Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Unisbank Semarang Biar Lebih Kreatif

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara di kampus Unisbank, Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa berbagi pengetahuan soal bagaimana menjadi sosok kreatif, supaya mampu bersaing di dunia kerja. Sebab, kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang industri kreatif.

Hal itu dapat digali melalui potensi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kreativitas muncul ketika adanya ide-ide baru yang berbeda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, kreativitas tersebut akan melahirkan produk dengan nilai jual lebih.

“Kalian jangan hanya normatif, kuliah pulang dan seterusnya. Tetapi cobalah hidup lebih kreatif dan berpikir out of the box,” kata Musthofa saat jadi pembicara sekaligus motivator dalam diskusi panel ‘Membangun Industri Kreatif’ di hadapan 900-an mahasiswa baru Unisbank Semarang, Selasa (29/8/2017).

Musthofa bersama pembicara lain dari Exc. Vice President Telkom Jateng DIY Joko Raharjo, dan Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak.

Pemikiran yang tidak biasa harus diikuti dengan berbagai ide dan semangat untuk terus belajar mengembangkan kualitas diri. Kepercayaan diri dan membangun relasi adalah dua hal pendukung yang harus dibangun untuk meraih sukses. 

Lebih lanjut, Musthofa mencontohkan adanya sekolah animasi. Produk film animasi yang dihasilkan merupakan bukti bahwa siswa SMK pun bisa menghasilkan karya kreatif.

“Termasuk bordir Kudus juga saya kembangkan agar naik kelas dengan menggandeng desainer Ivan Gunawan,” lanjutnya.

Joko mengenalkan pada berbagai kesuksesan pada era digital ini. Sebagai salah satu industri digital, ini merupakan peluang kreativitas yang bisa digali dari siapapun termasuk dari mahasiswa.

 “Kami tidak salah mengundang pak Musthofa sebagai alumni Unisbank dan Pembina Forum UMKM Jateng untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa kami,” kata Hasan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Musthofa Minta Wartawan di Kudus Harus Bersertifikat

Bupati Kudus Musthofa dilibatkan dalam materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XV PWI Jateng di Graha Muria, Kudus, (25/8/2017). Bupati  Musthofa menjadi narasumber untuk materi wawancara doorstop. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus siap meningkatkan kualitas para wartawan di wilayah setempat. Mengingat, para wartawan adalah mitra pemerintah yang selama ini ikut serta membantu.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, wartawan harus bersertifikat. “Jangan sampai ada wartawan yang tidak bersertifikat di Kudus,” katanya saat pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XV PWI Jateng di aula Hotel Graha Muria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (25/8/2017).

Harapannya tahun depan UKW akan diadakan kembali. Biar, dalam bertugas, wartawan bisa menjadi lebih baik.

“Tahun depan harus ada lagi kegiatan seperti ini. Jangan sampai tidak ada. Kalau sampai tidak ada maka harus diadakan. UKW adalah kewajiban yang harus dilakukan pemkab,” ujarnya.

Menurutnya, karena UKW adalah kegiatan pendidikan, maka negara harus mendukung kegiatan pendidikan.

“Kegiatan ini juga jelas. Kalau ada level 1,2,dan 3, itu bisa diikuti semua. Jadi saat wartawan dimutasi di kota lain, ada kebangaan karena di Kudus telah mampu meningkatkan kualitas,” ungkapnya.

Alasan diadakan di Colo adalah mengangkat martabat wartawan lebih tinggi. Mengingat, kegiatan diadakan di pegunungan. Pada kegiatan ini, ada sekitar 21 peserta.  Terdiri 14 peserta muda, dan 7 madya.

Ketua PWI Jateng Amir Mahmud mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di Kabupaten Pati. Nantinya pada tahun ini akan dilanjutkan ke Semarang, dan selanjutnya ke Cilacap.  “Serta ada kegiatan lain yang akan diadakan tahun depan, “kata Amir.

Perwakilan PWI Pusat Hendro Basuki mengaku kegiatan semacam ini memang harus dilakukan. Sebab, pers adalah bisnis kata-kata, atau bisnis titik koma.

“Kalau titik koma saja salah, maka sama saja membuat produk yang cacat. Wartawan harus hati-hati dan cermat. Itulah perlunya diadakan uji Kompetensi Wartawan, “katanya.

Saat ini ada sekitar 6.600 orang wartawan yang telah mengikuti kompetensi semacam ini. “Mereka adalah wartawan yang sudah terlatih, “pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dai Perempuan Jateng Sepakat Dukung Musthofa jadi Gubernur 

Ketua Dai perempuan Jateng Rajimah Putri Sukandar (kacamata) saat menyatakan dukungan kepada Musthofa sebagai Gubernur Jateng kelak. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dai Perempuan Jawa Tengah menyatakan dukungannya kepada Musthofa, maju sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023. Diketahui, Musthofa berniat mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi ini. 

Rajimah Putri Sukandar, Ketua Dai Perempuan Jateng, menyatakan, pihaknya sepakat mendukung Musthofa maju menjadi gubernur.  Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya Dai Perempuan Jateng menggelar rapat.

“Rapat sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, tidak ada nama lain yang kami dukung selain nama Musthofa. Akhirnya kami mendukungnya,” kata Rajimah saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Kudus. Senin (14/8/2017).

Pihaknya juga meyakini jika dukungannya tersebut akan berbuah nyata. Menilik pilgub dulu, Dai perempuan pernah mendukung Bibit-Rusti. Dan nyatanya, Bibit-Rustri jadi. Kini, pihaknya ingin mendukung Musthofa. Pihaknya berharap, Musthofa mendapat rekomendasi dari dari DPP PDI Perjuangan.

Pihaknya optimistis jika dukungannya amat besar. Ditunjang dari jumlah anggota Dai Perempuan yang tersebar di Jateng. Jumlah anggotanya mencapai ribuan orang. Dai Perempuan Jawa Tengah saat ini tersebar di 26 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia sendiri melihat sosok Musthofa merupakan sosok pas jadi gubernur. Rajimah yang merupakan asli warga Jati, Kudus, telah merasakan kepemimpinan dua periode Musthofa.

“Pernah bupati datang ke kampung saya saat ada acara, beliau langsung menemui saya. Saat itulah, saya terharu lantaran mau menemui saya yang hanya warga kampung biasa,” ungkap dia.

Sementara, Putuanah, Sekretaris Dai Perempuan Kudus meengatakan, pihaknya memang sepakat mendukung Musthofa.

 

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus Asal Singocandi

Bupati Kudus Musthofa mengunjungi Muhammad Faril Khasan (5) di kediamannya, Jumat (11/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisool Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Muhammad Faril Khasan, bocah lima tahun warga Desa Singocandi RT 5/RW 2 Kecamatan Kota, penderita Hidrosefalus.

Tak tanggung-tanggung, biaya pengobatan tersebut akan ditanggung semuanya oleh pemerintah hingga sembuh. Hal itu disampaikan Bupati Kudus Musthofa, saat mengunjungi Muhammad Faril, Jumat (11/8/2017).

Bersama sejumlah pejabat, Musthofa juga menegaskan pengobatan Faril akan ditangani secara serius. Bahkan, jika harus berobat ke luar Kudus.

”Mudah-mudahan hanya satu saja penderita penyakit ini di Kudus. Penyakit ini merupakan penyakit yang langka. Karena itu semua biaya akan ditanggung oleh Pemkab Kudus, termasuk jika harus dirujuk ke luar kota,” kata Musthofa.

Baca Juga : Bocah Penderita hydrocephalus di Singocandi Kudus Ini Butuh Bantuan

 

Ia menyebutkan, untuk langkah pertama, pengobatan akan ditangani oleh RSUD Kudus. Jika pihak RSUD tak sanggup, pengobatan akan dilakukan di luar Kudus. Baik itu di Semarang, Solo, ataupun Jakarta.

”Nanti biar ada dokter yang mengecek kondisinya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang lama prosesnya. Apalagi sekarang Hidrosefalus adek ini sudah cukup besar,” ungkap dia. 

Selain memberikan tanggungan pengobatan, bupati Kudus juga memberikan sejumlah bingkisan kepada keluarga. Selain bupati, sejumlah kepala dinas juga membawa bingkisan yang diberikan kepada keluarga.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Ambil Formulir Pendaftaran Cagub Jateng di DPD PDIP, Ini Kata Musthofa Sebenarnya

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan kepada wartawan ihwal keseriusannya mencalonkan diri jadi cagub. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Secara resmi, pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang.

Bupati Kudus Musthofa pun menyambutnya dengan antusias. Musthofa mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur Jateng melalui PDIP di kantor DPD PDIP Jateng, Senin (24/7/2017). Pengambilan formulir tersebut dikuasakan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni.

“Ini merupakan bentuk keseriusan dari saya, dengan mengambil formulir. Minta doanya mudah-mudahan rekomendasi didapatkan,” kata Musthofa di Kudus.

Keseriusan itu ditunjukkan oleh Musthofa. Mengenai anggapan yang terlalu dini, Musthofa mengaku jika hal itu merupakan wujud keseriusannya.

Disinggung mengenai nama lain yang ikut meramaikan, kata bupati, itu hal wajar. Sudah menjadi hak bagi kader partai untuk bersaing memperebutkan rekomendasi. Termasuk juga dengan Gubernur Jateng Ganjar atau lainnya.

“Semuanya bebas, bisa jadi nantinya ada wali kota lain, bupati lain yang juga berminat karena itu hak. Tapi bagaimana kinerja saya di Kudus, itu sudah terlihat,” ucapnya.

Terkait dukungan, Musthofa mengklaim jika tidak sedikit warga wilayah Jateng yang mendukungnya. Hanya semuanya tetap mengacu pada aturan dan hasil survei yang diadakan.

Informasi yang dihimpun, pada saat pengambilan formulir pendaftaran, akan diserahkan satu bendel formulir dan buklet tentang pendaftaran bakal calon gubernur serta wakil gubernur.

Verifikasi berkas pendaftar akan dilaksanakan pada 12-19 Agustus 2017. Sementara  batas waktu melengkapi berkas persyaratan pendaftaran adalah 26 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor DPD PDIP Jateng.

Seluruh nama pendaftar bakal calon gubernur dan wakil gubernur akan menjadi bahan rapat pleno DPD PDIP Jateng untuk dilaporkan ke DPP sesuai ketentuan internal partai.

Editor : Akrom Hazami

Arti Idul Fitri Bagi Bupati Kudus Musthofa

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menganggap Idul Fitri adalah pencapaian dari sebuah kemenangan dan kebahagiaan. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dari menaklukkan musuh terberat manusia, yakni hawa nafsu.

Ini disampaikan Musthofa dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). Dalam khotbanya, Musthofa menyebut ajaran puasa sangat kompleks terhadap berbagai macam kemaslahatan.

“Antara lain yaitu menjaga agama, menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga akal, dan menjaga harta benda,” kata Mustofa yang menyebut khotbah kali ini sebagai khotbah wada’ (perpisahan).

Pasalnya, pada momen Idul Fitri tahun depan, Musthofa sudah rampung masa baktinya sebagai bupati Kudus.

Dalam proses puasa menurut dia, muara akhirnya adalah manusia muttaqin, sebagai puncak keimanan. Sedangkan output berpuasa adalah manusia berintegritas yang memiki kesalehan ritual dan sosial terhadap hubungan dengan sesama manusia.

Ia juga mengutif Surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebut bahwa manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Terbagi dalam berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

“Maknanya, di dunia tidak ada manusia yang bertahan hidup kecuali membutuhkan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai mahluk sosial tentunya manusia harus memiliki sikap toleran dan saling menghormati tanpa mencampuri urusan orang lain. Tetapi saling tolong menolong dalam kebaikan untuk kesejahteraan bersama.

“Ada dua modal dalam kebhinnekaan. Yakni nilai kearifan lokal dan toleransi umat beragama. Baik kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Tentu ini butuh komitmen bersama termasuk peningkatan kualitas pendidikan untuk meraih kesejahteraan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Mereka Berlomba-Lomba Nyanyi Mars PDIP di Kudus

Lomba-mars-PDIP e

Tampak suasana kemeriahan lomba paduan suara mars PDI Perjuangan di Kudus. 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP), antusias mengikuti lomba paduan suara, mars PDI Perjuangan di Taman Krida, Minggu (29/5).

Digelar pula festival band Banteng Music Festival. Dengan hadiah yang akan dibagikan totalnya mencapai Rp 60 juta.

Lomba digelar secara khusus menyambut datangnya Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Ketua DPC PDI Perjuangan Musthofa mengatakan, lomba paduan suara mars PDI Perjuangan bukan sebagai bentuk politisisasi. Meski banyak pimpinan SKPD hingga kepala desa banyak yang hadir dalam kegiatan tersebut, namun ini bukan berarti mereka harus ikut PDIP. ”Kegiatan ini bukan maksud kami untuk mem-PDIP kan masyarakat Kudus,” kata Musthofa.

Sebagai bupati yang dipilih rakyat, kata dia, dirinya lahir dari proses politik. Sehingga tidak salah jika kemudian kebijakan-kebijakan yang diambilnya didasarkan pada pertimbangan politik.

Saat ini, bukan saatnya masyarakat untuk dibodohi. Namun, masyarakat kini harus diberikan pilihan terbaik.

”Oleh karena itu, pada Hari Lahirnya Pancasila nanti, saya juga akan instruksikan seluruh instansi dan sekolah untuk menggelar upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami