah berikrar untuk menolak keberadaan narkoba di hotelnya. Hal itu sebagai bentuk dukungan dalam memberantas narkoba.

Sebelumnya, kasus narkoba yang melibatkan PNS juga terjadi di Kudus. Bahkan, BNNP Jateng juga menyatakan, Kudus termasuk daerah dengan peredaran narkoba yang tinggi. Karenanya, BNNP terus mengawasi gerak gerik peredaran narkoba di Kota Kretek ini.

Editor : Akrom Hazami