Maulid Nabi yang Berbeda dari Irmas Nurul Nuda

Pawai Maulid Nabi Muhammad SAW sungguh menarik. Ada pertunjukan kesenian singa dalam pawai taaruf yang diselenggarakan Irmas Masjid Tiban Nurul Nuda. (ISTIMEWA)

Pawai Maulid Nabi Muhammad SAW sungguh menarik. Ada pertunjukan kesenian singa dalam pawai taaruf yang diselenggarakan Irmas Masjid Tiban Nurul Nuda. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, terus saja berlangsung di berbagai wilayah. Salah satunya adalah peringatan yang digelar Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Tiban Nurul Nuda, Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Salah satu yang menarik adalah pawai ta’aruf yang digelar di sana. Ada pertunjukan yang menampilkan singa, namun dalam bentuk layaknya barongsai. Kesenian ini sangat menarik perhatian dari warga yang menyaksikan pawai tersebut.

Pawai ta’aruf ini sendiri digelar Sabtu (9/1/2016), dan diikuti 21 peserta dari seluruh RT/RW se-Kecamatan Sooko. Rute yang ditempuh peserta pawai adalah sejauh 1,5 kilometer.

Kegiatan pawai ini memang menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khitanan Massal ke-49, yang diselenggarakan irmas tersebut.

Rangkaian acara lainnya adalah lomba cerdas cermat tingkat SLTP, lomba tartil dan qiro’ah, lomba pidato anak-anak, lomba bercerita 25 nabi tingkat remaja, lomba shalawat nabi, lomba shalawat Al Banjari tingkat junior se-Kabupaten Mojokerto, pawai ta’aruf, khotmil Qur’an, istighotsah kubro, khitanan massal, dan tabligh akbar.

Kegiatan yang didukung Sukun for Education tersebut, berlangsung dari tanggal 4 hingga 10 Januari 2016. Panitia penyelenggara mengungkapkan, beberapa lomba telah diselenggarakan sejak tanggal 4-6 Januari 2016 kemarin.

Sedangkan puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dilaksanakan pada Minggu (10/1/2016), dengan menggelar khitanan massal serta tabligh akbar, yang akan menghadirkan KH Abdul Jalil dari Mantub, Lamongan, dan KH Qusen Illyas dari Mojokerto. (MERIE)

Ini Rangkaian Acara Majelis Tombone Ati Sholawat Peringati Maulid Nabi Muhammad

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Majelis Tombone Ati Bumi Sholawat Karanganyar, Demak bersama PR Sukun menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H.

Rangkaian acara tersebut diawali dengan Manaqib Rasul yang diselenggarakan malam ini Rabu (6/1/2016). Acara dilanjutkan dengan Takhtim Alquran dan khitanan massal yang diselenggarakan besok, Kamis (7/1/2016).

Puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilangsungkan malam harinya dengan menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Alkaf (Kudus) dan ceramah Mauidhoh Hasanah oleh KH Ahmad Machin Alhafidz (Jepara) beserta para Habaib dan Kiai. (TITIS W)

Keren, Warga Binaan di Kudus Ini Lihai Memainkan Rebana dan Berselawat

Kelompok rebana Al Hikmah tengah unjuk kebolehan melantunkan selawat ketika peringatan Maulid Nabi SAW di Rutan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kelompok rebana Al Hikmah tengah unjuk kebolehan melantunkan selawat ketika peringatan Maulid Nabi SAW di Rutan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain mendengarkan arahan dari pimpinan rutan (rumah tahanan) ketika acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  para warga binaan Rutan Negara Kelas II B Kudus juga dihibur dengan selawat yang diiringi rebana Al Hikmah. Yang spesial adalah pemain rebana tersebut merupakan binaan rutan tersebut.

Salah satu pemain rebana Wahid mengatakan, untuk kelompok rebana ini memiliki nama Al Hikmah yang beranggotakan 10 orang. Grup rebana tersebut nampak sangat lihai memainkan alat musik yang berbahan baku kulit lembu tersebut.

”Untuk saat ini lagu-lagu yang kami kuasai selawat dan syi’iran Jawa. Sehingga saat ada acara keagamaan kami selalu tampil. Selain memberikan hiburan, penampilan kami juga sebagai ajang pelestarian budaya. Yang terpenting tidak mengurangi ke khusyukan acara,” paparnya.

Dia menambahkan, kelompok rebana Al Hikmah berdiri sekitar tahun 2007. Sejak saat itulah kerap mengisi acara keagamaan. Selain itu, Al Hikmah juga sebagai fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan mental dan spiritual terhadap warga binaan rumah tahanan tersebut. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Warga Binaan Rutan Kudus Peringati Maulid Nabi

Warga binaan Rutan Kudus sedang mengikuti peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga binaan Rutan Kudus sedang mengikuti peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ratusan penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kudus antusias mengikuti ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang gelar di Aula Rutan tersebut, Rabu (7/1/2016).
Selain warga binaan, hadir dalam kegiatan tersebut Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Kementerian Agama Kudus dan  Balai latihan kerja (BLK) Kudus dan tamu undangan lainnya.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Masjuno mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada warga binaan, agar nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan bisa membuat warga binaan lebih mempunyai semangat hidup. Sehinga kedepannya bisa menghabiskan masa tahananya dengan lebih baik, begitupun ketika sudah keluar nanti,” ujarnya.

Kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya ketikaperingatan Maulid Nabi saja, melainkan juga beberapa hari besar keagamaan lainnya. Di antaranya, Isro Mikroj, halal bihalal, Natal dan lainnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Undaan Gelar Pengajian dan Aneka Lomba

Penampilan peserta lomba rebana dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18 di Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul yang didukung PR Sukun, Senin (4/1/2016). (Foto: PR Sukun)

Penampilan peserta lomba rebana dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18 di Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul yang didukung PR Sukun, Senin (4/1/2016). (Foto: PR Sukun)

KUDUS – Pondok Pesantren Al Hidayah Undaan Kidul bersama PR Sukun, Senin (4/1/2016) kemarin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H dan Houl KH Moh Djumal ke-18.

Acara tersebut selain dihadiri oleh santriwan santriwati ponpes, juga diikuti masyarakat sekitar serta tokoh alim ulama Undaan Kidul. Tak hanya itu beberapa pejabat juga turut hadir, di antaranya Camat Undaan Catur Widiyatno, kepala desa Undaan Kidul H Mumtamam, anggota Jamiyyah Fida’ se-kecamatan Undaan, muspika Undaan, serta Jamiyyah Manaqibiyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani dikalangan Ponpes Al Hidayah.

Pada kesempatan tersebut KH Mahrus Ali dari Jepara menjelaskan tentang biografi Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak berdebat mengenai peringatan maulid, karena masing-masing mempunyai dalil.

”Masyarakat harus mengedepankan toleransi antar umat beragama. Selain itu kita harus selalu meneladani sikap Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Selain pengajian, peringatan maulid Nabi tersebut juga diselenggarakan lomba rebana tradisional (jidur tua) yang diikuti tiga desa. Yakni desa Sambung, Undaan Kidul, dan Undaan Tengah, serta panjat pinang yang diikuti oleh 20 peserta dari kalangan para santri. (TITIS W)

KH Anwar Zahid Ramaikan Peringatan Maulid Nabi

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus. (PR Sukun)

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus. (PR Sukun)

 

KUDUS – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H yang digelar bersama PR Sukun di Masjid Jami’ Nur, Nganguk Wali, semalam (29/12/2015) bersama KH Anwar Zahid mendapat antusias dari masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Acara yang bertajuk Malam Cinta Rasul tersebut dihadiri ratusan orang yang memenuhi lokasi acara hingga ruas jalan Tanjung pun ditutup. Tampak hadir pada acara tersebut Kholid, Camat Kota Kudus.

Acara dibuka dengan penampilan Binta Athivata Tabriez, finalis Pildacil asal Kudus yang membawakan puisi religi. Pada kesempatan itu, KH Anwar Zahid mengajak para hadirin untuk selalu mengingat dan juga meneladani Nabi Muhammad SAW.

Di samping itu peringatan Maulid Nabi juga penting untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah SWT.

“Agar kita mengenal Rasul, dari perjalanan hidupnya. Maka perlu mengadakan acara seperti ini. Kalau tidak diadakan acara seperti ini, kapan kita mulai mencintai Nabi. Pepatah menyebutkan, tak kenal maka tak sayang,” ujarnya.

Untuk mendapatkan rahmat dan maghfirah Allah, modalnya adalah ittiba’ kepada Nabi, serta menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah meski tidak melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh Rasulullah tapi tetap melakukan sesuai yang dilakukan oleh Rasulullah.
Karena percaya dari Alquran dan Hadits. Agar cintanya betul-betul menempel, harus didasari dengan rasa cinta kepada Nabi.

“Dengan cinta, yang jauh menjadi dekat, dengan cinta yang berat menjadi ringan, dengan cinta yang murah dan rendah menjadi tinggi,” tutup kiai kondang dari Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut. (AKROM HAZAMI)

Bupati Kudus Minta Semua Desa di Kecamatan Jati Berpartisipasi Dalam Kegiatan Ampyang Maulid

Peserta kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peserta kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Saat hadir dalam acara Ampyang Maulid di Loram Kulon, Bupati Kudus Musthofa meminta agar semua desa yang ada di Kecamatan Jati dapat berperan serta dalam kegiatan tersebut. Sehingga, kegiatan seperti dapat lebih meriah dan menjadi daya tarik wisatawan.

“Jangan hanya di Desa Loram Wetan dan Loram Kulon saja. Namun, semua desa yang ada di Kecamatan Jati saya harapkan bisa ikut serta. Sehingga kegiatan ini bisa dikenal oleh banyak orang, serta setiap masyarakat bisa nguri-nguri kebudayaan lokal ini,” kata Musthofa.

Dalam kesempatan ini, Musthofa juga mengimbauagar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus bisa menggelar kegiatan yang bernilai budaya. Hal ini, katanya, bisa dilakukan setiap pertengahan tahun, yakni mengadakan kompetisi yang pesertanyadaridesa rintisan wisata.

Dengan kegiatan seperti itu, diharapkan dapat menggugah kembali serta memberikan nilai plust terhadap potensi desa wisata yang ada di Kudus.

“Selain Dinas Pariwisata, kami juga berpesan kepada komisi B DPRD Kudus, supaya bisa mengalokasikan anggaranyang maksimal terhadap kegiatan-kegiatan yang bernilai kebudyaan. Sehingga kebudayaan lokal Kudus bisa dipertahankan,” katanya.

Di sisi lain, Musthofa juga menyayangkan banyaknya kepala desa se-Kecamatan Jati yang tidak bisa hadir dalam kegiatan Ampyang Maulid tersebut.”Sebenarnya, bila ada acara kebudayaan , maka lurah atau kepala desa bisa hadir. Karena dengan seperti itu, mereka juga bisa saling menghargai kegiatan desa lain,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Video – Meriahnya Kirab Ampyang Maulid di Loram Kulon Kudus

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara Ampyang Maulid (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada acara Ampyang Maulid (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon,Kecamatan Jati Kudus, berlangsung sangat meriah. Kegiatan ini, menyedot antusias ribuan warga untuk menyaksikan kegiatan yang rutin dilaksanakan satu tahun sekali tersebut.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati hari besar Islam Maulid Nabi tersebut, menampilkan beberapa keunikan serta kreasi dari peserta kirab.

Nasi kepel yang dibuat warga pada acara Ampyang Maulid (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Nasi kepel yang dibuat warga pada acara Ampyang Maulid (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

Ketua Kegiatan Ampyang Maulid dan Loram Expo Anis Aminuddin mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Desa Loram Kulon dan Loram Wetan Saja, namun dari Desa Getaspejaten juga turut serta dalam kirab tersebut.

Kirab yang dimulai dari lapangan sepak bola Loram Wetan dan finish di Masjid Wali At-Taqwa Loram Kulon ini berlangsung seru. Beberapa visualisasi zaman kasunanan hingga zaman modern terlihat ditampilkan dalam kirab tersebut.

“Untuk setiap kelompok, membawa kreasi sendiri-sendiri, baik menghias ampyang yang bersisi hasil bumi, menampilkan produk UMKM dan lainnya,” ujarnya, Kamis (24/12/2015).

Dalam kesempatan ini, dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kudus yang mensupport acara, dengan mengalokasikan anggaran. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

 

Pondok Sarang dan PR Sukun Gelar Maulid Nabi

Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohhar saat memberikan ceramah agamanya di Pondok Pesantren Al Anwar Rembang atau yang dikenal dengan Pondok Sarang. (PR Sukun)

Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohhar saat memberikan ceramah agamanya di Pondok Pesantren Al Anwar Rembang atau yang dikenal dengan Pondok Sarang. (PR Sukun)

 

REMBANG – Pondok Pesantren Al Anwar Rembang atau yang dikenal dengan Pondok Sarang bersama PR Sukun menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Pondok Pesantren Al Anwar ke-49.

Acara yang dimulai dengan berbagai lomba jasmani dan rohani tersebut diikuti oleh para santriwan dan santriwati mulai tanggal 13 – 17 Desember 2015 lalu.

Di antaranya lomba tusuk air, giring balon, memasukkan paku, makan kerupuk, patol tarik tambang, tenis meja, lomba karya ilmiyah, kaligrafi, cerdas tangkas, lomba baca kitab (qiroatul kutub), baca puisi, sholawat nabi, tartil al qur’an, muhafadzoh nadzaman, dll.

Puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Pondok Pesantren Al Anwar ke-49 yang dilaksanakan semalam (20/12/2015) menghadirkan Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohhar Semarang.

Dalam kesempatan tersebut Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohhar mengajak umat Islam khususnya kaum santri agar meneladani tindak laku nabi. Pandangan hidup enak adalah ketika kita punya semua hal yang bagus dalam hidup kita, seperti pasangan, anak, rumah bukan bagus secara fisik tetapi agamanya sehingga bisa merasa tentram hidupnya. (AKROM HAZAMI)

Bupati Pati Minta Siswa Tidak Menyepelekan Pendidikan

Bupati Pati Haryanto bersama beberapa tamu undangan. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Bupati Pati Haryanto bersama beberapa tamu undangan. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto menyampaikan, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena, melalui pendidikan, beberapa hal dapat dicapai dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk itu, bupati meminta agar siswa tidak menyepelekan pendidikan. “Di sekolah, kita dididik, diajarkan berbagai hal untuk bekal kehidupan. Baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan pendidikan pulalah, kita bisa menjadi bupati, pengusaha, PNS, dan lain sebagainya,” ujar bupati saat menghadiri MAN 2 Pati Bersholawat.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakn sekolah. Karena menurutnya, kegiatan semacam ini mampu memberikan motivasi kepada siswa dan sekolah lain juga bisa meniru kegiatan semacam ini.

Bupati berharap, kegiatan semacam ini bukan hanya sekadar seremonial saja, namun dapat salah satu media untuk memberikan pembelajaran terhadap siswa dan masyarakat. “Dalam peringatan dua dasawarsa dan peringatan Maulid Nabi ini, kita berharap dapat mencontoh teladan Nabi Muhammad,” katanya. (KHOLISTIONO)

Tokoh Lintas Agama Hadiri MAN 2 Pati Bersholawat

Salah satu penampilan siswa MAN 2 Pati. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Salah satu penampilan siswa MAN 2 Pati. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

PATI – Dalam rangka memperingati dua dasawarsa dan Maulid Nabi Muhammad, pagi ini MAN 2 Pati menggelar acara bertajuk “MAN 2 Pati Bersholawat”. Hadi dalam kesempatan ini, tokoh lintas agama, orangtua siswa dan keluarga besar MAN 2 Pati.

Kepala MAN 2 Pati Sutarmo mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengajarkan siswa mengenai plurarisme. Karena, melalui kegiatan ini, beberapa tokoh lintas agama juga diundang.

“Nilai plurarisme perlu kita tanamkan kepada siswa, karena jangan sampai bangsa Indonesia ini terpecah belah dengan adanya isu agama maupun ras. Karena, NKRI merupakan harga mati,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Dirinya berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kerukunan antarumat beragama. Karena, dalam hidup bermasyarakat dibutuhkan kebersamaan.

Di samping itu, melalui kegiatan tersebut, dapat menanamkan sikap dan teladan Nabi Muhammad. “Sikap dan perkataan rasul merupakan teladan bagi umat, makanya, dengan kegiatan ini kita berharap mampu mengambil contoh tersebut. Kegiatan MAN 2 Pati Bersholawat ini juga merupakan yang pertama kali, dengan konsep yang beda,” katanya. (KHOLISTIONO)

Ini Cara Unik Warga Jekulo Kudus Semarakkan Maulid Nabi

Penyerahan hadiah kepada MTs Wahid Hasyim Jekulo sebagai pemenang lomba rebana. (Foto Panitian JFM)

Penyerahan hadiah kepada MTs Wahid Hasyim Jekulo sebagai pemenang lomba rebana. (Foto Panitian JFM)

 

KUDUS – Ma’hadul Aytam wa Dhu’afa di Desa/Kecamatan Jekulo, Kudus menggelar Jekulo Festival Maulid (JFM). Festival itu guna menyemarakkan datangnya bulan Rabiul Awwal pananggalan Qomariyah atau oleh orang Jawa kebanyakan disebut dengan bulan Maulid (Mulud).

JFM I diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Jekulo. Acara yang berlangsung pada Minggu (13/12/2015) itu, terdiri berbagai kegiatan (lomba) yang digelar dengan melibatkan pelajar mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP/MTs, juga mahasiswa.

”Rabi’ual Awwal (Mulud) salah satu bulan yang sangat istimewa. Sebab, pada bulan ini Rasulullah Muhammad SAW., teladan umat Islam di muka bumi ini, dilahirkan,” ujar Mohammad Mujab, ketua panitia JFM.

Karena itu, serangkaian kegiatan yang digelar dalam JFM, bertujuan untuk mengenalkan dan memupuk rasa cinta anak-anak dan generasi muda umat Islam, khususnya di Jekulo ini, kepada Nabi dan Rasul panutan mereka. ”Benih-benih cinta kepada Nabi dan Rasul Muhammad SAW, harus ditebar sedini mungkin,” ungkap Mujab yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasir, Jekulo, Kudus ini.

Sementara itu, berbagai kegiatan yang digelar Minggu kemarin, yaitu fashion show, baca puisi, dan hijabers contest dengan peserta anak-anak usia TK dan SD. ”Untuk lomba rebana, pesertanya variatif, mulai dari SD, para santri di Jekulo, dan mahasiswa. Acara ini semakin meriah dengan partisipasi masyarakat menggelar panjat pinang,” tutur Mujab. (TITIS W)