Mobil Polisi Wirosari Grobogan jadi Unik dan Bermanfaat bagi Korban Kekeringan

Polisi saat beraksi di dekat mobil yang didesain jadi lebih unik dan bermanfaat di daerah kekeringan di Wirosari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan cukup menarik terlihat dalam pelaksanaan drop air di wilayah Kecamatan Wirosari, Grobogan, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terkait dengan adanya mobil dinas Polsek Wirosari yang ikut dikerahkan untuk menyalurkan air bersih di daerah kekeringan.

Kendaraan dinas jenis pikap ini dilengkapi tandon air di bagian bak terbuka. Tandon air warna oranye ini kapasitasnya sekitar 1.000 liter.

Dengan adanya tendon air, kendaraan ini jadi punya dua fungsi sekaligus. Yakni, untuk kegiatan patroli sekaligus memberikan bantuan air bersih pada warga yang membutuhkan.

“Sebagian wilayah Wirosari selama ini memang masuk daerah rawan kekeringan. Oleh sebab itu, kami ingin berupaya membantu masyarakat di wilayah Wirosari yang sebagian mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau,” ujar Kapolsek Wirosari AKP Tony Basuki, Selasa (29/8/2017).

Menurut Tony, modifikasi mobil patroli untuk sarana penyaluran bersih tidak mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat lain, khususnya dalam hal pengawasan keamanan serta perlindungan masyarakat. Setelah, kegiatan drop air selesai dikerjakan, semua perlengkapan akan dikembalikan seperti semula. Jika dibutuhkan lagi, peralatan itu baru dipasang kembali.

Editor : Akrom Hazami

Begini Nasib Pencuri Mobil Permaisuri Raja Surakarta

Polisi menunjukkan mobil raja Solo yang dicuri adik permaisuri. (Foto: KBR)

MuriaNewsCom, Solo – Pencuri mobil milik permaisuri Keraton Kasunanan Surakarta berhasil diringkus Kepolisian Resor Kota Surakarta. Pelaku ditangkap di Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Senin, mengatakan pelaku yang mencuri mobil adalah W (45), warga Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

“Kami menangkap pelaku yang ternyata masih adik kandung dari korban, di rumahnya Desa Telukan Grogol Sukoharjo, pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Andy Rifai yang didampingi Kasat Reskim Kompol Agus Puryadi dikutip dari Antarajateng.com.

Selain itu, polisi saat melakukan penggeledahan di rumah pelaku ditemukan sejumlah barang bukti barang-barang yang ada di dalam mobil korban, ternyata disimpan di dalam tas milik tersangka di rumahnya.

Barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku antara lain STNK mobil atas nama KRAY. Adipati Pradapaningsih alamat Keraton RT 01/01 Baluwarti Pasar Kliwon Surakarta, plat nomor mobil AD 7220 AH, kunci mobil Pajero, sepasang spion, 12 keping CD, satu bungkus dupa, alat pengukur tekanan ban, plat nomor palsu AD 88 AR, dan lima buah sekring mobil.

“Barang barang ini, ditemukan di rumah pelaku. Padahal, barang-barang itu, sebelumnya tersimpan di dalam kotak dash board mobil milik korban,” katanya.

Menurut Andy, pihaknya mengungkap hilangnya mobil milik permaisuri tersebut berawal dari ada laporan kasus pencurian mobil milik korban saat di parkir Central Parkir Sasono Keraton Surakarta Baluwarti Solo, pada tanggal 3 Juli 2017.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan monitor CCTV yang dipasang di lokasi kejadian. Namun, alat CCTV ternyata sudah dimatikan oleh pelaku sebelum dia melakukan aksinya sehingga tidak terekam di monitor,” katanya.

Namun, mobil milik korban yang hilang telah ditemukan saat parkir di Jalan Martadinata di Pasar Gede Surakarta, pada tanggal 30 Juli 2017. Polisi langsung melakukan mengembangan dan mengarah ke pelaku.

Polisi setelah melakukan serangkaian penyelidikan berhasil mengungkap pelakunya, ternyata adik kandung  KRAY Adipati Pradapaningsih. Polisi melakukan penangkapan kepada pelaku di rumahnya pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB.

“Pelaku sempat mengelak perbuatannya. Namun, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku, akhirnya mengakui. Pelaku mengaku nekat mengambil mobil kakaknya karena faktor ekonomi,” katanya.

Pelaku mengaku selama mengambil mobil milik korban dengan mengganti plat nomor asli AD 7220AH dengan nomor palsu AD 88 AR untuk mengelabuhi agar tidak diketahui pemiliknya.

Andy mengatakan peristiwa kasus pencurian dalam keluarga tersebut, pihak korban setelah tahu pelakunya adik kandungnya kemudian mencabut perkara ini. Namun, polisi akan melakukan pendalaman kasus itu.

Atas perbuatan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 367 KUHP, tentang Kasus Tindak Pidana Pencurian, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Mobil Pikap Ini Langganan Diamankan Polisi Grobogan, Lho!

Polisi amankan mobil pikap yang mengangkut miras jenis ciu di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan berhasil mengamankan sebuah mobil pikap warna hitam saat melangsungkan razia rutin, Rabu (19/4/2017) dini hari. Gara-garanya, mobil pikap bernomor polisi AD 1693 JT kedapatan mengangkut puluhan jeriken berisi miras jenis ciu.

“Dalam kendaraan pikap ada 25 jeriken berisi miras. Totalnya, ada 750 liter. Selain itu kita juga menilang 25 pengendara yang melakukan pelanggaran,” kata Kasat Resnarkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fatah yang memimpin razia bersama Kasat Intelkam AKP Sutamto.

Setelah dipastikan muatannya berupa miras, mobil dan pengemudinya bernama Rif’an (46), warga Sukoharjo, dibawa ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan sopir, muatan ciu rencananya akan dikirim ke Jepara.

“Barang ini dari Bekonang, Sukoharjo. Rencana mau saya kirimkan ke daerah Bangsri, Jepara,” kata sopir kendaraan bermuatan ciu tersebut saat ditanya petugas.

Rif’an mengaku sekali antar pesanan dapat upah Rp 300 ribu. Selama ini, dia sudah tiga kali melintasi wilayah Grobogan untuk mengantarkan pesanan pelanggan.

Sementara itu, informasi yang didapat menyebutkan, beberapa waktu lalu, mobil pikap tersebut ternyata juga pernah diamankan saat razia daging gelonggongan, Sabtu (25/6/2016) lalu. Tepatnya, ketika berlangsung razia yang dilakukan tim gabungan dari kepolisian, dinas kesehatan serta dinas peternakan dan perikanan yang dilangsungkan di batas kota Purwodadi menuju Solo.

Sekitar pukul 02.00 WIB, mobil pikap bernomor AD 1693 JT yang ditumpangi dua orang itu sempat melintasi lokasi razia dari arah Solo menuju Purwodadi. Kendaraan tersebut kemudian dihentikan petugas. Mobil tersebut dinaiki dua warga Kabupaten Sukoharjo, yakni Agus selaku sopir dan Abdullah.

Setelah dihentikan, petugas kemudian memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan SIM pengemudi. Kemudian, petugas juga meminta agar terpal yang menutupi muatan dibuka.

Setelah dibuka terpalnya ternyata ada 31 jeriken yang masing-masing berisi 35 liter miras. Kalau ditotal, jumlah miras yang dibawa lebih dari 1.000 liter. Rencananya, miras itu akan dikirimkan pada pemesan yang ada di wilayah Godong, Grobogan.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang, Sedan Penyok Tertimpa Genting saat Diparkir di Samping Gedung Setda Grobogan

Sebuah mobil warna hitam yang diparkir di sebelah barat gedung Setda Grobogan mengalami kerusakan cukup parah di bagian atas setelah tertimpa genting, Sabtu (4/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebuah mobil warna hitam yang diparkir di sebelah barat gedung Setda Grobogan mengalami kerusakan cukup parah di bagian atas setelah tertimpa genting, Sabtu (4/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –Sebuah mobil warna hitam yang diparkir di sebelah barat gedung Setda Grobogan mengalami kerusakan cukup parah di bagian atas, Sabtu (4/1/2017). Hal ini terjadi, setelah ada beberapa genting bangunan gedung yang jatuh tepat menimpa bodi mobil merek Nissan warna hitam tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian, memang sedang berhembus angin cukup kencang di sekitar lokasi. Genting bangunan itu jatuh bukan lantaran terkena angin kencang secara langsung. Tetapi, disebabkan gesekan cabang pohon trembesi raksasa di sebelah barat gedung setda yang tertiup angin.

“Saat kejadian memang ada angin kencang yang berhembus padahal kondisi cuaca cukup cerah. Saat itu, saya mau ambil motor di bawah pohon trembesi dan tiba-tiba mendengar suara ‘brakk’ cukup keras. Setalah saya tengok ternyata ada genting yang jatuh menimpa mobil. Saya kebetulan sedang ada keperluan disini,” kata warga yang mengaku bernama Suherman ketika ditemui di parkiran setda.

Saat kejadian, lokasi setda sudah relatif sepi dan tidak banyak mobil yang parkir disitu. Soalnya, sebagian besar pegawai setda sudah pulang karena jam kerja pada hari Sabtu berakhir pukul 13.15 WIB. Belum diketahui, milik siapa mobil berplat hitam bernomor polisi K 8700 GF tersebut. Ada yang menyebutkan jika mobil itu milik salah satu PNS. Tetapi ada yang mengatakan jika kendaraan itu milik tamu yang sedang ada urusan di kantor setda.

“Saya tidak tahu mobil ini punya siapa. Soalnya, plat mobil warnanya hitam. Bisa milik PNS atau tamu yang sedang ada perlu disini,” kata beberapa PNS setda.

Editor :Akrom Hazami

Jepara Otomotif Association dan KPA Jateng Peringati Hari HIV/AIDS

Anggota Jepara Otomotif Association (JOA) saat memasuki finis Fun Rally We Care HIV/AIDS di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. (ISTIMEWA)

Anggota Jepara Otomotif Association (JOA) saat memasuki finis Fun Rally We Care HIV/AIDS di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah dan Jepara Otomotif Association (JOA) menggelar acara yang sangat unik dan menarik pada peringatan HIV/AIDS Dunia periode tahun 2016 ini, akhir pekan lalu.

Kerja sama kegiatan pada kesempatan ini dengan mengusung konsep Fun Rally We Care HIV/AIDS yang diselenggarakan dengan start di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan Finish di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

Selain KPAP dan JOA hadir dalam kesempatan ini dari beberapa jajaran dan lembaga baik pemerintah, pendidikan, lsm, swasta dan club / komunitas di Jawa Tengah. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain; Gubernur Jateng yang diwakili oleh Sekretaris KPAP Jateng Zaenal Arifin, perwakilan dari Pemprov Jateng, Rektor Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Prof Subyantoro, Sie P2 (Pengendalian Penyakit) & Sie. Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Pemerintah Kabupaten Jepara, KPA Kabupaten Jepara KPA Kabupaten Demak, Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus serta dukungan besar dari Komunitas Mobil Semarang (KOSMOS).

Start Fun Rally dengan pengibaran bendera oleh KPAP Jateng dengan pesan yang disampaikan bahwa KPA mengucapkan banyak terima kasih kepada para penggemar otomotif mobil. Dengan adanya kepedulian dan perhatian dari asosiasi otomotif kepada program pemerintah dengan model pemberdayaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini JOA sebagai penggagas acara yang digawangi oleh Ahmad Kholid menyampaikan bahwa acara Fun Rally We Care HIV/AIDS ini sebagai bentuk program Social Responsibility JOA kepada masyarakat.

“Fun Rally We Care HIV/AIDS ini diikuti oleh 402 orang peserta dengan 201 mobil dari beberapa klub / komunitas mobil di seluruh Jawa Tengah baik yang tergabung dalam JOA maupun KOSMOS, serta diikuti oleh beberapa partisipan dari non club,” katanya di rilis persnya.

Pada acara Fun Rally tersebut juga diisi dengan Kampanye HIV/AIDS oleh LSM ODHA Jepara, bazar dari UMKM dan lembaga sosial lainnya serta dari beberapa mitra kerja sama JOA; PT. Forisa, Hotel Dseason dan lainnya. Adapun acara ini ditutup dengan hiburan live music dan pengundian puluhan doorprize dengan grandprize sepeda motor yang dimenangkan oleh salah satu anggota dari club APV chapter Semarang.

Editor : Akrom Hazami

Zirang Daihatsu Kudus Kenalkan Great New Xenia

Ilustrasi Great New Xenia

Ilustrasi Great New Xenia

 

KUDUS – Tak perlu menunggu waktu lama bagi Zirang Daihatsu Kudus untuk melaunching wajah paling gres unit terlaris mereka, Xenia. Pada Sabtu (15/8/2015), diler yang berlokasi di Jalan AKBP R Agil Kusumadya Nomor 22 Kudus itu mengundang segenap keluarga setia Daihatsu untuk menghadiri launching Great New Xenia.
BM Zirang Daihatsu Kudus, Ahmad Syahid memaparkan keistimewaan andalan terbaru Daihatsu dalam rangka merebut hati pelanggan di area Kudus dan sekitarnya.

“Great New Xenia menggunakan teknologi mesin Dual VVT-i yang terdapat pada mesin anyar berkode 1NR, berkapasitas 1.3L. Sedangkan untuk pilihan mesin 1.0 L, masih mempertahankan mesin lawas,” ujar Ahmad.

Keunggulannya bukan hanya diklaim lebih irit dibanding mesin 1.3L lama tapi juga minim getaran, sehingga suara bising yang dihasilkan lebih rendah. Meski mesin lebih kalem, pada sekat antara ruang mesin dan kabin (firewall) dilapisi peredam lebih tebal. Hal ini menambah kesenyapan kabin. Selain itu saluran hisap juga didesain tidak berisik.

Daihatsu juga menambah sistem keamanan berkendara dengan disematkannya fitur dual SRS airbag, front seat belt with pretensioner & force limiter, new side impact beam, new window jam protection, rear parking sensor, serta immobilizer (tipe R, R Sporty), new corner sensor (tipe R Sporty, X Deluxe).

Soal kepuasan, Ahmad menjamin, Zirang Daihatsu Kudus akan mempertahankan tradisi 3S yang mereka berikan kepada pelanggan selama ini. “Tak luput juga layanan derek gratis selama jangka waktu tertentu. Dan jual kembali unit Daihatsu dengan harga yang relatif tinggi dibanding pasaran,” tutup Ahmad.
Pada kesempatan itu, Ahmad mempersilahkan tamu undangan untuk menjajal sensasi berkendara dengan Great New Xenia. (IQBAL NA’IMY/KHOLISTIONO)

Miliki Banyak Spesifikasi, Bengkel Ramai Pelanggan

Bengkel Slamet HM Auto Clean yang berlokasi di Jalan Prambatan 145 ini berfokus pada perbaikan AC dan Kelistrikan. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Bengkel Slamet HM Auto Clean yang berlokasi di Jalan Prambatan 145 ini berfokus pada perbaikan AC dan Kelistrikan. Dani, pemilik bengkel, mengatakan bengkelnya ini mempunyai banyak spesifikasi. Seperti perbaikan poweer steering, perbaikan mesin, AC, dan sebagainya. Namun, perbaikan yang paling diminati masyarakat adalah AC dan kelistrikan seperti power window, power steering, dan audio.

”Pelanggan paling banyak memasang audio dan perbaikan AC yang rusak,” ungkap Dani saat ditemui di bengkelnya.

Dani menjelaskan, dirinya menerima perbaikan mobil semua merek. Mulai dari pabrikan Jepang, Korea, maupun Eropa dapat dibenahinya. Namun, bukan berarti menemukan banyak kemudahan saat memperbaikinya. Kadang alat yang digunakan untuk memperbaiki tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga ia terpaksa membeli alat tersebut. Atau bahkan sering dipinjami oleh pelanggan yang kebetulan memiliki alat.

”Selain itu kesulitan lainnya yaitu desain perbaikannya. Beberapa mobil memiliki perbedaan,” ungkapnya.

Dalam mematok harga, Dani memberikan tarif murah yakni mulai Rp 40 ribu. Semua tergantung kerusakan mobil masing-masing pengguna. ”Kami buka setiap hari, kecuali hari Jumat,” pungkasnya. (HANA RATRI/TITIS W)

Branding Caleg yang Dipasang Pada Mobil Sulit Ditindak

PATI-Maraknya pemasangan stiker full block di mobil pribadi, mendapat tanggapan serius dari KPU Kabupaten Pati. Sebab, hal itu sudah dianggap memenuhi kriteria pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye (APK).
Meski demikian, KPU mengaku kesulitan dalam menindak dan menertibkan branding caleg yang dipasang secara penuh di mobil. Komisioner KPU Pati Umi Nadliroh mengatakan, banyak kendala yang harus dihadapi dalam penertibannya.
Karena selain tidak diam di satu tempat, mobilitas kendaraan pribadi tersebut juga tidak bisa diprediksi. Ini diperparah dengan kurangnya kesadaran dari para caleg, dalam melakukan pemasangan alat kampanye.

Lanjutkan membaca