Ngutil Pakaian di Matahari Kudus, Ibu Muda Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Barang bukti pakaian yang dicuri LK diamankan petugas Polsek Jati. (POLRES KUDUS)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang ibu muda berinisial LK (32), warga Kecamatan Jati terpaksa berurusan dengan polisi. Ia terbukti mencuri beberapa pakaian di Matahari Kudus Plaza lantai 2, Kamis (24/8/2017).

Tak tanggung-tanggung, dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan lima belas potong pakaian berbagai merek di mal yang berlokasi di Jl Lukmono Hadi.

Dikutip dari laman resmi Polres Kudus, aksi tersebut terjadi saat pelaku datang ke Matahari Plaza lantai 2 dan langsung memilih milih baju. Kemudian ia masuk ke kamar pas dan memasukkan baju tersebut ke dalam tas milik yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya pelaku berputar – putar lagi mencari baju lainnya dan kemudian berusaha melewati lantai 3 yg tidak ada securitynya.

Namun nahas, saat di depan bioskop pelaku di hampiri security yang merasa curiga. Ia pun kemudian dibawa ke pos satpam. Setelah digeledah, di tas pelaku ditemukan sebanyak 15 pakaian berbagai merk senilai Rp. 3.386.700. Atas barang bukti tersebut, pelaku akhirnya diamankan di Polsek Jati.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan, LK tertangkap basah melakukan pencurian. Atas tindakannya itu, ia dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

”Kami sudah mengamankan pelaku dan barang buktinya. Saat ini proses hukum sedang berlangsung,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Rumah Mantan Bupati Pati Tasiman Dibobol Maling

Mantan Bupati Pati Tasiman menunjukkan gembok rumahnya yang dirusak maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah Mantan Bupati Pati Tasiman di kawasan perumahan Rendole, Muktiharjo, dibobol maling, Rabu (26/7/2017) dini hari. Namun, tidak ada barang yang berhasil dicuri di rumah tersebut.

Maling gagal mengangkut barang. Penyebabnya, maling diduga mengalami kebingungan saat hendak mengambil barang di dalam rumah.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, maling menuju brankas yang berada di kamar bagian barat. Brankas tersebut berisi perhiasan, sertifikat tanah, dan uang tunai.

Hanya saja, maling yang diduga berjumlah lebih dari satu orang tidak bisa membuka brankas tersebut. Panik tidak bisa membuka brankas, maling yang sempat membawa brankas ke ruang tengah sehingga langsung kabur.

Padahal, ada sejumlah barang berharga di ruang tengah seperti laptop dan sepeda motor. Diduga panik dan konsentrasi pada brankas, maling pun kabur.

Tasiman membenarkan adanya upaya pencurian di rumahnya. “Pelaku masuk lewat pintu depan, karena waktu itu lupa mengunci,” ucap Tasiman.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menduga, komplotan pencuri sudah mengetahui kondisi rumah Tasiman.

Pasalnya, maling tertuju pada brankas penyimpanan harta benda milik Mantan Bupati Pati tersebut. Beruntung, aksi maling gagal sehingga Tasiman mengaku cukup lega.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Maling Motor di Rembang

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang berhasil membekuk pelaku curanmor bernama Jadik (46 ), warga Dukuh Tunggaktiyang RT 02 RW 04 Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Kamis (13/7/2017) malam.

Penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat Supriyanti warga Desa Tahunan RT 04 RW 03 Kecamatan Sale, yang kehilangan motor Yamaha Mio J. Informasinya pelaku membawa kabur motor tersebut ke arah Blora pada Kamis (13/7/2017) siang.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka mengatakan, mendapat laporan tersebut, polisi langsung menindaklanjuti.

Tim Opsnal kemudian berkoordinasi dengan anggota Polsek Sale dan Polsek Bogorejo agar melaksanakan penghadangan jika motor Mio J warna putih yang dibawa pelaku melintas di wilayah hukumnya. Akhirnya pelaku dapat dibekuk dan digiring ke Mapolres Rembang beserta barang bukti hasil pencurian tersebut.

“Selain pelaku, kami juga mengamankan barang bukti berupa satu buah anak kunci palsu atau kunci T, satu unit sepeda motor Mio J tanpa pelat nomor,” ungkapnya.

Di menambahkan, untuk mengantisipasi maraknya terjadinya pencurian kendaraan bermotor, pihak Polres Rembang mengimbau agar  masyarakat untuk lebih waspada saat memarkirkan kendaraannya dan  kunci ganda.

Editor : Kholistiono

Kepergok Warga, Maling di Rembang Dihajar Massa

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang pelaku pencurian dihajar massa setelah  kepergok melakukan aksinya di salah satu rumah warga bernama Turiman, di RT 03 RW 01 Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, Rembang, pada Selasa (27/06/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaku pencurian adalah Sutardi (46) warga RT 04 RW 02, Desa Jadi, Kecamatan Sumber, Rembang. Pelaku melakukan residivis, yang sempat meringkuk di jeruji besi.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, dalam aksinya, pelaku seorang diri. Dengan mengendarai sepeda motor, pelaku berhenti di depan rumah korban, karena disangkanya rumah dalam kondisi kosong.

“Pelaku kemudian masuk ke rumah dan menuju kamar korban, lalu membuka lemari dan mengambil dompet warna biru berisi perhiasan kalung seberat 10 gram dan gelang seberat 15 gram serta uang tunai Rp 1 juta,” ujar Kasat Reskrim.

Saat melakukan aksinya itu, ternyata pelaku tak mengetahui jika ternyata ada anak korban yang sedang tidur. Ketika itu pula, anak korban terbangun dan meneriaki pelaku dengan kata maling.

Terkejut, pelaku langsung melarikan diri keluar. Namun, apes teriakan anak korban didengar warga, dan warga langsung mengejar pelaku. Warga yang emosi sempat menghajar pelaku. Beruntung polisi cepat datang ke lokasi dan mengamankan pelaku.

Sementara itu, sepeda motor yang dikendarai pelaku, juga tak luput menjadi pelampiasan warga yang merasa geram dengan ulahnya. Dan saat ini pelaku masih dimintai keterangan dari pihak kepolisian Rembang.

Editor : Kholistiono

Maling Satroni Rumah Warga Tamansari Pati, Barang yang Diembat Mengejutkan

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dukuh Sani, Tamansari, Tlogowungu, Pati, Senin (8/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Entah menggunakan ilmu sirep atau kelihaian dalam mencuri, seorang maling menggasak barang-barang berharga milik warga Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati dengan mudahnya.

Sutopo (57), pemilik rumah hanya bisa tertegun saat bangun tidur ternyata barang-barang miliknya raib, seperti sepeda motor Beat warna putih, HP Nokia dan HP Samsung Galaxy Young.

Setelah dicek, pintu dapur dan pintu utama ruang tamu terbuka. Hebatnya, kunci sepeda motor lengkap dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang disimpan dalam kamar juga hilang.

Wakapolsek Tlogowungu Iptu Parsa saat dikonfirmasi MuriaNewsCom mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu (6/5/2017) pukul 03.30 WIB. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian pada Senin (8/5/2017).

“Modus operandinya, pelaku masuk melalui pintu samping rumah, mambawa barang-barang dengan mudahnya melalui pintu depan atau pintu utama,” ungkap Iptu Parsa.

Pemilik rumah sendiri sadar, ketika istri pemilik rumah akan masak pada pagi harinya dan melihat pintu dapur dan pintu depan rumah sudah dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, sepeda motor lengkap dengan kunci dan STNK raib, serta dua unit handphone.

Secara terpisah, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengimbau kepada warga Pati untuk tetap waspada pada jam-jam, antara pukul 02.00 sampai 03.30 WIB, sebelum Subuh. Pasalnya, jam-jam tersebut rawan dimanfaatkan maling untuk melancarkan aksinya.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berupaya menangkap pelaku. Namun, kami ingatkan kepada warga supaya keamanan berlapis juga perlu ditambahkan di rumah, seperti gembok ganda. Tujuannya untuk mempersulit aksi maling,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Ditaruh di Jok Motor, Uang Rp 80 Juta Milik Pedagang di Grobogan Digasak Maling

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian spesiali menggasak barang di dalam jok motor. Hal itu dilakukan menyusul adanya aksi pencongkelan jok motor yang diparkir di depan sebuah toko pertanian, Jumat (28/4/2017). Dalam aksinya, penjahat itu berhasil menggasak uang tunai Rp 80 juta yang ada di dalam bagasi jok sepeda motor.

“Pelaku kejahatan masih kita kejar. Mudah-mudahan segera tertangkap,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono, Senin (1/5/2017).

Kasus pencurian itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korbannya adalah Sukari (57), warga Dusun Sendang, Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung.

Sebelum kejadian, korban sempat ambil uang di salah satu bank di Kecamatan Godong sebanyak Rp 80 juta. Uang sebanyak itu kemudian dimasukkan dalam tas plastik dan ditaruh dalam bagasi jok motor Honda Vario miliknya.

Setelah itu, korban yang berprofesi sebagai pedagang tersebut bermaksud pulang. Namun dalam perjalanan, Sukari mampir di toko pertanian di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong untuk membeli pakan lele. Sepeda motor korban saat itu diparkir di depan toko yang ada di pinggir jalan raya Truko-Karangrayung tersebut.

Setelah beli pakan, korban bermaksud meneruskan perjalanan pulang. Namun, saat menuju halaman depan toko, ia mendapati jok motornya dalam kondisi terbuka. Setelah diperiksa, uang Rp 80 juta yang baru diambil dari bank sudah raib.

“Pelaku membuka paksa jok motor korban dengan kunci letter T. Kunci yang dipakai pelaku masih tertinggal di kendaraan dan kita jadikan salah satu alat bukti,” jelas Eko.

Ia menambahkan, dalam pengejaran pelaku, pihaknya juga berkoordinasi dengan polres tetangga. Ditengarai, pelaku merupakan pemain lama yang sebelumnya juga sempat melakukan aksi di wilayah Grobogan.

Editor : Kholistiono

2 Maling Motor di Grobogan Dikejar dan Akhirnya Tertangkap di Blora


Motor milik petani yang akan dicuri dan kendaraan yang digunakan pelaku diamankan di Mapolsek Gabus.  (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua orang yang diindikasikan pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan warga dan anggota Polsek Gabus, Rabu (29/3/2017). Dua pelaku kejahatan diketahui warga Blora. Masing-masing, Sutrisno (20), warga Kecamatan Randublatung dan  Nur Rofiq (24), warga Kecamatan Kradenan.

Informasi yang didapat menyebutkan, penangkapan penjahat itu berawal dari aksi yang dilakukan keduanya di Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, salah pelaku hendak mengambil sepeda motor milik petani yang ditempatkan di pinggiran sawah. Sedangkan, satu pelaku lainnya siaga di atas kendaraan matic.

Nahas, saat hendak melarikan motor, ada petani yang mengetahui aksi kejahatan tersebut. Selanjutnya, petani tersebut berteriak ‘maling’ sehingga mengundang perhatian banyak orang.

Kemudian, belasan orang yang ada di sekitar lokasi berusaha mengejar pelaku. Dalam perjalanan, salah satu pelaku yang membawa hasil curian meninggalkan motor yang dinaiki dan membonceng temannya yang naik motor matic warna putih.

Meski motor sudah ditinggalkan, warga tetap berupaya melakukan pengejaran bersama anggota Polsek Gabus yang sebelumnya sudah sempat dihubungi. Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup seru.

Akhirnya, pelaku berhasil terkejar dan tertangkap. Untuk menghindari amukan massa, kedua pelaku sempat diamankan terlebih dahulu di Mapolsek Jati, Blora.

“Tertangkapnya kedua pelaku masuk wilayah Polsek Jati, Blora. Jadi, sebelum kita bawa ke Mapolsek Gabus, keduanya kita amankan dulu disana untuk menghindari amuk massa,” kata Kapolsek Gabus AKP Abas.

Selain pelaku, pihaknya juga mengamankan dua kendaraan sebagai barang bukti. Yakni, motor petani yang akan dicuri dan kendaraan yang digunakan pelaku.

Editor : Akrom Hazami 

Maling yang Sikat Uang Nasabah Bank di Rembang Ini Ternyata Kakak Beradik

Dua pelaku pencurian dengan modus menggembosi ban mobil diamankan polisi. Kedua pelaku merupakan kakak beradik yang berasal dari OKI (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dua pelaku pencurian dengan modus gembos ban di Jalan Kartini Rembang, Selasa (7/3/2017) kemarin, diketahui bernama M Yusuf (34), warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung dan Oki Salman alias Nopi Yanto (30) warga Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Informasinya, pelaku merupakan kakak beradik.

Pelaku melakukan pencurian uang milik Yani Wahono (31) warga Desa Manggar RT 03 RW 1 Kecamatan  Sluke,Kabupaten Rembang. Uang sebanyak Rp 104 juta tersebut, baru saja diambil dari BCA Cabang Rembang.

Berdasarkan pengakuan Wahono, ia dikelabui maling yang diduga menggembosi ban belakang mobilnya bagian kiri. Mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max warga hitam dengan nomor polisi K 1695 UD miliknya, tiba-tiba saja kempis.

“Usai mengambil uang dari BCA sekitar pukul 10.00 WIB, saya mampir ke toko Sinar untuk membeli charger handphone. Usai beli charger itu, saya kembali ke mobil yang terparkir di depan Toko Busana Diamer, tak jauh dari toko charger. Lalu saya coba charger baru itu di mobil,” ujarnya.

Ketika itulah, katanya, seorang tukang parkir memberitahu jika ban mobil bagian belakang kempis. Kemudian, Wahono turun mengecek, sekaligus membawa peralatan dongkrak untuk mengganti ban. Sedangkan  tas yang berisi uang Rp104 juta yang baru diambil dari bank, masih ditaruh di atas jok mobil.

Pada saat itu mengganti ban itulah, Wahono melihat seorang laki-laki berada di samping setir mobilnya, lalu mengambil tas berisi uang. Seketika, dirinya teriak maling. Pelaku yang mengambil tas berisi uang tersebut lari ke arah pelaku lain yang sedang menunggu di atas sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi BH 3457 YG.

Baca juga : Gembosi Ban Mobil, Maling Coba Bawa Kabur Duit Rp 104 Juta yang Baru Diambil dari Bank

Sambil berteriak, korban kemudian melemparkan kunci roda yang dipegangnya ke arah pelaku yang bawa uang. Pelaku pun terjatuh. Sedangkan, pelaku lain yang berusaha kabur akhirnya ditangkap warga yang berada di lokasi kejadian. Polisi pengamanan Bank Jateng yang sedang siaga di lokasi setempat, pun ikut membekuk pelaku.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, untuk modus pencurian, pelaku melakukan penggembosan ban mobil terlebih dahulu. “Diduga kedua pelaku ini sudah membuntuti korban. Sehingga bisa tepat melakukan operasinya. Yakni mengempisi ban kiri sebelah belakang. Dan akhirnya mengambil uang korban dari pintu depan kanan atau dekat stir,” katanya.

Dalam hal ini, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp 104 juta, buku tabungan BCA dan mobil pikap K 1695 UD milik korban.  Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti sejumlah Rp 2.722.000 dan sepeda motor Yamha Vixion BH  3457 YG milik pelaku.

Sementara itu, salah satu pelaku, M. Yusup mengaku, bahwa ia melakukan aksi pencurian di Rembang baru kali pertama.

Editor : Kholistiono

Maling Nekat, Colong Motor di Depan Pemiliknya di Gebog Kudus

Polisi meminta keterangan atas hilangnya sepeda motor yang raib di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Suwito (40) warga Dukuh Santren, Desa Klumpit RT 03 RW 02, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (1/3/2017). Dia kehilangan motor kesayangannya Yamaha N Max 2016 warna putih metalik nomor polisi K 6285 IT. Sepeda motor itu dicuri maling di depan dirinya.

Kasubag Humas Polres Kudus, AKP Sumbar Priyono mengatakan, kalau kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.40 WIB. Lokasinya di jalan lingkar utara Desa Klumpit. Saat itu, pemilik melihat motor kesayangan dinaiki oleh orang yang tak dikenal.

“Mereka yang di lokasi termasuk korban sudah berteriak maling. Namun karena motor sudah di-starter, maka pencuri langsung tancap gas meninggalkan lokasi,” kata Sumbar di Kudus.

Menurutnya, seorang warga yang berada di lokasi sempat berteriak maling dan mengambil batu untuk dilempar ke pencuri. Namun lemparan tidak kena dan pencuri kabur. Setelah itu, korban berlari mengejar namun gagal.

Mendapatkan motornya digondol maling, korban langsung melaporkan ke Polsek Gebog. Petugas langsung mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan di lokasi Kejadian.

Dikatakan, sebenarnya korban bermaksud untuk bongkar pasir di depo miliknya, setelah mendapat telepon dari rekan karena ada kiriman. Namun setelah dicek, dan kendaraan ditinggal sebentar malah motornya dicuri.

Editor : Akrom Hazami

Truk yang Dikejar hingga Tewas di Undaan, Ternyata Dibeli 2 Hari lalu

Warga masih melayat di rumah korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Duka masih menyelimuti rumah Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban meninggal dunia lantaran mengejar truk yang dicuri, pada Rabu (22/2/2017) dini hari.

Dari info yang dihimpun, ternyata truk baru dibeli korban, dua hari hari. Truk bernopol H 1906 BE itu merupakan kendaraan seken. Rifai, saudara korban mengatakan, truk di rumahnya pada Minggu (19/2/2017) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, pada malam harinya selepas Magrib, korban mengadakan selamatan sebagai bentuk syukur karena bisa beli truk.

 “Truknya berwarna kuning pada kepalanya, sedangkan bak berwarna hijau. Itu baru dua hari yang lalu dibeli. Tujuannya untuk menunjang kerjanya,” kata Rifai kepada MuriaNewsCom di rumah duka, Rabu.

Korban merupakan petani di wilayahnya. Terkadang juga sebagai penebas padi. Korban juga melakoni usaha lainnya seperti sound system. Tujuan membeli mobil truk, adalah untuk memperoleh kemudahan dan melancarkan usahanya. Karena, jika harus menyewa saat ada orderan, jelas bakal mengeluarkan uang lebih banyak.

Nahas, truk pun dicuri. Korban yang berupaya mengejar pencuri justru mengalami kecelakaan lalu lintas. Hingga menyebabkan korban tewas. Meninggalnya korban membuat sedih keluarga. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak. Kedua buah hati korban duduk di bangku SMP dan SMA.

 Baca juga :  Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sementara, Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya info kejadian itu. Laporan juga sudah diterima pihak Polsek Undaan, dan segera dilakukan penelusuran atas hal tersebut. Dia berharap pelaku dapat segera ditemukan agar proses selanjutnya dapat dilakukan 

Editor : Akrom Hazami

 

Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sejumlah kerabat ikut melayat korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban tewas saat mengejar pencuri truk miliknya, Rabu (22/2/2017) dini hari.

Info yang dihimpun dari Rifai, paman korban, kejadian nahas pada pukul 03.00 WIB. Ketika asyik tertidur, korban mendengar suara mesin truknya menyala. Korban langsung bangun dan mendapati truknya dikendarai pencuri. Truk pun melaju keluar dari rumah korban.

“Padahal mobil truknya saat parkir itu, kepala truk sudah masuk ke garasi rumah. Hanya badan atau bak truk saja yang di luar rumah. Karena tempatnya tidak muat,” kata Rifai di rumah duka.

Korban seketika mengambil sepeda motornya warna hitam, guna mengejar pencuri. Truk melaju ke arah perkotaan Kudus. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Korban tancap gas maksimal agar bisa mengejar truknya.

Sesampainya di kawasan Tanjungkarang, Jati, atau tepatnya di dekat PT Colombo, korban berhasil mendekati truk. Saat korban berniat menyalip truk, pencuri bereaksi. Pencuri membanting kemudi truk ke kanan. Korban pun terpojok dan menabrak pohon di depan pabrik itu.

Korban pun terpental hingga dua meter dan tubuhnya menabrak papan pabrik di lokasi kejadian. Sementara itu, pencuri bablas meninggalkan korban.

Sepeda motor yang dikendarai korban rusak akibat terserempet truk di Kudus. (ISTIMEWA)

 

Sejumlah warga sekitar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Mardi Rahayu. Sejumlah warga yang mengenalinya juga memberi tahu keluarga. Medis menyatakan, korban mengalami luka patah pada kaki kanan, dan paha. Serta kepala bagian kiri mengalami luka.

Nyawa korban tak terselamatkan, sekitar pukul 04.00 WIB. Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya informasi kejadian. Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara kasus pencurian masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

 

Konangan Nyolong, Maling Ceburkan Diri dan Hilang di Sungai Lusi Grobogan

Anggota Polsek Purwodadi memeriksa sepeda motor Honda Vario K-6347-PJ yang diduga milik pelaku pencurian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Polsek Purwodadi memeriksa sepeda motor Honda Vario K-6347-PJ yang diduga milik pelaku pencurian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang tenggelam di Sungai Lusi ternyata juga terjadi di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi. Orang yang tenggelam ini bukan warga setempat tetapi disebut-sebut merupakan pencuri yang sebelumnya sempat kepergok saat menjalankan aksinya.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa pencuri tercebur sungai itu sudah terjadi Selasa (7/2/2017). Sampai saat ini, keberadaannya belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. Terceburnya pencuri tersebut terjadi saat berduel dengan warga yang memergoki aksi kejahatannya, Sebelumnya, pencuri tersebut sempat mencongkel jok motor milik petani yang sedang memetik padi. Dalam bagasi tersebut terdapat uang Rp 300 ribu dan sebuah ponsel.

Nah, ketika selesai menggasak isi bagasi, aksi pencurian itu diketahui pemilik kendaraan. Selanjutnya, pemilik kendaraan berusaha mengejar pelaku yang hendak melarikan diri menggunakan motor Honda Vario bernomor polisi K-6347-PJ.

Saat berduel inilah, keduanya sama-sama tercebur Sungai Lusi. Beberapa warga sebenarnya berupaya menyelamatkan keduanya. Namun, akhirnya hanya korban pencurian yang berhasil diselematkan. Sementara pelakunya terseret arus air dan tidak diketahui jejaknya.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto mengatakan, identitas pelaku sampai saat ini belum dapat dipastikan. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengamankan sepeda motor milik pria yang diduga melakukan tindak pencurian barang di jok motor petani.

“Sepeda motor yang dipakai pelaku sudah kita amankan di mapolsek. Mengenai pelakunya belum bisa ketemu. Bisa jadi, pelaku berhasil menyelamatkan diri atau malah terseret arus sungai,” katanya, Rabu (8/2/2017).

Menurutnya, pihaknya akan mengungkap identitas pelaku dengan menelusuri pemilik sepeda motor yang diamankan tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan kepemilikan sepeda motor ini,” sambungnya.

Editor : Akrom Hazami

Maling juga Beraksi di Kantor Desa Harjowinangun Grobogan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi pencurian di kantor desa ternyata tidak hanya terjadi di Desa Bugel. Tetapi juga terjadi di Desa Harjowinangun yang juga masuk wilayah Kecamatan Godong.

“Betul, kantor desa kami juga ada kejadian pencurian. Ini, saya masih di Kantor Polsek Godong untuk bikin laporan,” kata Kades Harjowinangun Amar Ma’ruf saat dihubungi lewat ponselnya, Senin (16/1/2017) siang.

Menurut Amar, dari pengecekan yang dilakukan bersama perangkat diketahui ada beberapa barang di dalam kantor yang hilang. Di antaranya, satu unit laptop, satu set speaker aktif dan televisi.

“Dari pengecekan hanya beberapa barang itu yang hilang. Untuk laptop yang hilang ada di ruangan Sekdes,” katanya.

Modus pencurian hampir sama dengan kejadian di Desa Bugel. Yakni, pelaku masuk dengan merusak pintu kantor.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti saat dimintai komentarnya mengaku kaget dengan adanya kasus pencurian di dua kantor desa itu. Sebab, selama ini, pihak desa sudah mengangkat tenaga honorer sebagai penjaga kantor.

“Dari kejadian ini kita harapkan agar peran penjaga kantor bisa dimaksimalkan. Nanti akan kita sampaikan pada pihak desa untuk lebih meningkatkan pengamanan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Toko Variasi Mobil di Bumiayu Pati Dibobol Maling

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Toko variasi mobil “Shendys Technic” di Dukuh Luboyo, Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, dibobol maling, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 23.30 WIB.

Sejumlah barang yang hilang, antara lain satu unit DVD mobil merek Savisen Audio Bank, satu unit DVD Double din Audio Link, satu buah Power Ampli ADS, satu buah Spiker Woofer  12 Aufei, satu buah Coaksial 4 Holiwood, satu buah Speker Coaksial 6 Holiwood, satu buah Twiter Pioner, satu buah Alarm Super, satu buah Alarm Tok-tok, satu buah MMC – VSB Radio, satu buah Sentral lock.

Akibat dibobol maling, kerugian material yang dialami korban, Priyo Utomo (40), warga Desa Tambahsari, Pati, mencapai sekitar Rp 5 juta. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum membenarkan adanya pencurian di toko variasi mobil di wilayah hukumnya.

“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Pada saat kejadian, toko variasi mobil dalam keadaan kosong, sedangkan pelaku merusak rolling door dari luar dengan cara mencongkel, kemudian barang-barang diangkut keluar,” kata AKP Rochana.

Dia menambahkan, korban meninggalkan toko dan menguncinya karena ingin pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 WIB. Korban kembali ke toko pada sekitar pukul 08.30 WIB dan melihat lampu teras dalam keadaan pecah, pintu dalam keadaan terbuka sedikit, dan ada bekas congkelan benda tajam pada rolling door.

Diperkirakan, rolling door dibuka menggunakan linggis. Lantaran curiga karena ada yang tidak beres, korban mengecek barang-barang dalam toko. Hasilnya, ada sejumlah barang-barang toko yang hilang. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polsek Wedarijaksa.

Editor : Kholistiono

Kompleks Elite BBPAP Jepara Disantroni Maling, 2 Motor Raib

pencurian-motor

MuriaNewsCom, Jepara – Kompleks Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara yang selama ini dikenal elite dalam penjagaan selama 24 jam, tak mampu menjamin keamanan. Kompleks tersebut disatroni maling, hingga dua kendaraan roda dua lenyap.

Kendaraan yang raib dibawa maling adalah Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

“Motor Beat warna hitam itu milik Imam Fatoni. Sedangkan Supra yang sewarna dengan Beat milik Suhardi. Keduanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas dan tinggal di komplek BBPAP Jepara,” ujar Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono kepada MuriaNewsCom, Senin (26/9/2016).

Hingga Senin siang, kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. Selain itu juga belum diketahui jumlah pencuri yang masuk dan menggasak dua kendaraan motor tersebut. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih melakukan proses penyelidikan. Kami belum bisa memastikan identitas pelaku,” katanya.

Sriyono menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memberikan pelatihan pada petugas keamanan terkait keamanan di lokasi. Ia mengimbau agar keamanan tak hanya berjaga di bagian depan. “Setiap beberapa saat harus keliling kompleks agar keamanan bisa terjamin,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Maling Sepeda Motor di Blora Babak Belur Dihajar Massa

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kedua pelaku saat diamankan oleh Polsek Blora Kota. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Nasib apes dialami dua kawanan maling sepeda motor Honda Revo nopol S 3233 CM milik Suprapto, seorang petani asal Dukuh Temon, Desa Temurejo, Kecamatan Blora. Belum sempat menikmati hasil curiannya, dua maling ini babak belur dihajar massa.

Peristiwa ini bermula ketika dua pencuri sepeda motor tersebut menjalankan aksinya di kawasan persawahan Desa Temurejo, Blora. Adalah Pujianto dan Temok Slamet, yang keduanya merupakan warga Desa Jambangan, Kecamatan Tunjungan, Blora.

Aksi pencurian sepeda motor ini terjadi pada Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan dekat sawah di desa setempat. Karena, saat itu korban sedang ngedos padi miliknya yang sedang dipanen. Jarak antara sepeda motor yang diparkir korban dengan lokasi ngedos sekitar 50 meter.

Ketika sedang sibuk memanen padi miliknya, korban dikejutkan dengan suara sepeda motor yang sangat dikenalnya, yang biasa ditunggangi sehari-hari. Apalagi, suara khas knalpot sepeda motornya cukup jarang digunakan warga lain.

Karena mendengar suara sepeda motornya itu berbunyi, kemudian dirinya berlari ke arah suara. Namun, sayangnya dirinya tak bisa lagi mengejar sepeda motornya sudah sudah dilarikan maling. “Saya dengar suara knalpot motor saya, seketika saya langsung berlari mengejarnya. Namun tidak kena,” ujar Suprapto kepada MuriaNewsCom.

Melihat pelaku melarikan sepeda motornya ke arah Tunjungan, kemudian, korban menghubungi rekannya yang berada di Kaliceper, Tunjungan. Kemudian, sekitar setengah jam berselang, pelaku yang ternyata memang melewati Kaliceper, langsung dihadang beberapa warga di sana.

Tak menunggu lama, warga yang sudah mengetahui ciri-ciri sepeda motor korban yang dibawa pelaku, langsung menghajar kedua maling sepeda motor tersebut. Bahkan, kendaraan sepeda motor Vario nopol K 3259 PY yang digunakan pelaku juga tak luput dari amukan massaa.

“Kami mendapatkan informasi dari bahwa ada maling sepeda motor yang tertangkap massa. Sesampainya di lokasi, kami langsung mengambil tersangka yang sudah diamankan di Polsek Tunjungan,” ujar Kapolsek Blora AKP Sudarno melalui Kanitreskrim Ipda Isnaeni.

Berhubung masing-masing korban mengalami luka di bagian kepala, Polsek Blora membawa kedua tersangka ke RS dr Soetijono Blora untuk mendapatkan perawatan sebelum ditahan di Polsek Blora Kota.“Saat ini pelaku sudah kami amankan di polsek,” jelas Ipda Isnaeni.

Berdasarkan informasi, ternyata kedua pelaku sebelumnya pernah melancarkan aksinya dengan menggasak satu unit sepeda motor Honda Grand di kawasan RSU dr Soetijonopada pada Februari 2016. “Sepeda motor Honda Grand hasil curian pelaku telah dijual kepada warga Ronggopati Jakenan, transaksi penjualannya di Japah,” pungkas Ipda Isnaeni.

Editor : Kholistiono

Malam Sebelumnya, Tersangka Sudah Mondar Mandir di Sekitar Lokasi

Kepala Polsek Kaliwungu Kudus, AKP Sardi. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Kepala Polsek Kaliwungu Kudus, AKP Sardi. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Sebelum melakukan aksi, tersangka pembobolan rumah di Kaliwungu Soleh Alkako sempat mondar mandir di dekat lokasi kejadian. Hal tersebut diungkapkan oleh warga sekitar yang melihatnya.

”Pada malam sebelum peristiwa tersebut beberapa kali nampak tersangka berada di sekitar wilayah sini. Seperti mempertimbangkan lokasi yang menjadi incarannya,” ungkap M. Munir salah seorang tetangga korban.

Pagi hari saat melakukan aksi, tersangka menggunakan kendaraan bermotor jenis Honda Vario hitam silver dengan nomor polisi T 5867 MV. Saat ini kondisi tersangka belum benar-benar pulih, sehingga perawatan dipindah ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Pencuri Sepeda di Jepara Ini Harus Tinggal di Tahanan Ditemani Polisi 7 Tahun

Pencuri sepeda akan ditahan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pencuri sepeda akan ditahan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pelaku pencurian spesialis sepeda lintas kota yang tertangkap jajaran kepolisian Polsek Batealit Jepara, M Rizal (20) harus mendekap di tahanan. Dia terancam dipenjara selama 7 tahun.

“Akibat aksinya itu, Rizal terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan tujuh tahun penjara,” ujar Kapolsek AKP Hendro Astro saat gelar perkara di Mapolsek setempat, Jumat (14/8/2015).

Tersangka Rizal mengaku melakukan pencurian sebanyak tiga kali, dan baru kali ini tertangkap. Ia melakukan aksi pencurian di Kudus dan tempat lainnya di Jepara. Terakhir ia melakukan aksi pencurian di salah satu musala di Batealit. Dan tertangkap.

Pria yang mengaku bekerja sebagai montir di salah satu bengkel sepeda motor tersebut nekat melakukan aksi pencurian lantaran gaji yang diterima tak cukup untuk membayar kredit sepeda motor. Untuk harga sepeda yang dicuri, ia tak tahu pasti. Sebab yang melakukan penjualan merupakan rekannya yang buron. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Tak Kuat Bayar Kreditan Motor, Nyolong Pit di Musala Jepara

Tersangka pencurian sepeda sedang dimintai keterangan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka pencurian sepeda sedang dimintai keterangan di Mapolsek Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

JEPARA – Tersangka pencurian sepeda M Rizal (20) warga Batealit, Jepara mengaku jadi maling lantaran tak kuat bayar angsuran sepeda motor. Rizal menyatakan, setelah maling sepeda, ia langsung menjualnya.

” Dari hasil penjualan itu saya buat bayar angsuran motor,” aku Rizal kepada MuriaNewsCom saat gelar Perkara di Mapolsek Batealit Jepara, Jumat (14/8/2015).

Menurut dia, untuk harga sepeda yang dicuri, ia tak tahu pasti. Sebab yang melakukan penjualan merupakan rekannya yang buron.

Rizal mengaku melakukan pencurian sebanyak tiga kali, dan baru kali ini tertangkap. Ia melakukan aksi pencurian di Kudus dan tempat lainnya di Jepara. Terakhir ia melakukan aksi pencurian di salah satu musala di Batealit hingga tertangkap.

Sementara itu, Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, adanya kejadian ini mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Khususnya dalam memarkirkan kendaraan di masjid atau musala saat melaksanakan ibadah salat. Lebih aman jika kendaraan dikunci ganda bagi kendaraan bermotor, dan diletakkan di tempat aman dan digembok untuk sepeda. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Pura-Pura Salat di Musala, Pria Ini Malah Curi Sepeda di Batealit Jepara

Tersangka diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka diinterogasi di Mapolsek Batealit Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

JEPARA – Pencuri spesialis sepeda lintas kota di Jepara berhasil ditangkap jajaran kepolisian sektor (Polsek) Batealit, Jepara, Pencuri bernama M Rizal (20), warga Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit dibekuk setelah ketahuan mencuri sepeda di salah satu musala.

Kapolsek Batealit, AKP Hendro Astro mengemukakan, penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat, termasuk korban.

“Setelah melakukan penyidikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada akhir pekan lalu,” ujar Hendro saat gelar perkara di Mapolsek Batealit, Jumat (14/8/3015).

Menurutnya, Rizal sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda. Pencurian dilakukan tidak hanya seputar wilayah Jepara, tapi juga sampai Kudus. Pelaku tidak melakukannya sendiri, tapi dengan rekannya yang saat ini masih buron.

“Sebenarnya Rizal bersama rekannya. Sayangnya, pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Padahal berdasarkan keterangan Rizal, otak pencurian justru rekannya tersebut,” terang Hendro.

Didapati informasi juga, terang Hendro, jika pelaku yang masih buron tersebut merupakan resedivis dengan kasus serupa. Bahkan buronan tersebut juga dikabarkan melakukan aksi pencurian sepeda motor.

“Rekan Rizal yang masih buron merupakan resedivis yang baru bebas dari penjara,” tandasnya.

Adanya kejadian ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Khususnya saat memarkirkan kendaraan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

”Adegan” Film Fast Furious Warnai Penangkapan Pencuri Emas 

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan bak kanan mobil pencuri emas yang ditembak polisi. Hal tersebut dilakukan, karena pencuri tancap gas usai diberikan tembakan peringatan. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Satuan unit Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resort Pati sempat menembak bagian kanan mobil kawanan pencuri emas di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti. Aksi tersebut dilakukan, karena pencuri labih memilih kejar-kejaran dengan polisi dari pada menyerah dengan baik-baik.

Lanjutkan membaca

Ini Cara Pencuri Kuras Toko Emas di Pati

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan kaca mobil yang digunakan pencuri emas dalam keadaan pecah. Hal itu disebabkan lemparan kayu dari warga yang sempat ingin menangkap pelaku. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Salah satu toko emas di Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti harus rugi jutaan rupiah. Pasalnya, kedua toko emas tersebut ditipu dengan kawanan pencuri yang sama.

Lanjutkan membaca

Maling Emas Dibekuk Setelah Kejar-kejaran dengan Polisi

Kasubag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati Nurdiniatun menunjukkan kaca mobil yang digunakan pencuri emas dalam keadaan pecah. Hal itu disebabkan lemparan kayu dari warga yang sempat ingin menangkap pelaku. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Dua pencuri emas di Pasar Margorejo, Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, berhasil dibekuk polisi, setelah sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi.

Lanjutkan membaca