Diduga Mesum, Pasangan Muda-mudi di Margoyoso Pati Nyaris Kena Persekusi

Dua pasangan asal Margoyoso yang diduga berzina (kiri) saat diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sepasang muda-mudi diduga mesum di sebuah desa di Kecamatan Margoyoso, Pati hampir menjadi sasaran persekusi penduduk setempat, Selasa (4/7/2017) malam.

Warga setempat geram karena dua pasangan yang masih muda itu diduga melakukan tindakan mesum. Namun, tindakan persekusi tidak dibenarkan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Dalam hukum, kata dia, perbuatan zina masuk dalam kategori delik aduan. Keduanya tidak akan bisa diproses secara hukum bila tidak ada pengaduan dari salah satu pihak yang dirugikan, seperti suami atau istri.

Karena itu, dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan persekusi apapun bentuknya, termasuk dalam kasus dugaan zina sekalipun. “Kalau warga melakukan persekusi justru malah bisa dikenakan pasal penganiayaan,” ucap AKP Sugino, Rabu (5/7/2017).

Dia menyarankan, seseorang yang diduga berzina sebaiknya diamankan tanpa ada kekerasan, kemudian segera dilaporkan pihak kepolisian. Dia berjanji akan merespons cepat setiap ada laporan dari masyarakat.

“Semalam, saya sampai di lokasi sekitar 20 menit setelah mendapatkan laporan sehingga bisa segera ditangani. Jangan main hakim sendiri, karena bisa jadi malah terkena Pasal 170 KUHP,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Mau Lebaran, 7 Pasangan Muda di Rembang Kepergok Lagi Mesum di Kos

Sejumlah pasangan tak resmi diamankan petugas dari sejumlah kos-kosan di daerah Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Semakin dekat dengan Lebaran, tampaknya para pasangan mesum sudah tak sabar menahan nafsunya. Ini terlihat dari hasil razia gabungan yang dilakukan aparat Satpol PP Rembang bersama TNI dan Polri, Minggu (18/06/2017).

Dari razia itu tujuh pasangan tak resmi kepergok tengah berduaan dan diduga tengah melakukan tindakan mesum di dalam kamar kos. Kebanyakan mereka terjaring di kos-kosan yang berada di Desa Magersari, Kecamatan Rembang.

Selain pasangan terduga mesum, petugas juga mengamankan 8 orang gadis di bawah umur yang tidak dapat menunjukkan KTP.

Kabid Ketentraman Masayarakat Satpol PP Rembang Heru Susilo menjelaskan, sejumlah kos-kosan di Kabupaten Rembang terindikasi menjadi tempat aksi mesum. “Berdasarkan informasi dari masyarakat, banyak sekali kos-kosan yang terindikasi menjadi tempat prostitusi,” katanya.

Kondisi ini membuat masyarakat resah, apalagi selama Ramadan aktivitas tak bermoral itu juga tak berhenti. Bermula dari laporan masyarakat itu, petugas melakukan penelusuran dan melakukan penggerebekan.

Penggerebekan dilakukan pada pagi hari, saat para pasangan ini masih banyak tidur. Para pasangan tak resmi yang berhasil diamankan berdalih mereka sudah menikah siri, agar dilepaskan.

“Rata-rata mereka mengaku sudah menikah siri. Pagi ini merupakan waktu yang enak karena mereka masih pada tidur,” ujarnya.

Heru menjelaskan, dalam kesempatan itu, petugas mengamankan seorang wanita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke yang kedapatan membawa kondom saat digeledah di kamarnya.

Seluruh pasangan yang terjaring razia, mendapatkan pembinaan, dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuataannya. Sementara 8 gadis di bawah umur tanpa identitas, dibina dengan keluarganya dipanggil.

“Ini juga sebagai langkah antisipasi dan memastikan gadis-gadis di bawah umut itu bukan korban perdagangan manusia,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Berduaan di Kamar Hotel, Pasangan Bukan Suami Istri di Rembang Diangkut Polisi

Beberapa orang yang terjaring razia di hotel di Rembang sedang mendapatkan pembinaan di Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Aparat Satuan Sabhara Polres Rembang melakukan operasi pekat di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Rembang, Kamis (08/6/2017). Satu per satu tamu yang menginap di kamar hotel diperiksa identitasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan pasangan bukan suami istri yang kedapatan berduaan di dalam kamar hotel. Pasangan ini akhirnya diamankan di dalam mobil polisi lalu dibawa ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut. Setidaknya ada empat pria dan enam wanita yang dibawa ke Mapolres.

Dalam operasi ini, polisi juga mendapatkan seorang mahasiswi berusia sekitar 20 tahun yang tidak membawa identitas sedang menginap di salah satu hotel. Di hadapan polisi, mahasiswi tersebut mengaku menginap di hotel karena kemalaman dan pintu kos dikunci.

Untuk memastikan kebenaran alasan tersebut, polisi kemudian mengantarkan mahasiswi tersebut ke kosnya.

Kasat Sabhara Polres Rembang AKP Roy Irawan mengatakan, giat operasi tersebut merupakan upaya cipta kondisi, sebelum pelaksanaan Operasi Ramadniyah.

“Selain itu, operasi yang dilakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya aksi teror, menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

 

8 Pasangan Ilegal Asyik Bermesraan di Kamar Kos Grobogan Digerebek Polisi

Aparat Polres Grobogan saat melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam Kota Purwodadi guna mengantisipasi peredaran narkoba.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aparat Polres Grobogan saat melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam Kota Purwodadi guna mengantisipasi peredaran narkoba.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan kembali melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam kota Purwodadi, Grobogan, Jumat (20/1/2017). Razia yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Lamsir ini sasaran utamanya adalah mengantisipasi peredaran narkoba.

Dalam pelaksanaan razia ini, petugas mendapati ada laki-laki dan perempuan yang berada berduaan dalam kamar kos. Saat didata identitasnya, keduanya ternyata bukan pasangan suami istri.

Saat melakukan kegiatan, polisi juga sempat memeriksa kamar kos-kosan tersebut untuk mengantisipasi adanya narkoba ataupun barang terlarang lainnya. Selama pemeriksaan, tidak ditemukan barang terlarang di sejumlah tempat kos tersebut.

Meski demikan, ada beberapa barang yang berhasil ditemukan dalam kamar kos dan sempat membuat geli. Barang ini, berupa obat kuat dan beberapa butir pil KB.

“Dari hasil pemeriksaan tidak kita temukan narkoba atau barang terlarang lainnya. Namun, untuk pasangan bukan suami istri yang kedapatan sedang berduaan di kamar kos, kita bawa ke kantor untuk dikasih pengarahan. Totalnya, ada delapan pasangan,” kata Lamsir.

Sebelum meningalkan tempat kegiatan, Lamsir sempat melakukan imbauan pada penghuni dan pemilik kos untuk mewaspadai peredaran narkoba. Pemilik kos juga diminta untuk waspada pada setiap orang asing atau pendatang baru.

”Saya minta identitas penghuni kos harus didata dengan jelas biar tahu asal-usulnya. Jika melihat orang yang mencurigakan tolong secepatnya hubungi pihak kepolisian. Selain antisipasi narkoba, kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya mencegah adanya ancaman bahaya terorisme dan paham radikalisme,” pesan Lamsir.

Editor : Akrom Hazami

Asyik Begituan, 4 Pasangan Ini Konangan Polisi di Rumah Kos Kudus

Polisi menertibkan pasangan bukan suami istri di salah satu rumah kos di Singocandi, Kudus. (Tribratanewskudus)

Polisi menertibkan pasangan bukan suami istri di salah satu rumah kos di Singocandi, Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Empat pasangan kumpul kebo atau pasangan bukan suami istri konangan polisi di salah satu rumah kos di Singocandi, RT 05 RW 3, Kudus, Rabu (18/1/2017) pagi. Mereka konangan polisi saat sedang asyik ngamar dengan pintu kamar di kunci rapat. Mereka kaget saat didatangi sejumlah polisi.

Empat pasangan itu adalah AN (17) warga Jekulo Kauman dengan pasangan UA (17) warga Karanganya Demak. Pasangan kedua, RS (19) warga Gondoarum Jekulo dan pasangannya DMU (19) warga pelayan toko, alamat Loram Wetan Jati Kudus.

Pasangan ketiga, BU (23) dan S (18) keduanya warga Gondosari Gebog Kudus. Pasangan selanjutnya adalah IA (23) dan pasangannya TW (23) keduanya warga Juwana Pati. Dikutip dari situs resmi Polres Kudus, Polsek Kudus menertibkan mereka. Polsek Kudus sedang melakukan kegiatan Operasi Pekat Gabungan. Tujuannya untuk menekan problematik penyakit masyarakat seperti perjudian, miras ilegal, pasangan mesum, maupun peredaran gelap narkoba.

Dalam kegiatan, ada 23 kamar kos diperiksa oleh petugas dengan didampingi pemilik rumah. Operasi pekat yang digelar satu jam lebih tersebut berhasil mengamankan empat pasangan muda-mudi bukan suami-istri yang kedapatan berada di kamar kos dengan keadaan pintu kamar dikunci dari dalam.

Selanjutnya keempat pasangan bukan suami-istri yang terjaring diangkut ke dalam mobil patroli dan dibawa ke Polsek Kudus guna didata lebih lanjut, serta untuk diberikan pembinaan dengan juga turut memanggil orang tua masing-masing pasangan.

Editor : Akrom Hazami

Konangan Mesum di Pereng, Muda-mudi Ini Digelandang Satpol PP Jepara

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara saat ini mulai gencar melakukan razia terhadap penyakit masyarakat (Pekat). Hal itu dilakukan seiring dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala Satpol PP Jepara, Trisno Santosa mengatakan, pihaknya memang saat ini tengah gencar melakukan razia. Salah satu sasarannya adalah tempat-tempat yang diduga menjadi tempat mesum, dan melakukan perilaku pekat lainnya.

”Salah satunya di kawasan Pereng Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota. Meskipun sering dijadikan sasaran razia, tempat disana memang masih sering digunakan untuk mesum,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurut dia, Kamis (19/5/2016) malam hingga Jumat dini hari tadi, pihaknya melakukan razia. Lokasi pertama yang didatangi adalah pemukiman warga di kawasan Pereng tersebut. Di lokasi tersebut, sejumlah kamar di rumah-rumah warga setempat sengaja disewakan untuk pasangan mesum.

Saat mendatangi salah satu rumah, Satpol PP Jepara mendapati pasangan muda-mudi tengah berbuat mesum di salah satu kamar, yakni ML (35) dan MY (30). Kedua muda mudi tersebut tak dapat mengelak saat anggota Satpol PP memergokinya.

”Si laki-laki mengaku baru pertama kali menyewa kamar di kawasan Pereng. Sementara, pasangannya, lebih banyak diam dan menutup wajah saat ditanya,” kata Trisno.

Lebih lanjut Trisno menyampaikan, rumah-rumah di kawasan Pereng sudah berulangkali dirazia. Namun, pemilik rumahnya nampaknya tidak kapok. Bahkan, kegiatan menyewakan kamar untuk pasangan berbuat mesum sudah berulangkali didemo warga.

”Pemilik rumah sudah berulangkali kami beri peringatan. Kalau sampai nanti diulangi lagi, pemilik rumah dan pelaku mesum yang tertangkap basah akan kami tindak tipiring,” tegas Trisno.

Selain menyasar kawasan Pereng, Trisno beserta anak buahnya juga melakukan razia di kawasan terminal lama. Lokasi ini disinyalir dijadikan tempat mangkal para pekerja seks komersial. Terbukti saat petugas datang, banyak wanita yang lari berhamburan.

”Di terminal lama, begitu kami datang mereka (PSK) langung berhamburan lari,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Terungkap, Praktik Remas Itunya PK di Warung Kopi Rembang

Foto syur yang beredar luas di media sosial di Rembang

Foto syur yang beredar luas di media sosial di Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Praktik remas payudara di warung kopi berfasilitas karaoke di Rembang ternyata bukan gosip semata. Hal itu terungkap dengan beredarnya foto syur di media sosial yang menggegerkan warga Rembang.
Dalam foto tersebut, tampak seorang pemandu karaoke nyaris telanjang berada di pangkuan seorang pria yang sedang meremas payudara pemandu karaoke itu di sebuah room.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pemandu karaoke yang nyaris telanjang dalam gambar tersebut berisial NM (26) warga Sulang. Sementara pria yang sedang meremas payudara NM, berinisial C warga Pandean Rembang. Ternyata, foto tersebut diambil di sebuah room dari warung kopi di Rembang yang terletak di jalan Rembang – Blora KM 05 Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Penegak Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang, Sudarno kepada awak media, Jumat (26/2/2016) siang.

Satpol PP merazia Warung Kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga desa Kedungrejo, Rembang, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Satpol PP merazia Warung Kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga desa Kedungrejo, Rembang, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ia membenarkan, foto tak senonoh yang menggegerkan warga Rembang itu terjadi di salah satu room warung kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga Desa Kedungrejo RT 01/RW 01 Rembang.

Ia mengaku mendapatkan foto tersebut dari masyarakat. Kemudian segera ditindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. “Ada laporan dari masyarakat yang resah terkait foto asusila di yang dilakukan dalam room warung kopi. Akhirnya saya sikapi langsung ke lokasi ketemu pemiliknya,” kata Sudarno.

Disampaikan olehnya, pihak pemilik warung kopi membenarkan terkait foto tersebut memang terjadi di salah satu room warung kopinya. Bahkan, menurutnya bukan hanya foto saja yang beredar luas namun ada videonya.

Sayangnya, Sudarno mengaku berdasarkan penelusuran anggotanya video tidak berhasil mendapatkannya. “Foto-foto itu beredar kemana-mana, bahkan ada videonya. Namun videonya saya lacak, sudah tidak ada,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Blora Pastikan Bikin Tak Tenang Pasangan yang Nekat Berbuat Mesum

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora Sri Handoko menegaskan, pada malam pergantian tahun baru nanti, pihaknya bakal menyisir sejumlah tempat yang disinyalir dijadikan tempat mesum bagi pasangan muda-mudi, khususnya fasilitas umum.

Setidaknya, beberapa tempat yang bakal menjadi sasaran di antaranya halaman belakang GOR Mustika Blora, Taman Bangkle dan beberapa tempat lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya bakal bersinergi dengan kepolisian dalam mengamankan perayaan malam pergantian tahun. “kami akan lakukan penyisiran di sejumlah tempat, seperti di GOR Mustika dan taman Bangkle,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom (28/12/2015).

Demi keamanan dan kenyamanan, pihaknya juga telah melakukan razia di tempat hiburan malam yang telah dilakukan sebelumnya, yang merupakan rangkaian dari pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Ia juga memastikan, bahwa pada malam pergantian tahun nanti, semua tempat hiburan malam dipastikan tutup. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Gila!! Ada Tempat Mesum yang jadi Favorit di Dekat Kamar Mayat

Seorang warga sedang bersantai di Taman Borotugel Kabongan Kidul Rembang yang diportal, Selasa (10/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang warga sedang bersantai di Taman Borotugel Kabongan Kidul Rembang yang diportal, Selasa (10/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Para pemuda-pemudi yang sedang pacaran maupun orang dewasa yang ingin selingkuh di Rembang, kerap memanfaatkan tempat ini. Pemerintah setempat terkesan menyediakan tempat ‘mojok’ bagi para pasangan yang ingin mesum di Kota Rembang.

Tempat yang sering digunakan mesum di kota Rembang adalah Taman Borotugel yang terletak di Desa Kabongan Kidul, Rembang. Taman yang memiliki beberapa gazebo itu relatif selalu sepi, karena di sebelah baratnya merupakan lapangan luas sementara sebelah timurnya adalah ruang jenazah atau kamar mayat RS. dr. R. Soetrasno Rembang.

Selain itu, taman yang dibuat sedemikian indahnya, tidak didukung penerangan yang cukup. Padahal ada lampunya, tetapi tidak menyala. Kedua hal itulah, yang menjadikan Taman Borotugel menjadi rujukan pertama bagi para pasangan yang ingin mengumbar asmara.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Desa Kabongan Kidul, Rokhani ketika ditemui MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015). Menurutnya, Taman Borotugel memang sepi dan gelap. “Anak-anak muda kemudian memanfaatkannya sebagai tempat nongkrong dengan pasanganya,” ungkap Rokhani.

Bahkan, dia mengaku hampir setiap sabtu malam ada laporan dari warga sekitar tentang aktivitas yang tidak senonoh dilakukan di taman yang berada di wilayahnya itu. “Wah, banyak aduan dari warga. Saya itu hampir setiap malam minggu ditelepon sama warga. Pak ini ada yang pangku-pangkuan, pak ini ada yang gini-gini. Macem-macem pokoknya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena taman tersebut berada dalam kendali pemerintah kabupaten, belum diserahkan kepada pemerintah desa. Akhirnya, pemerintah desa hanya mampu mengambil langkah dengan memportal jalan masuk ke taman itu.

“Meski bukan solusi terbaik, tapi setidaknya bisa cukup mengurangi jumlah remaja yang kesini. Meski masih banyak remaja yang datang, terutama malam minggu,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Kapolres Pati Sayangkan Tindakan Oknum Polisi yang Digrebek Warga Karena Nginep Tiga Malam di Rumah Janda

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Aksi oknum polisi berinisial SD (36) yang digrebek warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti Selasa (28/7/2015) pukul 23.00 WIB mencoreng nama baik kepolisian. Apalagi tindakan yang dilakukan SD tersebut berindikasi ketindakan asusila. Lanjutkan membaca

32 Pasangan Mesum Diamankan dari Kamar Hotel

Mesum-Ilustrasi

ilustrasi mesum

KUDUS – Sebanyak 32 pasangan bukan suami istri diamankan petugas gabungan dari kamar hotel, Selasa (16/6/2015). Mereka diamankan lantaran diduga melakukan perzinahan.
Mereka diamankan dari berbagai kamar hotel gabungan Polres Kudus, Kodim dan Satpol PP. Semuanya kini diamankan petugas di Mapolres Kudus untuk diberikan pembinaan. Lanjutkan membaca