Buah Pisang Pipit Milik Warga Cengkalsewu Ini Diyakini Bertuah

Bagian tengah bonggol tandan yang mestinya sudah berhenti berbuah karena mengering, tetapi berbuah lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bagian tengah bonggol tandan yang mestinya sudah berhenti berbuah karena mengering, tetapi berbuah lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Buah pisang pipit milik Siswanto (33), warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati diyakini mengandung tuah. Hal ini yang membuat salah seorang temannya menawar buah pisang miliknya seharga Rp 500 ribu.

“Bagi saya ini biasa. Tanaman yang tumbuh dengan abnormal memang seringkali dijumpai, meski jarang. Bagi saya tidak unsur mistis atau tuah. Saya juga tidak mimpi yang aneh-aneh soal pisang itu,” kata Siswanto kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Namun begitu, temannya meyakini buah pisang yang muncul di bagian batang itu mengandung unsur tuah karena tumbuh tidak wajar. Itu sebabnya buah pisang itu sempat ditawar dengan nilai yang cukup fantastis untuk ukuran pisang pipit.

“Kalau saya tidak menjualnya itu bukan karena diyakini unsur tuah. Saya hanya ingin mengoleksi saja dan kalau matang bisa dimakan. Lagipula, anak saya suka melihat-lihat buah pisang itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sempat ada keanehan tersendiri selain soal buah pisang yang tumbuh dari batangnya. Saat bagian bonggol tandan pada bagian tengah mulai mengering dan tidak berbuah lagi, ternyata bawahnya muncul sejumlah pisang.

“Anehnya, saat berhenti berbuah dan mulai mengering, ternyata muncul buah lagi di bagian bawah. Padahal, mestinya sudah tidak berbuah lagi,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Urus SIM, Batman Hebohkan Mapolres Jepara

Batman menunjukkan SIM C miliknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Batman menunjukkan SIM C miliknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Batman sempat membuat heboh Mapolres Jepara, ketika dirinya mengurus SIM C.Hal ini, karena nama Batman selama ini dikenal warga hanya ada di film saja, yang merupakan sosok super dalam memberantas kejahatan.

Ketika diketahui ada Batman mengurus SIM C, beberapa petugas sempat terheran dan tak percaya, jika warga yang tinggal di RT 01 RW 01 Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, tersebut namanya adalah Batman.

Pengalaman pengurusan SIM C yang sempat menghebohkan Mapolres Jepara itu, terjadi pada Selasa (8/9/2015). Salah satu petugas bagian kesehatan di unit pelayanan SIM Mapolres Jepara Didik mengaku sempat terheran dengan Batman yang mengurus SIM. “Saya sempat terkejut kemudian saya potret SIM lamanya,” kata Didik.

Sementara itu, istri Batman, Sri Hudawati mengatakan, ketika ngurus SIM di Mapolres Jepara memang sempat ditanyakan beberapa kali. Namun, sudah dijawab dengan jelas bahwa nama suaminya memang Batman.

“Nama Batman ini asli. Dulu malah sering dipertanyakan oleh tetangga dan teman. Tapi sekarang sudah biasa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Lho Pekerjaan Batman yang Sebenarnya

Batman sedang menyelesaikan pekerjaannya, yakni proses finishing mebel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Batman sedang menyelesaikan pekerjaannya, yakni proses finishing mebel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di film, Batman dikenal sebagai sosok pahlawan manusia super. Tapi di Jepara, Batman merupakan karyawan bidang finishing di perusahaan mebel. Warga Rt 01 RW 01 Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara ini, kesehariannya hidup sederhana bersama istrinya, Sri Hudawati.

Batman bercerita, namanya yang cukup unik itu tidak menjadi persoalan bagi dirinya. Dia mengaku tak pernah protes atau mengeluh atas nama yang diberikan kedua orangtunya bernama Towi dan Tinah itu.

“Saya tidak pernah protes. Dulu pernah saya tanya dan orangtua bercerita awal mula nama Batman. Kata bapak, beliau suka dengan Batman. Sedangkan ibu, suka dengan buah yang sudah sempat dimakan kelelawar,” terang Batman kepada MuriaNewsCom, Rabu (9/9/2015).

Sementara sang istri, Sri Hudawati menceritakan, banyak pengalaman yang menarik dari nama suaminya Batman tersebut. Terakhir, ketika Batman melakukan perpanjangan SIM C di Mapolres Jepara, sempat ditanyain nama itu asli apa bukan.

“Dulu, suami saya juga sering diejek teman-temannya. Karena, kalau Batman itu harus bisa terbang,” kata Sri setengah bercanda. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Percaya Atau Tidak, Batman Ternyata Asli Jepara

Batman menunjukkan idenditas diri yang terdapat di SIM (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Batman menunjukkan idenditas diri yang terdapat di SIM (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Siapa yang tak tahu dengan Batman. Kebanyakan orang pasti tak asing dengan nama itu. Tapi kita mengenal Batman sebagai nama tokoh film saja. Padahal, sejatinya Batman sejatinya merupakan warga Jepara. Tidak percaya?

Ya, Batman adalah warga RT 01 RW 01 Desa Ngabul,Kecamatan Tahunan, Jepara. Pria kelahiran 12 Agustus 1976 itu mengaku nama tersebut asli pemberian kedua orang tuanya sejak lahir. Kini Batman berprofesi sebagai karyawan mebel di sekitaran tempat dia tinggal.

”Nama saya asli Batman. Ini pemberian orang tua saya sejak dulu, bukan mengada-ada,” kata Batman kepada MuriaNewsCom, Rabu (9/9/2015).

Dari cerita yang dia dapatkan dari orangtuanya, dia diberi nama Batman karena orangtuanya penggemar Batman. Entah kala itu Batman seperti apa yang digemari orangtuanya pada kisaran tahun 1976 silam.
“Yang jelas, saya sendiri suka dengan Batman yang di televisi. Dia sosok pahlawan atau manusia super,” katanya.

Adanya nama Batman di Jepara ini menambah daftar deretan nama-nama unik yang ada di Kota Ukir. Karena, sebelum nama Batman,sebelumnya juga diberitakan ada nama unik, yakni N dan . (titik). (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Masih Saudara N, Namanya Tak Kalah Unik, Hanya Berupa Tanda Baca

Ali Masu’d menunjukkan identitas anaknya di buku rapor ketika di sekolah dasar yang menggunakan tanda baca "." (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ali Masu’d menunjukkan identitas anaknya di buku rapor ketika di sekolah dasar yang menggunakan tanda baca “.” (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Nama unik tak hanya ada pada Nwarga Dukuh Sidang RT 39 RW 08 Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Namun, adik N juga memiliki nama yang lebih unik. Dia hanya memiliki nama berupa tanda baca, yakni . (titik).

. (titik), kini duduk di bangku sekolah menengah pertama di Jepara. Ayah . (titik), Ali Mas’udi menceritakan, mulanya dia memberikan nama memang hanya tanda baca “.”. Bahkan, di akta kelahiran dan identitas sekolah dasar kala itu, juga menggunakan nama . (titik).

“Dulu di akta kelahiran dan identitas sekolah dasar menggunakan nama . (titik),” ujar Ali Mas’udi kepada MuriaNewsCom, Minggu (6/9/2015).

Menurutnya, ketika menghadapi ujian kelulusan sekolah dasar, nama berupa tanda baca titik, tidak terbaca oleh sistem komputerisasi, maka di kartu identitas diganti dengan kata, Titik.

”Beda dengan N yang tidak pernah protes, kalau adiknya dulu sering protes kenapa diberi nama titik yang ditulis dengan tanda baca, tapi setelah diganti dengan tulisan, ya sudah, tidak sering protes lagi,” kata Ali. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Alasan Orang Tua N Beri Nama Hanya Satu Huruf

N menunjukkan identitas diri pada kartu SIM. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

N menunjukkan identitas diri pada kartu SIM. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di Kabupaten Jepara, ada pemuda yang memiliki nama N. Nama tersebut bukan inisial, melainkan nama resmi yang tercatat di semua kartu identitas. N adalah anak pertama pasangan Ali Mas’ud dan Kismawati, warga Dukuh Sidang RT 39 RW 08 Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.

Ayah N, Ali Mas’udi menyampaikan, pemberian nama N bukan tanpa alasan. Dia mengaku memberikan nama tersebut atas saran dari kiai tempat dulu dia menimba ilmu agama. Dia disarankan untuk memberi nama anak diambilkan dari Alquran yang memiliki arti baik.

”Saya diminta Pak Kiai untuk memberi nama seperti yang ada di dalam Alquran. Saya ingat,  ada surat yang bagus, yakni surat Nun. Kemudian saya beri nama anak saya N. Kalau saya beri nama Nun kan kasihan nanti malah jadi ejek-ejekan,” ujar Ali kepada MuriaNewsCom, Minggu (6/9/2015).

Menurut Ali, mulanya banyak tetangga dan kerabat bertanya dan seolah tak bisa menerima nama N. Namun, seiring berjalannya waktu, nama N bagi warga setempat sudah tak asing lagi.

”Dulu kalau masuk rumah sakit petugasnya tidak percaya, masa nama kok N. Begitu juga dengan tetangga-tetangga banyak yang bertanya-tanya,” kata Ali. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

N Tak Pernah Protes dengan Nama Pemberian Ortunya

N menunjukkan identitas diri pada kartu SIM. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

N menunjukkan identitas diri pada kartu SIM. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Nama ibarat sebuah doa bagi seseorang. Ada banyak nama yang menggunakan bahasa yang panjang dan bahkan sulit untuk dieja. Namun, tak demikian dengan salah satu warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Dia memiliki nama yang sangat singkat, yakni N.

Meski nama tersebut berbeda dari kebanyakan nama seseorang, tapi N mengaku tak pernah protes pada orang tuanya yang telah memberikan nama yang hanya satu huruf tersebut. Bahkan, N mengaku tidak canggung dan minder bergaul dengan teman-temannya.

”Justru saya malah bangga dengan pemberian nama orangtua ini karena singkat dan mudah diingat oleh orang lain. Teman-teman juga biasa saja,” ujar N kepada MuriaNewsCom, Minggu (6/9/2015).

Sejak nama N disematkan pada dirinya, N hanya menemui kendala saat pengurusan pendaftaran atau regristasi di lembaga baru. Seperti proses pendaftaran kuliah atau pembukaan rekening bank. N tidak cukup sekali menjawab ketika ditanya atau disuruh menulis namanya.

”Kalau daftar di tempat-tempat baru, pasti ditanya sampai berulang-ulang. Seperti buka rekening bank, sehingga di belakang nama saya diberi nama orangtua,” kata N. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Namanya Cuma Satu Huruf, Warga Jepara Ini Raih Rekor MURI

N bersama ibunya, Kismawati menunjukkan sertifikat MURI (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

N bersama ibunya, Kismawati menunjukkan sertifikat MURI (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tak hanya di Kabupaten Pemalang saja yang punya warga dengan nama yang singkat dan unik yaitu D. Di Kabupaten Jepara, ada warga yang juga memiliki nama yang tak kalah simple, dia adalah N. Itu bukan inisial, tapi nama asli yang tercantum di semua identitas seorang pemuda di Dukuh Sidang RT 39 RW 08 Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

N adalah anak pertama pasangan Ali Mas’ud dan Kismawati. N merupakan pemuda jebolan sekolah tinggi di Semarang.

Menurut ibu N, yakni Kismawati, nama anaknya pernah tercatat sebagai nama terpendek di Indonesia pada tahun 2000 di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Nama yang singkat itu, awalnya membuat banyak tetangga dan kerabat Kismawati bertanya dan seolah tak bisa menerima nama N. Namun, seiring berjalannya waktu, nama N bagi warga setempat sudah tak asing lagi.

”Dulu memang banyak tetangga dan saudara yang terheran dengan nama N. Bahkan, ketika masuk rumah sakit, petugasnya tidak percaya, masa nama kok N,” ujar Kismawati kepada MuriaNewsCom, Minggu (6/9/2015). (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Dijamin Ngakak Jika Kamu Baca Nama Warga Blora Ini

Jashujan saat melihatkan identitas nama aslinya (MuriaNewsCom/Priyo)

Jashujan saat melihatkan identitas nama aslinya (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Ini beneran asli bin nyata. Nama-nama unik ternyata tersebar di Indonesia termasuk di Kabupaten Blora. Bahkan, nama ini tercantum di pelbagai tanda pengenal, seperti KTP, SIM dan lain-lain.

Setelah beberapa waktu lalu di Banyuwangi, Jawa Timur jagad dunia maya dihebohkan dengan adanya warga yang bernama Tuhan, kemudian di Palembang juga ada nama Saiton, kini di Blora ternyata juga ada nama unik.

Adalah warga Desa Sumberejo RT 01 RW 04 Kecamatan Randublatung, Blora yang memiliki nama unik, yakni Jashujan.

Pada tanda pengenal tertulis, Jas hujan lahir di Blorapada 27 Desember 1966. Bapak dua anak ini setiap harinya bekerja sebagai buruh bangunan.

Meski memiliki nama yang unik, namun menurutnya, rekan-rekannya bahkan tetangganya tidak tahu jika nama lengkap dirinya adalah Jashujan. ”Orang-orang biasanya hanya memanggil Pak Jas saja,” ungkapnya.

Naryo, salah satu pengawas proyek yang berada di lokasi Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong tempat Jashujan bekerja mengaku tak tahu jika salah satu karyawanya ada yang bernama Jashujan. Bahkan ia kaget bila ada anak buahnya yang memiliki nama unik itu. ”Saya kira namanya Jasmadi, sebab kami disini manggilnya juga Pak Jas dan tak mengecek nama lengkapnya,” katanya.

Karena orang-orang masih penasaran dan tak percaya, Jashujan kemudian mengelurkan SIM dari tasnya. Dengan gugup, dia menunjukkan identitas dari kepolisian setempat itu. Jelas sekali, dalam dokumen yang berwarna dasar putih itu tertulis namnya“Jashujan”. Dalam tanda pengenal tersebut, terlihat foto dirinya mengenakan kemeja biru.(PRIYO/KHOLISTIONO)