Video – Dalam Long March JMPPK Rencana Singgah di Makam Sunan Kalijaga Demak

 

KUDUS – Koordinator lapangan jaringan masyarakat peduli pegunungan kendeng (JMPPK) Pati, Gunretno berharap pada majelis hakim bisa memutus gugatan warga terhadap pembangunan pabrik semen dengan seadil-adilnya, pada sidang ke 27 yang digelar Selasa (17/11/2015).

”Saya harap majelis hakim bisa memutus gugatan ini dengan adil. Mereka juga harus bisa tahu dan paham kondisi lapangan pegunungan Kendeng itu seperti apa, jika pabrik semen itu didirikan,” kata Gunretno.

Dalam aksi long march menuju PTUN Semarang dalam menghadapi putusan tersebut, pihak JMPPK memilih tempat singgah untuk menjalankan doa bersama. Seperti halnya makam Mbah Gareng di Undaan Lor, Kudus, serta makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.

”Untuk wilayah Undaan memilih di makam Mbah Gareng. Kemudian, sesampainya di Demak langsung kita mampir ke makam Sunan Kalijaga,” paparnya.

Gunretno melanjutkan, setelah menggelar doa bersama di makam Sunan Kalijaga, pada Senin malam pihaknya menjadwalkan untuk bermalam di museum Ronggo Warsito, Semarang. Sehingga Selasa pagi (17/11/2015) pihak JMPPK bisa mendengar langsung putusan hakim PTUN Semarang pada sidang ke 27 kali ini.

Kegiatan long march ini juga bukan hanya diikuti oleh JMPPK dari wilayah Pati saja. Namun dari kabupaten lainnya. Di antaranya Kudus, Rembang, Blora, Grobogan.

”Kami harap kegiatan ini bisa membuahkan hasil yang baik untuk kita, warga Kendeng dan sekitarnya,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Melepas Lelah, Warga Kendeng Dihibur Pelawak Undaan

Marhaban, salah satu pelawak Undaan yang juga sebagai Humas JMPPK Kudus tengah memberikan hiburan kepada warga Kendeng yang melakukan long march. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Marhaban, salah satu pelawak Undaan yang juga sebagai Humas JMPPK Kudus tengah memberikan hiburan kepada warga Kendeng yang melakukan long march. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sesampainya di makam Mbah Gareng Undaan Lor dengan saling berpelukan, 200 warga Kendeng yang melakukan long march disambut dengan nyanyian lagu Indonesia Raya serta ramah tamah oleh warga sekitar. Tak hanya itu, Warga Kendeng juga langsung dihibur oleh pelawak setempat.

Marhaban adalah salah satu pelawak Undaan yang juga aktif di organisasi Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kudus (JMPPK) cabang Kudus. Tak tanggung-tanggung selain melawak, Marhaban juga memberikan hiburan berupa nyanyian lagu Jawa yang diselingi dengan salawat.

Hiburan tersebut pun membuat warga Kendeng yang mulanya merasa kelelahan menjadi semangat. Karena menempuh perjalanan mulai Omah Sonokeling Sukolilo, Pati hingga tiba di makam Mbah Gareng, Undaan Lor dini hari.

Dengan adanya hiburan tersebut, secara otomatis mengurangi rasa lelah, jenuh, serta dapat memberikan semangat iman terhadap perjuangan dalam perjalanan menghadapi putusan PTUN di Semarang, pada Selasa (17/11/2015).

Meskipun pria yang kini juga menjabat sebagai Humas JMPPK Kudus tersebut tengah terkena stroke, tetapi pihaknya selalu memberikan support terhadap peserta long march ini. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Pemuda Pancasila Kudus Siap Dimintai Bantuan Warga Kendeng

Didik Poerwanto, Sekjend Organisasi Pemuda Pancasila Kudus mengungkapkan dukungan terhadap aksi JMPPK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Didik Poerwanto, Sekjend Organisasi Pemuda Pancasila Kudus mengungkapkan dukungan terhadap aksi JMPPK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain ramah tamah dengan pihak Desa Undaan Lor, ke 200 peserta long march warga Kendeng Pati juga di bantu oleh organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Kudus.

”Kami sengaja datang ke Undaan Lor, yaitu di makam Mbah Gareng ini karena ingin menyambut kedatangan warga Kendeng yang tergabung dalam jaringan masyarakat peduli pegunungan kendeng yang menggelar long march serta singgah di tempat ini,” kata Didik Poerwanto, Sekjend Organisasi Pemuda Pancasila Kudus.

Dalam sambutannya tersebut, pihaknya mengungkapkan siap bila dimintai bantuan. Baik itu pemikiran atau tenaga sekalipun.

”Kami siap mendukung secara moril, pikiran bahkan tenaga sekalipun. Sebab upaya warga Kendeng untuk memperjuangkan kelestarian lingkungan dalam gugatan di PTUN Semarang tesebut merupakan hal yang berat, mulia, dan wajib didukung,” terangnya. (Edy Sutriyono/TITIS W)

Pemdes Undaan Lor Dukung Gerakan Long March Warga Kendeng

Rombongan long march JMPPK melakukan doa bersama di makam Mbah Gareng Undaan Lor, Kecamatan Undaan bersama warga setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Rombongan long march JMPPK melakukan doa bersama di makam Mbah Gareng Undaan Lor, Kecamatan Undaan bersama warga setempat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setelah penyambutan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, rombongan long march Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan doa bersama di makam Mbah Gareng Undaan Lor, Kecamatan Undaan. Pemerintah desa setempat langsung menggelar ramah tamah kepada ke 200 warga Kendeng tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Undaan Lor, Edi Pranoto mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan gerakan JMPPK. Sebab rombongan long march yang menyinggahi makam Mbah Gareng di Undaan Lor dianggap sebagai bentuk kehormatan bagi pemdes.

Edi melanjutkan, pihaknya juga berharap kepada ke 200 peserta long march JMPPK bisa menjaga kesehatan serta berhati-hati sampai di tempat tujuan, yaitu di PTUN Semarang.

Pihak desa juga selalu memantau perkembangan long march tersebut dengan komunikasi lewat ponsel. Hal itu dilakukan sebagai bentuk motivasi untuk mencapai hasil positif disaat menghadapi bacaan putusan gugatan warga Kendeng di PTUN Semarang, pada Selasa (17/11/2015) mendatang.

”Jika pembangunan pabrik semen tetap didirikan di Kendeng, maka Undaan juga terkena imbas negatifnya. Karena juga merupakan wilayah pertanian yang terbilang dekat dengan pegunungan Kendeng. Sehingga kami sangat mendukung aksi penolakan tersebut,” terangnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Long March JMPPK Disambut Warga Undaan Lor dengan Lagu Indonesia Raya

JMPPK sampai di makam Mbah Gareng atau Syech Abdulloh Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan pukul 02.00 dini hari dan disambut dengan lagu Indonesai Raya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

JMPPK sampai di makam Mbah Gareng atau Syech Abdulloh Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan pukul 02.00 dini hari dan disambut dengan lagu Indonesai Raya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setelah melakukan long march yang dimulai dari Omah Sono Keling, Sukolilo Pati, ke 200 warga Kendeng yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) ini sampai di makam Mbah Gareng (Syech Abdullah) di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan pada pukul 02.00 WIB Senin (16/11/2015) dini hari, dan disambut dengan lagu Indonesia Raya.

Dalam penyambutan itu pula dihadiri oleh pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, organisasi Pemuda Pancasila Kudus, Polsek Kecamatan Undaan, serta Muspika Kecamatan Undaan.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, sesampainya ke 200 warga Kendeng yang tergabung dalam JMPPK di makam Mbah Gareng, Undaan Lor menggelar doa bersama. Setelah doa bersama dilanjutkan dengan ramah tamah atau saling sharing dengan masyarakat Undaan Lor setempat.

Diketahui, aksi long march yang bertajuk “Kendeng Menjemput Keadilan” tersebut merupakan gerakan penolakan dibangunnya pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng tersebut. Yang meliputi Kecamatan Tambak Romo, Kecamatan Sukolilo, dan Kecamatan Kayen. Selain itu, long march tersebut juga untuk menghadapi putusan pengadilan tata usaha negara (PTUN) di semarang.

Pengadilan gugatan oleh warga Pegunungan Kendeng, khususnya Kecamatan Kayen, Tambak Romo dan Sukolilo terhadap pembangunan pabrik seman oleh PT Sahabat Mulia Sakti, Tbk yang juga anak perusahaan dari PT Indocement, Tbk ini sudah berjalan 26 kali. Dan untuk yang 27 kalinya digelar pada Selasa (17/11/2015). Sehinga ke 200 anggota.

JMPPK tersebut akan menghadapi putusan dari pengadilan tersebut dengan cara long march hingga ke PTUN Semarang. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Long March Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Berhenti di Undaan Lor Dini Hari

Zainul, tokoh masyarakat Desa Undaan Lor dan pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Zainul, tokoh masyarakat Desa Undaan Lor dan pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Long March yang digelar 200 anggota organisasi Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) yang melewati wilayah Undaan Lor, Kecamatan Undaan disambut oleh warga setempat. Warga pun menanti kehadirannya sejak pukul 22.00 WIB.

Penolakan terhadap penambangan serta pembangunan pabrik semen di Kecamatan Kayen dan Sukolilo, Pati ini nantinya berujung di pengadilan tata usaha negara (PTUN) Semarang.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Undaan Lor sekaligus pengurus tempat religi Mbah Gareng atau Syech Abdullah, Zainul mengatakan, para pengurus makam Mbah Gareng, tokoh masyarakat Undaan Lor, dan Polsek Undaan siap menerima kehadiran JMPPK.

Selain itu, lanjut Zainul, mengapa wilayah Undaan Lor, khususnya di persemayaman Mbah Gareng ini sebagai tempat kunjungan JMPPK sebelum ke PTUN Semarang. Karena wilayah Undaan ini juga bakal terkena efek dari pertambangan serta pembangunan pabrik semen di pegunung Kendeng Pati jika benar terealisasi.

”JMPPK mendatangi tempat Mbah Gareng atau Syech Abdullah lantaran mereka ingin berdoa bersama, ikhtiar batin sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang di PTUN. Selain itu, juga ada kaitannya dengan efek pembuatan pabrik semen. Yakni bila pabrik semen dan penambangan tetap dilakukan, maka lahan resapan air di Sukolilo dan Kayen Pati berimbas pada wilayah Undaan. Sebab di wilayah Undaan termasuk wilayah pertanian,” ujarnya.

Organisasi JMPPK tersebut hadir di wilayah Undaan Lor yang bertempat di Persemayaman Mbah Gareng atau Syech Abdullah ini pada Senin, 16/11/2015) pukul 00.00 WIB. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)