Mau Bersih-bersih, Penjaga MI di Grobogan Kaget Temukan Orang Gantung Diri di Kebun Jati

Sejumlah petugas sedang memeriksa kondisi pelaku gantung diri di Dusun Jetis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSeorang penjaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Dusun Jetis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari sempat dibikin kaget saat melakukan aktvitas rutin, Rabu (23/8/2017). Saat hendak bersih-bersih di sekitar sekolahan, penjaga dan petugas kebersihan berusia 32 tahun itu melihat ada pemandangan yang membuatnya merinding.

Sebab, ia melihat ada sosok orang yang tergantung di sebuah pohon jati dengan leher terjerat tali plastik. Selanjutnya, Eko segera menghubungi warga untuk mengabarkan apa yang sudah dilihatnya tersebut.

Setelah dapat kabar, sejumlah warga kemudian berdatangan menuju lokasi kebun jati di dekat madrasah tersebut. Beberapa warga, kemudian mencoba mengecek kondisi orang yang gantung diri tersebut. Saat diperiksa, kondisi orang tersebut sudah tidak bernyawa.

Pelaku gantung diri itu diketahui bernama Supir (70), warga setempat. Lokasi gantung diri dilakukan di kebun jati miliknya sendiri. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan warga pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki membenarkan adanya peristiwa gantung diri di Desa Tanjungrejo tersebut. Menurutnya, setelah dapat laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kondisi korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis Puskesmas Wirosari dan inafis Polres Grobogan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri dan tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Pihak keluarga sudah menerima dan jenazahnya sudah kita serahkan untuk dimakamkan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Ini Pesan Terakhir Pemuda Pati yang Tewas Gantung Diri di Kudus

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Johan Rudianto (23), warga Desa Banyutowo RT 03 RW 02, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kos miliknya di Desa Dersalam, Kecamatan Bae ternyata sempat meninggalkan pesan.

Pesan tersebut tertulis dalam aplikasi WhatsApp yang ditujukan kepada sebuah nomor di hpnya. Sayang nomor tersebut tak bernama dan belum bisa dihubungi.

Kapolsek Bae AKP Sardi mengatakan, pesan tersebut diketahui saat petugas memeriksa handphone yang disimpan dalam saku celana. Setelah diperiksa percakapannya, ternyata korban sempat mengirim pesan ke salah satu nomor.

“Dalam pesan tertulis tolong rawat mayatku. Sayangnya, dalam nomor tersebut tak dikasih nama, sehingga tidak diketahui siapakah pemilik nomor telepon,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Baca Juga: Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki siapa pemilik nomor tersebut. Namun hingga kini masih belum bisa ditemukan siapakah pemilik dari nomor tersebut. Hanya, dia menduga kalau pemilik nomor merupakan orang yang sangat disayangi hingga disayangi olehnya.

Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit hati atau putus cinta. Hal itu juga kalau melihat usia yang masih muda. Hanya saja dugaan tersebut masih belum pasti. Saat ini pihaknya bersama petugas lainnya masih melakukan penyeledikan.

“Yang pasti, bunuh diri itu tak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, jangan berpikir pendek,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Perempuan Berkerudung Tewas dan Mayatnya Membusuk di Sawah Pemalang

Polisi dan medis mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. (Tribatanewspemalang)

MuriaNewsCom, Pemalang –  Kholida (50) warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas di lahan sawah yang ada di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Kondisi mayatnya ditemukan dalam keadaan membusuk. Saat ini, mayat korban telah diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat ditemukan petani, Warkumi (61). Ketika itu, Warkumi dan Kartumi (49) hendak mencari sisa hasil panen padi di petak sawah milik Slamet, Desa Ambokulon. Keduanya mencium bau busuk yang menyengat. Karena penasaran, para petani itu mencari sumber bau. Tak jauh dari lokasi mereka, terlihat mayat dengan kondisi telungkup.

Keduanya segera lari tergopoh-gopoh mendatangi warga terdekat. Mereka melaporkan telah melihat mayat perempuan. Adapun ciri mayat itu, memiliki tinggi badan 150 cm, umur sekitar 50 tahun, perawakan kurus, memakai kerudung cokelat, dan mengenakan baju warna hijau serta celana pendek hitam. Sontak, warga yang duduk di pos ronda dekat lokasi, langsung melapor kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Comal.

Kapolsek Comal AKP Utomo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga, soal adanya mayat di sawah. Dia bersama Waka Polsek Comal, KanitReskrim, Anggota SPK, Anggota Reskrim dan tim medis Puskesmas Purwoharjo Comal dipimpin Dr Konita dan dua staf puskesmas, serta tim Inafis Polres Pemalang mendatangi lokasi. “Polisi langsung melakukan olah Tkp (Tempat Kejadian Perkara),” kata Utomo.

Akhirnya, polisi menemukan identitas korban dari warga setempat. Dari hasil pemeriksaan medis, mayat diperkirakan sudah meninggal 3 hari sampai 4 hari. “Medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan” kata salah satu anggita medis di lokasi, dr Konita.

Sementara menurut keterangan dari suami korban, Kumpul (60) yang datang ke Tkp mengatakan, istrinya mengalami gangguan jiwa. “Korban meninggalkan rumah pada hari Senin, 14 Agustus 2017 lalu,” kata Kumpul dengan nada sedih.

 

Editor : Akrom Hazami

Mayat Perempuan Penuh Tato Asal Cilacap Ditemukan di Paguyangan Brebes

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Mayat perempuan penuh tato ditemukan di pinggir jalan arah Tuk Sirah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (20/8/2017). Identitas mayat baru berhasil ditemukan Polres Brebes, Senin (21/8/2017). Perempuan tersebut diduga tewas karena dibunuh.

Data yang dikantongi Polsek Paguyangan, korban bernama Desti Pratika (27) warga jalan Salam RT 05 RW 03, Kelurahan Kepudang, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Korban saat ini diautopsi di RSUD Brebes. Dari tubuh korban, tampak darah keluar dari hidung, mulut berbusa dan lidah menjulur akibat cekikan serta luka memar di bagian ketiak.

Adapun ciri-ciri korban di antaranya bertubuh gempal, kulit putih dan rambut ikal panjang dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter. Ketika korban ditemukan mengenakan celana jeans biru dan kaos warna merah muda serta jaket jeans biru. Pada tubuh korban juga ada beberapa tato, di antaranya di lengan kanan bergambar kepala tengkorak dan tulisan warna “DESTY” serta di bawah perut bergambar Love bersayap.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Ciptohadi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Polisi mengungkapkan dari identitas yang ditelusuri diketahui korban merupakan ibu rumah tangga. “Untuk lebih lanjut, kita masih akan terus selidiki,” kata Bowo.

Sejumlah saksi mata yang melihat korban, Karso (30) warga Dukuh Benda Winduaji,  melihat hal yang mencurigakan sebelum korban dibuang. Pada Sabtu (19/8/2017)  sore, Karso melihat mobil Kijang warna gelap di lokasi penemuan mayat. Tak lama kemudian, Karso melihat mayat tersebut. Mulanya, Karso menganggap jika itu boneka bekas karnaval yang dibuang pemiliknya.

Editor : Akrom Hazami

Pemancing Ikan di Getasrejo Grobogan Temukan Mayat di Pinggir Sungai Lusi

Petugas melihat mayat di pinggiran Sungai Lusi Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa penemuan mayat terjadi di Dusun Pancan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Rabu (5/7/2017). Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan di pinggir sungai Lusi sekitar pukul 06.00 WIB.

Mayat  itu kali pertama ditemukan oleh Jamroni, warga setempat. Ceritanya, pria 29 tahun tersebut, pagi itu itu hendak mancing ikan di pinggiran sungai Lusi. Saat mencari tempat untuk mancing, dia melihat seperti ada sosok orang tertidur di atas batu besar yang ada di pinggir sungai. Setelah didekati, orang yang hanya mengenakan celana dalam tersebut tidak bergerak sama sekali. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan polisi, orang yang tegeletak dipinggir sungai itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dari pemeriksaan juga diketahui jika tidak ditemukan tanda kekerasan pada mayat tersebut.

Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat atau tertinggal di sekitar lokasi kejadian. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas mayat itu akhirnya terungkap. 

Mayat itu diketahui bernama Endi Sulistyo (31), warga yang tinggal di jalan Trikora Purwodadi. Tempat tinggal korban, hanya berjarak sekitar lima rumah dari kamar jenazah RSUD Purwodadi.

“Identitas korban ini sudah kita ketahui dan pihak keluarga sudah memastikan kalau jenazah itu adalah Endi Sulistiyo,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Diperkirakan korban terpeleset ke sungai.

“Kita tidak lakukan otopsi karena ada keberatan dari pihak keluarga. Pihak keluarga sudah bisa menerima dan jenazah saat ini sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah meninggalkan rumah sehari sebelumnya. Informasinya, korban sebelumnya sempat pamit mau mancing ikan di sungai Lusi. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan korban dibeberapa tempat namun belum berhasil.

Editor : Akrom Hazami

 

Belum Diketahui Identitasnya, Mayat yang Ditemukan di Kawasan Hutan KPH Purwodadi Dimakamkan

Warga melihat jejak pakaian korban yang ditemukan tewas di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Mayat perempuan yang ditemukan di kawasan hutan di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo akhirnya dimakamkan. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana pada wartawan, Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, dimakamkannya mayat tersebut disebabkan beberapa pertimbangan. Antara lain, kondisi mayat sudah rusak karena tinggal kerangka yang dibalut baju. Kemudian tidak adanya peralatan penyimpanan jenazah yang memadai di RSUD menyebabkan pemakaman harus segera dilakukan. “Mayat sudah dimakamkan oleh pihak RSUD di pemakaman umum belakang rumah sakit. Sebelum dimakamkan, proses pemeriksaan sudah kita lakukan,” jelasnya.

Hingga pemakaman dilakukan, identitas mayat belum diketahui. Sejauh ini, belum pihak yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. “Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan pakaian bawah jenis rok warna merah dan baju atasnya warna putih motif bunga. Dari pemeriksaan dokter, mayat itu dipastikan perempuan,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Jepara itu.

Dijelaskan, mayat perempuan tanpa identitas itu dipekirakan berusia sekitar 60 tahun. Dari pemeriksaan yang dilakukan, perempuan tersebut diprediksi sudah meninggal sekitar tiga minggu lalu. “Dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Kami mengimbau pada warga yang kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi Polres Grobogan,” sambungnya.

Seperti diberitakan, mayat itu ditemukan di kawasan hutan KPH Purwodadi, Minggu (2/7/2017). Lokasi penemuan mayat berada di petak 49d, RPH Karanggetas, BKPH Pojok yang masuk wilayah Dusun Plumpung. Mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Supratno, warga Kemadohbatur sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ia tengah mencari dedaunan buat pakan ternaknya di sekitar kawasan hutan.

Saat mencari dedaunan itulah, pria yang akrab disapa Nopo itu sempat mencium bau menyengat. Tidak berselang lama, ia melihat seperti ada tumpukan pakaian di tebing menuju ke arah jurang. Meski lokasinya cukup sulit, Nopo mencoba turun untuk memastikan benda yang dilihatnya. Setelah dekat, pria berusia 42 tahun itu sontak kaget dan lemas.

Soalnya, dibalik tumpukan pakaian berwarna merah dan putih itu terpat sosok mayat yang kondisinya sudah mengenaskan. Sebab, sebagian besar bagian tubuhnya sudah mengering dan tinggal menyisakan kerangka. Posisi mayat terlihat tengkurap seperti orang yang hendak mendaki tebing.

 

Editor : Akrom Hazami

Mengenaskan! Nenek 65 Tahun di Sambirejo Grobogan Tewas Tertimpa Rumah

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang tewas akibat tertimpa rumah terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Sabtu (29/4/2017). Korban tewas diketahui bernama Sulipah (65), warga setempat yang tinggal di Dusun Nglejok RT 05, RW 06.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat kejadian, cuaca dalam kondisi hujan lebat disertai hembusan angin kencang.

Robohnya rumah dari bambu berukuran 3 x 5 meter itu kali pertama diketahui oleh Wartono (45), salah seorang tetangga korban. Saat itu, Wartono yang masih terjaga sempat mendengar ada suara rumah roboh yang terdengar cukup keras.

Selanjutnya, ia keluar menuju lokasi dan mendapati rumah tetangganya yang tinggal sendirian itu sudah dalam keadaan porak-poranda. Wartono sempat memanggil nama korban tetapi tidak ada sahutan.

Ia pun kemudian bergegas membangunkan beberapa tetangga lainnya untuk mengabarkan robohnya rumah Sulipah tersebut. Belasan warga kemudian segera menyingkirkan puing rumah untuk mencari keberadaan korban.

Sekitar  satu jam kemudian, warga berhasil menemukan korban berada di tempat tidur tertimbun reruntuhan rumah. Saat diperiksa, kondisi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Wirosari AKP Zainuri yang dimintai komentarnya membenarkan adanya orang tewas akibat tertimpa rumah roboh tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya, korban diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Korban meninggal akibat bencana alam tertimpa rumahnya yang roboh. Dari keterangan warga, rumah korban memang kondisinya sudah lapuk,” katanya.

Editor : Kholistiono

Mayat di Atas Kuburan Bikin Geger Mojoagung Grobogan

Anggota Polsek Karangrayung, Grobogan sedang memeriksa lokasi ditemukannya sosok lelaki yang meninggal di dalam kuburannya. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Grobogan digegerkan dengan adanya mayat seorang lelaki di dalam pemakaman umum desa setempat, Kamis (6/4/2017). Orang yang meninggal diketahui bernama Gunardi (55), warga Desa Pangkalan, Kecamatan Karangrayung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa orang meninggal di dalam kuburan itu diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Ceritanya, saat itu ada salah satu warga setempat bernama Masran (56) hendak berziarah ke makam orang tuanya.

Nah, ketika menuju lokasi, korban dikejutkan ada sesok lelaki yang terlentang seperti orang tidur. Lelaki tersebut mengenakan kaos kuning dengan lengan warna biru dan bercelana pendek. Meski sempat takut, Masran kemudian mendekati sosok lelaki tersebut dengan tujuan untuk membangunkan.

Namun, sosok tersebut tidak memberikan jawaban sama sekali. Melihat kondisi tersebut, Masran bergegas balik ke perkampungan untuk mengabarkan sekaligus minta tolong warga.

Selanjutnya, beberapa warga bergegas menuju ke lokasi pemakaman. Saat diperiksa, sosok lelaki tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Warga kemudian, melaporkan kejadian itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi ketika dikonfirmasi membenarkan info adanya penemuan orang meninggal di lokasi pemakaman tersebut. Setelah dibawa dan dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Karangrayung, korban dinyatakan meninggal karena kecelakaan.

Dijelaskan, dari keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya sempat pamit mau mencari pakan ternak. Biasanya, korban mencari dedaunan pohon yang masih muda buat pakan ternaknya.

“Korban berada di pemakaman untuk cari pakan daun beringin. Tetapi, kemungkinan korban terjatuh saat memanjat pohon. Di bagian kaki korban korban terlihat bengkak karena mengalami patah tulang,” jelasnya.

Setelah memeriksa lokasi kejadian, pihaknya juga menemukan beberapa barang milik korban yang digunakan buat mencari pakan ternak. Seperti, sebilah sabit dan sepasang sepatu boot warna hitam. Kemudian ada dua utas tali tambang plastik sepanjang 2 meter dengan warna putih dan biru yang digunakan untuk mengikat dedaunan.

“Tidak kita temukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasaan. Jenazah sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami 

Terungkap Identitas Mayat Pria Misterius yang Mengapung di Embung Bologarang Grobogan

Warga mengerumuni lokasi penemuan mayat di embung Dusun Kenteng, Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di sebuah embung pertanian di Dusun Kenteng, Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Senin (13/2/2017), akhirnya terungkap. Mayat yang ditemukan tersebut diketahui bernama Ari Jaya Nugraha (26), warga Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan. Desa Karangwader ini berada di sebelah barat Desa Bologarang.

Kapolsek Penawangan AKP Wakidjo menyatakan, identitas mayat itu terungkap setelah ada warga Karangwader yang sedang mencari keluarganya karena sudah dua hari tidak pulang. Setelah memeriksa kondisi dan ciri-ciri fisik, mayat itu diyakini sebagai anggota keluarganya yang dua hari tidak pulang ke rumah. “Dari keterangan keluarga, korban terakhir terlihat jalan-jalan pada Sabtu (11/2/2017) sore. Saat itu, kondisi korban masih sakit dan baru selesai berobat di Purwodadi,” katanya, Selasa (14/2/2017).

Selanjutnya, pada malam harinya, jenazah korban diserahkan pada pihak pihak keluarga. “Jenazah korban sudah dimakamkan pagi tadi sekitar jam 10.00 WIB,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menegaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian murni karena tenggelam. “Korban murni tenggelam berdasarkan hasil pemeriksaan yang kita lakukan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, warga Dusun Kenteng, Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan digegerkan dengan penemuan sosok mayat di sebuah embung pertanian, Senin (13/2/2017). Peristiwa penemuan mayat yang berada di sebelah barat dusun itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan sejumlah petani ketika mencium bau menyengat saat lewat sekitar embung. Saat melihat ke tengah embung sedalam 5 meter, para petani melihat ada benda terapung yang dirasa mencurigakan. Setelah diamati lebih dekat, benda tersebut ternyata adalah kepala orang.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Pria Misterius Mengapung di Embung Bologarang Grobogan

 

Mayat Pria Misterius Mengapung di Embung Bologarang Grobogan

Warga melihat mayat yang ditemukan di embung Desa Bologarang Grobogan, Senin. (MuriNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Warga Dusun Kenteng, Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan digegerkan dengan penemuan sosok mayat di sebuah embung pertanian, Senin (13/2/2017). Peristiwa penemuan mayat yang berada di sebelah barat dusun itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan sejumlah petani ketika mencium bau menyengat saat lewat sekitar embung. Untuk memastikan, mereka kemudian memeriksa ke lokasi embung berukuran sekitar 30 x 30 meter tersebut.

Saat melihat ke tengah embung sedalam 5 meter, para petani melihat ada benda terapung yang dirasa mencurigakan. Setelah diamati lebih dekat, benda tersebut ternyata adalah kepala orang.

“Selanjutnya, warga melaporkan pada perangkat desa yang saya teruskan pada Polsek Penawangan. Kemudian, setelah diperiksa ternyata ada orang yang tenggelam dalam embung dan mayatnya dievakuasi,” kata Pjs Kades Bologarang Anas Faizin.

Setelah dievakuasi, mayat yang sudah mengeluarkan bau busuk itu berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, mayat tersebut berpakaian lengkap. Yakni, mengenakan kaos krah lengan pendek warna biru motif garis-garis dan celana training warna biru tua.

“Identitas mayat belum diketahui dan kayaknya bukan warga sini. Saat diperiksa, tidak ditemukan tanda pengenal. Jenazahnya, sudah dibawa polisi ke RSUD Purwodadi untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuh Anas.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Hari Hilang, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas di Pinggiran Sungai

mayat

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Dusun Ledok, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, dikejutkan dengan penemuan sosok mayat dipinggiran Sungai Lusi. Mayat berjenis kelamin perempuan itu ditemukan Rabu (1/2/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditemukan, perempuan itu hanya mengenakan kaos warna coklat dan celana kain motif bunga. Tidak ada identintas yang terdapat di sekitar lokasi.

Mayat perempuan berambut hitam itu kali pertama ditemukan oleh Bambang Saputro, warga setempat. Ceritanya, Bambang saat itu hendak mencari rumput.

Saat melintasi di situ, dia melihat seperti ada sosok orang tertidur di pinggir sungai. Setelah didekati, orang tersebut tidak bergerak sama sekali. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan polisi, orang yang tegeletak dipinggir sungai itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dari pemeriksaan juga diketahui jika tidak ditemukan tanda kekerasan pada mayat tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas mayat itu akhirnya terungkap. Mayat itu diketahui bernama Kustiah (37), warga Dusun Kedung Bengkong, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan.

“Identitas korban ini sudah kita ketahui dan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Diperkirakan korban terpeleset ke sungai. Jenazah saat ini sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Wirosari AKP Zainuri.

Dari keterangan pihak keluarga, korban yang mengalami gangguan kejiwaan sejak 10 tahun terakhir, pasca bercerai dengan suaminya. Perempuan tersebut sudah meninggalkan rumah sejak Senin (30/1/2017). Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan korban dibeberapa tempat namun belum berhasil

Editor : Akrom Hazami

Heboh Mayat Kendarai Becak Berpenumpang 2 Orang di Kudus

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Aneh tapi nyata, ada mayat kendarai becak berpenumpang di Kudus, Kamis (26/1/2017) siang. Mayat itu ternyata Mintarno (50), warga Mlati Norowito Gang 6, Kudus. Korban merupakan penarik becak. Saat meninggal dunia, korban diketahui sedang membawa dua orang penumpang.

Mustghfirin (37) saksi mata di hadapan polisi mengatakan, dia melihat penarik becak itu sedang mengayuh di Jalan HOS Cokroaminoto. Korban membawa dua orang penumpang dari arah utara ke selatan. Tiba-tiba, korban terjatuh. Tapi becaknya tetap melaju. Penumpang yang curiga seketika memaksakan diri untuk turun.

Kedua penumpang itu melarikan diri ketakutan. “Penumpang berteriak histeris dan lari terbirit-birit karena mungkin ketakutan melihat hal tersebut,” katanya di lokasi.

Mustagfirin segera keluar dari tempat kerjanya saat melihat korban jatuh dari becak. Kemudian dia mengangkat korban ke depan Apotek Viva Generik. Sedangkan kedua penumpangnya langsung pergi. Mustagfirin sempat memeriksa nadi korban. Ternyata korban sudah meninggal dunia dan menghubungi Polres Kudus.

Berdasarkan keterangan dari Dokter Hasyim Afro dari Puskesmas Rendeng saat memeriksa korban, medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Korban akhirnya dibawa ke rumah duka. Keterangan dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung.

Editor : Akrom Hazami

Mayat di Ladang Tebu Gebog Bernama Joko, 5 Saksi Telah Dipanggil

Warga dan polisi saat berada di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga dan polisi saat berada di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daili, mengungkapkan misteri mayat laki-laki membusuk di ladang tebu Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog masih ditelusuri.

Pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah dalam memecahkan misteri, termasuk dengan memanggil sejumlah saksi. Hal itu diungkapkan kepada MuriaNewsCom saat dihubungi, di Kudus, Jumat (6/1/2017).

Dikatakan kalau hingga kini sudah ada lima saksi yang dipanggil. Saksi tersebut merupakan orang yang diduga tahu soal sosok mayat yang gegerkan warga di Gebog itu.

“Kami meminta masyarakat agar tenang, saat ini kami masih mendalami kasus mayat tersebut. Dan sejumlah saksi juga sudah kami mintai keterangan,” kata Kurniawan.

Reskrim juga masih punya kemungkinan memanggil saksi lainnya. Hal itu dibutuhkan untuk memperkuat data dalam menguak kasus mayat laki-laki yang tergeletak di ladang tebu, Kamis (5/1/2017).

Baca juga : Penemuan Mayat di Ladang Tebu Gebog Kudus, Bapak Ini Ngaku Kehilangan Anaknya 

Dia membenarkan kalau mayat yang ditemukan adalah Joko, warga Gebog. Hal itu terlihat dari slip penarikan ATM yang tertulis nama ayahnya. Slip tersebut tersimpan dalam lipatan dompet cokelat yang dikenakannya dan masih tertinggal dalam saku celana.

Hanya dia belum dapat memutuskan apakah mayat tersebut menjadi korban pembunuhan atau semacamnya. Tentang adanya dugaan hal itu juga tidak berani dikatannya, sebelum sejumlah bukti membenarkan asumsi tersebut.

“Agak susah mengecek kondisi fisik mayat apakah ada tanda aniaya atau tidak. Soalnya sudah membusuk karena lamanya meninggal sekitar dua hingga tiga pekan,” ujarnya.

Soal kabar yang beredar tentang mayat itu dibunuh dan pelaku sudah tertangkap polisi, disangkal olehnya. Karena, sejauh ini petugas masih memanggil saksi dan belum mengarah kesana. Kabar yang beredar diminta tidak ditanggapi.

“Mungkin karena saksi kami bawa ke mapolres, dan saksi juga penampilan garang dengan rambut dicat. Jadi dikira pelakunya. Padahal sebagai saksi,” imbuhnya.

 Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Mayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus 

Penemuan Mayat di Ladang Tebu Gebog Kudus, Bapak Ini Ngaku Kehilangan Anaknya

Polisi mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang bapak mengaku kehilangan anak laki-lakinya. Hal itu disampaikannya saat ikut mendatangi lokasi penemuan mayat laki-laki yang ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang, RT 04 RW 03, Kecamatan Gebog, Kudus, Kamis (5/1/2017).

Saat di lokasi, seorang bapak tiba-tiba ingin melihat mayat yang ditemukan. Dikhawatirkan mayat merupakan anaknya yang dua pekan tidak pulang ke rumah. “Anak saya Joko, warga Gondosari sudah dua pekan tidak pulang. Dia 18 tahun dan suka keluyuran pakai motor,” kata bapak yang tak menyebutkan identitasnya itu.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin menanggapi hal tersebut dengan santai. Meskipun dari ciri-ciri benar anaknya, namun kepastian masih belum diketahui. “Lantaran tidak ada identitas yang menunjukkan kalau dia adalah ayah dan anak,” kata Muhaimin.

Baca jugaMayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus 

Dia menuturkan, jika korban memiliki ciri yang khusus, yakni tanda di kepala dan telinga bagian kanan menggunakan memakai anting warna hitam. Itu merupakan ciri khusus pada fisik korban. “Korban laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Selain itu tidak ditemukan tanda pengenal atau identitas apapun dari tubuh korban yang meninggal,” bebernya.

Menurutnya, ciri lainnya yang nampak dari mayat laki-laki, adalah korban memakai celana jeans warna biru, ikat pinggang hitam bergaris putih dan kaos warna hitam. Selain itu, pada tubuh mayat juga mengenakan celana dalam warna abu abu merk Nike.

Sebelumnya diberitakan, penemuan mayat terjadi di Kudus. Kali ini mayat berjenis kelamin laki- laki ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang, RT 4 RW 3, Gebog, Kudus, Kamis (5/1/2017) siang.

Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Lokasi yang terdapat di belakang klinik Sukun  membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Yatono,  warga Desa Jurang mengatakan, dia bersama temannya yang kali pertama mendapati ada mayat. Saat itu, dia sedang bekerja di lahan tebu. Dia dikejutkan dengan bau tak sedap dari sekitar.

Baca jugaTelinga Mayat Laki-laki di Ladang Tebu Gebog Kudus itu Bertindik

Editor : Akrom Hazami

 

Telinga Mayat Laki-laki di Ladang Tebu Gebog Kudus itu Bertindik

Warga berkerumun di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berkerumun di lokasi penemuan mayat di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mayat laki-laki yang ditemukan di ladang tebu, Desa Jurang RT 04 RW 03, Kecamatan Gebog, hingga kini belum diketahui identitasnya. Namun, dari tubuh mayat memiliki ciri-ciri yang khusus.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengatakan, korban memiliki ciri yang khusus, yakni tanda di kepala dan telinga bagian kanan menggunakan memakai anting warna hitam. Itu merupakan ciri khusus pada fisik korban.

“Korban laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Selain itu tidak ditemukan tanda pengenal atau identitas apapun dari tubuh korban yang meninggal,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Kamis (5/1/2017). 

Menurutnya, ciri lainnya yang nampak dari mayat laki-laki, adalah korban memakai celana jeans warna biru, ikat pinggang hitam bergaris putih dan kaos warna hitam. Selain itu, pada tubuh mayat juga mengenakan celana dalam warna abu abu merk Nike.

Baca jugaMayat Laki-laki Ditemukan di Ladang Tebu Gebog Kudus 

Dikatakan, terdapat kemungkinan kalau mayat memang telah meninggal cukup lama. Lokasi yang cukup jauh dari kerumunan dan kondisi tanah yang basah, membuat mayat cepat membusuk. Terbukti dengan wajah mayat yang sudah sulit untuk dikenali. “Ini sedang diselidiki lebih lanjut, tentang identitas mayat dan juga penyebabnya juga masih ditelusuri lebih jauh,” ujarnya.

Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Lokasi yang terdapat di belakang klinik Sukun  membuat warga berbondong-bondong datang ke lokasi.

Yatono,  warga Desa Jurang mengatakan, dia bersama temannya yang kali pertama mendapati ada mayat. Saat itu, dia sedang bekerja di lahan tebu. Dia dikejutkan dengan bau tak sedap dari sekitar.

“Tadi sekitar pukul 10.30 WIB saya kletek tebu. Lha kok ada bau tidak enak dan menyengat dan ternyata ada mayat di sekitar kami saat kerja,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Nelayan Asal Rembang Temukan Mayat di Perairan Laut Jepara

 ABK KM Aji Putra Asal Rembang saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di perairan laut Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

ABK KM Aji Putra Asal Rembang saat mengevakuasi mayat yang ditemukan di perairan laut Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang nelayan asal Rembang Supriyono (45) warga Desa Pacar, Kecamatan Rembang, menemukan sesosok mayat di perairan laut Jepara pada Minggu (18/12/2016) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika ditemukan, menurutnya, mayat yang berjenis kelamin laki-laki ini terapung dalam keadaan tertelungkup dan kondisinya sudah mengenaskan. Wajahnya sudah rusak, jari-jarinya sudah putus lantaran membusuk.

“Saat kami melaut dengan KM Aji Putra dan tiba di perairan Jepara, kami menemukan sesosok mayat pria yang kondisinya sudah mengenaskan. Ketika kami temukan, mayat ini terlihat masih mengenakan sepatu pantofel, yang harganya kelihatannya mahal. Kemudian menggunakan celana seperti orang kantoran dan baju dalam warga putih serta di kaos kakinya terselip uang Rp 300 ribu,” ujar pria yang akrab disapa Keong ini.

Dirinya bersama ABK lain, kemudian mengevakuasi mayat tersebut dan membungkus mayat tersebut dengan terpal. Pihaknya juga melaporkan adanya penemuan mayat tersebut kepada petugas TNI AL yang ada di Rembang.

“Setelah Ashar kita langsung melaporkan penemuan mayat ini ke TNI AL Rembang dan kita bawa ke Rembang. Sebab saat itu wilayah perairan Jepara tengah bercuaca buruk. Sehingga kita membawanya ke Rembang,” ucapnya.

Pihaknya, tiba di Dermaga Rembang sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam. Mayat tersebut kemudian diserahkan ke Pos TNI AL dan pihak kepolisian untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. “Saat ini, mayat sudah dibawa ke RSUD dr R.Soetrasno untuk diidentifikasi,” ujar Serma Marinir Teguh Riyadi.

Editor : Kholistiono

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Jepara

 

f-Mayat

 MuriaNewsCom, Jepara – Mayat tanpa identitas ditemukan nelayan di perairan Jepara, tepatnya di jarak tiga mil dari bibir Pantai Desa Bandung Harjo, Kecamatan Donorojo, Jepara. Mayat tersebut kini berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara.

Paur Humas Polres Jepara Iptu Sutikno mengatakan, mayat tersebut ditemukan kelompok nelayan yang sedang berangkat melaut sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (26/4/2016). Awalnya, mayat tersebut dikira hanya sebuah boneka yang mengambang di tengah laut. Namun, saat didekati ternyata mayat manusia.

“Kemudian mayat tersebut diangkat ke atas perahu, dan dibungkus plastik, lalu dibawa ke dermaga di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo. Penemuan mayat ini juga dilaporkan ke Polsek Donorojo,” ujar Sutikno kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/4/2016).

Menurutnya, tindakan awal yang dilakukan adalah tindakan medis oleh bidan desa setempat. Kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kelet. Tak lama kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB mayat dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Ciri-ciri mayat mengenakan kaos berwarna biru tua, mengenakan celana pendek berwarna coklat. Usianya sekitar 50 sampai 60 tahun dengan tinggi 158 sentimeter,” ungkapnya.

Sementara, kondisi fisik mayat sudah rusak parah alias membusuk. Dimungkinkan, mayat telah meninggal dunia sekitar empat hari lalu, sehingga fisiknya sudah tidak dapat dikenali lagi. Saksi-saksi yang telah dimintai keterangan adalah Slamet dan Sutar. Keduanya merupakan nelayan asal Desa Bandungharjo.

Editor : Kholistiono

 

Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam kondisi tewas di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Senin (28/3/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Lelaki yang diprediksi berusia sekitar 40 tahun itu tewas dalam kondisi telentang di halaman sisi selatan masjid.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, belum ada yang mengetahui penyebab kematian pria tersebut. Sejumlah saksi mengetahui, lelaki itu telah tergeletak dan tak ada yang mengetahui proses jatuhnya korban.

Salah seorang saksi, Vitasari mengatakan, dia mengetahui korban itu sudah dalam kondisi telentang. Ketika itu, korban terlihat masih bernyawa, karena terdengar suara dengkuran korban dari area salat perempuan Masjid Agung.

“Setelah salat zuhur, saya mau balik kerja. Tapi tiba-tiba saya melihat orang itu sudah tergeletak. Terdengar suara seperti orang mendengkur,” ujar Vitasari kepada MuriaNewsCom.

Saksi lain, Ana juga mengaku melihat lelaki itu sudah dalam kondisi telentang. Selain itu, bagian mulut lelaki itu mengeluarkan darah. Dia melihat itu ketika hendak masuk ke dalam area masjid.

“Baru mau masuk masjid untuk ambil wudu, tetapi saya lihat lelaki itu sudah telentang dalam keadaan kaku,” katanya.

Menurut dia, setelah mengetahui kondisi lelaki itu, dirinya memberitahu rekannya, lalu memberi tahu sejumlah orang disekitar. Sontak, salah satu diantara mereka menghubungi pihak kepolisian. Ketika dicek, lelaki yang mengenakan celana jeans dan kaos berwarna biru itu sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Sampai berita ini ditulis, korban dibawa oleh aparat kepolisian dari Polsek Jepara Kota. Korban dibawa ke RSUD Kartini untuk dilakukan penyelidikan.

Editor : Kholistiono

Video – MAYAT TANPA KEPALA: Korban Kecelakaan Laut Kepulauan Seribu

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Syamsu Arifin meninjau langsung mayat tanpa kepala yang ditemukan nelayan di perairan Bayuran Kecamatan Kembang, Jepara. Dia memastikan jika mayat dalam kondisi mengenaskan tersebut merupakan korban kecelakaan laut di perairan Kepulauan Seribu, dua pekan lalu.

Kepastian tersebut dia kemukakan setelah melakukan kordinasi dengan pihak terkait. Tepatnya setelah mengantongi identitas mayat tersebut. Bahkan, pihaknya juga mengaku telah mendapatkan informasi jika pihak keluarga jenazah akan segera menjemput jenazah yang untuk sementara ini masih disimpan di ruang jenazah RSUD Kartini, Jepara.

“Hasil penelusuran identitas korban dan kordinasi dengan kepolisian, mayat tersebut adalah korban kecelakaan laut di Kepulauan Seribu, sekitar dua pekan lalu,” terang Syamsu, Sabtu (26/12/2015).

Menurutnya, sekitar dua pekan lalu informasinya ada kecelakaan laut di sana. Pihaknya juga memastikan bahwa mayat tersebut memang karyawan dari Sea Leader Marine. Status dari jenazah itu adalah ABK dari kapal Sea Leader Marine.

“Tidak sampai di sini, kami terus melakukan penyelidikan atas peristiwa ini dengan melakukan kordinasi dengan kepolisian di sana,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sesosok mayat ditemukan di kawasan perairan Bayuran, Kecamatan Kembang, Jepara dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan sebagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki juga sudah hilang.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, mayat tersebut ditemukan nelayan saat pulang mencari ikan pada Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian di bawa ke darat di pantai Bayuran, dan nelayan melaporkan kepada pihak terkait. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

MAYAT TANPA KEPALA : Ditemukan di Pantai Bayuran Jepara

Mayat tanpa kepala berada di Ruang Jenazah RSUD Kartini, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mayat tanpa kepala berada di Ruang Jenazah RSUD Kartini, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sesosok mayat ditemukan di kawasan perairan Bayuran, Kecamatan Kembang, Jepara dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan sebagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki juga sudah hilang.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, mayat tersebut ditemukan nelayan saat pulang mencari ikan pada Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian di bawa ke darat di pantai Bayuran, dan nelayan melaporkan kepada pihak terkait.

Sesaat kemudian, aparat dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah aparat lainnya mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi mayat tersebut. Selanjutnya mayat dibawa ke ruang jenazah yang ada di RSUD Kartini Jepara.

Meskipun ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala dan bagian tubuh lain tidak utuh. Mayat masih mengenakan pakaian dan juga masih ada identitas yang ada di dalam pakaian yang dikenakan. Sampai saat ini, mayat masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini.

Pihak kepolisian masih mendalami penemuan mayat tersebut. Sebab, penyebab dari peristiwa tersebut masih menjadi misteri. Ada beberapa identitas yang sudah dikantongi pihak kepolisian.

Ingin tahu informasi lengkapnya? Ikuti terus perkembangan informasi selanjutnya di www.murianews.com. (WAHYU K/AKROM HAZAMI)

Penemuan Mayat di Lasem, Diduga Nelayan Jepara yang Tenggelam

Petugas Basarnas Pos Jepara mendatangi RSUD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Basarnas Pos Jepara mendatangi RSUD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Penemuan mayat seorang laki-laki yang hanya memakai celana dalam di Caruban Lasem, Senin (21/12/2015) pagi, diduga adalah warga Jepara bernama Giyono yang hilang sejak Kamis (17/12/2015) malam.

Sebanyak 8 anggota Basarnas Pos Jepara segera meluncur ke RSUD Rembang ketika mendengar kabar ditemukannya mayat di pantai Caruban. Selain itu, ada juga keluarga Giyono yang juga mendatangi kamar Jenazah RSUD setempat.

Condro Yasmantoro, salah satu anggota Basarnas Pos Jepara mengatakan timnya segera mengecek ke Rembang apakah benar mayat tersebut adalah Giyono, nelayan yang dikabarkan hilang sejak Kamis lalu. “Ada keluarga dari Giyono juga yang ke sini, tapi tadi tidak berangkat bersama kami,” ungkapnya.

Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan karena kondisi tubuh mayat yang sudah membengkak. “Belum bisa dipastikan, ini masih dalam proses identifikasi. Mungkin besok baru bisa diketahui identitas korban tersebut,” ujarnya ketika ditemui MuriaNewsCom di kamar jenazah RSUD Sutrasno Rembang.

Condro menjelaskan dua nelayan asal warga Dukuh Tawang Rejo RT 06 RW 02 Desa Clering, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara mengalami kecelakaan laut di perairan Clering – Tayu. Giyarto dan Giyono merupakan kakak beradik yang tenggelam ketika ombak setinggi 3 meter menerjang kapal mereka pada Kamis lalu. Satu korban diselamatkan nelayan di Tayu Pati atas nama Giyarto. “Sementara Giyono sampai ini masih belum ditemukan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo mengatakan pihak keluarga nelayan berusia 15 tahun yang hilang bernama Joko, juga sudah sempat mengecek korban. Namun ternyata, mayat tersebut bukan Joko. “Korban diperkirakan berusia tiga puluhan tahun,” jelasnya.

Seperti diketahui, seorang anak buah kapal Agung Gumelar milik Arun, warga Kragan, Rembang dilaporkan hilang pada Selasa (15/12/2015) lalu. Sedangkan tenggelamnya Joko ketika mandi di tengah laut terjadi pada hari Sabtu (12/12/2015) lalu. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Mayat Pria Misterius Ditemukan di Pantai Lasem Hanya Kenakan Celana Dalam

Ilustrasi Mayat

Ilustrasi Mayat

 

Rembang – Warga Dusun Daruban, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang digegerkan dengan temuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas, Senin (21/12/2015) pagi.

Saat ditemukan sekira pukul 04.30 WIB di bibir pantai desa setempat, jasad itu hanya mengenakan celana dalam saja. Sedangkan kondisi tubuhnya sudah membengkak.

Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo saat dikonfirmasi mengatakan mayat laki-laki itu ditemukan oleh warga dalam kondisi membengkak dan posisi terlentang. “Saat ditemukan korban hanya menggunakan celana dalam saja,” ungkapnya.

Pihaknya bersama tim Forensik Polres Rembang dan dokter puskesmas Lasem sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan luar dan belum mengetahui secara pasti identitasnya. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi korban,” tambahnya.

Eko mengatakan warga yang pertama kali menemukan bernama Munajat salah satu warga Dusun Caruban. Diperkirakan korban meninggal dunia sudah lebih dari satu hari yang lalu.

“Kami menghimbau apabila ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa mengecek langsung identitas ke lokasi penemuan. Apabila belum ada warga yang mengenal identitasnya jenazah akan kami bawa ke RSUD Rembang,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Orang Tua Korban Pembunuhan di Demak, Serahkan Kasus Kepada Polisi

Umar, ayah Eka Jani Margawati yang berharap kasus meninggal putrinya segera terungkap. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Umar, ayah Eka Jani Margawati yang berharap kasus meninggal putrinya segera terungkap. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait tewasnya Eka Jani Margawati (22) warga Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, yang sekaligus putri dari perangkat desa setempat, orang tua korban menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Orang tua Eka, Umar (47) berharap ada keadilan atas musibah yang menimpa putrinya.

”Bila hasil penyelidikan atau autopsi itu mengandung unsur pembunuhan, maka kami melanjutkan kasus itu sampai terkuak siapa pelakunya. Dan bila itu tidak ada unsur pembunuhan atau kecelakaan murni, maka kami mengikhlaskan kejadian itu,” kata Umar.

Dari pantauan MuriaNewsCom, bahwa jenazah korban sudah sampai di rumah duka Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, pada pukul 13.45 WIB. Setelah itu dilanjutkan proses pemakaman di TPU setempat pada pukul 15.00 WIB.

”Kalau saya lihat tadi malam sewaktu masih di TKP, kedua pipi putri saya itu ada bekas memar. Selain itu juga dagunya agak robek atau luka,” ujarnya.

Dia menambahkan, namun yang paling penting pihak keluarga masih menunggu proses atau hasil penyelidikan dari Polda. Sebab tadi malam langsung ditangani oleh Polda Jawa Tengah secara langsung.

Diketahui, Eka ditemukan tewas di daerah Wonoketingel, Demak. Di lokasi juga ditemukan sepeda motor korban, yakni Honda Scoopy, dengan nomor polisi K 2985 R. Korban ditemukan kurang lebih pukul 19.00-20.00 WIB, tergeletak di pinggir jalan. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Eka, Anak Kamituwo Cendono Kudus yang Tewas di Demak, Baru Saja Diwisuda

ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS  Eka, (22), warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang tewas di daerah Wonoketingel, Demak, ternyata baru saja diwisuda.

Kepala Desa (Kades) Cendono Mukhlis yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa Eka adalah mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

“Tapi saya tidak tahu jurusannya apa. Yang jelas, kemarin dia baru saja diwisuda,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (2/12/2015) malam.

Termasuk nama lengkap dari korban, Mukhlis juga mengaku tidak paham persis. “Kalau nama lengkapnya saya malah tidak tahu. Yang jelas panggilannya Eka,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Eka ditemukan tewas di daerah Wonoketingel, Demak. Di lokasi juga ditemukan sepeda motor korban, yakni Honda Scoopy, dengan nomor polisi K 2985 R. Korban ditemukan kurang lebih pukul 19.00-20.00 WIB, tergeletak di pinggir jalan.

Foto-foto korban sendiri, sebelumnya marak di media sosial. Bahkan sempat dipasang menjadi profile picture beberapa orang.

Diketahui kemudian, korban adalah anak dari salah satu perangkat Desa Cendono bernama Umar. Keluarga sendiri, saat ini sudah berada di Demak.

Saat dihubungi, Kamituwo Desa Cendono Umar, tidak mengatakan banyak hal. “Nanti saja ya, mas. Saya sedang menuju ke Demak,” katanya sambil menutup telepon.

Kades Cendono Mukhlis sendiri belum mengetahui kapan jenazah gadis itu akan dibawa pulang. “Tunggu sajalah. Kita juga masih menunggu kabar dari keluarganya,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO / MERIE)

Putri Kamituwo Cendono Kudus Tewas di Demak

ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS – Seorang gadis bernama Eka, (22), warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, ditemukan tewas di Wonoketingel, Kabupaten Demak.

Mayat gadis yang diketahui sebagai mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta  tersebut, ditemukan warga sekitar pukul 19.00-20.00 WIB.

Kondisi korban sendiri terlihat sangat mengenaskan. Dengan tangan terihat seperti diikat. Foto-foto gadis itu sendiri, banyak beredar di media sosial.

Diketahui kemudian jika gadis yang tewas terbunuh itu adalah warga Cendono, Kudus. Bahkan, diketahui jika korbannya adalah anak dari kamituwo Cendono bernama Umar.

Kepala Desa (Kades) Cendono Mukhlis saat dihubungi, membenarkan jika gadis yang tewas itu adalah warganya. “Dia adalah putri dari kadus kami bernama Pak Umar,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (2/12/2015).

Menurut Mukhlis, saat ini keluarga korban sedang menuju ke Demak untuk melakukan pengecekan terhadap korban. “Keluarganya sudah berangkat ke Demak. Katanya jenazah sedang diotopsi,” katanya. (EDY SUTRIYONO /MERIE)