Tersengat Listrik, 1 Pekerja di Jepara Tewas, 1 Luka Parah

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib nahas dialami dua dari dari empat pekerja yang sedang merenovasi rumah Kasiatun, warga RT 12/RW 2 Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara. Keduanya menjadi korban sengatan listrik. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka parah.

Korban meninggal diketahui bernama Selamet Gunarto, 30, warga RT 1 RW 2 Desa Bandungrejo. Sementara, satu korban lagi yang mengalami luka parah adalah Miftahul Wahab, 37, kakak dari korban meninggal.

Keduanya diketahui tersengat listrik saat melakukan persiapan proses pengecorang di lantai dua rumah Kasiatun.

“Saat kejadian, empat orang pekerja sedang melakukan pekerjaan renovasi rumah. Dua orang ini sedang menata dan mengukur besi untuk ngecor di lantai dua, tiba-tiba besi yang dipedang Miftahul Wahab menyentuh kabel listrik,” ujar Kapolsek Welahan AKP Usman Junaedi kepada MuriaNewsCom, Rabu (11/5/2016).

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, Usman membeberkan, peristiwa bermula dari, Slamet Sunarso (adik) melihat kakaknya tersengat listrik, dia berusaha menolong. Miftahul Wahab (kakak) berhasil selamat setelah jatuh terpental dari lantai dua. Justru, sang adik, Selamat Gunarto, tewas dengan luka bakar akibat aliran sengatan listrik.

“Adiknya yang mau menolong malah menjadi korban meninggal. Sementara kakaknya mengalami luka bakar di tangan kiri, patah pergelangan kaki kiri, dan luka bengkak di pipi kiri,” ungkap Usman.

Korban luka, Usman melanjutkan, langsung dilarikan ke PKU Mayong. Namun, lantaran parahnya luka, Miftahul Wahab langsung dirujuk ke RSI Kudus.

“Sebetulnya ada empat pekerja, tapi dua yang lainnya ada di bawah sedang menyiapkan adonan cor,” kata Usman.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang dia terima dari warga setempat, tahun lalu satu pekerja di rumah Kasiatun juga menjadi korban sengatan aliran listrik. Saat itu, pekerja sedang membangun rumah Kasiatun.

Editor: Supriyadi

Diduga Terjatuh, Suparman Tewas di Alas Desa Bategede, Jepara

Petugas medis sedang memeriksa mayat Suparman yang ditemukan di Alas Pagir, Bategede. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas medis sedang memeriksa mayat Suparman yang ditemukan di Alas Pagir, Bategede. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Senin (9/5/2016) sekitar pukul 09.30 WIB ditemukan sesosok mayat di alas Pagir Teseh, Dukuh Ngelembah, Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Jepara. Mayat diketahui bernama Suparman (55), seorang petani warga Desa Bategede RT 04 RW 02 Kecamatan Nalumsari.

Kapolsek Nalumsari AKP Sugiyono mengatakan, sesosok mayat yang ditemukan memang warga sekitar. Untuk kronologi peristiwa tersebut bermula dari korban berangkat ke ladang tegalan untuk bersih-bersih ladang sekitar pukul 08.00 WIB.

”Namun sekitar pukul 09.30, korban diketahui tergeletak oleh seorang petani lainnya bernama Sukarni dan Siti Rohmah. Kemudian, kedua saksi tersebut memberitahukan kepada petani lain bernama Ngadisan, dan selanjutnya dilaporkan ke RT dan sampai ke kami,” ujar Sugiyono kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Menurut dia, ketika kali pertama ditemukan oleh saksi, korban dalam posisi tengkurap. Korban kemudian dievakuasi ke tempat yang lebih layak dan dilakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil visum pihak dokter puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Hanya ada luka kecil seperti di pipi sebelah kanan dan luka lebam di alis. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” katanya.

Diduga kuat, korban terjatuh kemudian terpeleset karenakan kemiringan dari ladang atau tegalan yang mencapai sekitar 90 derajat.Setelah dipastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Editor: Supriyadi

Terungkap, Ini Identitas Mayat yang Ditemukan di Laut Bondo Jepara

Jenazah Munasir, warga Kragan Rembang terbujur kaku di kamar mayat RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jenazah Munasir, warga Kragan Rembang terbujur kaku di kamar mayat RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat laki-laki yang ditemukan Nurul Huda, nelayan warga Bondo Kabupaten Jepara, akhirnya diketahui identitasnya. Yaitu, Munasir, 38 tahun, warga RT 6/RW II, Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.

Munasir adalah warga Rembang yang diketahui hilang sudah tiga hari. Seperti yang disampaikan adiknya, Sartun. Munasir diidentifikasi berdasarkan jam tangan dan baju yang dikenakan.

”Itu kakak saya, bisa dilihat dari hidungnya, jam tangan, dan pakaiannya,” ujar Sartun, Jumat (6/5/2016)

Menurutnya, Munasir menghilang setelah diketahui berangkat melaut pada Senin 2 Mei lalu. Namun, pada hari itu tidak pulang. Kapal yang digunakan Munasir pulang sendiri.

”Diketahui hilang saat kapalnya pulang sendiri tidak ada orangnya. Kemudian dicari-cari tapi belum ketemu. Ada kabar kalau ditemukan mayat, lalu kami tindaklanjuti, ternyata benar ini kaka saya,” kata Sartun sedih.

Lebih lanjut dia menceritakan, begitu mendapat kabar ada penemuan mayat di perairan laut Jepara melalui layanan pesan singkat dari seorang nelayan Jepara. Sartun bergegas menuju kamar mayat RSUD Kartini untuk memastikan, bahwa mayat yang ditemukan itu adalah jasad kakaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemancing asal Bondo Jepara, Nurul Huda menemukan mayat yang terapung dengan posisi terbalik. Mendapati itu, Nurul segera meminta bantuan rekannya, sesama pemancing, untuk mengevakuasi mayat tersebut. Tiba di TPI Bondo, mayat itu langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Kartini Jepara.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Mayat Diduga Warga Rembang Ditemukan di Laut Bondo Jepara 

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Jepara

 

f-Mayat

 MuriaNewsCom, Jepara – Mayat tanpa identitas ditemukan nelayan di perairan Jepara, tepatnya di jarak tiga mil dari bibir Pantai Desa Bandung Harjo, Kecamatan Donorojo, Jepara. Mayat tersebut kini berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara.

Paur Humas Polres Jepara Iptu Sutikno mengatakan, mayat tersebut ditemukan kelompok nelayan yang sedang berangkat melaut sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (26/4/2016). Awalnya, mayat tersebut dikira hanya sebuah boneka yang mengambang di tengah laut. Namun, saat didekati ternyata mayat manusia.

“Kemudian mayat tersebut diangkat ke atas perahu, dan dibungkus plastik, lalu dibawa ke dermaga di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo. Penemuan mayat ini juga dilaporkan ke Polsek Donorojo,” ujar Sutikno kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/4/2016).

Menurutnya, tindakan awal yang dilakukan adalah tindakan medis oleh bidan desa setempat. Kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kelet. Tak lama kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB mayat dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara untuk dilakukan otopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Ciri-ciri mayat mengenakan kaos berwarna biru tua, mengenakan celana pendek berwarna coklat. Usianya sekitar 50 sampai 60 tahun dengan tinggi 158 sentimeter,” ungkapnya.

Sementara, kondisi fisik mayat sudah rusak parah alias membusuk. Dimungkinkan, mayat telah meninggal dunia sekitar empat hari lalu, sehingga fisiknya sudah tidak dapat dikenali lagi. Saksi-saksi yang telah dimintai keterangan adalah Slamet dan Sutar. Keduanya merupakan nelayan asal Desa Bandungharjo.

Editor : Kholistiono

 

Ini Identitas Mayat Misterius Tewas di Halaman Masjid Agung

Polisi membawa mayat misterius di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi membawa mayat misterius di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok laki-laki ditemukan dalam kondisi tewas di halaman masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Senin (28/3/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Mayat yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas itu, diketahui bernama Kardi, usia 40 tahun.

Identitas mayat tersebut diketahui setelah pihak aparat kepolisian melakukan penyelidikan, usai mayat dibawa ke ruang jenazah RSUD Kartini. Kardi, merupakan warga Desa Krapyak RT 04 RW 06 Kecamatan Tahunan Jepara.

“Pihak keluarga telah sampai di ruang jenazah untuk memastikan identitas mayat. Kemudian ini mau dibawa ke rumah duka, di Desa Krapyak,” ujar penjaga ruang jenazah RSUD Kartini, Jono kepada MuriaNewsCom, Senin (28/3/2016).

Menurut Jono, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, mayat yang ditemukan tewas di halaman masjid tersebut tidak terdapat luka-luka akibat kekerasan. Ada sedikit bagian wajah yang luka namun hal itu dipastikan akibat terjatuh.

“Tidak ada luka akibat pukulan maupun tanda kekerasan lainnya. Kemungkinan jenazah ini memang terjatuh akibat mengidap penyakit lalu meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Jepara kota dalam penanganan peristiwa ini dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Sriyono. Sriyono langsung memimpin evakuasi mayat dari halaman masjid sampai di RSUD Kartini. Selain itu, pihaknya juga yang memimpin proses pencarian identitas mayat tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara 

Pria Misterius Itu Kerap Mondar-mandir di Area Masjid Agung Jepara Sebelum Ditemukan Tewas

Jenazah dibawa mobil aparat Polsek Jepara Kota, dan dilarikan ke ruang jenazah RSUD Kartini (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Jenazah dibawa mobil aparat Polsek Jepara Kota, dan dilarikan ke ruang jenazah RSUD Kartini (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang laki-laki tanpa identitas yang ditemukan tewas di halaman Masjid Agung Jepara, membuat geger sejumlah warga. Sebelumnya, lelaki yang mengenakan celana jeans dan mengenakan kaos berwarna biru itu diketahui kerap mondar-mandir di kawasan Masjid Baitul Makmur itu.

Hal itu dikatakan salah seorang pengurus masjid, Iqbal Fanati. Menurutnya, dirinya dan sejumlah pengurus masjid lainnya kerap mengetahui lelaki yang tewas tergeletak di sisi selatan masjid itu,sebelumnya mondar-mandir. Meski begitu, dirinya tidak mengetahui pasti alasan lelaki itu mondar-mandir.

“Sering lewat dan jalan di halaman masjid. Banyak yang tau memang sering mondar-mandir,” ujar Iqbal kepada MuriaNewsCom, Senin (28/3/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, sebenarnya di semua sudut masjid terpasang CCTV, termasuk di area ditemukannya jenazah lelaki tersebut. Namun sayangnya, ketika dicek dalam CCTV, ternyata kamera tersembunyi itu tidak berfungsi dengan maksimal.

“Ketika saya playback, tiba-tiba tidak bisa. Biasanya berfungsi normal, tapi ini tidak bisa. Mungkin belum terekam,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, belum ada yang mengetahui penyebab kejadian tersebut. Sejumlah saksi mengetahui, kondisi lelaki itu telah tergeletak dan tak ada yang mengetahui proses jatuhnya korban tersebut.

Salah seorang saksi, Vitasari mengatakan, dia mengetahui korban itu sudah dalam kondisi telentang. Ketika itu, korban terlihat masih bernyawa, karena terdengar suara dengkuran korban dari area salat perempuan di Masjid Agung.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara

 

Pria Misterius Ditemukan Tewas di Halaman Masjid Agung Jepara

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas kepolisian menutup mayat pria misterius di halaman Masjid Agung (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok laki-laki tanpa identitas ditemukan dalam kondisi tewas di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Senin (28/3/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Lelaki yang diprediksi berusia sekitar 40 tahun itu tewas dalam kondisi telentang di halaman sisi selatan masjid.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, belum ada yang mengetahui penyebab kematian pria tersebut. Sejumlah saksi mengetahui, lelaki itu telah tergeletak dan tak ada yang mengetahui proses jatuhnya korban.

Salah seorang saksi, Vitasari mengatakan, dia mengetahui korban itu sudah dalam kondisi telentang. Ketika itu, korban terlihat masih bernyawa, karena terdengar suara dengkuran korban dari area salat perempuan Masjid Agung.

“Setelah salat zuhur, saya mau balik kerja. Tapi tiba-tiba saya melihat orang itu sudah tergeletak. Terdengar suara seperti orang mendengkur,” ujar Vitasari kepada MuriaNewsCom.

Saksi lain, Ana juga mengaku melihat lelaki itu sudah dalam kondisi telentang. Selain itu, bagian mulut lelaki itu mengeluarkan darah. Dia melihat itu ketika hendak masuk ke dalam area masjid.

“Baru mau masuk masjid untuk ambil wudu, tetapi saya lihat lelaki itu sudah telentang dalam keadaan kaku,” katanya.

Menurut dia, setelah mengetahui kondisi lelaki itu, dirinya memberitahu rekannya, lalu memberi tahu sejumlah orang disekitar. Sontak, salah satu diantara mereka menghubungi pihak kepolisian. Ketika dicek, lelaki yang mengenakan celana jeans dan kaos berwarna biru itu sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Sampai berita ini ditulis, korban dibawa oleh aparat kepolisian dari Polsek Jepara Kota. Korban dibawa ke RSUD Kartini untuk dilakukan penyelidikan.

Editor : Kholistiono

Terdapat Luka di Wajah, Diduga Mayat yang Ditemukan di Pantai Empurancak Terbentur Karang

Mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Empurancak Jepara dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pantai Empurancak Jepara dilakukan evakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Empurancak, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Penemuan mayat ini menggegerkan warga setempat dan pengunjung pantai. Mayat tanpa identitas itu diduga meninggal karena tenggelam dan terbentur karang.

Berdasarkan keterangan dari dokter Puskesmas Mlonggo Itut Anggraini,kondisi mayat sebenarnya masih utuh, dan diprediksi tenggelamnya di laut kurang dari 10 jam. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan, saat pihaknya datang ke lokasi penemuan mayat bersama aparat Polsek Mlonggo.

“Setelah dilakukan visum luar, diduga mayat yang mengenakan kaos singlet putih itu baru saja meninggal kurang dari 10 jam. Dipastikan meninggalnya karena tenggelam. Ada beberapa luka di bagian wajah, tapi bukan luka pukulan benda tumpul tapi karena benturan karang,” terang Itut, Rabu (16/3/2016).

Salah seorang warga setempat, Muji mengemukakan, mayat tersebut ketika ditemukan pertama kali dalam posisi tengkurap tersangkut di karang yang berada di tepi pantai tersebut. Saat ditemukan, kondisi wajah mayat laki-laki berbadan besar itu penuh dengan luka dan masih mengeluarkan darah.

“Posisinya tengkurap dengan kondisi wajah luka-luka sepertu goresan terkena karang. Penemuan pertama kalinya siang tadi,” ujar Muji

Menurut dia, ketika diketahui ada mayat di tepi pantai, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul. Tak lama kemudian dilakukan evakuasi. Setelah dievakuasi dari tepi pantai, tak ada warga yang mengenali mayat laki-laki yang ditemukan mengenakan celana pendek warna hitam itu. Namun, sejumlah warga mengaku sering melihat sosok tersebut memancing ikan di kawasan Pantai Empurancak.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Warga Digegerkan dengan Penemuan Mayat Laki-laki di Pantai Empurancak Jepara

Ini Isi Pesan Mesra dari Kekasih Bayu, Mayat yang Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

Mayat saat dievakuasi dari pantai Ngelak Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Mayat saat dievakuasi dari pantai Ngelak Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Identitas sesosok mayat yang ditemukan di pantai Ngelak Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Jepara telah terungkap. Dia adalah Bayu Tri Pratama (25), warga Desa setempat. Terungkapnya identitas tersebut setelah ada pesan masuk ke kartu provider milik Bayu yang ternyata dari kekasih pujaan hatinya.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

”Dalam pesan SMS nya tertulis, Sayangku, kamu kok gak pernah ngasih kabar, tak hubungi gak bisa, gak pernah balas. Aku sampai gak doyan makan,” kata Jono, petugas ruang jenazah RSUD Kartini Jepara membacakan pesat singkat dari kekasih Bayu bernama Imah, Kamis (25/2/2016).

Dari pesan tersebut pihak kepolisian langsung menghubungi nomor handphone yang tertera. Saat dihubungi, kekasih Bayu sempat nyambung namun setelah disampaikan jenazah Bayu ditemukan di pantai Ngelak, Imah pun tak bersuara.

”Kemudian ada yang berbicara lagi, yakni ibu dari pacar Bayu ini dan memberitahu identitasnya,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana.

Baca Juga : Terungkap, Identitas Mayat Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

Dari informasi ibu dari kekasih Bayu yang menyelak pembicaraan sesaat setelah tak ada suara, diketahui setelah Imah mendapatkan kabar Bayu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, langsung tak sadarkan diri alias pingsan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Terungkap, Identitas Mayat Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

Mobil olah TKP Polres Jepara berada di depan ruang jenazah RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Mobil olah TKP Polres Jepara berada di depan ruang jenazah RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mayat yang ditemukan tanpa identitas di pantai Ngelak Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara, akhirnya terungkap identitasnya. Setelah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat, pihak kepolisian mendapatkan sebuah smartphone dan kartu pelanggan supermarket.

Jenazah tersebut diketahui bernama Bayu Tri Pratama (25), warga Desa Jambu RT 12 RW 3 Kecamatan Mlonggo, Jepara. Pengungkapan tersebut bermula dari temuan sebuah smartphone dalam kondisi mati, namun di dalamnya masih terdapat kartu provider. Kemudian kartu tersebut diaktifkan menggunakan handphone lain. Dari situ, ada dua pesan singkat yang masuk. Salah satunya, pesan dari kekasih korban.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

”Kemudian kami hubungi nomor yang mengirim pesan itu. Dari situ kami mulai mengetahui identitas jenazah ini,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, kekasih korban tersebut bernama Imah. Selanjutnya, pihaknya mendatangi kediaman kekasih korban untuk memintai keterangan. Dari situ, identitas korban pun sudah dapat diketahui.

”Kami masih melakukan penyelidikan peristiwa ini, termasuk mencari tahu penyebab kematian korban,” katanya.

Sampai berita ini ditulis, mayat korban masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara. Seperti diberitakan, Tinggi badan mayat korban sekitar 180 cm dan beratnya sekitar 70 kilogram, mengenakan baju berwarna hitam.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ngelak Jepara

Mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Jepara dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Jepara dievakuasi oleh petugas bersama warga sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di pantai Ngelak Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Mayat tersebut ditemukan warga sekitar pada Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Mlonggo AKP Maryono menjelaskan, mayat tersebut ditemukan oleh warga yang merupakan nelayan setempat. Kemudian mayat dievakuasi oleh petugas bersama warga dan dibawa ke ruang pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara.

”Mayat dalam kondisi membusuk. Mungkin sudah beberapa hari yang lalu meninggalnya,” kata Maryono.

Sementara itu, petugas ruang jenazah RSUD Kartini, Jono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, jenazah diperkirakan meninggal sekitar tiga hari yang lalu. Sebab sebagian kondisi tubuh mayat masih bagus.

”Tinggi badan mayat sekitar 180 cm dan beratnya sekitar 70 kilogram,” kata Jono kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).

Saat ditemukan, mayat mengenakan pakaian berwarna hitam dan terdapat tulisan Ocean Pasific. Sampai saat ini pihak kepolisian masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini untuk mengidentifikasi mayat tersebut.

Editor : Titis Ayu Winarni

Video – MAYAT TANPA KEPALA: Korban Kecelakaan Laut Kepulauan Seribu

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) 

Petugas menangani mayat tanpa kepala di RSUD Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Syamsu Arifin meninjau langsung mayat tanpa kepala yang ditemukan nelayan di perairan Bayuran Kecamatan Kembang, Jepara. Dia memastikan jika mayat dalam kondisi mengenaskan tersebut merupakan korban kecelakaan laut di perairan Kepulauan Seribu, dua pekan lalu.

Kepastian tersebut dia kemukakan setelah melakukan kordinasi dengan pihak terkait. Tepatnya setelah mengantongi identitas mayat tersebut. Bahkan, pihaknya juga mengaku telah mendapatkan informasi jika pihak keluarga jenazah akan segera menjemput jenazah yang untuk sementara ini masih disimpan di ruang jenazah RSUD Kartini, Jepara.

“Hasil penelusuran identitas korban dan kordinasi dengan kepolisian, mayat tersebut adalah korban kecelakaan laut di Kepulauan Seribu, sekitar dua pekan lalu,” terang Syamsu, Sabtu (26/12/2015).

Menurutnya, sekitar dua pekan lalu informasinya ada kecelakaan laut di sana. Pihaknya juga memastikan bahwa mayat tersebut memang karyawan dari Sea Leader Marine. Status dari jenazah itu adalah ABK dari kapal Sea Leader Marine.

“Tidak sampai di sini, kami terus melakukan penyelidikan atas peristiwa ini dengan melakukan kordinasi dengan kepolisian di sana,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sesosok mayat ditemukan di kawasan perairan Bayuran, Kecamatan Kembang, Jepara dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan sebagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki juga sudah hilang.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, mayat tersebut ditemukan nelayan saat pulang mencari ikan pada Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian di bawa ke darat di pantai Bayuran, dan nelayan melaporkan kepada pihak terkait. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

MAYAT TANPA KEPALA : Ditemukan di Pantai Bayuran Jepara

Mayat tanpa kepala berada di Ruang Jenazah RSUD Kartini, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mayat tanpa kepala berada di Ruang Jenazah RSUD Kartini, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sesosok mayat ditemukan di kawasan perairan Bayuran, Kecamatan Kembang, Jepara dalam kondisi mengenaskan. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan sebagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki juga sudah hilang.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, mayat tersebut ditemukan nelayan saat pulang mencari ikan pada Sabtu (26/12/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian di bawa ke darat di pantai Bayuran, dan nelayan melaporkan kepada pihak terkait.

Sesaat kemudian, aparat dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah aparat lainnya mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi mayat tersebut. Selanjutnya mayat dibawa ke ruang jenazah yang ada di RSUD Kartini Jepara.

Meskipun ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala dan bagian tubuh lain tidak utuh. Mayat masih mengenakan pakaian dan juga masih ada identitas yang ada di dalam pakaian yang dikenakan. Sampai saat ini, mayat masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini.

Pihak kepolisian masih mendalami penemuan mayat tersebut. Sebab, penyebab dari peristiwa tersebut masih menjadi misteri. Ada beberapa identitas yang sudah dikantongi pihak kepolisian.

Ingin tahu informasi lengkapnya? Ikuti terus perkembangan informasi selanjutnya di www.murianews.com. (WAHYU K/AKROM HAZAMI)

Nelayan di Jepara Mengaku Lihat Mayat di Tengah Laut, Ini Ciri-cirinya

nelayan tenggelam ILUST

Ilustrasi

JEPARA – Nelayan di Kabupaten Jepara kembali digegerkan dengan sesosok mayat di tengah laut. Kali ini nelayan bernama Dedi Hermanto, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Bulu, Kecamatan Kota Jepara mengaku melihat sesosok mayat terapung di tengah laut.

Namun, Dedi Hermanto mengaku tak berani membawa mayat tersebut ke darat, karena kondisi cuaca saat itu di tengah laut sangat buruk. Akibatnya, dia terpaksa mendarat tanpa membawa mayat dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara.

“Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat sesosok mayat di tengah laut. Karena cuaca sangat buruk, saya tidak berani menolongnya,” kata Dedi, Jumat (25/12/2015).

Menurutnya, perahu yang digunakan untuk mencari ikan ukurannya cukup kecil. Sehingga tidak begitu stabil ketika cuaca buruk, apalagi saat dia melihat mayat tersebut kondisinya sedang turun hujan yang cukup lebat. “Lokasinya, jarak dari daratan ke sana perjalanan sekitar satu jam,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, kondisi mayat sudah melepuh. Ciri-cirinya, mengenakan baju kaos berwarna biru dan celana berwarna merah tua. Saat dia melihat mayat tersebut,arah angin di laut menuju ke arah utara.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jepara melalui salah satu staf anggotanya Zainudin menjelaskan, lokasi nelayan yang melihat sosok mayat tersebut cukup jauh. Sehingga pihaknya belum berani untuk melakukan evakuasi langsung ke lokasi. Terlebih, arah angin ke utara dan cuaca di laut masih ekstrem.

“BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut jika mayat tersebut sudah dekat dari darat, atau paling tidak ada nelayan lain yang menemukannya di jarak dan lokasi yang jelas. Jika saat ini dicari, tidak memungkinkan,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PENTAS DANGDUT : DJ Dilarang Keras Tampil di Pentas Dangdut, Jika Masih Nekat, Ini Risikonya

Salah satu penampilan DJ di Jepara. Kali ini pentas orkesdangdut dilarang menggunakan DJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu penampilan DJ di Jepara. Kali ini pentas orkesdangdut dilarang menggunakan DJ (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin telah mengeluarkan aturanterkait pementasan orkes dangdut, usai terjadi kasus penganiayaanhingga menghilangkan nyawa seseorang beberapa waktu lalu. Salah satuaturan baru tersebut adalah larangan menggunakan disk jockey (DJ).

Menurut Kapolres, pementasan orkes dangdut memang dinilai dapatmemancing tindak kriminalitas. Hal itu, lantaran kelompok musik dangdutyang tampil tak lagi mementaskan membawakan aliran musik dangdut, tapisudah mengarah pada musik-musik disko seperti house musik danmenghadirkan DJ.

”Sebab, dengan jenis musik seperti itu, maka penonton akan kian liar.Ditambah lagi dengan pengaruh minuman keras,” kata Samsu Arifin kepadaMuriaNewsCom.

Selain itu, jenis musik juga dibatasi. Pementasan musik dangdutdilarang menggunakan DJ, atau musik beraliran sejenis. Bagi penyanyi,harus mengenakan pakaian bawahan panjang dan dada tertutup. ”Aturan
ini harus ditaati. Polsek harus memantau aturan ini,” katanya.

JIka ada DJ berani tampil, dia memerintahkan agar diturunkan daripanggung dan sita alatnya. Grup orkes dangdut harus tampil sesuaidengan aturan yang tertera. Jika dijumpai pentas yang tidak sesuaidengan perizinan, langsung ditindak.

Selain itu juga, terkait jam pementasan yang hanya dibatasi sampaipukul 22.00 WIB, dengan jam mulai pukul 19.00 WIB. Pembatasan tersebutsedikit berbeda dengan pembatasan sebelumnya yang masih diizinkansampai pukul 23.00 WIB. ”Pemberlakukan aturan itu dimulai ketika meminta izin penyelenggaraanhiburan ke polsek masing-masing,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Polisi Tunggu Saksi Kunci Penganiayaan Pentas Dangdut Pulih

Ilustrasi

Ilustrasi

 

JEPARA – Penganiayaan yang menewaskan Nor Hidayat (20), dan membuat kritis ABG berinisial F (15), saat pementasan orkes dangdut di Lapangan Kenari Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan. Sampai saat ini tersangka masih belum ditemukan.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP I Wayan Suhendar mengaku kesulitan mendapatkan identitas lengkap para pelaku. Hanya korban selamat yang dapat menjadi saksi kunci pada musibah tersebut. Padahal, kondisi korban selamat masih sakit dan belum memungkinkan dimintai keterangan lebih lengkap.

”Tidak ada saksi yang mengenali pelaku. Hanya korban yang tahu persis,” kata I Wayan Suhendar.

Lebih lanjut dia mengemukakan, korban F (15) masih dalam proses pemulihan setelah dioperasi lantaran luka parah dibagian perutnya hingga bagian lambung robek. Selain itu, diyakini masih dalam kondisi
trauma. Sebab luka yang didapatkan dari penganiayaan memang tergolong berat.

”Sebenarnya sudah bisa diajak komunikasi. Tapi belum bisa dimintai keterangan lebih jelas. Terlihat betul dia masih trauma. Kami tak bisa memaksa,” tandasnya.

Dia menambahkan, jika dilihat, pelaku dimungkinkan bukan satu orang. Mengenai motifnya, bisa jadi sebelumnya sudah ada dendam. Bisa juga murni bersitegang saat menonton orkes dangdut dengan keadaan mabuk. Pihaknya belum berani menyimpulkan karena belum ada pelaku yang tertangkap. (WAHYU KZ/TITIS W)

Hampir Sepekan, Pelaku Penganiayaan Orkes Dangdut di Jepara Belum Ditemukan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

JEPARA – Hampir sepekan sejak peristiwa tragis pentas orkes dangdut di lapangan Kenari Desa Purwogono, Kecamatan Kalinyamatan, Sabtu (24/10/2015). Sampai saat ini pihak kepolisian Satreskrim Polres Jepara tak kunjung menemukan pelaku penganiayaan yang menimbulkan satu pemuda tewas dan satu anak baru gede (ABG) kritis.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP I Wayan Suhendar mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan keterangan lebih lengkap berkait pelaku penganiayaan tersebut. Sebab, ketika kejadian berlangsung, tidak ada saksi yang mengetahui betul kejadian tersebut.

”Tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Yang tahu persis hanya korban yang selamat. Tapi, korban selamat belum bisa dimintai keterangan karena masih sakit, dan belum bisa dimintai banyak keterangan,” ujar I Wayan Suhendar.

Menurutnya, keterangan dari saksi yang melihat kejadian, termasuk dari rekan korban belum mencukupi. Sebab satupun tak menahu identitas pelaku. Meski demikian, pihaknya menjanjikan akan terus melakukan penyidikan dengan target mendapatkan identitas pelaku.

Seperti diberitakan, pertunjukan orkes dangdut kembali membawa petaka. Satu pemuda tewas bernama Nur Hidayat (20) warga Desa Bandungrejo Kecamatan Kalinyatam dan satu ABG berinisial F (15) warga Desa Teluk Sidi, Kecamatan Kalinyamatan mengalami luka parah. Kedua korban ini dikeroyok dengan sadis dan ditusuk di bagian perut dan bagian badan yang lainnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG: Kondisi Kejiwaan Pelaku Normal

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolsek Batealit menginterogasi pelaku pembunuhan anak kandung. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat kepolisian Polsek Batealit, Jepara telah membekuk pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maut yang terjadi di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, di Desa Kuningan, Semarang Utara, Rabu (28/10/2015) malam tadi. Aparat memastikan kondisi kejiwaan pelaku masih terbilang normal.

Sebab, dari keterangan pelaku, dirinya melarikan diri dengan cara berjalan kaki hingga ke jalan raya, kemudian naik angkutan umum minibus menuju tempat saudaranya di Semarang. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan tes sederhana untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku normal.

”Tadi saya ajak komunikasi masih nyambung. Ketika saya tanya nama-nama anaknya, nama istri dan nama orang tuanya pun masih bisa menjawab dengan benar. Bahkan, saya minta nulis dan saya minta tanda tangan juga ternyata masih sama dengan di KTP pelaku,” ujar Kapolsek Batealit, Jepara, AKP Hendro Astro kepada MuriaNewsCom.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya masih butuh bantuan dari pihak psikiater untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku penganiayaan hingga berujung maut tersebut. Pihaknya belum berani memastikan secara pasti bahwa kejiwaan pelaku normal.

Sebab, seperti diberitakan MuriaNewsCom, pelaku memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah di larikan ke RSUD Kartini. Bahkan ketika kambuh, pernah pula dilarikan ke rumah sakit di Semarang pada tahun 2014 lalu. (WAHYU KZ/TITIS W)

PEMBUNUHAN ANAK KANDUNG : 2 Adiknya Ingin Ketemu Kakaknya yang Sudah Tewas

Korban kritis yang dirawat di RSUD Kartini, saat ini ditempatkan di Ruang Teratai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Korban kritis yang dirawat di RSUD Kartini, saat ini ditempatkan
di Ruang Teratai. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung maut, di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, Jepara, memberikan rasa kepedihan tersendiri bagi para keluarga korban.

Salah satunya Sumanah (33), adik korban Siti Hadroh (37) yang terluka parah dan kritis. Sumanah mengaku sangat sedih mengetahui kakaknya menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh kakak iparnya atau suami korban, Seraju (45).

Lebih tragis lagi, keponakannya,Afrianto alias Rian yang masih duduk di kelas IX di salah satu MTs swasta di Desa Raguklampitan menjadi korban dan meninggal dunia.

“Saya tidak tega. Sedih sekali mengetahui kakak saya terluka parah, dan keponakan meninggal di tangan ayahnya sendiri,” kata Sumanah yang tak kuasa menahan tangis, di ruang jenazah RSUD Kartini Jepara, Rabu (28/10/2015).

Kakaknya saat ini tergeletak di ruang rumah sakit karena kritis. Dengan luka parah di bagian kepala. Hadroh memiliki tiga orang anak. Yang menjadi korban hingga meninggal merupakan anak sulung. Sedangkan dua anak lainnya dititipkan di sebuah yayasan panti asuhan di Semarang.

“Malah anak yang di yayasan itu sebelumnya bilang ingin melihat kakaknya, tapi sekarang sudah meninggal,” ungkapnya.

Sampai saat ini, korban kritis dirawat di Ruang Teratai, kelas paling bawah di RSUD Kartini. Diketahui keluarga korban merupakan orang yang tak mampu. Sementara korban tewas, ditempatkan di ruang jenazah untuk dilakukan auotopsi. Sementara pelaku diketahui melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Kronologi KDRT, Seorang Anak Tewas, Ibu Kritis

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa tragis terjadi di rumah warga di Desa Geneng RT 03 RW 01, Kecamatan Batealit, Jepara. Seorang anak remaja bernama Afrianto alias Rian (15) tewas dan ibunya bernama Siti Hadroh (37) kritis setelah dianiaya oleh ayahnya Seraju (45).

Dari keterangan para saksi yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, di rumah yang dihuni satu keluarga tersebut.

Kedua korban diketahui oleh warga setelah peristiwa terjadi dalam kondisi terluka parah. Dugaan kuat yang beredar di masyarakat, sang anak, Arfianto tewas mengalami luka parah di kepala karena melerai orang tua mereka. Meski begitu, belum ada saksi mata yang mengetahui persisnya kejadian kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.

”Lokasi tepatnya ada di dalam kamar. Tidak ada yang melihat persis kejadiannya seperti apa karena kejadian masih sangat pagi. Ketika ditemukan, anak dan ibunya terluka parah,” kata salah seorang saksi yang kali pertama mengetahui korban terluka, Nur Sahid (45) di lokasi
kejadian, Rabu (28/10/2015).

Menurutnya, sebelum peristiwa tersebut, malam harinya keluarga korban masih harmonis. Bahkan, Nur Sahid mengaku melihat mereka masih nonton televisi bersama. Tapi, pagi harinya korban ditemukan sudah tak berdaya kemudian warga sekitar melarikan korban ke RSUD Kartini.

”Sebelumnya juga si anak (Rian) itu masih main dengan temannya. Dia sekolah di salah satu MTs di Desa Raguklampitan,” katanya.

Pihak kepolisian Satreskrim Polres Jepara belum memberikan keterangan lebih detail terkait hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Pelaku melarikan diri, kami masih melakukan penyelidikan. Belum ada yang bisa disimpulkan,” tegas Kasatreskrim Polres Jepara AKP I Wayan Suhendar. (WAHYU KZ/TITIS W)

Berniat Tolong Ibu, Remaja Tewas Ditangan Ayah

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Rumah korban sampai saat ini masih dalam penjagaan petugas kepolisian dengan dibatasi garis polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Nasib nahas menimpa ibu dan anak di Desa Geneng RT 03 RW 01 Kecamatan Batealit, Jepara. Seorang anak remaja bernama Afrianto alias Rian (15) tewas menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga ketika menolong ibunya bernama Siti Hadroh (37) saat dianiaya ayahnya bernama Seraju (45).

Afrianto tewas setelah menderita luka parah di bagian kepala. Sempat dilarikan ke RSUD Kartini namun nyawanya tak mampu diselamatkan. Sedangkan Siti Hadroh terluka parah dalam kondisi kritis di RSUD Kartini Jepara.

Petugas RSUD Kartini, dr. Nur Hayati menjelaskan, Afriyanto mengalami luka parah di kepala dan pendarahan otak. Luka yang sangat parah itu membuat nyawanya tak dapat diselamatkan.

“Bagian kepala luka parah. Dilihat dari lukanya terkena pukulan dengan benda tumpul,” kata Nur Hayati kepada MuriaNewsCom, Rabu (28/10/2015).

Salah seorang saksi, Nur Sahid (45) mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

”Saya tahu sesaat setelah kejadian. Kondisinya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Sedangkan pelaku melarikan diri.
Korban tewas masih berada di ruang jenazah RSUD Kartini dan korban kritis dirawat intensif di rumah sakit yang sama. (WAHYU KZ/TITIS W)

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan Saat Pentas Dangdut di Jepara

penganiayaan

 

JEPARA – Pihak kepolisian Polres Jepara menyatakan belum menetapkan atau mengamankan tersangka dalam kasus penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa, ketika pentas dangdut di lapangan Kenari Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Sabtu (24/10/2015).

Kasatreskrim Polres Jepara melalui KBO Reskrim, Ipda Candra Bayu Septi mengatakan,  sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi. Sehingga ditanya soal penetapan tersangka, dia menyatakan belum ada.

”Belum (penetapan tersangka). Kami masih pengembangan dari keterangan para saksi,” ujar Candra kepada MuriaNewsCom, Senin (26/10/2015).

Menurutnya, pihaknya telah memintai keterangan sedikitnya tiga orang saksi untuk kasus tersebut. Pihaknya juga masih ingin mendapatkan keterangan lebih detai dari saksi kunci yakni F (15) korban yang terluka parah pada kasus itu.

Seperti diberitakan, pertunjukan orkes dangdut berujung maut, satu pemuda bernama Nur Hidayat (20) tewas dan satu anak baru gede (ABG) berinisial F (15) terluka parah. Keduanya mengalami luka tusukan di bagian perut dan tubuh bagian belakang setelah dianiaya sejumlah orang yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Banyak Timbulkan Korban hingga Meninggal Dunia, Pentas Orkes Dangdut di Jepara Dievaluasi

penganiayaan

 

JEPARA – Pentas orkes dangdut yang ada di Kabupaten Jepara telah banyak menimbulkan korban, baik luka hingga meninggal dunia. Hal itu harus menjadi perhatian khusus bagi aparat maupun pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara untuk dilakukan evaluasi.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan pentas orkes dangdut. Sebab, bagaimanapun juga keamanan pertunjukan itu juga menjadi tugas aparat kepolisian.

”Kami akan segera melakukan evaluasi atas kejadian yang menimbulkan korban saat pertunjukan orkes dangdut,” ujar Samsu.

Menurutnya, ada beberapa hal yang memang harus dievaluasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Terlebih peristiwa tersebut dalam catatan pihak kepolisian telah terjadi berulang kali yang dimulai dari cekcok, perkelahian hingga penganiayaan.

Seperti diberitakan, Sabtu (24/10/2015) malam terjadi penganiayaan ketika pertunjukan orkes dangdut dan setelah pertunjukan berlangsung di lapangan Kenari Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan. Ada satu korban tewas bernama Nur Hidayat (20) dan satu ABG berinisial F (15) dalam kondisi kritis di RSUD Kartini. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ngeri! Korban Pengeroyokan Alami Beberapa Luka Tusuk

Korban F yang saat ini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Korban F yang saat ini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pertunjukan orkes dangdut kembali membawa petaka. Satu pemudatewas bernama Nur Hidayat (20) warga Desa Bandungrejo, KecamatanKalinyatan dan satu ABG berinisial F (15) warga Desa Teluk Sidi,Kecamatan Kalinyamatan, mengalami luka parah.

Ternyata, kedua korban ini dikeroyok dengan sadis dan ditusuk pisau dibagian perut dan bagian badan yang lainnya, usai nonton orkes dangdutyang digelar di lapangan Kenari, Desa Purwogondo, Kecamatan
Kalinyamatan, Sabtu (24/10/2015) malam Minggu.

Korban tewas, Nur Hidayat mengalami luka tusuk di bagian perut kanandan kepala bagian belakang. Akibat hal itu, nyawanya tak mampu diselamatkan, lantaran luka tusuk yang cukup dalam. Sebelum dikebumikan, korbantelah diotopsi oleh tim DVA Polda Jawa Tengah.

Sedangkan korban luka berinisial F (15) juga mengalami luka tusukdibagian perut dan badan bagian belakang. Beruntung, nyawa korbanmasih dapat diselamatkan setelah dilarikan ke RSUD Kartini. Korban
harus dioperasi di bagian perut dekat lambung akibat luka tusuk yangdialami.

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Meski begitu, sampai saat inibelum diketahui motif pembunuhan dan penganiayaan tersebut.

“Kami akan memintai keterangan F (15) sebagai saksi kunci dalamperistiwa ini. Semoga saja F kondisinya membaik dan dapat diajakberbicara,” kata KBO Reskim IpdaCandra Bayu Septi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pertunjukan Orkes Dangdut di Jepara Berujung Maut, 1 Pemuda Tewas, 1 ABG Kritis

Korban kritis dirawat di RSUD Kartini Jepara didampingi keluarga (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Korban kritis dirawat di RSUD Kartini Jepara didampingi keluarga (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa tragis terjadi pasa Sabtu (24/10/2015) malamMinggu, ketika ada pertunjukan orkes dangdut di Lapangan Kenari, DesaPurwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Satu pemuda tewas dan satuanak baru gede kritis setelah dikeroyok dan ditusuk sejumlah orang takjauh dari lokasi pertunjukan orkes dangdut yang digelar Bank RakyatIndonesia (BRI) itu.

Korban tewas bernama Nur Hidayat (20) warga RT 02 RW 03 DesaBandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Sedangkan korban kritisberinisial F (15), warga Desa Teluk Sidi, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.

Dari sejumlah keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa bermuladari percekcokan yang terjadi antarpenonton ketika pertunjukan orkesdangdut berlangsung. Namun, ketika pertunjukan usai, sekitar pukul23.00 WIB, korban, Nur Hidayat dikeroyok oleh sejumlah pemudatak jauh dari lokasi pertunjukan orkes dangdut.

“Korban dikeroyok hingga tewas di lokasi yang berjarak sekitar 300 meterdari lokasi pertunjukan orkes dangdut ke arah Desa Bandungrejo,” ujarKBO ReskrimIpda Candra Bayu Septi kepada awak media, Minggu (25/10/2015).

Sedangkan korban luka, F (15) dikeroyok di lokasi pertunjukan orkesdangdut. Dia diketahui terluka parah, dibagian perut dan bagianbelakang tubuh terdapat luka tusuk. Usai dikeroyok, F dilarikan keRSUD Kartini Jepara.

Hingga saat ini korban F masih dalam perawatan intensif di rumah sakittersebut. Sedangkan korban tewas sebelumnya sempat dilarikan kePuskesmas terdekat, kemudian dibawa ke RSUD Kartini. Pihak kepolisian
telah melakukan otopsi, dan selanjutnya pihak kepolisian melakukanpenyelidikan dan pendalaman atas peristiwa ini. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)