Miras Bernilai Ratusan Juta Diamankan dari Toko di Kaliwungu Kudus

Petugas Satpol PP saat mengamankan miras dari salah satu toko di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Satpol PP Kudus menyita ribuan botol minuman keras (miras) bernilai ratusan juta dari salah satu toko, di Dukuh Gadon, Desa Mijen, RT 04 RW 5, Kecamatan Kaliwungu, Senin (31/7/2017).

Pemilik toko itu adalah Deni Syaiful Amri (23). Petugas menemukan miras di gudang khusus miliknya. “Ada sekitar 2,7 ribu botol yang kami amankan. Jumlahnya kisaran ratusan juta rupiah. Ada beberapa banderol harga miras yang harganya cukup tinggi,” kata Kasatpol PP Djati Solechah di Kudus.

Djati mengungkapkan, toko yang digerebek itu sudah dipantau sejak lama. Begitu informasi masyarakat diterima Satpol PP, pihaknya langsung bereaksi.

Awalnya, pemilik menyimpan rapat miras. Saat petugas tiba di lokasi, mereka tak mendapati miras. Tokonya cukup besar. Namun petugas curiga dengan isi rumah. Hasilnya, Satpol PP menemukan miras di gudang rumah.

Editor : Akrom Hazami

 

Ibu Penjual Miras di Besito Kudus Terus Membandel

Petugas mengamankan miras dari toko milik Nuryati di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penjual minuman keras (miras) Nuryati (54), warga Desa Besito RT 7 RW 7, Gebog, Kudus, benar-benar tak kapok berurusan dengan Satpol PP setempat. Satpol PP kembali mengamankannya, di toko milik Nuryati, pada Rabu (5/7/2017). Padahal beberapa waktu lalu, pemilik toko telah terjerat kasus tersebut.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah menuturkan, pihaknya bereaksi setelah adanya laporan keresahan warga ihwal penjualan miras. Satpol PP segera menindaklanjuti ke lokasi. Hasilnya, petugas mendapati botol miras dalam jumlah besar disimpan di toko milik Nuryati.

“Ada lebih dari 50 krat yang kami amankan. Miras tersebut terkumpul dari berbagai jenis dan merek dengan kadar alkohol yang berbeda-beda,” kata Djati saat melakukan penindakan di lokasi.

 

Dari catatan Satpol PP,  pemilik toko sudah dua kali terjerat persoalan soal penjualan miras. Pertama pada 2010 lalu, yang bersangkutan sudah diproses tipiring. Kemudian perkara kembali terulang saat 2014 lalu, dan kembali dilakukan tipiring. Kini, perkara kembali terulang dengan kasus serupa.

Sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, pemilik atau penjual akan dipanggil terlebih dahulu, guna pemeriksaan lebih lanjut  “Sebenarnya tempat penjualan miras sudah beberapa kali diwaspadai,  karena beberapa kali pula kedapatan,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, aktivitas penindakan berlangsung lancar. Aksi juga menjadi perhatian masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Razia Pekat di Margoyoso, Polisi Amankan 2 PK dan 3 Pemabuk

Polisi merazia salah satu warung yang menjual miras di Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso kembali melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) ke sejumlah daerah di Kecamatan Margoyoso. Dalam razia tersebut, dua pemandu karaoke (PK) dan tiga pemabuk diamankan.

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mengatakan, operasi cipta kondisi dengan sasaran premanisme dan pekat tersebut dalam rangka mewujudkan situasi yang aman menjelang Lebaran. “Ada dua tempat yang kami razia, yaitu warung milik Dakir di Desa Purwodadi dan warung milik Suharto di Sidomukti,” ujar AKP Sugino, Jumat (23/6/2017).

Di warung Suharto, polisi mengamankan dua wanita yang diduga berprofesi sebagai PK. Keduanya adalah PM (29) dan AS (18), warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil.

Sementara di warung Dakir, polisi menciduk tiga pemuda yang sedang menenggak miras. Ketiganya adalah S (23), ZA (18), dan NZ (17), warga Desa Purwodadi, Margoyoso.

Ketiganya dalam kondisi mabuk, usai mengonsumsi miras. “Kelima orang hasil operasi cipta kondisi kami amankan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tuturnya.

AKP Sugino mengimbau kepada warga Margoyoso untuk tidak sekali-kali membeli dan menenggak miras. Selain bersifat racun untuk tubuh, miras menjadi pintu awal tindak kejahatan seperti perkelahian, pembunuhan, hingga pemerkosaan.

Salah satu kasus pemerkosaan di Margoyoso, pelaku mencekoki korban menggunakan miras yang dibeli dari warung Dakir. Setelah dicekoki miras, korban yang masih di bawah umur diperkosa.

Dia berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di Margoyoso. “Jangan ada korban-korban lainnya dari miras. Kami ajak pemuda di Margoyoso untuk bersatu, mengikuti nasehat para kiai untuk mengatakan tidak pada miras,” tandas AKP Sugino.

Editor : Kholistiono

Sudah Pernah Ditangkap Polisi, Sutarno Masih Tak Kapok Jualan Miras

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri) memegang miras yang diperdagangkan oleh Sutarno (kaus biru). Dari tangan tersangka disita ratusan liter alkohol dan juga produk oplosan yang diakui sebagai ‘jamu’. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sutarno (54) rupanya tak kapok berbisnis khamar alias minuman keras. Ia kembali tertangkap petugas Satreskrim Polres Jepara, karena membuat ramuan ‘jamu’ berbahan ciu dan alkohol. 

Setelah dikenai pidana tipiring, Januari lalu, ia kembali digelandang ke Mapolres pada Senin (19/6/2017) siang. Bersamanya, disita tiga jeriken berisi ciu, sebanyak 24 botol besar miras oplosan dan puluhan botol bir merek Prost. Selain itu, adapula puluhan botol plastik sebagai wadah oplosan. 

Sutarno yang warga Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo itu, mengaku sudah tiga tahun melakoni bisnis miras. Dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi untung sebanyak Rp 12 juta. 

Ia mengaku pasokan miras didapatnya dari Bekonang. “Sebulan sekali dapat pasokan dari wilayah itu. Sekali kirim bisa 10 drum (jeriken),” katanya. 

Setelah mendapat pasokan miras, ia kemudian mengoplosnya dengan susu, telur dan madu. Adapula yang dicampur dengan minuman penambah energi. 

Untuk ukuran botol besar (1 liter) dijualnya dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan kemasan kecil Rp 25 ribu. Adapula yang ditawarkan dengan harga Rp 35 ribu. 

Ditanya mengenai rahasia racikan, Sutarno mengaku sempat belajar darj seorang pedagang miras lain. Berbekal ilmu tersebut, ia kemudian mencoba peruntungan di dunia minuman keras. 

“Saya jualnya ke pekerja dan anak-anak muda. Kalau untuk kalangan remaja saya tidak berani menjualnya. Kalau pasokan ini saya buat nanti pas waktu lebaran,” kata dia. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebut, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga. Kegiatan itu juga merupakan operasi kepolisian yang ditingkatkan selama Ramadan dan menjelang Lebaran, sesuai instruksi Kapolda Jateng. 

“Dengan tertangkapnya tersangka, kami harap dapat mengurangi pasokan minuman keras nanti pada malam lebaran,” ucap Kapolres Jepara. 

Namun demikian, Kapolres merasa prihatin akan hukuman tindak pidana ringan yang dikenakan bagi tersangka, karena dirasa terlalu ringan.

Editor : Kholistiono

Bupati Jepara Prihatin Anak SD Konsumsi Miras

Pemusnahan Barang bukti miras sitaan Polres Jepara, menggunakan stoomwals, Jumat (26/5/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memusnahkan ribuan barang bukti minuman beralkohol, Jumat (26/5/2017). Total ada 1.517 miras dalam botol dan 3.596 liter ciu serta oplosan yang dimusnahkan, di halaman belakang Mapolres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, minuman beralkohol tersebut didapat selama kurun waktu seminggu. Menurutnya, operasi ini merupakan instruksi dari Kapolda Jateng.

“Kegiatan operasi miras oleh polisi ditingkatkan, dalam kurun waktu satu minggu kami bisa menyita ribuan miras dalam botol. Kita juga berfokus pada minuman keras yang tak ada izin edar dari BPOM, yang dijual dalam bentuk literan dan tidak jelas takarannya,” tutur Kapolres Jepara.

Menurutnya, baik miras pabrikan dan literan sama-sama berbahaya. Namun jika dilihat dari tingkat fatalitas, miras oplosan perlu lebih diwaspadai. Hal itu mengingat dalam proses pembuatannya tak ada standar yang dianut. 

Di samping itu, ia meminta kerja sama dari warga terkait informasi keberadaan penjual ataupun peredaran miras. Hal itu mengingat keterbatasan personel yang dimiliki Polres Jepara dalam mengawasi dan menindak penyebaran minuman beralkohol itu. 

Dirinya juga menekankan, agar anak buahnya tak main-main atau malah menjadi backing peredaran miras. “Pesan dari Kapolda, jelang Ramadan seluruh jajaran untuk melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Hal itu guna menciptakan suasana kondusif selama bulan puasa,” imbuh AKBP Yudianto.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, agar seluruh jajarannya juga aktif ikut membantu polisi mengatasi persebaran miras. 

Ia pun menggaris bawahi pentingnya pemberantasan miras, di semua lini. Hal itu berawal dari keprihatinannya akan generasi muda yang disinyalir telah mengkonsumsi miras.

“Saya pernah mengalami suatu momen, di mana kendaraan saya disalip oleh anak SD. Ternyata yang menyalip itu menampakan tanda-tanda seperti orang mabuk, matanya merah dan sebagainya. Oleh karenanya, saya minta jajaran Satpol PP juga ikut membantu pemberantasan miras,” tegas Marzuqi.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Lempar Botol Miras di Depan Kantor Pemkab, Ada Apa?

Bupati Grobogan Sri Sumarni melemparkan botol miras saat pemusanahan di depan kantor pemkab setempat, (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melempar botol minuman keras (miras) di depan kantor pemkab setempat. Hal itu dilakukannya saat pemusnahan miras di Jalan Gatot Subroto atau di depan pintu masuk kantor Setda Grobogan, Jumat (26/5/2017). Aroma ini muncul seiring adanya kegiatan pemusnahan miras di tengah jalan tersebut.

Miras yang dimusnahkan jumlahnya banyak. Ada sekitar 1.500 miras dalam kemasan botol dan puluhan liter yang ditampung dalam jeriken. Sebagian miras yang diamankan menjelang bulan Ramadan ini adalah jenis arak putih yang kandungan alkoholnya lebih dari 50 persen.

Acara pemusnahan miras tersebut dihadiri sejumlah pejabat. Antara lain, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi dan unsur FKPD lainnya. 

Hadir pula tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kesempatan itu. Sebelum digilas alat berat, bupati serta pejabat lainnya masing-masing melemparkan sebotol miras di roda alat berat.

Sri menyatakan, penyakit masyarakat (pekat) seperti miras memang harus disikat habis. Selain dilarang agama, dari sisi medis juga merusak kesehatan bagi peminumnya. Oleh sebab itu, pemkab semaksimal mungkin mengajak semua komponen masyarakat, agar wilayah Grobogan bisa bersih dari peredaran miras.

“Operasi terpadu yang dilakukan Satpol PP bersama Polres Grobogan seperti ini perlu terus dilakukan. Tidak hanya menjelang dan selama Ramadan saja tetapi juga pada hari biasa,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Alun-alun Pati

Ribuan botol miras dimusnahkan di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 7.069 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan ukuran dimusnahkan menggunakan alat berat di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi.

Tak hanya itu, sedikitnya 376 liter miras oplosan dalam kemasan air mineral juga dimusnahkan. Pemusnahan disaksikan Bupati Pati Haryanto, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, perwakilan TNI AD, serta tokoh ormas Islam NU dan Muhammadiyah.

“Pemusnahan miras menjadi agenda kegitan terpadu yang ditingkatkan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan. Miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia dari berbagai daerah di Kabupaten Pati,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Sebagai bagian dari penyakit masyarakat (pekat), penggunaan miras mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan miras meresahkan masyarakat, karena menjadi penyebab berbagai tindak kejahatan.

Tantangan yang dihadapi Polri saat ini diakui lebih berat dan kompleks. Demikian halnya tantangan di bidang penegakan hukum masih terbatas di tengah banyaknya kasus yang mengancam keamanan, keselamatan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk menjaga keamanan masyarakat. Selain miras, kami juga mengamankan 98 orang preman yang meresahkan warga, 10 kasus perjudian, dan 184 kasus prostitusi,” imbuhnya.

Dia berharap, keberhasilan dalam memberantas pekat menjelang Ramadan dapat membuat masyarakat Pati terbebas dari pekat, sehingga tidak perlu lagi ada aksi sweeping dari ormas tertentu. Bila masih ditemukan adanya pekat, ormas diminta untuk segera berkoordinasi dengan polisi dan tidak bertindak sendiri.

Sebab, ormas tidak punya wewenang untuk melakukan sweeping pekat. “Kalau masih ada miras, prostitusi, premanisme dan judi di Pati, laporkan segera kepada Polsek setempat supaya bisa segera ditindaklanjuti. Jangan melakukan aksi sweeping,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Sita Puluhan Botol Miras dari Warung Kopi di Rembang

Petugas dari Polres Rembang saat melakukan razia di salah satu warung kopi di Rembang.(Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Satresnarkoba Polres Rembang pada Senin (15/2/2017) kemarin, menyita puluhan botol miras berbagai jenis dari sejumlah warung kopi di Kecamatan Lasem dan Sulang.

Kasatresnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, kegiatan operasi pekat kali ini menyasar sebanyak dua warung kopi di Kecamatan Lasem dan satu rumah di Kecamatan Sulang. Dari ketiga lokasi tersebut total 24 botol miras disita petugas.

“Operasi pekat ini sendiri bermula dari aduan masyarakat yang resah atas peredaran miras di sejumlah lokasi tersebut. Dengan demikian kami harapkan bisa terwujud suasana kamtibmas yang tentram, damai, dan aman,” ujarnya.

Dari warung kopi di Desa Sendangasri milik Anggi Kristiani (36), petugas menyita tiga botol miras jenis anggur kolesom cap orang tua dengan kadar alkohol 14,7 persen.

Sementara itu, di warung kopi di Desa Binangun milik Eni Suwanti (38), petugas menyita tujuh botol miras jenis anggur kolesom sama dengan di warung kopi Desa Sendangasri.

Sementara itu, di rumah milik Sudayat alias Copet yang berada di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, petugas menyita 14 botol miras yang terdiri dari sembilan botol miras jenis Whisky mansion dengan kadar alkohol 43 persen, dan vodka mansion berkadar 40 persen sebanyak lima botol.

“Saat operasi, penjual yang tidak bisa menunjukkan izin tetap akan dilakukan penyitaan oleh petugas, kemudian para pelaku dikenai pasal tindak pidana ringan,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, jika mendapati warung ataupun masyarakat sipil yang menjual miras agar segera melapor kepada pihak kepolisian. Meski jumlah sedikit, namun hal tersebut sudah menyalahi hukum dan harus ditertibkan.

“Semua awalnya dari mabuk, kalau sudah mabuk segala macam tindak kejahatan bisa dilakukan. Maka dari itu, kami menginginkan momentum jelang Ramadan ini di wilayah hukum Polres Rembang bisa tetap kondusif,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

3 Penjual Miras di Jepara Dikenakan Denda Jutaan Rupiah

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga penjual minuman beralkohol di Jepara dijatuhi hukuman tindak pidana ringan (Tipiring), di Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (27/4/2017). Mereka terbukti melanggar Perda 2/2013 tentang Pelarangan Minuman beralkohol.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Polisi Pamong Praja, ketiganya bernama Rudik Kiswanto yang divonis denda Rp 12 juta subsider kurungan satu bulan. Kedua Sri Hayati dengan vonis Rp 800 ribu subsider 10 hari kurungan dan Umi Ismiyatun memperoleh vonis denda Rp 800 ribu subsider sepuluh hari kurungan.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Jepara Sadat mengatakan, sejatinya ada empat orang yang menjalani sidang tipiring pada hari ini Namun demikian, satu diantaranya tidak datang dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ia menyatakan satu orang yang mangkir bernama Hadi Siswanto warga Mindahan RT 4 RW 2. 

“Kalau panggilan ketiga yang bersangkutan tak hadir, maka akan kami jemput paksa,” ujarnya.

Pada persidangan tersebut, terdakwa dihadirkan dengan barang bukti minuman beralkohol. Rudik Kiswanto dengan 12 botol ciu, Umi Ismiyatun 14 botol bir dan Sri Hayati dengan 6 botol bir dan 5 botol anggur merah.

Editor : Kholistiono

Warga RW 15 Krasak Jepara Protes Adanya Aktivitas Penjualan Miras

Salah satu tulisan yang tertempel di tembok yang berisi bahwa RT 15 Desa Krasak bebas dari miras. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dianggap mencemarkan nama baik lingkungan, warga RW 15 Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Jepara, memrotes kegiatan penjualan minuman beralkohol yang dilakukan oleh Rudi. Ia diketahui adalah warga yang juga tinggal di lingkungan tersebut. 

Ketua RW 15 Suroto mengungkapkan, warganya memang sempat datang ke rumah Rudi untuk mencari solusi, atas apa yang ia kerjakan. Kebanyakan dari warga mengeluhkan aktifitas jual beli minuman beralkohol. 

“Aksi tersebut diawali ketika ada warga yang memprotes adanya kegiatan jual beli miras, di depan rumah saya. Oleh karenanya saya berinisiatif mempertemukan warga dengan penjual secara langsung,” katanya, Selasa (25/4/2017).

Dikatakan Suroto, permintaan warga cukup sederhana agar yang bersangkutan tak lagi bertransaksi di RW 15. Dirinya pun mencemaskan keberadaan penjual miras di lingkungannya. 

“Hal itu karena miras jenis ciu mudah sekali didapatkan, bahkan oleh pelajar sekalipun. Dan aktivitas tersebut telah terjadi selama sepuluh tahun. Hal itu menurutnya mencemarkan citra lingkungan kami,” katanya.

Selepas bertemu dengan perwakilan warga. Rudi mengaku keberatan untuk tidak berjualan miras. Hal itu karena sudah menjadi mata pencahariannya. Di samping itu, dirinya membutuhkan waktu untuk memindahkan barang-barangnya. 

Terpisah, Kasi Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jepara Sadat mengatakan, pihaknya pernah melakukan razia di tempat Rudi. Pihaknya pun telah melayangkan surat pemanggilan terhadapnya.

“Kami telah memanggil yang bersangkutan untuk keperluan BAP, namun yang bersangkutan mangkir. Jika hal itu terus dilakukan, bisa dijemput paksa. Kami hendak menerapkan tindak pidana miring (tipiring) kepada yang bersangkutan,” jelas Sadat mewakili Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Trisno Santosa.

Editor : Kholistiono

Pesta Miras di Kos Kudus, 3 Pemuda Diajak Polisi

Polisi mengamankan pemuda yang pesta miras di salah satu rumah kos di Singocandi, Kecamatan Kota, kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga orang pemuda dirazia polisi saat sedang asyik pesta minuman keras (miras) di kamar kos di Desa Singocandi, Kota, Kudus, Jumat (31/3/2017). Ketiganya adalah RH (24), ES (18) dan RT (19) warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati. Mereka pun digelandang ke mapolsek, berikut bukti mirasnya satu botol miras putihan.

Waka Polsek Kota Iptu Hartono mengatakan, para pemuda tersebut kedapatan sedang pesta miras. “Mereka kami temukan di kamar kos di wilayah Singocandi,” kata Hartono. 

Dikatakan, tujuan digelarnya operasi Pekat dengan sasaran rumah sos adalah sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat selama ini. Terutama perihal ketertiban di rumah kos. 

Di samping itu hal ini juga untuk memberikan pembinaan kepada penghuni utamanya kepada pemilik rumah kos agar tetap mematuhi aturan dan lebih selektif dalam menerima penghuni. “Kami beberapa kali dapat keluhan dari masyarakat, kalau kosan tersebut digunakan untuk hal yang buruk. Makanya diagendakan operasi semacam ini,” ujarnya

Berdasarkan catatan MuriaNewsCom, lokasi kos tersebut sudah pernah terjaring razia hal yang sama. Saat itu, (18/1/2017).

Editor : Akrom Hazami

 

Perempuan Cantik Kepergok Bawa 40 Botol Miras saat Razia Lalu Lintas di Grobogan

Kanit Patroli Polres Grobogan Ipda Afandi (kiri) dan Kapolsek Grobogan AKP Sucipto menunjukkan miras yang berhasil diamankan dalam Operasi Simpatik. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanan Operasi Simpatik Candi kembali dilakukan aparat Polres Grobogan, Kamis (16/3/2017). Kali ini, lokasinya ditempatkan di pertigaan Ketapang di depan kantor Kecamatan Grobogan.

Dalam kegiatan ini sempat diwarnai kehebohan. Hal ini menyusul adanya seorang perempuan pengendara motor matik yang mengangkut puluhan botol miras.

Awalnya, petugas tidak mengira jika pengendara berparas cantik ini membawa miras. Namun, kecurigaan muncul setelah petugas mengamati barang bawaan yang dimasukkan dalam dua karung dan diikat di atas jok motor.

“Kami curiga karena melihat barang di dalam karung terlihat seperti botol minuman. Setelah kita buka, ternyata isinya miras. Jumlahnya ada 40 botol,” kata Kanit Patroli Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Pengendara yang membawa miras merupakan warga Putatsari, Kecamatan Grobogan berinisial PR. Berdasarkan keterangannya, puluhan miras tersebut baru dibeli dari Purwodadi dan rencananya akan dijual lagi.  

“Pengendara dan puluhan botol miras ini selanjutnya kami serahkan Polsek Grobogan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Afandi.

Editor : Akrom Hazami

Layakkah Distributor Miras Hanya Diancam Kurungan 3 Bulan?

Supriyadi terassupriyadi@gmail.com

Supriyadi
terassupriyadi@gmail.com

RABU, 11 Januari 2017, prestasi membanggakan ditorehkan Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kudus (Satpol PP) Kudus. Di tengah rumor mulai mlempemnya penegakan perda miras dan karaoke di Kota Kretek, mereka berhasil membuktikan diri dengan mengamankan 1.200 botol miras berbagai merek dari sebuah gudang di Desa Jepang RT 4 RW 4, Kecamatan Mejobo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, gudang tersebut merupakan gudang kosong bekas pemotongan ayam milik Kamdani, warga Desa Gulang, RT 3 RW 1, Kecamatan Mejobo yang sudah tak terpakai. Ia juga diduga menjadi pemilik ribuan barang haram tersebut.

Tak hanya itu, berdasarkan pemberitaan MuriNewsCom, Plt Kepala Badan Satpol PP Kudus Abdul Halil juga menduga Kamdani merupakan salah satu distributor miras untuk wilayah Kabupaten Kudus. Dugaan itu didasarkan pada banyaknya miras yang tak lazim dimiliki oleh seorang pengecer.

Berita prestasi tersebut ternyata sangat cepat tersebar ke masyarakat. Beberapa teman dari Banser dan Ansor bahkan langsung mengirim beberapa pesan melalui SMS dan BBM terkait hal itu.

Sebagian besar mereka mengapresiasi keberanian Satpol PP. Hanya ada satu hal mengganjal. Itu terkait dengan ancaman hukuman yang digunakan dalam menjerat pelaku di kursi pesakitan.

Dalam kasus tersebut, terduga distributor miras hanya dijerat dengan hukuman kurungan selama tiga bulan dan denda maksimal Rp 5 juta. Hal itu karena ia dianggap melanggar peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2014 tentang minuman beralkohol.

Dengan jeratan tersebut, banyak yang bertanya, apakah sudah tepat jeratan hukum yang diberikan?

Jika dihitung secara matematis, kepemilikan 1.200 botol miras memang sangat fantastis. Jika per botol dijual seharga Rp 50 ribu, penjual miras bisa mendapat uang Rp 60 juta. Hanya saja, barang haram tersebut sudah menjadi sitaan pemerintah. Praktis tak bisa dijual kembali.

Meski begitu, otak saya pun langsung melompat ke belakang. Kuat dugaan pelaku sudah melakukan bisnis tersebut lebih dari satu tahun. Faktanya ia sudah berani memasok miras dalam partai besar seperti distributor.

Dengan rentang waktu tersebut, tentu sudah banyak uang yang dikumpulkan. Artinya, jika harus mengeluarkan uang Rp 5 juta, tak akan terasa. Jika diperumpamakan, miras 100 hingga 150 botol sudah cukup untuk membayar denda. Sementara tekait kurungan tiga bulan tentu itu sangat singkat, dan kurang daro 100 hari.

Hukuman Harus Bisa Beri Efek Jera

Melihat hal itu, tentu jarang sekali ada pedagang miras yang jera setelah diproses secara hukum. Bahkan, mereka justru semakin ketagihan berbisnis miras. Akibatnya setiap hari kali ada razia, yang terjaring juga wajah-wajah lama.

Padahal, bahaya miras sangat menakutkan. Dari miras, orang bisa lupa diri dan bisa melakukan tindakan apapun. Mulai dari kriminalitas hingga pembunuhan. Bahkan, miras juga bisa merenggut nyawa penenggaknya karena proses oplos yang tak tahu kadarnya.

Dengan realita itu, sudah seharusnya hukuman bagi pedagang miras tak lagi tindak pidana ringan (tipiring). Melainkan hukuman berat yang bisa membuat kapok dan tak bisa dilupakan seumur hidup. Barang kali saja, hukumannya adalah denda Rp 1 miliar dan kurungan selama 20 tahun. Dengan begitu, orang yang mau coba-coba menjual miras akan berfikir dua kali.

Selain hukuman yang berat, pemerintah juga harus melarang secara penuh peredaran miras, khususnya di Kabupaten Kudus. Satu di antara langkah yang dilakukan adalah sosialisasi yang melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga kalangan pemuda.

Selesai sosialisasi, masyarakat pun harus dididik untuk menjadi mata dan telinga pemerintah yang bekerjasama dengan kepolisian. Jika ditemukan penjual miras, petugas penegak perda yakni Satpol PP bersama Polisi harus cepat tanggap.

Jika dibutuhkan, Satpol PP di kecamatan serta petugas polsek juga lebih aktiv untuk menggelar program trantibmas dengan masing-masing desa. Selain bisa mencegah peredaran miras, program tersebut pun bisa mengurangi tindak kejahatan di masyarakat. (*)

Siapa Sangka, Pemilik Ribuan Miras di Kudus Adalah Pedagang Kelontong

Satpol PP menunjukkan ribuan botol miras di Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Satpol PP menunjukkan ribuan botol miras di Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik ribuan botol miras yang disita Satpol PP Kudus, ternyata Kamdani RT 3 RW 1, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Kamdani merupakan seorang pedagang kelontong di daerahnya yang nyambi jualan miras.

Plt Badan Satuan Polisi Pamong praja (Satpol-PP) Kudus Abdul Halil mengatakan, pemilik berwirausaha sebagai penjual kelentong. Namun di balik itu semua, dia berjualan miras dalam skala yang sangat besar. “Kami menduga dia merupakan distributor miras. Hal itu terlihat dari banyaknya miras yang disimpan dalam gudang miliknya di Desa Jepang, Mejobo tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom 

Sebenarnya pemilik sudah beberapa kali berganti usaha. Sebelumnya, usaha yang pernah digelutinya adalah bisnis potong ayam. Namun bisnisnya itu tutup. Sedangkan lokasi gudang jadi temapt menyimpan miras.

Hanya, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait barang haram itu muncul dan dipasarkan. Sebab, rencananya pemilik baru akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP pekan depan. “Pelaku baru kami mintai keterangan pekan depan. Namun berdasarkan catatan kami, pelaku merupakan orang baru dalam usaha minuman keras,” ujarnya.

Dikatakannya, petugas akan menyeret pelaku ke dalam ranah hukum. Karena aktivitasnya melanggar peraturan daerah dengan menjual miras. Peraturan Daerah (Perda) yang dilanggar adalah Perda Nomor 12/2004 tentang Minuman Beralkohol. Ancamannya denda maksimal Rp 5 juta dan kurungan tiga bulan.

Editor : Akrom Hazami

Gudang Kosong Angker Simpan Ribuan Botol Miras di Kudus

miras

Miras dari berbagai merek disita petugas Satpol PP Kabupaten Kudus, Rabu (11/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menyita ribuan botol miras berbagai merek dari gudang, bekas tempat pemotongan ayam di Desa Jepang, RT 4 RW 4, Mejobo, Kudus, Rabu (11/1/2017).

Plt Badan Satpol-PP Abdul Halil mengatakan, operasi penindakan miras mengarah ke sebuah gudang. “Itu adalah gudang yang sudah lama tidak digunakan. Dan dari dalamnya kami mendapatkan 1.200 botol miras berbagai jenis, yang disimpan dalam sebuah kamar kosong dalam gudang pemotongan ayam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, operasi dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah mendapatkan laporan masyarakat, pihaknya langsung menginstruksikan kepada anggotanya untuk mengecek ke lokasi. 

Sesampainya di lokasi, kata Halil, petugas meminta izin untuk mengecek gudang kosong tersebut. Dan sesuai dugaan petugas, dalam gudang terdapat ribuan botol miras yang disembunyikan oleh pemilik. “Kami sudah sering melakukan operasi miras ini. Jadi, kami sudah sedikit hafal modus yang dipakai pelaku dalam hal menyembunyikan miras tersebut. Dan hasilnya kami berhasil mengamankannya,” ujarnya.

Dikatakan, pemilik ribuan botol miras adalah Kamdani, warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Dan gudang yang digunakan untuk menyimpan adalah milik Kamdani yang khusus menyimpan miras. “Totalnya kalau dirupiahkan sangat banyak. Bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sebab mirasnya berbagai merk seperti Anggur merah, CY, Java Anggur, putihan dan lain sebagainya. Kami saja mengangkut miras  menggunakan dua kendaraan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Jepara

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara, melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Cipta Kondisi Jelang Tahun Baru 2017 di halaman belakang Mapolres Jepara, Sabtu, (31/12/2016) pagi .

Pemusnahan hasil Operasi Cipta Kondisi ini memusnahkan ratusan ribu petasan dan ribuan liter miras berbagai jenis dan merk. Hal ini untuk mendukung situasi Kamtibmas yang kondusif selama perayaan malam pergantian tahun baru 2017 di Kabupaten Jepara.

Pemusnahan miras dihadiri oleh Pj Bupati Jepara, Dandim 0719 Jepara, Ketua Kejaksaan Negeri Jepara, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Pejabat Utama Polres Jepara dan Kapolsek Jajaran Polres Jepara serta anggota Polres Jepara.

Selama sepekan terakhir pelaksanaan operasi cipta kondisi yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2016, Polres Jepara telah melakukan penindakan hukum terhadap tersangka penjual Miras.

Dari barang bukti yang dimusnahkan berupa 1.001 liter miras jenis Gingseng, 2.126 liter miras jenis Ciu, Newport 12 botol, anggur kolesom 86 botol, bir hitam 15 botol, bir anker 298 botol dan 192 liter miras oplosan tak bermerk.

“Seluruh barang bukti miras tersebut telah diamankan dan dimusnahkan pada hari ini,” ucap Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin.

Editor : Akrom Hazami

Di Orgen Tunggal Romansa di Jepara, 35 Miras Disita

Polisi mengamankan acara orgen tunggal dan juga menyita puluhan botol miras di Desa Damarjati, Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi mengamankan acara orgen tunggal dan juga menyita puluhan botol miras di Desa Damarjati, Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolsek Kalinyamatan Resor Jepara Polda Jawa Tengah Iptu Edy Purwanto memimpin pelaksanaan pengamanan Orgen Tunggal Romansa di Desa Damarjati, kemarin siang. Kapolsek bersama dengan personel polsek, Koramil dan Linmas desa setempat bersinergi melaksanakan razia miras di sekitar lokasi pertunjukan.

Edy menerangkan petugas pengamanan terus berkomitmen untuk memerangi minuman keras (miras) terutama pada saat ada kegiatan atau even hiburan masyarakat seperti ini. “Hal ini juga sudah sesuai dengan standar operasional prosedur pengamanan kegiatan masyarakat yang ada di Polsek Kalinyamatan sebagai upaya cipta kondisi,” kata Edy dikutip Tribratanewsjepara.

Dalam kegiatan cipta kondisi di sekitar lokasi organ tunggal dengan sasaran miras, kata dia, petugas pengamanan berhasil mengamankan 35 liter miras oplosan. Barang bukti miras selanjutnya diamankan di Polsek Kalinyamatan guna proses Tipiring.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Botol Miras Disita Selama Operasi Cipta Kondisi Blora

Polres Blora memperlihatkan sejumlah botol miras yang berhasil disita selama Operasi Cipta Kondisi. (Polres Blora)

Polres Blora memperlihatkan sejumlah botol miras yang berhasil disita selama Operasi Cipta Kondisi. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Jelang Operasi Lilin Candi 2016 yang akan dilaksanakan jajaran Polda Jawa Tengah, Satuan Polres Blora menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan dan konvensional yang biasanya meningkat jelang hari libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru 2017.

“Selama kurang lebih 14 hari sudah  dimulai Operasi Cipta Kondisi untuk antisipasi kejahatan seperti penodongan, perampasan, copet, perjudian, premanisme dan bahkan narkoba serta antisipasi terorisme yang mulai marak terjadi akhir-akhir ini,” ujar Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda dikutip Polres Blora.

Dikatakan I Gede bahwa Operasi Cipta Kondisi dilakukan menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2016. Menurutnya, anggota akan melakukan tindakan tegas untuk memberantas semua tindak pidana terutama kejahatan jalanan dan premanisme untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Blora.

“Manakala membahayakan masyarakat dan petugas akan diambil tindakan tegas. Termasuk sanksi pidana. Misalnya perampok mengambil barang orang lain, menganiaya hingga meninggal dunia, itu hukumannya berat,” ungkapnya.

Menurutnya, personel kepolisian tidak hanya ditempatkan di titik-titik rawan seperti tempat keramaian atau kemacetan, namun juga melakukan razia sebagai upaya antisipasi atau pencegahan terjadinya tindak kejahatan yang mungkin akan muncul sewaktu-waktu.

“Kami razia selektif, diarahkan sesuai atensi pimpinan untuk menanggulangi tindak kejahatan. Mulai dari razia tempat hiburan kafe atau karaoke, warung-warung penjual miras dan tempat perjudian dan pusat keramaian antisipasi premanisme. Kegiatan patroli di tempat rawan kejahatan jalanan juga akan lebih intensif dilakukan untuk menekan potensi tidak kriminal.

Ia menyampaikan, pos pantau juga tetap digelar untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. “Pos pantau sifatnya dinamis untuk pencegahan. Dengan adanya anggota, masyarakat merasa aman dan rasa takut berkurang. Sementara, Operasi Cipta Kondisi mobile, petugas sudah siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Mudahnya Dapatkan Miras di Kudus

Jajaran Polsek Jekulo memperlihatkan puluhan botol miras di mapolsek setempat, di Kudus. (Tribratanewskudus)

Jajaran Polsek Jekulo memperlihatkan puluhan botol miras di mapolsek setempat, di Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewCom, Kudus – Peredaran minuman keras (miras) di Kudus kian mengkhawatirkan. Terutama di tingkat desa. Seperti yang ditemukan Polsek Jekulo. Sekitar 52 botol miras mereka temukan dari warung dan rumah warga.

Dikutip website resmi Polres Kudus, Polsek Jekulo menemukan puluhan botol miras meski hanya sebentar melakukan penertiban. Razia dilakukan pada Selasa, (29/11/2016).

Adapun hasilnya dalam giat tersebut, dari warga Desa Gondoharum, Sumilah ditemukan,  14 Bir Bintang, 16 botol Bir Anker, 12 Anggur Merah, dua Anggur Koleson, dan empat liter jeriken miras putihan.

Dari rumah Dwi Sulistiyani di Desa Terban Rt 05 Rw 07, berhasil disita empat Anggur Koleson. Dan dari rumah warga Budi Sulistiyono warga Desa Tanjungrejo Rt 04 Rw 01, berhasil disita dua Anggur Merah, satu Bir Bintang, dan satu Anggur Koleson.

Personil yang dilibatkan dalam giat ops tersebut Kanit Sabhara Polsek Jekulo Aiptu Sri Wibowo bersama anggotanya serta Aipda Suparjo dan Briptu Eri wibowo anggota unit intelkam Polsek Jekulo .

Sasaranya adalah penjual miras di wilayah timur Kecamatan Jekulo khususnya Desa Gondoharum,Terban dan Desa Tanjungrejo.

Editor : Akrom Hazami

Anak Jalanan Beli Miras Pakai Uang Hasil Ngamen Ditangkap Polisi Blora

Polisi memberi penyuluhan anak jalanan di Mapolsek Blora. (Polres Blora)

Polisi memberi penyuluhan anak jalanan di Mapolsek Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Gerombolan anak jalanan yang sering menggunakan hasil ngamennya membeli miras, ditangkap polisi di Blora. Hal itu dianggap meresahkan warga sekitar.

Karenanya, Polsek Blora melakukan patroli malam di lokasi biasa para anak jalanan berada. Seperti pada saat melewati simpang empat traffic light Bangkle Blora, para petugas melihat empat orang anak. Polisi langsung menertibkannya.

“Kami memang sering hidup di jalanan dan sering berpindah-pindah dari kota satu ke kota yang lain dan dengan cara mengamen ini mereka bertahan hidup untuk makan sehari-hari,” ujar salah satu anak saat ditanya polisi.

Dikutip laman Polres Blora, polisi kerap menemui anak jalanan yang menggunakan uang hasil ngamennya untuk membeli miras.

Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda bersama Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno memberikan bimbingan penyuluhan kepada anak jalanan agar  gelandangan agar tidak mengamen dan pulang ke rumah masing – masing.

“Bekerjalah dengan baik, jauhi minuman keras dan narkoba karena dapat merusak organ tubuh,” ujar I Gede Arda.

Editor : Akrom Hazami

Miras Arak Jawa Disita dari Warung di Ngawen Blora

Polisi menyita miras jenis arak Jawa di Mapolsek Ngawen, Blora. (Polres Blora)

Polisi menyita miras jenis arak Jawa di Mapolsek Ngawen, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Miras jenis arak Jawa disita dari sejumlah warung di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jumat (4/11/2016). Setelah sebelumnya, Polsek Ngawen melakukan penertiban peredaran miras dan tempat karaoke yang melanggar  batas toleransi.
Kapolsek Ngawen, AKP Yulianto menyatakan pihaknya telah melakukan agenda rutin yakni pengawasan dan penindakan secara tegas, kepada semua pengedar minuman keras yang tetap neka berdagang di wilayah hukumnya.

“Jika ada masyarakat yang menggelar hiburan malam khususnya organ tunggal, yang dinilai sudah melewati batas toleransi, maka polisi tidak akan segan-segan untuk melakukan proses pembubaran paksa, apalagi jika dianggap dapat mengganggu situasi kamtibmas warga masyarakat,” katanya dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Pengedar minuman keras jangan coba-coba dagang di wilayahnya. Jika masih ditemukan, pihaknya akan tindak tegas. Kemudian untuk hiburan malam khususnya organ tunggal, jika tidak bisa diperingatkan, maka polisi akan segera membubarkan acara,” tambahnya.

Miras ditemukan di warung dan rumah milik Dwi Utomo alias Wok, alamat Dukuh Sawahan 02/06 Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Blora, dengan hasil 2,5 liter miras jenis arak Jawa polos. Kemudian, di warung sekaligus rumah Eko Budiantono, alamat Kelurahan Ngawen 03/02 Kecamatan Ngawen, Blora. dengan hasil mengamankan 6 botol atau 6 liter miras jenis arak Jawa.

Sementara itu, miras juga ditemukan di warung dan rumah Sulardi di Desa Berbak 02/05 Kecamatan Ngawen, Blora dengan mengamankan 4 botol besar atau 6 liter miras jenis arak Jawa. Selanjutnya, miras ditemukan pula di warung dan rumah Febriyanto Wasis Adi Wijaya, warga Dukuh Sambiroto, Desa Berbak, Kecamatan Ngawen, Blora. Polisi berhasil mengamankan 4,5 liter miras jenis arak Jawa.

Terakhir, polisi menyita miras di warung dan rumah Eko Edi Siswanto, warga Kelurahan Punggursugih 06/02 Kecamatan Ngawen, Blora dengan mengamankan 9 liter miras jenis arak Jawa.

Editor : Akrom Hazami

Razia Pekat, Polsek Margoyoso Sita Puluhan Botol Miras

Polisi merazia miras yang dijual di berbagai daerah di Kecamatan Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi merazia miras yang dijual di berbagai daerah di Kecamatan Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso kembali merazia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (04/11/2016). Dari hasil razia, petugas menyita puluhan botol miras dari berbagai merek.

“Dari puluhan botol miras yang kami amankan sebagai barang bukti, sebelas di antaranya berupa arak putih yang ditaruh di botol kemasan air mineral. Masing-masing botol berkapasitas 1,5 liter,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Operasi pekat yang menyasar minuman keras di Margoyoso gencar dilakukan, menyusul banyaknya laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya penjualan miras di berbagai warung di Kecamatan Margoyoso. Miras dinilai menjadi biang kerusuhan yang meresahkan warga.

Dari hasil operasi miras yang dilakukan, polisi menyita sejumlah botol miras dari rumah Sugiyanto alias Gareng, warga Desa Bulumanis Lor RT 3 RW 1, Siswanto alias Bagong warga Desa Margoyoso RT 2 RW 2, dan Dakir warga Desa Gadu RT 1 RW 1, Kecamatan Gunungwungkal yang menjual miras di Desa Purwodadi, Margoyoso.

“Razia digencarkan juga untuk mengantisipasi adanya peredaran miras menjelang event haul Mbah Mutamakkin. Menurut informasi dari masyarakat, event tersebut banyak dimanfaatkan para pemuda untuk mabuk-mabukan. Ini yang kami antisipasi dengan menekan peredaran miras dari sektor penjualan,” ucap AKP Sugino.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari minuman setan. Pasalnya, miras merupakan sumber dari tindak kejahatan. Karena itu, operasi miras akan terus digencarkan sebagai langkah untuk mewujudkan visi pemerintah Margoyoso yang ingin daerahnya bebas dari penyakit masyarakat.

Editor : Kholistiono

Vodka Ditemukan di Mobil yang Melintas di Jalan Pemuda Jepara

Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng menggelar cipta kondisi, Rabu malam. (Tribratanewsjepara.com)

Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng menggelar cipta kondisi, Rabu malam. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan miras jenis Vodka ditemukan dari salah satu mobil yang melintas di Jalan Pemuda Jepara, Rabu (2/11/2016) malam. Polisi menemukan miras dari kendaraan Avanza warna putih yang disembunyikan di bagian belakang.

Polisi segera mengamankan miras dan meminta keterangan pengemudi. Sampai saat ini, Polisi Jepara masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Info sementara, Polres Jepara akan memproses ini guna proses tipiring.

Diketahui, penangkapan itu dilakukan saat Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng gencar menggelar cipta kondisi. ujuannya demi menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat Jepara. Kegiatan razia rutin ini diharapkan mampu menekan kejadian tindak kriminal yang ada di Kabupaten Jepara.

Gelar razia malam ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di Jalan Jepara- Mlonggo dekat RSI Jepara dan di Jalan Pemuda Jepara dengan mengadakan razia rayonisasi atau razia gabungan dengan polsek yang telah ditentukan yang langsung dipimpin perwira pengendali dari Polres Jepara dan kapolsek rayon tengah.

“Kegiatan ini adalah wujud pengabdian kami, kewajiban kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya Kecamatan Kalinyamatan dan mengantisipasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin menumpang dalam kegiatan pesta demokrasi Pilkada Jepara,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi usai apel malam dikutip Tribratanewsjepara.

Slamet  menambahkan, perintah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan cara bertindak razia gabungan rayonisasi ini adalah tindakan yang nyata agar polisi sebagai pengemban tugas pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, terwujud di tengah-tengah masayarakat Jepara.

Dalam kegiatan operasi kepolisian yang dilaksanakan di Jalan raya Jepara-Mlonggo samping RSI sedikitnya telah melakukan pemeriksaan sekitar 60 unit kendaraan bermotor sampai dengan akhir pelaksanakan pada pukul 22.30 WIB dengan hasil melaksanakan penindakan berupa tilang terhadap  beberapa pengemudi yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas.

Sedangkan razia kepolisian yang dilaksanakan di jalan Pemuda Jepara telah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di jalan tersebut baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Editor : Akrom Hazami

Cara Polisi Welahan Biar Warga Nongkrong Tak Nenggak Miras

Polisi melakukan kegiatan Blue Light  Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

Polisi melakukan kegiatan Blue Light  Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara.com)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Kepolisian Sektor Welahan Resor Jepara AKP Usman Jumaidi pimpin patroli malam bertajuk Blue Light Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Sabtu (29/10/2016) malam.

Patroli menyasar permukiman warga dan menyambangi objek vital (Obvit), di antaranya perbankan, perusahaan, SPBU, gerai mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan pasar, mengantisipasi terjadinya tindak pidana pencurian dan pidana lainnya.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Welahan AKP Usman Jumaidi menjelaskan Blue Light Patrol adala

h suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan keberadaan polisi di tengah masyarakat.

“Untuk menekan dan cegah terjadinya gangguan Kamtibmas dengan melaksanakan patroli di daerah rawan kriminalitas dan di tempat keramaian,” kata Usman dikutip laman Tribratanewsjepara.

Kegiatan dilaksanakan menggunakaan mobil patroli dengan menyalanya lampu rotator biru dan berjalan dengan kecepatan di bawah 20 km/jam.

“Selain patroli, anggota polsek juga memberikan pesan Kamtibmas kepada satuan pengamanan (Satpam) untuk tetap waspada dan selalu melaksanakan pengecekan di lingkungan kerja dan memberikan imbauan kepada warga yang masing nongkrong di pinggir jalan,” tambahnya.

Tujuannya biar warga tidak mengonsumsi miras dan turut menjaga Kamtibmas.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Botol Miras Disita dari Warung Sederhana di Sunggingan dan Purwosari Kudus

Polisi mengamankan ratusan botol miras dari dua warung di Kecamatan Kota, Kudus. (Tribratanewskudus)

Polisi mengamankan ratusan botol miras dari dua warung di Kecamatan Kota, Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warung kecil ternyata menjajakan miras di Kudus. Adalah warung milik Endang Tutiati di Desa Purwosari, dan warung milik Agus Suyanto di Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kamis (13/10/2016) malam.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan botol miras. Kapolsek Kota AKP Rahmawaty Tumolo mengatakan, pihaknya melakukan Operasi Pekat dengan sasaran miras.

Adapun pelaksanaan giat operasi dilaksanakan di 2 lokasi yakni di warung Endang Tutiati Desa Purwosari, dan warung Agus Suyanto Desa Sunggingan

“Hasil giat operasi pekat tersebut yakni menyita 272 botol miras,” katanya dikutip dari Tribratanewskudus.

Miras yang diamankan itu rinciannya adalah Angker Bir 12 botol, Anggur Merah 49 botol, Congyang kecil 12 botol, Putihan 24 botol aqua tanggung, dan Bir Bintang 73 botol.

Selanjutnya ada Anggur Kolesom 88 botol, Anggur Putih 4 botol, Bir Prost 7 botol, Arak Beras 1 botol, dan beras kencur 2 botol.

“Kepada penjual dilakukan pembinaan. Kegiatan berjalan lancar sampai selesai,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami