Ratusan Narapidana di Lapas Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 3 Orang Dibebaskan

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono menyerahkan remisi secara simbolik kepada perwakilan narapidana, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 184 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mendapatkan remisi hari kemerdekaan. Remisi itu diberikan dalam upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais mengatakan, ada 184 narapidana yang mendapatkan remisi umum pertama. Mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan sebagian.

Sementara tiga orang mendapatkan remisi umum kedua, sehingga dibebaskan. Untuk remisi tambahan dari donor darah sebanyak 31 orang.

“Remisi donor darah ini setengah dari remisi umum pertama. Jadi, kalau misalnya remisi umum pertama dapat dua bulan, maka yang remisi donor darah ini dapat sebulan,” ujar Irwan.

Dari ratusan narapidana yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan, remisi terbanyak mendapat tujuh bulan 15 hari, sedangkan remisi paling rendah satu bulan. Di Lapas Pati, ada dua orang narapidana korupsi dari Rembang.

Kedua narapidana korupsi tersebut tidak mendapatkan remisi hari kemerdekaan. “Kalau narapidana korupsi itu wewenangnya pusat. Beda dengan narapidana umum yang masih wewenang tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Saat ini, Lapas Pati dihuni lebih dari 300 narapidana. Tahanan sebanyak 117 orang, narapidana 258 orang, tahanan kasus narkotika 12 orang, narapidana kasus narkotika 61 orang, narapidana kasus korupsi dua orang, dan narapidana kasus terorisme satu orang.

Editor: Supriyadi

Terima Remisi, 2 Warga Binaan Rutan Jepara Langsung Bebas

Polisi saat mengawasi para warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB, Kabupaten Jepara, Senin. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara mengusulkan 56 warga binaannya mendapatkan pengurangan masa tahanan, di Hari Kemerdekaan ke 72 RI. Jika sesuai usulan, maka dua dari jumlah narapidana tersebut akan langsung bebas. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wiryono, Senin (14/8/2017). Menurutnya dari total warga binaan yang ada di tempat tersebut, hanya 56 di antaranya yang berhak diajukan untuk mendapatkan Remisi umum HUT Kemerdekaan tahun ini. 

“Kami mengusulkan 56 orang warga binaan mendapatkan remisi. Saat ini kami tinggal menunggu surat keputusan dari kanwil Kemenkumham Jateng. Dua orang yang nantinya langsung bebas juga belum kami sampaikan,” katanya. 

Kepada jurnalis, ia mengungkapkan dua orang napi yang akan bebas tepat di tanggal 17 Agustus adalah Nor Ahmad Zaudiyah dan Saidul Imam. Mereka meringkuk di penjara selama tujuh bulan. 

Ia mengungkapkan, penyerahan surat keputusan remisi akan secara simbolis diserahkan pada upacara hari kemerdekaan di Alun-alun Jepara. Rencananya, sebanyak 20 orang warga binaan akan hadir pada acara tersebut. 

Editor : Akrom Hazami

Terima Remisi, 9 Narapidana di Jepara Akan Bebas

napii

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak sembilan narapidana yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara bakal dibebaskan setelah selesai menjalani masa tahanan.

Mereka dijadwalkan bebas setelah mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM pada perayaan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016 mendatang.

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengemukakan, pihaknya mengajukan sedikitnya 117 narapidana untuk mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan pada peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini. Sembilan di antaranya, akan langsung bebas karena masa tahanan telah selesai dijalani.

“Ada sembilan narapidana yang akan menerima remisi umum II atau langsung bebas setelah masa tahanan mereka telah selesai. Sedangkan 108 narapidana lainnya belum bisa bebas karena masih harus menyelesaikan masa tahanannya,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, kesembilan narapidana tersebut, masing-masing adalah narapidana dengan kasus pencurian empat orang, penipuan tiga orang, uang palsu satu orang dan penadah satu orang. Masing-masing mendapatkan remisi dan masa tahanan dikurangi remisi yang diterima memang sudah habis pada saat perayaan hari kemerdekaan nanti.

“Remisi itu diajukan kemudian menunggu persetujuan dari kementerian. Mengaca pada pengajuan remisi sebelumnya, memang kemungkinan besar dapat disetujui karena sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. Meski begitu, kami tetap masih menunggu persetujuan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, ada lima narapidana yang ada di Rutan Jepara yang belum bisa menerima remisi peringatan hari kemerdekaan tahun ini. Sebab, mereka belum menjalani masa hukuman atau masa tahanan minimal enam bulan. Sebagaimana syarat yang telah diatur, penerima remisi adalah yang telah menjalani masa tahanan minimal enam bulan dan berkelakuan baik.

“Di sini ada 122 narapidana, yang diajukan menerima remisi 117 narapidana., Sisanya lima narapidana belum diajukan karena belum memenuhi syarat,” katanya.

Ia menambahkan, 117 narapidana yang diajukan untuk menerima remisi itu, masing-masing berbeda besaran remisi yang bakal diterima. Ada yang hanya satu bulan dan ada yang sampai menerima empat bulan pengurangan masa tahanan sebagai narapidana.

 

Editor : Akrom Hazami

 

67 Narapidana Rutan Kudus Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Penghuni Rutan Kudus sedang menggelar tadarus Alquran. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penghuni Rutan Kudus sedang menggelar tadarus Alquran. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 67 narapidana yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus diusulkan mendapatkan remisi khusus Lebaran mendatang.

Pengusulan remisi khusus tidak serta merta dilakukan begitu saja. Melainkan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihak rumah tahanan tersebut.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Masjuno melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Beny mengatakan, pihaknya mengusulkan ke Kementrian Hukum dan HAM, sekitar 67 orang untuk mendapat remisi Lebaran.

“Itupun pengusulan tersebut melalui kepala rutan dan proses penilaian yang matang,” katanya saat diwawancarai MuriaNewsCom, Selasa (28/6/2016).

Dia menilai, salah satu pertimbangan mendapatkan pengusulan itu yakni bersikap baik dan taat akan aturan.

“Selain bersikap baik dan taat aturan, penilaian itu juga berupa keaktifan dalam berkegiatan di dalam rutan. Keikutsertaan keterampilan (kreativitas) di saat ada pelatihan, dan mengikuti pendidikan kerohanian juga berpengaruh,” ujarnya.

Untuk hasil remisinya, kata dia, ada yang mendapatkan 1 bulan atau juga 15 hari. Dia menuturkan, SK balasan dari Kemenkum HAM wilayah ke Rutan Kudus akan turun dua hari atau satu hari sebelum Lebaran,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Rutan Jepara Hadirkan 2 Tahanan Sebagai Narasumber Penyuluhan

Salah seorang siswa mengajukan pertanyaan dalam acara penyuluhan hukum dan HAM di Pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang siswa mengajukan pertanyaan dalam acara penyuluhan hukum dan HAM di Pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Rumah Tahanan (Rutan) Jepara menghadirkan langsung dua orang tahanan sebagai narasumber dalam penyuluhan Hukum dan HAM Serentak Tahun 2016 di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (28/1/2016). Keduanya merupakan tahanan yang dititipkan di Rutan Jepara untuk kasus narkoba dan permasalahan adminstratif yakni Ahmad dan Muslim.

Keduanya juga memberikan pencerahan langsung lewat pengalamannya hingga terjerumus dalam lingkaran hitam hingga masuk rutan. Keduanya juga mengajak langsung seluruh pelajar sebagai penerus bangsa agar dapat menjauhi narkoba dan menjauhi segala perbuatan yang tidak terpuji.

”Jika tidak ingin seperti kami, kalian harus menjauhi narkoba dan menjahui perbuatan terlarang,” kata mereka.

Selanjutnya juga mereka mengajak seluruh peserta dapat melek hukum. Artinya memahami aspek hukum dan menjadi cerdas hukum, sehingga akan tercipta budaya hukum dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Kegiatan ini secara serentak digelar oleh Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia dan masuk dalam rekor MURI. Dengan tujuan utamanya agar masyarakat cerdas hukum, bersifat hukum dan taat hukum utamanya dalam menghadapi MEA. Dimana dalam era ini hukum akan menjadi panglima. Di Jepara kegiatan yang dilaksanakan oleh Rutan Jepara ini dipusatkan di Pendapa Kabupaten dan dibuka oleh Bupati Jepara. Dengan peserta perwakilan SMA/SMK se Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Kepala Rutan Jepara, Sriyanti menyatakan salah satu aspek terpenting yang harus dikuatkan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi pasar bebas apapun, termasuk MEA adalah meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

”Pemerintah memiliki komitmen yang besar untuk membuat masyarakat sadar hukum. Untuk itu, salah satu upaya melalui penyuluhan. Tujuannya bukan hanya masyarakat sadar hukum, tetapi kemudian hari kita harapkan akan semakin kecil pelanggaran hukum yang terjadi,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Rumah Tahanan Blora Ditinggal Penjaganya

 

Aktivitas penjaga Rutan Blora, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Aktivitas penjaga Rutan Blora, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kepala Rutan Blora Andi M Syarif, Sabtu (22/8/2015) mengatakan, pihaknya berharap Kementerian Hukum dan HAM segera mengusahakan penambahan petugas.

Supaya bisa mencukupi kebutuhan petugas di Rutan Blora. Sebab di tahun 2016 nanti ada sebagian petugas yang akan pensiun.

“Pada tahun 2016 sampai tahun 2019 nanti sebagian ada yang sudah pensiun tentu akan lebih kekurangan bila tak ada tambahan petugas lagi,sehingga kami berharap pada tahun 2015 ini nanti sudah ada penambahan petugas lagi,” harapnya.

Seperti yang diketahui saat ini jumlah semua petugas rumah tahanan yang ada di Kabupaten Blora ada 31 petugas yang terdiri dari 24 laki-laki dan 7 perempuan. Dan dibagi di masing-masing bidang yang ada di Rutan Kabupaten Blora dan pada tahun 2016 akan pensiun 4 orang, dan 2017, ada 3 orang dan pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing satu orang. Tentu ini akan membuat rutan semakin kekurangan petugas.

”Mungkin ini juga terjadi di rutan lain. Sebab ini masalah rutan secara nasional. Idealnya, rutan seperti Blora ini memiliki penjaganya kurang lebih 50 orang,” terangnya.(Priyo/AKROM HAZAMI)

Awas, Napi Rutan Blora Kabur karena Kekurangan Penjaga!

Aktivitas penjaga Rutan Blora, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Aktivitas penjaga Rutan Blora, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kabupaten Blora masih kekurangan tenaga penjaga. Dari sebanyak 159 kamar tahanan dan terdiri dari 121 tahanan yang menghuni Rutan Blora hanya memiliki 31 petugas.

“Saat ini, kami memang sangat kekurangan petugas terutama pada petugas penjagaan sebab dari petugas yang ada hanya 12 orang yang menjadi petugas penjaga,” kata Kepala Rutan Blora Andi M Syarif , Sabtu (22/8/2015).

Menurutnya, dalam petugas penjagaan selama ini baru ada empat regu tim penjagaan dengan satu regu tiga orang. Tentu ini sangat kurang sekali. Padahal selama ini pihak rutan sudah mencoba meminta agar petugas penjagaan rutan bisa ditambah.

“Saat ini ya dalam satu regu hanya ada tiga orang dibagi satu penjaga pintu keluar masuk dan yang dua bertugas didalam. Kalau idealnya untuk satu regu adalah 8 orang. Kami sudah mengajukan penambahan dan hingga saat ini belum ada penambahan petugas penjagaan,” ungkapnya. (Priyo/AKROM HAZAMI)

Napi Rutan Blora Bebas, Bupati Was-was 1 Hal Ini

Salah satu narapidana saa menerima SK Remisi bebas yang diberikan Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu narapidana saa menerima SK Remisi bebas yang diberikan Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengungkapkan pemberian remisi para narapidana diharapkan bisa disyukuri.

Dia juga bepesan agar narapidana selalu memperbaiki diri serta tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan.

“Saya berpesan baik pada penerima remisi bebas maupun pada penerima remisi lainya, tetap semangat dan jangan mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dilakukan. Saya berpesan jangan mengulangi lagi kesalahan yang pernah dibuat,” pesannya.

Diketahui, sebanyak 37 narapidana yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Blora mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Dari 85 narapidana yang diusulkan, 37 narapidana mendapatkan remisi. Dari 37 narapidana sudah mendapat remisi 2 di antaranya mendapat remisi bebas. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

37 Narapidana Blora Senang Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan

Sejumlah narapidana saat mendengarkan pembacaan remisi di aula rutan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah narapidana saat mendengarkan pembacaan remisi di aula rutan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Sebanyak 37 narapidana yang menghuni rumah tahanan Blora mendapat remisi di hari kemerdekaan RI ke 70. Dari 85 narapidana yang diusulkan, 37 narapidana mendapatkan remisi.

”Kami mengusulkan sebanyak 85 narapidana, namun untuk remisi yang keluar baru 37. Sisanya masih menunggu proses dari Jakarta,” jelas Kepala Rutan Blora Andi M. Syarif, Senin (17/8/2015).

Menurutnya, dari jumlah narapidana yang ada di rutan Blora, separuh lebih diusulkan untuk mendapat remisi pada hari kemerdekaan 17 Agustus ini. ”Bagi para napi hari ini merupakan hari istimewa. Sebab selain remisi 17 Agustus, juga diberikan remisi dasawarsa. Dan remisi paing besar yaitu mendapat 6 bulan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya remisi ini menjadikan para napi sadar, tidak mengulangi kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik.

Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat yang hadir pada upacara remisi di rumah tahanan Blora mengungkapkan, pemberian remisi ini untuk memotivasi narapidana agar lebih baik dan cepat kembali bersama masyarakat, untuk memulai kegiatan yang lebih bermanfaat.

”Kami berharap dengan pemberian remisi ini bisa meringankan beban narapidana. Agar cepat kembali dengan keluarga, memulai kehidupan lebih baik, dan tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan,” pesannya. (PRIYO/TITIS W)

8 Narapidana Langsung Bebas di Hari Kemerdekaan

Wabup serahkan remisi kemerdekaan kepada narapidana Rutan Purwodadi, Senin (17/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wabup serahkan remisi kemerdekaan kepada narapidana Rutan Purwodadi, Senin (17/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak delapan narapidana yang menghuni Rutan Purwodadi langsung mendapatkan kebebasan di Hari Kemerdekaan. Hal ini menyusul adanya pengurangsan hukuman atau remisi yang diterima para narapidana tersebut. Remisi yang diterima pada narapidana itu diserahkan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro seusai upacara bendera di Alun-alun Purwodadi.

Kepala Rutan Purwodadi Sugandi mengungkapkan, jumlah penghuni rutan saat ini sebanyak 147 orang. Terdiri 103 narapidana dan 44 tahanan.

Untuk narapidana penerima remisi keseluruhan ada 189 orang. Rincianya, 86 orang dapat remisi umum 17 Agustus dan 103 orang dapat remisi dasawarsa 17 Agustus.

”Beberapa narapidana ada yang mendapatkan dua kategori remisi sekaligus, yakni remisi umum maupun dasawarsa. Setelah dapat remisi, nantinya ada delapan narapidana yang langsung bebas,” kata Sugandi didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Heri Dwi Siswanto pada wartawan.

Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menyatakan, remisi itu diberikan kepada narapidana yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin tinggi, serta memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Selain remisi umum, tahun ini pemerintah juga memberikan remisi dasawarsa. Dimana, remisi khusus ini diberikan saat pemerintah memperingati sepuluh tahunan (dasawarsa) Proklamasi Kemerdekaan RI. (DANI AGUS/TITIS W)

Ini ‘Hadiah’ Bagi Napi Jepara yang Baik

Bupati dan Wakil bupati Jepara memberikan tali asih kepada perwakilan napi yang menerima remisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati dan Wakil bupati Jepara memberikan tali asih kepada perwakilan napi yang menerima remisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Remisi Umum 17 Agustus diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kepada narapidana dan anak pidana yang berkelakuan baik dan memenuhi syarat lainnya.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Jepara Subroto ketika memberikan sambutan dalam acara upacara pemberian remisi di halaman Setda Jepara, Senin (17/8/2015).

“Remisi merupakan instrumen yang dapat mengubah perilaku pidana, karena itu remisi hanya diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik,” ujar Subroto.

Sedangkan untuk narapidana yang melakukan pelanggaran peraturan dan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi. Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat, juga akan memperbaiki hubungan antara narapidana dan keluarganya.

“Kita sepakat bahwa Indonesia merdeka adalah jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamain abadi dan keadlan sosial. Visi ini bisa terwujud kita harus bisa mengimplementasikan dalam sikap, tindakan dan kerja yang nyata,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Narapidana Jepara ‘Tersenyum’ Saat Hari Kemerdekaan

Bupati Jepara secara simbolis memberikan remisi narapidana di halaman Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Bupati Jepara secara simbolis memberikan remisi narapidana di halaman Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Peringatan HUT RI selalu menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang. Salah satunya bagi narapidana (Napi) di Kabupaten Jepara.

HUT ke-70 RI ini, ada sekitar 84 napi yang menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Jepara yang mendapatkan remisi. Pemberian remisi ini dilakukan Pemkab Jepara melalui upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Senin (17/8/2015).

Masing-masing dari remisi umum I (17 Agustus) ada 69 orang dengan masa potongan tahanan antara 1 bulan sampai 6 bulan dan Remisi Umum II (setelah ikut upacara langsung bebas) sebanyak 15 orang.

Bupati dan Wakil Bupati Jepara secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : W13.1156, PK.01.01.02 Tahun 2015 tentang Pemberian Remisi Umum 17 Agustus 2015, kepada Surur Khikmawati dan Edi Priyanto serta pemberian tali asih.

“Pemberian remisi umum diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana adalah merupakan perwujudan dari pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia berdasarkan sistem pemasyarakatan yang ada,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Mantan Narapidana Dilatih Budidaya Semut Rangrang

Peternak semut rangrang tengah mempersiapkan pelatihan budidaya semut rangrang untuk eks narapidana. Semut rangrang dinilai punya potensi bisnis yang prospek dan menjanjikan. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sebanyak 40 mantan narapidana di Pati dibekali keterampilan dengan budidaya semut rangrang. Hal ini untuk membekali eks narapidana agar punya kemampuan bisnis, sehingga bisa mandiri dan produktif.

Lanjutkan membaca

Mantan Napi di Pati Dibekali Keterampilan

Sejumlah mantan narapidana mendapatkan bekal keterampilan dengan pelatihan budidaya ikan air tawar. Hal tersebut diharapkan bisa membuat mantan narapidana bisa produktif dan mandiri. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Puluhan mantan narapidana di Pati diberikan bekal keterampilan (life skill). Hal itu dilakukan untuk memberikan bekal bagi eks narapidana agar punya keterampilan pascakeluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Lanjutkan membaca