Polres Blora Bekuk Pelaku Narkoba

 Tersangka saat dibekuk petugas Sat Res Narkoba Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Tersangka saat dibekuk petugas Sat Res Narkoba Polres Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Sat Res Narkoba Polres Blora berhasil membekuk pelaku pengguna narkoba atas nama Suroso atau Cak Roso (42) warga Desa Belangit, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, pada Kamis (23/6/2016) sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku dibekuk polisi di di Jalan Raya Lamongan-Tuban, tepatnya di Kelurahan Pucuk, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur. “Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari tersangka yang sebelumnya sudah berhasil diciduk oleh Polres Blora,” ujar AKP Suharto, Kasubbag Bin Ops Polres Blora, Jumat (24/6/2016).

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat dua gram, satu unit mobil jenis Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi S 1070 HI dan satu unit handpone merek Nokia.

“Sebelumnya kami berhasil melakukan penangkapan terhadap satu pelaku bernama Eko Chrisdiantoro di Blora. Dari peangkapan itu, berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu. Akhirnya kami kembangkan, dari mana tersangka memeroleh barang tersebut, yang akhirnya tersebut nama Suroso ini,” katanya.

Suharto menambahkan, bahwa sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan atas dugaan jejaring narkoba lain yang ikut terlibat dalam puasaran pengedaran barang haram itu.

Editor : Kholistiono

2 Pengguna Sabu di Blora Dicokok Polisi

f-sabu

MuriaNewsCom, Blora – Petugas Satuan Narkoba Polres Blora kembali meringkus dua orang tersangka penyalahguna narkoba. Keduanya Teguh Prasetyo (30) warga Jalan Serayu 2, Kelurahan Kedungjenar RT 05 RW 01 Blora dan Eko Krisdiyanto (34) warga Kelurahan Tegalgunung RT 06 RW 01 Blora.

Penangkapan bermula, ketika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di Jalan Guning Wilis, Kelurahan Kunden, Blora pada Senin (20/6/2016) sekitara pukul 12.30 WIB.

“Penangkapan pertama terhadap tersangka Teguh. Ketika itu, pelaku ini sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario dengan nomor polisi K 5804 Y,” ujar Kasubbag Bin Ops Polres Blora AKP Suharto kepada MuriaNewsCom.

Setelah itu, polisi kemudian melakukan pengembangan atas tersangka Teguh Prasetyo yang kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Dari penggeledahan itu, polisi berhasil membekuk satu tersangka lagi atas nama Eko Krisdiyanto.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan 9 paket narkotika jenis sabu. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa 3 pcs plastik klip warna bening, uang tunai senila Rp 300 ribu, dua buah gunting, empat buah korak api gas solatip, seperangkat alat hisap dan pirek kaca. Selain itu dua ponsel milik tersangka juga diamankan dan satu buah sepeda motor juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

Editor : Kholistiono

 

Lapas Blora Dicurigai jadi Sarang Narkoba

Sejumlah Polisi Sesang memeriksa warga binaan di lapas kelas II A Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah Polisi Sesang memeriksa warga binaan di lapas kelas II A Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Jajaran Polres Blora mencurigai Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Blora sebagai sarang peredaran narkoba. Sehingga, polisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapas. Tujuannya dalam rangka mempersempit ruang gerak pengedar narkoba di lapas.

Kasat Narkoba Polres Blora, AKP Abdul Fatah, selaku pemimpin razia mengatakan, lapas merupakan lahan basah peredaran narkoba yang harus diwaspadai. “Penggeledahan yang dilakukan guna mempersempit peredaran narkoba di lingkungan lapas. Jaringan narkoba disinyalir memanfaatkan lapas untuk mengendalikan peredaran narkoba,” ujarnya kepada MuriaNewsCom (29/3/2016).

Sidak yang berlangsung selama satu setengah jam itu tak menemukan hasil apa-apa. Artinya, seluruh penghuni lapas yang terjerat kasus narkoba berjumlah 14 orang. Ketika dicek oleh tim kesehatan dari kepolisian mereka negatif mengkonsumsi narkoba. “Sidak dimulai pukul 09.30 sampai pukul 11.30 WIB. Hasilnya tidak ada warga binaan yang positif menggunakan narkoba,” ujar dia.

Dar jumlah 184 warga binaan, lanjut Fatah, ada 14 warga binaan yang terjerat kasus narkoba. Dari 14 warga tersebutlah yang menjadi fokus utama dalam sidak kali ini. “Kami baru fokus bagi warga binaan yang terjerat narkoba. Dari 184 warga tersebut dinyatakan negatif,” tambahnya.

Dalam sidak kali ini pun juga tidak ditemukan barang membahayakan yang disimpan warga binaan di dalam lapas. seperti, senjata tajam baik pisau lipat maupun sejenisnya.

Sidak kali ini merupakan rangkaian Operasi Bersinar Candi 2016 tentang pemberantasan narkoba yang dilaksanakan secara terintegrasi.

Editor : Akrom Hazami

Narkoba di Blora Edan-Edanan

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora yang merupakan kota yang jauh dari keriuhan seperti halnya kota besar, rupanya, ancaman narkoba sudah menjadi hal yang serius. Bahkan Blora termasuk daerah dengan kasus narkoba yang edan-edanan.

Andy Sri Haryadi, penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengatkan, narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut identik dengan gemerlap maupun keriuhan seperti halnya kota besar.

Namun juga sudah merambah ke pelosok kota atau jauh dari wilayah yang ramai. Itu artinya, narkoba merupakan ancaman serius. “Kabupaten Blora masuk sepuluh besar perihal narkoba, baik peredaran maupun konsumsi,” ujar Andy di Blora (17/3/2016).

Hal itu ia ungkapkan setelah melihat beberapa kasus narkoba yang ada di Kabupaten Blora. Menurutnya, bagi pemegang kebijakan yang ada di Blora harus tetap waspada. Karena, peredaran narkoba masih sangat massif. Ia tidak memungkiri hal itu juga terjadi di Kabupaten Blora. “Jangan sampai kita kecolongan lagi, kayak kemarin ratusan kilogram ditemukan di Jepara,” kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, sampai saat ini Keresidenan Surakarta merupakan tempat persemaian narkoba yang paling marak di Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian disusul oleh Kota Semarang.

“Kami dari BNNP Jawa Tengah akan mendorong berdirinya BNN di tingkat kabupaten. Hal itu sebagai upaya mempersempit atas peredaran narkoba yang sangat masif,” ujar dia.

Sampai saat ini, baru ada beberapa daerah yang sudah memiliki BNN tingkat daerah, di antaranya Kendal, Batang, Kota Tegal juga Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, di kabupaten Cilacap, Purbalingga dan Temanggung. “Dari kami baru ada tujuh perwakilan di tingkat kabupaten maupun kota, sedangkan untuk ke depannya setiap kabupaten maupun kota yang ada di Jawa Tengah kita rencanakan juga ada perwakilan,” ujar dia.

Untuk di Blora sendiri, masih menunggu daerah yang rawan akan peredaran narkoba. Seperti Surakarta dan Jepara “Setelah daerah yang rawan akan peredaran narkoba sudah terdapat perwakilan dari kami, maka, kami lanjutkan daerah lain seperti Kabupaten Blora. Mungkin tahun depan kami akan konsen di  Blora,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

TNI Blora Diawasi Biar Tak Pakai Narkoba

Penyuluhan narkotika dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan soal bahaya narkoba kepada personel Kodim Blora di Aula Makodim Blora, Kamis. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penyuluhan narkotika dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan soal bahaya narkoba kepada personel Kodim Blora di Aula Makodim Blora, Kamis. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Seluruh personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0721 Blora mendapatkan penyuluhan dari  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah di Aula Markas Kodim, pada Kamis (17/3/2016). Hal itu dilakukan sebagai upaya meminimalisasi penyalahgunaan narkotika.

Andi Sri Haryadi, pemateri dari BNN Provinsi Jawa Tengah mengatakan narkoba sudah masuk ke segala lini. “Barusan kita tahu, bupati saja ada yang menggunakan narkoba. Itu artinya narkoba sudah sangat mengancam,” kata Andi di hadapan personel TNI.

Ia juga mendefinisikan seluruh jenis narkoba dengan maksud seluruh personel bisa melek dan mengetahui akan bahaya setiap jenis narkoba. “Bahaya narkoba itu sendiri, bisa menyebabkan kematian. Bahkan dalam satu hari tak kurang dari 50 orang meninggal karena narkoba,” ujar dia.

Sementara Komandan Kodim Blora Letkol Inf Susilo mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan bentuk komando dari atasan. “Yang pasti kami ingin memastikan bahwa personel kami bisa mengetahui secara persis dampak narkoba. Juga, personel Kodim Blora tidak ada yang menggunakan narkoba,” pungkasnya.

Dalam program penyuluhan narkoba kali ini seluruh personel juga akan menjalani tes urine. Hal itu dilakukan guna memastikan bahwa satu persatu personil Kodim tidak ada yang mengkonsumsi narkoba.

Editor : Akrom Hazami

Selain Lokalisasi, Blora dan Cepu Juga Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

AKP Abdul Fatah Kasatnarkoba Polres Blora saat memberikan sosialisasi di hadapan warga lokalisasi Sumber Agung Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

AKP Abdul Fatah Kasatnarkoba Polres Blora saat memberikan sosialisasi di hadapan warga lokalisasi Sumber Agung Cepu. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Selain di lokalisasi, peredaran narkoba di Blora juga tidak menutup kemungkinan akan beredar ke masyarakat umum secara luas. Terutama wilayah Blora dan Cepu. Hal tersebut diungkapkan Kasat Narkoba Polres Blora AKP Abdul Fatah. Dia mengatakan, peredaran narkoba yang mulai marak di Blora saat ini juga menjadi perhatian khusus oleh Kepolisian Resort Blora.

”Peredaran narkoba di Blora mulai tinggi. Hal itu disebabkan mudahnya narkoba diperolah bagi siapa yang mau mengkonsumsi,” ujar AKP Abdul Fatah.

Mudahnya diperoleh, lanjut Abdul Fatah, di Blora dan Cepu merupakan pusat aktivitas masyarakat. ”Blora dan Cepu merupakan wilayah yang sangat ramai,” jelasnya.

Abdul Fatah menjelaskan, pihaknya pada tahun 2015 mengungkap tujuh kasus peredaran narkoba. Pada tahun ini, sudah mengungkap satu kasus narkoba. Hal itu, bukan berarti membuat pihaknya untuk terus bekerja keras dalam membasmi barang haram tersebut.

Abdul Fatah berharap agar warga bisa menghindari narkoba. Selain itu juga bisa paham mengingat barang haram tersebut selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain. ”Efeknya sangat banyak. Selain bisa dipidanakan, juga merusak kesehatan tubuh,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Miris, Warga Lokalisasi Sumber Agung Blora Tak Tahu Bahaya Konsumsi Narkoba

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom/)

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Sapol PP Blora, Polres Blora serta Kodim 0721 Blora (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bahaya dan dampak mengkonsumsi narkoba rupanya belum diketahui secara menyeluruh oleh warga lokalisasi Sumber Agung, Cepu, Blora. Menanggulangi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora beserta jajaran Polres Blora dan Kodim 0721 Blora melakukan sosialisasi sebagai tindakan preventif pencegahan penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba pada Rabu (3/2/2016).

Lilik Ali Mahmudi, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Blora mengatakan, sosialisasi itu merupakan upaya memberikan pengertian kepada warga agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. ”Khususnya di lokalisasi,” kata Lilik.

Menurutnya, yang terpenting sampai saat ini adalah upaya pencegahan terlebih dahulu. Lilik menegaskan, dalam pencegahan dan sosialisasi terus digalakkan sebagai upaya peminimalisiran penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Blora. ”Sosialisasi juga kami lakukan pada lokalisasi lain yang ada di Blora,” imbuh Lilik.

Sementara, Fitri salah satu warga Sumber Agung mengaku dirinya sebelumnya belum tahu dampak bahaya narkoba. Namun, dengan sosialisasi yang telah diberikan oleh pihak terkait, dirinya kini baru mengetahui. ”Dampak awal belum tahu, namum dengan ini jadi tahu dan tak akan menggunakannya,” jelas Fitri.

Editor : Titis Ayu Winarni

Puluhan Paket Sabu Dibakar di Halaman Kejari Blora

Barang bukti yang dimusnahkan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Barang bukti yang dimusnahkan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – 25 paket sabu yang menjadi barang bukti tindak kejahatan dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Selasa (26/01/2016). Sebelum dimusnahkan, puluhan paket sabu yang disita dalam jangka waktu tiga tahun tersebut dikemas dalam plastik bening.

Tujuannya sabu benar-benar bisa dilihat oleh petugas dan disaksikan masyarakat saat musnahkan. Apalagi, pemusnahan barang bukti tersebut tak hanya sabu. Puluhan buku togel beserta perangkat penunjang lainnya dan beberapa barang bukti tindak kejahatan lainnya juga ikut dimusnahkan.

”Kami memusnahkan barang bukti ini setelah lama mengendon di kantor. Setelah melakukan konsultasi dengan lembaga yang lebih tinggi, kami baru bisa melakukan pemusnahan,” kata Mochamad Djumali, Kepala Kejaksaan Negeri Blora.

Sejauh ini, lanjutnya, kantor kejaksaan memang tidak memiliki tempat penyimpanan barang bukti. Akibatnya, barang bukti tindak kejahatan membuat kantor Kejaksaan Negeri Blora penuh dengan barang-barang tak terurus.

Sementara, rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) yang berada di Semarang membuat sedikit kerepotan dalam pengiriman barang. ”Akhirnya ndongkrok disini. Kita terlalu repot kalau harus bawa truk (barang bukti,red) ke Semarang” ujar Djumali.

Disis lain, dalam pemusnahan dan pelelangan barang bukti harus menunggu jadwal yang telah ditentukan.  Dalam hal ini, selain ditempatkan di Kejaksaan barang bukti juga disimpan di Mapolres Blora.

”Dari kepolisian ada sebagian yang harus dikirim ke BNN. Setelah itu, sampel hasil penyelidikan dari kepolisian baru bisa diberikan ke kejaksaan dan dimusnahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat berjanji untuk memberikan lahan yang akan digunakan dalam penyimpanan barang bukti. ”Kami akan menyiapkan lahannya, sementara untuk pembangunan gedung itu urusan Kejaksaan,” kata Ihwan.

Ia juga mengakui keberadaan kantor kejaksaan saat ini memang kurang representatif. Bahkan untuk parkir saja sudah kerepotan. ”Karena alasan itu, kami rasa pengadaan tempat penyimpanan barang bukti memang butuh, biar tak seperti bengkel,” ujar Ihwan.

Editor : Kholistiono