Pencuri Spesialis di Rumah Sakit di Jepara Dibekuk Polisi

Polisi menunjukkan barang bukti curian dari beberapa rumah sakit. Selain telepon genggam ada pula televise.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara -Pencuri spesialis rumah sakit, Soleh Maryanto (19) ditangkap aparat Polsek Jepara Kota. Warga Dukuh Sidirejo, Desa Lebak, Kecamatan Pakis itu ketahuan mencuri handphone di RSU Kartini Jepara, Senin (19/6/2017).

Kepada penyidik, ia mengaku sudah lima kali mencuri di RSUD Kartini. Selain itu ia juga melancarkan aksinya di Demak dua kali, Kudus tiga kali dan RSI Sultan Hadlirin Jepara dua kali. 

Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono menyebut, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan pura-pura menjadi keluarga pasien. “Dia masuk ke rumah sakit pukul 23.00 sampai pukul 04.00 WIB. Menyaru jadi keluarga pasien, ia lantas memanfaatkan keadaan untuk mencuri handphone,” kata dia, Selasa (20/6/2017). 

Dari tangan tersangka disita enam buah handphone pintar dan sebuah televisi layar datar.

Kapolsek menyatakan, tersangka sudah mencuri selama setahun belakangan. Agar tak dicurigai, Soleh melancarkan aksinya secara berpindah-pindah agar tak dicurigai.  Sial baginya, saat beroperasi di RSUD Kartini ia tertangkap. Hal itu diketahui, saat ia menitipkan motornya di parkiran. Petugas yang curiga, kemudian menantinya sampai mengambil kendaraannya di siang hari.

“Ia ditangkap pada Senin siang. Kami memaksimalkan fungsi pengamanan internal rumah sakit dan Bhabinkamtibmas, kami sudah curiga sebelumnya. Ternyata benar, tersangka kembali dan hendak mengambil motornya. Dari situ dia kami tangkap,” imbuh Sriyono.

Editor : Kholistiono

Agen Miras di Jepara Diringkus Polisi

Pelaku Khoirul Basar (kiri) bersama Kasat Sabhara Polres Jepara AKP Usman Junaidi, menunjukan barang sitaan berupa jeriken berisi miras, Jumat (9/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Khoirul Basar (43) agen minuman keras asal Kelurahan Ujung Batu, Jepara, diringkus satuan Sabhara Polres Jepara, Jumat (9/6/2017) siang. Ia diketahui menyimpan 240 liter miras di rumahnya.

Kepada pewarta, ia mengaku mendapat pasokan alkohol dari Semarang. Setelah sampai di kediamannya Kelurahan Ujung Batu RT 13 RW 1, dirinya lantas mengoplos dengan air dan gula.

“Saya pesannya dari Semarang, alkohol 45 persen. Setelah itu saya campur dengan air dan gula. Untuk setiap jerikennya saya beli dengan harga Rp 600 ribu. Kemudian saya jual Rp 700 ribu per jeriken,” ungkap Khoirul.

Ia mengaku belum lama melakoni bisnis itu. Namun demikian, sebelum membuka usaha terlarang itu dirinya sempat belajar di tempat orang. Setelah mahir, ia lantas membuka bisnis miras di rumahnya sendiri.

Ia menambahkan, untuk pasokan dari Semarang didatangkan menggunakan mobil boks. Hal itu setelah ada kesepakatan harga.

“Yang saya tahu asalnya dari Kaligawe Semarang. Antarnya bisa kapan saja ketika saya pesan. Namun saya ini lagi libur,” aku Khoirul.

Kasat Sabhara Polres Jepara AKP Usman Junaidi menuturkan, penangkapan Khoirul berasal dari laporan warga. Sigap, pihaknya langsung menuju rumah tersangka.”Ketika kami selidiki di rumahnya ternyata memang benar ada jeriken-jeriken alkohol yang tersimpan,” terang Usman.

Adapun miras tersebut diperjualbelikan kepada masyarakat yang ada di sekitar rumah tersangka.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada 8 jeriken besar yang turut disita dan satu buah tong pengoplos serta saringan. “Tersangka akan dikenakan tindak pidana ringan, karena menjualbelikan miras,” tutup Kasat Sabhara. 

Editor : Kholistiono

3 Penjual Miras di Jepara Dikenakan Denda Jutaan Rupiah

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga penjual minuman beralkohol di Jepara dijatuhi hukuman tindak pidana ringan (Tipiring), di Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (27/4/2017). Mereka terbukti melanggar Perda 2/2013 tentang Pelarangan Minuman beralkohol.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Polisi Pamong Praja, ketiganya bernama Rudik Kiswanto yang divonis denda Rp 12 juta subsider kurungan satu bulan. Kedua Sri Hayati dengan vonis Rp 800 ribu subsider 10 hari kurungan dan Umi Ismiyatun memperoleh vonis denda Rp 800 ribu subsider sepuluh hari kurungan.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Jepara Sadat mengatakan, sejatinya ada empat orang yang menjalani sidang tipiring pada hari ini Namun demikian, satu diantaranya tidak datang dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ia menyatakan satu orang yang mangkir bernama Hadi Siswanto warga Mindahan RT 4 RW 2. 

“Kalau panggilan ketiga yang bersangkutan tak hadir, maka akan kami jemput paksa,” ujarnya.

Pada persidangan tersebut, terdakwa dihadirkan dengan barang bukti minuman beralkohol. Rudik Kiswanto dengan 12 botol ciu, Umi Ismiyatun 14 botol bir dan Sri Hayati dengan 6 botol bir dan 5 botol anggur merah.

Editor : Kholistiono

Alami Gangguan Penglihatan, Rumah Nenek di Jepara Ini Dijadikan Tempat Penyimpan Miras

Petugas Satpol PP mengamankan miras dari   rumah nenek yang mengalami gangguan penglihatan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP mengamankan miras dari rumah nenek yang mengalami gangguan penglihatan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Berbagai cara dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyembunyikan perilaku melanggar aturan. Seperti yang terjadi di Desa Mambak Kecamatan Pakisaji, Jepara. Salah seorang warga menyembunyikan barang bukti minuman terlarang di salah satu rumah yang dihuni nenek yang memiliki gangguan penglihatan alias rabun.

Hal itu diketahui oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kabupaten Jepara saat melakukan razia. Satu target yang dirazia adalah rumah milik Ali yang diduga menyimpan Miras. Namun saat dirazia petugas tidak mendapatkan barang bukti.

Kemudian razia juga dilakukan di rumah yang ada di dekat rumah Ali. Satu rumah yang dihuni oleh Ngatemi, nenek yang memiliki gangguan penglihatan justru ditemukan barang bukti Miras. Namun, aparat menduga kuat bahwa Miras tersebut milik Ali.

”Ali sudah menjadi target operasi kami. Dugaan kuat barangbukti Miras ini milik Ali,” kata Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Kamis (2/6/2016).

Menurut dia, jarak antara rumah Ali dengan rumah tersebut sangat berdekatan. Setelah meminta keterangan sejumlah tetangga, rumah tempat menyimpan Miras tersebut diketahui milik Mintar, 45, warga RT 3 RW 4 Desa Mambak Kecamatan Pakisaji. Saat ditanya, barang bukti Miras tersebut milik siapa, para tetangga memilih bungkam. Sementara, Mintar sendiri saat Satpol PP datang tidak ada di rumah.

”Tetangga tidak tahu minuman itu milik siapa, sedangkan pemilik rumah tidak ada. Kuat dugaan minum-minuman itu milik Ali, karena dia sudah menjadi target kami,” ungkapnya.

Trisno menambahkan, ratusan liter Miras yang ditemukan dikemas dalam 10 jerigen besar dan beberapa botol air mineral berukuran 1 liter. Sebagain ciu masih asli, beberapa jerigen sudah dicampur dengan perasa siap edar.

”Minuman-minuman ini kami amankan ke kantor, sementara pemilik rumah besok secara resmi akan kami panggil datang ke kantor untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Satpol PP: Perda Miras di Jepara Relevan, Tak Perlu Revisi

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara memiliki peraturan daerah (Perda) tentang Minuman Keras (Miras), yakni nomor 2 tahun 2013. Dalam Perda tersebut dikatakan bahwa untuk Miras di Jepara adalah nol persen. Perda tersebut dinilai masih relevan dan belum ada wacana direvisi.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa. Menurut dia, pihaknya belum merencanakan untuk mengajukan revisi terhadap Perda tersebut.

”Perda yang ada tersebut masih relevan. Yang dibutuhkan tinggal penegesan dalam pelaksanaan hingga penjatuhan sanksi,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Selasa (24/5/2016).

Menanggapi wacana Mendagri Cahyo Kumolo yang menginginkan agar semua daerah memiliki dan memperkuat Perda miras masing-masing. Selain itu, juga Mendagri juga menginginkan agar Perda tersebut sinkron dengan peraturan di atasnya.

”Tidak ada masalah dengan Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang miras. Tinggal pelaksanannya saja. Kami belum memiliki rencana untuk mengajukan revisi. Terlebih belum ada surat resmi dari Kementerian terkait,” terangnya.

Dia juga mengemukakan, revisi memungkinkan akan diajukan jika nanti ada revisi dari peraturan di atasnya. Misalnya dalam peraturan pemerintah (PP) mengenai tindak pidana ringan (Tipiring) yang menjadi acuan dalam Perda miras di Jepara, khususnya mengenai sanksi bagi penjual miras.

Perda Nomor 2 Tahun 2013 disebutkan, bahwa penggunaan minol di Jepara hanya dibolehkan untuk ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang. Selain untuk keperluan mendesak dan sifatnya eksklusif itu, penjualan dan peredaran miras terancam sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Catat, Perda Miras di Jepara Nol Persen Alkohol

Catat, Perda Miras di Jepara Nol Persen Alkohol

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara saat melakukan razia miras belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara memiliki aturan pelarangan minuman keras (Miras) maupun Minuman Beralkohol (Minol), yang terdapat dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2013. Hal itu sebagai bukti bahwa semua jenis Miras di Kabupaten Jepara dilarang.

Meski begitu, adanya Perda tersebut tak semata-mata mampu menghilangkan minuman haram tersebut hilang dari kota ukir. Pasalnya, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara masih kerap menemukan barang bukti Miras dari hasil razia yang dilakukan.

Kepala Satpol PP Jepara, Trisno Santosa mengatakan, pihaknya selalu menggalakkan razia ke sejumlah tempat ang diduga menjadi tempat peredaran Miras. Dari hasil razianya, banyak ditemukan miras berbagai merk dan kemasan masih banyak beredar di masyarakat.

”Di dalam Perda sudah jelas, Jepara 0 persen alkhohol. Sudah sering kami razia, bahkan di tempat yang semula ditemukan barang bukti, ketika dirazia lagi juga masih ada lagi. Mereka tidak jera meskipun usdah diberi sanksi,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Selasa (24/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam Perda Nomor 2 Tahun 2013 sudah disebutkan, bahwa penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang.

Berkait dengan sanksi bagi penjual minol, ditambahkan Trisno, jika seorang pedagang baru sekali terjaring razia minol, maka hanya diberi peringatan dengan mengisi surat pernyataan. Tapi jika sudah terjaring razia berulang kali akan dikenakan sanksi Tipiring.

”Sanksi tipiring pidana tiga bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. Tapi biasanya putusan hakim tidak maksimal, kelihatannya celah itu yang dimanfaatkan penjual,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Video – Polsek Batealit Jepara Temukan Kondom Saat Razia di Tas Pemandu Karaoke

Anggota Polsek Batealit menunjukkan kondom temuannya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman) Reporter : Wahyu Khoiruz Zaman

Anggota Polsek Batealit menunjukkan kondom temuannya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jajaran Polsek Batealit, Jepara menggelar razia penyakit masyarakat. Dari hasil razia tersebut didapatkan ratusan botol berisi minuman keras (Miras). Selain itu, mereka juga menemukan sejumlah kondom dari penggeledahan yang dilakukan di tempat karaoke yang berada di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara.

Baca juga : Ratusan Botol Miras Disikat Polsek Batealit Jepara

Kapolsek Batealit AKP Hendro Asriyanto mengatakan, dari razia yang dilakukan, miras ratusan botol dari sejumlah merek serta mixer player disita. Selain itu didapati pula beberapa buah kondom dari dalam tas salah satu dari sejumlah pemandu karaoke (PK) yang ada di lokasi. PK dan beberapa pengunjung tempat karaoke milik Nasikun alias Mbah Tomi itu didata dan diberikan peringatan.

”Diduga kuat tempat tersebut digunakan sebagai prostitusi terselubung lantaran ditemukan beberapa alat kontrasepsi (kondom),” kata Hendro kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, dengan temuan kondom tersebut, memang selama ini dari informasi masyarakat, diduga kuat lokasi tersebut juga digunakan sebagai tempat praktek prostitusi. Adapun usaha pengungkapan peredaran narkoba di tempat itu gagal lantaran rencana razia sudah bocor. Usaha karaoke yang disamarkan dengan usaha penjualan kayu dan mebeler tersebut akan terus dipantau.

”Kami harapkan melalui razia ini dapat meningkatkan ketertiban dan keamanan masyarakat. Razia serupa akan terus dilakukan di wilayah hukum Batealit,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Ratusan Botol Miras Disikat Polsek Batealit Jepara

Anggota polisi Polsek Batealit, Jepara dalam razia penyakit masyarakat (Pekat), Senin (15/2/2016) malam ratusan miras disita. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Anggota polisi Polsek Batealit, Jepara dalam razia penyakit masyarakat (Pekat), Senin (15/2/2016) malam ratusan miras disita. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan botol berisi minuman keras (Miras) disita anggota polisi Polsek Batealit, Jepara dalam razia penyakit masyarakat (Pekat), Senin (15/2/2016) malam. Ratusan botol Miras itu didapatkan dari tempat karaoke Rembulung Indah Cafe di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.

Kapolsek Batealit AKP Hendro Asriyanto mengemukakan, razia Pekat tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Razia tersebut dikemas dalam rangka operasi Antik Candi dan Mina Kusuma dengan sasaran pengguna dan pengedar narkoba serta premanisme dan kejahatan lain yang meresahkan masyarakat.

”Operasi Antik Candi dilakukan sejak 5 Januari hingga 18 Februari. Sedangkan Mina Kusuma dilakukan sejak 5 Februari hingga 5 Maret mendatang,” kata Hendro kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, Cafe Rembulung Indah memang dijadikan target operasi, sebab selama ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Selain tetap mengoperasikan karaoke, meski Pemkab sudah melarang, juga masih terjadi peredaran miras.

”Bahkan dari penyelidikan yang kami terima, sebenarnya juga dijadikan tempat peredaran narkoba,” terang Handro.
Dari razia yang dilakukan, meski tidak mendapatkan barang bukti narkoba, miras ratusan botol dari sejumlah merek serta mixer player disita. PK dan beberapa pengunjung tempat karaoke miliki Nasikun alias Mbah Tomi itu didata dan diberikan peringatan.

Editor : Titis Ayu Winarni

6.293 Botol Miras di Jepara Dimusnahkan

Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Jepara pada Kamis (31/12/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Jepara pada Kamis (31/12/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di akhir tahun 2015 ini, Polres Jepara kembali memusnahkan Minuman Keras (Miras) beserta botolnya, itu dari hasil Operasi Pekat Candi Semester II tahun 2015. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat ada sebanyak 6.293 botol miras berbagai merek berhasil diamankan. Polres bersama tim operasi terkait juga berhasil mengamankan 1.287 liter miras oplosan, 3.404 liter miras curah ginseng, ciu dan arak.
Di samping itu juga menyita 80 buah petasan besar, 336 buah petasan kecil, 100 buah petasan sedang serta 7 bungkus bubuk petasan. Selanjutnya, tim juga menangkap 9 tersangka judi dan 52 kasus miras. Seluruh barang tersebut selanjutnya dimusnahkan bersama di Mapolres Jepara.
Acara pemusnahan tersebut diawali dengan acara penandatanganan berita acara dan dilanjutkan pemusnahan secara simbolis oleh Bupati yang diwakili Sekda Jepara, Kapolres dan segenap Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Jepara.
Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, banyaknya miras hasil operasi ini menunjukkan tingginya peredaran miras di Kabupaten Jepara.
”Padahal secara agama sudah jelas ini adalah minuman haram dan menyesatkan,” kata Samsu, Kamis (31/12/2015).
Menurutnya, miras juga merupakan pemicu keributan masyarakat, maka pihaknya dalam hal ini sangat getol terhadap operasi dan pemusnahan. Harapannya adanya operasi dapat meminimalisasi dan mengeliminisasi berbagai potesi kerawanan.
Secara khusus jajaran Polres Jepara juga sangat berterima kasih kepada sejumlah pihak. Pada kesempatan ini memberikan bantuan berupa alat deteksi alkohol, recording pengamanan serta alat-alat keamanan lainnya. Harapannya melalui bantuan tersebut pihaknya ke depan dapat mendeteksi dini keberadaan alkohol pada pentas hiburan dan lainnya. Sehingga dapat dicegah potensi keributan, kerawanan maupun kejahatan lainnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Langkah Preventif Dinilai Sangat Dibutuhkan untuk Menekan Peredaran Miras di Jepara

Kegiatan FGD yang digelar Polres Jepara untuk membahas cara menekan peredaran Miras (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kegiatan FGD yang digelar Polres Jepara untuk membahas cara menekan peredaran Miras (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peredaran minuman keras (Miras), terutama jenis oplosan di Jepara sudah tergolong mengkhawatirkan. Segala upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, baik Polri maupun Satpol PP dinilai belum maksimal. Sehingga, format dan cara baru sebagai upaya penekanan tersebut perlu terus dievaluasi dan diperbaharui agar lebih efektif. Hal inilah yang coba dijawab dalam forum grup discussion (FGD) yang diselenggarakan Satuan Binmas Polres Jepara, Rabu (25/11/2015).

Dari hasil diskusi tersebut, selain disepakati tindakan tegas dari aparat untuk menekan peredaran miras. Dalam ranah preventif, disepakati untuk penguatan dalam hal sosialisasi hingga ke pelosok desa terjauh di wilayah hukum Jepara. Sosialisasi ini mencakup sanksi hukum dan mengenai pengetahuan seputar miras, khususnya dampak kesehatan, sosial dan keamanan.

Masyarakat juga dituntut untuk proaktif dalam pencegahan peredaran miras ini. Sebab, masyarakat merupakan garda terdepan. Lebih dari itu, masalah ini merupakan tanggungjawab bersama.

Kasat Binmas Polres Jepara AKP Hadi Suprastowo mengatakan, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menekan peredaran miras di Kabupaten Jepara. Tidak hanya aparat penegak hukum tetapi juga masyarakat.“Harus ada sinergitas dari semua pihak, termasuk dari masyarakat,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Jepara Darurat Miras, Polres Gelar Forum Grup Discussion

FGD yang digelar Polres Jepara untuk membahas bahaya Miras (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

FGD yang digelar Polres Jepara untuk membahas bahaya Miras (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah pihak di Kabupaten Jepara menganggap persoalan minuman keras (Miras) sudah mengkhawatirkan. Peredaran Miras terutama jenis oplosan di Kota Ukir masih merajalela. Hal itu membuat keprihatinan tersendiri, sehingga aparat dari Polres Jepara menggelar forum grup discussion (FGD) pada Rabu (25/11/2015).

Hadir sebagai narasumber, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin, Kajari Jepara Yuni Daru Winarsih, Kepala Pengadilan Negeri Jepara Hastopo dan Ketua MUI Jepara, Mashudi. Hadir pula seluruh Kasat, Kanit, Kabag dan Kapolsek di jajaran Polres Jepara, serta perwakilan ormas NU dan Muhammadiyah serta Satpol PP Jepara.

Kasat Binmas Polres Jepara AKP Hadi Suprastowo, selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan, dari semua yang hadir, menyepakati jika Miras, terutama oplosan memang tidak hanya membahayakan peminumnya, tapi juga berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab dalam kondisi mabuk, tindak kriminal apapun berpotensi besar dilakukan oleh peminumnya.

“Selain sepakat terkait bahaya Miras. Perda Tipiring Nomor 2 tahun 2013 tentang Larangan Minuman Beralkohol perlu ditegakkan. Dengan denda yang cukup tinggi, yakni Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan, dinilai akan bisa membuat efek jera,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Rabu (25/11/2015).

Dia menambahkan, keberhasilan dalam menekan peredaran Miras tidak hanya diukur dari besarnya barang bukti yang disita dan banyaknya kasus yang ditangani oleh Polres sendiri. Tapi juga sebagian besar merupakan hasil dari kerjasama antara Polri dan masyarakat. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)