Sore Ini, 4 Nama Bakal Calon Bupati Kudus Asal Hanura Dikirim ke DPD

Satu dari empat bakal calon Bupati Kudus Akhwan saat mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Kudus dari DPC Partai Hanura resmi ditutup 18 Agustus lalu. Dari hasil pendaftaran, terdapat empat nama yang mendaftar dan akan dikirim ke DPD Jateng.

Ketua penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura, Sutriyono mengatakan, keempat nama tersebut adalah Umar Ali atau Mas Umar, Sri Hartini, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus.

“Sore ini, Selasa (22/8/2017), saya akan mengirimnya ke DPD Jateng. Keempatnya juga sudah dikatakan lengkap sebagai bakal calon Bupati Kudus,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Sebelumnya, lanjutnya, satu dari keempat bakal calon, yakni Sri Hartini nyaris gagal karena belum bisa menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri (PN) tentang pernyataan tidak pailit atau tidak terlilit hutang.

Beruntung, tim penjaringan memberi batas waktu hingga 19 Agustus sebelum berkas dikirim ke DPD. Dalam waktu yang ditentukan itu, Sri Hartini telah menyelesaikan syaratnya termasuk menyusulkan syarat tersebut.

“Kami dari Hanura agak susah, terdapat 22 persyaratan yang harus dilengkapi oleh bakal calon. Dan keempatnya sudah bisa melengkapinya,” ujarnya.

Disinggung bakal calon lain yang sudah komunikasi, dia mengaku ada dua bakal calon yang sudah komunikasi. Yaitu Masan dari PDIP dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

“Tapi, pak Masan hanya mengajak koalisi tanpa mendaftar. Sedangkan Maesyaroh hanya mengambil berkas sebagai wakil dan tidak mengembalikan berkasnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Mas Umar Tak Gentar Rebut Rekomendasi Cabup dari Kader Parpol

Mas Umar menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon bupati Kudus dari Partai Golkar, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon bupati Kudus Umar Ali (Mas Umar), Sabtu (19/8/2017) pagi mengembalikan formulir penjaringan calon bupati dari Partai Golkar Kudus. Pengusaha ini mengaku yakin bisa mendapatkan rekomendasi, meski harus bersaing dengan kader partai.

Meski demikian menurut dia, kader parpol yang juga melamar sebagai calon bupati bukanlah musuh, melainkan hanya sebagai kompetitor yang sama-sama ingin merebut rekomendasi dari partai politik.

“Saya menghormati mekanisme partai, termasuk juga kader yang mencalonkan diri. Dengan menghormati itulah, saya mengikuti aturan partai,” katanya usai pengembalian berkas di DPD Partai Golkar Kudus.

Di partai beringin sendiri, ada nama Mawahib yang sudah terlebih dahulu mengembalikan berkas sebagai bakal calon Bupati Kudus. Mawahib merupakan kader partai, yang juga anggota DPRD Kudus.

Mas Umar menjelaskan, tidak hanya dengan kader dari Golkar saja yang siap berkompetisi. Namun juga dengan partai lainya yang memiliki kader yang mencalonkan diri. Termasuk dengan PDIP Kudus, yang ada ketua DPRD Kudus Masan, yang oleh banyak pihak dianggap calon kuat.

Bahkan, Mas Umar mengaku tak gentar, meski telah dikabarkan dicoret dari penjaringan yang dilakukan PDIP. Apalagi menurutnya, ia juga telah mendaftar melalui DPD PDIP Jateng dan ke DPP. Umar sendiri mengaku hingga kini belum menerima surat resmi dari DPC PDIP Kudus, terkait dicoretnya namanya.

“Sampai kini masih berkomunikasi dengan PDIP, berserta patai lainya. Karena, dengan berkomunikasi tersebut masih memiliki kemungkinan mendapatkan rekomendasi. Dan saya yakin mendapatkan,” ujarnya. 

Dia menambahkan, komunikasi juga dilakukan dengan partai lainya termasuk Partai Gerindra. Meskipun di Partai Gerindra ada nama Anggota DPRD Jateng Sri Hartini yang diunggulkan.

Editor : Ali Muntoha

PDIP Coret Mas Umar dari Daftar Bakal Calon Bupati Kudus

Mas Umar kehilangan kesempatan diusung sebagai calon bupati Kudus dari PDIP. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – PDI Perjuangan memastikan mencoret nama Umar Ali (Mas Umar) dari daftar bakal calon bupati untuk bertarung dalam Pilkada Kudus 2018. Hal ini disebabkan, Mas Umar tak bisa melengkapi salah syarat.

Syarat yang belum dilengkapi itu yakni rekomendasi dari PAC PDIP Kudus. Dengan dicoretnya nama Mas Umar dari daftar calon bupati Kudus, kini tinggal dua nama yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

“Jadi tinggal dua nama yang kini bersaing mendapatkan rekomendasi, yaitu Masan dan juga Sumiyatun. Keduanya kini menunggu proses berikutnya,” kata Ketua DPC PDIP Kudus, Musthofa, Senin (14/8/2017).

Musthofa yang juga maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jateng itu menyebut, siapapun nanti yang bakal mendapat rekomendasi, akan diperjuangkan oleh partai untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, Hariyanto, Ketua Tim Sukses Mas Umar, ketika dikonfirmasi mengenai kabar pencoretan ini mengaku belum mengetahui secara pasti.

Meski demikian menurutnya, jika benar terjadi hal itu merupakan kewenangan penuh dari PDIP. “Dalam rapatnya adalah tertutup, dan sudah menjadi wewenang​ dari DPC Untuk menentukannya,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Masan, Umar dan Sumiyatun Harap-harap Cemas Tunggu Restu Megawati

Ketua DPRD Kudus, Masan saat pengambilan berkas pendaftaran di Kantor PDIP Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga tokoh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus melalui PDI Perjuangan, kini tengah bersiap-siap kapanpun akan dipanggil DPP untuk dites. Mereka berharap-harap cemas, akankan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan diberikan kepadanya.

Tiga orang yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan itu yakni Ketua DPRD Kudus Masan, Sumiyatun (PNS yang mengajukan pengunduran diri) dan Umar Ali atau dikenal dengan nama Mas Umar (pengusaha).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus M Yusuf Roni mengatakan, ketiga nama tersebut sudah melengkapi berkas pendaftaran dan telah dikirim ke DPP.

“Kalau kami di PDIP, rekomendasi semuanya yang menentukan adalah dari DPP. Jadi ketiga nama sudah diajukan dan tinggal menunggu proses berikutnya saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (14/8/2017).

Ia menyatakan, tiga calon itu harus siap kapanpun dipanggil DPP untuk dilakukan tes oleh pengurus PDI Perjuangan pusat. Tes terdiri dari tertulis dan wawancara. Tes tulis terdiri dari kemampuan calon dalam pemahaman partai hingga kemampuan akademik yang dimiliki.

M Yusuf juga menyebut, DPP dalam memberikan rekomendasi juga mendasarkan dari hasil survei internal terhadap bakal calon. Sebelumnya, internal PDIP jga telah melakukan survei, yang dilakukan sebelum penjaringan bakal calon dibuka.

Editor : Ali Muntoha