Polres Rembang Kembali Amankan 5 Sepeda Motor Curian dari Jadik

Beberapa barang bukti sepeda motor yang diamankan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Rembang mengamankan lima lagi sepeda motor dari Jadik, tersangka pencurian yang ditangkap pada Kamis malam 13 Juli 2017, melalui pengembangan penyidikan.

Lima sepeda motor itu berjenis Honda Revo dan Supra Fit. Polisi mengamankannya dari beberapa lokasi di Rembang dan Pati. Sepeda motor kemudian diamankan di Mapolres Rembang untuk barang bukti perkara.

Sebelumnya dari tangan tersangka Jadik, telah diamankan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Mio J warna putih yang belakangan diketahui bernomor polisi W 5294 ZJ milik Supriyanti warga Desa Tahunan, Sale.

“Pelaku ini sudah berkali-kali melakukan curanmor, tetapi baru kali ini ketangkap,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso saat sesi jumpa pers di Mapolres setempat pada Kamis (20/7/2017) pagi.

Pelaku, Jadik (56) merupakan warga Dukuh Tunggaktiyang Desa Sendangrejo,Kecamatan Bogorejo,Kabupaten Blora. Dirinya mengaku mencuri enam sepeda motor itu dari wilayah Sale dan Jatirogo.

“Sepeda motor curian saya jual dengan harga Rp 1,5 juta. Tidak ada pemesan sebelumnya. Memang selalu pakai kunci T (sebagai sarana). Biasanya (proses mencuri) butuh waktu kurang lima menit,” ujar Jadik.

Kapolres meminta kepada masyarakat yang petani atau pekebun agar lebih hati-hati dan waspada terhadap pencurian. Jika harus meninggalkan sepeda motor untuk bersawah, agar dilengkapi kunci ganda.

“Kami jerat tersangka ini dengan pelanggaran Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Pemilik Rumah Makan Ini Senang Sepeda Motornya yang Dibawa Kabur TNI Gadungan Ketemu

Erika Piliang Shaputra (40), pemilik Rumah Makan Padang Salero saat mengambil sepeda motornya di Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Erika Piliang Shaputra (40) pemilik Rumah Makan Padang Salero Minang di Jl. Gajah Mada, Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, tampak tersenyum lebar ketika sepeda motor Honda Beat K 2738 BW miliknya yang sempat hilang dibawa seseorang yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI, kini ditemukan kembali.

Sepeda motor tersebut, diberikan secara simbolis oleh Kapolres Rembang AKBP Pungky Buana Santosa saat jumpa pers di Mapolres Rembang, Kamis (20/7/2017). “Berhubung sepeda motornya sudah ketemu, maka bisa diambil dengan menggunakan surat surat kendaraan tentunya,” ujar kapolres.

Erika tampak tak bisa menyembunyikan rasa senangnya di hadapan media. Sebab sepeda motor yang baru ia beli tersebut ketemu lagi.”Dahulunya sih sakitnya di sini (sambil menunjuk dada). Tapi sekarang berkat Pak Polisi bisa mengamankan pelaku dan bisa mengamankan sepeda motor saya,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku, yang selama ini telah meresahkan warga, khususnya di Rembang.

Untuk diketahui, pelaku dari penggelapan sepeda motor tersebut adalah Suwarno (60) warga Desa Dukuhseti,Kecamatan Dukuhseti, Pati. Pria yang akrab disapa dengan sapaan Pak Ndut ini ditangkap lantaran membawa kabur sepeda motor beberapa motor warga, di antaranya milik Erika dan milik Sugiarto warga Desa Kerep,Kecamatan Sulang.

Pelaku dalam melancarkan aksinya mengaku-ngaku sebagai anggota TNI Kodim 0720/Rembang. Pelaku juga  tak sendirian dalam melancarkan aksinya.

Editor : Kholistiono

Pencuri Motor di Kletek Pati Ditangkap Polisi, Dua Masih DPO

Polisi membekuk pelaku pencurian sepeda motor di Desa Kletek, Pucakwangi, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lasman (31), warga Desa Gembol, Bogorejo, Blora ditangkap Unit Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pati, Jumat (16/6/2017).

Lasman ditangkap Tim Resmob Polres Pati di sebuah gubug kawasan pinggir hutan, Desa Kedungbacin, Todanan, Blora. Dia ditangkap, karena diduga mencuri sepeda motor Supra X tanpa pelat nomor di rumah Sirwanto, warga Kletek, Pucakwangi, Pati.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor hasil tindak kejahatan. Dua tersangka lainnya, Roni (24) dan satu teman lainnya masih buron.

Keduanya merupakan warga Desa Gagan, Kecamatan Japah, Blora. “Modus operandi yang dilakukan, pelaku mengambil sepeda motor dengan kunci letter T di dalam rumah dengan cara membuka gembok rumah dan dinding belakang rumah yang terbuat dari bambu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta.

Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mencari tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti lainnya. Pihaknya menargetkan, dua DPO bisa tertangkap dalam waktu yang dekat.

Peristiwa pencurian terjadi pada 7 Mei 2017 lalu, saat Sirwanto meletakkan sepeda motornya di rumah Marjan. Sepeda motor tersebut sudah dikunci dan berada di dalam rumah yang terkunci pula.

Polisi menduga, para tersangka sudah mengintai rumah korban sehingga mudah membobol rumah hanya dalam hitungan menit. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan memberikan pengaman tambahan pada barang-barang berharga.

Editor : Kholistiono

Begini Reaksi Lucu Guru Honorer di Grobogan ketika Motornya Ditemukan Polisi

 Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto secara simbolis menyerahkan kunci motor pada Aditya (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto secara simbolis menyerahkan kunci motor pada Aditya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan Aditya Wahyu Permadi, bercampur aduk ketika mendapat telepon dari anggota Resmob Polres Grobogan, Selasa (16/8/2016). Melalui sambungan telepon itu, ia diminta segera datang ke Mapolres Grobogan untuk mengecek kendaraannya yang sudah berhasil ditemukan.

Karena sedikit gugup, Aditya sempat salah mendengarkan perintah melalui telepon tadi. Di mana, dia bukannya datang ke Mapolres Grobogan tetapi malah mendatangi Polsek Kota Purwodadi.”Mohon maaf, saya tadi dengarnya diminta datang ke polsek, bukan polres. Jadi, saya langsung saja ke sana,” kata guru honorer SMA/SMK Al Islah Kecamatan Pulokulon yang disambut tawa sejumlah polisi dan wartawan yang sudah menunggu untuk gelar kasus pencurian motor di Mapolres Grobogan.

Usai gelar kasus, Kasat Reskrim Polres Grobogan secara simbolis menyerahkan moto Honda Vario milik Aditya yang digasak maling pada 10 Agustus lalu. Namun, kendaraan itu tidak bisa langsung dibawa pulang karena masih dibutuhkan buat barang bukti dulu.

“Motornya di sini dulu gak papa. Yang penting sudah ketemu. Saya berterima kasih pada polisi yang bisa menemukan motor saya setelah hilang beberapa hari lalu,” kata guru yang mengajar Bahasa Inggris itu.

Aditya mengaku sangat lega karena motor yang hilang itu milik istrinya. Hilangnya motor saat diparkir di halaman sekolah itu sempat membuat repot istrinya ketika mau bepergian.

Pria 24 tahun itu sudah berencana untuk membelikan motor baru buat istrinya secara kredit. Namun, belum sempat dilakukan, karena masih mengumpulkan dana untuk uang muka, motor yang hilang sudah ditemukan.
“Rencananya, awal bulan depan, saya mau kreditkan motor second buat istri. Tetapi, alhamdulillah motornya malah sudah ketemu lebih dulu,” kata pria yang tinggal di Desa Juworo, Kecamatan Geyer itu.

Seperti diketahui, dalam gelar perkara itu, ada enam kendaraan yang berhasil diamankan. Salah satunya adalah milik Aditya. Sedangkan, motor lainnya, masih dilacak pemilik resminya.

Motor itu diamankan seiring keberhasilan polisi menangkap dua pencuri motor. Yakni, Kusnadi, warga Desa Klampok, dan Dwi Darminto, warga Desa Jatilor, Kecamatan Godong. Kendaraan itu, digasak pelaku dari beberapa lokasi. Tiga di antaranya di wilayah Grobogan, dua di Demak dan dua lagi di Kudus.

Editor : Kholistiono