DPRD Kudus Mau Bantu Pengusaha Air Pegunungan Muria, Asal…

Ketua DPRD Kudus Masan (baju biru) saat mendengarkan keluh kesah pengusaha air pegunungan Muria di kantor dewan, Rabu.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menerima kedatangan pengusaha air pegunungan Muria, Rabu (30/8/2017). Dewan juga memberikan solusi kepada mereka. Diketahui, sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus. Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kudus Masan menemui mereka secara langsung. Masan meminta mereka memproses izinya terlebih dahulu. “Dalam surat tersebut sudah dijelaskan diminta mengurus izin. Ada item satu hingga sembilan yang harus dilengkapi. Kalau ada yang sudah mengurus izin minimal tujuh item saja, maka kami bisa membantu memintakan untuk memberikan kelonggaran,” katanya kepada pengusaha air di ruang komisi C DPRD Kudus.

Masan menilai tak sulit jika pengusaha air berniat mengurus izin. Termasuk mengisi pendaftaran di BBWS, mengusulkan izin, peta bangunan dan sebagainya. Hal itu hendaknya dipatuhi. Tugas DPRD adalah mengayomi masyarakat. Dewan mau mengayomi, dengan syarat pengusaha patuh aturan.

Menurutnya, semua pengusaha harus patuh sesuai prosedur. Dalam hal ini, soal pengurusan izin. Jika proses tak dilakukan maka itu sama saja menyalahi aturan. “Saya tunggu hari ini atau besok, bagi yang sudah mengurus dapat diserahkan ke ruangan saya. Kalau tidak ada, berarti belum mengurusnya,” ujarnya.

Masan menambahkan, sebenarnya para pelaku bisnis eksploitasi air pegunungan merupakan usaha yang mahal. Investasi yang dikeluarkan juga tak sedikit bahkan mencapai ratusan juta. Seperti membeli truk tangki saja, itu sudah memakan biaya ratusan juta. Begitu pula dengan hal-hal lainya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan

Bupati Kudus Peduli Petani Kopi Muria

Bupati Kudus Musthofa yang hadir dalam kesempatan tradisi wiwit di pegunungan Muria, Colo, Dawe, Selasa (8/8/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Petani kopi di pegunungan Muria, Colo, Dawe, mendapat perhatian serius dari Pemkab Kudus. Hal ini tampak saat tradisi wiwit yang dihelat di wilayah itu, Selasa (8/8/2017).

Bupati Kudus Musthofa yang hadir dalam kesempatan menuturkan, agar hasil panen kopi ini bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Tentunya berimbas pada peningkatan kesejahteraan terutama para petani.

Untuk mengoptimalkan hasil panen ini, Musthofa meminta dinas terkait dan masyarakat proaktif untuk bersama mengoptimalkan hasil panen kopi. Agar sejak proses tanam, panen, hingga pengemasan dan pemasaran bisa memberi hasil maksimal.

“Pemerintah atau negara wajib hadir untuk memfasilitasi optimalisasi hasil panen kopi ini,” kata Musthofa disambut wajah sumringah petani kopi.

Ada tiga OPD yang diminta memfasilitasi. Yakni Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Perdagangan. Ketiganya memiliki peran secara teknis mengoptimalkan hasil pertanian dan wisatanya.

“Termasuk objek-objek wisata produktif hasil diberdayakan. Apalagi kopi robusta di Muria ini selain potensi pertanian, juga sebagai wisata alam,” imbuhnya.

Momen ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD Kudus Masn dan sejumlah kepala OPD. Selain pula, hadir juga ratusan masyarakat setempat yang juga petani kopi yang hadir turut merasakan syukur atas hasil tanaman kopi pada tahun ini. Bersama Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH), mereka saling berbaur akrab.

Musthofa tanpa canggung menikmati nasi ‘kepungan’ bersama dengan masyarakat. Ini sebagai wujud syukur atas hasil bumi dan berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Editor : Akrom Hazami

KECELAKAAN GROBOGAN: Ini Identitas 4 Korban Tewas Bus Peziarah Asal Pati Vs Minibus

Sejumlah petugas kepolisian sedang melakukan identifikasi korban kecelakaan di ruang jenazah RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah petugas kepolisian sedang melakukan identifikasi korban kecelakaan di ruang jenazah RS Yakkum Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan memang membuat empat orang meninggal dunia. Selain itu belasan orang juga mengalami luka-luka. Semua korban, baik yang meninggal maupun terluka saat ini berada di RS Yakkum Purwodadi.

Korban meninggal yakni, Hamida Febri, 15, dan Ismail, 50. Keduanya warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Kemudian, Kyai Ngamun, 65, warga Tayu, Pati. Ketiganya merupakan penumpang yang berada pada bus yang terguling.

Sedangkan satu korban meninggal berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun, belum diketahui identitasnya. Kemungkinan, korban ini merupakan penumpang mini bus PO Lukita yang sempat ditabrak bus pengangkut rombongan peziarah tersebut.

”Ketiga korban meninggal itu merupakan rombongan kami. Sedangkan satu korban lagi tidak kami kenal karena bukan rombongan kami,” ujar beberapa rombongan peziarah yang selamat dan ikut mendampingi para korban di RS Yakkum.

Dari pantauan di RS Yakkum, terlihat sejumlah petugas kepolisian masih sibuk melakukan identifikasi di ruang jenazah. Disitu, ada empat orang jenazah korban kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, beberapa petugas juga masih sibuk mendata korban kecelakaan yang luka-luka. Hingga tengah hari tadi, sedikitnya sudah ada belasan korban luka yan dibawa ke rumah sakit tersebut.

Beberapa di antaranya ada yang mengalami luka ringan dan langsung diperbolehkan rawat jalan. Sedangkan korban yang luka cukup parah, sebagian besar ditempatkan di ruang perawatan Mangga untuk menjalani rawat inap.

”Semua korban kecelakaan sudah kita bawa ke rumah sakit. Mengenai penyebab kecelakaan belum bisa kita pastikan. Kita masih melakukan penyelidikan. Selain itu, kami masih perlu meminta keterangan dari sejumlah saksi,” katanya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

 

Beriklanlah di Media Online, Ini Keuntungannya

Logo Murianews Baru

 

KUDUS – Tahukah Anda, kini media informasi mengarah ke teknologi internet. Hal itu membuat media massa jenis online (media berjejaring) mendapatkan berkah yang wah.

Bahkan, boleh diakui atau tidak, jika perkembangan media online terus melaju pesat. Bahkan, di beberapa negara maju, episode media massa cetak telah berakhir. Di Indonesia, ada beberapa media massa cetak yang juga mengalami nasib serupa.

Ya, media online kini menjadi raja kecil yang segera menjadi memimpin. Dari sumber yang dihimpun dan diolah, media cetak mengalami penurunan penghasilan iklan dan advertorial karena kehadiran media online.

Pemilik produksi yang semula mempercayakan iklannya ke media cetak, kini berangsur beralih ke media online. Mereka memilih beriklan di media online tertentu jauh lebih menguntungkan, ketimbang ke media cetak.

Termasuk salah satunya di MuriaNewsCom. Salah satu portal berita terbesar di Keresidenan Pati, Jawa Tengah. Ada beberapa keuntungan yang jadi fakta. Yakni pembaca media online jauh lebih besar, jangkauannya sangat luas dan harga iklannya jauh lebih murah.

Khusus untuk advertorial, pemuatannya permanen. Jadi, selama website media bersangkutan masih hidup maka advertorial tersebut tetap ada.

Bahkan, tren iklan media online diprediksi akan terus meningkat, seiring dengan semakin banyak dan meluasnya jumlah pembaca. Jadi, tunggu apalagi. Beriklanlah di MuriaNewsCom sekarang juga. (AKROM HAZAMI)

Hubungi kami, info lebih lanjut atas nama Sundoyo Hardi

Whatsapp: 081 566 11108

PIN BBM:  51DBF741

Bagian Iklan:(0291) 424-8700

Email: iklan.murianews@gmail.com

Inilah Urutan Acara Kirab Parade Sewu Kupat Desa Colo

Taman Ceria Colo yang menjadi lokasi atau tempat finish Kirab Parade Sewu Kupat yang diselenggarakan Jumat (24/7/2015), dan dibuka oleh Bupati Kudus Musthofa pada pukul 07.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Taman Ceria Colo yang menjadi lokasi atau tempat finish Kirab Parade Sewu Kupat yang diselenggarakan Jumat (24/7/2015), dan dibuka oleh Bupati Kudus Musthofa pada pukul 07.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Kirab Parade Sewu Kupat yang diadakan setiap hari ke tujuh Lebaran di Desa Colo, Kecamatan Dawe, telah terkonsep matang. Acara tersebut diselenggarakan Jumat (24/7/2015), yang akan menyedot perhatian masyarakat Kudus maupun luar Kota Kudus. Lanjutkan membaca