Berharap Bisa Raup Untung pada Lebaran, Justru Petani Melon Malah Merugi

melon (e)KUDUS – Puluhan petani melon di wilayah Kecamatan Undaan Kudus terpaksa pasrah, setelah tanaman buah melon yang ditarget bisa mendatangkan hasil untuk keperluan lebaran mengalami gagal panen. Lebih dari 50 persen tanaman melon yang berada di hamparan ladang seluas lebih dari 200 hektar, mati terserang hama penyakit. Sedang, sebagian besar tanaman melon lainnya berbuah tetapi hasilnya kurang maksimal.

Kepala Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Agus Haryanto, mengatakan, puluhan hektar tanaman melon di desanya mengalami gagal panen. Sebagian besar milik Kelompok Tani Sidomakmur dan Cangkringrejo, kegagalannya mencapai 50 persen dari luasan lebih 100 hektar. Sedang tanaman melon milik Kelompok Tani Panderejo dan Kadutrejo yang luasannya relatif kecil.

”Sebagian besar petani melon tempat kami benar- benar menangis. Hasil tanaman yang diharapkan bisa untuk menambah kebutuhan lebaran malah gagal panen,” terangnya.

Tanaman buah melon dan semangka di wilayah Undaan, biasanya disiapkan untuk musim tanam ketiga (MT III) sekitar bulan Juli ini. Tetapi tahun ini banyak petani melon melakukan tanam lebih awal pada akhir April lalu, dengan target bisa dipanen saat bulan Ramadan. Selama Ramadan, kebutuhan buah segar meningkat, sehingga harga jualnya terdongkrak naik.

”Petani berharapnya seperti itu. Bagi pemilik lahan pas- pasan, menanam melon memang lebih menguntungkan jika tidak terserang penyakit,” ungkapnya.

Dia pun merinci, untuk biaya produksi tanam satu kotak sawah atau sekitar 1.500 meter persegi, dibutuhkan dana sekitar Rp 5 juta. Namun, jika sukses dipanen, hasilnya bisa berlipat mencapai antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Petani di Undaan Menangis, Ratusan Hektar Tanaman Melon Gagal Panen

melon (e)KUDUS – Ratusan hektar tanaman melon, mengalami gagal panen. Hal itu terjadi setelah tanaman buah musiman tersebut terserang penyakit dan akhirnya mati.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santosa mengatakan, tanaman melon banyak ditanam petani di Undaan. Antara lain di Desa Kalirejo sekitar 100 hektar, Kutuk 50 hektar, Berugenjang 33 hektar, Lambangan 15 hektar, Glagahwaru 2 hektar, serta di Desa Sambung dan Terangmas, masing-masing 1 hektar.

”Sejumlah petani sudah memanen, tetapi puluhan petani lain terpaksa membiarkannya setelah tanaman melonnya mati dan buahnya membusuk akibat terserang hama kutu yang mengandung virus. Terdapat sekitar 50 persen tanaman melon tak bisa dinikmati hasilnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, cuaca panas membuat virus berkembang cepat. Daun tanaman menjadi kuning keriting dan buahnya tidak berkembang, hingga akhirnya mati dan membusuk. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Grobogan Produksi Melon Terbesar di Jateng

Petani di Grobogan memilih menanam melon karena hasilnya yang cukup bisa diandalkan. Tak heran kabupaten terbesar kedua di Jateng ini menjadi daerah penghasil melon terbesar di Jateng. (MURIA NEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Selain jagung, produksi melon di Grobogan ternyata juga cukup tinggi. Bahkan, hasil panen buah yang punya rasa manis ini menjadi yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Lanjutkan membaca