Ratusan Botol Miras Disita dari Warung Sederhana di Sunggingan dan Purwosari Kudus

Polisi mengamankan ratusan botol miras dari dua warung di Kecamatan Kota, Kudus. (Tribratanewskudus)

Polisi mengamankan ratusan botol miras dari dua warung di Kecamatan Kota, Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warung kecil ternyata menjajakan miras di Kudus. Adalah warung milik Endang Tutiati di Desa Purwosari, dan warung milik Agus Suyanto di Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kamis (13/10/2016) malam.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan botol miras. Kapolsek Kota AKP Rahmawaty Tumolo mengatakan, pihaknya melakukan Operasi Pekat dengan sasaran miras.

Adapun pelaksanaan giat operasi dilaksanakan di 2 lokasi yakni di warung Endang Tutiati Desa Purwosari, dan warung Agus Suyanto Desa Sunggingan

“Hasil giat operasi pekat tersebut yakni menyita 272 botol miras,” katanya dikutip dari Tribratanewskudus.

Miras yang diamankan itu rinciannya adalah Angker Bir 12 botol, Anggur Merah 49 botol, Congyang kecil 12 botol, Putihan 24 botol aqua tanggung, dan Bir Bintang 73 botol.

Selanjutnya ada Anggur Kolesom 88 botol, Anggur Putih 4 botol, Bir Prost 7 botol, Arak Beras 1 botol, dan beras kencur 2 botol.

“Kepada penjual dilakukan pembinaan. Kegiatan berjalan lancar sampai selesai,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Panjat Tembok Gara-gara Bau Arak

Polisi menyita miras dari warga, di Kecamatan Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menyita miras dari warga, di Kecamatan Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi mengatakan, 11 jeriken berisi arak putih yang diamankan polisi diperoleh dengan cara tak mudah.

Dia menceritakan, awalnya petugas tidak menemukan adanya miras di kediaman Sujak (50), warga Desa Getas,Pejaten RT 2 RW 2. Namun keyakinan petugas membuahkan hasil, yakni setelah memanjat tembok tetangga, ditemukan 11 jeriken.

“Pemilik juga berdalih kalau bau yang muncul adalah bau tape busuk. Tapi petugas tidak bisa dikelabui dan terus mencari barang haram tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Pemilik dianggap cerdik menyembunyikan miras tersebut karena cara menyimpannya yang tidak biasa. Terlebih, tempat menyimpan arak putih itu di ujung kolam yang tersembunyi.

Berdasarkan data kepolisian, pemilik bukanlah target awal operasi. Namun dengan laporan warga, maka penindakan dilakukan. Pemilik juga selama bertahun-tahun aman dari penindakan lantaran caranya menyimpan yang cerdik.

Keterangan pemilik kepada polisi, arak putih itu nantinya akan diedarkan ke Kecamatan Jati. Barang diambil dari Purwodadi. Polsek Jati mengamankan ratusan botol miras dari rumah warga di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus, Rabu (28/9/2016) sore. Miras itu menjadi barang bukti dan nantinya akan dimusnahkan

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Jepara Ancam Pidanakan Penjual Miras

Proses sidang kasus miras yang memasuki persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Proses sidang kasus miras yang memasuki persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah memiliki personel penyidik sendiri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara kini mengancam memidanakan para penjual minuman keras (Miras) yang terjaring razia. Sejauh ini sudah ada dua orang yang diproses di pengadilan.

Satu di antaranya adalah Sunarso, warga RT 15/ RW 4, Kelurahan Ujung Batu, Kota. Sunarso dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) karena melanggar Pasal 6 ayat 1 Perda Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013 tentang larangan menjual minuman beralkohol. Setelah dilakukan penggrebekan di tokonya di kawasan Ujung Batu, Sunarso akhirnya disidang di Pengadilan Negeri Jepara, Rabu (30/8/2016) lalu.

Kepala Satpol PP, Trisno Santosa melalui Kasi Tubuntranmas, Anwar Syadat, menjelaskan, dalam proses hukum di pengadilan, Sunarso hanya didenda Rp 500 ribu subsider satu bulan kurungan dari tuntutan denda Rp 50 juta.

“Pelaku memilih membayar denda dari pada dikurung selama sebulan. Sebenarnya tipiring pada pelanggar perda sudah dua kali kami lakukan. Ini akan terus dilakukan hingga para penjual miras di Jepara memiliki efek jera. Agar mereka tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari,” ujar Syadat kepada MuriaNewsCom, Jumat (2/9/2016).

Menurutnya, meski saat ini denda yang diberikan ringan, lama kelamaan mereka akan kapok. Sebab, jika kembali diketahui lagi menjual miras, tentu denda akan lebih tinggi dan hukuman akan lebih berat.

Selain Sunarso, lanjutnya, dalam operasi yang digelar pada pekan lalu ini, petugas juga berhasil mengamankan miras milik Sugiyanti di kawasan terminal Jepara. Petugas berhasil menyita tiga botol anggur kolesom, dua botol kecil congyang, dan 20 botol bir angker.

Sementara dari kawasan TPI Rembulung, Kecapi, petugas berhasil menyita15 botol bir angker, dua botol congyang kecil, satu botol anggur merah, dan satu botol anggur kolesom.

Syadat menambahkan, dua penjual miras lainnya tersebut tidak ditipiring karena barang bukti yang disita sedikit. Mereka hanya diberi peringatan dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Editor : Akrom Hazami

Alami Gangguan Penglihatan, Rumah Nenek di Jepara Ini Dijadikan Tempat Penyimpan Miras

Petugas Satpol PP mengamankan miras dari   rumah nenek yang mengalami gangguan penglihatan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP mengamankan miras dari rumah nenek yang mengalami gangguan penglihatan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Berbagai cara dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyembunyikan perilaku melanggar aturan. Seperti yang terjadi di Desa Mambak Kecamatan Pakisaji, Jepara. Salah seorang warga menyembunyikan barang bukti minuman terlarang di salah satu rumah yang dihuni nenek yang memiliki gangguan penglihatan alias rabun.

Hal itu diketahui oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kabupaten Jepara saat melakukan razia. Satu target yang dirazia adalah rumah milik Ali yang diduga menyimpan Miras. Namun saat dirazia petugas tidak mendapatkan barang bukti.

Kemudian razia juga dilakukan di rumah yang ada di dekat rumah Ali. Satu rumah yang dihuni oleh Ngatemi, nenek yang memiliki gangguan penglihatan justru ditemukan barang bukti Miras. Namun, aparat menduga kuat bahwa Miras tersebut milik Ali.

”Ali sudah menjadi target operasi kami. Dugaan kuat barangbukti Miras ini milik Ali,” kata Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Kamis (2/6/2016).

Menurut dia, jarak antara rumah Ali dengan rumah tersebut sangat berdekatan. Setelah meminta keterangan sejumlah tetangga, rumah tempat menyimpan Miras tersebut diketahui milik Mintar, 45, warga RT 3 RW 4 Desa Mambak Kecamatan Pakisaji. Saat ditanya, barang bukti Miras tersebut milik siapa, para tetangga memilih bungkam. Sementara, Mintar sendiri saat Satpol PP datang tidak ada di rumah.

”Tetangga tidak tahu minuman itu milik siapa, sedangkan pemilik rumah tidak ada. Kuat dugaan minum-minuman itu milik Ali, karena dia sudah menjadi target kami,” ungkapnya.

Trisno menambahkan, ratusan liter Miras yang ditemukan dikemas dalam 10 jerigen besar dan beberapa botol air mineral berukuran 1 liter. Sebagain ciu masih asli, beberapa jerigen sudah dicampur dengan perasa siap edar.

”Minuman-minuman ini kami amankan ke kantor, sementara pemilik rumah besok secara resmi akan kami panggil datang ke kantor untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Ramadan, Miras masih Banyak di Grobogan

Aparat Polres Grobogan tengah mendatangi warung minuman untuk merazia miras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aparat Polres Grobogan tengah mendatangi warung minuman untuk merazia miras. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Makin dekatnya momen bulan puasa terus dimanfaatkan pihak kepolisian untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif. Salah satunya adalah melakukan razia terhadap peredaran minuman keras (keras) di sejumlah lokasi.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, kegiatan ini dilakukan mengantisipasi gangguan kamtibmas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.  Sebab sejauh ini, miras tersebut merupakan penyebab utama adanya pelanggaran keamanan dan ketertiban masyarakat.

”Sebagai antisipasi agar miras tidak beredar luas akan kami gencarkan razia setiap malam. Dari kegiatan selama beberapa hari ini, sudah ada ratusan botol miras yang kita amankan,” ungkap kapolres melalui Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Miras yang disita terdiri dari berbagai merek. Ada pula miras tradisional jenis arak dan minuman oplosan yang dikemas dalam dalam botol air mineral.

Ditegaskan, beragam jenis miras tersebut tidak memiliki izin edar. Bahkan beberapa di antaranya masuk kategori berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi.

“Beberapa tersangka yang jadi pengedar atau penjual miras, selanjutnya akan kami sidangkan di Pengadilan Negeri Purwodadi karena melanggar Perda Kabupaten Grobogan No. 15 Tahun 2014 Tentang ketertiban umum. Untuk razia miras ini akan kita lakukan sampai dengan pelosok pedesaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pedagang Miras Kudus Terancam Selama Ramadan

satpol e

Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil berjanji bakal memaksimalkan razia penyakit masyarakat saat bulan puasa nanti.

“Untuk memaksimalkan razia di bulan Ramadan, memang kita akan menyasar kepada minuman keras atau penyakit masyarakat lainnya yang ada di Kudus,” katanya.

Dia menilai, untukmenggelar kegiatan tesebut membutuhkan kinerja yang baik. Terlebih personel Satpol PP Kudus terbatas. Yakni hanya 73 orang.

Dari jumlah 73 orang tersebut, 18 personel di antaranya merupakan petugas lapangan. Jumlah itulah yang dituntut bekerja maksimal di lapangan. Termasuk menggelar razia.

“Kita akan memaksimalkan 18 personel yang ada di lapangan tersebut. Biar razia lancar. Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan pihak lain. Seperti halnya RT, RW, perangkat desa, kepala desa hingga pihak kecamatan. Supaya jajaran tersebut bisa membina masyarakatnya. semilsal tidak menjual minuman keras atau berbuat negatif selama bulan puasa,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Botol Miras Disita dari Warung di Kudus

Jpeg

Petugas Satpol PP memegang miras hasil sitaan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus menggiatkan razianya yang terkait dengan penyakit masyarakat.

Salah satu contoh yang dilakukan Satpol PP tersebut yakni merazia sejumlah warung, Senin (25/4/2016). Hasilnya, ratusan botol miras disita.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, pihaknya mendapatkan sebanyak 520 botol miras dari berbagai merek. Di antara warung yang dirazia di Jalam Niti Semito Sunggingan dan di Desa Tanjungkarang, Jati. “Dari warung di Jalan Niti Semito disita 347 botol. Di toko yang ada di Tanjungkarang disita 173 botol,” kata Halil.

Total yang disita dalam kegiatan saat itu sekitar 520 botol miras. Jumlah itu lebih banyak dari hasil sitaan di kegiatan lalu. Jumlahnya hanya 370 botol miras.

Satpol PP melakukan kegiatan berdasarkan Perda Nomor 12 tahun 2004 tentang Minuman Berakohol di Kudus. Mereka berharap, peredaran miras bisa ditekan.

Editor : Akrom Hazami

 

Pengurusan Izin Penjualan Miras di Blora Nihil

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Keinginan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mencegah beredarnya minuman keras (miras) di wilayah itu, diwujudkan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Peredaran dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Adanya perda itu diharapkan bisa menjadi upaya menegakkan aturan hukum untuk menindak peredaran miras di wilayah tersebut. Di dalam perda itu itu juga tercantum jika mini market atau hotel yang menjual miras harus memiliki izin resmi.

Terkait izin penjulan miras tersebut, hingga triwulan pertama 2016 ini, belum ada satupun minimarket maupun hotel berbintang yang ada di Blora mendaftarkan izin menjual miras.“Hingga tiga bulan pertama, belum ada yang mengurus perizinan penjualan miras,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Blora, Puwanto kepada MuriaNewsCom.

Di Blora sendiri, terutama Cepu, terdapat banyak hotel berbintang dengan mayoritas konsumen merupakan warga negara asing. Hal itu sangat tidak dipungkiri adanya peredaran miras. Namun, yang disayangakan, sampai saat ini masih belum ada satupun hotel yang mengurus perizinan penjualan miras.

Siswanto, Anggota Komisi A DPRD Blora mengatakan, minimarket dan hotel diminta patuhi aturan, yakni harus mengurus perizinan jika menjual minuman keras. Hal itu, agar tidak semua tempat dan toko bisa menjual miras secara sembarangan.

Selain itu, dengan mengurus perizinan, bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pihak berwenang, dalam hal ini Satpol PP dan BPMPP harus lakukan inventarisasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Biar Kapok, 52 Tersangka Miras Jepara Dilimpahkan ke Kejari

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan di acara pemusnahan miras dan barang bukti pelanggaran lainnya di mapolres. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan di acara pemusnahan miras dan barang bukti pelanggaran lainnya di mapolres. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pihak kepolisian dari Polres Jepara menggelar pemusnahan miras dan sejumlah barang bukti lainnya di mapolres setempat, Kamis (31/12/2015). Selain barang bukti yang dimusnahkan, tersangkanya akan diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Sedikitnya 52 orang tersangka miras telah diproses dan dilimpahkan ke Kejari Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, para tersangka tersebut dilimpahkan ke Kejari Jepara sebagaimana aturan yang ada untuk dilakukan proses lebih lanjut. Kasus-kasus tersebut memang harus ditangani secara optimal agar bisa membuat jera.

“Kami berharap, kasus miras di Jepara ini semakin lama semakin berkurang bukan semakin bertambah,” kata Samsu.

Harapan yang sama juga ditekankan Sekda Jepara, Sholih mewakili bupati menyatakan bahwa miras sumber dari segala kemaksiatan dan kejahatan. Pihaknya juga sangat mendukung adanya operasi dan pemusnahan secara terbuka. Hal ini merupakan salah satu aksi masyarakat dalam upaya menagajak untuk mengurangi miras maupun kejahatan di Jepara.

“Pemkab akan terus mendukung, bersinergi dengan polisi dan segenap pelaku kemananan serta pihak terkait dalam upaya pemberantasan miras,” kata Sholih.

Dia juga mengemukakan, termasuk dari sisi regulasi yaitu dengan dicetuskan Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang Minuman Keras serta Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Prostitusi. Yang intinya pelanggaran keduanya kena denda 50 Juta. Baik itu penjual, pembeli maupun pengguna untuk miras dan penjaja umum, mucikari maupun PSK untuk prostitusi.

“Perda ini sendiri telah berlaku efektif pada tahun 2013 dan diharapkan diharapkan benar-benar membuat efek jera bagi para pelaku,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Miras Sering Berbuntut Kriminal, Polisi Gembong Pati Akan Sikat Penjualnya

Seorang polisi dari Polsek Gembong tengah memegang dua botol miras hasil razia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang polisi dari Polsek Gembong tengah memegang dua botol miras hasil razia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kapolsek Gembong AKP Sugino memastikan akan menyikat habis minuman miras yang beredar di kawasan Kecamatan Gembong. Pasalnya, miras dinilai sebagai minuman yang memicu berbagai macam kejahatan seperti pemerasan, perampokan, pemerkosaan, perkelahian, dan tindak kejahatan lainnya.

“Kami memperingatkan kepada warung atau toko di wilayah Kecamatan Gembong agar tidak menjual miras. Kalau masih terus menjual, kami pasti akan sikat habis,” ujar Sugino saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Sabtu (14/11/2015).

Secara khusus, pihaknya akan gencar merazia miras di kawasan wisata Waduk Gunung Rowo. Pasalnya, kawasan itu saat ini banyak dijadikan pengunjung untuk menenggak miras yang diperolehnya dari warung setempat.

“Dari hasil operasi yang pernah kami lakukan, miras yang dijual di kawasan wisata sebagian besar dikonsumsi pengunjung,” imbuhnya.

Sejumlah kasus perkelahian di kawasan tersebut, kata dia, dipicu karena menenggak miras. Karena itu, pihaknya akan melakukan antisipasi tindak kejahatan yang berawal dari miras. “Kami tegaskan, kami akan sikat habis miras di kawasan Gembong,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Penikmat Miras, Awas Jelang Akhir Tahun Polisi Mulai Mengancammmu

operasi miras

Jajaran Polsek Gembong mengamankan puluhan miras dari kawasan wisata Waduk Gunung Rowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polsek Gembong, Pati akan meningkatkan operasi minuman keras di wilayah hukum pada akhir tahun mendatang. Hal itu diharapkan bisa menekan angka kejahatan yang ditimbulkan dari miras.

“Menyongsong tahun baru pada akhir tahun ini, biasanya miras digunakan untuk pesta. Sebelum hal itu terjadi, kami akan melakukan operasi di wilayah hukum kami, yakni Gembong,” ujar Kapolsek Gembong AKP Sugino kepada MuriaNewsCom, Sabtu (14/11/2015).

Saat ini saja, kata dia, puluhan botol miras sudah diamankan dari operasi yang digelar di kawasan wisata Waduk Gunung Rowo. “Kami baru saja mengamankan puluhan botol dari operasi yang kami lakukan di rumah-rumah warga yang sengaja menyediakan minuman setan di kawasan wisata,” imbuhnya.

Ia mengaku, pihaknya banyak mendapatkan aduan dari masyarakat terkait keberadaan miras di kawasan wisata Waduk Gunung Rowo. Karena itu, pihaknya akan menertibkan kawasan itu dari miras yang sudah meresahkan masyarakat. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

6.068 Botol Miras di Pati Dimusnahkan

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Forkopinda Kabupaten Pati melibatkan tokoh agama memusnahkan 6.068 miras di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI –  Jajaran Polres Pati dan Satpol PP Pati memusnahkan sebanyak 6.086 minuman keras yang diperoleh dari hasil razia sejak Januari hingga Juni 2015 di Alun-Alun Pati, Kamis (9/7/2015).

Hal tersebut sebagai bentuk upaya penegak hukum di Pati untuk menekan tingkat kejahatan yang diawali dengan minuman beralkohol. Terlebih, Polres Pati saat ini tengah mengintensifkan razia miras menjelang Lebaran.

Selain miras bermerek terkemuka, miras tradisional seperti ciu dan gingseng juga dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat (stoom wall). Pemusnahan miras tersebut dihadiri dari pihak Kodim 07118 Pati, DPRD Pati, Kementerian Agama Pati, serta jajaran Forkopinda dan tokoh masyarakat.

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho HP mengatakan, pemusnahan miras tersebut merupakan tindak lanjut dari 27 kasus tindak pidana ringan di Pati yang diakibatkan menenggak miras. “27 kasus tipiring di Pati dalam beberapa bulan terakhir, akibat dari pengaruh miras,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Kasatpol PP Suhud mengatakan, pemusnahan miras juga menjadi tugas Satpol PP untuk mengawal dan menegakkan Perda Pati Nomor 6 Tahun 2015 tentang Larangan Peredaran Miras di tingkat pengecer.

“Dari miras, banyak kejahatan bermunculan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemukulan, hingga tindak pidana ringan lainnya. Miras itu jelas minuman setan. Kami akan tegas memberantas miras,” kata Suhud. (LISMANTO/SUWOKO)

Dua Pekan, Polres Blora Amankan Ratusan Miras dan Petasan

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

Sejumlah personel gabungan saat melakukan operasi pekat di Blora.(MURIANEWSCOM/PRIYO)

BLORA – Hingga hari ke-13 bulan Ramadan, jajaran Polres Blora berhasil mengamankan 183 miras berbagai merek. Hasil itu diperoleh dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polres, TNI, dan Satpol PP.
”Ratusan miras ini kami dapatkan dari warung, tempat hiburan malam, dan karaoke. Masing-masing tempat jumlahnya berfariasi. Karena itu, operasi pekat ini akan terus kami galakkan hingga akhir Ramadan,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, Selasa (30/6/2015). Lanjutkan membaca

Razia Pekat, Petugas Temukan PK di Bawah Umur

f-PK (e)

Salah satu pemandu karaoke dibawah umur saat dibawa petugas (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA- Petugas gabungan dari Polres Blora, Satpol PP dan TNI kembali melakukan razia pekat pada Selasa malam hingga Rabu dini hari,di sejumlah kafe dan karaoke yang disinyalir masih nekat buka pada bulan Ramadan ini, dan masih menjual minuman keras. Lanjutkan membaca

Duh, Penjual Miras Berupaya Kelabuhi Petugas dengan Termos

Satpol PP Jepara menggerebeg warung milik Sofiatun yang menyediakan Miras di sing bolong di bulan Ramadan, Senin (22/6/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

Satpol PP Jepara menggerebeg warung milik Sofiatun yang menyediakan Miras di sing bolong di bulan Ramadan, Senin (22/6/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Meski sudah memasuki bulan suci Ramadan, tak membuat penjual Minuman Keras (Miras) berhenti menjual minuman haram tersebut. Kali ini, salah satu penjual makanan yang juga menyediakan Miras di Desa Bangsri digerebeg Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara. Pemilik warung bernama Sofiatun kali ini tak berhasil mengelabuhi petugas dengan menggunakan termos seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya. Lanjutkan membaca

Satpol PP Tingkatkan Penindakan Miras di Kudus

ILUSTRASI

ILUSTRASI

KUDUS – Meski sudah merazia miras pada awal puasa kemarin, namun upaya tersebut masih dinilai kurang. Sehingga pada bulan puasa ini, dipastikan bakal lebih dalam menindaknya.
Hal itu disiapkan kepala satpol PP Kudus Abdul Halil kepada Murianews.com. Menurutnya, meski sudah mendapatkan puluhan botol miras, namun dia meyakini masih banyak yang menjualnya.
”Kami akan terus melakukan razia, kami yakin masih banyak yang menjualnya, sehingga perlu kami tindak. Khususnya pada bulan puasa ini, ketenteraman masyarakat harus diutamakan,” kata Halil, kepada Murianews.com.
Menurutnya, beberapa lokasi sudah menjadi incaran Satpol. Hanya, beberapa ada yang buka siang dan beberapa lainnya pada malam hari. Untuk itu, bakal dilakukan penindakan serupa pada siang maupun malam hari.
”Kita terus melakukan penindakan. Sebab jelas itu sudah melanggar aturan dan sudah menjadi tugas kami dalam menindaknya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ramadan Tiba, Satpol PP Pantau Peredaran Miras di Pati

Kasatpol PP Pati Suhud menunjukkan miras yang berhasil dirazia menjelang Ramadan. Selama Ramadan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap peredaran miras di berbagai daerah, baik di toko maupun warung. (MURIANEWS/LISMANTO)

Kasatpol PP Pati Suhud menunjukkan miras yang berhasil dirazia menjelang Ramadan. Selama Ramadan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap peredaran miras di berbagai daerah, baik di toko maupun warung. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Ramadan tinggal satu hari lagi. Kendati sudah melakukan razia di sejumlah titik, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati akan memantau peredaran minuman keras di berbagai daerah. Lanjutkan membaca

Polres Tingkatkan Operasi Miras

Sebuah alat berat menghancurkan ribuan botol miras hasil penindakan Polres Kudus selama satu tahun di Alun-alun Kudus. (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Meski sudah memusnahkan ribuan miras pada Jumat (12/6/2015), Polres Kudus nampaknya kurang puas jika tetap biasa saja dalam menanggapinya. Kedepan, Polres Kudus bakal meningkatkan operasi miras.

Lanjutkan membaca

Bupati Harapkan Penindakan Miras Meningkat

Sebuah alat berat menghancurkan ribuan botol miras hasil penindakan Polres Kudus selama satu tahun di Alun-alun Kudus. (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Kegiatan pemusnahan miras yang dilakukan Polres Kudus Jumat (12/6/2015), merupakan puncak dari penindakan yang dilakukan aparat kepolisian. Bagi Bupati Kudus Musthofa, pemusnahan semacam itu sangat didukung dan diharapakan meningkat.

Lanjutkan membaca

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan Pagi Ini

Sebuah alat berat disiapkan untuk menghancurkan ribuan botol miras hasil penindakan Polres Kudus selama satu tahun. (MURIANEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Ribuan botol miras berbagai merk, pagi ini dimusnahkan aparat kepolisian Resort Kudus. Pemusnahan miras tersebut, merupakan hasil dari penindakan Polres Kudus selama satu tahun.

Lanjutkan membaca

Miras Oplosan Bisa Butakan Mata

ILUSTRASI

GROBOGAN – Minuman oplosan yang dikonsumsi Catur Budi Harsono ternyata memiliki efek yang dahsyat. Dari hasil pemeriksaan petugas terhadap jasad korban diketahui kalau efek yang ditimbulkan dari minuman oplosan tersebut telah merusak jaringan saraf matanya. Selain itu, minuman berbahaya itu merusak fungsi limpa peminumnya.

Lanjutkan membaca

Besok, Penjual Miras Ditipiringkan

Pemilik toko yang tertangkap kedapati menjual miras, dilaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal tipiring. Kedua penjual tersebut, melanggar perda di Kudus tentang hal miras. (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Pemilik toko yang tertangkap kedapati menjual Miras, besok dilaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal Tipiring. Kedua penjual tersebut, melanggar perda di Kudus tentang hal miras.

Lanjutkan membaca

Ratusan Botol Miras Disita Dari 2 Toko

Ratusan botol miras, diamankan oleh petugas Satpol PP Senin (25/5/2015). Ratusan miras tersebut, diamankan dari dua toko yang dilakukan razia. (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Ratusan botol minuman keras (miras), diamankan oleh petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Senin (25/5/2015). Ratusan miras tersebut, diamankan dari dua toko yang dilakukan razia.

Lanjutkan membaca

Perda Tak Direvisi, Pemberantasan Miras Bisa Mandul

Disperindag melakukan sidak di salah satu pasar swalayan di Pati, Kamis (7/5/2015). Saat ini, Disperindag tengah mengusulkan anggaran ke TAPD terkait dengan penyesuaian Perda Miras dengan Permendag Nomor 6 Tahun 2015. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati mengusulkan agar penyesuaian Perda Nomor 22 Tahun 2002 yang mengatur tentang miras disesuaikan dengan Permendag Nomor 6 Tahun 2015.

Lanjutkan membaca