Usai Kontes, Sepeda Motor Kece Ini Ditegur Polisi Magelang 

Polisi menegur pemilik sepeda motor modifikasi di Desa Kalegen, Polsek Bandongan, Kota Magelang. (polresmagelangkota.com)

MuriaNewsCom, Magelang – Polres Magelang terus melakukan penertiban ke seluruh sudut kota setempat. Termasuk juga, mereka melakukannya hingga pedesaan. Tak heran jika polisi kerap menemukan pelanggaran di desa.

Salah satunya adalah, ditemukannya kendaraan sepeda motor modifikasi. Namun, modifikasi yang dilakukan tidak mengindahkan aturan lalu lintas. Dalam hal ini, adalah kelengkapan bagian kendaraan yang diabaikan.

Brigadir Nawa Luki, Bhabinkamtibmas Desa Kalegen Polsek Bandongan Resor Magelang Kota memberikan imbauan dan pesan kamtibmas saat patroli sambang di Dudun Kalegen. Pihaknya menemukan kendaraan tersebut dan menegur pemiliknya.

Madi, warga Kalegen yang asyik mengendarai sepeda motor warna ungu dihentikan polisi. Dalam bincang singkatnya, Brigadir Nawa memberi imbauan kepada Madi untuk melengkapi bagian dari sepeda motornya yang kurang. Seperti halnya, kaca spion dan ban sepeda motor. Seban ban sepeda motor tak standar malah rawan mengancam pengendara.

“Lek Di, minta tolong nanti apa besok, kalau pas senggang, motornya dipasangi spion dan ban juga diganti yang standar demi keselamatan,” kata Nawa dikutip dari web resmi polres setempat.

Dengan senyum malu-malu, Mardi, menyanggupinya. Dalam waktu dekat,dia siap melengkapi kendaraannya biar nyaman dipakai, dan tak mengancam keselamatannya berlalu lintas.

“Iya pak Nawa, mohon maaf, kemarin itu motor saya ikutkan kontes jadi belum saya pasangi kelengkapannya,” kata Mardi dengan senyum malunya.

Editor : Akrom Hazami

Hari Pertama Pembebasan Denda PKB dan BBN II, Ratusan Warga Datangi Samsat Jepara

Warga mengisi formulir BBN II di Kantor Samsat Online Jepara, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewaCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bebas Bea Balik Nama (BBN) II, disambut antusias oleh warga Jepara. Pada hari pertama pelaksanaan (Senin, 21/8/2017) ratusan orang memadati Samsat Online Jepara untuk mengikuti program itu. 

Hal itu dikatakan oleh Ponidi Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jepara, Rabu (23/8/2017). “Hari pertama sekitar 300 orang datang ke samsat untuk ikut program tersebut, atau sekedar menanyakan informasi terkait hal itu,” katanya. 

Menurutnya, hal itu masih terbilang normal jika dibandingkan pemberlakuan program tersebut di tahun 2016. Pada tahun lalu, pihaknya hingga harus menyediakan tempat tambahan, untuk menampung antrean warga. 

Ihwal tersebut diamini oleh Kepala UPPD Jepara Endang Susilowati. Menurutnya, antusiasme warga untuk mengikuti program dari Pemprov Jateng itu terkait beberapa faktor. 

“Kalau tahun lalu, periode pelaksanaanya lebih pendek sehingga masyarakat ingin segera memanfaatkannya. Sementara kalau program ini kan cukup panjang, dari Agustus hingga 30 Desember untuk program BBN II. Sementara untuk pembebasan denda PKB sampai 30 November 2017. Selain itu, penyesuaian aturan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berpengaruh,” terang Endang. 

Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika antrean pemohon membludak. Endang mengungkapkan telah memaksimalkan seluruh karyawannya termasuk satpam dan cleaning service untuk dapat memberikan informasi terkait program tersebut. 

“Belajar dari tahun lalu, sebelum program ini dilangsungkan kami mengumpulkan semua karyawan. Harapannya jika antusiasme warga meningkat, satpam dan cleaning service bisa memberikan penjelasan mengenai program pembebasan dendan PKB dan BBN II. Kami juga sudah memberikan contoh formulir yang harus diisi oleh pemohon,” imbuhnya. 

Romi seorang warga pemohon BBN II mengatakan sengaja memanfaatkan program tersebut. “Ya ini balik nama sekalian mau ganti plat nomor,” ucapnya singkat, sambil meneruskan mengisi formulir permohonan.

Editor: Supriyadi

Duh…Lihat Teman Latihan Nyetir Mobil Malah Ketabrak Hingga Kakinya Patah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah peristiwa kecelakaan yang tidak sengaja terjadi di lapangan sepakbola Desa Pandanharum, Kecamatan Gabus, Grobogan. Seorang warga tertabrak mobil ketika sedang menyaksikan temannya latihan nyetir di dalam lapangan.

Korban yang tertabrak mobil diketahui bernama Nanang (54), warga Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Garut. Pria asal Jawa Barat ini merupakan seorang pedagang yang sudah seringkali menawarkan barang dagangan di wilayah Kecamatan Kradenan dan Gabus.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Nanang sedang duduk di atas sepeda motor di bawah gawang lapangan sebelah utara. Tidak jauh dari Nanang, ada satu temannya lagi Suwarlan yang juga duduk diatas sepeda motornya.

Sedangkan di tengah lapangan, temannya Sukarno sedang diajari nyetir mobil pikap oleh Winardi. Keduanya merupakan warga Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan.

Sebelum praktik, Sukarno sempat dikasih teori mengemudi terlebih dahulu. Setelah paham, baru dilanjutkan praktik nyetir.

Awalnya, praktik nyetir berjalan lancar. Bahkan, Sukarno terlihat sempat nyetir mobil mengitari lapangan sampai beberapa kali. Namun, di tengah latihan mendadak terjadi musibah. Saat dekat dengan gawang di bagian utara, mobil yang dipakai latihan itu tiba-tiba melaju kencang ke arah dua sepeda motor yang diduduki pengendaranya.

Melihat kejadian ini, Suwarlan bergegas melompat dari atas motor dan berusaha lari menghindar. Upaya serupa juga dilakukan Nanang.

Namun, tindakannya menghindar masih kalah cepat dengan datangnya mobil yang melaju kencang tersebut. Akibatnya, Nanang tertabrak mobil tersebut dan mengalami patah kaki serta luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Melihat kejadian ini, rekan-rekan Nanang langsung melarikannya ke Puskesmas Kradenan untuk mendapatkan pertolongan medis. Beberapa jam setelah dirawat, Nanang akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Gabus AKP Zainuri ketika dimintai komentarnya membenarkan peristiwa orang tertabrak mobil di tengah lapangan sepakbola tersebut. Menurutnya, peristiwa kecelakaan itu baru dilaporkan pada pihak kepolisian hari Sabtu (19/8/2017).

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan seputar kejadian itu.

“Selain itu, dua barang bukti kendaraan juga diamankan. Yakni, mobil Suzuki futura jenis pikap Nopol R 1624 QD dan motor honda beat Nopol K 2134 YZ. Sedangkan jenazah korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Asap Bikin Celaka Pemotor, Polisi dan Anggota Damkar Grobogan Dibikin Kalang-Kabut


Polisi menunjukkan kendaraan sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat asap di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah personel polisi dan anggota Damkar Grobogan dibikin sibuk, Senin (20/2/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. Gara-garanya, ada asap tebal yang menutupi jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan.

Asap tebal ini berasal dari tumpukan jerami di pinggir sawah di utara jalan raya yang dibakar petani. Kepulan asap tebal yang menutupi jalan sempat membuat seorang pengendara motor menabrak mobil yang ada di depannya karena pandangannya terhalang.

“Pandangan pengendara motor terbatas karena ada asap menutupi jalan raya. Kebetulan angin bertiup ke selatan sehingga asapnya mengarah ke jalan raya. Sepeda motor mengalami kerusakan tetapi pengendaranya tidak apa-apa,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Setelah ada pengendara motor yang celaka, warga sekitar langsung menghubungi pihak kepolisian. Lantara tumpukan jerami yang dibakar cukup banyak, polisi kemudian meminta bantuan pihak damkar untuk membantu pemadaman.

Dua unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman api sisa pembakaran jerami itu tidak bisa dilakukan sekejap. Butuh waktu hampir 30 menit.

“Tumpukan jerami yang dibakar cukup tebal dan tinggi. Jadi, butuh waktu juga untuk memadamkan apinya,” imbuh Panji.

Terkait kejadian itu, Panji mengimbau kepada petani untuk bersikap hati-hati saat melangsungkan panen. Yakni, tidak menaruh hasil panen di bahu jalan karena mengganggu arus kendaraan.

Selain itu, petani juga diminta tidak membakar tumpukan jerami dekat dengan jalan raya. Sebab, jika ada angin berhembus, asap pembakaran bisa menutup jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Saya minta petani jangan bakar-bakar jerami di pinggir jalan. Sebaiknya ditaruh ditengah sawah kalau mau dibakar supaya aman bagi semuanya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Shockbreaker Sepeda Motormu Tak Nyaman? Mungkin Ini Penyebabnya

Ahmad Maulana Ibrahim menjajal fungsi shocbreaker yang standar pada saat di bengkel kendaraan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ahmad Maulana Ibrahim menjajal fungsi shocbreaker yang standar pada saat di bengkel kendaraan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setiap pengguna kendaraan bermotor pastinya menginginkan modifikasi sepeda motornya terlihat mentereng. Baik itu modifikasi mesin atau juga bagian rangka. Khususnya yang terlihat mencolok ialah peninggian shockbreaker.

Pastinya peninggian shockbreaker akan tampak lebih gagah. Sehingga saat berkendara akan terlihat tinggi serta menungging.

Salah satu bengkel sepeda Motor Agus di Undaan mengatakan, biasanya bila shockbreaker ditambah anting shock, jadi terlihat gagah. “Tapi kegagahan tersebut juga akan mengganggu kenyamaan di saat berkendara. Khususnya bagi yang diboncengkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Agus, bila modifikasi itu lakukan maka akan menghilangkan fungsi dari shocbreaker yang sebenarnya. Yakni akan membuat ban terasa sering selip (ngesot-ngesot) serta terasa keras di saat perjalanan jauh dan ngebut.

Diketahui, sebelum shocbreaker itu dipasang anting shock atau peninggi, maka suspensi shocbreaker bagian belakang masih terasa lembut, dan empuk saat melewati jalan berlubang. Namun saat dipasang peninggi shockbreaker, maka pernya akan terasa keras. Bahkan tidak akan terasa pegasnya.

Hal senada juga diiyakan oleh Ahmad Maulana Ibrahim. Salah satu siswa Al Ma’ruf Kudus yang menganggap peninggian shockbreaker motor itu malah membuat tak nyaman. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Dealer Motor Baru Tak Ingin Kalah ‘Perang’ dengan Motor Bekas

 

Motor Honda (e)KUDUS – Peminat motor baru atau bekas memberikan andil dalam peningkatan penjualan motor di wilayah Eks Karesidenan Pati. Namun, dari segi jumlahnya peminat kedua motor ini berbanding jauh. Promo untuk motor baru lebih banyak digencarkan daripada motor bekas. Sehingga dengan promo tersebut, masyarakat lebih meminati motor baru ketimbang motor bekas. Lanjutkan membaca

Penjualan Motor Honda di AHM Kudus Meningkat Tajam

Penjualan sepeda motor di Marketing Astra Honda Motor Kudus saat ini mengalami peningkatan cukup tinggi. (MURIA NEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Pasaran penjualan motor Honda di wilayah Kudus meningkat tajam. Staf Marketing Astra Honda Motor Kudus Muhammad Ghufron mengatakan, peningkatan penjualan Mei lalu sampai 400 unit motor terjual. AHM Kudus ini mengharapkan bulan ini dapat terjual melebihi target bulan lalu.

Lanjutkan membaca