Bupati Kudus Ambil Formulir Pendaftaran Cagub Jateng di DPD PDIP, Ini Kata Musthofa Sebenarnya

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan kepada wartawan ihwal keseriusannya mencalonkan diri jadi cagub. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Secara resmi, pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang.

Bupati Kudus Musthofa pun menyambutnya dengan antusias. Musthofa mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur Jateng melalui PDIP di kantor DPD PDIP Jateng, Senin (24/7/2017). Pengambilan formulir tersebut dikuasakan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni.

“Ini merupakan bentuk keseriusan dari saya, dengan mengambil formulir. Minta doanya mudah-mudahan rekomendasi didapatkan,” kata Musthofa di Kudus.

Keseriusan itu ditunjukkan oleh Musthofa. Mengenai anggapan yang terlalu dini, Musthofa mengaku jika hal itu merupakan wujud keseriusannya.

Disinggung mengenai nama lain yang ikut meramaikan, kata bupati, itu hal wajar. Sudah menjadi hak bagi kader partai untuk bersaing memperebutkan rekomendasi. Termasuk juga dengan Gubernur Jateng Ganjar atau lainnya.

“Semuanya bebas, bisa jadi nantinya ada wali kota lain, bupati lain yang juga berminat karena itu hak. Tapi bagaimana kinerja saya di Kudus, itu sudah terlihat,” ucapnya.

Terkait dukungan, Musthofa mengklaim jika tidak sedikit warga wilayah Jateng yang mendukungnya. Hanya semuanya tetap mengacu pada aturan dan hasil survei yang diadakan.

Informasi yang dihimpun, pada saat pengambilan formulir pendaftaran, akan diserahkan satu bendel formulir dan buklet tentang pendaftaran bakal calon gubernur serta wakil gubernur.

Verifikasi berkas pendaftar akan dilaksanakan pada 12-19 Agustus 2017. Sementara  batas waktu melengkapi berkas persyaratan pendaftaran adalah 26 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor DPD PDIP Jateng.

Seluruh nama pendaftar bakal calon gubernur dan wakil gubernur akan menjadi bahan rapat pleno DPD PDIP Jateng untuk dilaporkan ke DPP sesuai ketentuan internal partai.

Editor : Akrom Hazami

Arti Idul Fitri Bagi Bupati Kudus Musthofa

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menganggap Idul Fitri adalah pencapaian dari sebuah kemenangan dan kebahagiaan. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dari menaklukkan musuh terberat manusia, yakni hawa nafsu.

Ini disampaikan Musthofa dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). Dalam khotbanya, Musthofa menyebut ajaran puasa sangat kompleks terhadap berbagai macam kemaslahatan.

“Antara lain yaitu menjaga agama, menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga akal, dan menjaga harta benda,” kata Mustofa yang menyebut khotbah kali ini sebagai khotbah wada’ (perpisahan).

Pasalnya, pada momen Idul Fitri tahun depan, Musthofa sudah rampung masa baktinya sebagai bupati Kudus.

Dalam proses puasa menurut dia, muara akhirnya adalah manusia muttaqin, sebagai puncak keimanan. Sedangkan output berpuasa adalah manusia berintegritas yang memiki kesalehan ritual dan sosial terhadap hubungan dengan sesama manusia.

Ia juga mengutif Surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebut bahwa manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Terbagi dalam berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

“Maknanya, di dunia tidak ada manusia yang bertahan hidup kecuali membutuhkan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai mahluk sosial tentunya manusia harus memiliki sikap toleran dan saling menghormati tanpa mencampuri urusan orang lain. Tetapi saling tolong menolong dalam kebaikan untuk kesejahteraan bersama.

“Ada dua modal dalam kebhinnekaan. Yakni nilai kearifan lokal dan toleransi umat beragama. Baik kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Tentu ini butuh komitmen bersama termasuk peningkatan kualitas pendidikan untuk meraih kesejahteraan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Mereka Berlomba-Lomba Nyanyi Mars PDIP di Kudus

Lomba-mars-PDIP e

Tampak suasana kemeriahan lomba paduan suara mars PDI Perjuangan di Kudus. 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP), antusias mengikuti lomba paduan suara, mars PDI Perjuangan di Taman Krida, Minggu (29/5).

Digelar pula festival band Banteng Music Festival. Dengan hadiah yang akan dibagikan totalnya mencapai Rp 60 juta.

Lomba digelar secara khusus menyambut datangnya Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Ketua DPC PDI Perjuangan Musthofa mengatakan, lomba paduan suara mars PDI Perjuangan bukan sebagai bentuk politisisasi. Meski banyak pimpinan SKPD hingga kepala desa banyak yang hadir dalam kegiatan tersebut, namun ini bukan berarti mereka harus ikut PDIP. ”Kegiatan ini bukan maksud kami untuk mem-PDIP kan masyarakat Kudus,” kata Musthofa.

Sebagai bupati yang dipilih rakyat, kata dia, dirinya lahir dari proses politik. Sehingga tidak salah jika kemudian kebijakan-kebijakan yang diambilnya didasarkan pada pertimbangan politik.

Saat ini, bukan saatnya masyarakat untuk dibodohi. Namun, masyarakat kini harus diberikan pilihan terbaik.

”Oleh karena itu, pada Hari Lahirnya Pancasila nanti, saya juga akan instruksikan seluruh instansi dan sekolah untuk menggelar upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami