Warga Demangan Kudus Ditemukan Tewas di Dalam Rumahnya

f-mayat

MuriaNewsCom, Kudus – Adam Hermawan (38) warga Desa Demangan RT 1 RW 2 Kecamatan Kudus ditemukan meninggal di dalam rumahnya, setelah beberapa hari diketahui tidak keluar rumah. Lelaki tersebut ditemukan meninggal dalam kondisi tergeletak di dalam kamar.

Kapolsek Kota Kudus AKP Rahmawaty Tumulo mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula dari informasi warga, yang curiga adanya bau tidak enak yang timbul di sekitaran rumah Adam.

“Kami dapat informasi, setelah itu kami datang ke lokasi, dan benar saja ada bau yang tidak sedap dari yang dimaksud. Setelah dicek besama dengan lurah, ternyata benar, pemilik rumah ditemukan sudah dalam kondisi meninggal,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, warga sudah mulai mencium bau tidak sedap pada Selasa malam lalu, namun, saat itu warga tidak terlalu curiga jika bau tersebut berasal dari rumah Adam. Namun, hari berikutnya, bau tersebut semakin menyengat dan warga berinisiatif untuk melaporkan hal ini.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Adam terakhir kali dilihat pada Minggu lalu. Saat itu kondisinya terlihat sudah lemas seperti orang yang sakit. “Akhirnya mayat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, dan hasilnya tidak menunjukkan ada tanda-tanda penganiayaan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka di Lapangan Getassrabi Kudus

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getasrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas kepolisian bersama petugas RSU dr. Loekmono Hadi Kudus melihat mayat yang ditemukan di Lapangan Getassrabi di kamar mayat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog digegerkan dengan temuan mayat laki-laki bernama Muhammad Fathul Umam, Senin (30/5/2016) sekira pukul 05.00 WIB. Pemuda berusia 18 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa dengan luka di tubuhnya.

Dari pengamatan di lapangan, Fathul Umam yang merupakan warga Desa Getassrabi RT 1/RW 7, Kecamatan Gebog mengalami luka robek di tangan kanan sekira 1 cm, dada kanan dan kiri robek 1 cm, dagu robek 2 cm, dan bibir robek selebar 2 cm.

Dari keterangan polisi yang menangani kasus tersebut, korban diduga kuat korban penganiayaan. Apalagi, kondisi korban yang mengenakan kaos oblong dan celana pendek berwarna coklat tersebut terdapat banyak luka.

Hanya, untuk memastikan hal itu, saat ini mayat tersebut dibawa pihak kepolisian untuk diindentifikasi lebih lanjut di RSU dr. Loekmono Hadi Kudus.

Editor: Supriyadi

Pria Nomaden Asal Merauke Papua Tewas di Pos Parkir di Kudus

Petugas medis memeriksa kondisi jenazah pria asal Merauke, Papua, di RSU dr Loekmonohadi Kudus.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas medis memeriksa kondisi jenazah pria asal Merauke, Papua, di RSU dr Loekmonohadi Kudus.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pablok (65), pria nomaden kelahiran Merauke, Papua, ditemukan tewas di pos parkir ruko perbankan PJKA Ronggolawe, Kudus. Lebih tepatnya di sebelah timur Hypermart Kudus, Selasa (16/2/2016) sore.

Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi melalui jajaran Polsek Jati Ipda Budianto mengatakan, dari data yang dihimpun polisi, pria tersebut beralamat lengkap di Desa Urumb RT 2 RW 1, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua.

“Akan tetapi pria tersebut kesehariannya sebagai pekerja serabutan di Kudus sudah selama 8 tahunan. Dan untuk tempat tinggalnya sendiri dia tidak mempunyai alamat tinggal menetap. Terkadang tidur di masjid, musala, atau tempat lainya,” kata Budianto.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kejadian tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. “Matinya itu, sekitar pukul 16.30 WIB.Sementara itu, untuk kepulangan atau penguburan jenazah, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab kematian warga Merauke tersebut saat ini sudah didalami tim medis RSU dr Loekmono Hadi Kudus.

Menurut dr Elok MQ selaku pemeriksa jenazah, kondisi tubuh jenazah ini tidak ditemukan adanya luka atau kekerasan.”Namun ada gangguan pernafasan (sakit –sakitan,red),” ujarnya.

Sementara itu, petugas jaga kamar Jenazah RSU dr Loekmonohadi Kudus Rukani mengatakan berhubung jenazah ini orang luar Jawa dan tidak punya keluarga, akan diselidiki polisi dahulu.

“Setelah 3 hari tiga malam tidak ada keluarganya yang menjemput, maka kita akan menguburnya,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pembunuh Eka Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pelaku pembunuhan Eka Jani Margawati (23), warga Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, Kudus, Sukriyanto (25), kini telah menempati tempat barunya. Yakni meringkuk di tahanan Mapolres Demak.

Hal itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Demak, satu hari pascaaksi kejamnya menghabisi nyawa Eka di Wonoketingal, Karanganyar, Demak.

Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan menghabisi nyawa korban karena alasan sepele. Yaitu korban tidak mau diajak kenalan.Sebelum kejadian, pelaku hendak ke Kudus, guna mengunjungi keponakannya. Pelaku baru pulang dari tempat kerjanya di perumahah Akpol Semarang.

Di tengah perjalanan pulang yakni di lampu merah Trengguli Demak, pelaku melihat korban mengendarai sepeda motor. Pelaku berupaya mengajak kenalan korban. Namun korban menolaknya. Merasa ditolak, pelaku justru kian penasaran. “Saya colek dia (korban,red) tapi dia malah kabur dan masuk sungai,” kata pelaku di Mapolres Demak, Jumat (4/12/2015) malam kepada polisi.

Pelaku berniat membantu korban tapi malah berteriak. Pelaku lantas membenturkan kepala korban ke bibir sungai. Korban kian berteriak kencang. Pelaku pun membenamkan kepala korban ke sungai selama sekitar dua menit. Hingga korban tewas.

Mengetahui korbannya tewas, Sukriyanto urung ke Kudus. Spontan dia menuju rumah mertuanya di Wonosalam, Demak. Pengakuan pelaku, selama di rumah selalu dibayangi ketakutan. Hal itu membuat pelaku ingin menyerahkan diri ke polisi. Tapi keburu didatangi polisi.

Kasubag Humas Polres Demak AKP Zamroni mengatakan, pelaku saat ini masih menjalani penahanan di Mapolres Demak. Pelaku dikenai pasal 338 dan 351 KUHP tentang Pembunuhan. “Pasal itu ancaman hukumannya sekitar 15 tahun penjara,” kata Zamroni kepada MuriaNewsCom, Sabtu (5/12/2015).

Polisi masih melakukan pendalaman kasus ini. Termasuk apakah kasus ini murni pembunuhan tanpa perencanaan, atau dengan perencanaan. “Itu masih kami periksa,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, lulusan S1 Kebidanan UNS ditemukan tewas di saluran irigasi sungai wilayah Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (03/12/2015) malam.

Korban saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban yang mengenakan baju merah marun serta rok hitam itu terluka pada dagu dan mulut mengeluarkan darah. Di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, handphone, tas, dan dompet korban. (AKROM HAZAMI)

Orang Tua Korban Pembunuhan di Demak, Serahkan Kasus Kepada Polisi

Umar, ayah Eka Jani Margawati yang berharap kasus meninggal putrinya segera terungkap. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Umar, ayah Eka Jani Margawati yang berharap kasus meninggal putrinya segera terungkap. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait tewasnya Eka Jani Margawati (22) warga Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, yang sekaligus putri dari perangkat desa setempat, orang tua korban menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Orang tua Eka, Umar (47) berharap ada keadilan atas musibah yang menimpa putrinya.

”Bila hasil penyelidikan atau autopsi itu mengandung unsur pembunuhan, maka kami melanjutkan kasus itu sampai terkuak siapa pelakunya. Dan bila itu tidak ada unsur pembunuhan atau kecelakaan murni, maka kami mengikhlaskan kejadian itu,” kata Umar.

Dari pantauan MuriaNewsCom, bahwa jenazah korban sudah sampai di rumah duka Desa Cendono, RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, pada pukul 13.45 WIB. Setelah itu dilanjutkan proses pemakaman di TPU setempat pada pukul 15.00 WIB.

”Kalau saya lihat tadi malam sewaktu masih di TKP, kedua pipi putri saya itu ada bekas memar. Selain itu juga dagunya agak robek atau luka,” ujarnya.

Dia menambahkan, namun yang paling penting pihak keluarga masih menunggu proses atau hasil penyelidikan dari Polda. Sebab tadi malam langsung ditangani oleh Polda Jawa Tengah secara langsung.

Diketahui, Eka ditemukan tewas di daerah Wonoketingel, Demak. Di lokasi juga ditemukan sepeda motor korban, yakni Honda Scoopy, dengan nomor polisi K 2985 R. Korban ditemukan kurang lebih pukul 19.00-20.00 WIB, tergeletak di pinggir jalan. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Jasad Mahasiswa Tewas Demak, Apakah Dibunuh atau Kecelakaan Lalu Lintas? Ini Keterangan Polisi

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kasus kematian Eka Jani Margawati (22), mahasiswi yang tewas di Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (2/12/2015) malam, masih dalam pemeriksaan Polres Demak.

Meski korban merupakan warga Desa Cendono RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, Kudus, namun kejadian yang menimpa korban berlokasi di Demak. Sehingga Polres Demaklah yang menangani kasus ini.
Kasubag Humas Polres Demak AKP Zamroni dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/12/2015) mengatakan, polisi masih belum selesai melakukan autopsi jasad korban di RSUD Sunan Kalijaga, Demak.
Dengan begitu, polisi belum bisa memastikan apakah Eka tewas karena pembunuhan, atau murni kecelakaan lalu lintas.

“Belum. Belum bisa disimpulkan. Tadi autopsi mulai jam 10.00 WIB. Polisi belum bisa memastikan itu pembunuhan, atau tabrak lari,” kata Zamroni kepada MuriaNewsCom.

Karena proses autopsi masih berlangsung, maka belum ada kepastian kejelasan dari tewasnya Mahasiswi S1 Pendidikan Profesi Universitas Sebelas Maret Surakarta itu.

Info yang diterimanya, di tubuh korban tidak ditemukan adanya luka bekas benda tajam atau luka yang mengarah pada kecurigaan pembunuhan. “Tidak ada luka-luka bekas benda tumpul, atau benda tajam. Paling hanya luka di janggutnya berupa lecet,” ungkapnya.

Sementara disinggung adanya keterangan saksi mata yang menyatakan ada pria mengenakan tas ransesl lari dari lokasi jenazah, Zamroni menanggapi enteng. “Opo mungkin meh nulungi tapi wedi, akhire mlayu (Apa mungkin saja mau menolong tapi takut. Akhirnya lari),” terang Zamroni menduga.

Namun semua itu akan menjadi bahan pemeriksaan polisi demi mengungkap kasus kematian Eka. Dari beberapa informasi yang dihimpun, di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, ponsel, tas, dan dompet korban. (AKROM HAZAMI)

Sebelum Pelayat Tiba, Mahasiswi Tewas di Demak Ini Sudah Bersihkan Rumahnya Lebih Dulu

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sebuah foto yang memperlihatkan korban saat diwisuda, September 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kasus kematian Eka Jani Margawati (22), mahasiswi yang tewas di Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (2/12/2015) malam, masih diselidiki polisi.

Sebelum korban meninggal dunia, ternyata telah melakukan tingkah yang tidak biasa. Mahasiswi S1 Pendidikan Profesi di Universitas Sebelas Maret Surakarta itu sempat membersihkan seisi rumahnya yang ada di Desa Cendono RT 3 RW 6, Kecamatan Dawe, Kudus.

Ibu tiri korban Heni Wijayanti mengatakan, sebelum keberangkatannya menuju ke Semarang untuk wawancara Rabu (2/12/2015) pagi. Pada Selasa (1/12/2015) sore hingga magrib, Eka sempat melakukan bersih-bersih seisi rumah. Baik ngepel, menyetrika dan lainnya.

“Kata Eka, dia membersihkan rumah supaya bisa bersih, dan rapi di saat ada tamu yang datang. Selasa sore hingga menjelang magrib, dia ngepel seluruh lantai, menyetrika dan lainnya,” kata Heni kepada MuriaNewsCom di rumah duka, Kamis (3/12/2015).

Kejanggalan itu juga dirasakan oleh semua anggota keluarga di rumahnya. Bahkan kerabat ataupun pamannya juga heran dengan perilakunya itu.

Paman korban, Anton juga menuturkan perihal kelakuan aneh korban. Menurutnya, Eka itu selalu naik bus saat bepergian. Baik saat kuliah, bepergian jauh ataupun main ke rumah temannya.”Tetapi Rabu kemarin kok, Eka tiba tiba mengendarai sepeda motor sendiri,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun oleh MuriaNewsCom, anak dari perangkat Desa Cendono, Umar (47) dan Suhartini (46) ini dikenal sebagai gadis santun, pendiam serta pintar. “Cita-citanya ingin mendaftar jenjang S2 di luar negeri, tahun depan,” pungkasnya.

Saat ini, jenazah korban masih di RSUD Sunan Kalijaga Demak.Dari beberapa informasi yang dihimpun, di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, ponsel, tas, dan dompet korban. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Mahasiswi Tewas di Demak itu Baru Pulang Wawancara Kerja

Keluarga korban Eka Jani Margawati berada di rumah duka di Desa Cendono, Dawe, Kudus, Kamis (03/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Keluarga korban Eka Jani Margawati berada di rumah duka di Desa Cendono, Dawe, Kudus, Kamis (03/12/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Eka Jani Margawati (22), mahasiswi yang tewas di Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu (02/12/2015) malam, ternyata baru selesai wawancara kerja di salah satu klinik di Semarang.

Hal itu disampaikan adik korban, Diah Susilowati di rumah duka Desa Cendono, Dawe, Kudus, kepada MuriaNewsCom, Kamis (03/12/2015). “Sebenarnya mba Eka berangkat ke Semarang pada Rabu untuk menghadiri interview pekerjaan di klinik di Semarang,” katanya.

Dia menambahkan, di Semarang korban juga akan mencari tempat bimbingan pelatihan Bahasa Inggris untuk meningkatkan nilai TOEFL. “Nilai TOEFL untuk meneruskan S2,” tambah Diah.

Anak dari Umar (47) diketahui baru saja diwisuda dari S1 Pendidikan Profesi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Setelah melamar pekerjaan, akhirnya korban mendapat panggilan wawancara kerja.

Korban berpamitan ke keluarga.Mereka tak menyangka jika pamit korban merupakan tanda kepergian untuk selamanya. “Sore (Rabu,red) ditelepon ayah. Jawabnya, dia baru perjalanan pulang sampai di daerah Terboyo Semarang,” terang Diah.

Saat ini, jenazah korban masih di RSUD Sunan Kalijaga Demak.Dari beberapa informasi yang dihimpun, di lokasi kejadian yang tak jauh dari SPBU Wonoketingal itu ditemukan sepeda motor Honda Scoopy bernopol K 2895 AR, ponsel, tas, dan dompet korban. Saat ini, Polres Demak masih menyelidiki kasus ini. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)