‘Es Moni’ Beredar di Bulan Ramadan, Polisi Bekuk Pelaku di Sidomukti Pati

Polisi menggeledah rumah Gembot di Sidomukti, Margoyoso dan menemukan tiga botol miras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso menggerebek rumah milik S (36) alias Gembot, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Pati, Kamis (1/6/2017) menjelang buka puasa.

Rumah Gembot terpaksa digerebek, lantaran diduga masih menjual minuman keras oplosan yang dikenal warga dengan sebutan “es moni” kendati pada bulan suci Ramadan. Padahal, pelaku sebelumnya sudah terjaring razia tetapi tidak jera.

Dari hasil penggerebekan, polisi berhasil mengamankan dua botol arak putih ukuran 1,6 liter dan satu botol anggur kolesom. Sementara pelaku dijerat dengan Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002 tentang miras.

“Modus operandinya, miras oplosan jenis arak tanpa izin dicampur dengan susu dan suplemen. Campuran itu dikenal warga dengan es moni, dijual sekitar Rp 10 ribu per bungkus,” ujar Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Pelaku digerebek, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat melalui media sosial. Informasi dari medsos tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

Setelah informasi dari medsos tersebut dinyatakan benar, tujuh polisi yang dipimpin AKP Sugino melakukan penggerebekan. Pelaku dan barang bukti diamankan untuk dilakukan proses tindak pidana ringan (tipiring).

“Penggerebekan miras di Sidomukti ini menjadi bagian dari kegiatan operasi yang ditingkatkan dengan sasaran miras, setelah adanya informasi dari masyarakat dari medsos. Peredaran miras di Margoyoso masih banyak, meski sudah dirazia dalam skala besar-besaran sebelum memasuki Ramadan. Operasi miras akan terus kami tingkatkan dalam waktu dekat,” pungkas AKP Sugino.

Editor : Kholistiono

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Alun-alun Pati

Ribuan botol miras dimusnahkan di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 7.069 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan ukuran dimusnahkan menggunakan alat berat di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi.

Tak hanya itu, sedikitnya 376 liter miras oplosan dalam kemasan air mineral juga dimusnahkan. Pemusnahan disaksikan Bupati Pati Haryanto, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, perwakilan TNI AD, serta tokoh ormas Islam NU dan Muhammadiyah.

“Pemusnahan miras menjadi agenda kegitan terpadu yang ditingkatkan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan. Miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia dari berbagai daerah di Kabupaten Pati,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Sebagai bagian dari penyakit masyarakat (pekat), penggunaan miras mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan miras meresahkan masyarakat, karena menjadi penyebab berbagai tindak kejahatan.

Tantangan yang dihadapi Polri saat ini diakui lebih berat dan kompleks. Demikian halnya tantangan di bidang penegakan hukum masih terbatas di tengah banyaknya kasus yang mengancam keamanan, keselamatan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk menjaga keamanan masyarakat. Selain miras, kami juga mengamankan 98 orang preman yang meresahkan warga, 10 kasus perjudian, dan 184 kasus prostitusi,” imbuhnya.

Dia berharap, keberhasilan dalam memberantas pekat menjelang Ramadan dapat membuat masyarakat Pati terbebas dari pekat, sehingga tidak perlu lagi ada aksi sweeping dari ormas tertentu. Bila masih ditemukan adanya pekat, ormas diminta untuk segera berkoordinasi dengan polisi dan tidak bertindak sendiri.

Sebab, ormas tidak punya wewenang untuk melakukan sweeping pekat. “Kalau masih ada miras, prostitusi, premanisme dan judi di Pati, laporkan segera kepada Polsek setempat supaya bisa segera ditindaklanjuti. Jangan melakukan aksi sweeping,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Amankan Ratusan Botol Miras dari Wedarijaksa dan Trangkil

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum (dua dari kiri) menunjukkan salah satu jenis miras yang dirazia dari Operasi Cipta Kondisi, Rabu (24/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa berhasil mengamankan 877 botol miras berbagai merek dari kawasan Kecamatan Wedarijaksa dan Trangkil. Ratusan botol miras itu akan dikirim ke Polres Pati, Rabu (24/5/2017).

“Polri melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran penyakit masyarakat (pekat) seperti miras, judi, premanisme dan prostitusi. Khusus untuk miras, di Wedarijaksa dan Trangkil memang banyak sehingga menjadi perhatian khusus bagi kami,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum.

Dari hasil razia tersebut, pihaknya menyita 175 botol congyang kecil, anggur putih 24 botol, anggur kolesom 144 botol, anggur merah 286 botol, beras kencur 82 botol, newport 32 botol, vodka iceland 49 botol, congyang besar satu botol, dan arak putih sebanyak 84 botol.

Ratusan botol miras itu rencananya akan dihancurkan di kawasan Alun-alun Pati, satu hari menjelang Ramadan. Dari 20 lokasi yang dirazia, sebagian besar pelaku penjualan miras merupakan pemain lama.

Mereka tidak jera, kendati kerap terjaring razia polisi dan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002. Meski begitu, AKP Sulis akan terus melakukan razia hingga para pelaku jera.

Pada Ramadan nanti, polisi juga akan menggencarkan operasi miras. “Operasi miras di Wedarijaksa dan Trangkil akan terus kami giatkan pada bulan Ramadan. Ini untuk meminimalisasi kemungkinan para pelaku yang masih belum jera,” imbuhnya.

Selain miras, Polsek Wedarijaksa juga mengamankan dua pelaku yang terlibat kasus perjudian, dua orang preman yang melakukan pemalakan sopir angkot, dan dua pelaku kasus prostitusi di kawasan Bulu Indah, Desa Karanglegi, Trangkil. Mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Editor : Kholistiono

Sempat Kelabui Petugas, Akhirnya Polisi Temukan Ratusan Botol Miras yang Ditimbun Warga Ngurenrejo Pati Ini

Petugas gabungan tengah mengamankan ratusan botol miras di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan tengah mengamankan ratusan botol miras di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (15/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan botol miras berbagai merek milik Harno (35), warga Desa Ngurenrejo RT 4 RW 3, Wedarijaksa, Pati, diamankan petugas gabungan dari Polsek Wedarijaksa dan Polres Pati, Kamis (15/12/2016).

Sedikitnya 224 botol miras diamankan. 115 botol miras jenis congyang kecil, 15 botol congyang besar, 82 botol anggur merah, lima botol anggur 500, lima botol KTI, satu botol beras kencur, dan satu botol Vodka.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum mengatakan, petugas sempat kesulitan mencari barang bukti berupa miras di rumah Harno. Pasalnya, ratusan botol miras tersebut tidak disimpan di rumahnya, tetapi ditimbun di mobil dan rumah tetangga.

“Meski sempat dikelabuhi, upaya menyembunyikan ratusan botol miras di rumah tetangga dan mobil sudah diantisipasi dengan deteksi intelijen, sehingga akhirnya berhasil kami amankan,” ujar AKP Rochana.

Razia miras yang digencarkan di wilayah Wedarijaksa tersebut, sesuai dengan Surat Telegram Rahasia Kapolres Pati pada 8 Desember 2016 tentang Cipta Sitkamtibmas menjelang pelaksanaan Ops Lilin Candi Tahun 2016. Dia berharap, peredaran miras di Wedarijaksa bisa ditekan seminimal mungkin untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Razia tersebut melibatkan 25 personel gabungan, antara lain Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago, Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum, Kasium Ipda Sudarsana, Kanit Turjawali Ipda Mashudi, 12 personel anggota pengendali massa Sat Sabhara, satu personel anggota provos Polres Pati, dan delapan anggota Polsek Wedarijaksa. Ratusan botol miras yang disita, diamankan di Mapolsek Wedarijaksa untuk proses lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Polsek Tlogowungu Pati Amankan Puluhan Botol Minuman Setan

Petugas Polsek Tlogowungu menunjukkan sejumlah botol miras yang diamankan dari toko kelontong di kawasan Desa Regaloh dan Sumbermulyo, Tlogowungu, Pati, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Tlogowungu menunjukkan sejumlah botol miras yang diamankan dari toko kelontong di kawasan Desa Regaloh dan Sumbermulyo, Tlogowungu, Pati, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Tlogowungu yang dipimpin Wakapolsek Iptu Parsa merazia minuman keras di sejumlah daerah di kawasan Kecamatan Tlogowungu, Pati, Rabu (14/12/2016). Dari hasil razia di dua tempat, kawasan Bumi Perkemahan Desa Regaloh dan Sumbermulyo, polisi berhasil mengamankan sedikitnya 40 botol miras.

Adapun jenis miras yang diamankan, antara lain anggur kolesom, vodka, arak merah dan arak hitam. Sementara itu, pemilik toko diamankan di Mapolsek Tlogowungu untuk dimintai keterangan, dibina, dan diminta membuat surat pernyataan.

“Sesuai dengan instruksi Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Pati, hari ini kami mengadakan operasi Cipta Situasi Keamanan dan Ketertiban. Dari dua lokasi yang sudah menjadi target operasi (TO), kami mengamankan sedikitnya 40 botol miras berbagai merek. Pemilik toko kami amankan di Mapolsek untuk dibina dan membuat surat pernyataan agar tidak menjual miras lagi,” ujar Kapolsek Tlogowungu AKP Kres Gunawan.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016, pihaknya akan gencar melaksanakan operasi Cipta Sitkamtibmas dan Operasi Lilin Candi. Sasaran yang menjadi target operasi, antara lain premanisme, miras, perjudian, hingga prostitusi.

“Sasaran utama memang penyakit masyarakat. Respons dari masyarakat luar biasa. Mereka sangat mendukung pihak kepolisian yang gencar melaksanakan operasi menjelang Natal dan Tahun Baru. Jangan sampai Hari Raya Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan untuk mabuk-mabukan, termasuk melakukan tindak pidana kejahatan,” ucap AKP Gunawan.

Sementara itu, Iptu Parsa yang memimpin operasi miras mengaku tidak ada kendala selama menjaring miras. Saat penjual dan barang bukti miras diamankan diakui tidak ada perlawanan. Hngga 22 Desember 2016 nanti, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi intelejen untuk memantau peredaran miras di Tlogowungu.

“Kita akan pantau dan monitor terus. Peran intelijen juga kami optimalkan. Meski selama ini Tlogowungu aman, tetapi antisipasi tetap kami lakukan. Mendekati Hari Natal dan Tahun Baru, jangan sampai ada pekat di Tlogowungu, seperti miras, premanisme, prostitusi, termasuk pornografi,” tandas Iptu Parsa.

Editor : Kholistion0

Pesta Miras, 3 Pelajar di Pati Diciduk Polisi

Petugas Polsek Wedarijaksa mengamankan tiga pelajar yang terjaring Operasi Lilin Candi di kawasan tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Wedarijaksa mengamankan tiga pelajar yang terjaring Operasi Lilin Candi di kawasan tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pati diciduk petugas Polsek Wedarijaksa, dalam Operasi Lilin Candi 2016. Ketiga pelajar tersebut diciduk polisi karena tengah menggelar pesta minuman keras di tempat penitipan sepeda motor Dukuh Bapoh, Desa Bumiayu, Wedarijaksa, Selasa (13/12/2016).

Ketiga pelajar tersebut, antara lain AIJ (17), pelajar kelas XI asal Trangkil, ASW (16), pelajar kelas XI asal Kepoh Kencono, Pucakwangi, dan ANP (16), pelajar kelas XI asal Desa Tayu Wetan. Ketiganya diciduk polisi untuk dibawa ke Polsek Wedarijaksa dan diberikan pembinaan.

Operasi Lilin Candi 2016 di wilayah Wedarijaksa yang dipimpin Kanit Sabhara Aiptu Musonep tersebut juga menyita barang bukti berupa satu botol minuman keras anggur kolesom. “Operasi ini menjadi bagian dari Ops Lilin Candi 2016 dan Cipta Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum, Rabu (14/12/2016).

Dari pengakuan pelajar, anggur kolesom yang disita dibeli dari toko milik Ngaripan, Desa Wedarijaksa. Satu botol anggur kolesom tersebut kemudian dibawa pada saat berangkat sekolah dan ditenggak pada saat jam istirahat, sekitar pukul 12.00 WIB.

Operasi tersebut berjalan aman, tertib dan lancar. Ketiga pelajar yang diciduk diberikan pembinaan bahwa miras bisa menyebabkan mabuk yang menjadi sumber tindak pidana kejahatan. Karena itu, miras mesti dihindari. Terlebih, mereka merupakan pelajar yang mestinya fokus belajar karena jalan perjuangan meraih cita-cita masih panjang.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Jajaran Polsek Wedarijaksa akan terus meningkatkan Operasi Lilin Candi 2016 untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Operasi itu menyasar ke berbagai tindak pidana kejahatan maupun tindak pidana ringan (tipiring) yang merupakan penyakit masyarakat.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, sasaran Ops Lilin Candi 2016 di wilayah Pati, antara lain pencurian, perjudian, premanisme, senjata api, prostitusi, minuman keras, pornografi, hingga pekerja seks komersial (PSK). Ops Lilin Candi diharapkan dapat menciptakan suasana ketertiban dan keamanan masyarakat.

Editor : Kholistiono

Cegat Paksa Mobil APV di SPBU Margorejo Pati, Polisi Temukan 480 Botol Miras Jenis Arak

Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago (kiri) mengamankan ratusan botol miras dari mobil APV yang sedang mengisi BBM di SPBU Margorejo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago (kiri) mengamankan ratusan botol miras dari mobil APV yang sedang mengisi BBM di SPBU Margorejo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petugas Sat Sabhara Polres Pati menemukan 480 botol minuman keras jenis arak, setelah mencegat paksa mobil Suzuki APV bernopol B-2517-J di SPBU Margorejo Pati, Kamis (8/12/2016) sore.

Mobil Suzuki APV dicegat paksa pada saat mengisi BBM, lantaran gerak-geriknya mencurigakan. Saat diperiksa, sopir berlari ke arah areal perkebunan tebu karena takut. Benar saja, polisi langsung menemukan 480 botol miras jenis arak yang dimuat dalam 40 dus, masing-masing dus terdapat 12 botol.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pencegatan paksa mobil APV berpelat nomor Jakarta itu dalam agenda antisipasi penggunaan miras menjelang Natal dan Tahun Baru 2017. “Pada saat petugas patrol Sat Sabhara melaksanakan patroli kota, ada mobil yang sedang mengisi BBM dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat dicegat, sopir malah kabur dan petugas menemukan ratusan botol miras jenis arak,” ujar Kompol Sundoyo, Jumat (9/12/2016).

Mobil Suzuki APV sendiri yang ditinggalkan sopirnya masih diamankan di Mapolres Pati. Pihak kepolisian menunggu siapa pemilik mobil tersebut untuk kemudian dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jelang Natal dan Tahun Baru, polisi memang menggencarkan operasi dan patroli untuk mengantisipasi miras di berbagai daerah di Kabupaten Pati. Pasalnya, hari-hari tersebut biasanya dimanfaatkan sejumlah warga untuk mabuk-mabukan.

Bila tidak diantisipasi, peredaran miras semakin luas dan dimanfaatkan pada saat Natal dan Tahun Baru. “Miras menjadi penyebab tindak kejahatan, seperti tawuran dan perkelahian yang akan membuat suasana tidak kondusif. Karena itu, kami tengah menggencarkan razia miras menjelang Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Meski Pernah Diadili, Warga Sidomukti Pati Ini Masih Tak Kapok Jualan Miras

Jajaran Polsek Margoyoso menyita sejumlah miras yang dirazia dari penjual miras di Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Margoyoso menyita sejumlah miras yang dirazia dari penjual miras di Margoyoso, Jumat (04/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ingat dengan Sri Munindah (44), warga Desa Sidomukti RT 1 RW 4, Kecamatan Margoyoso? Salah satu penjual miras terbesar di Kecamatan Margoyoso ini diduga masih berjualan miras, kendati sudah diadili di Pengadilan Negeri Pati, Senin (17/10/2016) lalu.

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mengatakan, aksi Munindah kembali terkuak setelah pihaknya menggelar razia miras di sejumlah tempat di Kecamatan Margoyoso, Jumat (04/11/2016). Dia berhasil menyita puluhan botol miras di Desa Margoyoso, Purwodadi, dan Bulumanis Lor.

“Dari hasil razia tersebut, Dakir, salah satu penjual miras yang beroperasi di Desa Purwodadi mengaku kulakan minuman setan dari rumah Munindah. Padahal, dia sudah dirazia dan diadili di Pengadilan Negeri (PN) dengan sanksi tipiring berupa denda Rp 1,5 juta,” ujar AKP Sugino.

Artinya, Munindah tidak jera dengan sanksi tipiring yang diberikan Pengadilan Negeri Pati. Bahkan, Dakir mengaku kulakan miras dari Munindah sejak dua minggu yang lalu.

“Kami sebetulnya sudah tahu informasi bahwa Munindah masih berjualan miras, kendati baru saja dikenakan sanksi tipiring di Pengadilan Negeri. Pengakuan Dakir ini semakin menguatkan bahwa Munindah tidak kapok,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya akan kembali menggencarkan razia pekat di wilayah hukum Margoyoso. Hal itu diharapkan agar penjual miras semakin jera dan berhenti mengedarkan miras di tengah-tengah masyarakat Margoyoso.

Editor : Kholistiono

Polisi Buru Penjual Es Moni, Minuman Setan yang Terkenal di Margoyoso Pati

Petugas Polsek Margoyoso menunjukkan es moni (berwarna kuning) saat dirazia di rumah Sri Munindah di Desa Sidomukti, Margoyoso, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Margoyoso menunjukkan es moni (berwarna kuning) saat dirazia di rumah Sri Munindah di Desa Sidomukti, Margoyoso, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sri Munindah (44) adalah satu di antara penjual minuman setan yang dikenal masyarakat di kawasan Kecamatan Margoyoso dengan sebutan es moni. Disebut minuman setan, karena es moni dibuat dari oplosan minuman keras jenis arak, susu, suplemen, air putih, dan es batu.

Es moni disebut-sebut menjadi salah satu jenis miras yang paling populer di Margoyoso. Saking populernya, es moni tidak lagi dijual secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga di sejumlah warung secara terbuka.

Minuman oplosan ini dibungkus dalam plastik bening dan dijual dengan harga berkisar Rp 10 ribu. Satu bungkus es moni berisi sekitar 0,3 liter minuman oplosan dengan takaran perbandingan arak dan campuran sesuai kehendak penjual.

Gara-gara jualan es moni dan beragam merek miras, Sri yang merupakan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso digerebek polisi, diadili Pengadilan Negeri Pati, dan dikenakan sanksi kurungan penjara lima hari atau denda Rp 1,5 juta. Dari 194 botol miras yang disita dari Sri, 47 plastik di antaranya adalah es moni.

“Es moni merupakan miras oplosan yang populer dan banyak dikenal di Kecamatan Margoyoso. Minuman ini tidak lagi dijual secara sembunyi-sembuyi, tetapi sudah dijual secara terbuka di sejumlah warung,” ungkap Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Selasa (18/10/2016).

Karena itu, pihaknya akan memburu pelaku yang menjual minuman setan di wilayah hukumnya, Kecamatan Margoyoso. Miras menjadi salah satu penyakit masyarakat yang akan disikat habis oleh Jajaran Polsek Margoyoso.

“Kita akan terus gencarkan razia terhadap pekat, seperti miras, prostitusi terselubung, dan sebagainya. Miras menjadi penyebab dari tindak kejahatan lainnya sehingga perlu diberantas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Penjual Miras Terbesar di Margoyoso Pati Disidang di Pengadilan, Ini Hasilnya

Sri Munindah, warga Desa Sidomukti, Margoyoso, usai menjalani sidang tipiring miras di Pengadilan Negeri Pati, Senin (18/10/2016) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sri Munindah, warga Desa Sidomukti, Margoyoso, usai menjalani sidang tipiring miras di Pengadilan Negeri Pati, Senin (18/10/2016) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Salah satu penjual minuman keras terbesar di Kecamatan Margoyoso bernama Sri Munindah (44), warga Desa Sidomukti RT 1 RW 4, Kecamatan Margoyoso, akhirnya disidang di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Senin (17/10/2016) sore.

Perempuan paruh baya ini disidang di PN Pati, setelah digerebek Jajaran Polsek Margoyoso, belam lama ini. Sri terbukti menyimpan ratusan botol miras dari berbagai merek dan miras oplosan untuk dijual tanpa dilengkapi surat izin.

Sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain 10 botol beras kencur, delapan botol anggur merah, 12 botol Anggur Kolesom, 17 botol Newport, empat botol anggur 500, 24 botol Mansion House, 30 botol Vodka, 42 botol arak, dan 47 bungkus plastik miras oplosan dari arak, susu, suplemen, air putih dan es batu.

Dalam sidang tipiring tersebut, Hakim Niken akhirnya memutuskan terdakwa terbukti bersalah karena menjual, menyimpan, dan menyediakan miras tanpa dilengkapi surat izin. Terdakwa dikenakan hukuman kurungan lima hari atau denda Rp 1,5 juta.

Atas putusan tersebut, terdakwa memilih untuk membayar denda sebanyak Rp 1,5 juta. Sementara itu, ratusan botol miras yang menjadi barang bukti dirampas negara untuk segera dimusnahkan.

“Sidang tipiring ini merupakan proses hukum dari penggerebekan yang kami lakukan di Desa Sidomukti beberapa waktu lalu. Ibu Sri adalah satu di antara penjual miras terbesar di Kecamatan Margoyoso,” kata Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Selasa (18/10/2016) pagi.

Menurutnya, hasil putusan hakim cukup memuaskan. Sebab, selama ini denda tipiring tidak lebih dari Rp 1 juta. Namun, hakim kali ini justru memutuskan denda Rp 1,5 juta atau kurungan selama lima hari.

Karena itu, AKP Sugino mengaku puas dengan hasil putusan tersebut supaya para pelaku penjual miras jera. Selain mereka kehilangan ratusan botol miras yang harganya cukup mahal, mereka juga dikenakan denda dengan nominal yang tidak sedikit.

Ke depan, pihaknya akan meningkatkan razia miras di wilayah hukumnya. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan merebaknya pekat miras di Kecamatan Margoyoso. “Kami sudah sepakat dengan pemerintah kecamatan untuk membuat Kecamatan Margoyoso bebas dari penyakit masyarakat. Karenanya, razia pekat akan terus kami gencarkan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Bakal Buru Penjual Miras di Margoyoso Pati

 Polisi menyita ratusan botol miras dari rumah Sutiyono alias Suket, warga Dukuh Gesing RT 1 RW 4, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margoyoso, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi menyita ratusan botol miras dari rumah Sutiyono alias Suket, warga Dukuh Gesing RT 1 RW 4, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margoyoso, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso akan memburu pelaku yang menjual minuman keras di wilayah hukumnya, Kecamatan Margoyoso. Hal itu diungkapkan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino, Jumat (07/10/2016).

“Kami akan memaksimalkan fungsi intelijen dan menggelar patroli rutin untuk merazia penjual miras di Margoyoso. Saat ini, kami konsen pada penyakit masyarakat (pekat). Terlebih, warga Margoyoso sebentar lagi akan menggelar Haul Mbah Mutamakkin dan Ronggokusumo, sehingga peredaran miras akan kami antisipasi,” kata AKP Sugino.

Menurutnya, beberapa pemuda di Margoyoso gemar menenggak miras pada karnaval Haul Mbah Mutamakkin. Hal itu dinilai akan menimbulkan karawanan gesekan antarpemuda. Karena itu, pihaknya mengantisipasi hal itu dengan menekan peredaran miras.

Upaya dari Polsek Margoyoso mendapatkan dukungan dari Camat Margoyoso, Suhartono. Upaya pemberantasan penyakit masyarakat di Margoyoso, mulai dari prostitusi dan miras merupakan hasil dari rapat koordinasi muspika bersama dengan para kepala desa di wilayah Margoyoso.

Hasil rakor tersebut, mereka sepakat dan berkomitmen untuk memberantas pekat. “Kami sudah berkomitmen menekan pekat di Margoyoso. Itu sudah menjadi kesepakatan kami. Setelah beberapa waktu lalu kita gencar menekan prostitusi dan karaoke liar, sekarang miras,” ucap Suhartono.

Hal itu dibuktikan dengan penggerebekan miras di rumah Sutiyono alias Suket, warga Dukuh Gesing RT 1 RW 4, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margoyoso, Jumat (07/10/2016). Dari rumah Suket, polisi menyita 194 botol miras sebanyak 60 liter.

Suket akan dikenakan tipiring dan akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Razia terhadap pekat akan terus digencarkan hingga para pelaku berhenti dari perbuatannya.

Editor : Kholistiono

Video – Modus Toko Sembako yang Menjual Miras di Trangkil Pati Berhasil Dibongkar Polisi

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Polsek Wedarijaksa mengamankan ratusan botol miras di Pasar Trangkil, Kecamatan Trangkil, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada saja cara bagi pedagang untuk menjual minuman terlarang. Di Pasar Trangkil, misalnya. Sejumlah toko yang menjual sembako ternyata menyimpan ratusan botol miras yang disimpan di balik sembako.

Namun, modus baru dalam menjual miras dalam toko sembako tersebut akhirnya berhasil dibongkar jajaran Polsek Wedarijaksa, Selasa (29/12/2015). Hal itu setelah dilakukan penyelidikan dalam beberapa hari terakhir.

”Setelah petugas kami melakukan penyelidikan, akhirnya betul ada sejumlah penjual sembako yang menyimpan. Akhirnya, kami gerebek hari ini dan berhasil mengamankan 442 botol miras dari berbagai jenis,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Dari 442 botol miras yang diamankan, 200 botol merupakan milik Sulistyo, warga Desa Trangkil RT 3 RW 4, Kecamatan Trangkil. Sementara itu, 242 botol di antaranya diamankan dari milik Siti Maskufah, warga Desa Ngurensiti RT 7 RW 2, Kecamatan Wedarijaksa.

”Kedua pelaku melanggar Perda Kabupaten Pati Nomor 22 Tahun 2002 Pasal 5 jo Pasal 9. Keduanya akan mendapatkan sanksi tindak pidana ringan,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

 

Polsek Wedarijaksa Razia Ratusan Botol Miras di Pasar Trangkil

Petugas Polsek Wedarijaksa merazia miras di Pasar Trangkil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Wedarijaksa merazia miras di Pasar Trangkil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polsek Wedarijaksa merazia ratusan botol minuman keras di Pasar Trangkil, Selasa (29/12/2015). Razia itu digelar untuk mengantisipasi peredaran miras menjelang tahun baru.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum mengatakan, sedikitnya ada sepuluh personil yang diterjunkan untuk melakukan razia. ”Kami terjunkan sepuluh personil untuk mengamankan ratusan botol miras dari berbagai merek,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Dari Pasar Trangkil, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 400 botol miras dari berbagai merek, mulai anggur merah, kolesom, beras kencur, vodka, whisky, newport, dan masih banyak lagi lainnya.

”Kami akan sikat habis peredaran miras di wilayah Wedarijaksa dan Trangkil. Kami tidak ingin pergantian tahun baru diwarnai pesta miras dan aksi mabuk,” imbuhnya.

Ia menambahkan, miras berpotensi menyebabkan tindak kriminal seperti tawuran. ”Dari mabuk-mabukan, bisa menyebabkan tindak kriminal. Ini yang akan kami antisipasi menjelang malam tahun baru,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)